Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN BUTON SELATAN

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS GERAK MAKMUR
KECAMATAN SAMPOLAWA
Jl. Poros Lande, Desa Gerak Makmur, Kec. Sampolawa, Kode Pos : 93753,
Email: pkmgerakmakmur@gmail.com. No. Telp/HP 085256565160

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS GERAK MAKMUR


NOMOR : 800/ /PKM-GM/SK/C.3/I/2019.

TENTANG

SASARAN KESELAMATAN PASIEN


DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA UPTD PUSKESMAS GERAK MAKMUR

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya memberikan pelayanan klinis


yang bermutu perlu meningkatkan keselamatan
pasien.
b. Bahwa untuk meningkatkan keselamatan pasien
perlu menetapkan sasaran – sasaran keselamatan
pasien.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan
b, perlu menetapkan Keputusan Kepala Puskesmas
Gerak Makmur tentang Sasaran Keselamatan Pasien.
Mengingat : a. UU Nomor 29 tahun 2009, tentang Praktik
Kedokteran;
b. UU Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;
c. Peraturan Menteri Kesehatan no 75 Tahun 2014
tentang Puskesmas

d. Peraturan menteri Kesehatan


No.269/MENKES/PER/III/ 2008 Tentang Rekam
Medis;
e. Peraturan Menteri Kesehatan
No.290/MENKES/PER/III/ 2008 Tentang Persetujuan
Tindakan Kedokteran.
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS GERAK


MAKMUR TENTANG SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Kesatu : Menentukan sasaran keselamatan pasien sebagaimana


terlampir dalam keputusan ini.

Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan


apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya, maka akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Lande
Pada tanggal Januari 2019
KEPALA UPTD PUSKESMAS GERAK MAKMUR

IMANUDDIN
LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS GERAK MAKMUR
NOMOR : 800/ /PKM-GM/SK/C.3/I/2019
TANGGAL : JANUARI 2019
TENTANG : SASARAN KESELAMATAN PASIEN

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Tujuan dari ditetapkannya sasaran keselamatan pasien adalah untuk


mendorong perbaikan spesifik dalam keselamatan pasien. Sasaran menyoroti
bagian-bagian yang bermasalah dalam pelayanan kesehatan dan menjelaskan
bukti serta solusi dari konsensus berbasis bukti dan keahlian atas
permasalahan ini.
Untuk meningkatakan keselamatan pasien perlu dilakukan pengukuran
terhadap sasaran – sasaran keselamatan pasien.
Indikator pengukuran sasaran keselamatan pasien seperti pada tabel berikut
ini:

Tabel 1. Indikator Sasaran Keselamatan Pasien

NO INDIKATOR JUDUL TARGET

Tidak terjadinya
Mencocokkan nama,umur pasien
1 kesalahan identifikasi 90%
pada RM
pasien

Tidak terjadi miskomunikasi


Terjadinya komunikasi
2. antara sesama petugas, petugas 100%
efektif
pasien

Tidak terjadinya Tidak terjadi kesalahan pemberian


3 kesalahan pemberian obat 100%
obat

Tidak terjadinya
kesalahan prosedur Bekerja sesuai SOP 90%
4
tindakan medis dan
keperawatan
Pengurangan terjadinya
Kepatuhan hand hygiene dan
5 resiko infeksi di 90%
penggunaan APD
puskesmas

Tidak adanya kejadian pasien


Tidak terjadinya pasien
6 jatuh saat berkunjung di 90%
jatuh
puskesmas

a. Tidak terjadinya kesalahan identifikasi pasien


b. Terjadinya komunikasi efektif
c. Tidak terjadinya kesalahan pemberian obat
d. Tidak terjadinya kesalahan prosedur tindakan medis dan keperawatan
e. Pengurangan terjadinya resiko infeksi di Puskesmas
f. Tidak terjadinya pasien jatuh

1. Tidak terjadinya Kesalahan Identifikasi Pasien


Identifikasi pasien yang tepat meliputi tiga detail wajib, yaitu: nama,
umur, nomor rekam medis pasien. Kegiatan identifikasi pasien dilakukan
pada saat pemberian obat, pengambilan spesimen atau pemberian
tindakan.

