Anda di halaman 1dari 7

UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

LAPORAN PRAKTIKUM
ACARA 6
REPRESENTASI RELIEF

Disusun Oleh :
Angga Wijaya Allam (19.85.0099 )

Tanggal Pengumpulan Laporan Tanggal Praktikum


27 November 2019 20 November 2019

Dosen Pengampu Nilai

Widiyana Riasasi, S.Si,


M.Sc..
REPRESENTASI PETA

A. Tujuan

1. Praktikan mampu menggambarkan peta kontur serta menambahkan informasi


bentuk relief
2. Praktikan mampu membuat penampang melintang (profil) sebagai salah satu
keunggulan representasi relief, dan melakukan pengukuran kemiringan lereng

B. Alat dan Bahan

1. Peta titik ketinggian hasil pengukuran (dummy)


2. Penggaris
3. Kalkulator
4. Milimeter block
5. Alat tulis (Pensil, penghapus)

C. Dasar Teori

Pengertian Relief

Relief adalah bentuk fisik dari landskap, suatu konfigurasi sebenarnya dari muka bumi atau
dengan kata lain, suatu bentuk yang memperlihatkan perbedaan dalam ketinggian dan
kemiringan dari bentuk-bentuk yang ada atau tidak sama di muka bumi (Monkhouse:
Dictionary of Geography). Secara umum dapat dikatakan bahwa pengertian relief ini
dihubungkan dengan suatu bentuk/model keseluruhan muka bumi dalam bentuk (pandangan)
tiga dimensi. Oleh sebab itu pengertian relief jauh lebih luas dari sekedar ketinggian saja.
Dari pengertian diatas, dapatlah dilihat bahwa relief merupakan suatu unsur yang sangat
penting dan memainkan peranan dalam aktifitas manusia di muka bumi. Informasi relief
sangat diperlukan dan dapat digunakan antara lain pada:
 Pekerjaan konstruksi jalan raya,bendungan,irigasi
 Tujuan-tujuan navigasi
 Tujuan-tujuan operasi militer
 Tujuan-tujuan ilmu pengetahuan
 Tujuan-tujuan pariwisata

Peta Topografi
Topografi berasal dari bahasa Yunani, “topos” yang berarti tempat dan “graphia”
yang artinya menulis/menggambar. Peta topografi umumnya menyajikan informasi
dasar permukaan bumi dan disertai dengan garis kontur untuk menunjukkan
informasi ketinggian tempat. Oleh karena itu informasi yang disajikan pada peta topografi
bersifat umum, maka termasuk ke dalam klasifiaksi peta dasar. Umumnya peta
topografi suatu negara dibuat oleh institusi yang berwenang, misalnya untuk peta
topografi Indonesia dibuat oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan nama
produk Peta Rupa Bumi Indoensia (RBI). Namun demikian ada pula penyusunan
peta topografi untuk tujuan tertentu yang dibuat oleh negara lain, misalnya peta
topografi Indonesia yang dibuat oleh Army Map Service (AMS) Amerika Serikat yang
dibuat pada tahun 1954. Badan Informasi Geospasial (BIG) menurut UU No. 4
Tahun 2011 merupakan walidata dalam penyediaan peta dasar Indonesia.
Semua tema peta yang ditampilkan dalam Peta RBI memuat unsur alami dan buatan
yang dipilih sebagai sajian topografi Indonesia. Walaupun demikian perlu diketahui
bahwa tidak semua tema peta tersebut merupakan tanggung jawab BIG. Sebagai
contoh, data batas administrasi merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri
untuk menetapkan batas yang memiliki kekuatan hukum. Dalam peta RBI dapat
ditemui pernyataan bahwa batas administrasi yang ditampilkan hanya sebatas peta
indikatif saja.

Garis Kontur
Garis kontur adalah suatu garis khayal (imaginary lines) yang menghubungkan titik-titik
yang mempunyai ketinggian sama, diatas atau dibawah suatu referensi tinggi tertentu di (atas)
muka bumi. Garis kontur 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang
mempunyai ketinggian sama 25 m terhadap referensi tinggi tertentu. Garis kontur dapat
dibentuk dengan membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan bidang mendatar dengan
permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Pada umumnya peta dibuat dengan skala tertentu,
maka bentuk garis kontur ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala peta.

