Anda di halaman 1dari 15

RENCANAPELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. IDENTITAS PROGRAM PENDIDIKAN, MELIPUTI:

Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Kabupaten Tangerang


Mata Pelajaran : Pengetahuan Bahan Tekstil
Komp. Keahlian : Pengetahuan Bahan Tekstil
Kelas/Semester : 10/Ganjil
Tahun Pelajaran :2018/2019
Alokasi Waktu :2 x 45 Menit ( 3 Pertemuan )

B. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


KOMPETESI INTI
1. Pengetahuan
KI 3) Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Tata Busanapada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai
bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
2. Keterampilan
KI 4) Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan
bidang kerja Tata Busana. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan
mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas di bawah pengawasan langsung
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
KOMPETENSIDASAR
3.3. Menganalisis serat tekstil dari Mineral
4.3.Menyajikan hasil analisis pemeriksaan serat mineral

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


3.3.1. Mendeskripsikan pengertian serat mineral
3.3.2. Menyebutkan macam-macam serat mineral
3.3.3. Menyebutkan sifat dan karakteristik serat mineral
4.2.1.Pengujian serat mineral dengan cara pembakaran
4.2.2. Pengujian serat mineral dengan cara bahan kimia

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian serat mineraldengan benar
2. Peserta didik dapatmenyebutkan macam-macam serat mineraldengan baik
3. Peserta didik dapat menyebutkan sifat dan karakteristik serat mineral dengan
baik
4. Peserta didik dapat melakukan pengujian serat mineral dengan cara
pembakarandengan benar
5. Peserta didik dapat melakukan pengujian serat mineral dengan cara bahan
kimiadengan baik

E. MATERI PEMBELAJARAN(RINCIAN DARI MATERI


POKOK PEMBELAJARAN)
1. Pengertian serat tekstil dari Mineral
Berasal dari bahan tambang seperti asbes, basalt, besi, perak, serat gelas, dan
emas. Umumnya saat diolah menjadi kain dibentuk dulu menjadi serat atau
lembaran. Tujuan penggunaan bahan tambang sebagai kain karena alasan khusus
seperti kekuatan dan kemewahan. Kain dari asbesdinamakan vinyl.

2. Macam-macam serat mineral


a. serat mineral meliputi:
Asbes
Asbes adalah serat yang diperoleh dari semacam batu karang yang berubah
perlahan-lahan menjadi kristal yang mengandung serat. Nama asbes berasal
dari asbestos (kata yunani) yang berarti tidak dapat diputar.
Serat Kaca
Serat kaca/ gelas sudah lama ditentukan dan dikenal di Mesir, tetapi
pembuatan bahan tekstil dari serat kaca/gelas baru dikemukakan pada tahun
1936. Serat kaca/ gelas yang ditenun untuk saringan bahan kimia,
pembungkus kawat tembaga, dan bahan isolasi. Juga digunakan sebagai
bahan campuran dengan serabut alam lainnya, dan digunakan untuk kap
lampu, kain penutup kursi.
3. Sifat dan karakteristik serat mineral
Serat asbes 1-1,5 m umumnya mempunyai kekuatan kekuatan tarik yang tinggi,
daya mulurnya sangat rendah, hanya sedikit menyerap air, sangat tahan panas
dan api, tahan terhadap gesekan, tahan cuaca, penghantar listrik dan panas jelek.
Serat asbes dalam asam khloride 25%, pada suhu kamar setelah direndam 10-24
jam asbes akan mengalami kehilangan berat. Dalam suhu mendidih asam
tersebut merusak asbes.
a. Sifat fisika
 Mulur serat asbes sangat rendah, yaitu 1-3 %.
 Berat jenis asbes chrysotile 2,22–2,75 dan jenis amphibole 2,8–3,6.
 Serat asbes hanya sedikit menyerap air. Dalam udara absorpsi
maksimum hanya 3 %.
 Serat asbes tahan terhadap panas dan api. Pada pemanasan 200-1000°C,
asbes kehilangan berat karena menguapnya air kristal dan
karbondioksida. Pada suhu 980°C, jenis chrysotile kehilangan berat 12
16%. Titik leleh tergantung dari jenis, berkisar antara 1.180–1.500°C.
 Kekuatan dan mulur bervariasi, tergantung dari jenis, cara penambangan
dan pengambilan serat batunya.
o Kawat baja = 50–150 kg/mm²
o Kapas = 30–70 kg/mm²
o Serat gelas = 80–200 kg/mm²
o Asbes = 30–230 kg/mm²

