Anda di halaman 1dari 5

PEMBERIAN MOTIVASI GURU DALAM PEMBELAJARAN

PEMBERIAN MOTIVASI GURU DALAM PEMBELAJARAN

Abstrak: Pemberian motivasi guru dalam pembelajaran dapat terdiri atas Pemberian
Penghargaan, yang dapat menumbuhkan inisiatif, kemampuan-kemampuan yang kreatif dan
semangat berkompetisi yang sehat, pemberian penghargaan sebagai upaya pembinaan motivasi
tidak selalu harus berwujud atau barang, tetapi dapat juga berupa pujian-pujian dan hadiah-
hadiah im-material. Pemberian perhatian yang cukup terhadap siswa dengan segala potensi yang
dimilikinya merupakan bentuk motivasi yang sederhana, karena banyak yang tidak memiliki
motivasi belajar diakibatkan tidak dirasakannya adanya perhatian. Ajakan Berpartisipasi. Pada
diri manusia ada sesuatu perasaan yang dihargai apabila dia dilibatkan pada sesuatu kegiatan
yang dianggap berharga. Oleh karena itu guru, harus selalu mengajak dan mengulurkan tangan
bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran guna lebih bergairah dalam
belajar dan memperkaya proses interaksi antar potensi siswa dalam proses pembelajaran.

Kata Kunci: motivasi, proses pembelajaran, proses interaksi pembelajaran.

A. Pendahuluan

Kegiatan pembelajaran yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu
motivasi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa
dalam membangun makna dan pemahaman.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik dalam jalur formal. Guru dalam
menjalankan fungsinya diantaranya berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang
bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dialogis, dan memberikan motivasi kepada siswa
dalam membangun gagasan, prakarsa, dan tanggung jawab siswa untuk belajar.

Motivasi yang timbul dari dirinya untuk berbuat sesuatu muncul secara kodrati dari diri manusia
itu sendiri disebut motivasi intrinsik, sedangkan manusia yang menyebabkan mampu
melaksanakan tugas dengan maksimal karena ada dorongan dari luar disebut motivasi ekstrinsik.

Dengan demikian guru diharapkan merupakan orang yang karena profesinya sanggup
menimbulkan dan mengembangkan motivasi untuk kepentingan proses aspek-aspek
pembelajaran di dalam kelas yang keberadaan siswanya berbeda-beda secara individual,
misalnya perbedaan minat, bakat, kebutuhan, kemampuan, latar belakang sosial dan konsep-
konsep yang dipelajari.

Dengan motivasi dari guru merupakan faktor yang berarti dalam pencapaian tujuan
pembelajaran. Dua pembangkit motivasi belajar yang efektif adalah keingintahuan dan
keyakinan dalam kemampuan diri. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu, maka guru perlu
memotivasi dengan pertanyaan diluar kebiasaan atau tugas yang menantang disertai penguatan
bahwa siswa mampu melakukannya. Dengan demikian salah satu upaya guru yaitu memberikan
motivasi kepada siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
B. Pengertian Motivasi

pengertian motivasi menurut kamus bahasa indonesia adalah dorongan yang timbul dalam diri
seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan, tujuan tertentu.

Menurut E. Kusmana Fachrudin (2000:44) motivasi dibedakan atas dua golongan yaitu :

1. Motivasi Asli. Motivasi asli adalah motivasi untuk berbuat sesuatu atau dorongan untuk
melakukan sesuatu yang muncul secara kodrati pada diri manusia.

2. Motivasi Buatan. Motivasi buatan adalah motivasi yang masuk pada diri seseorang baik usaha
yang disengaja maupun secara kebetulan.

Sejalan dengan pendapat Irianto (1997:247), motivasi eksternal adalah setiap pengaruh dengan
maksud menimbulkan, menyalurkan atau memelihara perilaku manusia. Dipertegas oleh Mulia
Nasution (2000:11), motivasi dari luar adalah pembangkit, penguat, dan penggerak seseorang
yang diarahkan untuk mencapai tujuan.

