Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

Mata kuliah : Konsep Kebidanan

Nilai-Nilai Profesi Kebidanan

Dosen pengampu : Asmaurika P,M.Kes

Disusun oleh :

1. Amalia

2. Niken yunisa

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PONTIANAK

PROGRAM STUDI D3- KEBIDANAN

TAHUN AJARAN 2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini. Secara khusus, makalah ini membahas tentang “Nilai-nilai profesi bidan” makalah ini
kami buat guna membantu proses pembelajaran kami.
Demikian makalah ini kami buat. Semoga bermanfaat bagi kita serta para pembaca.
Kami juga berharap kritik dan saran atas ketidak sempurnaannya makalah ini, agar kami
bisa lebuh baik lagi untuk proses kedepannya.

Pontianak, 26 september 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i

DAFTAR ISI ................................................................................................................... ii

BAB.I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ......................................................................................................... 1

B. Rumusan masalah ................................................................................................... 2

C. Tujuan ...................................................................................................................... 3

BAB.II PEMBAHASAN

A. Nilai dan kepercayaan kebidanan......................................................................... 4


B. Konsep role model ................................................................................................ 5
C. Konsep keputusan moral dan teori moral ........................................................... 6
D. Konsep tanggung jawab profesi ........................................................................... 7

BAB.III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................ 8
B. Saran ...................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 10
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Konsep adalah kerangka ide yang mengandung suatu pengertian
tertentu. Kebidanan berasal dari kata bidan yang artinya adalah seseorang yang
telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin
melakukan praktek kebidanan.
Kebidanan merupakan ilmu yg terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu
(multi disiplin) yang terkait dengan pelayanan kebidanan, meliputi ilmu kedokteran,
ilmu keperawatan, ilmu perilaku, ilmu sosial budaya, ilmu kesehatan masyarakat
dan ilmu manajemen untuk dapat memberikan pelayanan kepada ibu dalam masa
pra konsepsi, hamil, bersalin, post partum, bayi baru lahir.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka penulis mengambil
rumusan masalah, diantaranya :
A. Nilai dan kepercayaan kebidanan

C. Tujuan
Memahami nilai dan kepercayaan bidan
Memahami konsep role model
Mengetahui keputusan moral dan teori moral
Mengetahui konsep tanggung jawab profesi
BAB II

PEMBAHASAN

Nilai-nilai profesi bidan :

A. Nilai dan Kepercayaan Kebidanan


 Nilai dan kepercayaan bidan :
1. Respek terhadap individu dan kehidupannya.
2. Fokus pada wanitadalam proses childbirth
3. Keterpaduan yang merefleksikan kejujuran dan prinsip moral.
4. Keadilan dan kebenaran.
5. Menerapkan proses dan prinsip demokrasi.
6. Pengembangan diri diamrbil dari pengalaman hidup dan proses
pendidikan.
7. Pendidikan kebidanan merupakan dasar dari praktik kebidanan.

 Kepercayaan yang harus dipegang oleh profesi bidan :


1. Setiap ibu adalah individu yang memiliki hak, kebutuhan, harapan, dan
keinginan.
2. Adanya profesi kebidanan yang mempunyai kekuatan untuk
mempengaruhi kondisi kehamilan dan pelayanan yang diberikan pada
wanita dan keluarganya pada proses persalinan.
3. Kesehatan yang akan datang tergantung pada kualitas asuhan yang
diberikan pada calon ibu, calon ayah dan bayi.
4. Ibu dan bayi membutuhkan sesuatu yang bernilai sesuai dengan
kebutuhannya.
B. Konsep Role Model
Perawat merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang ada lingkungan
masyarakat. Tidak hanya itu, perawat bahkan dapat dijumpai sampai pelosok
tanah air.. oleh karena itu, perawat hidup ditengah masyarakat haruslah
menjadi panutan/contoh ( role model ) dalam berkehidupan di masyarakat.
Karena perawat merupakan public figure yang ada ditengah masyarakat
Indonesia, maka semua perilaku atau kebiasaan perawat akan menjadi contoh
dimasyarakat. Terlebih lagi kebiasaan dalam bidang kesehatan, misalnya
perilaku bersih dan sehat, ini akan menjadi sorotan masyarakat.
Oleh karena perawat dituntut menjadi role model atau contoh ditengah
masyarakat maka perawat harus terlebih dahulu mengenali diri sendiri sebelum
menjadi contoh untuk masyarakat. Perawat yang mempunyai masalah pribadi,
seperti ketergantungan obat, hubungan interpersonal yang terganggu, akan
mempengaruhi hubungannya dengan klien (Stuart dan Sundeen, 1987, h.102).
perawat mungkin menolak dan mengatakan ia dapat memisahkan hubungan
professional dengan kehidupan pribadi. Hal ini tidak mungkin pada asuhan
kesehatan jiwa karena perawat memakai dirinya secara teraupatik dalam
menolong klien. Perawat yang efektif adalah perawat yang dapat memenuhi
dan memuaskan kehidupan pribadi serta tidak didominasi oleh konflik, disetress
atau pengingkaran dan memperlihatkan perkembangan serta adaptasi yang
sehat. Perawat diharapkan bertanggung jawab atas perilakunya, sadar akan
kelemahan dan kekurangannya.
 Ciri perawat yang dapat menjadi role model :
1. Puas akan hidupnya
2. Tidak didominasi stress
3. Mampu mengembangkan kemampuan
4. Adaptif
C. Konsep Keputusan Moral dan Teori Moral
a. Pengertian keputusan moral dalam keperawatan :
Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap
hakikat suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta dan data, menentukan
alternative yang matang untuk mengambil suatu tindakan yang tepat. Ada 5 hal
yang perlu diperhatikan dengan pengambilan keputusan :
1) Dalam proses pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan.
2) Pengambilan keputusan tidak dilakukan secara sembrono tetapi harus
berdasarkan pada sistematika tertentu :
a) Tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang
akan diambil.
b) Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia.
c) Falsafah yang dianut organisasi.
d) Situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi
administrasi manajemen didala organisasi.
3) Masalah harus diketahui dengan jelas.
4) Pemecahan masalah harus dikeluarkan pada fakta-fakta yang terkumpul
dengan sistematis.
5) Keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dipilih dari berbagai
alternatif yang telah dianalisa secara matang.