34

b. Sifat kimia
Daya tahan asbes terhadap asam sangat penting sehubungan dengan
kegunaan asbes sebagai penyaring dan katalisator dalam pabrik–pabrik
kimia seperti pabrik asam tatrat, asam nitrat, asam sulfat, dan asam khlorida.
Dalam asam khlorida 25% pada suhu kamar, setelah direndam 10-24 jam
asbes kehilangan berat sekitar 5–57% tergantung pada jenisnya. Pada suhu
mendidih asam khlorida merusak asbes lebih kuat.
c. Sifat Lainnya
 Menghantar listrik dan panas yang tidak baik;
 Tahan terhadap gesekan;
 Tahan terhadap cuaca;
 Menyerap suara, terutama untuk frekunsi tinggi.
Penggunaan Serat Asbes Serat asbes dapat dipintal menjadi benang sehingga
dapat dibuat menjadi kain. Asbes digunakan sebagai bahan campuran untuk atap,
pembungkus, papan asbes, semen asbes, bahan penahan panas dan api, serta
bahan–bahan yang banyak mendapat gesekan seperti pelapis rem dan kopling.

4. Pengujian Serat Mineral


Di bawah mikroskop dengan pembesaran rendah,bentuk serat bergelombang
samapi lurus. Dengan mikroskop elektron (pembesaran 17.000 kali) fibril–fibril
serat asbes berbentuk lurus, tidak padat, tetapi seperti pipa. Permukaan serat
tidak kasar, sehingga mudah selip dalam proses pemintalan. Semua jenis serat
asbes mengelompok seperti serat tunggal yang sebenarnya terdiri dari banyak
serta halus. Diameter serat berkisar 0,02–0,04 mikron untuk jenis chrysotile dan
0,1–0,2 untuk jenis amphibole.
Gambar 4.1. Penampang membujur dan melintang serat asbes

Uji pembakaran adalah salah satu alternatif untuk pemeriksaan asal serat bahan
tekstil. Hal ini dilakukan bila pemeriksaan asal serat dengan cara yang lain belum
dapat diketahui secara pasti. Uji pembakaran dilakukan dengan membakar serat
tekstil dengan cara sebagai berikut: Benang dicabut dari bahan kemudian dipegang
dengan pinset dan dibakar, atau bisa juga dengan membakar perca bahan tekstil.
Untuk melakukan uji pembakaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut.
Langkahkerja
 Siapkan buku/kertas untuk mencatat hasil penelitian.
 Siapkan perca bahan tekstil yang akan diteliti.
 Siapkan gelas kimia berisi air dingin.
 Cabut beberapa helai benang atau serat dari perca bahan tekstil kurang lebih
5 sampai 10 helai benang, putar atau plintir serat benang tersebut agar
menyatu satau sama lain hingga menjadi pilinan.
 Nyalakan api dan dekatkan gelas kimia ketika membakar sampel. jika serat
terus menyala selama uji pembakaran, segera rendam serat dan jari-jari
anda dalam gelas yang berisi air dingin. Atau alternatif yang lain uji
pembakaran di dilakukan dekat keran air dingin.
 Pegang sampel atau benang tekstil antara ibu jari dan jari telunjuk, dekatkan
sampel dengan api hingga terbakar. amati apakah serat atau benang meleleh
atau terbakar. Jika serat terbakar, tiup api dekat hidung anda sehingga anda
dapat mencium aroma seperti rambut terbakar, kertas terbakar atau seperti
plastik terbakar tergantung dari jenis bahan tekstil yang diteliti.
 Ketika benang yang dipadamkan telah didinginkan, amati dan periksa
dengan cermat sisa pembakaran benang tersebut apakah menjadi abu,
berbentuk bundaran kecil mudah dihancurkan atau tetap mengeras saat
ditekan dengan jari-jari.
Ciri ciri hasil uji pembakaran serat tekstil antara lain sebagai berikut:

Kriteria
Golongan
Serat Dekat Dalam Keluar
Bau Sifat Abu
Nyala Nyala Nyala
Serat Tidak dapat Tidak dapat Tidak Bekas
Mineral dapat meleleh, berubah berbau pembakaran
Asbestos terbakar bercahaya tidak berubah
terang
Gelas Tidak Halus dan Keras Tidak Bentuk
dapat bercahaya mengeluark berubah,
terbakar an keras bulat
bau

Pemeriksaan serat dilakukan secara berkelompok. Siswa mempraktikkan


pemeriksaan serat secara visual maupun uji pembakaran kemudian
mendiskusikan secara berkelompok.