Dari beberapa pendapat diatas maka, jelas motivasi merupakan faktor yang berarti dalam
mendorong seseorang untuk menggerakkan segala potensi yang ada, menciptakan keinginan
yang tinggi serta meningkatkan semangat sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

C. Motivasi Guru Dalam Pembelajaran

Motivasi yang sengaja dibentuk oleh orang luar dalam hal ini guru dapat dilakukan dengan
berbagai cara, antara lain :

1. Pemberian Penghargaan. Dengan pemberian penghargaan ini dapat besifat positif karena dapat
menumbuhkan inisiatif, kemampuan-kemampuan yang kreatif dan semangat berkompetisi yang
sehat, pemberian penghargaan sebagai upaya pembinaan motivasi tidak selalu harus berwujud
atau barang, tetapi dapat juga berupa pujian-pujian dan hadiah-hadiah im-material.

2. Pemberian Perhatian. Pemberian perhatian yang cukup terhadap siswa dengan segala potensi
yang dimilikinya merupakan bentuk motivasi yang sederhana, karena banyak yang tidak
memiliki motivasi belajar diakibatkan tidak dirasakannya adanya perhatian.

Sebagaimana yang dijelaskan Dimyati dan Mudjiono (2002:42) prinsip-prinsip yang berkaitan
dengan perhatian dan motivasi pembelajaran yaitu perhatian merupakan peranan penting dalam
kegiatan belajar. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya
perhatian tidak mungkin adanya pembelajaran. Perhatian akan timbul pada siswa apabila bahan
pelajaran sesuai dengan kebutuhannya, apabila bahan pelajaran dirasakan sebagai suatu yang
dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan sehari-hari akan
membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Apabila perhatian alami ini tidak ada, maka
siswa perlu dibangkitkan perhatiannya.
3. Ajakan Berpartisipasi. Pada diri manusia ada sesuatu perasaan yang dihargai apabila dia
dilibatkan pada sesuatu kegiatan yang dianggap berharga. Oleh karena itu guru, harus selalu
mengajak dan mengulurkan tangan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses
pembelajaran guna lebih bergairah dalam belajar dan memperkaya proses interaksi antar potensi
siswa dalam proses pembelajaran.

Selain hal-hal diatas, untuk membangkitkan motivasi yang efektif adalah melalui prnsip-prinsip
motivasi dalam belajar. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu, oleh karena itu guru memberikan
penguatan bahwa siswa pasti bisa.

Prinsip-prinsip motivasi dalam belajar adalah sebagai berikut :

1. Kebermaknaan. Siswa akan termotivasi untuk belajar jika kegiatan dan materi belajatr dirasa
bermakna bagi dirinya. Keberadaan lazimnya terkait dengan bakat, minat, pengetahuan, dan tata
nilai siswa.

2. Pengetahuan dan keterampilan Prasyarat. Siswa akan dapat belajat dengan baik jika dia telah
menguasai semua prasyarat baik berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Oleh karena itu,
siswa akan menggunakan pengetahuan awalnya untuk menafsirkan informasi dan
pengalamannya. Penafsiran itu akan membangun pemahaman yang dipengaruhi oleh
pengetahuan awal itu. Dengan demikian, guru perlu memahami pengetahuan awal siswa untuk
dikaitkan dengan bahan yang akan dipelajarinya. Sehingga membuat belajar menjadi lebih
mudah dan bermakna.

3. Model. Siswa akan menguasai keterampilan baru dengan baik jika guru memberikan contoh
dan model untuk dilihat dan ditiru.

4. Komunikasi Terbuka. Siswa akan termotivasi untuk belajar jika penyampaian dilakukan
secara terstuktur sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa sehingga pesan
pembelajaran dapat dievaluasi dengan tepat.

5. Keaslian dan Tugas yang Menantang. Siswa akan termotivasi untuk belajar jika mereka
disediakan materi, kegiatan baru atau gagasan murni/asli (novelty) dan berbeda. Kebaruan atau
keaslian gagasan akan menambah konsentrasi siswa pada pembelajaran. Hal ini berpengaruh
pada pencapaian hasil belajar. Konsentrasi juga dapat bertambah bila siswa menghadapi tugas
yang menantang dan sedikit melebihi kemampuan. Sebaliknya bila tugas terlalu jauh dari
kemampuan, akan terjadi kecemasan, dan bila tugas kurang dari kemampuan akan terjadi
kebosanan.

