Anda di halaman 1dari 15

MANAJEMEN LABORATORIUM

RESPON TIME dan TURN AROUND TIME

Dosen Mata Kuliah:

Indah Lestari, S.E, M.Kes

Kelompok 10
Erdina Eka Putri (P27834116009)
Cindy Sukmawardani (P27834116022)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN


SURABAYA

PROGRAM STUDI D4 ANALIS KESEHATAN SEMESTER 6

TAHUN AKADEMIK 2018-2019


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa atas
terselesaikannya makalah yang berjudul “Respon Time dan TAT (Turn Around
Time)” ini. Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.
Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dosen Pengampu mata kuliah Manajemen Laboratorium yang telah


membimbing dalam penyusunan makalah ini.
2. Teman-teman seperjuangan yang merupakan tempat bertukar ilmu dan
informasi.
3. Orang tua kami yang telah mendidik kami hingga saat ini.
4. Seluruh pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Manajemen


Laboratorium di program studi D4 Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes
Surabaya, serta sebagai penambah pengetahuan dan wawasan bagi penyusun dan
para pembaca khususnya mengenai TAT (Turn Around Time). Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yaitu bagi penyusun maupun
pembaca. Penyusun tentu menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan dalam
penulisan makalah ini, maka dari itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.supaya makalah
ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Surabaya, 15 April 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Judul ........................................................................................ i

Kata Pengantar ........................................................................................ ii

Daftar Isi ........................................................................................ iii

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang …........................................................................ 1

1.2 Tujuan Penulisan ............................................................................ 1

Respond Time dan Turn Around Time

2.1 Definisi Respond Time dan Turn Around Time ............................ 2

2.2 Alur Respond Time dan Turn Around Time ….…............................... 3

2.3 Langkah-langkah Penanganan Sampel ………............................ 4

2.4 Kualitas Pelayanan Laboratorium ………………………………… 5

2.5 Improvisasi Turn Around Time ………………………………… 10

Kesimpulan …………….................................................................... 10

Daftar Pustaka ………………………………………………………… 11

Tentang Kelompok ………………………………………………………… 12

iii
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keakuratan, ketepatan, ketepatan waktu, dan keaslian adalah empat pilar
layanan laboratorium yang efisien. Sebagai tenaga laboratorium terkadang
mengabaikan ketepatan waktu sebagai hal yang penting atribut dan bukannya
berkonsentrasi pada peningkatan seluk beluk analitik pengolahan sampel.
Namun, ketepatan waktu yang dinyatakan sebagai turnaround time (TAT)
sering digunakan oleh dokter sebagai patokan untuk kinerja laboratorium.
Dokter bergantung pada TAT cepat untuk mencapai diagnosis dini dan
perawatan pasien mereka dan untuk mencapai pemulangan pasien awal dari
gawat darurat atau layanan rawat inap rumah sakit. TAT yang tertunda juga
meningkatkan frekuensi sampel rangkap yang dikirim ke laboratorium. Ini
semakin menambah beban kerja di laboratorium. Penilaian dan peningkatan
waktu penyelesaian sangat penting untuk manajemen kualitas laboratorium
serta memastikan kepuasan pasien. Ada banyak faktor yang dapat
mempengaruhi keterlambatan pada respon time dan TAT (Turn Around Time)
diantaranya adalah fase pra analitik, analitik dan pasca analitik.

I.2 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan paper ini yaitu pembaca diharapkan mampu memahami dan
memperoleh gambaran tentang respon time dan TAT (Turn Around Time)
laboratorium kesehatan. Dari segi definisi, standar pelayanan pada Repond Time
dan Turn Around Time (TAT), hingga mampu mengetahui langkah-langkah apa
saja yang harus dilakukan guna meminimalisir keterlambatan Respond Time dan
Turn Around Time (TAT) mulai dari fase pra-analitik, fase analitik, sampai fase
pasca-analitik.

