Anda di halaman 1dari 13

2019

LSP-P1 SMK ISLAMIYAH CIAWI

JUDUL : DOK.SKEMA SERTIFIKASI VERIFIKASI BIDANG


KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

Skema ini disusun atas dasar permintaan dunia industri di bidang teknik Komputer dan Jaringan
untuk memastikan dan memelihara kompetensi keahlian teknik Komputer dan Jaringan. Skema ini
disusun mengacu pada SKKNI Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor
Nomor 321 Tahun 2016 tentang Penetapan SKKNI Kategori Informasi dan Komunikasi, Golongan
Pokok Telekomunikasi Bidang Teknik Komputer dan Jaringan, skema ini digunakan untuk
memastikan kompetensi lulusan SMK Islamiyah Ciawi dan bagi asesor kompetensi dalam rangka
pelaksanaan Sertifikasi level II pada kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Bahwa
Lulusan SMK Islamiyah Ciawi siap mengadapi persaingan dalam mengadapi dunia kerja dengan
memiliki sertifikat Kompetensi Keahlian yang dimiliki oleh Lulusan Siswa SMK Islamiyah Ciawi .

Ditetapkan tanggal …. 2019


Mengetahui Disyahkan/Menyetujui Dibuat oleh :
Kepala SMK Islamiyah
Ciawi

Kurnia Rahman Pebrian Indra Praja., S.Pd Asep Sepullah., ST


Dewan Pengarah Ketua LSP Ketua Komite Skema Sertifikasi

Nomor Dokumen:
Nomor Salinan : Terkendali
Status Distribusi: Tak terkendali
1.LATAR BELAKANG

Pemberlakuan era persaingan bebas dalam regional Asia Tenggara yang dikenal dengan
sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah diberlakukan. Perhimpunan
masyarakat bangsa Asia Tenggara dalam organisasi Association of South East Asian Nation
(ASEAN) sepakat untuk memperkuat kawasan dengan membuka akses perekonomian lewat
pasar bebas yang dimulai sejak tahun 2016 ini. Beberapa sektor sudah disepakati terbuka
untuk menuju integrasi ekonomi Visi ASEAN 2020. Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak
hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga untuk tenaga Teknik
Komputer dan Jaringan dan lainnya. Oleh karena itu, MEA secara langsung akan menuntut
kualitas tenaga kerja di Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XVI pasal 61 ayat 3 menyatakan bahwa sertifikat
kompetensi dibehkan oleh penyeienggara pendidikan dan pelatihan kepada peserta didik
dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan
pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan
pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi.
Tuntutan kebutuhan industri di bidang Teknik Komputer dan Jaringan menghendaki tenaga
kerja yang memiliki kompetensi yang terstandarisasi dan profesional. Tenaga kerja yang
memiliki kompetensi yang baik bersumber dari proses pendidikan yang baik, maka untuk
membangun, memelihara, dan memastikan kompetensi bagi peserta didik program keahlian
Teknik Komputer dan Jaringan perlu diselenggarakannya sertifikasi kompetensi oleh LSP
SMK yang sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 4678/D/KEP/MK/2016 tentang
Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.
Dengan skema sertifikasi yang mengacu langsung pada SKKNI ini diharapkan dapat
memberi manfaat langsung para pemangku kepentingan.
2.RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI

Ruang Lingkup: Teknik Komputer dan Jaringan


Lingkup penggunaan sertifikat : pada perusahaan, instansi, lembaga, atau organisasi yang
memiliki divisi atau berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi
3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Memastikan kompetensi kerja KKNI Level II Teknik Komputer dan Jaringan,
3.2. Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleti LSP SMK dan asesor Kompetensi.

4. ACUAN NORMATIF
Acuan-acuan yang digunakan dalam menyusun skema sertifikasi ini meliputi:
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2004 tentang Badan
Nasional Sertifikasi Profesi.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2006 tentang Sistem
Pelatihan Kerja Nasional
5. Peraturan Preslden Republik Indonesia Nomor 8 Tahu 2012 Tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia
6. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi
Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing
Sumber Daya Manusia Indonesia.
7. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2016
tentangSistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional.
8. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 3 tahun 2016 tentang
Tatacara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
9. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 321 Tahun 2016
Tentang Penetapan SKKNI Kategori Informasi dan Komunikasi Golongan Pokok
Telekomunikasi Bidang Teknik Komputer Jaringan.
10. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor; 1/BNSP/III/2014 tentang
Penilaian Kesesualan - Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi
11. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor: 2/BNSPA/III/2017 tentang
Pedoman Pengembangan dan Pemeliharaan Skema Sertifikasi Profesi
12. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor: 1/BNSP/II/2017 tentang
Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Profesi bagi Lulusan SMK
13. Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah
NO.130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan

5. KEMASAN/PAKET KOMPETENSI
Jenis kemasan ini adalah kemasan KKNI yang merupakan kualifikasi kompetensi
teknisi lulusan SMK. Kualifikasi ini merefleksikan peran individu dalam melaksanakan
satu tug spesifik, dengan menggunakan alat, dan informasi, dan prosedur kerja yang lazim
dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur, di bawah pengawasan
langsung atasannya. Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual
bidang kerja yang spesifik, sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia terhadap
masalah yang lazim timbul. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi
tanggung jawab membimbing orang lain.
a. JenisKemasan : KKNI
b. Nama Skema : KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Teknik Komputer
dan Jaringan
c. Rincian Unit Kompetensi
NO KODE UNIT JUDUL UNIT
Mengumpulkan Kebutuhan Teknis Pengguna yang
1. J.611000.001.01
Menggunakan Jaringan
Mengumpulkan Data Peralatan Jaringan dengan
2. J.611000.001.01
Teknologi yang sesuai
3. J.611000.001.01 Menyiapkan Kabel Jaringan
4. J.611000.001.01 Memasang Kabel Jaringan
5. J.611000.001.01 Menentukan Spesifikasi Perangkat Jaringan
6. J.611000.001.01 Memasang Jaringan Nirkabel
7. J.611000.001.01 Merancang Tolpologi Jaringan
8. J.611000.001.01 Merancang Pengalamatan Jaringan
9. J.611000.001.01 Mengkonfigurasi Switch pada Jaringan
Memasang Perangkat Jaringan ke dalam Sistem
10. J.611000.001.01
Jaringan
Mengkonfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan
11. J.611000.001.01
dalam Satu Autonomous System
Memonitor Keamanan dan Pengaturan Akun Pengguna
12. J.611000.001.01
dalam Jaringan Komputer
Mengganti Perangkat Jaringan sesuai dengan
13. J.611000.001.01
Kebutuhan Baru

d. PENCAPAIAN KOMPETENSI
Skema KKNI Level II pada kompetensi keahlian Teknik Jaringan dan Komputer dapat
dicapai melalui pendekatan kiaster dan harus dicapai dalam 3 (tiga ) tahun. Klaster yang
digunakan adalah sebagai berikut:

1. Instalasi Jaringan Komputer Berbasis Kabel


NO KODE UNIT JUDUL UNIT
Mengumpulkan Kebutuhan Teknis Pengguna yang
1. J.611000.001.01
Menggunakan Jaringan
Mengumpulkan Data Peralatan Jaringan dengan
2. J.611000.001.01
Teknologi yang sesuai
3. J.611000.001.01 Menyiapkan Kabel Jaringan
4. J.611000.001.01 Memasang Kabel Jaringan

2. Konfigurasi Perangkat Jaringan Komputer


NO KODE UNIT JUDUL UNIT
5. J.611000.001.01 Menentukan Spesifikasi Perangkat Jaringan
6. J.611000.001.01 Memasang Jaringan Nirkabel
7. J.611000.001.01 Merancang Tolpologi Jaringan
8. J.611000.001.01 Merancang Pengalamatan Jaringan
9. J.611000.001.01 Mengkonfigurasi Switch pada Jaringan
Memasang Perangkat Jaringan ke dalam Sistem
10. J.611000.001.01
Jaringan

3. Konfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan Komputer


Mengkonfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan
11. J.611000.001.01
dalam Satu Autonomous System
Memonitor Keamanan dan Pengaturan Akun Pengguna
12. J.611000.001.01
dalam Jaringan Komputer
Mengganti Perangkat Jaringan sesuai dengan
13. J.611000.001.01
Kebutuhan Baru

