Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL PENELITIAN

Nama : Sri wahuni

Nim : 15.3.1.0662.0022

Prodi : Perbankan Syariah

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam

Judul : Pengaruh Tingkat Suku Bunga Pembiayaan Terhadap


Minat Masyarakat Meminjam Di Kelurahan Madatte.

A. Latar Belakang Masalah


Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia khususnya dalam
dunia perbankan semakin hari semakin mengalami kemajuan yang sangat
pesat, dan seperti telah memulai kejayaannya. Pesatnya perkembangan
lembaga perbankan islam ini karena bank islam memiliki keistimewaan-
keistimewaan. Salah satunya keistimewaan yang utama adalah yang
melekat pada konsep (build in concept) dengan berorientasi pada
kebersamaan.
Orientasi kebersamaan inilah yang menjadikan bank syariah mampu
tampil sebagai alternatif pengganti sistem suku bunga yang selama ini
hukumnya (halal atau haram) masih diragukan oleh masyarakat muslim.
Namun demikian, sebagai lembaga yang keberadaanya lebih baru
daripada bank-bank konvensional, bank syariah menghadapi
permasalahan-permasalahan baik yang melekat pada aktivitas maupun
pelaksanaannya (Sumitro, 2004: 2).
Pembiayaan atau financing, yaitu pendanaan yang diberikan oleh
suatupihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah
direncanakan, baikdilakukan sendiri maupun lembaga. Dengan kata lain,
https://www.stanto.web.id/pembiayaan,diaksestanggal 1 agustus 2019 pukul 21.55 WITA
pembiayaan adalahpendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung
investasi yang telah direncanakan.1
Pembiayaan sering digunakan untuk menunjukkan aktivitas utama
karena berhubungan dengan rencana memperoleh pendapatan.
Berdasarkan UU No. 7 tahun 1992 yang dimaksud pembiayaan adalah
“penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu
berdasarkan tujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank
dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi
hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah dengan jumlah bunga,
imbalan atau pembagian hasil”.
Mekanisme keuangan dalam Islam harus terbebas dari praktik
bunga.Padahal bunga ini menjadi landasan pokok dalam keuangan
konvensional. Jikamodel bunga telah dikenal luas oleh masyarakat, maka
sistem bagi hasil mungkinmasih dianggap hal baru, sangat sedikit orang
memahaminya. Perbedaan antarasistem ekonomi Islam dengan sistem
ekonomi lainnya adalah tidak diterapkannyabunga sebagai pranata
beroperasinya sistem ekonomi tersebut.
Tingkat suku bunga diatur dan ditetapkan pemerintah yang
bertujuan untuk menjaga kelangsungan perekonomian suatu negara.
Suku bunga ini penting untuk diperhitungkan karena rata-rata para
investor yang selalu mengharapkan hasil investasi yang lebih besar.
Dalam sistem ekonomi Islam, bunga dapat dinyatakan sebagai riba
yang haramhukumnya menurut syariah islamiyah.
Kondisi yang tejadi di Indonesia dengan adanya krisis global
yang diwarnai oleh tingkat bunga yang sangat tinggi belakangan ini
yang disebabkan oleh inflasi tidak berpengaruh terhadap kinerja
perbankan syariah, perbankan syariah terbebas dari negative spread,
karena perbankan islam tidak berbasis pada bunga uang. Konsep Islam
menjaga keseimbangan antara sektor riil dengan sektor moneter,
sehingga pertumbuhan pembiayaannya tidak akan lepas dari
pertumbuhan sektor riil yang dibiayainya. Pada saat perekonomian
dunia lesu, maka yield yang diterima oleh perbankan Islam menurun,
dan pada gilirannya return yang dibagi hasilkan kepada para penabung
juga turun. Sebaliknya, pada saat perekonomian booming, maka return
yang dibagi hasilkan akan booming pula. Dengan kata lain, kinerja
perbankan Islam ditentukan oleh kinerja sektor riil, dan bukan
sebaliknya.
Bunga atau riba adalah penambahan, perkembangan,
peningkatan dan pembesaran yang diterima pemberi pinjaman dari
peminjam dari jumlah pinjaman pokok sebagai imbalan karena
menangguhkan atau berpisah dari sebagian modalnya selama periode
waktu tertentu2.
Tingkat bunga merupakan salah satu pertimbangan seseorang
untuk menabung atau mendepositokan dananya pada bank tingkat
bunga yang tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung atau
mendepositokan dananya dan mengorbankan konsumsi sekarang
untuk dimanfaatkan dimasa yang akan datang . Dimana para penabung
atau deposan bersifat profit motif, yang mana mengandalkan
keuntungan disaat bunga bank tinggi. Konsep mengenai bunga adalah
sangat berlawanan dengan konsep yang ada pada sistem perbankan
syariah yang mana perbankan syariah menekankan pada profit sharing,
dengan pengertian bahwa simpanan yang ditabung atau didepositokan
pada bank syariah nantinya akan digunakan untuk pembiayaan ke
sektor riil oleh bank syariah, kemudian hasil atau keuntungan yang
didapat akan di bagi menurut nisbah yang disepakati bersama.

