Anda di halaman 1dari 4

Bahasa Indonesia, Minggu, 10 November 2019

Proposisi :

a. istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. (Alpi)

b. Pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar dan salahnya. (Lazuardi)

c. Pernyataan atau ungkapan yang dapat disangkal atau diyakini dan dapat dicari kebenarannya
dan kesalahannya. (Salsa)

d. Memiliki 3 unsur kalimat yang arti penuh dan utuh. ( Fajar )

Contoh Proposisi :

1. Semarang ialah Ibu kota provinsi Jawa Tengah ( proposisi yang bernilai benar karena Semarang
ialah Ibu kota Jawa Tengah ). ( Rafi’I )

2. Subjek + penghubung + predikat. Misalkan : Lukman ( S ) adalah ( penghubung ) guru agama (


predikat ).

Pembagian proposisi :

a. Metode Deduktif adalah metode berfikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu
seteru
1. Menarik simpulan secara langsung : metode berfikir
2. Menarik simpulan secara tidak langsung

Metode deduktif adalah metode berfikir yang menerapkan hal-hal umum terlebih dahulu
seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Contohnya : Masyarakat Iandonesia
komsumtif ( umum ) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan ( Khusus ) dan kegiatan
imitasi ( khusus ) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup komsumtip sebagai prestasi
sosial dan penanda status sosial.

Penalaran Deduktif :

1. Menarik kesimpulan secara langsung


a. Semua S adalah P
“Semua ular binatang berbisa”
sebagian P adalah S
“Sebagian binatang berbisa ular”
b. Tidak satupun S adalah P
“Tidak satupun ular adalah mamalia”
Tidak satupun P adalah S
“Tidak satupun mamalia adalah ular”
c. Semua S adalah P
“Semua apel adalah buah”
Tidak satupun S adalah tak P
“Tidak satupun apel adalah tak buah”
2. Menarik simpulan secara tidak langsung
a. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi primes dan kesimpulan yang kategoris
“Semua makhluk hidup pasti mati”
“Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA”
“Semua tumbuhan memerlukan air”
“Semua air hujan berasal dari uapan air laut”

Semua makhluk hidup bernafas


Semua manusia adalah makhluk hidup
Jadi, semua manusia bernafas
b. Silogisme hipotesis
Jika tidak ada makanan, manusia akan kelaparan ( Mayor )
Makanan tidak ada. Jadi, manusia kelaparan
jika ada makanan, manusia tidak akan kelaparan. Makanan ada.
Jadi, manusia tidak akan kelaparan.

Jika besi dipanaskan, besi akan memuai


Besi dipanaskan. Jadi, besi memuai
Jika besi tidak dipanaskan, besi tidk akan memuai. Besi tidak dipanaskan.
Jadi, besi tidak akan memuai
Penalaran induktif :
1. Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju
kesimpulan umum.
Contoh :
Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikata
seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihat dengan mudah.
Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah.
Diungkapkan persurat kabaran radio, dan tv pemakaian bahasa Indonesia belum lagi dapat
dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum
memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta-fakta diatas
menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan. (Yulia)

Semua buah berwarna hijau rasanya manis. (kalimat itu hanya memiliki kebenaran probabilitas
karena belum pernah diselidiki kebenarannya. (Om Anjay)

Dapat dikatakan banjir bandang yang melanda Denpasar minggu lalu itu membawa dampak
yang buruk bagi kesehatan anak korban banjir. (bpk Mahmudien)
Murid laki-laki itu pergi kesekolah, dia memakai seragam sekolah.
Murid perempuan itu pergi kesekolah, dia memakai seragam sekolah.
Generalisasinya : semua murid yang pergi kesekolah memakai seragam sekolah. (om
anjay lagi)

Buah kedondong berwarna hijau dan rasanya manis


Buah kelapa berwarna hijau dan rasanya manis
Buah yang rasanya manis berwarna hijau (Claudia is the best)

2. Analogi
Contoh :
Seorang pemain bola yang professional atau berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet.
Menjadi doktor yang professional dibutuhkan pembelajaran atau penelitian yang rajin dan ulet.
Oleh karena itu untuk menjadi seorang pemain bola maupun seorang doktor diperlukan latihan
atau pembelajaran. (Nildawati)

Hidupku tanpa cintamu bagaikan langit tanpa sinar matahari (Fi’i)

Badannya begitu lentur seperti karet (Salmon bekicap)

Manusia yang bijaksana dan berilmu tinggi adalah manusia yang tidak sombong. (Om Anjay)

Mendidik anak sama seperti merawat sebuah tanaman. Dalam merawat tanaman, kita mesti
merawat mereka secara telaten dan sabar, sehingga tanaman yang kita rawat bisa bertumbuh
dengan semestinya. Begitu juga dengan mendidik anak. Perlu adanya ketelatenan dan
kesabaran ekstra agar mereka dapat bertumbuh dengan semestinya. Oleh karena itu kita harus
mendidik anak kita dengan telaten dan sabar seperti halnya saat kita merawat tumbuhan.
(hafiz)

Orang yang berilmu pengetahuan ibarat gula yang mengundang banyak semut. Dia menjadi
cahaya bagi diri dan sekelilingnya. Maka dari itu jadilah orang yang berilmu agar menjadi cahaya
bagi diri dan sekelilingnya. (Lazu)

Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari.
Maka tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih tiap hari. (OM Anjay kembali)

Salsa adalah lulusan sekolah SLB


Salsa dapat menjalankan tugas dengan cepat
Hafiz adalah lulusan sekolah SLB
Oleh sebab itu, Hafiz dapat menjelaskan tugas dengan cepat (Bunda)
3. Hubungan kausal
Contoh :
Penumpukan sampah disungai Ciliwung
Air sungai meluap
Akibatnya banjir menimpa warga sekitar (Claudia)

Sampah menyebabkan air sungai meluap


Sampah menyebabkan virus penyakit
Jadi, karena air sungai meluap, pasti timbul virus penyakit

Cinta menyebabkan air mata mengalir


Cinta menyebabkan sakit hati
Jadi, karena sakit hati air mata mengalir

4. Salah Nalar

Generalisasi terlalu luas.

Contoh :

Kita bisa melakukan korupsi karena pejabat pemerintah melakukannya. (Claudia)

Orang Indonesia malas tetapi ramah. (Nayah)