Anda di halaman 1dari 11

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA SBI TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH

STUDI PADA BANK INDONESIA

Melinda Puspita Ayu Kirana


Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi
melindaayu18@gmail.com

Abstract
This study describes the influence of SBI interest rate on the rupiah at Bank
Indonesia studies. The method in this research is descriptive method with quantitative
approach. Determination of the sample is based on time series data 2009-2015 period by
using saturation sampling methods as many as 84 samples. This research was conducted
at Bank Indonesia has the sole purpose of achieving and maintaining stability in the
rupiah. This study uses simple linear regression analysis which includes the classical
assumption and hypothesis testing in the form of the coefficient of determination (r 2) and
the partial test (t test). The results showed that the interest rate significantly influence the
exchange rate. This is shown by the results of the t test T_hitung amounted to 9.745,
while T_ (table) amounted to 1,989. This means T_ (count) > T_tabel (9.745 > 1.989) it
can be concluded that the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is
accepted.

Keywords: SBI Interest Rate, Exchange Rate

Abstrak
Penelitian ini memaparkan pengaruh tingkat suku bunga SBI terhadap nilai tukar
rupiah pada studi Bank Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel berdasarkan data time
series periode 2009-2015 dengan menggunakan metode sampling jenuh yaitu sebanyak
84 sampel. Penelitian ini dilakukan pada Bank Indonesia memiliki tujuan tunggal yakni
mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Penelitian ini menggunakan metode
analisis regresi linier sederhana yang memuat uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis
yang berupa koefisien determinasi (r 2) serta uji parsial (uji t). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar
rupiah. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil uji t yakni Thitung sebesar 9,745, sedangkan
Ttabel sebesar 1,989. Hal ini berarti Thitung > Ttabel (9,745 > 1,989) maka dapat disimpulkan
bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.

Kata Kunci: Tingkat Suku Bunga SBI, Nilai Tukar Rupiah

PENDAHULUAN pertukaran mata uang suatu negara dengan


Perdagangan internasional adalah negara lainnya. Oleh karena itu, guna mem-
jembatan bagi setiap negara untuk bekerja perlancar transaksi perdagangan inter-nasional
sama guna mendapatkan keuntungan ber- maka ditetapkanlah mata uang yang telah
sama. Dengan adanya perdagangan inter- disepakati oleh suatu negara. Mata uang yang
nasional, setiap negara dapat menjalin per- digunakan ialah mata uang Amerika Serikat
sahabatan antar negara. Perdagangan antar yaitu Dollar Amerika (US/$) karena Dollar
negara (trade) mengakibatkan terjadinya Amerika merupakan salah satu mata
70
Melinda Puspita Ayu Kirana, Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Nilai Tukar | 71

uang yang kuat bagi negara berkembang. nilai tukar yang berimplikasi pada perubahan
Ketika rupiah terhadap dollar mulai tingkat inflasi pada akhirnya mengakibatkan
tidak stabil, maka hal tersebut akan meng- pula kenaikan dan penurunan suku bunga
ganggu aktivitas perdagangan internasional domestik. Melalui Bank Sentral (BI) yang
yang terjalin bagi kedua negara. “Kestabilan merupakan lembaga negara yang bertujuan
nilai ternyata merupakan faktor yang sangat mengelola jumlah uang yang beredar,
menentukan apakah suatu mata uang bisa mengatur level suku bunga, memelihara
diterima dan berperan sebagai mata uang ketersediaan kredit diharapkan dapat menjaga
cadangan internasional” (Boediono, 2013: kestabilan nilai tukar rupiah.
97). Ketidakstabilan akan suatu mata uang Sertifikat Bank Indonesia (SBI),
akan berdampak langsung pada perubahan merupakan suatu surat berharga yang
nilai tukar. “Perubahan nilai tukar ini ber- diterbit-kan oleh bank Indonesia guna
pengaruh langsung terhadap perkembangan mengendalikan jumlah uang yang beredar.
harga barang dan jasa dalam negeri” Kenaikan dan penurunan tingkat suku bunga
(Puspitaningrum dkk, 2014: 1). SBI mencer-minkan tingkat bunga rupiah
Menurunnya permintaan masyarakat yang berlaku di pasar.
terhadap mata uang rupiah dan lebih Menurut Frederic S. Mishkin (2008:
memilih mata uang asing sebagai alat 105) perubahan dalam suku bunga domestik
pembayaran internasional pun dapat seringkali menjadi faktor umum yang mem-
menyebabkan perubahan nilai tukar karena pengaruhi nilai tukar. Ketika suku bunga riil
dengan mening-katnya mata uang asing domestik mengalami kenaikan, maka mata
dapat berdampak pada meningkatnya bahan uang domestik mengalami apresiasi.
baku sehingga dapat berpengaruh pada Sebalik-nya ketika suku bunga domestik
ketidakstabilan nilai tukar rupiah. mengalami kenaikan menuju perkembangan
Risiko perubahan nilai tukar/kurs inflasi yang diharapkan maka mata uang
adalah kemungkinan kerugian bank yang domestik akan terdepresiasi.
timbul karena perubahan nilai tukar antara Perubahan tingkat suku bunga juga akan
dua mata uang. Adanya perubahan nilai memberikan pengaruh terhadap aliran dana
tukar juga berpengaruh pada apresiasi dan suatu negara sehingga akan berpengaruh
depresiasi mata uang. “Mata uang suatu terhadap permintaan serta penawaran nilai
negara dikatakan mengalami depresiasi ter- tukar mata uang. “Secara umum semakin
hadap mata uang negara lain jika mata uang rendah tingkat suku bunga maka akan
suatu negara mengalami penurunan nilai, semakin besar intensitas aliran dana sehingga
dan sebaliknya mengalami apresiasi semakin besar tingkat pertumbuhan ekonomi,
terhadap mata uang negara lain jika dan sebaliknya apabila semakin tinggi tingkat
mengalami kenaikan nilai” (Agus Sartono, bunga maka akan semakin rendah tingkat
2003: 18). Mata uang rupiah merupakan pertumbuhan ekonomi' (Agus Sartono, 2001:
mata uang yang mudah terdepresiasi karena 42).
perekonomian yang relatif kurang stabil. Penelitian ini dilakukan pada Bank
Perubahan nilai tukar Rupiah terhadap Indonesia yang selaku bank sentral berdasar-
mata uang Dollar AS dipengaruhi oleh banyak kan pasal 4 ayat 1 Undang-undang RI No. 23
faktor. Beberapa di antaranya adalah kondisi Tahun 1999. Bank Indonesia merupakan
makro ekonomi suatu negara. Tingkat suku lembaga negara yang independen dan
bunga SBI merupakan salah satu faktor yang memiliki satu tujuan tunggal yakni mencapai
penting dalam makro ekonomi. Fluktuasi dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
72 | EQUILIBRIUM, VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017