2
https://dodogusmao.wordprees.com/pengaruh-tingkat-suku-bunga-dan-tingkat-
inflasi-terhadap-minat-menabungdi akses tanggal 7 agustus 2019 pukul 22.59 WITA
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas maka dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah tingkat suku bunga pembiayaan berpengaruh terhadap minat
masyarakat Peminjam di Kelurahan Madatte?
2. Seberapa besar tingkat suku bunga pembiayaan di Kelurahan
Madatte?
C. Defenisi operasianal dan ruang lingkup penelitian
1. Pembiayaan
Dalam arti sempit, pembiayaan dipakai untuk
mendefinisikanpendanaan yang dilakukan olehlembaga pembiayaan
seperti bank syariahkepada nasabah. Pembiayaan secara luas
berarti financingatau pembelanjaanyaitu pendanaan yang
dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telahdirencanakan,
baik dilakukan sendiri maupun dikerjakan oleh orang lain.3
Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang
dipersamakan berupa:
a. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah.
b. transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli
dalam bentukijarah muntahiya bittamlik.
c. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan
istishna.
d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan
transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi
multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank
Syariah dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai atau
diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah

3
Muhammad, Bank Syariah, Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2015, h 17.
jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau
bagi hasil.4
2. Suku bunga
Pengertian tingkat bunga berdasarkat teori Keynes (Teori
Liquidity Preference)Tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan
permintaan uang, menurut teori ini keinginan untuk memegang uang
ada tiga motif (transaksi, berjaga-jaga dan berspekulasi) atau
liquidity preference. Teori ini merupakan turunan dari teori
permintaan akan uang dari Keynes sendiri. Permintaan uang
menurut Keynes berdaarkan pada konsepsi bahwa orang pada
umumnya menginginkan dirinya tetap liquid untuk memenuhi tiga
motif tersebut, preference atau keinginan untuk tetap liquid inilah
yang membuat orang bersedia membayar dengan harga atau tingkat
bunga tertentu untuk penggunaan uang. Kaum Keynesian lebih
menekan sifat uang sebagai satu aktiva yang liquid yang bisa
digunakan untuk mengatakan kesempatan untuk memperoleh
keuntungan dari surat berharga.
Teori ini selalu mengatakan bahwa kurva hasil selalu mempunyai
lereng (slope), artinya tingkat bunga pertahun untuk pinjaman yang
berjangka lebih pendek (Budiono, Ekonomi Moneter, hal 82)
Adapun fungsi suku bunga menurut Sunariyah adalah:
a. Sebagai daya tarik bagi para penabung yang mempunyai dana
lebih untuk diinvestasikan.
b. Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka
mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar
dalam suatu perekonomian. Misalnya pemerintah mendukung
pertumbuhan suatu sector industry apabila perusahaan-
perusahaan dari industry tersebut akan meminjam dana, maka
pemerintah memberi tingkat bunga yang lebih rendah
dibandingkan sector lain.

