Anda di halaman 1dari 6

a.

Satuan Kemampuan Lahan Morfologi

Dalam melakukan analisis morfologi perlu adanya peta kemiringan, peta morfologi yang
dilakukan overlay dengan menggunakan ArcGis agar dapat mengetahui kawasan yang termasuk
dalam kreteria tersebut untuk mendapatkan hasil yang dijadikan sebagia kemampuan
perumahan. Adapun kreteriannya terdapat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.2 Pembobotan (SKL) Morfologi

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
b. Satuan Kemampuan Lahan Kestabilan Lereng

Analisis satuan kemampuan lereng ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi


lahan yang berkaitan dengan kestabilan dan kemudahan pengembangan lahan untuk
kegiatan industry dan kegiatan lainnya. Kestabilan dalam analisis ini belum
memperhitungkan efek yang ditimbulkan oleh pengaruh gempa. Kestabilan yang
memperhitungkan efek gempa tersebut dianalisis dalam satuan kemampuan lahan
kestabilan pondasi. Pembobotan SKL Kestabilan Lereng terbagi menjadi 5 Kelas
seperti pada tabel berikut:
Tabel 3.3 Pembobotan SKL Kestabilan Lereng

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
c. Satuan Kemampuan Lahan Kestabilan Pondasi

Analisis satuan kemampuan lahan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkatan


kemampuan lahan dalam mendukung bangunan industri serta sarana dan prasarananya dalam
menunjang pemanfaatan lahan untuk kegiatan industri. Analisis satuan kemampuan lahan
kestabilan pondasi hampir sama dengan analisis satuan kemampuan lahan kestabilan lereng,
namun pada analisis SKL kestabilan pondasi pengaruh gempa diperhitungkan.

Tabel 3.4 Pembobotan SKL Kestabilan Pondasi

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang

d. Satuan Kemampuan Lahan Ketersediaan Air


Ketersediaan air pada suatu lahan merupakan hal yang sangat penting, mengingat fungsi
air tanah sebagai sumber pasokan air bersih untuk berbagai kebutuhan, terutama di saat
kemarau panjang dimana air permukaan tidak mencukupi. Bertolak dari hal tersebut, maka
analisis satuan kemampuan ini dilakukan dengan maksud untuk megetahui kemampuan lahan
dalam menunjang ketersediaan air.

Tabel 3.5 Pembobotan SKL Ketersediaan Air

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
e. Satuan Kemampuan Lahan Bencana Alam

Analisis satuan kemampuan lahan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi lahan yan
berhubungan dengan kemampuan lahan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
Pengenalan secara dini terhadap lahan yang mungkin berpotensi terjadinya bencana alam akan
bermanfaat dalam usaha tindakan bencana alam akan bermanfaat dalam usaha tindakan
antisipasi ataupun menghindari pemanfaatan pada lahan yang berpotensi bencana alam.
Tabel 3.6 Pembobotan SKL Bencana Alam

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
f. Satuan Kemampuan Lahan Drainase
Melakukan analisis untuk mengetahui tingkat kemampuan lahan dalam mematuskan air
hujan secara alami, sehingga kemungkinan genangan baik bersifat lokal ataupun meluas dapat
dihindari SKL drainase berfungsi untuk mengetahui tingkat kemampuan lahan dalam
mematuskan air hujan secara alami, sehingga kemungkinan genangan baik bersifat lokal ataupun
meluas dapat dihindari. Peta SKL ini merupakan overlay dari peta topografi, peta kemiringan
lereng, dan peta curah hujan.
Tabel 3.7 Pembobotan SKL Drainase

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
g. Satuan Kemampuan Lahan Pembuangan Limbah
Satuan Kemampuan Lahan (SKL) Pembuangan limbah merupakan satuan untuk
mengetahui daerah-daerah yang mampu untuk ditempati sebagai lokasi penampungan akhir dan
pengolahan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair.
Tabel 3.8 Pembobotan SKL Pembuangan Limbah

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
h. Satuan Kemampuan Lahan Erosi
Satuan Kemampuan Lahan (SKL) Terhadap Erosi merupakan satuan untuk mengetahui
tingkat keterkikisan tanah di wilayah atau kawasan perencanaan, mengetahui ketahanan lahan
terhadp erosi, memperoleh gambaran batasan pada masing-masing tingkatan kemampuan
terhadap erosi. Mengetahui daerah yang peka terhadap erosi dan perkiraan pengendapan hasil
erosi tersebut pada bagian hilir. Ada beberapa peta yang dibutuhkan dalam analisis, peta
permukaan, peta geologi, peta morfologi, peta kemiringan lereng. Data hidrologi dan klimatologi
dan penggunaan lahan. Setelah data-data tersebut dianalsis maka akan menghasilkan peta SKL
terhadap erosi.
Tabel 3.9 Pembobotan SKL Erosi

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
i. Satuan Kemampuan Lahan Dikerjakan
SKL kemudahan dikerjakan berfungsi untuk mengetahui tingkat kemudahan lahan di
wilayah dan/atau kawasan untuk digali / dimatangkan dalam proses pembangunan /
pengembangan kawasan.
Tabel 3.10 Pembobotan SKL Dikerjakan

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang
3.3 Skor Nilai Kemampuan Lahan
Tabel 3.10 Pembobotan SKL Dikerjakan

Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/Prt/M/2007 Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik
Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang