Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN KASUS

Pada Tn.W Dengan Diagnosa Halusinasi Pendengaran

Diruang Belibis RSUD Atma Husada Mahakam

Samarinda

Disusun Oleh :

Nama : Barita Sri Wahyuni

NIM : 1911102412008

PRODI : Ners

Semester :1

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR


PROGRAM STUDI NERS KEPERAWATAN
SAMARINDA 2019
PENGKAJIAN

Ruang Rawat : Blibis Tanggal dirawat :

IDENTISA KLIEN

Initial : Tn. W Tgl pengkajian : 21/10/2019


Umur : 37 Tahun No.Rm : 2005 11 0003
Alamat : jln. Sungai Keledang, Samarinda
Sumber Data : Klien dan buku catatan medis

A. ALASAN MASUK
Alasan klien masuk, klien masuk melalui IGD pada tanggal 14 Oktober 2019 dengan
keluhan klien jalan tanpa busana didepan warung, mau membunuh adiknya, susah
tidur dan tertawa sendiri.

B. FAKTOR PREDISPOSISI
Klien mengatakan pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya dan pernah di rawat
di RSJD pada tanggal 3 September 2016 lalu. Pengobatan klien sebelumnya kurang
berhasil karena obat yang diberikan diganti sehingga hasilnya berbeda dari obat
sebelumnya. Klien pernah menjadi pelaku dalam aniaya fisik pada diri sendiri karena
marah meninju tembok jingga jari pasien terluka saat umur 34 tahun.
MASALAH KEPERAWATAN: Regimen keperawatan inefektif
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?
Klien mengatakan didalam anggota keluarga tidak ada yang mengalami gangguan
jiwa..
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperwatan
5. pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan :
Klien tidak mau menjawab pertanyaan, hanya tersenyum.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

C. FISIK
Tanda-tanda vital : TD : 139/97 mmHg, N : 89x/I, RR: 20x/I, T: 36,50 C
Ukur : BB: 80 Kg, TB: 170 Cm
Klien tidak ada keluhan pada fisik klien.
MASALAH KEPERAWATAN: Tidak ada masalah keperawatan
D. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Ket :

= Laki-Laki = Hubungan Keluarga =Klien


= Perempuan = Tinggal Serumah = orang terdekat

= Meninggal = Kembar = Hamil

Jelaskan : Klienmengatakan sudah lupa susuan keluarga sebelumnya, klien hanya


tinggal bersama kedua orangtuanya dan adik- adiknya, klien anak ke 2 dari 5
bersaudara, klien mengatkan paling dekat dengan ayah klien.
MASALAH KESEHATAN: Tidak ada malasalah keperawatan.

2. Konsep Diri
a. Citra tubuh
Klien mengatakan menyukai seluruh anggota tubuhnya.
b. Identitas diri
Klien adalah anak ke dua dari lima bersaudara dan klien sebagai laki-laki.
c. Peran
Klien sebagai seorang anak, klien biasanya bekerja mencari ikan.
d. Ideal diri
Klien mengatakan sebenarnya selama ini ingin menjadi petani tetapi belum
terealisasi.
e. Harga diri
Klien mengatakan malu dengan keluarga dan tetangga dilingkungan rumahnya.
MASALAH KEPERAWATAN: Harga Diri Rendah
3. Hubungan sosial
a. Orang yang berarti
Klien mengatakan orang yang terdekat ialah ayahnya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Klien mengatakan jarang bergaul dengan masyarakat, tidak pernh ikut kegitan
kelompok / masyarakat.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien mengatakan sering menyendiri.
MASALAH KEPERAWATAN : Isolasi Sosial

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan beragama Islam.
b. Kegiatan ibadah
Klien mengatkan jarang beribadah, tetapi klien hafal surah Al-Fatihah.
MASALAH KEPERAWATAN : Disstres Spiritual

E. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Penampian klien tidak rapi, terlihat berantakan berpenampilan, baju sobek –
sobek dan klien mandi tidak bersih, klien tidak pernah menyikat gigi hingga
bersih.
MASALAH KEPERAWATAN: Defiit perawatan diri berhias dan berpakaian
serta mandi.
2. Pembicaraan
Klien selama interaksi, pasien ketawa sendiri, saat ditanya klien kadang
bingung dan tidak terarah. Klien menjawab pertanyaan atau diajak berbincang
agak lambat dan bingung untuk memulai pembicaraan.
MASALAH KEPERAWATAN: Gangguan komunikasi verbal
3. Aktivitas motorik
Klien beraktivitas didalam rumah sakit seperti biasa dan mudah diarahkan.
MASALAH KEPERAWATAN: Tidak ada maslah keperawatan
4. Alam perasaan
Klien mengatakan saat ini perasaannya sedih dan malu dengan keadaanya
sekarang dan pasien merasa ketakutan jika suara – suara itu datang dan
menyuruhnya untuk marah-marah.
MASALAH KEPERAWATAN: Harga diri rendah dan Halusinasi
pendengaran
5. Afek
Afek susuai dan datar, ekspresi wajah sesuai dengan keadaan.
MASALAH KEPERAWATAN: Keputusasaan
6. Interksi selama wawancara
Selama wawancara, kontak mata kurang, klien selalu menundukan mata.
MASALAH KEERAWATAN: Isolasi Sosial
7. Persepsi
Gangguan persepsi pendengaran, pasien mengatakan sering mendengar
suara – suara yang menyuruhnya marah-marah.
MASALAH KEPERAWATAN: Gangguan persepsi sensori halusinasi
pendengaran
8. Proses pikir
Baik, pasien saat interksi pasien kooperatif dan bisa diarahkan.
MASALAH KEPERAWATAN: Tidak ada masalah keperawatan
9. Isi pikir
Isi pikir fobia, klien mengatkan ketakutan jika tidur klien mendengar suara-
suara lalu klien terbangun kembali.
Waham : tidak ada
MASALAH KEPERAWATAN: Gangguan persepsi sensori
10. Tingkat kesadaran
Baik, tidak ada idorientasi klien mampu mengenali sekarang ada dimana, hari
apa dan jam berapa, tingkat kesadaran klien baik dan sesuai keadaan.
MASALAH KEPERAWATAN: Tidak ada masalah keperawatan
11. Memori
Klien mengalami gangguan daya ingat jangka panjang, klien mengatkan hanya
mengingat sebagian masa lalunya.
MASALAH KEPERAWATAN: Tidak ada masalah keperawatan
12. Tingkat konsentrasi berhitung
Klien bisa berhitung 1 – 20 secara benar.
MASALAH KEPERAWATAN: Tidak Ada masalah keperawatan
13. Kemampuan penilaian
Klien memberikan penjelasan dengan mudah dan klien mampu diarahkan dalam
ADLnya.
MASALAH KEPERAWATAN:Tidak Ada masalah keperawatan
14. Daya tilik diri
Klien mengetahui sedang dirawat di RS jiwa.
MASALAH KEPERAWATAN:Tidak Ada masalah keperawatan

F. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Klien bisa makan sendiri tanpa bantuan dengan rapi 3 x sehari.
2. BAB/BAK
Klien BAB dan BAK sendiri tanpa bantuan.
3. Mandi
Klien dapat mandi dengan sendiri tanpa bantuan mandi 2-3 x sehari.
4. Berpakaian/berhias
Klien berpakaian dengan benar.
5. Istirahat dan tidur
Tidur siang, lama : dari jam 13.00 s/d 14.00
Tidur malam, lama: tidak menentu kadang masih terjaga karena mendngar
suara-suara yang menggangu telinganya
Aktivitas sebelum dan sesudah tidur.
Jelaskan : klien mengatakan tidak ada kegiatan apapun.
6. Penggunaan obat : bantuan total
Klien minum obat dibantu oleh perawat setelah makan.
7. Pemeliharaan kesehatan
 Perawatan lanjutan : ya
System pendukung
 Keluarga : ya
 Terapis : ya
 Teman sejawat : tidak
 Kelompok social : tidak
Jelaskan : Klien mengatakan jika keluar dari RSJ, Klien akan rajin kontrol
diRSJ yang mendukung perawatan lanjutan ini adalah keluarga dan
terapis, klien tidak memiliki teman.
8. Aktivitas didalam rumah
Mempersiapkan makan : ya, klien bisa mempersiapkan makanan.
Menjaga kerapian rumah : ya, klien dapat merapikan rumah.
Mencuci pakaian : ya, klien mampu mencuci pakaian.
Pengaturan keuangan : tidak, klien tidak dapat mengatur keuangan.
9. Aktivitas diluar rumah
Belaja : tidak, klien tidak dapat berbelanja.
Transportasi : tidak, klien hanya berjalan kaki.
Jelaskan : Klien tidak dapat melakukan semua kegiatan di luar rumah.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

