Anda di halaman 1dari 5

No Diagnosa Keperawatan SLKI SIKI

Risiko perfusi serebral tidak efektif Perfusi Serebral Manajemen peningkatan TIK

Faktor risiko: Setelah dilakukan tindakan Observasi


 Keabnormalan masa keperawatan selama …. X…. jam,  Identifikasi penyebab
protombin/tromboplastin parsial maka bersihan jalan nafas peningkatan TIK
 Aterosklerosis aorta meningkat.  Monitor MAP
 Diseksi arteri  Monitor CVP
 Fibrilasi atrium Kriteria hasil:  Monitor PAWP
 Tumor otak  Tingkat kesadaran meningkat  Monitor PAP
 Stenosis karotis  Kognitif cukup meningkat  Monitor ICP
 Miksoma atrium  TIK cukup menurun  Monitor CPP
 Aneurisma serebri  Sakit kepala menurun  Monitor gelombang ICP
 Koagulopati  Gelisah cukup menurun  Monitor status pernapasan
 Dilatasi kardiomiopati  Kecemasan menurun  Monitor intake output cairan
 Koagulasi intravaskuler diseminata  Agitasi menurun  Monitor cairan serebro-spinalis
 Embolisme  Demam menurun Terapeutik
 Cedera kepala  Tekanan darah sistolik cukup
 Minimalkan stimulus dengan
 Hiperkolesteronemia membaik
menyediakan lingkungan tenang
 Hipertensi  Tekanan darah cukup
 Berikan posisi semifowler
 Endokarditis infektif membaik  Hindari maneuver valsava
 Katup prostetik meanis  Reflek saraf cukup membaik  Cegah kejang
 Stenosis mitral
 Hindari penggunaan PEEP
 Neoplasma otak Status Neurologis
 Hindari pemberian cairan IV
 Infark miokard akut Setelah dilakukan tindakan
hipotonik
 Sindrom sick sinus keperawatan selama …. X…. jam,
 Atur ventilator agar PaCO2
 Penyalahgunaan zat maka bersihan jalan nafas
 Terapi tombolitik optimal
meningkat.  Pertahankan suhu tubuh normal
 Efek samping tindakan
Kolaborasi
Kondisi klinis terkait : Kriteria Hasil :  Kolaborasi pemberian sedasi dan
 Stroke  Tingkat kesadaran meningkat anti konvulsan
 Cedera kepala  Reaksi pupil meningkat  Kolaborasi pemberian diuretic
 Aterosklerostik aortik  Sakit kepala menurun osmosis
 Tekanan darah sistolik cukup  Kolaborasi pemberian pelunak
 Infark miokard akut
membaik tinja
 Diseksi arteri
 Frekuensi nadi membaik
 Embolisme Pemantauan TIK
 Endokarditis infektif
 Fibrilasi atrium Observasi
 Hiperkolesterolemia  Identifikasi penyebab
peningkatan TIK
 Hipertensi
 Monitor peningkatan TD
 Dilatasi kardiomiopati
 Monitor penurunan frekuensi
 Koagulasi intravaskuler diseminata jantung
 Miksoma atrium  Monitor ireguleritas irama nafas
 Neoplasma otak  Monitor penurunan tingkat
 Segmen ventrikel kiri akinetik kesadaran
 Sindrom sick sinus Terapeutik
 Stenosis karotid  Pertahankan posisi kepala dan
leher netral
 Stenosis mitral
 Dokumentasikan hasil
 Hidrosefalus
pemantauan
 Infeksi otak (mis. Meningitis, Edukasi
ensefalolitis, abses serebri)  Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan
 Informasikan hasil pemantauan,
jika perlu
Pemantauan Neurologis

Observasi
 Monitor ukuran, bentuk,
kesimetrisan pupil
 Monitor tingkat kesadaran
 Monitor tingkat orientasi
 Monitor ingatan terakhir,
memori masa lalu, mood, dan
perilaku
 Monitor tanda-tanda vital
 Monitor status pernafasan
 Monitor refleks batuk dan
muntah
 Monitor kekuatan pegangan
 Monitor adanya tremor
 Monitor kesimetrisan wajah
 Monitor gangguan visual
 Monitor keluhan sakit kepala
 Monitor karakteristik bicara
 Monitor parestesi (mati rasa atau
kesemutan)
Terapeutik
 Tingkatkan frekuensi
pemantauan neurologis, jika
perlu
 Hindari aktifitas yang dapat
meningkatkan tekanan
intrakranial
 Dokumentasikan hasil
pemantauan
Edukasi
 Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan
 Informasikan hasil pemantauan,
jika diperlukan

Pemberian Obat

Observasi
 Identifikasi kemungkinan alergi,
interaksi, dan kontraindikasi obat
 Verifikasi order obat sesuai
dengan indikasi
 Periksa tanggal kadaluarsa obat
Terapeutik
 Perhatikan prosedur pemberian
obat yang aman dan akurat
 Lakukan prinsip enam benar
obat
 Fasilitasi minum obat
 Dokumentasikan pemberian obat
dan respons terhadap obat
Edukasi
 Jelaskan jenis obat, alasan
pemberian, tindakan yang
diharapkan dan efek samping
pemberian
No Diagnosa Keperawatan SLKI SIKI
Defisit perawatan diri Perawatan diri Dukungan perawatan diri

Penyebab Setelah dilakukan tindakan Tindakan


 gangguan muskuloskeletal keperawatan selama …. X…. jam,  identifikasi kebisaan akifitas
 gangguan neuromuscular maka bersihan jalan nafas meningkat perawatan diri sesuai usia
 keleahan dengan kriteria hasil :  monitor tingkat kemandirian
 gangguan psikologis dan / atau  identifikasi kebutuhan alat bantu
psikotik  kemampuan mandi meningkat kebersihan diri, berpakaian, berhias,
 gangguan motivasi/ minat  kemampuan mengenakan dan makan
pakaian meningkat Terapeutik
Gejala dan tanda mayor  kemampun makan meningkat  sediakan lingkungan yang terapeutik
Subjektif  kemampan ke toilet  siapkan keperluan pribadi
 menolak melakukan perawatan diri
(BAB/BAK) meningkat  dampingi dalam melakukan
Objektif
 verbalisasi keinginan perawatan diri sampai mandiri
 tidak mampu mandi/ mengenakan
melakukan perawatan diri  fasilitasi untuk menerima keadaan
pakaian/ makan/ ketoilet/ berhias
meningkat ketergntungan
secara mandiri.
 minat melakukan perawatan diri  Fasilitasi kemandirian, bantu jika
Kondisi Klinis Terkait
 stroke meningkat tidak mampu melakukan prawatan
 cedera medula spinalis  mempertahankan kebersihan diri
 depresi diri meningkat  jadwalkan rutinitas perawatan diri
 artritis rheumatoid  mempertahankan kebersihan Edukasi
mulut meningkat  Anjurkan melakukan perawatan diri
 retardasi mental
 delirium secara konsisten sesuai kemampuan
 demensia
 gangguan amnestik
 skizofrenia dan gangguan psikotik lain
 fungsi penilaian terganggu