Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REVIEW

MATA KULIAH HITUNG KEUANGAN

Pengampu : Aurora Elise Putriku, SE, M.Si

Oleh:

Yolanda Monica Halawa

7163343029

PENDIDIKAN BISNIS

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan saya rahmat kesehatan dan kesempatan. Sehingga saya bisa
menyusun atau menyelesaikan tugas CBR (CRITICAL BOOK REVIEW) Hitung
Keuangan. Penulisan ini saya sajikan secara ringkas dan sederhana sesuai dengan
kemampuan yang saya miliki, dan tugas ini disususun dalam rangka memenuhi
tugas CBR pada mata kuliah Hitung Keuangan.

Dalam penyusunan tugas ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh


karena itu kritik yang membangun dari semua pihak sangat saya harapkan demi
kesempurnaan tugas ini, dan. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan
terimakasih kepada pihak- pihak yang telah membantu dan secara khusus saya
berterimakasih kepada Ibu Aurora Elise Putriku, SE, M.Si selaku Dosen
pengampu mata kuliah Hitung Keuangan karena telah memberikan bimbinganya
kepada saya untuk menyelesaikan tugas CBR ini hingga selesai.

Medan, Oktober 2019

Yolanda Monica Halawa

i|CBR
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................i


DAFTAR ISI ...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan Masalah ........................................................................................ 2
BAB II REVIW BOOK DAN PEMBAHASAN ................................................. 4
2.1 Identitas Buku ................................................................................................ 4
2.2 Review Book Dan Pembahasan .................................................................... 4
BAB I PENGETAHUAN DASAR MATEMATIKA ..................................... 4
BAB II PERSAMAAN LINIER ...................................................................... 5
BAB III PERSAMAAN KUADRAT .............................................................. 6
BAB IV HUBUNGAN ANTARVARIABEL ................................................. 7
BAB V DIFERENSIAL................................................................................... 8
BAB VI MAKSIMUN DAN MINIMUM ....................................................... 9
BAB VII MATEMATIKA KEUANGAN ..................................................... 10
BAB VIII DERIVASI PARSIAL .................................................................. 11
BAB IX OPTIMASI ...................................................................................... 11
BAB X INTEGRAL ...................................................................................... 12
BAB XI PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER ....................................... 13
BAB XII PERSAMAAN DIFERENSIAL .................................................... 14
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 15
3.1 KESIMPULAN ...................................................................................... 15
3.2 SARAN .................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 16

ii | C B R
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang sangat berkaitan erat dengan
berbagai hal. Termasuk dalam hal ekonomi dan bisnis, penerapan matematika
pada ekonomi dan bisnis ini biasanya di terapkan pada perhitungan keuangan.
Perhitungan keuangan dalan ekonomi ataupun bisnis adalah hal yang sangat
umum, lebih kompleksnya lagi dalam perhitungan keuangan ini, aplikasi dari
matematikanya itu sendiri dipakai untuk menghitung berbagai hal seperti sistem
peminjaman, bunga, anuitas, rente, penanaman modal, investasi dan lain-lain.
Untuk memahami berbagai hal tentang ilmu hitung keuangan tersebut, maka
perlu di perhatikan pokok-pokok yang menjadi bagian dalam ilmu hitung
keuangannya itu sendiri. Dalam dunia bisnis contohnya, sering kita dengar tentang
bunga. Bunga juga merupakan bagian pokok penting dalam ilmu hitung keuangan,
karena bagaimanapun pemahaman tentang bunga akan sangat membantu kita
dalam mempelajari ilmu hitung keuangannya itu sendiri.
Lalu apa itu bunga? Seberapa penting pembahasan mengenai bunga dalam
pembelajaran mengenai ilmu hitung keuangan ini? Ada berapa jenis bungan
dalam ilmu hitung keuangan ini? Bagaimana cara menghitungnya?
Diferensial membahas tentang tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan
dengan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan. Dengan
diferensial dapat pula disidik kedudukan – kedudukan khusus dari fungsi yang
sedang dipelajari seperti titik maksimum, titik belok dan titik minimumnya jika
ada. Berdasarkan manfaat – manfaat inilah konsep diferensial menjadi salah satu
alat analisis yang sangat penting dalam bisnis dan ekonomi. Sebagaimana
diketahui, analisis dalam bisnis dan ekonomi sangat akrab dengan masalah
perubahan, penentuan tingkat maksimum dan tingkat minimum.

