Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN MENGENAI RESPON RHEOTAKSIS PADA

HEWAN – HEWAN MOBIL

Nafira Noer Arlanda


201710070311075 / IV B
Laboratorium Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang
Jum’at, 22 Maret 2019

Abstrak— Terdapat tiga gerak taksis pada hewan meliputi, Fototaksis, Rheotaksis, dan
Kemotaksis. Pada penulisan laporan ini penulis membahas tentang gerak Rheotaksis pada
ikan. Rheotaksis dibagi menjadi 3 yaitu, rheotaksis positif jika ikan berenang menyongsong
arus, dan rheotaksis negatif jika ikan berenang sejalan dengan arus, dan indeferen apabila
tidak memenuhi kedua kriteria sebelumnya. Ikan yang digunakan oleh penulis dalam
penelitian adalah jenis ikan tawar yaitu ikan lele (Clarias gariepinus)

Kata Kunci: Clarias gariepinus, hewan mobil, ikan lele, respon hewan, rheotaksis

PENDAHULUAN Tujuan praktikum yaitu mampu


Reotaksis merupakan respon suatu ikan mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor
terhadap arus, atau tanggapan terarah suatu yang mempengaruhi rheotaksis, dan
organisme untuk melawan atau mengikuti menganalisis proses rheotaksis.
arus air ataupun aliran udara (Sasika, 2010).
Ikan lele (Clarias gariepinus) yaitu salah METODE PRAKTIKUM
satu ikan yang tergolong memiliki A. Alat
pertumbuhan yang cepat (Prasetio, 2010).
1) Kotak control / box rheotaksis
Faktor yang mempengaruhi habitat ikan
lele (Clarias gariepinus) yaitu, kualitas air, 2) Termoanemometer

oksigen terlarut (DO), ammonia (NH3), suhu, 3) Sterofom


dan derajat keasaman (pH) (Budiatin, 2009).
4) Stopwach
Rheotaksis terdapat 3 macam, yaitu
reotaksis positif(+), negatif(-) dan indeferen.
B. Bahan
Positif(+) pada arus jika arah arus dari
1) 15 ekor ikan lele (Clarias Sp)
anterior (bisa lateral caput, negatif (-) jika
arah arus dari mediolateral atau dari lateral
C. Langkah Kerja
ekor tubuhnya dan indeferenjika tidak
memenuhi kriteria sebelumnya (Susintowati, 1) Menyiapkan alat dan bahan.

2012). 2) Mengukur kecepatan arus dengan


Menurut Mote Norce (2014). Reotaksis menggunakan sterofom
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu
air ,kedalaman, salinitas air, dan arus air.

Ekologi Hewan – Jum’at, 22 Maret 2019 1


8) Mencatat hasil pengamatan

HASIL PENGAMATAN
1. Tabel hasil pengamatan
a) Data Pengamatan Praktikum
3) Mengukur pH air, kecepatan angin, Rhaotaksis (kotak control 1)
dan suhu air Nama Menit Deskripsi
Spesies ke-
Clarias 1 3+ 2-
gariepinus
2 4- 1+
3 5-
4 3- 2+
`
5 4+ 1-
6 1+ 3- 1 indeferen
4) Meletakkan box rheotaksis
7 2+ 3-
dipermukaan air sungai, dan 8 3+ 2-
ditenggelamkan setengahnya. 9 3+ 2-
10 4+ 1

b) Data Pengamatan Praktikum


Rheotaksis (kotak control 2)
Nama Menit Deskripsi
Spesies ke-
5) Mengisi bagian control dengan box Clarias 1 1 indefenden

rheotaksis dengan air. gariepinus


2 2+ 3 indefenden
3 1+ 4
4 2+ 3-
5 3+ 2-
6 2+ 2- 1 indefenden
7 1+ 4 indefenden
8 1+ 4 indefenden
9 2+ 1- 2 indefenden
6) Memasukkan ikan di kotak kontrol 1, 10 1+ 4 indefenden
kontrol 2 dan kotak perlakuan masing
– masing 15 ekor c) Data Pengamatan Praktikum
Rhaotaksis (kotak perlakuan)
Nama Menit Deskripsi
Spesies ke-
Clarias 1 3- 2+
gariepinus
2 4+ 1-
3 4- 1+
7) Mengamati pergerakan ikan setiap 1 4 3+ 2-
menit, dan diulangi selama 10 kali. 5 4+ 1-
6 3- 2+