Apabila pengambilan keputusan tidak didasarkan pada kelima hal


diatasakan menimbulkan berbagai masalah :
a. Tidak tepatnya keputusan
b. Tidak terlaksananya keputusan karena tidak sesuai dengan
kemampuan organisasi baik dari segi manusia, uang maupun
material
c. Ketidakmampuan pelaksana untuk bekerja karena tidak ada
sinkrinisasi tersebut.
d. Timbulnya penolakan terhadap keputusan.

b. faktor yang mempengaruhi pada pengambilan keputusan


a. Faktor yang mempengaruhi pada pengambilan keputusan :
1) Faktor Internal
Faktor internal dari diri manajer sangat mempengaruhi proses
pengambilan keputusan. Faktor internal tersebut meliputi : keadaan
emosional dan fisik, personal karakteristik, kurtural, sosial, latar
belakang fisiologi, pengalaman masa lalu, minat, pengetahuan dan
sikap pengambilan keputusan yang dimiliki.
2) FaktorEksternal
Faktor eksternal termasuk kondisi dan lingkungan waktu.
Suatu nilai yang berpengaruh pada semua aspek dalam pengambilan
keputusan adalah pernyataan masalah, bagaimana evaluasi itu dapat
dilaksanakan. Nilai ditentukan oleh salah satu kultural, sosial, latar
belakang, filosofi, sosial dan kurtural.
b. Pengambilan keputusan kelompok
Ada dua kriteria utama untuk pengambilan keputusan yang efektif :
- Keputusan harus berkualitas tinggi dan dapat mencapai tujuan atau
sasaran yang sebelumnya telah didefinisikan.
- Keputusan harus diterima oleh orang yang bertanggung jawab
melaksanakannya. Contoh : rapat merupakan salah satu alat
terpenting untuk mencapai informasi dan mengambil keputusan.
Langkah utama proses pengambilan keputusan adalah sama
dengan proses pemecahan masalah. Fase ini termasuk
mendefinisikan keuntungan dan kerugian masing-masing pilihan,
memprioritaskan pilihan, menyeleksi pilihan yang paling baik untuk
menilai sebelum mendefinisikan tujuan, implementasi, dan evaluasi.

c. Teori Moral dalam Keperawatan


Moral hamper sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar
personal tentang benar atau salah. Hal ini sangat penting utnuk mengenal
antara etika dalam agama, hukum, adat dan praktek professional.
 Teori moral kebanyakan tidak ada “algorithma moral moral” untuk
membuat keputusan atau jawaban.
 Pilihan yang dapat dilakukan adalah “Teori Moral” yang memberi
kerangka membuat keputusan-keputusan moral dan etika.
 Masalah teori moral tidak selalu memberi jawaban yang sama bahkan
sering bertentangan.
 Penentu teori moral :
 Egoisme Etikal
- Pemikiran : tindakan boleh ( dapat diterima ) atas dasar kepentingan
sendiri
Contoh : membunuh perampok untuk membela diri
 Utilitarianisme
- Pemikiran : tindakan diterima bila memberikan paling banyak manfaat
untuk orang banyak.
Contoh : penggunaan DDT untuk me;awan malaria
- Analisis utilitarianisme
- Tentukan target audiens
- Tentukan kerusakan, keuntungan, bobot pada target audiens
- Evaluasi fungsi kebahagian tertinggi.
 Analisis hak
- Pemikiran : hak siapa didahulukan dan tepo seliro
Contoh : penculikan di bohongi untuk menyelamatkan Sandra
- Urutan hak menurut kepentingan :
 Hak untuk hidup
 Hak untuk menjaga kepenuhan hidup
 Hak untuk meningkatkan kepenuhan hidup
 Analisis hak
- Tentukan target audiens
- Evaluasi tindakan pelanggaran hak sesuai urutan diatas
- Pilih tindakan yang menyebabkan pelanggaran hak yang kurang
penting.

