Anda di halaman 1dari 22

BUNGA MAJEMUK

(Makalah ini disusun sebagai bahan diskusi mata kuliah Keuangan Syariah
jurusan Pendidikan Matematika semester 6 kelas E)
Nama Dosen Pengampu: Dedek Kustiawati, M.Pd.

Disusun oleh:
Kelompok 3
Ocha Dilawati 11160170000006
Mar’atus Sholeha 11160170000007
Indah Dwi Handayani 11160170000008
Karwati 11160170000009

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1440 / 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini
dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika Keuangan Syariah yang
dibimbing oleh ibu Dedek Kustiawati, M.Pd., dengan judul “Bunga Majemuk”.

Penyusunan makalah ini tak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena
itu, penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu. Kami
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.
Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
perbaikan pada tugas selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami
khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Tangerang Selatan, 2 April 2019

Penulis

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... I


DAFTAR ISI ................................................................................................................ II
BAB I ............................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
C. Tujuan Pennulisan Makalah ............................................................................... 2
BAB II ........................................................................................................................... 3
BUNGA MAJEMIUK .................................................................................................. 3
A. Pengertian Bunga Majemuk ..................................................................................... 3
B. Bunga Efektif dan Bunga Nominal ......................................................................... 8
C. Menghitung Nilai Sekarang ................................................................................... 10
D. Menghitung Tingkat Bunga dan Jumlah Periode ................................................ 11
E. Aturan 72 .................................................................................................................. 14
F. Continuous Compounding...................................................................................... 15
BAB III ....................................................................................................................... 18
PENUTUP ................................................................................................................... 18
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 18
B. Saran........................................................................................................................... 18
Daftar pustaka ............................................................................................................. 19

II
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan masyarakat Indonesia mengenal adanya sistem


perbankan. Sistem perbankan Indonesia merupakan sebuah tata cara, aturan,
dan pola bagaimana sebuah sektor perbankan (bank-bank yang ada)
menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan atau sistem yang ada. Dalam
sistem perbankan mengenal adanya sistem transaksi. Terdapat beberapa
pilihan transaksi yang dapat dilakukan oleh nasabah di bank, diantaranya
adalah simpan pinjam. Kedua jenis transaksi tersebut tidak terlepas dari
adanya bunga bank.
Dalam program simpan pinjam, ditawarkan dua jenis bunga, yaitu
bunga tunggal dan bunga majemuk. Dalam makalah ini, akan dibahas
mengenai konsep bunga majemuk, hal – hal yang berkaitan dengan bunga
majemuk seperti bunga efektif, bunga nominal, aturan 72, dan continuous
compounding, serta penerapan bungan majemumk dalam sistem perbankan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat disimpulkan rumusan


maslah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan bunga majemuk?
2. Apa yang dimaksud dengan bungan efektif dan bunga nominal?
3. Bagaimana menghitung nilai sekarang?
4. Bagaimana menghitung tingkat bunga dan jumlah periode?
5. Apa ya g dimaksud dengan aturan 72?
6. Apa yang dimaksud dengan continuous compounding?

1
2

C. Tujuan Pennulisan Makalah

Adapun tujuan dari penulisan makalah berikut ini adalah:


1. Untuk mengetahui konsep bunga majemuk.
2. Untuk mengetahui konsep bungan efektif dan bunga nominal.
3. Untuk mengaplikasikan konsep nilai sekarang dalam pembayaran.
4. Untuk mengaplikasikan tingkat bunga dan jumlah periode dalam
pembayaran.
5. Untuk memahami aturan 72.
6. Untuk memahami hakekat continuous compounding, dan penerapannya
dalam pembayaran.
BAB II

