Anda di halaman 1dari 13

Tugas Portofolio

 Kompetensi Dasar : 3.9 Memahami konsep dan prinsip pergaulan yang

sehat antar remaja

 Alokasi Waktu : 3 Jam Pelajaran

 Nama Peserta Didik : Enggar Prastiti Nugraha

 Kelas : X IPA 1

1
LEMBAR PENGESAHAN

Karya ilmiah yang berjudul “Pergaulan Sehat di Indonesia” telah disahkan


dan disetujui pada :

Hari : Sabtu

Tanggal : 20 Januari 2018

Disetujui oleh:

Bpk. Gaguk Agus S, S.Pd, M.Pd

2
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami


menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya
mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. shalawat dan
salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni nabi muhammad
SAW.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang pergaulan
sehat di Indonesia, yang kami sajikan berdasarkan beberapa referensi dari buku
maupun dari internet. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.
Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan tepat waktu.

Makalah ini memuat tentang “Pergaulan Sehat di Indonesia” yang sangat


berguna bagi para pembaja khususnya para remaja. Walaupun makalah ini mungkin
kurang sempurna tetapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru penjasorkes yaitu


Bapak Gaguk Agus S, S.Pd, M.Pd yang telah membimbing penyusun agar dapat
mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun
mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Trenggalek, 20 Januari 2018

Penyusun

3
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................................. 2
KATA PENGANTAR .......................................................................................................... 3
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... 4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah ..................................................................................................... 5


B. Rumusan masalah .............................................................................................................. 6
C. Tujuan penulisan................................................................................................................ 6
D. Manfaat penulisan.............................................................................................................. 6

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Pergaulan Sehat.…..............................................................................................7


B. Ciri-ciri Pergaulan Sehat…...................................................................................................7
C. Prinsip Pergaulan Sehat….................................................................................................7-8
D. Bentuk-bentuk Pergaulan Sehat........................................................................................8-9
E. Cara Agar Mempunyai Pergaulan Sehat…...........................................................................9
F. Etika Dalam Pergaulan yang Sehat…...................................................................................9
G. Sikap yang Disukai Dalam Pergaulan Sehat…............................................................. 9-11
H. Pengaruh Positif Pergaulan Sehat…...................................................................................11

BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan...........................................................................................................................12
B.Saran….................................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................13

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa kearah yang
lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat
menguntungkan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Maka dari itu remaja
tersebut harus mendapatkan perhatian khusus, baik oleh dirinya sendiri, orang tua
dan masyarakat sekitar. Banyak kita baca di media massa maupun kita lihat di
media elektronik adanya remaja yang berprestasi juga ada remaja yang
melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan dirinya sendiri, keluarga dan
masyarakat sekitar.
Kita semua sudah mengetahui saat ini banyak sekali pergaulan yang tidak
sehat di lingkungan sekitar kita ini terutama pergaulan anak remaja ataupun anak-
anak yang baru masuk masa pubertas.Bagaimana kita dapat mengupayakan agar
para remaja memiliki pergaulan yang baik yang sehat sehinggga kualitas hidupnya
akan meningkat sebagai pondasi untuk tumbuh menjadi dewasa sehingga tidak
mudah terjerumus ke dalam pergaulan kurang baik atau kurang sehat. Dalam hal
ini Peran orang-orang disekitarnya juga akan mempengaruhi pergaulan remaja,
dirumah peran dari orang tua membantu membentuk karakter anak supaya
menjadi lebih baik, di sekolah guru juga membantu pembentukan karakter
siswa.Lingkungan adalah salah satu penyebab pergaulan remaja itu baik atau
menyimpang,karena remaja itu banyak menghabiskan waktu mereka bermain
setelah pulang sekolah jadi otomatis mereka lebih banyak berinterkasi sosial
dengan lingkungan umum.
Dalam kehidupan sosial ada berbagai bentuk pergaulan, ada yang sehat ada
pula yang dikategorikan pergaulan yang tidak sehat. Pergaulan sehat adalah
pergaulan yang membawa pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian
seseorang. Sebaliknya pergaulan tidak sehat mengarah kepada pola perilaku yang
merugikan bagi perkembangan dirinya sendiri maupun dampaknya bagi orang lain.
Rusaknya moral remaja dipengaruhi oleh beberapa hal dan yang paling
dominan mempengaruhi perubahan moral remaja adalah faktor pergaulan. Dan
banyak remaja di indonesian yang salah dalam memilih pergaulan sehingga
mereka terjerumus dalam pergaulan bebas diantaranya mengkonsumsi obat-
obatan terlarang (narkotika), minum-minuman keras, perkelahian antar pelajar,
dan seks bebas an lain sebagainya.
Mereka tidak mengetahui apa dampak buruk dari perbuatan yang mereka
lakukan, mereka hanya berfikir jangka pendek, yang terpenting dan yang terlintas
dalam pikiran mereka sekarang hanyalah bersenang-senang saja, tanpa
memikirkan apa akibat buruk yang akan mereka terima jika terjerumus dalam
pergaulan bebas. Dan semuanya dampaknyaakan sangat merugikan diri mereka
sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar mereka. Memang tidak dapat
dipungkiri bahwa semua tingkahlaku anak lebih mudah terpengaruh pada
lingkungan sekitar, oleh sebab itu dalam menghadapi hal ini peranan orangtua
sangat di butuhkan untuk memonitoring sekaligus memberikan pengarahan
kepada anaknya tentang bahayanya pergaulan bebas.