1
RESPOND TIME dan TURN AROUND TIME (TAT)

2.1 Definisi Respon Time dan Turn Around Time

Ketepatan waktu adalah atribut kualitas yang penting untuk laboratorium


mana pun. Ketepatan waktu yang biasanya dinyatakan sebagai waktu
penyelesaian (TAT) sering digunakan sebagai patokan untuk kinerja
laboratorium. Terdapat study bahwa mengevaluasi TAT total, TAT intralab
dan kontribusi fase analitik, analitik, dan pasca analitik terhadap total TAT.
Turn around time (TAT) untuk rutin dan darurat untuk pasien rawat jalan dan
rawat inap dievaluasi selama satu tahun. Total TAT dihitung dari penerimaan
sampel hingga pengiriman. TAT untuk sampel biokimia rutin untuk pasien
rawat inap rata-rata 5 jam sedangkan TAT untuk sampel rawat jalan adalah 24
jam. Waktu penyelesaian untuk sampel darurat adalah 1 jam. Kontribusi fase
pra dan pasca analitik adalah 80% dalam OPD dan 62,5% di Ward (IPD)
terhadap total TAT sedangkan untuk sampel darurat, fase pra dan pasca analitik
berkontribusi terhadap 55% & 50% dari total TAT untuk parameter rutin. dan
elektrolit masing-masing. Analisis TAT menunjukkan perlunya perbaikan dan
improvisasi dalam fase pra-analitik dan pasca-analitik untuk mengurangi total
TAT.

Ketepatan waktu yang biasanya dinyatakan sebagai turn around time


(TAT) sering digunakan sebagai tolok ukur untuk kinerja laboratorium. Para
klinisi menginginkan layanan yang cepat, andal, dan efisien yang diberikan
dengan biaya rendah. Di antara atribut kualitas ini, ketepatan waktu mungkin
yang paling penting bagi dokter. TAT tertunda meningkatkan frekuensi sampel
duplikat yang dikirim ke laboratorium yang akhirnya meningkatkan beban
kerja di laboratorium. Sangat penting untuk menilai dan meningkatkan waktu
penyelesaian untuk memastikan manajemen kualitas laboratorium yang mahir
serta memastikan kepuasan pasien.

Istilah "siklus pengujian total" menggambarkan TAT sebagai kombinasi


dari sembilan langkah yaitu pemesanan, pengumpulan, identifikasi,
transportasi, persiapan, analisis, pelaporan, interpretasi, dan tindakan. Dokter

2
mempertimbangkan TAT sejak tes diperintahkan untuk melaporkan hasil
sebagai TAT. Namun, profesional laboratorium biasanya menggunakan tanda
terima spesimen untuk melaporkan hasil sebagai TAT. Istilah lain TAT
terapeutik menggambarkan interval ketika tes diminta ke waktu beberapa
keputusan terapeutik diambil. TAT juga telah diklasifikasikan sebagai pra-
analitik, analitik, dan pasca-analitik berdasarkan berbagai fase pemrosesan
sampel. Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi waktu
penyelesaian total juga dievaluasi.

2.2 Alur Respond Time dan Turn Around Time

Sampel dari pasien luar dikumpulkan di pusat pengumpulan terpusat oleh


phlebotomists terlatih sedangkan sampel rawat inap diambil oleh masing-
masing staf departemen. Sampel rutin dan darurat (stat) dikirimkan ke lab oleh
staf paramedis dan staf tambahan lainnya dari bangsal dan OPD masing-
masing. Sampel Quality Control (QC) dijalankan setiap hari di laboratorium
dua kali sehari untuk semua analit untuk mengidentifikasi fluktuasi intra-assay.
Proses sampel dimulai hanya jika hasil QC memuaskan. Sampel bangsal rutin
diterima oleh staf teknis pada pagi hari dan disaring untuk setiap kesalahan pra-
analitik.

Staf pendukung laboratorium membuat entri mengenai waktu penerimaan


sampel oleh laboratorium. Sampel diproses sesuai urutan penerimaan sampel
bangsal. Setelah validasi selesai, laporan dikirim ke bangsal masing-masing
melalui kurir manual dan waktu dicatat pada register pengiriman.

2.3 Langkah-langkah dalam Proses Penanganan Sampel

Langkah-langkah dalam penanganan sampel dibagi menjadi fase pra-


analitik, analitik, pasca-analitik, antara lain:

a. Fase pra-analitik (T1)


- Staf ahli phlebotomis atau perawat memanggil pasien dan memproses
permintaan yang diperlukan
- Pengumpulan sampel darah

3
- Mengisi formulir dan pelabelan sampel.
- Pengangkutan sampel dari area pengumpulan sampel ke laboratorium
b. Fase analitik (T2)
- Pengolahan sebelum sampel: Sentrifugasi untuk pemisahan serum.
- Sampel dijalankan dalam analisa otomatis dan pembuatan laporan
oleh analis.
c. Fase pasca analitik (T3)
- Entri laporan dalam formulir daftar permintaan dan daftar catatan.
- Validasi laporan
- Pengiriman laporan ke dokter melalui kurir manual.