D. Konsep Tanggung Profesi


a. Tanggung jawab terhadap peraturan perundang-undangan
Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan. Pengaturan tenaga kesehatan
ditetapkan didalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Tugas dan
kewenangan bidan serta ketentuan menteri kesehatan.
Kegiatan praktik bidan dikontrak oleh peraturan tersebut,. Bidan harus dapat
mempertanggung jawabkan tugas dan kegiatan yang di lakukannya sesuai
dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
b. Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi
Setiap bidan memiliki tanggung jawab memelihara kemampuan profesinya.
Oleh karena itu, bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan
keterampilannya dengan mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan,
seminar, serta pertemuan ilmiah lainnya.
c. Tanggung jawab terhadap penyimpanan catatan kebidanan
Setiap bidan diharuskan mendokumentasikan kegiatannya dalambentuk
catatan tertulis. Catatan bidan mengenai pasien yang dilayaninya dapat
dipertanggung jawabkan bila terjadi gugatan. Catatan yang dilakukan bidan dapat
dilakukan bidan dapat digunakan sebagai bahan laporan untuk disampaikan
kepada atasannnya. Di inggris bidan harus menyimpan catatan kegiatannya
selama 25 tahun.
d. Tanggung jawab terhadap keluarga yang dilayani
Bidan memiliki kewajiban memberi asuhan kepada ibu dan anak yang
meminta pertolongan kepadanya. Ibu dan anak merupakan bagian dari keluarga.
Oleh karena itu, kegiatan bidan sangat erat kaitannya dengan keluarga. Tanggung
jawab bidan tidak hanya pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menyangkut
kesehatan keluarga. Bidan harus dapat mengidentifikasi masalah dan kebutuhan
keluarga serta memberi pelayanan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan
keluarga. Pelayanan terhadap kesehatan keluarga merupakan kondisi yang
diperlukan ibu yang membutuhkan keselamatan, kepuasan dan kebahagiaan
selama masa hamilatau melahirkan. Oleh karena itu, bidan harus menggerahkan
segala kemampuan pengetahuan , sikap dan perilakunya dalam memberi
pelayanan kesehatan keluarga yang membutuhkan.
e. Tanggung jawab terhadap profesi
Bidan harus menerima tanggung jawab keprofesian yang dimilikinya. Oleh
karena itu, ia harus mematuhi dan berperan aktif dalam melaksanakan asuhan
kebidanan sesuai dengan kewenangan dan standar keprofesian. Bidan harus ikut
serta dalam kegiatan organisasi bidan dan badan resmi kebidanan. Untuk
mengembangkan kemampuan keprofesiannya, bidan harus mencari informasi
tentang perkembangan kebidanan melalui media kesehatan, seminar, dan
pertemuan ilmiah lainnya. Semua bidan harus menjadi anggota organisasi bidan.
Bidan memiliki hak mengajukan suara dan dapat pendapat tentang profesinya.
f. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Bidan adalah anggota masyarakat yang bertanggung jawab. Oleh karena itu,
bidan turut bertanggung jawab dalam memecahkan masalah kesehatan
masyarakat ( mis. Lingkungan yang tidak sehat, penyakit menular, masalah gizi
terutama yang menyangkut kesehatan ibu dan anak ). Baik secara mandiri
maupun bersama tenaga kesehatan lain, bidan berkewajiban memanfaatkan
sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Bidan harus
memelihara kepercayaan masyarakat. Imbalaan yang diterima dari masyarakat
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada bidan.
Tanggung jawab terhadap masyarakat merupakan cakupan dan bagian tanggung
jawabnya kepada tuhan.
BAB III
PENUTUP

A. Saran
Hasil ini sebagai bahan belajar untuk mahasiswi dalam meningkatkan
konsep kebidanan yang didapati di perkuliahan. Dan juga bisa menjadi bahan
pembelajaran dan acuan untuk dapat menjadi calon bidan yang selalu
berpegangan teguh .

B. Kesimpulan
Dari hasil observasi ini kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan
konsep kebidanan khususnya peranan dan fungsi bidan. Untuk selalu berpegang
teguh pada filosofi, etika profesi serta memahami peran dan fungsi bidan dalam
memberikan asuhan kebidanan kepada klien terutama pelayanan kepada ibu, bayi,
keluarga serta masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/310019822/Nilai-nilai-Profesi-Bidan-1