5
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian pergaulan sehat?


2. Apa ciri-ciri dari pergaulan sehat?
3. Apa saja prinsip pergaulan sehat?
4. Bagaimana bentuk-bentuk pergaulan sehat?
5. Apa yang bisa dilakukan agar mempunyai pergaulan yang sehat?
6. Apa saja etika dalam pergaulan yang sehat?
7. Bagaimana sikap yang disukai dalam pergaulan sehat?
8. Apa pengaruh positif pergaulan sehat?

C. TUJUAN PENULISAN

1. Mengetahui pengertian pergaulan sehat


2. Mengetahui ciri-ciri pergaulan sehat
3. Mengetahui prinsip pergaulan sehat
4. Mengetahui bentuk-bentuk pergaulan sehat
5. Mengetahui apa yang bisa dilakukan agar mempunyai pergaulan yang sehat
6. Mengetahui apa saja etika dalam pergaulan yang sehat
7. Mengetahui sikap yang disukai dalam pergaulan sehat
8. Mengetahui pengaruh positif dari pergaulan sehat

D. MANFAAT PENULISAN

1. Menjadikan kita tahu pengertian pergaulan sehat


2. Menjadikan kita tahu ciri-ciri pergaulan sehat
3. Menjadikan kita tahu prinsip pergaulan sehat
4. Menjadikan kita tahu bentuk-bentuk pergaulan sehat
5. Menjadikan kita tahu apa yang bisa dilakukan agar mempunyai pergaulan
yang sehat
6. Menjadikan kita tahu apa saja etika dalam pergaulan yang sehat
7. Mengetahui sikap yang disukai dalam pergaulan sehat
8. Menjadikan kita tahu pengaruh positif dari pergaulan sehat

