Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTASI BIOMEDIS

Chapter 9. Numerical Integration: Trapezoid & Simpson’s Rule


Pelaksanaan Praktikum
Hari :Rabu Tanggal : 30 Oktober 2019 Jam : 9-10

Disusun oleh:
Lailatul Barokah ( 081711733022 )
Dosen Pembimbing:
Osmalina Nur Rahma, S.T.,M.Si

LABORATORIUM KOMPUTER
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2019
I. TUJUAN
Untuk menentukan integrasi numerik menggunakan metode Trapezium dan Simpson
1/3!
II. DASAR TEORI
a. Integrasi Numerik
Metode integrasi numerik adalah suatu cara untuk menghitung aprokmasi luas
daerah dibawah fungsi yang dimaksud pada selang yang diberikan. Perhitungan
integral secara analitik dilakukan dengan menggunakan titik-titik diskrit yang
kemudian dibagi menjadi bebrapa bagian yang disebut pias. Ada beberapa kaidah
yang menggunakan metode pias, seperti kaidah segiempat dan trapezium.
Trapezoid (Quadrature) pada prinsipnya adalah konsep yang sangat mudah yaitu
bagaimana mengevaluasi integral suatu fungsi :

𝑏
l = ∫𝑎 𝑓(𝑥) 𝑑𝑥

Pada kaidah segiempat membagi daerah dibawah kurva menjadi beberapa pias
yang diserupakan dengan segiempat seperti pada gambar berikut :

Luas satu pias adalah

Yang dapat ditulis sebgai berikut jika terdapat banyak pias:


Dengan fr = f(fr), r=0,1,2,....n

Untuk kaidah trapezium, pias yang dibentuk dianggap sebagai trapezium untuk
mengurangi error yang dihasilkan oleh bentukan pias segiempat. Kaidah
trapezium mengahasilkan rumus sebagai berikut :

Selain metde pias, ada juga terdapat metode lain untuk menghitung nilai integral numeric dari
suatu fungsi. Salah satunya metode Newton Cotes. Metode ini mengguanakan polinom
interpolasi. Ada beberapa kaidah metode ini seperti kaidah trapezium, kaidah simpson 1/3, dak
kaidah simpson 3/8. Kaidah simpson 1/3 setidzknya membutuhkan 3 titik untuk menentukan
hampiran nilai integral dari suatu fungsi, misalnya ( 0, f(0), (h, f(h)), dan (2h, f(2h)) seperti
yang ditunjukkan pada gambar berikut.
III. ANALISA DAN PEMBAHASAN SOURCE CODE
A. Pada praktikum yang dilakukan pada tanggal 2 May 2019, mahasiswa
melaksanakan praktikum “Trapezoid & Simpson’s Rule” yang merupakan salah
satu metode dari numerical integration.
Program integral numerik yang dibuat pada praktikum kali ini adalah metode
kaidah trapezoid dan kaidah metode simpson 1/3. Pada program dengan metode
kaidah trapezoid maupun kaidah 1/3 simpson menggunakan modul numpy
dikarenakan pada program ini menggunakan fungsi exponensial. Selain itu, kedua
metode ini melakukan pendefinisian fungsi yang akan diintegral. Untuk metode
kaidah trapezoid dilakukan inisialisasi batas atas, batas bawah, lebar pias,
banyaknya pias, inisialisasi untuk penjumlahan, fungsi f(x) dengan nilai batas atas dan
batas bawah.

Setelah menghitung nilai total sigma dari fx maka selanjutnya adalah memasukkannya
pada rumus integral numerik yang disimbolkan sebagai total. Hasil integral analitiknya
kemudian dapat adalah integral dari fungsi tersebut yang merupakan nilai fungsi
tersebut itu sendiri karena merupakan fungsi eksponensial dari x. Setelah mendapatkan
kedua nilai dari integral numerik dan integral analitik maka dapat dihitung errornya
dengan absolute dari nilai sebenarnya sebagai integral analitik dikurangi nilai estimasi
numerik.

Hasil yang akan dihasilkan oleh program di atas adalah:

B. TUGAS
1. Hitunglah berapa jauh sky diver tersebut jatuh dari langit setelah 12s menggunakan
metode integrasi numerik yang berbeda. Jelaskan metode mana yang paling akurat.