Pengukuran indikator dilakukan dengan cara menghitung jumlah pasien


yang teridentifikasi tepat yang disurvei pada suatu unit pelayanan dibagi
jumlah seluruh pasien yang dilayani pada unit pelayanan tersebut.

Jumlah pasien yang teridentifikasi tepat


X 100%
Jumlah seluruh pasien yang dilayani

2. Tidak Terjadinya Kesalahan Pemberian Obat Kepada Pasien


Ketepatan pemberian obat kepada pasien dimaksudkan agar tidak
terjadi kesalahan identifikasi pada saat memberikan obat kepada pasien.
Pengukuran indikator dilakukan dengan cara menghitung jumlah pasien
yang dilayani oleh bagian farmasi dikurangi kejadian kesalahan pemberian
obat dibagi jumlah seluruh pasien yang mendapat pelayanan obat.

Jumlah pasien yg dilayani – kejadian kesalahan pemberian obat


X 100%
Jumlah pasien yang mendapat pelayanan obat

3. Tidak Terjadi Kesalahan Prosedur Tindakan Medis dan Keperawatan


Dalam melaksanakan tindakan medis dan keperawatan, petugas harus
selalu melaksanakannya sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Identifikasi
pasien yang akan mendapatkan tindakan medis dan keperawatan perlu
dilakukan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemberian prosedur.
Pengukuran indikator dilakukan dengan cara menghitung jumlah tindakan
yang dilakukan dikurangi kejadian kesalahan prosedur tindakan dibagi
dengan seluruh tindakan medis yang dilakukan.

Jumlah tindakan medis dan keperawatan yang dilakukan –


kejadian kesalahan prosedur
X 100%
Jumlah seluruh tindakan medis dan keperawatan yang dilaksanakan

4. Pengurangan Terjadinya Risiko Infeksi di Puskesmas


Agar tidak terjadi risiko infeksi, maka semua petugas UPTD Puskesmas
Gerak Mamur wajib menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci
tangan 6 langkah dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau hands
scrub. Enam langkah cuci tangan harus dilaksanakan pada lima keadaan,
yaitu:
1. Sebelum kontak dengan pasien

2. Setelah kontak dengan pasien

3. Sebelum tindakan aseptik

4. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien

5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.


Pengukuran terjadinya risiko infeksi di Puskesmas dilakukan dengan
cara menghitung jumlah petugas yang melakukan cuci tangan 6 langkah
pada 5 keadaan tersebut di atas yang disurvei dibagi dengan jumlah
petugas pelayanan klinis yang disurvei.

Jumlah petugas yang melakukan 6 langkah cuci tangan pada 5 keadaan


X 100%
Jumlah semua petugas pelayanan klinis yang disurvei

5. Tidak Terjadinya Pasien Jatuh


Setiap pasien yang dirawat di UPTD Puskesmas Gerak Makmur
dilakukan pengkajian terhadap kemungkinan risiko jatuh untuk
meminimalkan risiko jatuh. Pencegahan terjadinya pasien jatuh dilakukan
dengan cara:
a. Memberikan identifikasi jatuh pada setiap pasien dengan pada setiap
pasien yang beresiko jatuh dengan memberi tanda ID Card
b. Memberikan intervensi kepada pasien yang beresiko serta memberikan
lingkungan yang aman.
Pengukuran terhadap tidak terjadinya pasien jatuh dilakukan dengan
cara menhitung jumlah pasien yang dirawat dikurangi kejadian pasien
jatuh dibagi dengan jumlah semua pasien yang dirawat.

Jumlah pasien yg dirawat – kejadian pasien jatuh


X 100%
Jumlah semua pasien yang dirawat

Ditetapkan di Lande
Pada tanggal Januari 2019
KEPALA UPTD PUSKESMAS GERAK MAKMUR

IMANUDDIN