Anda di halaman 1dari 6

2019

LSP P2
BBPLK
MEDAN
FR. SKEMA.

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI


PETUGAS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(K3) KONSTRUKSI

Skema Sertifikasi Kompetensi Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)


Konstruksi merupakan sertifikasi okupasi nasional yang dikembangkan oleh
komite skema sertifikasi LSP P2 BBPLK Medan. Kemasan kompetensi yang
digunakan mengacu pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan Kepmen nomor:
KEP.307 Tahun 2013 dalam kategori jasa profesional, ilmiah dan teknis golongan
pokok jasa arsitektur dan teknik sipil; analisis dan uji teknis golongan analisis dan
uji teknis sub golongan analisis dan uji teknis kelompok usaha jasa sertifikasi
jabatan kerja petugas keselamatan dan kesehatan kerja (k3) konstruksi. Skema
sertifikasi ini digunakan untuk memastikan Kompetensi Tenaga Kerja dan
sebagai acuan dalam asesmen oleh LSP P2 BBPLK Medan dan asesor
kompetensi.

Ditetapkan tanggal: 18-02-2019 Disahkan tanggal: 18-02-2019


Oleh: Oleh :

OK RAJA MUDA, ST WAWAN HARYANTO, ST


Ketua Komite Skema Ketua LSP
Nomor Dokumen : SS/PKK/LSPP2-BBPLKMDN/II/2019
Nomor Salinan : 01
Status Distribusi :
Terkendali

Takterkendali
1. LATAR BELAKANG

1.1. Diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015, di mana akan berlaku pasar bebas
khususnya tenaga kerja sehingga diperlukan sertifikasi sebagai bentuk pengakuan kompetensi
terhadap tenaga kerja ;
1.2. Kebijakan Kemenakertrans tentang kios 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, penempatan) calon tenaga kerja,
sehingga mengintegrasikan antara pelatihan, sertifikasi dan penempatan;
1.3. Implementasi Permenakertrans No.8 tahun 2013 tentang pedoman penyelenggaraan pelatihan berbasis
kompetensi, dimana mengintegrasikan pelatihan off thejob training dan on thejob training;
1.4. Penjaminan mutu lulusan hasil pelatihan sesuai dengan standar kompetensi kerja dalam rangka
penyiapan SDM yang kompetitif di pasar kerja;
1.5. Perlunya penjaminan kualitas dan pengakuan kompetensi dalam lingkup pekerjaan Petugas K3
Konstruksi dalam bentuk sertifikasi kompetensi.

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI


2.1. Bidang Kontruksi Khusus lainnya kelompok usaha jasa sertifikasi jabatan kerja Petugas Keselamatan
Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi
2.2. Lingkup pekerjaan Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi

3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Sebagai Acuan dalam pelaksanaan Sertifikasi oleh LSP P2-BBPLK dan Asessor.
3.2. Membangun, memastikan dan memelihara kompetensi para tenaga kerja dalam profesinya sebagai
Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.

4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
4.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi
Profesi.
4.3. Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional.
4.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia (KKNI).
4.5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 Tentang
Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional.
4.6. Permenakertrans No.08 tahun 2014 tentang pedoman penyelenggaraan PBK.
4.7. Kepmen nomor: KEP.307 Tahun 2013 dalam kategori jasa profesional, ilmiah dan teknis golongan
pokok jasa arsitektur dan teknik sipil; analisis dan uji teknis golongan analisis dan uji teknis sub
golongan analisis dan uji teknis kelompok usaha jasa sertifikasi jabatan kerja petugas keselamatan dan
kesehatan kerja (k3) konstruksi.
4.8. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 1/BNSP/III/2014 tentang Pedoman Persyaratan
Umum Lembaga Sertifikasi Profesi
4.9. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 4/BNSP/VII/2014 tentang Pedoman
Pengembangan Dan Pemeliharaan Skema Sertifikasi
SKEMA SERTIFIKASI PETUGAS K3 KONSTRUKSI SS/PKK/LSPP2-BBPLKMDN/II/2019