BUNGA MAJEMIUK

A. Pengertian Bunga Majemuk

Kata majemuk menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah terdiri


dari beberapa bagian yang merupakan kesatuan. Jika dihubungannya dengan
kata bunga adalah sebuah pnambahan bunga pada pokok berdasarkan waktu
dengan tujuan mendapatkan dasar baru untuk menghitung bunga berikutnya.1
Sampai saat ini kita mengasumsikan bahwa P atau nilai pokok tidak
mengalami perubahan dari awal hingga akhir, sehingga nilai bunga selalu
dihitung dari nilai pokok ini, hal ini disebut bunga sederhana. Dengan bunga
majemuk, bunga yang jatuh tempo ditambahkan ke nilai pokok pada akhir
setiap periode compound atau periode perhitungan bunga untuk mendapatkan
pokok yang baru. Jadi bunga majemuk adalah suatu jumlah yang
menyebabkan modal bertambah dalam sejumlah waktu yang diberikan.2
Perhitungan bunga untuk periode berikutnya kan didasarkan pada nilai pokok
baru ini dan bukan pada nilai pokok awal, begitu seterusnya.
Periode perhitungan bunga adalah periode bunga dihitung untuk
ditambahkan ke pokok. Periode perhitungan bunga tidak harus satu tahun
walaupun tingkat bunga selalu dinyatakan per tahun. Periode perhitungan
bunga dapat dinyatakan dalam mingguan, bulanan, triwulan, semesteran, atau
tahunan. Jika periode perhitungan bunga bukan tahunan, misalkan bulanan,
maka tingkat bunga juga harus dalam bulan, yaitu dengan membagi tingkat
bunga tahunan dengan dua belas.

1
Kamus Besar Bahasa Indonesia, diakses dari http;//kbbi,web.id/majemuk.html, pada 2 april
2019 pukul 08.07
2
Aris Ramawanda, Bunga Majemuk (Matematika Ekonomi), diakses dari
http://www.academia.edu/11775026/Materi_kuliah_bunga_majemuk_matematika_ekonomi pada
02 apri 2019 pukul 08.40

3
4

Konsep bunga majemuk akan digunakan untuk perhitungan anuitas,


amortasi utang, dan obligasi.

Contoh
Hitung bunga dari Rp. 1.000.000 selama 2 tahun dengan tingkat bunga 10%
p.a. apabila bunga dihitung semesteran dan bandingkan dengan bunga
sederhana yang dihasilkan
Jawab:
Nilai pada Akhir
Periode Pokok Pinjaman Perhitungan bunga majemuk
Periode
Rp. 1.000.000 x 0,05 = Rp.
1 Rp. 1000.000 Rp. 1.050.000
50.000
Rp. 1.050.000 x 0,05 = Rp.
2 Rp. 1.050.000 Rp. 1.102.500
52.500
Rp. 1.102.500 x 0,05 = Rp.
3 Rp. 1.102.500 Rp. 1.157.625
55.125
Rp. 1.157.625 x 0,05 = Rp.
4 Rp. 1.157.625 Rp. 1.215.506,25
57.881,25

Jadi, total bunga majemuk selama dua tahun adalah Rp. 215.506,25;
sedangkan bila menggunakan bunga sederhana, total bunganya adalah Rp
200.000 (Rp 1.000.000x10%x2). Perbedaan pertumbuhan uang dengan bunga
5

sederhana dan bunga majemuk pada contoh diatas dapat kita gambarkan pada
grafik.

Untuk mempermudah perhitungan bunga majemuk, kita akan


menggunakan notasi sebagai berikut:
P = Nilai pokok awal (principal)
S = Nilai akhir
n = Jumlah periode perhitungan bunga
m = Frekuensi perhitungan bunga dalam setahun, yaitu 2 untuk
semesteran, 4 untuk triwulan, dan seterusnya
J𝑚 = Tingkat bunga nominal tahunan dengan periode perhitungan m kali
pertahun
i = tingkat bunga per periode perhitungan bunga

Selain itu diasumsikan bahwa mahasiswa menggunakan scientific


calculator yang mempunyai tombol x 𝑛 dan pembulatan angka decimal hanya
dilakukan dalam jawaban akhir. Perhatikan bahwa tingkat bunga i=J𝑚 /m
selalu digunakan dalam menghitung bunga majemuk.
Dengan menggunakan notasi dan definisi diatas, persamaan dari bunga
majemuk dapat dinyatakan sebagai berikut :
S = P(𝟏 + 𝒊)𝒏
Faktor (1 + 𝑖)𝑛 disebut faktor majemuk (compound) dan proses
perhitungan S dari P disebut compounding atau akumulasi atau mencari nilai
akan datang (future value). Sementara itu, perhitungan P dari S disebut
mencari nilai sekarang (present value).