6
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pergaulan Sehat
Pergaulan merupakan jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang
lain yang berlangsung dalam jangka relatif lama sehingga terjadi saling
mempengaruhi satu dengan lainnya. Pergaulan merupakan kelanjutan dari proses
interaksi sosial yang terjalin antara individu dalam lingkungan sosialnya. Kuat
lemahnya suatu interaksi sosial mempengaruhi erat tidaknya pergaulan yang
terjalin. Seorang anak yang selalu bertemu dan berinteraksi dengan orang lain
dalam jangka waktu relatif lama akan membentuk pergaulan yang lebih. Beda
dengan orang yang hanya sesekali bertemu atau hanya melakukan interaksi sosial
secara tidak langsung.
Menurut Abdul Halim (dalam Mulyaningtyas dan hadiyanto, 2007) pergaulan
yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem,
yaitu terlalu sensitive (menutup diri) atau terlalu bebas. Konsep
pergaulan semestinya lebih di tekankan kepada hal-hal positif, seperti untuk
mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah
wawasan.
Dalam kehidupan sosial ada berbagai bentuk pergaulan, ada yang sehat ada
pula yang dikategorikan pergaulan yang tidak sehat. Pergaulan sehat adalah
pergaulan yang membawa pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian
seseorang. Sebaliknya pergaulan tidak sehat mengarah kepada pola perilaku
yang merugikan bagi perkembangan dirinya sendiri maupun dampaknya bagi
orang lain.
Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang mengarah kepada pembentukan
kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma sosial, kesusilaan dan
kesopanan yang berlaku.

B. Ciri-Ciri Pergaulan Sehat


1) Berakhlaq mulia
2) Senantiasa memiliki prasangka baik
3) Pemaaf
4) Jauh dari rasa iri dan dengki
5) memiliki sifat malu
6) Berusaha menepati janji
7) Sopan dalam bertutur kata
8) Selalu senyum dan mengucap salam data bertemu
9) Mengunjungi teman yang sedang terkena musibah
10) Membantu teman yang kesusahan
11) Memberi nasihat baik
12) Tidak membicarakan aib teman atau saudaranya

C. Prinsip Pergaulan sehat


1. Adanya kesadaran beragama bagi remaja
Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta
ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari
menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian
besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus

7
memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang
tidak sehat.
2. Memiliki rasa setia kawan agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang
baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah
yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram.
3. Memilih teman maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar
kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu,
tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita
tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat
dengan dia.
4. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif bagi mereka yang mengisi waktu
senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka
hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik.
Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal
yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
5. Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak
dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena
dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
6. Menstabilkan emosi Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar
dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan
komunikasi, bukan amarah/emosi.

D. Bentuk-Bentuk Pergaulan Sehat


a Kelompok bermain teman sebaya
Dalam hal ini adalah permainan yang mengarah kepada pembentukan tubuh
yang sehat yang berlangsung pada kanak-kanak. Bentuk permainan sebagai
sarana pergaulan yang sehat.
b Kelompok belajar
Pembentukan kelompok belajar merupakan bentuk pergaulan yang sehat
mengarah pada pemupukan aspek kecerdasan. Melalui kegiatan kelompok
belajar inilah daya pikir anak lebih terasa bukan untuk dirinya sendiri, melainkan
juga dalam bentuk penyimpangan terhadap orang lain.
c Kegiatan pengembangan diri
Dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan yang mengarah kepada
pengembangan bakat dan minat. Dengan menjadi anggota suatu perkumpulan
pengembangan diri inilah anak disamping dapat membentuk kecakapan sesuai
bakatnya, juga memperluas pergaulan dari berbagai latar belakang yang
memiliki kesamaan minat.
d Kegiataan keagamaan
Sesuai agama yang dianutnya pembinaan mental spiritual yang berkaitan
dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME secara intensif dapat
dilakukan dengan aktif terjun dalam kegiatan keagamaan sesuai dengan
agama yang dianutnya.
e Kegiatan karang taruna
Karang taruna merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi
kegiatan pemuda/pemudi atau remaja yang ada di lingkungan pemukiman di
bawah pemerintah desa. Melalui karang taruna inilah anak mengenal
kemajemukan-kemajemukan msyarakat di lingkungannya. Melalui karang

8
taruna inilah anak dipupuk untuk memiliki sifat social dalam bentuk kepedulian
terhadap kemajuan daerah tempat tinggalnya.
f Kegiatan social kemasyarakatan
Dalam kehidupan masyarakat luas tehadap berbagai macam kegiatan yang
bergerak di bidang social kemasyarakatan. Melaui kegiatan social
kamasyarakatan tersebut anak dilatih untuk menerapkan nilai-nilai
kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
g Kegiatan pecinta alam
Kegiatan pecinta alam merupakan media yang tepat bagi remaja yang senang
berpetualang dan mencari tahu mengenai rahasia alam secara langsung[4].

E. Cara yang bisa dilakukan agar remaja mempunyai pergaulan yang sehat dan
baik:
 Adanya bimbingan agama sedini mungkin sehingga anak mempunyai kontrol
perilaku yang kuat dalam pergaulan apabila melakukan kesalahan agar
merasa takutnya kepada Tuhan.
 Memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup baik dari keluarga
maupun lingkungan sekitarnya.
 Memberikan suatu pengawasan, teman-temannya siapa tempat bermainnya
dimana. Termasuk pengawasan dalam penggunaan media yang saat ini
berkembang sangat pesat.
 Cobalah untuk mengenali bakat dan minat sehingga bisa menyalurkannya
dengan positif dalam pergaulan yang baik.

F. Etika dalam Pergaulan Sehat


Supaya kita dapat mudah mendapat teman atau agar hubungan pertemanan
kita tetap baik tentunya ada etika yang harus kita lakukan. Etika pergaulan adalah
sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan
keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama,
kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
Dunia bergaul identik dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar
istilah “kuper” atau kurang pergaulan. Remaja dianggap kuper apabila remaja
tersebut kurang bahkan kemungkinan sekali tidak pernah bergaul setidaknya
dengan teman-teman sebaya, di sekolah maupun dei luar sekolah sehingga
menjadi bahan tertawaan karena ketinggalan berita.
Dalam bergaul, kita juga sebaiknya pandai menempatkan diri dan dapat
membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih
muda. Orang yang lebih tua atau yang dituakan harus kita hormati, yang sebaya
harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.
Dalam etika pergaulan antar manusia perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
 Siapa yang dihadapi (teman, guru, orang tua)
 Dimana pergaulan itu berlangsung
 Bagaimana cara bersikap

G. Sikap-sikap yang disukai dalam pergaulan remaja


1. Penampilan fisik memang tak selalu menjadi jaminan bahwa seseorang akan
disukai,tetapi umumnya orang yang bersih dan rapi banyak disukai.
Bagaimanapun, kemasan penampilan fisik merupakan nilai estetis yang bisa

9
mendukung kesan pertama seseorang di mata orang lain. Memang banyak
orang yang kelihatannya cuek dengan tampilan fisiknya, ternyata
menyenangkan diajak ngobrol dan perhatian.Orang-orang yang seperti ini
biasanya dianggap memiliki keunikan tertentu, sehingga asyik diajak bergaul.
Kita tidak perlu berlebihan atau memaksakan diri untuk mendapat kesan yang
baik. Kesederhanaan, kebersihan dan kerapian penampilan pasti disukai
meskipun tidak se-keren selebritis. Tampil bersih dapat mencerminkan
kebersihan diri dan pribadi seseorang.

2. Berbicara dan bersikap sopan saat menyapa orang lain, termasuk guru, teman
atausahabat. Tak salah kalau orang-orang bijak mengatakan bahwa kata-kata
itu ibaratpedang. Kata-kata atau bicara kita salah, bisa menyakiti hati orang
lain. Karena itulahkita harus berusaha menjaga bicara kita.Kesopanan bisa
menimbulkan kesan pertama yang baik saat kita berkenalan denganteman
baru atau dengan lingkungan yang baru. Demikian pula dalam pergaulan
sehari-hari kita di sekolah, di lingkungan kerja atau di rumah. Bersikap sopan
erathubungannya dengan sensitivitas emosi dan mood seseorang. Artinya,
selama kitabersikap sopan kemungkinan kita menyinggung perasaan
seseorang sangat kecil.Ternyata basa-basi seperti say hello penting juga, asal
kita tahu kapanmenempatkannya.

3. Menunjukkan sikap yang ramah dan pribadi yang disiplin. Senyuman yang
tulus merupakan simbol keramahan hati seseorang. Senyum bisamembuat
orang lain tergugah dan nyaman karena senyum bisa
menawarkanpertemanan yang hangat. Benar sekali kalau senyum itu sedekah
karena bisa membuatorang lain bahagia.Jangan lupakan kedisiplinan kita
sebagai seorang pribadi.Disiplin tidak selalu identik dengan keras dan
kekrasan. Misalnya, ketika meminjam alat tulis atau barang milik teman
biasakan minta izin terlebih dulu dan jangan lupa
mengembalikannya.Perlakukan barang milik orang lain selayaknya barang kita
sendiri. Artinya, biasakanmenjaga barang milik orang lain, jangan sampai
rusak. Dengan demikian, teman akanmempercayai kita. Ingat, nilai
kepercayaan dari orang terdekat kita sangat berarti,meskipun hanya dari
sebentuk hal kecil.

4. Biasakan untuk memberi dan berbagi. Hal ini bisa dimulai dari hal yang sepele.
Saatkita punya makanan kecil, paling tidak tawari teman kita. Kalau toh
makanannyasedikit, usahakan jangan makan di depan teman-teman kita.
Sikap seperti inimenunjukkan bahwa kita peduli dengan sekeliling kita dan
menjaga perasaan oranglain.

5. Hindari pembicaraan yang kurang bermanfaat seperti bergosip atau


menyebarkandesas-desus. Meskipun kelihatannya asyik tetapi sikap seperti
ini mencerminkanbahwa kita gemar mengungkap aib orang lain dan
menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Hal ini juga bisa menjadi
boomerang buat kita nantinya karena kita bisa dicap bigoss (biang gossip).
Agama juga melarang bergunjing karena bisamenimbulkan fitnah dan
menyakiti orang lain.

10
6. Jangan mengganggu teman saat ia sedang serius belajar, bekerja atau
menyimak sesuatu. Biarkan ia nyaman dengan kegiatannya. Kalu toh ada hal
penting yang harusdibicarakan, tunggulah beberapa saat sampai kegiatannya
selesai. Dengan sikap sepertiini, teman kita akan merasa dimengerti dan
dihargai.

7. Jangan menguping pembicaraan teman. Meskipun kita merasa akrab dengan


temankita, kita tetap harus tahu dan menghargai batasan hal-hal yang bersifat
pribadi. Ketikateman menerima telepon, usahakan jangan menyimak
obrolannya supaya kita tidak dicap selalu pingin tahu urusan orang lain.

8. Bersikap care saat teman sedang curhat. Simak ceritanya baik-baik dan
pahamipermasalahannya. Jangan cepat menyela pembicaraan teman atau
nge-judge setiappermasalahan teman karena ini akan mengurangi
kepercayaan teman terhadap kita danmembuatnya sakit hati. Meskipun kita
tidak bisa memberikan solusi yang tepat,setidaknya kita menjadi pendengar
yang baik. Dengan begitu, dia akan merasabebannya berkurang dan dihargai
sebagai teman.

9. Biasakan rendah hati dan jangan terlalu membanggakan diri sendiri atau
keluarga disetiap obrolan dengan teman. Memang wajar kalau kita merasa
bangga dengan dirikita, tetapi kalau terlalu sering melakukannya kita akan
dicap sombong dan tinggi hati.Akuilah dan hargailah kelebihan orang lain
karena dengan begitu kita akan terbiasaberjiwa besar dan berlapang dada.

10. Usahakan untuk tidak menampakkan ekspresi bete, suntuk dan


tidak bersemangat di hadapan teman. Mimik seperti ini sangat tidak
menyenangkan. Wajahceria, dihiasi senyuman dan bersemangat sangat
disukai orang. Kalau toh kita punya masalah, ajak sahabat atau orang terdekat
untuk berbagi. Jangan sampai uring-uringanke semua orang untuk
melampiaskan kekesalan kita.