4
Undang-Undang Republik Indonesia no. 21 tahun 2013.
c. Pemerintah dapat memamfaatkan suku bunga untuk mengontrol
uang yang beredar.
D. Tujuandan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Apakah tingkat suku bunga pembiayaan berpengaruh
terhadap minat masyarakat Peminjam di Kelurahan
Madatte?
b. Seberapa besar tingkat suku bunga pembiayaan di
Kelurahan Madatte?
2. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi :
a. KegunaanTeoritis
Keunggulan toeritis dari penelitian ini adalah sebagai bahan
informasi dan pengetahuan yang dapat dijadikan sumbangan
pemikiran bagi mahasiswa.
b. Secara Praktis
1. Pembiayaan
1) Sebagai sumber informasi untuk pengembangan bank ke
depan.
2) Sebagai bahan pertimbangan untuk lebih memantapkan
strategi yang telah digunakan bank.
2) Bagi Peneliti
Penelitian ini di harapkan dapat memberi wawasan dan
pengetahuan yang baru bagi penulis tentang informasi
keseluruhan pembiayaan bank syariah tentang pengaruh
tingkat suku bunga terhadap minat masyarakat meminjam.
E. Kajian Pustaka / PenelitianTerdahulu
1. Hubungan Dengan Skripsi Sebelumnya
Selama ini memang ada skripsi tentang pengaruh tingkat suku
bunga pembiayaan terhadap minat masyarakat meminjam Namun
demikian, dari berbagai literatur keperpustakaan dan skripsi yang
sudah ada sebelumnya, memaparkan kajian pustaka bertujuan untuk
mempertajam metode penelitian, memperkuat kerangka teoritik dan
memperoleh informasi tentang penelitian sejenis yang telah
dilakukan penulis lain,
Adapun hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini
adalah sebagai berikut:
a. Skripsi Louren Co M.A.M Gusmao (Ado)Pengaruh tingkat suku
bunga terhadap minat menabung konsumen
b. Skripsi Hasniar Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit Terhadap
Permintaan Kredit Modal Kerja (KMK)
c. Skripsi Tri Astuti Pengaruh persepsi nasabah tentang tingkat suku
bunga,Promosi dan Kualitas pelayanan terhadap minat menabung
nasabah.
F. Tinjauan Teoritis
Kajian teoritis merupakan landasan yang dijadikan pegangan
dalam penulisan laporan penelitian ini. Teori yang ada didasarkan pada
rujukan dan disusun sebagai tahapan-tahapan dalam menganalisis
permasalahan. Secara garis besar tinjaun teori meliputi pengertian
pembiayaan dan suku bunga.
G. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian
Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Metode
penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti
pada populasi atau sampel, teknik pengambilan sampel pada
umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data
menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
telah ditetapkan.5
Penelitian ini berlokasi pada Bank Syariah Mandiri KCP Polewali
Jl. Mr. Muh. Yamin No.73, Pekkabata, Polewali, Kabupaten
Polewali Mandar, Sulawesi Barat 91311.
2. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan suatu penelitian yang pada dasarnya
menggunakan pendekatan deduktif, induktif. Pendekatan ini
berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun
pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian
dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta
pemecahan-pemecahanya yang diajukan untuk memperoleh
pembenaran (virifikasi) atau penolakan dalam bentuk dukungan
empiris di lapangan.
3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau
subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik
kesimpulannya.6
(Suharsimi Arikunto, 2002: 120) menyatakan bahwa pabila
subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga
penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi jika jumlah
subjeknya besar (lebih dari 100), dapat diambil 10-50% atau 20-
55% atau lebih. Tergantung sedikit banyaknya dari kemampuan
peneliti dilihat dari waktu dan dana, sempit luasnya wilayah
pengamatan dari setiap subjek karena hal ini menyangkut banyak
sedikitnya dana dan besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh
peneliti.

5
Sugyono, Metode Penelitian Kuantitaf dan R & D (Cet. XIX; Bandung: Alfabeta,
2013), h. 13.
6
Sugyono, Metode Penelitian Kuantatif dan R & D, h. 80.
Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah pimpinan,
karyawan/i, dan nasabah yang menerima pembiayaan. Sampel
diambil dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Jadi sampel yang diambil yaitu 10% dari jumlah populasi.
4. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan nutuk memperoleh atau mengumpulkan
data dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi berasal dari bahasa latin yang berarti memperhatikan
dan mengikuti dalam arti mengamati dengan teliti dan sistematis
sasaran prilaku yang dituju. Menurut Cartwright yang dikutip
dalam Haris Herdiansyah mendefinisikan sebagai suatu proses
melihat, mengamati dan mencermati serta merekam prilaku
secara sistematis untuk suatu tujuan tertentu.7
Menurut Sanjaya (2011) bahwa observasi diartikan sebagai
teknik pengumpulan data dengan cara mengamati setiap
kejadian yang sedang berlangsung pengorganisasian kelompok.8
b. Wawancara
Menurut moleong, wawancara adalah percakapan dengan
maksud tertentu, percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu
pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan
terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas
pertanyaan tersebut. Defenisi lain dari wawancara meurpakan
percakapan antara dua orang yang salah satunyabertujuan untuk
menggali dan mendapatkan informasi untuk suatu tujuan
tertentu.9
c. Angket