G. MEKANISME KOPING
Adaptif :
 Klien mampu berbicara dengan orang lain.
Jelaskan : klien selalu bercerita jika memiliki masalah.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

H. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


 Masalah dengan dukungan kelompok
Tidak ada penolakan dilingkungan tempat tinggal atau masyarakat.
 Masalah berhubungan dengan lingkungan
Tidak ada penolakan dari lingkungan tempat tingga klien, tetapi klien jarang
bergaul karena malu.
 Masalah dengan pendidikan
Klien tidak lulus SD.
 Masalah dengan pekerjaan
Klien tidak berkerja, klien memiliki keinginan untuk jadi petani.
 Masalah dengan perumahan
Tidak ada masalah, klien tinggal di tempat padat penduduk.
 Masalah ekonomi
Tidak ada masalah
 Masalah dengan pelayanan kesehatan
Klien tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak Ada Masalah

I. KURANG PENGETAHUAN TENTANG


Klien mengatakan paham dengan kondisinya, pasien mengatakan masuk kembali
ke rumah sakit jiwa karena marah-marah dan ingin membunuh adiknya. Klien
paham dengen cara menghardik halusinasi.
MASALAH KEPERAWATAN: Tidak ada masalah keperawatan
J. ASPEK MEDIK
1. Diagnosa Medik : Skizofrenia, halusinasi + resiko perilaku kekerasan
2. Terapi Medik :
a. Stelosi 3x5 mg oral
b. Clozapine 0-0-100 mg oral
c. Meriopam 2x1 mg oral
K. HASIL LAB : 20-10-2019

No. Pemeriksaan Hasil Normal Satuan


1. Hemoglobin 13,0 13-16 Gr%
2. Laju Endap Darah 6 <10 Mm/jam
3. Leukosit 5000 4.000-10.000 /mm3
4. Eritosit 5,00 3,50-5,50 Juta/mm2
5. Hematokrit 50,5 37,0-54,0 Vol%
6. Trombosit 380.000 150.000-400.000 /mm3

L. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN

DATA MASALAH KEPERAWATAN

Data Subjektif: Regimen terapeutik


 Klien mengatakan pernah masuk
rumah sakit jiwa sebelumnya arena
marah-marah dan memukul dinding
hingg tanggannya terluka.

Data Objektif:
 Pasien pernah mengalami gangguan
jiwa sebelumnya, dan pengobatan
klien sebelumnya kurang berhasil
karena beralasan obatnya diganti
sehingga klien kambuh lagi.

Data Subjektif Harga diri rendah situasional


 Klien mengatakan lebih dekat dengan
ayahnya.
 Klien mengatakan jarang bergaul
dengan lingkungan sekitar rumah.
 Klien mengatakan merasa malu
dengan keadaannya.
Data Objektif
 Klien terlihat menyendiri
 Klien terlihat sedih
 Klien bercerita dengan menunduk,
menghindari kontak mata
Data Subjektif Gangguan komunikasi verbal
 -
Data Objektif
 Selama interaksi klien sering tertawa
sendiri, jika ditanya bigung dan tidak
terarah
 Respon lambat saat diajak mengobrol.

Data Subjektif Gangguan interaksi sosial


 -
Data Objektif
 Selama interaksi klien jarang
melakukan kontak mata / sering
menunduk.

Data Subjektif
 Klien mengatakan sering mendengar Gangguan persepsi sensori : Halusinasi
suara-suara yang menyuruhnya untuk Pendengaran
marah-marah.
Data Objektif
 Ekspresi wajah tegang
 Kontak mata kurang
 Klien terlihat gelisah

POHON MASALAH

Resiko perilaku kekerasan (diri sendiri, orang


lain, lingkungan, dan verbal)

Effect

Gangguan persepsi sensori : Halusinasi

Core Problem

Isolasi sosial

CAUSA
M. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN
1. Regimen terapeitik enefektif.
2. Harga diri rendah situasional.
3. Gangguan komunikasi verbal.
4. Gangguan interaksi sosial.
5. Gangguan persepsi sensori Halusinasi pendengaran.

N. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan persepsi sensori : Halusinasi
2. Isolasi sosial
3. Resiko perilaku kekerasan (diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan verbal).
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : T. W

Diagnosa Medis : Skizofrenia (gang. Halusinasi pendengaran)

NO Hari/Tanggal Diagnosa SLKI SIKI


Keperawatan
1. Senin, D.0085 Gangguan Setelah dilakukan tindakan keperawatan I. 09288 Manajemen Halusinasi :
21/10/2019 persepsi sendori : selama 3x diharapkan gangguan persepsi  Observasi :
Halusinasi sensori : Halusinasi akan membaik dengan 1.1 Memonitor perilaku yang
indikator : mengindikasi halusinasi.
1.2 Monitor dan sesuaikan tingkat
Indikator Awal Target aktivitas dan stimulasi lingkungan.
1. Verbalisasi mendengar 1 5 1.3 Monitor isi halusinasi (misal :
bisikan kekerasan/membahayakan diri
2. Perilaku Halusinasi 2 5 sendiri)
3. Menarik diri 3 5  Terapeutik :
4. Melamun 3 5 1.4 Pertahankan lingkungan yang
aman.
Keterangan : 1.5 Diskusikan perasaan dan respon
1 = meningkat terhadap halusinasi.
2 = cukup meningkat 1.6 Hindari perdebatan tentang
3 = sedang vsliditas halusinasi.
4 = cukup menurun  Edukasi :
5 = menurun 1.7 Anjurkan memonitor sendiri
terjadinya halusinasi.
 Kolaborasi :
1.8 Kolaborasi pemberian psikotik.
2. Senin, D.0123 Perilaku L. 09076 (Kontrol Diri ) : I.09290 (Manajemen pengendalian
21/10/2019 Setelah dilakukan tindakan keperawatan marah) :
kekerasan
selama 3x diharapkan masalah perilaku  Observasi :
kekerasan akan menurun dengan indikator : 2.1 Identifikasi penyebab /
Indikator Awal Target pemicu kemarahan.
1. Verbalisasi ancaman 2 5 2.2 Identifikasi harapan perilaku
kepada orang lain. terhadap ekspresi kemarahan.
2. Perilaku menyerang. 2 5  Terapeutik :
3. Perilaku melukai diri 2 5 2.3 Gunakan pendekatan yang
sendiri, orang lain. tenang dan meyakinkan.
4. Perasaan merusak 2 5 2.4 Cegah menyakiti fisik akibat
lingkungan. ekspresi marah (mis.
5. Suara keras. 2 5 Menggunakan senjata).
6. Bicara ketus. 2 5  Edukasi :
2.5 Jelaskan makna, fungsi
marah, frustasi dan respon
Keterangan : marah.
1 = meningkat 2.6 Anjurkan meminta bantuan
2 = cukup meningkat pada perawat atau keluarga
3 = sedang selama ketegangan meningkat.
4 = cukup menurun 2.7 Ajarkan startegi untuk
5 = menurun mencegah marah maladaptif.
 Kolaborasi :
2.8 Kolaborasi pemberian obat,
jika perlu
3 Senin, D.0121 Isolasi L. 13116 (Keterlibatan Sosial) I.0518 (Promosi sosialisasi) :
21/10/2019 Setelah dilakukan tindakan keperawatan  Observasi :
sosial
selama 3x diharapkan masalah isolasi sosial 3.1 Identifikasi kemampua
akan menurun dengan ekspresi : melakukan interaksi dengan orang
Indikator Awal Target lain.
1. Verbalisasi isolasi 3 5 3.2 Identifikasi hambatan
2. Perilaku menarik 3 5 melakukan interaksi dengan orang
diri. lain.
3. Verbalisasi 2 5  Terapeutik
perasaan berbeda 3.3 Motivasi meningkatkan
dengan oarang lain. keterlibatan dalam suatu hubungan.
4. Efek murung / sedih 2 5 3.4 Motivasi kesabaran dalam
. menggabungkan suatu hubungan.
3.5 Motivasi untuk berpartisipati
dalam aktivitas baru dan tetapkan
Keterangan : kemampuan.
1 = meningkat  Edukasi
2 = cukup meningkat 3.6 Anjurkan berinteraksi dengan
3 = sedang orang lain secara bertahap.
4 = cukup menurun 3.7 Anjurkan ikut serta kegiatan
5 = menurun sosial dan kemasyarakatan.
3.8 Anjurkan berbagi pengalaman
dengan orang lain.
3.9 Latih mengekspresikan marah
dengan tepat.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama Pasien : Tn. W
Diagnosa Medis : Skizofrenia
No. Diagnosa Implementasi Evaluasi
Kep.
1. Gangguan Manajemen Halusinasi : S : Klien mengatakan mendengar bisikan/
persepsi  Observasi : suara-suara yang menyuruhnya untuk
sensori : 1.1 Memonitor perilaku yang marah-marah.
Halusinasi mengindikasi halusinasi. O : Klien nampak lesu
Senin , 21- A : Masalah belim teratasi
S : klien mengatakan jika sedang sendiri
10-2019
suara itu muncul kembali.
Indikator Awal Target Capaian
O : klien terlihat gelisah
1. Verbalisasi 1 5 3
1.3 Memonitor isi halusinasi (misal :
mendengar
kekerasan/membahayakan diri sendiri)
bisikan
S : klien mengatakan ada suara-suara
2. Perilaku 2 5 3
yang menyuruh klien marah-marah.
Halusinasi
O:-
3. Menarik diri 3 5 4
4. Melamun 3 5 4
 Terapeutik :
1.4 Mempertahankan lingkungan yang P : Lanjutkan intervensi observasi, terapetik,
aman. mengajarkan Sp 1p dan Sp2P halusinasi.
S:-
O : Pasien berada di rumah sakit jiwa.
1.5 Diskusikan perasaan dan respon
terhadap halusinasi
S:
- mengatakan jika tidur dimalam hari
kadang terganggu dengan suara-
suara yang menyuruh untuk marah-
marah.
- Klien mengatakan jika mendengar
suara-suara itu klien terbangun dan
tidak bisa tidur kembali.
O : klien tampak cemas