6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI


Persyaratan dasar pemohon untuk dapat mengikuti sertifikasi berdasarkan skema ini meliputi :
6.1. Peserta didik yang akan disertifikasi adalah Siswa SMK Islamiyah Ciawi tasikmalaya
6.2. Telah menyelesaikan Kegiatan Belajar Mengajar sampai dengan semester 4 (Kelas XI)
yang dibuktikan dengan foto copy nilai rapor dari semester 1 sampai dengan semester 4.
6.3. Peserta program jejaring SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya yang telah menyelesaikan
program pelatihan yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan
6.4. Peserta didik dari sekolah aliansi SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya dengan persyaratan
yang akan ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku
6.5. Telah mempelajari seluruh mata pelajaran yang disebutkan dalam unit kompetensi di
atas.
6.6. Memiliki pengalaman praktik industri (PKL) di bidang Teknik Jaringan dan Komputer
(bagi yang memiliki)
6.7. Berbadan sehat jasmani dan rohani
7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT
7.1. Hak Pemohon
1.1. Peserta mendapatkan informasi yang lengkap dan benar tentang proses sertifikasi
skema sertifikasi Sertifikat II bidang KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian
Teknik Jaringan dan Komputer.
1.2. Peserta diuji hanya dalam skema yang diajukan.
1.3. Peserta dapat melakukan banding apabila tidak puas atas keputusan hasil uji
kompetensi.
1.4. Peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi apabila dinyatakan kompeten dalam
uji kompetensi
1.5. Peserta mendapatkan perlakuan yang adil, tidak diskriminatif dan baik sesuai
dengan kedudukannya sebagai asesi.
7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat
1.1. Menandatangani pernyataan kesepakatan dengan LSP SMK Islamiyah Ciawi
Tasikmalaya
1.2. Mematuhi semua persyaratan sertifikasi LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya

1.3. Menyampaikan dan menjamin bahwa semua informasi yang diberikan kepada LSP
SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya adalah terbaru, benar, dan dapat
dipertanggungjawabkan
1.4. Menjamin bahwa sertifikat kompetensi dari LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya
tidak akan disalahgunakan
1.5. Memenuhi ketentuan skema sertifikasi yang tercantum dalam sertifikat.
1.6. Membuat pernyataan terkait sertifikasi hanya berkenaan dengan ruang lingkup
sertifikasi yang diberikan.
1.7. Tidak menggunakan sertifikat sedemikian rupa sehingga dapat merugikan LSP SMK
Islamiyah Ciawi Tasikmalaya dan Sekolah.
1.8. Tidak memberikan pernyataan yang menyesatkan atau tidak sah yang berkaitan
dengan sertifikasi.
1.9. Jika sertifikatnya dibekukan atau dicabut, pemegang sertifikat menghentikan
penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasinya dan
mengembalikan sertifikat kepada LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya
1.10. Berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi serta menjaga kode
etik dan perilaku profesi di bidang KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Teknik
Jaringan dan Komputer .
8. BIAYA SERTIFIKASI
Biaya sertifikasi ditetapkan oleh LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya dengan biaya Rp
……………….. per orang dengan perincian sebagai berikut :
a. Bahan = Rp. ………………..
b. Panitia = Rp. ………………..
c. Asesor = Rp. ………………..
d. ATK = Rp. ………………..
Total = Rp. ………………..
9. PROSES SERTIFIKASI
9.1. Persyaratan Pendaftaran
9.1.1. Mengisi formulir permohonan (FR-APL-01 dan FR-APL-02)
9.1.2. Foto copy kartu pelajar/identitas lainnya.

9.1.3. Pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar.


9.1.4. Surat rekomendasi dari ketua program studi keahlian.
9.1.5. Foto copy nilai rapor dari semester 1 sampai dengan semester 4.
9.2. Proses Asesmen
9.2.1. Asesmen direncanakan dan disusun dengan cara yang menjamin bahwa verifikasi
persyaratan skema sertifikasi Sertifikat II bidang KKNI Level II pada Kompetensi
Keahlian Teknik Jaringan dan Komputer telah dilakukan secara obyektif dan
sistematis dengan bukti terdokumentasi untuk memastikan kompetensi.
9.2.2. Proses Asesmen diselenggarakan oleh LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya
dengan menerapkan prinsip asesmen (Validitas, Reliabilitas, Fleksibilitas, Fair /
V,R,F,F) serta aturan bukti (Valid, Asli, Terkini dan Memadai/ V,A,T,M).
9.2.3. Apabila LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya mempertimbangkan hasil penilaian
badan atau lembaga lain, LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya menjamin bahwa
tersedia laporan, data dan rekaman yang memerlukan bahwa hasil bandingnya setara
dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.
9.2.4. LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya berhak menunjuk asesor yang akan
bertugas dengan persyaratan sebagai berikut :
9.2.4.1. Memiliki sertifikat asesor kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP
9.2.4.2. Memiliki sertifikat teknis Sertifikat II bidang KKNI Level II pada
Kompetensi Keahlian Teknik Jaringan dan Komputer.
9.2.4.3. Melaksanakan sertifikasi dengan jujur, disiplin, tidak memihak dan
bertanggungjawab
9.2.4.4. Asesor dalam melaksanakan proses asesmen sesuai dengan prosedur
asesmen yang ditetapkan
9.2.4.5. Asesor menerapkan prinsip-prinsip asesmen ((Validitas, Reliabilitas,
Fleksibilitas, Fair / V,R,F,F) dan aturan pengumpulan bukti (Valid, Adil,
Terkini, Memadai) dalam proses asesmen.
1.3. Proses Uji Kompetensi
9.3.1. Uji kompetensi dilakukan dengan metode praktik, tes tulis, lisan, pengamatan, atau
cara lain yang andal dan obyektif