Pendekatan kalkulus diferensial amat berguna untuk menyidik bentuk


gambar suatu fungsi non linear. Dengan mengetahui besarnya harga dari turunan
pertama (first derivative) sebuah fungsi, akan dapat dikenali bentuk gambar dari

1|CBR
fungsi tersebut. Secara berurutan seksi-seksi berikut akan membahas hubungan
antara fungsi non linear dan derivative pertamanya, guna mengetahui apakah
kurvanya menaik atau kan menurun pada kedudukan tertentu; hubungan antara
fungsi parabolic dan derivativenya, guna mengetahui letak dan bentuk titik
ekstrimnya (maksimum atau minimum) serta hubungan antara fungsi kubik dan
derivativenya guna mengetahui letak dan bentuk titik ekstrim serta letak titik
beloknya. Akan tetapi sebelum semua itu, marilah kita perhatikan hubungan
secara umum antara sebuah fungsi dan fungsi-fungsi turunannya.

Berdasarkan kaidah deferensi, dapat disimpulkan bahwa turunan dari suatu


fungsi berderajat “n” adalah sebuah fungsi berderajat “n-1”. Dengan perkataan
lain, turunan dari fungsi berderajat 3 adalah sebuah fungsi berderajat 2, turunan
dari fungsi berderajat 2 adalah sebuah fungsi berderajat 1, turunan dari fungsi
berderajat 1 adalah sebuah fungsi berderajat 0 alias sebuah konstanta, dan
akhirnya turunan dari sebuah konstanta adalah 0.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu pengetahuan dasar matematika?
2. Apa saja persamaan linier nya ?
3. Apa saja persamaan kuadrat itu ?
4. Bagaimana hubungan antara variabel ?
5. Bagaimana diferensial dalam matematika ekonomi dan keuangan ?
6. Apa saja maksimun dan minimum ?
7. Apa itu matematika keuangan ?
8. Apa saja itu derivasi Parsial ?
9. Bagaimana dapat optimasikan dalam matematika ekonomi dan keuangan ?
10. Apa saja integral yang dilakukan ?
11. Apa saja persamaan diferensial linier?
12. Apa saja persamaan diferensial ?

1.3 Tujuan Masalah


1. Menegtahui pengetahuan dasar matematika

2|CBR
2. Mengetahui persamaan linier nya
3. Mengetahui persamaan kuadrat itu
4. Mengetahui hubungan antara variabel
5. Mengetahui diferensial dalam matematika ekonomi dan keuangan
6. Mengetahui maksimun dan minimum
7. Mengetahui matematika keuangan
8. Mengetahui itu derivasi Parsial
9. Mengetahui optimasikan dalam matematika ekonomi dan keuangan
10. Mengetahui integral yang dilakukan
11. Mengetahui persamaan diferensial linier
12. Mengetahui persamaan diferensial

3|CBR
BAB II

REVIW BOOK DAN PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku


a) Judul Buku : Matematika Ekonomi dan Keuangan

b) Penulis : D. Sriyono

c) Penerbit : Andi

d) Tahun Terbit : 2009

e) Tebal buku : 376

2.2 Review Book Dan Pembahasan


BAB I PENGETAHUAN DASAR MATEMATIKA
Perhitungan aljabar akan menjadi bagian dari keseluruhan alat analisis kuantitatif
dengan matematika. Mengingat matematika merupakan ilmu yang lebih mudah
dipelajari dengan menggunakan contoh, maka para mahasiswa diharapkan mau
mengerjakan setiap contoh di dalam buku ini untuk memastikan bahwa
keterampilan penggunaan alat analisis dengan matematika sudah terkuasai.
Evolusi konsep bilangan: Pengembangan bilangan dalam garis 1(d) menunjukkan
bilangan di bawah nol negatif. Bila a dinyatakan negatif maka a < O (bukan a > 0
atau a 0). Jadi nilai 0 s/d disebut sebagai poros bilangan-bilangan riil.

Bilangan pecahan adalah suatu jumlah nilai utuh yang dibagi menjadi beberapa b
Bila a adalah bilangan utuh dan b adalah pembagi maka dapat dirumuskan
menjadi di mana nilai b tidak boleh nol (b0). Istilah umum dalam matematika, a
disebut s pembilang (mumerator) dan b disebut penyebut (denumerator). Nilai
bilangan pe pada umumnya ditentukan pada tingkat terendah, misal ½, 4, dst.
Contoh hasil pe dari (27/45) belum berada pada posisi pecahan terendah, karena
27 bisa menjadi ( dan 45 bisa menjadi (5 x9), maka bilangan pecahan (27/45)
adalah (3/5), Untuk jelasnya, proses penemuan pecahan terendah.

4|CBR
Dalam penulisan bilangan pecahanakan menjadi bilangan desimal sebagai 0,5,
0,25 dst. Karena bilangan pecahan tidak semua bisa ditampilkan dengan baik
dalam bentuk desimal maka perlu ada kesepakatan penulisan dengan format
desimal digit berapa, misal satu digit desimal seperti 0,1;0,2; 0.3 Dua digit
desimal 0,11;0,12; 0,23.. dst. Hasil dari pembatasan penulisan tersebut kadang
kala membuat nilai bilangan pecahan berbeda dengan yang semestinya, misal (1/3)
kemudian format desimal dua digit menjadi 0,33 padahal bisa menjadi
0,33333...dst. Terlebih bila bilangan (1/3) digunakan untuk menghitung perkalian.

Bila diketahui x sebagai variabel angka dan 'n sebagai bilangan integer positif
maka hasil kali x sebanyak n kali disebut sebagai operasi pangkat atau eksponen
(Power andIndices). Contoh: xxxxxxxxxx Aturan untuk perkalian dan pembagian
dua variabel secara aljabar mempunyai kesamaan, yaitu merupakan suatu
penjumlahan atau pengurangan pangkat. Jadi bila variabel yang sama dikalikan
maka akan menghasilkan perhitungan penjumlahan pangkat.

Suatu penulisan bilangan dibuat terminologi sebagai 7x', di mana x disebut


sebagai variabel dan 7 sebagai koefisien dari x.

Persamaan aljabar adalah suatu persamaan yang berisi satu atau lebih nilai
bilangan yang tak dikenal. Secara umum nilai bilangan yang tidak dikenal
diwakili oleh huruf-huruf x, y dan z. Sebagai contoh, persamaanx+2 5, persamaan
3y 18, dan persamaan 2x.y 10. Perbedaan dengan terminologi aljabar adalah nilai
x. y, dan z dalam persamaan ditemukan nilai akhirnya sebesar nilai tertentu. Misal
x+2-5,maka nilai x dapat diperoleh sebesar 3.

Kelebihan : materi disajikan dengan ilustrasi yang sederhana sehingga mudah


dimengerti

Kelemahan : namun materi tersebut tidak dikaitkan dengan ilustrasi di kehidupan


sehari-hari

BAB II PERSAMAAN LINIER


Hubungan yakni menjadi kurva Bentuk hubungan linier kasus ekonomi mikro:

1. Kurva Biaya Linier

5|CBR
Kurva biaya adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara output (b
jasa yang diproduksi) dengan biaya, dirumuskan sebagai TC FC+ mana
FC (fixedcost) besarnya konstanta, VC (variabel cost) sebagai ditulis
sebagai FC=(0), schingga menjadi persamaan linier TC= aQ
2. Kurva Revenue Linier
Kurva revenue adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara
RevenueOutput (O), ditulis sebagai R-Harga x Q Karena pada pasar
persaingan harga bersifat konstan (harga/unit Q- a) maka R= f(O) menjadi
R aQ
3. Kurva Total Produksi Linier Kurva total produksi adalah kurva yang
menunjukkan hubungan satu inpoutput, dirumuskan sebagai - f(L): Q
sebagai output dan L sebagai inp kerja.