Program yang dibuat untuk menyelesaikan permasalahan di atas menggunakan


metode kaidah trapezoid dan kaidah 1/3 simpson seperti pada praktikum
sebelumnya. Adapun perubahan yang dilakukan pada program ini adalah perubahan
bentuk fungsi sehingga pendefinisian fungsi terdapat dua yaitu fungsi v(t) dan
fungsi d(t) yang merupakan hasil integral dari v(t).
Hasil integral untuk v(t) dihitung oleh Python dengan modul sympy. Hasil dari
bentuk integral d(t) ini yang kemudian dimasukkan pada pendefinisian fungsi d(t).
Inisialisasi yang dilakukan meliputi batas bawah, batas atas, lebar pias, banyaknya
data, nilai fungsi v(t) dengan t dari batas atas dan batas bawah, variabel untuk
penjumlahan atau sigma, serta hasil integral nilai sebenarnya yang diperoleh dari
d(t).
Setelah menjalankan metode trapezoid dan sebelum menjalankan metode 1/3
simpson, perlu untuk diinisialisasikan kembali variabel untuk penjumlahan atau
sigma kembali ke nilai nol dan juga batas bawah ke nilai semula sebelum diubah
pada metode trapezoid. Pada program ini, baik metode 1/3 simpson maupun
trapezoid melakukan iterasi sebanyak 11 kali. Nilai h yang dipakai untuk masing-
masing metode bernilai 1.
Adapun listing program untuk tugas 1 ini adalah sebagai berikut:

Hasil yang diperoleh sebagai berikut ;


Maka, dapat disimpulkan bahwa setelah 12 detik, sky driver akan jatuh sebesar
408.521293547203 m menurut metode trapezoid, dan 409.215661412211 m menurut
metode 1/3 simpson. Error yang dihasilkan untuk masing-masing metode trapezoid
dan 1/3 simpson adalah 0.695540562339659 dan 0.00117269733107150.
Melalui error inilah kita dapat melihat bahwa metode 1/3 simpson menghasilkan error
yang terkecil sehingga merupakan metode yang paling akurat apalagi nilai h yang
dipakai pada masing-masing metode adalah sama (h berhubungan dengan nilai error,
semakin kecil h maka semakin kecil error).

2. Hitunglah waktu yang diperlukan untuk menggantikan IV Drip saat z mencapai 5


cm. Gunakan semua metode integrasi untuk masalah ini.

Pada permsalahan ini, pertama perlu dimasukkan nilai variabel ke fungsi sehingga
menghasilkan fungsi t(z). Kemudian setelah itu adalah menghitung integral dari t(z)
menggunakan modul sympy. Namun perlu diperhatikan bahwa ketika di run beberapa
kali bentuk integral t(z) terus berubah-ubah sehingga menjadi tidak akurat mana yang
paling pas untuk nilai fungsi hasil integral dari t(z) tetapi tetap dapat digunakan untuk
pendekatan dan akan menghasilkan integral analitik yang relatif tidak jauh berbeda.
Adapun listing programnya dapat dilihat sebagai berikut:
Hasil yang diperoleh :

Cara ini hampir sama dengan tugas 1, hanya berbeda di fungsi dan batas-batas pada
fungsi. Dikarenakan fungsi memiliki batas bawah yang lebih besar dari batas atas maka
berlaku sifat integral:

Sehingga selain membalikkan batas atas dan batas bawah, rumus numerik harus dikali
-1 seperti pada trapesium = -(h/2) *(tz1 + 2*jum + tz2) dan simpson3 =
-(jum + tz1 + tz2) * h/3.
Program yang digunakan oleh mahasiswa termasuk berat, dikarenakan ketika h
dikecilkan, komputasi untuk hasil integral sangat lambat. Oleh karena itu, h yang
digunakan hanyalah 0.01.
Melalui komputasi ini maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Bentuk Integral t(z) = -3.38750359245051*z - 2040.81632653061*sqrt(78.4*z + 34254945.5616) -
11943183.6734694*log(0.000170877077865267*sqrt(78.4*z + 34254945.5616) - 1.0)

Integral Analitik = 4574072.91920729

Integral Numerik Trapesium= 4574004.03993995


Error = 68.8792673368007

Integral Numerik Simspon = 4574004.03421398


Error = 68.8849933063611

maka dapat disimpulkan bahwa waktu yang diperlukan untuk menggantikan IV drip
saat mencapi z = 5 cm menurut metode trapezoid dan metode 1/3 simpson yang sudah
dibulatkan adalah 4574004 sekon.
IV. Daftar Pustaka
1. Capra, Steven C and Canale, 1991, “Numerical Methods for Engineers with
Personal Computer Applications”, MacGraw-Hill Book Company.
2. Munir, Rinaldi. 2015. Metode Numerik. Bandung: Informatika.
Shmoop. 2019. Order of Limits of Integration. Diakses melalu