9.3.2. Hasil dan proses uji kompetensi ini digunakan untuk menentukan hasil Kompeten
atau Belum Kompeten
9.3.3. Asesmen menggunakan materi uji kompetensi yang telah disusun berdasarkan
skema sertifikasi .
9.3.4. Uji Kompetensi diselenggarakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah
terlebih dahulu diverifikasi oleh LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya
9.3.5. LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya melakukan verifikasi metoda untuk
asesmen peserta sertifikasi. Verifikasi dilakukan untuk menjamin bahwa setiap
asesmen adalah sah dan adil.
9.3.6. Peralatan teknis yang digunakan dalam proses pengujian skema sertifikasi Sertifikat
KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Teknik Jaringan dan Komputer dijamin
sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan.
9.3.7. Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti diterapkan sesuai dengan
persyaratan dasar peserta untuk mengumpulkan bukti yang berkualitas.
9.3.8. Bukti yang dikumpulkan diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti
tersebut mencerminkan bukti yang diperlukan untuk memperlihatkan kompetensi
telah memenuhi aturan bukti (VATM ).
9.3.9. Hasil proses asesmen yang telah memenuhi aturan bukti VATM direkomendasikan
“Kompeten” dan yang belum memenuhi aturan bukti VATM direkomendasikan
“Belum Kompeten”.
9.4. Keputusan Sertifikasi
9.4.1. Keputusan sertifikasi LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya ditentukan oleh
Rapat Pleno LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya, yang dihadiri oleh personil
yang ditetapkan oleh LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya
9.4.2. Keputusan sertifikasi LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya ditetapkan atas dasar
proses sertifikasi, yaitu rekomendasi asesor
9.4.3. Keputusan sertifikasi terhadap peserta hanya dilakukan oleh LSP SMK Islamiyah
Ciawi Tasikmalaya berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama proses
sertifikasi. Personil yang membuat keputusan sertifikasi tidak ikut serta dalam
pelaksanaan uji kompetensi

9.4.4. Keputusan LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya bersifat mutlak, ketidakpuasan
terhadap keputusan tersebut dapat dilakukan melalui proses banding
9.4.5. Sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP SMK Islamiyah Ciawi
Tasikmalaya berlaku 3 tahun sejak tanggal diterbitkan dan tidak dapat dipindahkan
pada pihak lain
9.4.6. Sertifikat tidak diserahkan sebelum seluruh persyaratan sertifikasi dipenuhi
9.4.7. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya
minimal memuat informasi berikut :
9.4.7.1. nama pemegang sertifikat
9.4.7.2. unit kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi.
9.4.7.3. tanggal efektif terbitnya sertifikat dan tanggal berakhirnya masa berlaku
sertifikat.
9.4.8. Sertifikat kompetensi LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya sesuai pedoman
BNSP, dan dirancang untuk mengurangi risiko pemalsuan.
9.5. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat
Pembekuan dan pencabutan sertifikat dilakukan jika:
9.5.1. Terdapat pelanggaran terhadap persyaratan sertifikasi LSP SMK Islamiyah Ciawi
Tasikmalaya;
9.5.2. LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya menetapkan masa pembekuan dan selama
pembekuan LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya dapat mencabut sertifikasi
LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya jika pemegang sertifikat LSP SMK
Islamiyah Ciawi Tasikmalaya tidak mampu memenuhi persyaratan;
9.5.3. Sebelum LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya membekukan sertifikasi LSP
SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya, LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya akan
memberitahukan dan memberikan alasan pembekuan dalam jangka waktu 14 hari
sejak surat pemberitahuan diterima;
9.5.4. Selama periode sertifikasi LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya, jika pemegang
sertifikat LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya tidak memenuhi persyaratan