6. Latihan yang Tepat dan Aktif. Siswa akan dapat menguasai materi pembelajaran dengan
efektif jika KBM memberikan kegiatan latihan yang sesuai dengan kemamapuan siswa dan siswa
dapat berperan aktif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

7. Penilaian Tugas. Siswa akan memperoleh pencapaian belajar yang efektif jika tugas dibagi
dalam rentang waktu yang tidak terlalu panjang dengan frekuensi pengulangan yang tinggi.
8. Kondisi dan Konsekuensi yang Menyenangkan. Siswa akan belajar dan terus belajar jika
kondisi pembelajaran dibuat menyenangkan, nyaman dan jauh dari perilaku yang menyakitkan
perasaan siswa. Belajar melibatkan perasaan. Suasana belajar yang menyenangkan sangat
diperlukan karena otak tidak akan bekerja optimal bila perasaan dalam keadaan tertekan.
Perasaan senang biasanya akan muncul bila belajar diwujudkan dalam bentuk permainan
khususnya pendidikan usia dini. Selanjutnya bermain dapat dikembangkan menjadi
eksperimentas yang lebih tinggi.

9. Keragaman Pendekatan. Siswa akan belajar jika mereka diberi kesempatan untuk memilih dan
menggunakan berbagai pendekatan dan stategi belajar. Pengalaman belajar tidak hanya
berorientasi pada buku teks tetapi juga dapat dikemas dalam berbagai kegiatan praktis seperti
proyek, simulasi, drama dan atau penelitian/pengujian.

10. Mengembangkan Beragam Kemampuan. Siswa akan belajar secara optimal jika pelajaran
disajikan dapat mengembangkan berbagai kemampuan seperti kemampuan logis matematis,
bahasa, musik, kinestetik, dan kemampuan inter maupun intra personal. Tiap siswa memiliki
lebih dari satu kecerdasan yang meliputi kecerdasan : musik, gerak badan (kinestetik), logika-
matematika, bahasa, ruang, intra pribadi, dan antar pribadi. Sekolah perlu menyediakan berbagai
pengalaman belajar yang memungkinkan kecerdasan itu berkembang; sehingga anak dengan
berbagai kecerdasan yang berbeda dapat terlayani secara optimal.

11. Melibatkan Sebanyak Mungkin Indera. Siswa akan menguasai hasil belajar dengan optimal
jika dalam belajar siswa dimungkinkan menggunakan sebanyak mungkin indera untuk
berinteraksi dengan isi pembelajaran.

12. Keseimbangan Pengaturan Pengalaman Belajar. Siswa akan lebih menguasai materi
pembelajaran jika pengalaman belajar diatur sedemikian rupa sehingga siswa mempunyai
kesempatan untuk membuat suatu refleksi penghayatan, mengungkapkan dan mengevaluasi apa
yang dia pelajari.

D. Kesimpulan

1. Guru adalah merupakan orang yang karena profesinya sanggup menimbulkan dan
mengembangkan motivasi untuk kepentingan proses pembelajaran di kelas sehingga tercapai
tujuan pembelajaran dengan cara: pemberian penghargaan, pemberian perhatian, dan ajakan
berpartisipasi.

2. Prinsip-prinsip motivasi dala pembelajaran, teridiri atas: kebermaknaan, pengetahuan dan


keterampilan prasyarat, model, komunikasi terbuka, keaslian dan tugas yang menantang, latihan
yang tepat dan aktif, penilaian tugas, kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan, keragaman
pendekatan, mengembangkan beragam kemampuan, melibatkan sebanyak mungkin indera, dan
keseimbangan pengaturan pengalaman belajar.

Daftar Pustaka
Dimyati, Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Bandung. PT Rineka Cipta

Depdiknas. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta

E. Kusmana, Pachrudin. 2000. Asas, strategi-metode. UPI. Bandung

Irianto. 1997. Edisi Kedua. Pengantar Manajemen. IBII STIE. Jakarta

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1997. Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa. Balai Pustaka. Jakarta

Mulia Nasution. 2000. Manajemen Modern. Pionir Jaya. Bandung

Otong Kardisaputra. Belajar dan Pembelajaran. FKIP Unla. Bandung

Sardiman. 2000. Interaksi dan Motivasi Belajar. Grafindo Persada. Jakarta