Persamaan dua variabel yang dibahas pada bab sebelumnya bisa dikembangkan
menjadi pernyataan matematika dalam sistem dua persamaan. Sebagai contoh,
seorang ekonom ingin mengetahui harga dan kuantitas keseimbangan di pasar.
Padahal keseimbangan di pasar akan terjadi bila permintaan berinteraksi dengan
penawaran sampai pada posisi permintaan sama diperlukan suatu alat. Dengan
menggunakan matematika ternyata masalah tersebut bisa diselesaikan. dengan
penawaran. Untuk menyelesaikan masalah itu jelasdiperlukan suatu alat. Dengan
menggunakan matematika ternyata masalah tersebut bisa diselesaikan.

Persamaan yang terdiri dari tiga variabel akan mencari 3 nilai bilangan yang tidak
dikenal, dengan syarat tersedia 3 persamaan.

Kelebihan : materi di bab ini menjelaskan hubungan kurva yang lengkap yang
ada pada bentuk hubungan linier untuk kasus ekonomi mikro

Kelemahan : hanya saja alat untuk menyelesaikan permasalahan matematis untuk


menghitungnya tidak dijelaskan secara mendetail dan tidak diberi contoh kasus

BAB III PERSAMAAN KUADRAT


Untuk menggambar persamaan kuadrat tidak seperti saat menggambar bentuk
persamaan linier. Bila y = f(x) = ax + b, yang linier maka dengan mudah dilihat
arah garisnya, yakni untuk a < 0 maka y dan x hubungan negatif, sedang bila a >
O maka hubungan y dan x positif. Jadi dalam hubungan linier bisa dijelaskan bila

6|CBR
a < 0 maka garis *"" bila a > garis melainkan bentuk gambarnya seperti huruf U.
Bila a < 0 (negatif) maka gambar garis menjadi n.

Bentuk umum persamaan kuadrat sebagai f(x)-ax +bx+c masih merupakan


persamaan tunggal sebagai y f(x). Tidak berbeda dengan persamaan linier, bila
hanya satu persamaan maka belum ada titik potong dengan kurva lainnya. Untuk
keperluan analisis maka nilai y dimisalkan sebagai nilai tertentu sehingga akan
terdapat perpotongan dengan persamaan kuadrat tersebut.

Beberapa persoalan ekonomi yang terjadi:

o Break Even Point (BEP)


o Keuntungan Maksimum atau Kerugian Minimum.
o Keseimbangan Pasar

Kelebihan : materi yang disajikan pada bab ini menggambarkan bentuk


persamaan linier yang sederhana untuk membentuk persamaan kuadrat dan cara
menginterpretasikan data ketika dihadapkan pada hasil persamaan

Kelemahan : persoalan ekonomi yang terkait dengan persamaan kuadrat tidak


menggambarkan pada titik manakah break even point/keuntungan-kerugian terjadi
sesuai dengan antara input dan output, serta titik keseimbangan pasar dan
pengaruh dari elastisitas permintaan dan penawaran berlaku.

BAB IV HUBUNGAN ANTARVARIABEL


Fungsi didefinisikan sebagai setiap unsur set A yang mempunyai tugas
menentukan satu unsur dari set B, di mana unsur merupakan suatu variabel. Bila
variabel independen hanya satu maka disebut sebagai fungsi satu variabel
independen ada dua maka disebut sebagai fungsi dua variabel. Akhirnya, bila
variabel independen sebanyak k maka bisa dikatakan sebagai fungsi k variabel.
Bila variabel, independen sebanyak k maka bisa dikatakan sebagai fungsi k
variabel.

Bentuk umum fungsi dapat ditulis sebagai berikut:

 Fungsi satu variabel: y f(x)


 Fungsi dua variabel: y fx, x)

7|CBR
 Fungsi k variabel: y f, x, x )

Pada hubungan fungsi linier akan terjadi hubungan one-to-one. Pada fungsi
kuadratik akan terjadi hubungan many-to-one, dan akhirnya bentuk fungsi
tersebut dirumuskan fungsi polinomial secara umum.

Pengertian fungsi lebih dari satu variabel dalam analisis ekonomi bisa dua sumber
Pertama, jumlah variabel independen lebih dari satu. Kedua, terdapat koefisien
persamaan lebih dari satu. Bentuk umum fungsi pertama sebagai y fxx.). Bentuk
umum fungsi kedua sebagai y = f(x, s), di mana s adalah variabel baru yang dibuat
dari unsur x. Baik fungsi pertama atau fungsi kedua sering menimbulkan fungsi
baru yang disebut sebagai fungsi non-linier.

Kelebihan : menjelaskan hubungan antar variabel secara terperinci seperti bentuk


umum dari fungsi satu, dua dan k variabel

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB V DIFERENSIAL
Diferensial adalah ilmu matematika yang memelajari pengaruh perubahan suatu
variabel terhadap variabel lain. Jadi perubahan variabel merupakan salah satu
bagian ilmu ekonomi yang sangat penting. Dapat dikatakan bahwa memelajari
matematika diferensial sangat penting. Konsep perubahan (rateofchange)
ditunjukkan dengan jelas, sampai seberapa jauh perubahan variabel independen
itu memengaruhi perubahan variabel dependen. Jika diketahui hubungan y dengan
x sebagai fungsi y S(x), dan jika variabel x berubah sebesar h, kemudian
memengaruhi perubahan y sebesar k, maka rasio h/k disebut perbandingan tingkat
perubahan (differencequotient). Jika tingkat perubahan dari waktu ke waktu
berubah maka dapat dihitung besarnya rata-rata tingkat perubahan pada waktu
tertentu. Rasio k/h dibatasi oleh nilai h mendekati 0, disebut sebagai
derivativey.Derivatif y sering disebut slope. Proses untuk mencari nilai derivatif
disebut diferensiasi.

Pada saat menghitung derivasi contoh di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa
bila fungsi linier maka derivasinya konstanta. Bila fungsi kuadrat, derivasinya

8|CBR
linier. Untuk memudahkan dalam memperoleh hasil perhitungan derivasi maka
dapat digunakan kaidah perhitungan.

Perhitungan derivasi pertama dari suatu fungsi sering dinamakan sebagai mar
Marginal adalah pengaruh perubahan variabel independen sekecil apapun
perubahan variabel dependen. Dari ringkasan rumus perhitungan dapat dilihat
pada hasil derivasi masih terdapat fungsi baru. Pengertian ilmu ekonomi bisa
memh menggambarkan hubungan variabel independen dengan variabel dependen.
Bila mula fungsi sebagai fungsi revenue (R) dengan rumusan fungsi R = f(O)
makaf disebut marginal revenue (MR). Bila fungsi utama sebagai fungsi biaya (C)
sc C-f(0), maka f(Q) disebut marginal cost (MC). Bila fungsi utama sebagai
fungsi konsumsi (C) dengan rumusan fungsi C f(Y) maka (Y) disebut marginal
propertoconsume (MPC).

Kelebihan : menjelaskan persamaan diferensial beserta perhitungannya dengan


lengkap

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB VI MAKSIMUN DAN MINIMUM


Istilah maksimum atau minimum yang sesuai dengan bidang ekonomi yang
dibahas pada bagian ini adalah besarnya variabel dependen (R) pada saat nilai
variabel independen tertentu (R). Seperti yang sudah dibahas pada bagian
sebelumnya, fungsi yang sering dibahas adalah y= f(x), bisa hubungan konstanta,
linier, kuadrat dan pangkat tiga.

Yang dimaksud dengan nilai ekstrem adalah terjadinya peristiwa perubahan x


sebagai domain yang mengakibatkan terjadinya perubahan /(x) sebagai range
berhenti sejenal (stationary) kemudian berubah arah secara berlawanan. Jadi suatu
nilai x yang ada di sekitar kiri-kanan tanda slope f(x) berubah dari positif (+)
menjadi negatif (-) atau sebaliknya berubah dari negatif menjadi positif. Contoh
yang pernah dibahas adalah verteks yang membelah parabola menjadi dua. Nilai x
h adalah letak y = k sebagai f(k) nilai ekstrem Letak nilai ekstrem tersebut dapat
diketahui dengan menggunakan perhitungan tes letak ekstrem.