sertifikasi, tetapi berdasarkan pertimbangan LSP SMK Islamiyah Ciawi


Tasikmalaya bahwa terjadi hanya sesaat dan tidak mempengaruhi dan tidak
mempunyai akibat besar pada status persyaratan sertifikasi LSP SMK Islamiyah
Ciawi Tasikmalaya, maka LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya dapat
membekukan pemegang sertifikat LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya.
9.6. Proses Sertifikasi Ulang
9.6.1. Permohonan untuk sertifikasi ulang mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan oleh
LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya.
9.6.2. Sertifikat ulang hanya berlaku bagi pemegang sertifikat yang tidak kehilangan haknya
dikarenakan kasus kriminal yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
9.6.3. Periode sertifikasi ulang ditetapkan berdasarkan skema sertifikasi. Landasan
penetapan periode sertifikasi ulang, mempertimbangkan beberapa hal berikut:
9.6.3.1. persyaratan sesuai peraturan perundangan;
9.6.3.2. perubahan dokumen normatif;
9.6.3.3. perubahan skema sertifikasi yang relevan;
9.6.3.4. sifat dan kematangan industri atau bidang tempat pemegang sertifikat
bekerja;
9.6.3.5. risiko yang timbul akibat orang yang tidak kompeten;
9.6.3.6. perubahan teknologi, dan persyaratan bagi pemegang sertifikat;
9.6.3.7. persyaratan yang ditetapkan pemangku kepentingan;
9.6.3.8. frekuensi dan muatan kegiatan penilikan/surveilan, bila dipersyaratkan dalam
skema sertifikasi.
9.7. Penggunaan Sertifikat
LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya mensyaratkan pemegang sertifikat LSP SMK
Islamiyah Ciawi Tasikmalaya menandatangani persetujuan untuk:
9.7.1. Memenuhi ketentuan skema sertifikasi yang relevan
9.7.2. Menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruang lingkup skema
sertifikasi Sertifikat KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Teknik Jaringan
dan Komputer .

9.7.3. Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dapat merugikan LSP SMK Islamiyah
Ciawi Tasikmalaya;
9.7.4. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi
yang memuat acuan LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya setelah dibekukan
atau dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP SMK
Islamiyah Ciawi Tasikmalaya yang menerbitkannya
9.7.5. Bila terjadi penyalahgunaan sertifikat , maka LSP SMK Islamiyah Ciawi
Tasikmalaya berhak mengambil tindakan dengan mencabut sertifikat kompetensi
yang telah dikeluarkan oleh LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya.
9.8. Banding atas keputusan sertifikasi
9.8.1 LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya memperhatikan, merekam,
menindaklanjuti dan menangani semua keluhan dan perselisihan yang
disampaikan secara tertulis dalam kegiatan sertifikasi LSP SMK Islamiyah Ciawi
Tasikmalaya.
9.8.2 Peserta uji kompetensi dapat mengajukan banding secara tertulis yang
menyanggah keputusan LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya tidak lebih dari
6 (enam) hari kerja dari tanggal keputusan yang dibuat LSP SMK Islamiyah
Ciawi Tasikmalaya
9.8.3 Setelah menerima keberatan secara tertulis, LSP SMK Islamiyah Ciawi
Tasikmalaya membentuk komite yang membantu menyelesaikan banding yang
diajukan pemegang sertfikat kepada LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya
9.8.4 LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya akan menjaga rekaman dari keluhan,
keberatan dan perselisihan serta tindakan koreksi.
Pemegang sertifikat LSP SMK Islamiyah Ciawi Tasikmalaya harus memberikan informasi dari
keluhan, keberatan dan perselisihan serta tindakan koreksinya bila diperlukan.

10. Kode Etik Profesi


1. Menjalankan ibadah sesuai dengan perintah agama yang dianut
2. Mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 di kehidupan sehari-hari
3. Giat belajar untuk mencapai prestasi yang semaksimal mungkin
4. Menjunjung tinggi nama baik Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan
5. Senantiasa akan menjalankan peraturan akademik, tata tertib sekolah, dan tata tertib
program keahlian TKJ untuk membentuk kedisiplinan diri
6. Senantiasa akan mengembangkan diri di bidang Teknologi dan Informasi Komunikasi
dalam rangka membentuk calon tenaga kerja yang Profesional.