F. PENDEKATAN, STRATEGI DAN METODE


Pendekatan : Pendekatan deduktif (deductive approach) yaitu,
pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan
(conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan.
Strategi Pembelajaran : Strategi Pembelajaran Inquiry (SPI) yaitu, rangkaian
kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan
analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawabannya dari suatu masalah yang
ditanyakan.
Metode : 1. Metode Ceramah(Pearching Method)
2. Praktik Langsung
3. Metode Diskusi
4. Tugas kelompok

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pertemuan Pertama:
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (15 menit)
 Mengucapkan salam
 Memimpin do’a (meminta peserta didik untuk memimpin doa
 Mengecek kerapihan atribut peserta didik
 Menyanyikan lagu Indonesia Raya/kegiatan lain yang berhubungan dengan
rasa nasionalisme (menyebutkan butir pancasila)
 Mengecek kehadiran peserta didik
 Menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness)
 Menciptakan suasana belajar yang demokratis
 Membangkitkan perhatian peserta didik
b. Kegiatan Inti (65 menit)
 Menstimulasi peserta didik mengenai masalah atau topik yang akan
dibahas(sintak fase 1)
o Guru meminta peserta didik untuk melihat tayangan powerpoint
mengenai pengertian serat, jenis-jenis serat dan karakteristik serat
tekstil dari mineral.
o Peserta didik diminta untuk mencermati dalam kehidupan sehari-hari
mengenai serat alam (mengamati)
o Guru menugaskan peserta didik untuk memikirkan dan mengamati,
Guru memberikan beberapa pertanyaan agar peserta didik terangsang
untuk mencari jawaban sendiri.
 Mengidentifikasi masalah (sintak fase 2)
o guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin hal-hal yang menyangkut 2 hal berikut:
 Menyebutkan macam-macam serat mineral
 Menyebutkan sifat dan karakteristik serat mineral
yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih
dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas
pertanyaan masalah)(Menanya)
 Pengumpulan Data atau Informasi(sintak fase 3)
o Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
mengenai 2 hal yang telah ditetapkan untuk membuktikan benar atau
tidaknya hipotesis. Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab
pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis, dengan
demikian peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan
(collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur,
melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.(mengeksplorasi)
o Proses tanya jawab antara guru dengan murid terkait materi yang
diberikan
 Mengolah Data(sintak fase 4)
o Peserta didik bekerja dalam kelompoknya untuk membicarakan hasil
pengumpulan data dan informasinya menyangkut 2 hal yang telah
ditetapkan. (mengasosiasi dan mengkomunikasikan)
 Menalar(sintak fase 5)
o guru memberikan gambaran umum mengenai 2 hal yang telah
dikumpulkan dan diolah peserta didik sebagai penekanan.
o Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan
pertanyaan jika ada hal-hal yang akan diklarifikasi (mengamati dan
menanya)
 Menarik Kesimpulan(sintak Fase 6)
o Guru memberikan ulasan mengenai 2 hal yang telah ditetapkan di awal
o Peserta didik mengikuti penjelasan guru dan menghubungkannya
dengan hasil kerja yang telah didapatkan (mengamati dan
mengasosiasi)
c. Penutup (10 menit)
 Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dan guru memberikan
penegasan atas kesimpulan pembelajaran tersebut
 Memotivasi peserta didik untuk mengembangkan diri dengan membaca
atau mencari informasi tambahan setelah pulang ke rumah
 Guru memberikan informasi tentang pembelajaran yang akan datang
 Meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa
 Guru mengucapkan salam