 Kolaborasi :
1.8 Berkolaborasi pemberian psikotik
S:-
O : obat Stelosis 3 x 5mg, Dozopine 0-0-
100mg, dan Meriopam 2x1mg..

2. Perilaku Manajemen pengendalian marah : S : Klien mengatakan marah secara tiba-tiba


kekerasan  Observasi : karena mendengar suara – suara yang
2.1 Mengidentifikasi penyebab / menyuruhnya marah.
pemicu kemarahan. O : Ketika interaksi kadang masih mata
masih melotot..
S : klien mengatakan tiba-tiba marah
A : masalah teratasi
sendiri tanpa sebab.
Indikator Awal Target Capaian
O:-
1. Verbalisasi 2 5 4
2.2 Mengidentifikasi masalah
ancaman kepada
perilaku terhadap ekspresi
orang lain.
kemarahan.
2. Perilaku 2 5 4
S : Klien mengatkan tidak ingin
menyerang.
marah-marah lagi.
3. Perilaku 2 5 4
O : klien terlihat sedikit tegang.
melukai diri
sendiri, orang
 Terapeutik : lain.
2.3 Menggunakan pendekatan yang
4. Perasaan 2 5 4
tenang dan meyakinkan.
merusak
S:-
lingkungan.
O : Membina hubungan saling
5. Suara keras. 2 5 4
percaya.
6. Bicara ketus. 2 5
2.4 Mencegah menyakiti fisik akibat
ekspresi marah (mis. Menggunakan
senjata). P : Lanjutkan intervensi, monitor, observasi
S = klien mengatakan memukul terapeutik dan evaluasi.
tembok njika sedang marah sampai
jari terluka.
O:-

 Edukasi :
2.7 Mengajarkan startegi untuk
mencegah marah maladaptif.
S:-
O : Menguatkan untuk mengontrol
emosi

 Kolaborasi :
2.8 Berkolaborasi pemberian obat,
jika perlu
S :-
O : obat Stelosis 3 x 5mg, Dozopine
0-0-100mg, dan Meriopam 2x1mg

3. Isolasi Promosi sosialisasi : S : klien mengatakan malu untuk bergaul di


sosial  Observasi : lingkungan rumah tempat tinggalnya.
3.1 Mengidentifikasi kemampua O : Kontak mata sesekali
melakukan interaksi dengan orang lain. A : Masalah teratasi sebagian
S : Klien mengatakan jarang bergaul Indikator Awal Target Capaian
dengan lingkungannya sekitar rumah. 1. Verbalisasi 3 5 4
O:- isolasi
3.2 Mengidentifikasi hambatan 2. Perilaku 3 5 4
melakukan interaksi dengan orang lain. menarik diri.
S : klien mengataan malu dengan 3. Verbalisasi 2 5 3
perasaan
kondisinya. berbeda
O:- dengan oarang
lain.
 Terapeutik 4. Efek murung 2 5 4
3.5 Memotivasi untuk berpartisipati / sedih .
dalam aktivitas baru dan kegiatan P : Lanjutkan intervensi promosi isolasi
kelompok.
S:-
O : membicarakan aspek positif yang
ada didirinya.

 Edukasi
2.7 Menganjurkan ikut serta kegiatan
sosial dan kemasyarakatan.
S : Klien mengatkan ada yang dikenal di
ruangannya.
O : klien berbincang – bincng dengan
teman sekamarnya.
3.9 Melatih mengekspresikan marah
dengan tepat
S : klien mengatakan paham cara
mengontrol emosi
O:-
.
No. Diagnosa Implementasi Evaluasi
Kep.
1. Gangguan Manajemen Halusinasi : S : Klien mengatakan masih mendengar
persepsi  Observasi : suara-suara berisik saat jam tidur malam.
sensori : 1.1 Memonitor perilaku yang O : Klien nampak lesu
Halusinasi mengindikasi halusinasi. A : Masalah belim teratasi
Selasa , 22-
S : klien mengatakan jika tidur dimalam
10-2019 Indikator Awal Target Capaian
hari masih mendengar suara – suara
sehingga mengganggu tidurnya. 1. Verbalisasi 1 5 3
O : menghajarkan menghardik mendengar
halusinasi, sert bercakap-cakap dan bisikan
membaca al-fatihah sebelum tidur. 2. Perilaku 2 5 3
1.3 Memonitor isi halusinasi (misal : Halusinasi
kekerasan/membahayakan diri sendiri) 3. Menarik diri 3 5 4
S : klien mengatakan ada suara-suara 4. Melamun 3 5 4
yang menyuruh klien marah-marah.
P : Lanjutkan intervensi observasi, terapetik,
O :Klien mengetahui cara menghardik mengajarkan Sp 3p dan Sp4P halusinasi.
dan membaca al-fatihah.

 Terapeutik :
1.4 Mempertahankan lingkungan yang
aman.
S:-
O : Pasien berada di rumah sakit jiwa.
 Kolaborasi :
1.8 Berkolaborasi pemberian psikotik
S:-
O : klien mengkonsumsi obat clorozapine.
2. Perilaku Manajemen pengendalian marah : S : Klien mengatakan tidak ingin marah –
kekerasan  Observasi : marah lagi, tetapi masih mendengar suara –
2.2 Mengidentifikasi masalah suara yang sering menyuruhnya marah-
perilaku terhadap ekspresi marah.
O : Mata klien tidak melotot lagi.
kemarahan.
A : masalah teratasi
S : Klien mengatkan tidak ingin
Indikator Awal Target Capaian
marah-marah lagi.
1. Verbalisasi 2 5 5
O : Klien dapat diarahkan untuk
ancaman kepada
mengontrol halusinasi.
orang lain.
2. Perilaku 2 5 5
 Terapeutik :
menyerang.
2.3 Menggunakan pendekatan yang
3. Perilaku 2 5 5
tenang dan meyakinkan.
melukai diri
S:-
sendiri, orang
O : Klien bercerita apa penyebab
lain.
klien marah.
4. Perasaan 2 5 5
2.4 Mencegah menyakiti fisik akibat
merusak
ekspresi marah (mis. Menggunakan
lingkungan.
senjata).
5. Suara keras. 2 5 5
S = klien mengatakan tidak ingi
6. Bicara ketus. 2 5 5
merah –marah lagi dan tidak ingin
mumukul sendok.
O:- P : Jentikan intervensi manajemen
pengendalian marah.
 Edukasi :
2.5 Menjelaskan makna, fungsi
marah, frustasi dan respon marah.
S :klien mengatakan ingin
mengespresikan marah dengan
benar.
O:-
2.7 Mengajarkan startegi untuk
mencegah marah maladaptif.
S : klien mengatakan tahu cara
mengontrol emosi
O:-
 Kolaborasi :
2.8 Berkolaborasi pemberian obat,
jika perlu
S :-
O : obat merlopam 2 x1