5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI


5.1. Jenis Kemasan : OKUPASI
5.2. Judul Skema Sertifikasi : Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi

NO KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI


Menerapkan Peraturan Perundang undangan
1 M.711000.001.01 Terkait Konstruksi & SMK3
Konstruksi Perusahaan di Tempat Kerja
2 M. 711000.002.01 Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja

Melakukan Persiapan Pelaksanaan K3


3 M.711000.003.01
Konstruksi
Melakukan Identifikasi Bahaya dan Resiko
4 M.711000.004.01
Pekerjaan
Melaksanakan Prosedur Kerja K3
5 M.711000.005.01
Konstruksi
Melaksanakan Prosedur Penanggulangan
6 M.711000.006.01
Keadaan Darurat
Membuat Laporan Pelaksanaan K3
7 M.711000.007.01
Konstruksi

6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI


6.1. Memiliki Ijazah, marksheet/sederajat minimal pendidikan SMA/Sederajat,atau
6.2. Memiliki Sertifikat Pelatihan Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, atau
6.3. BLK Binaan BBPLK Medan atau
6.4. Memiliki Pengalaman Kerja bidang Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi
selama 4 tahun dan dibuktikan surat tugas, atau
6.5. Adanya Hubungan Mitra Kerja dengan Lembaga BBPLK MEDAN.

7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT


7.1. Hak Pemohon
7.1.1 Memperoleh penjelasan tentang gambaran proses sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasi
[9.1]
7.1.2 Mendapatkan hak bertanya berkaitan dengan kompetensi Petugas Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja (K3) Konstruksi [9.1]
7.1.3 Memperoleh pemberitahuan tentang kesempatan untuk menyatakan dengan alasan permintaan
untuk disediakan kebutuhan khusus sepanjang integritas tidak dilanggar serta
mempertimbangkan aturan yang bersifat nasional [9.1]
7.1.4 Memperoleh hak banding terhadap keputusan sertifikasi [9.9]
7.1.5 Memperoleh sertifikat kompetensi jika dinyatakan kompeten [9.4]
7.1.6 Menggunakan sertifikat untuk promosi diri sebagai tenaga kerja atau calon tenaga kerja [9.7]

7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat


7.2.1 Melaksanakan keprofesian di bidang pekerjaan Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
Konstruksi [9.5]
7.2.2 Menjaga dan mentaati kode etik profesi secara sungguh – sungguh dan konsekuen [9.5]

LSP P2-BBPLK MEDAN, 2019 3


SKEMA SERTIFIKASI PETUGAS K3 KONSTRUKSI SS/PKK/LSPP2-BBPLKMDN/II/2019

7.2.3 Menjamin bahwa sertifikat kompetensi tidak disalahgunakan [9.8]


7.2.4 Menjamin terpelihara kompetensi yang sesuai pada sertifikat kompetensi [9.6]
7.2.5 Menjamin bahwa seluruh pernyataan dan informasi yang diberikan adalah terbaru, benar dan
dapat dipertanggungjawabkan [9.1]
7.2.6 Membayar biaya sertifikasi [8.2]

8. BIAYA SERTIFIKASI
8.1. Standar biaya sertifikasi mencakup asesmen, survailen, dan administrasi.
8.2. Biaya sertifikasi :
Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah), biaya di bayar langsung oleh asesi, atau pihak
instansi asesi/pemohon yang menanggungnya.
8.3. Biaya sertifikasi belum termasuk biaya akomodasi dan transportasi asesi yang merupakan beban
masing-masing peserta asesmen.

9. PROSES SERTIFIKASI
9.1 Persyaratan Pendaftaran
9.1.1 Pemohon memahami proses Asesmen Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
Konstruksi ini yang mencakup persyaratan dan ruang lingkup sertifikasi, penjelasan proses
penilaian, hak pemohon, biaya sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikat.
9.1.2 Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL- 01) yang dilengkapi dengan bukti :
a. Foto copy KTPatau identitas diri yang masih berlaku
b. Foto copy sertifikat pelatihan Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi
c. Pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar, ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar dengan latar
belakang biru
d. Ijazah terakhir 1 lembar
9.1.3 Pemohon mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti
pendukung.
9.1.4 Pemohon telah memenuhi persyaratan dasar sertifikasi yang telah ditetapkan.
9.1.5 Pemohon menyatakan setuju untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan memberikan setiap
informasi yang diperlukan untuk penilaian.
9.1.6 LSP P2 BBPLK Medan menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa pemohon
sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

9.2 Proses Asesmen


9.2.1. Asesmen Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi direncanakan dan
disusun dengan cara yang menjamin bahwa verifikasi persyaratan skema sertifikasi telah
dilakukan secara obyektif dan sistematis dengan bukti terdokumentasi untuk memastikan
kompetensi .
9.2.2. LSP P2 BBPLK Medan menugaskan Asesor Kompetensi untuk melaksanakan Asesmen.
9.2.3. Asesor memilih perangkat asesmen dan metoda asesmen untuk mengkonfirmasikan bukti yang
akan dikumpulkan dan bagaimana bukti tersebut akan dikumpulkan.
9.2.4. Asesor menjelaskan, membahas dan mensepakati rincian rencana asesmen dan proses
asesmen dengan Peserta Sertifikasi.
9.2.5. Asesor melakukan pengkajian dan evaluasi kecukupan bukti dari dokumen pendukung yang
disampaikan pada lampiran dokumen Asesmen Mandiri APL-02, untuk memastikan bahwa
bukti tersebut mencerminkan bukti yang diperlukan.
9.2.6. Hasil proses asesmen yang telah memenuhi aturan bukti direkomendasikan Kompeten dan yang
belum memenuhi aturan bukti direkomendasikan untuk mengikuti proses lanjut ke proses uji
kompetensi.

LSP P2-BBPLK MEDAN, 2019 4


SKEMA SERTIFIKASI PETUGAS K3 KONSTRUKSI SS/PKK/LSPP2-BBPLKMDN/II/2019

9.3. Proses Uji Kompetensi


9.3.1. Uji kompetensi Petugas Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi dirancang untuk
menilai kompetensi secara praktek, tertulis, lisan, pengamatan atau cara lain yang andal dan
objektif, serta berdasarkan dan konsisten dengan skema sertifikasi. Rancangan persyaratan uji
kompetensi menjamin setiap hasil uji dapat dibandingkan satu sama lain, baik dalam hal muatan
dan tingkat kesulitan, termasuk keputusan yang sah untuk kelulusan atau ketidaklulusan.
9.3.2. Uji kompetensi dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditetapkan.
9.3.3. Peralatan teknis yang digunakan dalam proses pengujian Petugas Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja (K3) Konstruksi diverifikasi atau dikalibrasi secara tepat.
9.3.4. Bukti yang dikumpulkan melalui uji praktek, tulis, lisan, diperiksa dan dievaluasi untuk
memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan bukti yang diperlukan untuk memperlihatkan
kompetensi telah memenuhi aturan bukti.
9.3.5. Hasil proses uji kompetensi yang telah memenuhi aturan bukti VATM
direkomendasikan“Kompeten”dan yang belum memenuhi aturan bukti VATM
direkomendasikan“Belum Kompeten”

9.4 Keputusan Sertifikasi


9.4.1 Keputusan sertifikasi yang ditetapkan oleh LSP P2 BBPLK Medan harus berdasarkan informasi
yang dikumpulkan selama proses sertifikasi.
9.4.2 Keputusan sertifikasi ditetapkan melalui rapat pleno komite teknis yang diselenggarakan oleh
LSP P2 BBPLK Medan.
9.4.3 Personel yang membuat keputusan sertifikasi tidak boleh berperan serta sebagai asesor dalam
pelaksanaan uji atau sebagai pelatih/instruktur dari calon asesi.
9.4.4 LSP P2 BBPLK Medan memberikan sertifikat kompetensi kepada semua peserta (asesi) yang
telah direkomendasikan oleh asesor kompetensi dan telah diputuskan oleh LSP P2 BBPLK
Medan melalui rapat pleno komite teknis.
9.4.5 Peserta (asesi) akan diberikan Sertifikat Kompetensi Petugas Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja (K3) Konstruksi jika semua unit yang diujikan dinyatakan kompeten.
9.4.6 Peserta (asesi) Tidak diberikan Sertifikat Kompetensi Petugas Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja (K3) Konstruksi jika salah satu unit atau lebih dinyatakan belum kompeten, hanya
diberikan Surat Keterangan Kompetensi sesuai Unit Kompetensi yang dicapai.
9.4.7 Sertifikat Kompetensi berlaku dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun setelah tanggal penerbitannya,
dan setelah itu dapat diperpanjang kembali.

9.5 Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat


9.5.1 Pembekuan dan pencabutan sertifikat dapat dilakukan jika terbukti terjadi ketidak-sesuaian dan
penyalahgunaan.
9.5.2 Proses pembekuan dan pencabutan sertifikat dapat dilakukan berdasar SOP yang telah
ditentukan oleh pihak LSP P2 BBPLK Medan.
9.5.3 Selama pembekuan sertifikasi, pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan promosi
terkait dengan sertifikasi yang dibekukan atau menggunakan sertifikatnya sebagai bahan rujukan
untuk kegiatannya.

LSP P2-BBPLK MEDAN, 2019 5


SKEMA SERTIFIKASI PETUGAS K3 KONSTRUKSI SS/PKK/LSPP2-BBPLKMDN/II/2019

9.6 Pemeliharaan sertifikasi ( jika ada )


9.6.1 Untuk memelihara kompetensi pemegang sertifikat kompetensi, LSP P2 BBPLK Medan
melakukan survailen yang mencakup:
 Survailen minimal dilakukan sekali dalam setiap tahun.
 Bentuk surveilen bukti rekaman hasil pekerjaan/ laporan di tempat kerja, baik secara langsung,
Fax ataupun email dan lainya.
 Witness (bila diperlukan).

9.7 Proses Sertifikasi Ulang


9.7.1 LSP P2 BBPLK Medan menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sama dengan persyaratan
awal untuk menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang mutakhir
dengan melaksanakan asesmen.
9.7.2 Fokus metode asesmen.
 Rekaman kegiatan calon peserta sertifikasi ulang.
 Portfolio.
 Konfirmasi keberlangsungan pekerjaan yang memuaskan dan rekaman pengalaman kerja.

9.8 Penggunaan Sertifikat


9.8.1 Profesi yang disertifikasiharus menandatangani persetujuan untuk:
9.8.1.1 Memenuhi ketentuan skema sertifikasi;
9.8.1.2 Menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang
diberikan;
9.8.1.3 Tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan LSP P2 BBPLK Medan dan
tidak memberikan persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang menurut LSP P2
BBPLK Medan dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah;
9.8.1.4 Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang
memuat acuan LSP P2 BBPLK Medan setelah dibekukan atau dicabut sertifikasinya serta
mengembalikan sertifikat kepada LSP P2 BBPLK Medan yang menerbitkannya, dan
9.8.1.5 Tidak menyalahgunakan sertifikat.

9.9 Banding
9.9.1 Asesi dapat mengajukan banding atau keluhan terhadap hasil dan/atau proses sertifikasi dengan
mengisi Form Banding Asesmen
9.9.2 Setiap adanya banding dan keluhan yang diterima LSP P2 akan diidentifikasi, diverifikasi,
dievaluasi dan diberikan rekomendasi sesuai dengan SOP Penanganan Banding dan Keluhan
yang telah ditetapkan oleh LSP P2 BBPLK Medan.

LSP P2-BBPLK MEDAN, 2019 6