H. Pengaruh Positif Pergaulan Sehat


Pergaulan merupakan ajang sosialisasi bagi individu dalam mengenal lingkungan
sosialnya. Melalui pergaulan diperoleh manfaat sebagai berikut:

1. Lebih mengenal nilai-nilai dan norma social yang berlaku sehingga mampu
membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan
sesuatu.
2. Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari
bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing perlu dihargai
3. Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga
mampu meningkatka rasa percaya diri
4. Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai
lapisan masyarakat sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok
individu yang pantas diteladani

11
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Menurut Abdul Halim (dalam Mulyaningtyas dan hadiyanto, 2007) pergaulan
yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem,
yaitu terlalu sensitive (menutup diri) atau terlalu bebas. Konsep
pergaulan semestinya lebih di tekankan kepada hal-hal positif, seperti untuk
mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah
wawasan.
Pergauan yang sehat akan member dampak yang baik bagi si pelaku maupun
orang lain. Pergaulan yang sehat akan membentuk kepribadian remaja yang baik.
Dari hal itu maka pergaulan itu sangat penting bagi tumbung kembangnya
seseorang khusunya remaja. Remaja yang mengalami masa pubertas akan
memiliki sifat labil yang mana kan mudah terombang-ambing dalam melakukan
sesuatu. Mereka akan condong untuk mengikuti apa yang dilakukan teman-
temannya.
Dalam menciptakan pergaulan yang sehat serta baik pada remaja itu di awali
dari remaja itu sendiri. Tetapi remaja juga memerlukan dukungan dari orang-orang
sekitarnya mulai dari orang tua dan teman-teman.Pergaulan yang baik adalah
pergaulan yang dapat membimbing remaja untuk menjadi pribadi yang
sopan,berguna bagi orang tua ,lingkungan dan bangsa.Pergaulan yang baik dapat
membedakan mana hal-hal yang baik dan buru dalam bergaul dan adanya
batasan-batasan tertentu dalam bergaul sehingga remaja sudah sesuai
aturan.pergaulan yang baik senantiasa memberi motivasi untuk remaja untuk
meraih cita-citanya sehingga tidak ada waktu untuk hal-hal yang tidak berguna
bagi mereka,walaupun begitu mereka pun tetap bermain demi merefresing otak
dan pikiran mereka tetapi dengan hal-hal yang wajar saja seperti menghabiskan
waktu dimall atau menonton bioskop.Karena Remaja yang sudah bergaul dengan
baik akan selalu mengingat tanggung jawab mereka seperti tanggung jawab
sebagai anak dan murid disekolah.

B. SARAN
Di era modern ini, yang mana teknologi semakin maju, sebaiknya diri remaja
dibekali dengan pendidikan formal dan pendidikan agama, serta yang paling
utama adalah remaja hendaknya mendapatkan kasih sayang dan mendapat
perhatian yang lebih dari orang tua. Sekarang ini banyak remaja yang melakukan
pergaulan yang tidak sehat dan penyebabnya mayoritas karena kurangnya kasih
sayang dari orang tua. Sebaiknya remaja pandai-pandai memilih teman yang akan
member dampak yang baik bagi dirinya. Supaya masa depan generasi muda
Indonesia semakin baik.
Pergaulan yang sehat terdapat pada lingkungan dimana kita berteman dengan
orang-orang yang baik, yang mengarah kepada positif. Untuk pendapatkan
pergaulan yang sehat hendaklah memilih dalam berteman. Berteman boleh
dengan siapa saja, namun ada batas-batasan tertentu, sehingga kita bisa
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://scienceeducation47.blogspot.co.id/2017/08/makalah-pergaulan-sehat.html
http://makalahyong.blogspot.co.id/2017/04/makalah-pergaulan-sehat-penjas.html
http://pergaulanremaja12.blogspot.co.id/2012/12/pergaulan-remaja-sehat.html
https://googleweblight.com/?lite_url=https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pergaulan&ei=Tm4_s
Sb3&lc=id-
ID&s=1&m=295&host=www.google.co.id&ts=1516101636&sig=AOyes_SKKinyqYEGgZE5SC1
bgF0lXA9L3A
https://deamilendalo.wordpress.com/2015/09/10/makalah-pergaulan-remaja/

13