2.4 Kualitas Pelayanan Laboratorium


Salah satu bidang kualitas layanan laboratorium yang paling banyak dibahas
adalah mengapa profesional laboratorium tidak menjadikan ketepatan waktu
hasil pelaporan sebagai prioritas utama. Yah jawaban untuk itu mungkin bahwa
memperbaiki TAT adalah tugas yang sulit. Namun ada banyak faktor yang
berkontribusi terhadap total TAT yang mungkin tidak berada di bawah
yurisdiksi profesional laboratorium. bahwa fase pra dan pasca analitik
berkontribusi 80% dalam OPD dan 62,5% di Bangsal (pada pasien) terhadap
total TAT sedangkan untuk sampel darurat fase pra (T1) dan pasca analitik (T3)
berkontribusi hingga 55% & 50% dari total TAT untuk parameter rutin dan
elektrolit masing-masing. Hasil ini menunjukkan bahwa jika waktu yang
dikonsumsi untuk fase pra dan pasca-analitik berkurang, maka total TAT juga
dapat dikurangi tidak seperti skenario saat ini di mana dorongan maksimum
adalah mempercepat fase analitik. Metode yang berbeda dapat diadopsi dalam
setiap fase - fase pra-analitik, analitik dan pasca-analitik untuk mencapai TAT
optimal.

4
2.5 Improvisasi Turn Around Time

Dalam meminimalkan keterlambatan dalam pelaksanaan Respond Time


dan Turn Around Time, haruslah dilakukan improvisasi dalam setiap fase
pemeriksaan mulai dari fase pra-analitik, fase analitik hingga fase pasca-
analitik.

Pada fase pra-analitik, langkah-langkah tertentu seperti adopsi praktik


phlebotomy yang ideal, penggunaan tabung pemisah plasma dan serum,
pengkodean sampel, penggunaan slip permintaan yang dihasilkan komputer,
akan mengurangi penundaan yang terjadi sebagai akibat dari slip yang tidak
terbaca dan teknik pengumpulan sampel yang salah.

Pada fase analitik dapat dikurangi dengan mengadopsi prosedur kontrol


kualitas yang efisien, penggunaan sampel plasma atau darah lengkap, pelatihan
staf teknis yang tepat untuk menangani sampel mendesak dengan prioritas,
menggunakan mesin otomatis sepenuhnya dengan throughput yang lebih
tinggi, pengenceran otomatis ketika hasilnya di atas linearitas dan validasi
laporan segera setelah tes selesai.

Pada fase pasca-analitik dapat berupa dikurangi dengan adopsi SIL


(Sistem Informasi Laboratorium). Penggunaan kurir manual untuk pengiriman
laporan ke bangsal masing-masing harus dihentikan. Sebaliknya SIL perlu
diimplementasikan sehingga dokter dan perawat harus dapat melihat laporan
di komputer dan mengambil cetakan.

Tabel 1: Archives of Pathology & Laboratory Medicine (2005), College of


American Pathologist

Langkah- Elemen Tindakan untuk Meningkatkan


langkah TAT
Form Permintaan - Menggunakan Sistem Informasi
Selection Test Test Laboratorium (SIL) yang
dan Order Entry terstandarisasi untuk
memudahkan pencarian.

5
Informasi dan - Pastikan akurasi dari
penanganan yang penerimaan, pembuangan dan
tepat transfer pembaruan data
- Pertimbangkan pelacakan
lokasi pasien
- Pencarian informasi mengenai
volume, wadah, dan tindakan
pencegahan khusus untuk
Pengumpulan
menangani pasien.
dan Pengiriman
Proses pengambilan - Melakukan praktek plebotomi
Sampel
darah yang benar dan tepat.
Pelabelan specimen - Gunakan barcode.
Pengiriman - Penggunaan tabung pneumatic
specimen atau penggunaan sistem belt
conveyor.
Jenis spesimen - Tinjau penggunaan tabung
pemisah plasma dan serum
darah lengkap.
Kedatangan - Scan barcode.
specimen
Transportasi - Pertimbangankan
Aksesi specimen di dalam menggunakan tabung
laboratorium pneumatic atau konveyor.
Pernyotiran - Sampel langsung dari wadah
spesimen specimen (sesuai kebutuhan)
Intrumentasi - Penggunaan otomatisasi total
laboratorium
- Evaluasi throughput
Pengujian - Pastikan downtime dan backup
data.
- Gunakan pengulangan otomatis
(untuk hasil abnormal) dan