Contoh
Berapa nilai S dari P sebesar Rp. 10.000.000 jika J12 = 12% selama :
a. 5 tahun
6

b. 25 tahun

Jawab:
a. P = Rp. 10.000.000
12%
i= = 1% = 0,01
12

n = 5 tahun x 12 = 60 bulan
S = P(1 + 𝑖)𝑛
= Rp. 10.000.000 (1 + 0,01)60
= Rp. 18.166.967
7

b. P = Rp. 10.000.000
12%
i= = 1% = 0,01
12

n = 25 tahun x 12 = 300 bulan


S = P(1 + 𝑖)𝑛
= Rp. 10.000.000 (1 + 0,01)300
= Rp. 197.884.662,6
Total bunga majemuk dari Rp. 10.000.000 dengan J12 selama 25 tahun
adalah Rp. 197.884.662,6 atau lebih dari 18 kali nilai pokok awal. Jika
metode bunga sederhana yang digunakan, jumlah bunga hanya Rp.
30.000.000 jauh dibawah hasil bunga majemuk.
Contoh
Seorang karyawan menyimpan uangnya sebesar Rp. 5.000.000 dalam sebuah
bank yang memberikan bunga sebesar 12,25% diperhitungkan dan dikreditkan
harian*. Berapa besarnya bunga yang dihasilkan selama :
a. Tahun pertama
b. Tahun kedua
(*umumnya bunga tabungan dikreditkan bulanan bukan harian)
Jawab:
8

a. P = Rp. 5.000.0000
12,25% 0,1225
I= =
365 365

n = 365
I = S−P = P(𝟏 + 𝒊)𝒏 −P
365
0,1225
= Rp. 5.000.0000 (1 + ( )) − Rp.5.000.000
365

= Rp. 651.479,37
b. P = Rp. 5.651.479,37
12,25% 0,1225
I= =
365 365

n = 365
I = S−P = P(𝟏 + 𝒊)𝒏 −P
365
0,1225
= Rp. 5.651.479,37 (1 + ( )) − Rp. 5.651.479,37
365

= Rp. 736.364,5

B. Bunga Efektif dan Bunga Nominal

Seperti kita ketahui bersama, bahwa tingkat bunga selalu dinyatakan


per tahun atau per annum (p.a.). Tingkat bunga tahunan yang dinyatakan itu
apakah diakhiri dengan p.a. atau tidak disebut tingkat bunga nominal. Untuk
setiap tingkat bunga nominal tertentu (𝐽𝑚 ), kita mendapatkan tingkat bunga
efektif yang ekuivalen, yaitu yang jika digandakan tahunan (𝐽1 ) memberikan
besar bunga yang sama per tahun.
𝐽1 artinya periode perhitungan bunga adalah sekali setahun atau
tahunan, 𝐽2 artinya dua kali dalam setahun atau semesteran, 𝐽3 artinya tiga kali
dalam setahun atau kuartalan, 𝐽4 triwulanan, 𝐽12 bulanan, dan seterusnya.
Jika
I = 𝐽𝑚 /m, maka 1 + 𝐽1 = (1 + 𝑖)𝑚
atau
9

𝐽1 = (1 + 𝑖)𝑚 −1
Contoh
1. Hitung tingkat bunga efektif 𝐽1 yang ekuivalen dengan :
a. 𝐽2 = 10%
b. 𝐽12 = 12%
Jawab:
2
0,1
a. 𝐽2 = (1 + ( 2 )) − 1 = (1,05)2 − 1 = 0,1025 = 10,25%
12
0,1
b. 𝐽12 = (1 + ( 2 )) − 1 = (1,01)12 − 1 = 0,1268 = 12,68%

