Anda di halaman 1dari 9

Penggunaan Pertama Simbol Matematika

Simbol matematika merupakan pilihan, artinya tidaklah menjadi masalah ketika seseorang ingin
menulis tentang matematika dengan simbol tertentu yang ia pilih. Jangan pernah kita bayangkan
bahwa orang-orang dahulu menulis penjumlahan dengan tanda “+”. Setiap kebudayaan
menggunakan simbol sendiri-sendiri, bahkan antar matematikawan dalam daerah & waktu yang
sama dapat berbeda-beda.

Mula-mula orang menulis simbol-simbol matematika menggunakan kata-kata dalam bahasa


sehari-hari. Tahap ini disebut aljabar retorik (rethoric algebra). Perkembangan selanjutnya,
orang-orang mulai memikirkan efisiensi, sehingga digunakanlah singkatan dalam beberapa huruf
saja, inilah yang disebut Aljabar Singkatan (syncopated algebra). Nah, akhirnya orang-orang
secara lambat laun menyepakati untuk menggunakan lambang-lambang tersendiri dalam
matematika (tahap simbolic algebra). Dalam matematika murni, lambang-lambang tersebut, yang
biasanya sangat sederhana, tidaklah diberi arti menurut pengertian sehari-hari melainkan
menurut konsep yang diturunkan secara deduktif (umum). Bahasa sehari-hari, akhirnya hanya
sebagai interpretasi terapan saja. Contohnya, tanda + dapat diartikan ditambah, diperpanjang,
digabung, dan lain-lain.

Berikut ini penggunaan pertama beberapa simbol matematika. Uraian berikut tidak berbicara
tentang konsep dari lambang tsb, tetapi hanya menyajikan siapa, kapan, dan di mana penggunaan
pertama beberapa simbol-simbol modern matematika.
Simbol Operasi
Simbol Pengelompokan
Simbol Relasi

Simbol Pecahan

Simbol Beberapa Konstanta


Simbol Fungsi

Simbol dalam Geometri


Simbol dalam Trigonometri

Simbol dalam Logika dan Himpunan


Simbol dalam Teori Peluang dan Statistika
Simbol dalam Matriks

Simbol dalam Kalkulus

Catatan:
Tabel-tabel di atas menunjukkan penemu (pengguna pertama) simbol matematika, bukan
penemu atau pengguna pertama konsep dari simbol matematika. Simbol dan konsep merupakan
dua hal yang berbeda, sehingga penemunya juga mungkin berbeda. Contohnya untuk simbol
koma ( , ) untuk pecahan desimal pertama kali digunakan oleh Napier tahun 1617, tetapi konsep
pecahan desimal telah dimunculkan pertama kali oleh al-Kasyi (k.1380-1429) atau lebih awal
oleh sekolah al-Karaji atau al-Karkhi sekitar abad 11/12.