Anda di halaman 1dari 5

1. Tn.

Y : 66th
Keluhan utama : Susah buang air kecil.
Anamnesis tambahan :
Keluhan ini dialami sejak ± 1 tahun lalu dan semakin memberat. Pasien mengeluh dirinya
sering berkali-kali ke kamar kecil karena merasa sangat ingin buang air kecil, namun sampai
di kamar kecil pasien biasa menunggu sekitar beberapa menit sampai dapat berkemih dan
saat akan berkemih terasa nyeri di daerah perut bagian bawah. Saat berkemih pasien merasa
alirannya terputus - putus, setelah berkemih air kemih masih menetes dan pasien merasa
masih ingin berkemih hingga merasa kurang puas berkemih. Selain itu pasien mengeluh
terganggu tidurnya dikarenakan sering buang air kecil kira-kira 3 - 4 kali setiap malam dan
semakin sering beberapa minggu terakhir. Pasien tidak terlalu memperhatikan adanya
gangguan pancaran saat berkemih dan tidak merasa terganggu. Warna kemih kuning,
tidak disertai darah maupun keruh. Tidak ada riwayat demam, pusing, mual, maupun muntah.
BAB normal.
Riwayat Penyakit dahulu :
Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami kejadian serupa seperti sekarang. Hipertensi (+),
diabetes melitus, alergi, dan batuk lama disangkal.

Pemeriksaan Fisik :.
Tanda vital
TD : 130/90 mmHg RR : 18 x/menit S : 36 ºC N : 76 x/ menit
Abdomen : Supel BU (+), VU buldging (teraba penuh), NT (+) suprapubik
Pemeriksaan penunjang
Darah rutin :
- WBC : 14,21 x 103/mm3
- Hb : 11,31 g/dl
- PLT : 265 x 103/mm3
- CT/BT : 8’15” / 1’45”
GDS : 94
USG urologi
Tampak pembesaran prostat (dengan volume = 83,9 gr)
TX :
- Pasang DC
- Inf RL 12tpm
- Ceftriaxone 1 gr/iv/12 jam
- Alih Rawat Sp. U  Pro TURP

2. Ny. U ; 62th
Anamnesis
Keluhan utama : Benjolan disertai luka di payudara kiri
RPS :
Sejak ± 4 bulan SMRS, pasien mengeluh adanya luka pada payudara kiri. Keluhan disertai
dengan nyeri dan keluar nanah dan darah dari luka tersebut. Keluhan ini diawali dengan
timbulnya benjolan ± 1 tahun yang lalu. Mula-mula benjolan itu sebesar kelereng, kemudian
lama-lama membesar hingga sebesar telur angsa. Kemudian dari benjolan tersebut timbul
luka yang dialami pasien sekarang. Keluhan juga disertai benjolan pada ketiak dan dada kiri
bagian atas.
Keluhan tidak disertai dengan demam, sakit kepala hebat, rasa penuh di ulu hati, maupun
nyeri pada tulang punggung maupun paha.
Riwayat penyakit dahulu :
Tidak ada riwayat darah tinggi, kencing manis, penyakit jantung maupun pengobatan TB.
Pemeriksaan Fisik
TD : 130 /70 mmHg, RR : 24 x/menit, HR : 82 x/menit, S : 37,0 0C
Thorax : Simetris , SDV (+/+), S1S2 reguler
Status Lokalis :
Pemeriksaan mammae sinistra :
- Inspeksi : Tampak massa sebesar telur angsa a/r mammae sinitra, retraksi +, peau d’orange
+, abses +, darah+. Tidak tampak benjolan a/r axila sinistra
- Palpasi : Teraba massa 10x10, terfiksir, konsistensi keras, permukaan tidak rata, batas
tegas a/r mammae sinistra. Teraba massa ukuran 3x3, imobile, konsistensi keras,
permukaan licin, batas tegas, a/r axilla anterior sinistra.
Pemeriksaan Penunjang
• Hb 9,4 gr/dL
• Ht 25 %
• Leukosit 4.800/mm3
• Trombosit 358.000/mm3
EKG : NSR
Tx :
Pro Mastektomi
Inf RL 12tpm
Inj Cepraz 1 gram

3. Tn. M ; 72th
Dx : Hipertropi Prostat Grade III Suspek Malignansi
Tx :
Inf RL 12tpm
Inj Ceftriaxone 1gr
Pasang DC
Alih rawat Sp. U  Pro TURP + biopsi

Anamnesis
Keluhan Utama : Sulit buang air kecil
RPS :
Dialami sejak 1 bulan yang lalu, pasien kadang harus menunggu lama dan mengejan saat
ingin kencing. Saat buang air kecil, pancaran urin melemah dan terputus – putus serta
menetes saat akhir buang air kecil dan rasa tidak puas saat selesai kencing. Pasien juga
mengeluh sering kencing setiap dua sampai empat kali dalam dua jam. Pasien kadang sulit
menahan kencing, pasien juga mengaku sering terbangun saat tengah malam hanya untuk
buang air kecil sebanyak tiga kali. Pasien merasa terganggu untuk melakukan aktivitas
sehari- hari karena keluhan sulit buang air kecil ini. Skor IPSS pada pasien ini 30 (berat).
Penurunan berat badan ada 5kg dalam 2 bulan.
RPD : Riw Batu ginjal (-), DM (-) HT (+).

Pemeriksaan Fisik :
KU : Sakit sedang/gizi kurang/compos mentis
BP : 120/80 mmHg, HR :78x/menit RR : 20x/menit T :36,6o C
Status Urologi:
- Regio Costovertebralis Dextra :
Inspeksi : tampak alignment tulang vertebra baik, tidak tampak massa tumor
Palpasi : Nyeri tekan tidak ada, ballotement ginjal tidak teraba, massa tumor tidak teraba.
Perkusi : Nyeri ketok tidak ada
- Regio Costovertebralis Sinistra :
Inspeksi : tampak alignment tulang vertebra baik, tidak tampak massa tumor
Palpasi : Nyeri tekan tidak ada, ballotement ginjal tidak teraba, massa tumor tidak teraba.
Perkusi : Nyeri ketok tidak ada
- Regio Suprapubik :
Inspeksi : Tampak bulging, hematom tidak ada, tidak tampak massa tumor.
Palpasi : Nyeri tekan (+), massa tumor tidak teraba

Pemeriksaan Penunjang
EKG : NSR
DL : Hb : 11,1, AL : 7,82, AT : 460rb
Ur/Cre : 34/1,0,
GDS : 133
Ro Thorax : dbn (tidak ditemukan tanda metastasis)
USG Abdomen :
- Hepar, Lien, GB, Ginjal Dx et Sx dalam batas normal
- Prostat membesar dengan volume 72 ml. Tampak kalsifikasi di dalamnya.
Kesan : Hypertrophy prostat

4. Ny. S ; 55th
Anamnesis :
Keluhan Utama : benjolan di anus

Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang dengan keluhan keluar benjolan dari anus saat buang air besar sejak ± 5
hari sebelum berobat kepuskesmas. Benjolan dirasakan lebih besar daripada biasanya,
benjolan tersebut tidak dapat dimasukan kembali kedalam anus, terasa perih, gatal, dan
pasien mengeluh tidak bisa duduk karena adanya benjolan. Saat buang air besar biasanya di
sertai dengan darah segar, menetes saat feses keluar, darah tidak bercampur dengan feses.

± 1 tahun yang lalu pasien mengeluhkan adanya benjolan kecil yang keluar pada saat
buang air besar dan masih dapat dimasukan. Pasien tidak pernah mengontrol keluhannya ke
fasilitas kesehatan ataupun mengkonsumsi obat untuk mengobati keluhanya dikarenakan
merasa tidak mampu.
Pasien jarang mengkonsumsi makanan yang berserat seperti sayuran dan buah
buahan. Pasien suka mengkonsumsi makanan pedas, dan minum kurang dari 8 gelas perhari
dan pada saat buang air besar suka mengejan keras sampai berkeringat bahkan sampai merasa
pusing.

Pemeriksaan Fisik :
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang, Compos mentis
Suhu : 36,3°C , TD : 110/80 mmHg, N : 80 x/menit, RR : 18 x/menit
Mata: CP (-/-), SI (-/-)
Thorax : SDV (+/+), S1 S2 reguler

Abdomen : Supel, BU (+), NT (-)

Status Lokalis :

Inspeksi dan palpasi : Perianal terlihat tonjolan massa prolaps dari anus, terdapat bagian yang
hiperemis, padat kenyal, nyeri saat disentuh, ukuran ± 4x6 cm, ekskoriasi (-), luka (-), tanda
radang (-), darah (-)

Rectal Toucher : Tidak dilakukan

Dx ; Hemoroid Interna Grade IV

Tx :

 Inf RL 12tpm
 Inj Cepraz 1 gr
 Alih rawat Sp.B  Operasi Hemoroidektomi