2. Hitung 𝐽4 yang ekuivalen dengan :


a. 𝐽12 = 12%
b. 𝐽2 = 10%

Jawab

12
0,1
a. (1 + 𝑖)4 = (1 + ( 12 ))

𝑖 = (1 + 0,01)3 − 1
= 1,030301 −1
= 0,030301
Maka 𝐽4 = 0,030301 x 4 = 0,121204 = 12,12%
2
4 0,1
b. (1 + 𝑖) = (1 + ( 2 ))

𝑖 = (1 + 0,05)1/2 − 1
= 1,024695 −1
= 0,024695
Maka 𝐽4 = 0,024695 x 4 = 0,09878 = 9,88%
10

C. Menghitung Nilai Sekarang

Sering kali kita diberikan nilai akhir (S), tingkat bunga (i), dan periode
waktu (n); dan diminta untuk mencari atau menghitung nilai P yaitu nilai
sekarang (Present value) atau nilai yang didiskontokan (discounted value)
atau nilai pokok awal. Proses mencari P dari S ini disebut perdiskontoan
(discounting). Dari persamaan S = P(1 + 𝑖)𝑛 , kita dapat menuliskannya
menjadi sebagai berikut:
𝑺
𝑷= = 𝑺(𝟏 + 𝒊)−𝒏
(𝟏 + 𝒊)𝒏
Atau yang lebih popular 𝐏𝐕 = 𝐅𝐕 (𝟏 + 𝐢)−𝐧

Contoh
1. Dengan menggunakan 𝐽12 =12% , hitung nilai diskonto (discounted value)
dari uang sejumlah Rp. 100.000.000 yang jatuh tempo 10 tahun lagi!
Jawab:
S = Rp. 100.000.000
n = 10 tahun x 12 = 120 bulan
12%
i = 12
= 1%
𝑆
𝑃 = (1+𝑖)𝑛
Rp.100.000.000
= (1+0,01)120

= Rp. 30.299.477,97

2. Pada tanggal 1 januari 2010, sebidang tanah ditawarkan pada harga


Rp.180.000.000 secara tunai atau dengan membayar Rp.100.000.000 hari
ini ditambah Rp.50.000.000 satu tahun lagi dan Rp.50.000.000 dua tahun
11

lagi. Jika diketahui 𝐽1 =16%, alternative pembayaran mana yang sebaiknya


dipilih pembeli?
Jawab:
Untuk menjawab soal ini, kita akan menghitung total nilai sekarang
dari alternative kedua kemudian membandingkannya dengan alternative
pertama. Pembeli tentunya akan memilih alternatif dengan harga yang
lebih rendah.
Nilai sekarang dari alternatif pertama adalah Rp.180.000.000
Nilai sekarang dari alternatif kedua adalah :
= Rp.100.000.000 + Rp 50.000.000 (1,16)−1 + Rp.50.000.000 (1,16)−2
= Rp.100.000.000 + Rp. 43.103.448 + Rp. 37.158.145
= Rp. 180.261.593
Alternatif kedua lebih mahal Rp. 261.593 dibandingkan alternative
pertama. Oleh karena itu,pembeli sebaiknya memilih alternatif pertama.

D. Menghitung Tingkat Bunga dan Jumlah Periode

Banyaknya Dengan menurunkan persamaan S = P(1 + 𝑖)𝑛 , kita pun


dapat mencari tingkat bunga (i), jika diketahui P, S, dan n:
P(1 + 𝑖)𝑛 = S

𝑆
(1 + 𝑖)𝑛 =
𝑃
1
𝑆
(1 + i) = ( 𝑃 )𝑛

𝑺 𝟏
i = ( 𝑷 )𝒏 – 1

Contoh
12

Berapa tingkat bunga 𝐽12 yang dapat membuat sejumlah uang menjadi tiga
kali lipat dalam 12 tahun?
Jawab:
Kita asumsikan uang tersebut sebagai x
n = 12 x 12 = 144

Maka:
x(1 + 𝑖)𝑛 = 3x
1
(1 + i) = (3)144
1
i = (3)144 – 1
i = 0,00765843
𝐽12 = 12 𝑥 𝑖
= 12 x 0,00765843
= 0,09190114
= 9,19 %
Persoalan diatas juga dapat kita selesaikan dengan menggunakan logaritma
sebagai berikut:

(1 + 𝑖)144 = 3
log (1 + 𝑖)144 = log 3
144 log (1 + i) = log 3
144 log (1 + i) = 0,047712125
0,047712125
log (1 + i) =
144

log (1 + i) = 0,00331334
(1 + i) = 1,00765843
i = 1,00765843 – 1
i = 0,00765843
𝐽12 = 12 𝑥 𝑖
= 12 x 0,00765843
13

= 0,09190114
= 9,19 %
Dengan cara yang sama, kita juga dapat menurunkan persamaan untuk
mencari jumlah periode (n):

P(1 + 𝑖)𝑛 = S

𝑆
(1 + 𝑖)𝑛 =
𝑃

𝑆
log (1 + 𝑖)𝑛 = log 𝑃

𝑆
n log (1 + i) = log 𝑃

𝑺
𝐥𝐨𝐠
𝑷
n = 𝐥𝐨𝐠 (𝟏 + 𝐢)

Contoh
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat uang sebesar Rp
5.000.000 menjadi Rp 8.500.000 dengan 𝐽12 = 12%?
Jawab:
P = Rp 5.000.000
S = Rp 8.500.000
12%
i= = 1% = 0,01
12
𝑆
log
𝑃
n = log (1 + i)

Rp 8.500.000
log
Rp 5.000.000
= log (1 + 0,01)

1,7
log
1,01
= log 1,01

= 53,3277 bulan
14

atau

n = 4 tahun 5 bulan 10 hari ≈ 4 tahun 6 bulan (ingat: bunga dihitung setiap


bulan)

E. Aturan 72

Berhubungan dengan jumlah periode, yang sering ingin diketahui


adalah berapa laama waktu yang diperlukan untuk membuat sejumlah uang
menjadi double alias dua kalinya jika diinvestasikan dalam produk keuangan
yang memberikan tingkat pengembalian tertentu. Secara akurat, kita dapat
𝑆
log
𝑃
menggunakan persamaan n = untuk menghitung jumlah periode ini,
log (1 + i)
𝐥𝐨𝐠 𝟐
yaitu n = 𝐥𝐨𝐠 (𝟏 + 𝐢)

Sebagai alternatif, kita sebenarnya mempunyai aturan praktis (rule of


thumb) yang dapat memberikan hasil yang tidak jauh berbeda. Aturan itu
disebut aturan 72 yang menyatakan hasil kali return periodic dan jumlah
periode untuk membuat nilai awal menjadi dua kali lipat adalah selalu 72.

P menjadi 2P jika dan hanya jika i x n = 72

P menjadi 2P ↔ i x n = 72

72 72
atau n = ; atau i =
𝑖 𝑛

Jika diketahui tingkat bunga bersih deposito adalah 8%, maka


diperlukan 9 tahun untuk membuat nilai awal (P) menjadi dua kali lipat (2P).
Jika seorang investor ingin portofolionya berlipat dua dalam 6 tahun maka
return tahunan yang harus diperolehnya adalah 12% p.a.
15

F. Continuous Compounding

Bunga nominal 12% per tahun akan memberikan bunga efektif sebesar
12,68% (pada contoh bunga efektif dan bunga nominal bagian b) pertahun
apabila periode perhitungan bunga adalah bulanan (monthly compounding)
dan akan menjadi lebih besar lagi apabila periode perhitungan lebih pendek
dari sebulan seperti dua mingguan, mingguan, atau harian.
Bagaimana jika periode perhitungan menjadi lebih pendek lagi seperti
per detik? Misalkan pertumbuhan nilai suatu portofolio saham, pertumbuhan
penduduk, penyebaran penyakit HIV/ AIDS yang belum ditemukan obatnya,
atau pertumbuhan pemakai narkoba.