9|CBR
Ciri terdapatnya titik belok (inflection) dalam suatu fungsi adalah bila terdapat
nilai derivasi pertama paling tidak berbentuk U atau n. Bentuk tersebut yang
paling mudah dipahami adalah fungsi kuadrat. Pada Gambar 6.8 dapat dilihat lagi
bahwa arah f(x) pangkat tiga secara keseluruhan kebetulan menurun kemudian
menaik lalu menurun lagi. Bila dihitung arah slopenya adalah menaik kemudian
menurun. Di antara arah slope naik ke turun tersebut terdapat titik belok. Dengan
demikian bila f"(x) = 0 kemudian diperoleh x a, maka a adalah letak titik belok.
Contoh f(x) x, maka f (x) = 3x2 dan f(x) 6x, kemudian f "x) 0. Jadi 3x 0 dan
hasilnya x 0. Perhitungan ini menjelaskan titik belok berada pada x 0, f(0) 0.

Kelebihan : menjelaskan besaran maksimum dan minimum suatu persamaan


fungsi dengan lengkap

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB VII MATEMATIKA KEUANGAN


Variabel yang diperlukan:

1. Tingkat bunga (interest) dengan satuan persentase (% ) per satuan waktu


(tahun, bulan, hari). Nilai bunga adalah sebagai balas jasa penyimpanan
sejumlah nilai uang tertentu, biasanya di bank atau peminjam.
2. Uang yang dibungakan atau disebut sebagai pokok pinjaman (principal)
yang disimpan dengan satuan moneter (satuan mata uang), misal dolar US
(USS), rupiah (Rp).
3. Jangka waktu atau periode () adalah satuan waktu perhitungan bunga yang
diberlakukan. Bila tingkat bunga 2 % per bulan maka perhitungan bunga
dila- kukan per bulan. Demikian pula bila satuan waktu per hari, besarnya
bunga bisa disesuaikan. Misal data bunga 2% per bulan dijadikan per hari
menjadi 2 % dibagi 30 (dengan asumsi per bulan jumlah hari 30)

Berbeda dengan perhitungan bunga sederhana, bunga majemuk tidak hanya per
satu periode. Bunga sederhana dibayarkan per periode, misal dibayar per bulan,
tahun atau bahkan per hari. Bunga majemuk akan menghitung bunga selama satu
bulan dengan rumus bunga per hari (bunga harian). Perbedaannya terletak pada
bunga yang belum dibayarkan yang kemudian secara otomatis akan menjadi

10 | C B R
pokok pinjaman. Rumus perhitungan ini dinamakan bunga majemuk karena bunga
yang seharusnya dibayarkan kepada pemberi pinjaman tetapi digunakan sebagai
tambahan pokok pinjaman dan kemudian digunakan untuk menghitung bunga
periode.

Perhitungan nilai sekarang dari angsuran rutin per periode dapat secara langsung
dihitung. Contoh perhitungan ini sering digunakan dalam pembayaran cicilan
(misal pembelian barang secara kredit, premi asuransi, dana pensiun, dll). Untuk
memudahkan perhitungan, nilai angsuran tetap dari awal sampai akhir.

Kelebihan : menjelaskan perhitungan nilai matematika keuangan yang lengkap


dari yang sederhana hingga kompleks

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB VIII DERIVASI PARSIAL


Model ekonomi yang sebagian telah dibahas hanya menggunakan satu variabel in-
dependen. Contoh, pembahasan fungsi permintaan sebagai Q = f(P) yang
dirumuskan secara matematis menjadi Q = 60 -2P. Pada teori ekonomi yang
sebenarnya, permintaan tidak hanya dipengaruhi oleh harga barang, tetapi ada
banyak variabel lain yang ikut mempengaruhi. Jadi model yang lebih lengkap bisa
dituliskan menjadi Q= f(P, P, P M,S), di mana Q adalah permintaan, P adalah
harga barang Q, Ps adalah harga barang substitusi, P, adalah harga barang
komplementer, M adalah pendapatan konsumen, S adalah selera. Dalam praktik,
penggunaan model analisis ekonomi sangat tergantung pada tujuan analisis
sehingga kemudian dibuatkan asumsi agar bisa mencapai tujuan pembuatan model
yang mempunyai akurasi tinggi dan realistis.

Kelebihan : menjelaskan derivasi parsial dengan lengkap dan terperinci

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB IX OPTIMASI
Optimisasi adalah suatu konsep penting dalam analisis ekonomi. Perusahaan
mencoba untuk memaksimalkan laba dan meminimalisasi biaya. Pemerintah

11 | C B R
berupaya untuk memperkecil pengangguran, inflasi dan juga memaksimalkan
hasil pajak. Konsumen ingin memperoleh kepuasan maksimum dari produk yang
mereka beli Di dalam model yang disederhanakan, optimisasi pada umumnya
tanpa batasan. Model ini lebih ke teoretis, walaupun dalam praktiknya optimisasi
cenderung dibatasi. Sebagai contoh,pada suatu kegiatan usaha, pengusaha akan
berusaha untuk memaksimalkan laba, yang ternyata juga sangat ditentukan oleh
biaya yang harus ditanggungnya. Pemerintah berupaya untuk memperkecil tingkat
bunga, selain berusaha untuk memperkecil inflasi pada suatu tingkat tertentu.
Konsumen mencoba untuk memaksimalkan kepuasannya tetapi terbentur
anggaran yang tidak tersedia.

Optimisasi fungsi satu variabel telah dibahas pada bagian sebelumnya. Di depan
sudah diperkenalkan istilah maksimum dan minimum, menentukan produksi yang
optimal hingga bagaimana mencari titik produksi yang menunjukkan produsen
mencapai profit maksimal. Optimisasi yang dimaksud adalah menemukan nilai
dari suatu fungsi dan kemudian melihatnya apakah maksimum atau minimum.

Kelebihan : menjelaskan optimasi nilai ekonomi dengan jelas dan mudah


dimengerti

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB X INTEGRAL
Perhitungan integral merupakan proses menemukan fungsi setelah diderivasi f(x)
menjadi f'(x). Proses perhitungan ini merupakan kebalikan proses perhitungan
derivasi suatu fungsi {f(x) menjadi f(x)}. Proses menemukan suatu integral untuk
suatu fungsi disebut pengintegrasian. Ada dua macam pengintegrasian, yakni
pengintegrasian tak terbatas dan terbatas Perhitungan integral berkaitan dengan
beberapa teori ekonomi, seperti perhitungan marginal, seperti marginal revenue,
marginal cost, marginal product dan masih banyak lagi. Dengan menghitung
integral, fungsi aslinya akan dapat ditemukan lagi. Sebagai contoh, dengan
menghitung integral fungsi MR maka fungsi revenue (R) akan dapat ditemukan
lagi. Selain itu penafsiran secara geometris fungsi juga bisa digunakan. Misal
perhitungan luas area di bawah f(x). Contoh perhitungan ini digunakan untuk

12 | C B R
mencari besarnya surplus konsumen maupun surplus produsen. Integral juga
diaplikasikan dalam penghitungan beban pajak yang ditanggung konsumen dan
produsen dan hilangnya kesejahteraan sebagai deadweightloss.

Perhitungan surplus konsumen adalah perhitungan yang berkaitan dengan fungsi


permintaan seorang konsumen terhadap barang yang dikonsumsi. Secara teoretis
kurva permintaan (demand) sebagai O,= RP), Untuk keperluan analisis secara
grafis kurva menjadi P= fQ), yang mana P adalah harga O per unit, dan Q adalah
unit barang dalam satuan unit.

Dalam pembahasan ekonomi sering dijumpai penjelasan bahwa beban pajak


penjualan akan berakibat hilangnya surplus konsumen dan produsen. Tujuan pajak
adalah mengambil alih sebagian kesejahteraan masyarakat baik konsumen
maupun produse kemudian menjadi pendapatan pemerintah.

Kelebihan : menjelaskan perhitungan integral sederhana hingga kompleks dengan


lengkap

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB XI PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER


Bidang ilmu ekonominmemiliki banyak hubungan antarvariabel yang dirumuskan
secara matematis. Setelah dibuat model matematisnya maka analisis
penyelesaiannya akan menjadi lebih mudah dipahami. Namun untuk memudahkan
perumusan seringkali harus ada asumsi yang digunakan. Perlu disadari bahwa
matematika hanya merupakan salah satu alat untuk membantu analisis ekönomi.

Sistem model dinamis mempunyai karakteristik tertentu. Oleh sebab itu untuk
bisa memahaminya diperlukan adanya percobaan-percobaan. Percobaan dilakukan
dengan mengubah beberapa nilai yang ada dalam model. Karena ciri utama
dinamis adalah terbentuknya nilai stabil atau global stabil, maka bila variabel
yang ada diubah apakah akan terdapat nilai stabil atau tidak. Perubahan yang akan
dilakukan terdiri dari (a) perubahan kondisi awal, (b) perubahan parameter a dan
perubahan parameter b.

13 | C B R
Model sarang laba-laba adalah suatu model ekonomi untuk mengetahui fluktuasi
secara berkala sekitar harga, persediaan dan permintaan yang bergerak ke arah
keseimbangan. Gerakan menuju keseimbangan terjadi karena adanya interaksi
antara perubahan harga dan jumlah permintaan berkaitan dengan jumlah
penawaran secara periodik.

Kelebihan : menjelaskan persamaan linier dengan model yang dinamis yang


membuat pembaca mudah memahaminya

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

BAB XII PERSAMAAN DIFERENSIAL


Persamaan diferensial tidak jauh berbeda dengan persamaan diferensi. Perbedaan
utamanya terletak pada variabel yang dianalisis. Pada persamaan diferensi,
variabel periode (r) dianggap bilangan bulat (integer), sedangkan dalam
persamaan diferensial, variabel t dianggap kontinu. Sebagai contoh, dalam
pembahasan pasar, interaksi antara permintaan dan penawaran terjadi secara terus-
menerus berkelanjutan. Jadi dalam kenyataan jumlah barang yang ditawarkan atau
diminta saling berinteraksi. Perubahan variabel sekarang akan mengakibatkan
terjadinya perubahan variabel yang lain di masa mendatang dan hal itu terus
berkelanjutan. Seperti yang sudah dibahas dalam derivasi, perubahan variabel
yang satu akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel yang lain
diukur dengan derivasi pertama, derivasi kedua, dst. Oleh sebab itu dapat dibuat
rumusan tentang kondisi pasar.

Kelebihan : menjelaskan fungsi persamaan diferensial secara lengkap

Kelemahan : namun tidak menjelaskan contoh kasus soal mengenai persamaan


diferensial sebagai bentuk latihan

14 | C B R
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat saya berikan adalah menegnai kelebihan dan


kekurangan buku ini sangat banyak yang dapat kita temui manfaatnya sehingga
kita pun dapat memahami dan juga tidak memahami karena masih belum ada
kelengkapan contoh-contoh yang sesuai untuk soal-soal yang di buat dalam buku
ini dan juga buku ini sangat cocok untuk pembaca yang suka mempelajari
matematika ekonomi dan keuangan. Dua judul yang digabungkan dalam satu
buku sehingga dapat mengolah kembali otak kita dalam bermaik ekonomi
sambbil ber matematika. Sangat bagus disarankan untuk belajar mengenai buku
ini agar dapat lebih luas untuk berhotung sambil berekonomi

3.2 SARAN

Saran yang dapat saya berikan, jika ada kesalahan beberapa isi tugas ini, saya
meminta maaf karena masih belum bisa membuat tugas semprna. Maka dari itu
agar lebih banyak belajar dan memahami matematika ekonomi dan keuangan
agar kita pun kedepannya bisa memahami lebih luas.

15 | C B R
DAFTAR PUSTAKA

Sriyono, D. 2009. Matematika Ekonomi & Keuangan. Yogyakarta:Andi

http://cerpenmaukkuliah.blogspot.com/2016/11/makalah-matematika-
keuangan.html
https://indahkireilestari.files.wordpress.com/2011/02/makalah-matematika-
ekonomi1.docx

16 | C B R