6
pengenceran untuk hasil yang
melebihi batas atas.
- Pertimbangkan verifikasi
otomatis hasil dalam batas
referensi
- Gunakan daftar uji yang
incomplete sesering mungkin.
Quality control - Menggunakan prosedur quality
control yang efisien.
Entry data - Interferens hasil dari alat ke
computer.
- Menghasilkan laporan
pendahuluan (mis. Mikrobiologi
dan Patologi Anatomi).
- Mengirimkan hasil melalui
computer, email, website, atau
Pelaporan
melalui pesan pribadi pada
social media.
- Pertimbangkan pencetakan
otomatis untuk lokasi seperti
ruang perawatan intensif.
- Berikan bantuan dengan hasil
dan interpretasi hasil pengujian.
- Memantau dan meningkatkan
TAT (rata-rata, median, kriteria
pertemuan presentasi dan/atau
outliner.
Untuk setiap
- Mengevaluasi aliran specimen
langkah
untuk memaksimalkan efisiensi
kerja.
- Melacak dan mengeliminasi
kesalahan.

7
Tabel 2: Standar Pelayanan Minimal Setiap Jenis Pelayanan, Indikator dan Standar
Laboratorium Kesehatan

JENIS INDIKATOR STANDAR


PELAYANAN

Laboratorium Waktu tunggu hasil pelayanan ≤ 140 menit


Patologi Klinik laboratorium.
Kimia darah & darah
rutin.

Pelaksana ekspertisi Dokter Spesialis


Patologi Klinik

Tidak adanya kesalahan pemberian hasil 100 %


pemeriksaan laboratorium.

Kepuasan pelanggan. ≥ 80 %

Pengelolaan Limbah Buku mutu limbah cair a. BOD < 30 mg/1

b. COD < 80 mg/1

c. TSS < mg/1

d. PH 6-9

Pengelolaan limbah padat infeksius 100 %


sesuai dengan aturan.

8
Contoh Dokumen Turn Around Time Laboratorium

9
KESIMPULAN

Ketepatan waktu adalah atribut kualitas yang sangat penting untuk laboratorium
mana pun. TAT laboratorium dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan cara
implementasi SIL, penerbitan laporan tercetak, pengkodean sampel, pengumpulan
sampel oleh phlebotomists yang terlatih dan pemrosesan sampel oleh teknisi yang
kompeten akan mengurangi TAT secara signifikan. Rintangan terbesar untuk TAT
cepat dalam pengaturan adalah ketergantungan pada kurir manual untuk sampel
transportasi dan pengiriman laporan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Saswati Das and B. C. Koner. 2016. Turn Around Time a Quality Attribute for
Laboratory Proficiency: A One Year Experience. Department of Biochemistry,
Maulana Azad Medical College, New Delhi-110002. Academia Edu.
(https://www.academia.edu diakses 16 April 2019).
Robert C Hawkins. 2007. Laboratory Turn Around Time. PMC: US National
Library of Medicine National Institute Of Health.
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov diakses 16 April 2019).

Wilda Fadila. 2017. SOP TAT LAB. SCRIBD. (https://www.scribd.com diakses 20


April 2019).

11
TENTANG KELOMPOK

Dari kiri ke kanan: Erdina dan Cindy

Profil Anggota Kelompok 10

Erdina Eka Putri Cindy Sukmawardani


Lamongan, 24 Agustus 1997 Surabaya, 23 Oktober 1998
NIM. P27834116009 NIM. P27834116022
DIV Analis Kesehatan DIV Analis Kesehatan
Alamat: Alamat:
Jalan K.Amin, RT 006, RW 002, Desa
Jalan Sidoyoso Wetan 1 no. 37,
Paciran, Kecamatan Paciran,
Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya
Kabupaten Lamongan
erdinaekaputri@gmail.com cindysukmawardani@gmail.com

12