3. Isolasi Promosi sosialisasi : S:


sosial  Observasi :
3.1 Mengidentifikasi kemampua - Klien mengatakan selama dirumah
melakukan interaksi dengan orang lain. sakit sudah bisa bergaul bersama
teman sekamarnya.
S : Klien mengatakan selama dirawat
- Klien mengatakan jika dirumah sering
klien mau berinteraksi dengan teman menyendiri,
sekamarnya. O : Afek datar
O : klien berbincang dengan teman A : Masalah teratasi sebagian
sekamarnya. Indikator Awal Target Capaian
1. Verbalisasi 3 5 4
 Terapeutik isolasi
3.5 Memotivasi untuk berpartisipati 2. Perilaku 3 5 5
dalam aktivitas baru dan kegiatan menarik diri.
kelompok. 3. Verbalisasi 2 5 3
S:- perasaan
O : klien berjoget bersama teman berbeda
sekamarnya ketike musik diputar. dengan oarang
lain.
 Edukasi 4. Efek murung 2 5 4
3.6 Anjurkan berinteraksi dengan orang / sedih .
lain secara bertahap. P : Lanjutkan intervensi promosi isolasi
S : Klien mengatkan jarang bergaul
dengan lingkungan sekitar rumah.
O : memberi motivasi keada pasien
untuk ikut kegiatan sosia dan
kemasyarakatan itu baik.

No. Diagnosa Implementasi Evaluasi


Kep.
1. Gangguan Manajemen Halusinasi : S : Klien mengatakan masih mendengar
persepsi  Observasi : bisikan/ suara-suara yang menyuruhnya
sensori : 1.1 Memonitor perilaku yang untuk marah-marah ketika tidur dimalam hari
Halusinasi mengindikasi halusinasi. dan ketika melamun.
Rabu , 23- O : Klien nampak lesu dan afek datar
S : klien mengatakan jika sedang sendiri
10-2019 A : Masalah belum teratasi
/ melamun maka suara – suara yang
muncul marah itu terdengar lagi. Indikator Awal Target Capaian
O : klien terlihat gelisah 1. Verbalisasi 1 5 4
1.2 Memonitor dan sesuaikan tingkat mendengar
aktivitas dan stimulasi lingkungan. bisikan
S:- 2. Perilaku 2 5 4
O : Mengajarkan menjadwalkan Halusinasi
kegiatan seperti membersihkan tempat 3. Menarik diri 3 5 4
tidur ketika halusinasi itu muncul 4. Melamun 3 5 4
kembali.
1.3 Memonitor isi halusinasi (misal : P : Lanjutkan intervensi observasi, terapetik,
kekerasan/membahayakan diri sendiri) mengajarkan Sp 5P halusinasi.
S : klien mengatakan ada suara-suara
yang menyuruh klien marah-marah.
O:-

 Terapeutik :
1.4 Mempertahankan lingkungan yang
aman.
S:-
O : Pasien dalam perawatan di bangsal
blibis RSJ.

 Kolaborasi :
1.8 Berkolaborasi pemberian psikotik
S:-
O : obat Stelosis 3 x 5mg.
2. Isolasi Promosi sosialisasi : S : klien mengatakan bisa bergaul dengan
sosial  Observasi : teman satu kamarnya dan ada salah satu
3.1 Mengidentifikasi hambatan teman yang diketahui namanya.
melakukan interaksi dengan orang lain. O : Klienmengobrol dengan teman satu
kamarnya
S : Klien mengatakan bisa berbaur
A : Masalah teratasi sebagian
dengan teman sekamarnya selama di
Indikator Awal Target Capaian
rumah sakit jiwa.
1. Verbalisasi 3 5 4
O : Klien mengobrol dengan teman
isolasi
sekamarnya.
2. Perilaku 3 5 4
menarik diri.
 Terapeutik
3. Verbalisasi 2 5 4
3.3 Memotivasi meningkatkan
perasaan
keterlibatan dalam suatu hubungan
berbeda
S:-
dengan oarang
O : memberi support kepada pasien
lain.
bahwa bergaul dengan teman itu baik.
4. Efek murung 2 5 4
3.5 Memotivasi untuk berpartisipati
/ sedih .
dalam aktivitas baru dan kegiatan P : Lanjutkan intervensi promosi isolasi
kelompok.
S:-
O : memberi support kepada pasien agar
mau agar mau berpartisipasi dalam
aktivitas yang sudah dijadwalkan. Aagar
mendapat teman dan membantu
menghilangkan hausinasi.

 Edukasi
3.8 Menganjurkan berbagi pengalaman
dengan orang lain.
S:-
O : Melatih pasien untuk bisa bercerita
kepada temannya salah satunya dengan
cerita pengalaman hidupnya.
.