7
Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kuanitatif (Jakarta : Salemba Humanika,
2010), h. 131.
8
Sanjaya, Wina, Penelitian Non PTK (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011) h.
45.
9
Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kuatitatif, h. 118.
Angket yaitu serangkaian daftar pertanyaan yang disusun secara
sistematis, kemudian diisi oleh responden. Setelah diisi angket
dikembalikan kepada peneliti. Dengan teknik ini penulis
menyebarkan sejumlah pertanyaan tertulis yang disusun dengan
dalam daftar dan menyesuaikan dengan kajian penelitian.
5. Instrmen Penelitian
Dalam penelitian ini ada dua data yang dikumpulkan terdiri dari
data primer dan data sekunder, yaitu:
a. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan
berupa tanggapan responden yang diperoleh melalui angket,
observasi dan wawancara dengan karyawan PT. Bank Mamalat.
Data primer disebut juga dengan data asli dan data baru.
b. Data Seknder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literature yang
berhubungan langung dengan masalah yang diteliti. Data
sekunder ini disebut juga dengan data yang tersedia.
6. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah suatu teknik yang digunakan untuk
mengolah hasil penelitian guna memperoleh suatu kesimpulan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif.
Penelitian kuantitatif dengan
format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan
berbagai kondisi,
situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang
menjadi obyek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. Dalam
penelitian ini digunakan
analisis kuantitatif dengan bantuan SPSS. Data yang diperoleh
dianalisis
dengan metode analisis statistik, sebagai berikut:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah uji yang digunakan untuk menguji apakah
dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki
distribusi normal.10 Regresi yang baik adalah regresi yang
memiliki data
yang berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik
atau
analisis statistik.
2. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau
mendeskripsikan suatu data yang diantaranya dilihat dari rata-
rata,
minimum, maksimum dan standar deviasi. Statistik deskriptif
adalah
penyajian data secara numerik.
3.Analisis Regresi Sederhana
Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dengan alat
analisis regresi sederhana. Dimana analisis regresi linear
sederhana
digunakan untuk mengukur pengaruh antara satu variabel
prediktor
(variabel bebas) terhadap variabel terikat.

4. Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing
variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh signifikan
terhadap
variabel terikat. Nyata atau tidaknya pengaruh variabel bebas

10
Algifari, statistika Induktif untuk Ekonomi dan Bisnis edisi 2, (Yogyakarta: UPP AMP YKPN,
1997), 110
terhadap variabel tidak bebasnya juga tergantung pada
hubungan
variabel tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. A. Wangsawidjaja Z., S.H., M.H Pembiayaan Bank SyariahBlok I, Jl.


Palmrah Barat Jakarta 2012.

Drs. H.Tadjuddin Malik, SH.,MH.AnalisisAkad-Akad Pembiayaan


PenyaluranDana Bank Syariah. Cet-1, Semata Gowa
,Gunadarma Ilmu, 2016.

https://www.hestanto.web.id/pembiayaan,diaksestanggal 1 agustus 2019


pukul 21.55 WITA.

https://www.kajianpustaka.com/2018/03/tingkat-suku-bunga.html di
aksestanggal 1 agustus 2019 pukul 22.50 WITA.

https://dodogusmao.wordprees.com/pengaruh-tingkat-suku-bunga-dan-tingkat-
inflasi-terhadap-minat-menabungdi akses tanggal7 agustus 2019
pukul 22.59 WITA.

Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kuantitatif (Jakarta : Salemba


Humanika, 2010).

Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kuanitatif.

Muhammad, Bank Syariah, Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2015, h 17

Sanjaya, Wina, Penelitian Non PTK (Jakarta: Kencana Prenada Media


Group, 2011).

Sugyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan R & D (Cet. XIX; Bandung:


Alfabeta, 2013).

Sugyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan R & D.


Undang-Undang Republik Indonesia no. 21 tahun 2013.

KOMPOSISI BAB (OUTLINE)


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Defenisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
E. Kajian Pustaka
F. Tinjauan Teoritis
G. Metode Penelitian
BAB II TINJAUAN TEOROTIS
A. Pengertian Pembiayaan
B. Landasan Hukum Tentang Pembiayaan
C. PengertianSukuBunga
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis dan Lokasi Penelitian
B. Pendekatan Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Metode Pengumpulan Data
E. Instrumen Penelitian
F. Teknik Pengelolaan dan Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Peranan Bank MandiriSyariah
B. Tinjauan Ekonomi Islam
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP