Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Bawang putih (Allium sativum) merupakan tanaman dari genus Allium yang
umbinya banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan pengobatan herbal.
Mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun,
terutama tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di
daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa.
Dikenal di dalam catatan Mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan
maupun pengobatan. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama
untuk bumbu dasar masakan Indonesia. Bawang mentah penuh dengan senyawa-
senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut alliin yang membuat bawang
putih mentah terasa getir (Santoso, 2000).
Bawang putih telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai
peradaban dunia. Namun belum diketahui secara pasti sejak kapan tanaman ini
mulai dimanfaatkan dan dibudidayakan. Awal pemanfaatan bawang putih
diperkirakan berasal dari Asia Tengah. Hal ini didasarkan temuan sebuah catatan
medis yang berusia sekitar 5000 tahun yang lalu (3000 SM). Dari Asia Tengah
kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan banyaknya
manfaat dari bawang putih salah satunya sebagai bahan masakan sehingga bagi
bangsa Indonesia bawang putih merupakan tanaman introduksi karena banyak
orang Indonesia menyukai akan bawang putih, kebutuhan bawang di Indonesia
cenderung meningkat. (Santoso, 2000).
Menurut Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan tahun 2018, Organisme
Penganggu Tanaman (OPT) merupakan semua organisme yang dapat merusak,
mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan OPT ini
digolongkan kedalam 3 golongan yaitu hama, penyakit, dan gulma. Pada
golongan penyakit terdapat pathogen penyebab penyakit salah satunya adalah
nematoda.
Nematoda merupakan hewan mikroseluler yang mudah ditemukan. Banyak
spesies nematoda yang yang diketahui hidup pada tanaman dan beberapa

1
2

nematoda banyak menyebabkan penyakit pada tanaman inangnya (Mohammed, et


al., 2008). Nematoda parasit tanaman dapat menyebabkan kerusakan hampir
mencapai 100%. Hal ini menyebabkan tanaman puso dan petani gagal panen.
Nematoda yang menyebabkan kerusakan pada tanaman hampir semuanya hidup
didalam tanah bahkan ada beberapa parasit yang hidupnya bersifat menetap
didalam akar dan batang. Tumbuhan yang terinfeksi nematoda mengakibatkan
munculnya gejala pada akar dan juga pada bagian tumbuhan di atas permukaan
tanah. Gejala pada akar mungkin terlihat seperti puru akar (root knot atau root
gall), luka akar, akar bercabang lebih lebat, ujung akar rusak dan akar membusuk
apabila infeksi nematoda disertai oleh bakteri dan jamur patogenik-tumbuhan atau
safropit (Agrios, 1996). Serangan nematoda dapat mempengaruhi proses
fotosintesis dan transfirasi serta status hara tanaman (Melakeberhan et al., 1987).
Akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat, warna daun kuning klorosis dan
akhirnya tanaman mati. Selain itu serangan nematoda dapat menyebabkan
tanaman lebih mudah terserang patogen atau OPT lainnya seperti jamur, bakteri
dan virus. Akibat serangan nematoda dapat menghambat pertumbuhan tanaman,
mengurangi produktivitas, dan kualitas produksi (Mustika, 2005).
Nematoda adalah parasit tanaman yang dapat ditemukan di dalam tanah pertanian
mulai dari sebelum ditanami, di sekitar tanama, di perakaran tanaman, di dalam umbi,
batang, daun, dan biji. Terdapat Iebih dari 2000 spesies nematoda parasit tanaman yang
diketahui dapat mengakibatkan kerusakan tanaman dan kehilangan hasil akibat dari cara
makan nematoda tersebut ataupun adanya assosiasi dengan organisme penyebab penyakit
(pathogen), yang berupa bakteri, jamur, serta virus. (Elisa.ugm.ac.id)
Dithylencus merupakan nematoda endoparasit yang memakan pada jaringan
parenkim batang dan umbi pada bawang putih, menyebabkan deformasi dan
pembengkakan seperti cacar pada permukaan daun, pertumbuhan daun menjadi
tidak teratur, dan merunduk layu lalu daun mati. Umbi yang terinfeksi akan
membengkak dan membusuk selama penyimpanan bahkan umbi salah bentuk
(terpelintir). Jenis nematoda yang menyerang bawang putih adalah Dithylencus
dipsaci. Dalam makalah ini akan mengkaji mengenai Dithylencus dipsaci yang
mengganggu pada tanaman bawang putih yang mana tanaman yang diserang
merupakan tanaman yang sangat sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
3

1.2. Identifikasi Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas dapat diperoleh rumusan masalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana klasifikasi dan morfologi nematoda batang Dithylenchus dipsaci
pada tanaman bawang putih?
2. Bagaimana siklus hidup dan cara reproduksi nematoda batang Dithylenchus
dipsaci pada tanaman bawang putih?
3. Bagaimana gejala serangan nematoda batang Dithylenchus dipsaci pada
tanaman bawang putih?
4. Bagaimana pengendalian nematoda batang Dithylenchus dipsaci pada tanaman
bawang putih?

1.3. Tujuan
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana klasifikasi dan morfologi nematoda batang
Dithylenchus dipsaci pada tanaman bawang putih.
2. Untuk mengetahui bagaimana siklus hidup dan cara reproduksi nematoda
batang Dithylenchus dipsaci pada tanaman bawang putih.
3. Untuk mengetahui bagaimana gejala serangan nematoda batang Dithylenchus
dipsaci pada tanaman bawang putih.
4. Untuk mengetahui bagaimana pengendalian nematoda batang Dithylenchus
dipsaci pada tanaman bawang putih.