2. Pertemuan Kedua
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (15 menit)
 Mengucapkan salam
 Memimpin do’a (meminta peserta didik untuk memimpin doa
 Mengecek kerapihan atribut peserta didik
 Menyanyikan lagu Indonesia Raya/kegiatan lain yang berhubungan dengan
rasa nasionalisme(menyebutkan butir pancasila)
 Mengecek kehadiran peserta didik
 Menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness)
 Menciptakan suasana belajar yang demokratis
 Membangkitkan perhatian peserta didik
b. Kegiatan Inti (65 menit)
 Menstimulasi peserta didik mengenai masalah atau topik yang akan
dibahas(sintak fase 1)
o Peserta didik diminta untuk mencermati dalam kehidupan sehari-
hari mengenai asal serat mineral.(mengamati)

o Setelah selesai diberi waktu untuk memikirkan dan mengamati,


Guru memberikan beberapa pertanyaan agar peserta didik
terangsang untuk mencari jawaban sendiri.

 Mengidentifikasi masalah(Sintak fase 2)


o guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin hal-hal yang menyangkut 2 hal berikut:
 Menyebutkan pengertian serat mineral
 Menyebutkan macam-macam serat mineral
 Menyebutkan sifat dan karakteristik serat mineral
yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih
dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas
pertanyaan masalah)(Menanya)
 Pengumpulan Data atau Informasi(Sintak fase 3)
o Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
mengenai 2 hal yang telah ditetapkan untuk membuktikan benar atau
tidaknya hipotesis. Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab
pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis, dengan
demikian peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan
(collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur,
melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. (mengeksplorasi)
 Mengolah Data(Sintak fase 4)
o Peserta didik bekerja dalam kelompoknya untuk membicarakan hasil
pengumpulan data dan informasinya menyangkut 2 hal yang telah
ditetapkan. (mengasosiasi dan mengkomunikasikan)
 Menalar(Sintak fase 5)
o guru memberikan gambaran umum mengenai 2 hal yang telah
dikumpulkan dan diolah peserta didik sebagai penekanan.
o Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan
pertanyaan jika ada hal-hal yang akan diklarifikasi (mengamati dan
menanya)
 Menarik Kesimpulan(Sintak fase 6)
o Peserta didik mengikuti penjelasan guru dan menghubungkannya
dengan hasil kerja yang telah didapatkan (mengamati dan
mengasosiasi)
c. Penutup (10 menit)
 Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dan guru memberikan
penegasan atas kesimpulan pembelajaran tersebut
 Memotivasi peserta didik untuk mengembangkan diri dengan membaca
atau mencari informasi tambahan setelah pulang ke rumah
 Guru memberikan informasi tentang pembelajaran yang akan datang
 Meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa
 Guru mengucapkan salam

3. Pertemuan Ketiga
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (15 menit)
 Mengucapkan salam
 Memimpin do’a (meminta peserta didik untuk memimpin doa
 Mengecek kerapihan atribut peserta didik
 Menyanyikan lagu Indonesia Raya/kegiatan lain yang berhubungan dengan
rasa nasionalisme(menyebutkan butir pancasila)
 Mengecek kehadiran peserta didik
 Menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness)
 Menciptakan suasana belajar yang demokratis
 Membangkitkan perhatian peserta didik
b. Kegiatan Inti (65 menit)
 Menstimulasi peserta didik mengenai masalah atau topik yang akan
dibahas(sintak fase 1)
o Peserta didik diminta untuk mencermati dalam kehidupan sehari-
hari mengenai asal serat mineral.(mengamati)

o Setelah selesai diberi waktu untuk memikirkan dan mengamati,


Guru memberikan beberapa pertanyaan agar peserta didik
terangsang untuk mencari jawaban sendiri.

 Mengidentifikasi masalah(sintak fase 2)


o gurumemberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin hal-hal yang menyangkut 2 hal berikut:
 Menyebutkan pengertian serat mineral
 Mendeskripsikan jenis-jens serat mineral
yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih
dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas
pertanyaan masalah)(Menanya)
 Pengumpulan Data atau Informasi(Sintak fase 3)
o Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
mengenai 2 hal yang telah ditetapkan untuk membuktikan benar atau
tidaknya hipotesis. Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab
pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis, dengan
demikian peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan
(collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur,
melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. (mengeksplorasi)
 Mengolah Data(sintak fase 4)
o Peserta didik bekerja dalam kelompoknya untuk membicarakan hasil
pengumpulan data dan informasinya menyangkut 2 hal yang telah
ditetapkan. (mengasosiasi dan mengkomunikasikan)
 Menalar(Sintak fase 5)
o guru memberikan gambaran umum mengenai 2 hal yang telah
dikumpulkan dan diolah peserta didik sebagai penekanan.
o Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan
pertanyaan jika ada hal-hal yang akan diklarifikasi (mengamati dan
menanya)
 Menarik Kesimpulan(sintak fase 6)
o Peserta didik mengikuti penjelasan guru dan menghubungkannya
dengan hasil kerja yang telah didapatkan (mengamati dan
mengasosiasi)
c. Penutup (10 menit)
 Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dan guru memberikan
penegasan atas kesimpulan pembelajaran tersebut
 Memotivasi peserta didik untuk mengembangkan diri dengan membaca
atau mencari informasi tambahan setelah pulang ke rumah
 Guru memberikan informasi tentang pembelajaran yang akan datang
 Meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa
 Guru mengucapkan salam

H. ALAT/BAHAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN


 Alat/Bahan : Laptop, infocus, buku paket,modul pembelajaran.
 Media Pembelajaran : powerpoint.

I. SUMBER BELAJAR
 Buku paket ilmu tekstil
 Modul pembelajaran
 Internet

J. PENILAIAN PEMBELAJARAN

1. Teknik Penilaian : penugasan dan tes


2. Instrumen Penilaian :

Kisi-Kisi Penugasan
Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal Jenis Soal Soal
3.2.menganalisis serat  Menjelaskan Disajikan Penugasan Temukan pengertian
tekstil dari mineral pengertian serat pernyataan, Berstruktur serat tekstil mineraldi
tekstil dari peserta didik internet.
mineral. dapat
menyebutkan
pengertian serat
tekstil dari
mineral
 Menentukan Disajikan Penugasan Terangkan prosedur
prosedur pernyataan, berstruktur pemeriksaan serat
pemeriksaan serat peserta didik tekstil mineral yang
dapat kamu ketahui
tekstil mineral
mendeskripsikan
prosedur
pemeriksaan
serat serat tekstil
mineral
 Menganalisis serat Disajikan Penugasan Analisa serat mineral
tekstil mineral pernyataan, berstuktur sutera menurut
peserta didik pendapat masing-
dapat masing
menceritakan
analisanya
mengenai serat
mineral

Pedoman Penilaian :
Menemukan Jawaban Benar diberi Skor 1
Menemukan Jawaban Salah diberi Skor 0
Ceklis Observasi-Demontrasi/Praktik

Perangkat : Daftar Cek Observasi – Demonstrasi/Praktek

Nama peserta didik :

Nama guru : Nadya Karlina,S.Pd.

Mata Pelajaran : PENGETAHUAN BAHAN TEKSTIL

Tanggal pelaksanaan :
60 menit
Waktu :

Pencapaian Penilaian
Daftar
No. Poin yang dicek/ diobservasi
Tugas/Instruksi
Ya Tidak K BK
4.2 Mengelompokkan 1. Mengumpulkan bahan tektil yang
serat selulosa
berasal dari serat mineral
2. Menganalisis pengelompokan serat
mineral

Instruksi/Tugas Praktik-Demontrasi

Perangkat : Instruksi/Tugas Praktek-Demonstrasi

Nama peserta didik :

Nama guru : Nadya Karlina, S.Pd.

Mata Pelajaran : PENGETAHUAN BAHAN TEKSTIL

Tanggal pelaksanaan :

Waktu : 60 menit

A. Petunjuk
1. Baca dan pelajari setiap langkah/instruksi dibawah ini dengan cermat sebelum
melaksanakan praktek
2. Laksanakan pekerjaan sesuai dengan urutan proses yang sudah ditetapkan
3. Waktu pengerjaan yang disediakan 120 menit
B. Instruksi kerja :

1. Identifikasi serat

2. Mengelompokkan serat mineral

3. Melakukan pengujian dengan cara pembakaran dan menambahkan bahan


kimia

Mengetahui Tangerang, Juli 2018


Kepala SMK N 4 Kab. Tangerang Guru Mata Pelajaran,

Wachid Rachmad Mursono, S. Pd. Nadya Karlina , S. Pd.


NIP. 19660213 198903013 NIP. 19811228 2014062001