Ekologi Hewan – Jum’at, 22 Maret 2019 2


7 4+ 1- ikan lele yaitu, kualitas air, oksigen terlarut
8 3+ 2 indefenden (DO), ammonia (NH3), suhu, dan derajat
9 3+ 2-
10 3+ 2- keasaman (pH) (Budiatin, 2009).
Sedangkan suhu pada tempat
d) Data faktor Abiotik pengamatan sebesar 21°c yang cenderung
Suhu Air (°C) 21 lebih rendah, kemudian faktor arus, karena
pH 6
0,25 arus sangat berpengaruh terhadap
Kecepatan arus air kehidupan ikan tersebut. Mulai menit ke 2
m/s
Kecepatan angin (knot) 0 knot sampai menit ke 10, ikan mulai
menyongsong arus hal ini dikarenakan pada
Mengukur kecepatan arus air :
menit ke 1 ikan masih dalam proses adaptasi
V= V = kecepatan arus air (m.s) terhadap lingkungan baru, tetapi pada menit
ke 6 hingga ke 10 banyak ikan yang
S = jarak (m)
indeferen. Hal ini dikarenakan ikan memiliki
t = waktu (s)
kekuatan melawan arus yang kurang dan
memiliki batas dalam melawan arus. Disisi
PEMBAHASAN
faktor-faktor tersebut, faktor pH juga dapat
Berdasarkan hasil pengamatan
memberikan pengaruh yang signifikan
rheotaksis pada ikan lele (Clarias gariepinus)
terhadap lingkungan hidup organisme. pH
dengan menggunakan box rheotaksis yang
pada tempat perlakuan sebersar 6 yaitu
terdiri dari zona 1, zona 2 dan zona 3,
Asam, sedangkan dari ikan lele sendiri
dimanazona 1 dan zona 3 adalah control
cenderung pada pH 7-8, sehingga pada
sedangkan zona 2 termasuk zona perlakuan.
pengamatan ikan tidak sesuai dengan
Berdasarkan data yang diperoleh ikan lele
habitatnya.
memiliki reotaksis negatif dan kategori
indefenden. Halini dikarenakan ukuran ikan
KESIMPULAN
lele yang +/- 6cm dimana dengan kecepatan
1. Reotaksis merupakan respon suatu
arus 0,25 m/s membuat ikan pada menit ke 1
ikan terhadap arus, atau tanggapan
zona 2 langsung menempel pada jarring,
terarah sustu organisme untuk
berbeda dengan zona 1 dan 2 cenderung
melawan atau mengikuti arus air.
ada yang menyorong arus dan mengikuti 2. Ikan lele (Clarias gariepinus),
arus. cenderung pada pH 7-8, sehingga
Berdasarkan data yang diperoleh hal ini pada pengamatan ikan tidak sesuai
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu. dengan habitatnya, sedangkan pada
Menurut Mote Norce (2014). Reotaksis tempat perlakuan sebersar 6 yaitu
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu Asam.
air ,kedalaman, salinitas air, dan arus air.
KRITIK DAN SARAN
ikan lele memiliki preferensi suhu antara
25-28°c. Faktor yang mempengaruhi habitat

Ekologi Hewan – Jum’at, 22 Maret 2019 3


Kritik : Penjelasan materi dari instruktur
cukup mudah dipahami, dan selalu di berikan
sesi pertanyaan yang diharapkan nantinya
kita tidak kebingungan dalam mengerjakan
laporan

Saran : untuk semuanya sudah


melaksanakan tugasnya dengan baik,
pertahankan untuk semuanya, atau jika bisa
lebih baik lagi 

DAFTAR PUSTAKA

Sasika. (2010). Kamus biologi. Jakarta :


Gagas Media.
Prasetio. (2010). 23 Peluang usaha top
bidang agribisnis. Yogyakarta : ANDI.

Budiatin, 2009

Susintowati, 2012). planaria

Mote Norce (2014

Ekologi Hewan – Jum’at, 22 Maret 2019 4