Anda di halaman 1dari 4

SPO ALUR PASIEN RAWAT INAP DARI POLIKLINIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


- 1/3
RSU MITRA PARAMEDIKA
/SPO/XII/2018
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL 20 Desember 2018
(SPO)
dr. Ichsan Priyotomo
PENGERTIAN Alur pasien yang rawat inap melalui poliklinik dokter spesialis

Agar proses pemindahan pasien berlangsung dengan aman dan lancar serta
TUJUAN
pelaksanaannya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan
1. Seluruh pelayanan keperawatan di instalasi rawat inap berorientasi pada
mutu dan keselamatan pasien
KEBIJAKAN
2. Pengiriman pasien yang akan dirawat inap diantar oleh perawat yang
diberi kewenangan
1. Semua pasien dari poliklinik spesialis yang stabil dan dinyatakan rawat
inap langsung menuju bangsal, pengecualian jika pasien :
a. tidak stabil
b. terdapat nilai kritis
c. masih menunggu ketersediaan ruang rawat inap
d. direncanakan operasi dalam waktu < 2 jam
e. masuk diatas pukul 21.00 WIB
maka pemindahan melalui UGD terlebih dahulu untuk dilakukan
penanganan awal

PROSEDUR
2. Kriteria pasien tidak stabil

Kesadaran (Glasgow Coma Scale) < 14

MAP < 65 mmHg

Tekanan Darah Sistol > 180 mmHg

Diastol >110 mmHg

Nadi

< 1 tahun < 90 kali/menit


> 180 kali/menit

SPO ALUR PASIEN RAWAT INAP DARI POLIKLINIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


- 1/3
RSU MITRA PARAMEDIKA
< 80 kali/menit
1 tahun – 2 tahun
> 150 kali/menit

< 70 kali/menit
3 tahun – 5 tahun
> 130 kali/menit

< 60 kali/menit
6 tahun – 11 tahun
> 110 kali/menit

< 60 kali/menit
12 tahun – 18 tahun
> 110 kali/menit
PROSEDUR
< 50 kali/menit
Dewasa
> 110 kali/menit

Respirasi

< 25 kali/menit
< 1 tahun
> 60 kali/menit

< 20 kali/menit
1 – 2 tahun
> 50 kali/menit
SPO ALUR PASIEN RAWAT INAP DARI POLIKLINIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


- 1/3
RSU MITRA PARAMEDIKA
< 20 kali/menit
3 – 5 tahun
> 40 kali/menit

< 16 kali/menit
6 – 11 tahun
> 30 kali/menit

< 12 kali/menit
12 – 18 tahun
> 20 kali/menit

< 12 kali/menit
Dewasa
> 20 kali/menit

0
< 35 C
Suhu
0
> 40 C
PROSEDUR Gula Darah Sewaktu mg/dl
> 300

Saturasi O2 < 90 %

3. Pemeriksaan penunjang dilakukan sebelum pasien dipindah ke bangsal,


apabila ada hasil yang abnormal maka pelaporan sesuai SPO pelaporan
hasil kritis
4. Perawat poliklinik menulis terapi awal di lembar Bahan Medis Habis
Pakai (BMHP) sebelum memindah pasien ke rawat inap
5. Serah terima pasien rawat inap antara perawat poliklinik dengan
perawat/bidan rawat inap menggunakan lembar serah terima pasien di
rekam medis
6. Pasien dari poliklinik spesialis yang masuk melalui UGD maka dikelola
di ruang transit oleh perawat UGD sampai pasien mendapatkan ruang di
rawat inap

UNIT TERKAIT RAWAT JALAN, UGD, RAWAT INAP, KIA