Dalam kasus-kasus tersebut, sebenarnya kita masih dapat


menggunakan persamaan bunga majemuk (compound interest) biasa, yaitu S
= P(1 + 𝑖)𝑛 , akan tetapi dengan i atau r mendeketi nol (0) dan n mendekati
tidak terhingga (∞), persamaan diatas akan menjadi 𝑆 = 𝑃𝑒 𝑖𝑡 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑆 = 𝑃𝑒 𝑟𝑡 .
Cara menurunkan persamaan S = P(1 + 𝑖)𝑛 atau discrete compounding
menjadi 𝑆 = 𝑃𝑒 𝑟𝑡 atau continuous compounding diberikan dalam aljabar dan
diluar dari cakupan bahasan ini.
Contoh
1. Berapa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 bila diketahui pada
tahun 2004 Indonesia memiliki penduduk 220.000.000 jiwa dengan tingkat
pertumbuhan penduduk pertahun 1,7%?
Jawab:
P2004 = 220.000.000
r = 1,7%
t=6
𝑆 = 𝑃𝑒 𝑟𝑡 atau 𝑃𝑛 = 𝑃0 𝑒 𝑟𝑡
P2010 = 𝑃2004 𝑒 (1,7%)(6)
= 220.000.000 𝑒 (10,2%)
16

= 243.624.364 jiwa

2. Apabila portofolio saham Sandra sebesar Rp 100.000.000 bertumbuh


sebesar 10% p.a continuous compounding, berapa nilai portofolio setelah 5
tahun?
Jawab:
P = Rp 100.000.000
i = 10%
t=5
𝑆 = 𝑃𝑒 𝑖𝑡
= 𝑅𝑝 100.000.000 𝑒 (10%)(5)
= 𝑅𝑝 164.872.127,1
3. Sebuah deposito sebesar Rp 10.000.000 dapat memberikan pendapatan
bunga sebesar Rp 15.600.000 selama 36 bulan. Hitung tingkat bunga
nominal tahunannya apabila:
a. Perhitungan bunga tahunan
b. Continuous compounding
Jawab:
a. S = Rp 15.600.000
P = Rp 10.000.000
t=3
S = P(1 + 𝑖)𝑛
Rp 15.600.000 = Rp 10.000.000 (1 + i)3
1,56 = (1 + i)3
3
i = √1,56 − 1
i = 0,159778 = 15,98%
b. 𝑆 = 𝑃𝑒 𝑟𝑡
Rp 15.600.000 = Rp 10.000.000 𝑒 𝑟𝑡
1,56 = 𝑒 𝑟𝑡
17

In 1,56 = In 𝑒 𝑟𝑡
0,444685821 = 3r
r = 0,148228607 = 14,82%
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

bunga majemuk adalah suatu jumlah yang menyebabkan modal


bertambah dalam sejumlah waktu yang diberikan. Bunga yang jatuh tempo
ditambahkan ke nilai pokok pada akhir setiap periode compound atau periode
perhitungan bunga untuk mendapatkan pokok yang baru. Proses mencari nilai
sekarang / yang harus dibayar setelah beberapa waktu disebut perdiskontoan
(discounting) dapat diperoleh dari persamaan S = P(1 + 𝑖)𝑛 . Dari persamaa
ini kita dapat mengembangkannya untuk mencari tingkat bunga dan jumlah
periode.

B. Saran

Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata


sempurna, kedepannya penyusun akan lebih fokus dan detail dalam
menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber-sumber yang lebih
banyak yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, penyusun
juga membutuhkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan makalah
berikutnya.

18
Daftar Pustaka

Kamus Besar Bahasa Indonesi. diakses dari http;//kbbi,web.id/majemuk.html, pada 2


april 2019 pukul 08.07.

Aris Ramawanda. Bunga Majemuk (Matematika Ekonomi). diakses dari


http://www.academia.edu/11775026/Materi_kuliah_bunga_majemuk_matematika_ek
onomi pada 02 apri 2019 pukul 08.40

19