Langkah Kerja
Bagian 1 – Pembuatan Peta Kontur
1. Praktikan akan diberikan peta titik sebaran hasil pengukuran ketinggian tempat
2. Menggunakan teknik interpolasi linear untuk menggambarkan peta kontur pada peta
tersebut, dengan mengikuti langkah 3 – 6

3. Menentukan interval kontur, misal dalam contoh ini adalah 10 meter. Pada gambar
tersebut dapat menarik garis kontur 80 m. Membuat garis yang menghubungkan antara
dua titik yang diantaranya terdapat nilai 80, misal antara 75 hingga 85
4. Nilai 80 terletak tepat di tengah-tengah antara 75 hingga 85, menandai
titik tengah dari garis yang telah dibuat
5. Mengulangi langkah (a) dan (b) hingga semua kemungkinan nilai 80 tergambarkan.
Jika perhitungan tidak sesederhana poin (b) gunakan formula yang dijelaskansebagai berikut;
6. Menghapus garis yang menghubungkan antar titik, lalu menarik garis kontur melalui titik-
titik ketinggian 80 meter yang telah diidentifikasi. Lakukan juga untuk nilai
ketinggian yang lain

Bagian 2 – Pembuatan Profil


1. Menentukan titik A dan B pada peta dimana diantara dua titik tersebut terdapat
variasi ketinggian yang cukup tinggi, lalu tariklah garis antara keduanya.
2. Membuat potongan kertas sepanjang penampang yang dibuat, lalu meletakkan
pada garis A-B. Menandai kertas tersebut setiap berpotongan dengan garis kontur,
dan jangan lupa memberikan keterangan ketinggian.

3. Pindahkan potongan kertas tersebut pada kertas milimeter atau kertas HVS,
letakkan garis A-B tersebut pada posisi sumbu x.
4. Ketinggian (elevasi) digambarkan pada sumbu y, dimana skala pada sumbu
tersebut dapat diperbesar. Hal tersebut dikenal dengan istilah perbesaran vertikal
(vertical exagerration/VE). Nilai VE nantinya dicantumkan dalam profil agar
pembaca paham bahwa terdapat perbedaan skala pada sumbu x dan sumbu y.
5. Melakukan plotting ketinggian, lalu menghubungkan titik-titik tersebut dengan sebuah
garis yang wajar (bukan patah-patah). Melengkapi profil dengan visualisasi yang
menarik, misalnya ketika memotong sungai pada profil yang dibuat.

Bagian 3 – Perhitungan Kemiringan Lereng


1. Memilih dua segmen dari profil yang telah Saudara buat, lalu menghitung
kemiringannya dengan menggunakan metode berikut :
Mengetahui besarnya lereng pada suatu kemiringan akan membantu di dalam
menetapkan ekspresi topografi. Di dalam ekspresi topografi dapat ditemukan
adanya beberapa bentuk lahan yang mempunyai kemiringan dari datar, landai,
agak miring, miring, terjal, dan amat terjal. Data ini penting karena ada kaitan
dengan kecepatan aliran permukaan dan proses pembentukan muka bumi yang
bekerja pada sebidang lahan dengan kelerengan tertentu. Cara untuk
mengetahui kemiringan adalah sebagai berikut (VD : Vertical Distance; HD :
Horizontal Distance) :

2. Memberikan petunjuk pada profil tentang segmen yang diukur kemiringannya, dan
menyertakan perhitungan kemiringan lereng sebagai hasil praktikum.

D. Hasil Praktikum

1. Peta kontur hasil interpolasi (terlampir)


2. Profil (penampang melintang) di daerah pemetaan (terlampir)
3. Perhitungan kemiringan lereng (terlampir)

E. Pembahasan
1. Secara sederhana relief dapat diartikan sebagai suatu konfigurasi nyata dari permukaan
bumi, yaitu perbedaan-perbedaan dalam ketinggian dan kemiringan permukaan bumi.
2. Relief dipresentasikan dengan cara membuat garis yang menghubungkan titik di
permukaan bumi yang mempunyai ketinggian yang sama (garistersebut di sebut garis
kontur), dan cara demikian disebut juga dengan contouring.
3. Interpolasi itu sendiri di bagi menjadi dua yaitu interpolasi linier (cara interpolasi garis
kontur mempergunakan hitungan pada garis) dan interpolasi secara grafis (membagi garis
menggunakan garis lain dengan ukuran lebih mudah lalu di garis dengan mempergunakan
prinsip garis sejajar untuk mendapatkan ukuran yang sebanding).
4. Beberapa kegunaan dan garis kontur adalah untuk mengetahui bentuk lereng, besarnya
kemiringan lereng dan menunjukan bentuk relief. Garis kontur yang dapat menunjukan
bentuk lereng yang terjal dan garis kontur yang renggang menunjukan bentuk lereng yang
terjal atau curam dan sebaliknya.

F. Kesimpulan

Dapat disimpulkan dari praktikum Representasi Relief bahwa ada beberapa pelajaran
yang dapat diambil yaitu :
1. Dapat menentukan bentuk relief dengan metode garis kontur
2. Menggambar dengan kesan 3 dimensi menggunakan metode itu Shading da Layer
Shading.
3. Dalam mengetahui beberapa ketinggian dengan menggambar dan diberi kode
nama yang berbeda.
4. Ketelitian menggambar dan menghitung berapa jumlah Interval yang dipakai

G. Daftar Pustaka

Widiyana Riasasi, S.Si, M.SC. Representasi Relief. Modul disampaikan pada mata kuliah
Praktikum Kartografi Dasar

Beri Nilai