Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gagal ginjal adalah kerusakan ginjal dengan kadar filtrasi glomerulus (GFR)

<15 ml/menit yang man GFR adalah laju rata-rata penyaringan darah yang

terjadi di glomerulus yaitu sekitar 25% dari total curah jantung permenit

sehingga fungsi ginjal progresif menurun yang berhubungan dengan penyakit

sistemik seperti DM, Hipertensi, Glomerolonefritis. (Black dan Jane, 2014).

Gagal Ginjal Kronik pada stage lima mendatkan intervensi yaitu cuci darah

untuk mencegah komplikasi dan memberikan implikasi pada perawat dalam

bentuk asuhan keperawatan.

Berlanjutnya kondisi gagal ginjal kronik akan meningkatkan resiko terjadinya

Pertama, hyperkalemia akibat penurunan eksresi,asidosis metabolic dan

katabolisema. Kedua, pericarditis akibat retensi uremik dan dialysis tidak

adekuat. Ketiga, hipertensi karena retensi cairan dn natrium serta malfungsi

system RAA (Renin, Aldosteron, Angiostenin). Keempat, anemia karena

penurunan dari eritopoetin dan Kelima, penyakit tulang karena retensi fosfat,

kalium serum rendah dan peningkatan albumin. (Haryono,2013)

1
2

Gagal ginjal ditangani dengan tindakan berupa hemodialisa yaitu terapi

pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sisa metabolism atau racun dari

peredaran darah manusia melalui membran semipermeable sebagai pemisah

darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan. Terjadi proses difusi (perubahan

zat karena perbedaan kadar didalam darah yng berpindah ke dialisat), Osmosis

(perpindahan air karena tenaga kimiawi yaitu perbedaan osmolalitas dalam

darah dan dialisat) dan ultrafiltrasi (perpindahan zat dan air karena perbedaan

hidrostotik didalam darah dan dialisat). (Haryono,2013)

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 prevalensi

penduduk Indonesia yang menderita gagal ginjal sebesar 0,2% atau 2 per 1000

penduduk. Berdasarkan jenis kelamin banyak di derita oleh laki-laki daripada

perempuan dan tahun 2016 sebanyak 98% menjalankan terapi hemodialisa dan

2% menjalankan Peritoneal Dialisis berdasarkan Indonesia Renal Registry.

(Kemenkes RI,2018)
3

B. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan karya tulis ilmiah ini adalah :

1. Tujuan Umum

Menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan gagal ginjal kronik

yang menjalankan terapi hemodialisa melalui asuhan keperawatan yang

komprehensif.

2. Tujuan Khusus

a. Menjelaskan konsep dan penatalaksanaan yang meliputi definisi,

anatomi fisiologi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinik,

komplikasi, dan pengkajian fokus pada klien gagal ginjal kronik yang

menjalankan terapi hemodialisa

b. Menguraikan asuhan keperawatan klien gagal ginjal kronik yang

menjalankan terapi hemodialisa yang meliputi pengkajian, analisa,

data, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

c. Mengidentifikasikan kendala, faktor pendukung dan faktor

penghambat dalam proses pemberian asuhan keperawatan pada klien

gagal ginjal kronik yang menjalankan terapi hemodialisa


4

C. Pengumpulan data

Adapun teknik penulisan ini memberikan gambaran tentang pengelolaan kasus

klien gagal ginjal kronik yang menjalankan terapi hemodialisa dan teknik

pengambilan data yang di gunakan dalam adalah sebagai berikut :

1. Observasi Partisipatif

Pengamatan dan turut serta dalam melakukan tindakan pelayanan

keperawatan.

2. Interview

Tanya jawab langsung pada pasien, keluarga dan perawat ruangan serta tim

kesehatan lainnya mengenai masalah yang berhubungan dengan penyakit

pasien.

3. Studi Dokumentasi

Menggunakan catatan medik untuk memperoleh data dari hasil

pemeriksaan, program pengobatan dan tanya terapi yang diberikan serta

catatan lain yang relevan dengan penyusunan tugas medical bedah ini.

4. Studi Pustaka

Mempelajari buku-buku referensi tentang penyakit yang berhubungan

dengan keperawatan.