Anda di halaman 1dari 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya,
sehingga kami dapat mengerjakan makalah ini sebagai tugas mata kuliah “”Keperawatan
bencana” Tanpa ilmu dan kesabaran yang diberikan-Nya kami tidak bisa menyelesaikan
makalah ini. Dalam menyelesaikan makalah ini, kami juga mendapat banyak pengarahan dan
dukungan dari semua pihak yang sangat berjasa.

Dengan terselesaikannya makalah ini, diharapkan akan dapat bermanfaat dalam


penggunaannya. Baik di lingkungan mahasiswa ataupun masyarakat. Dan kelompok kami juga
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan, baik dalam hal
penulisan maupun isinya. Oleh karena itu, kami meminta maaf atas segala kesalahan tersebut.
Dan kami juga menerima kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca makalah ini.
Sehingga kami dapat membuat makalah yang lebih baik.

Penyusun

Kelompok 3
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menurut UU No 24/2007, pasal 55, ayat 2 Kelompok rentan dalam situasi
bencana adalah individu atau kelompok yang terdampak lebih berat diakibatkan adanya
kekurangan dan kelemahan yang dimilikinya yang pada saat bencana terjadi menjadi
beresiko lebih besar, meliputi: bayi, balita, dan anak-anak; ibu yang sedang mengandung
/ menyusui; penyandang cacat (disabilitas); dan orang lanjut usia.
Menurut Departeman Hukum dan Hak Asasi Manusia,kelompok rentan adalah
semua orang yang menghadapi hambatan atauketerbatasan dalam menikmati standar
kehidupan yang layak bagikemanusiaan dan berlaku umum bagi suatu masyarakat
yangberperadaban. Jadi kelompok rentan dapat didefinisikan sebagaikelompok yang
harus mendapatkan perlindungan dari pemerintahkarena kondisi sosial yang sedang
mereka hadapi.
Kamus Besar Bahasa Indonesia merumuskan pengertian rentan sebagai : (1)
mudah terkena penyakit dan, (2) peka, mudah merasa. Kelompok yang lemah ini
lazimnya tidak sanggup menolong diri sendiri, sehingga memerlukan bantuan orang lain.
Selain itu, kelompok rentan juga diartikan sebagai kelompok yang mudah
dipengaruhi.Pengertian kedua merupakan konsekuensi logis dari pengertian yang
pertama, karena sebagai kelompok lemah sehingga mudah dipengaruhi.