Peneliti memilih lokasi penelitian pada Bank penurunan suku bunga domestik. Melalui
Indonesia karena Bank Indonesia memiliki Bank Sentral (BI) yang merupakan lembaga
wewenang dalam mengeluarkan kebijakan negara yang bertujuan mengelola jumlah
terkait mata uang guna menjaga kestabilan uang yang beredar, mengatur level suku
rupiah. Oleh sebab itu, pengamatan terhadap bunga, memelihara ketersediaan kredit
perubahan beberapa variabel makro ekonomi diharapkan dapat menjaga kestabilan nilai
diharapkan dapat membantu dalam meramal- tukar rupiah.
kan nilai tukar Rupiah. Ketika Bank Sentral membeli atau
menjual, bank sentral melakukannya dengan
Tingkat Suku Bunga SBI harga dan suku bunga yang berlaku dalam
Sunariyah (2004: 80) mendefinisikan pasar uang, yang merupakan dealer
bunga merupakan suatu ukuran harga sumber sekuritas pemerintah/SBI. Selain untuk
daya yang digunakan oleh debitur yang keperluan ekspansi dan kontraksi moneter,
dibayarkan kepada kreditur. Sedangkan SBI dipakai pula untuk mengendalikan
menurut Sadono Sukirno (2014: 375) bahwa secara tidak langsung tingkat bunga dalam
“pembayaran ke atas modal yang dipinjam pasar uang (Jose Rizal Joesoef, 2008: 66).
dari pihak lain dinamakan bunga”. Menurut Herman Darmawi (2006: 93)
Tingkat suku bunga merupakan harga Sertifikat Bank Indonesia atau SBI pada
yang harus dibayar oleh peminjam untuk prinsipnya adalah surat berharga atas unjuk
memperoleh dana dari pemberi pinjaman dalam rupiah, yang diterbitkan dengan
untuk jangka waktu yang disepakati. sistem diskonto oleh bank sentral Indonesia
Menurut Sunariyah (2004: 80-81), sebagai pengakuan utang berjangka waktu
terdapat 4 fungsi suku bunga sebagai berikut: pendek. Tujuannya adalah sebagai sarana
1. Sebagai daya tarik bagi para penabung pengen-dalian moneter melalui operasi
yang mempunyai dana lebih untuk pasar terbuka, selain sebagai alat operasi
diinvestasikan. pasar terbuka untuk mengendalikan moneter
2. Tingkat bunga dapat digunakan melalui lelang harian.
sebagai alat kontrol bagi pemerintah
terhadap dana langsung atau investasi Nilai Tukar
pada sektor-sektor ekonomi. Menurut M. Faisal (2001: 20) nilai
3. Tingkat bunga dapat digunakan tukar/kurs (exchange rate) adalah harga
sebagai alat moneter dalam rangka mata uang (yang diekspresikan) terhadap
mengen-dalikan penawaran dan mata uang lainnya. Sedangkan menurut
permintaan uang yang beredar dalam Martono dan Harjito (2007: 382) “Nilai
suatu perekonomian. tukar (kurs atau exchange rate)
4. Pemerintah dapat memanfaatkan suku menunjukkan banyaknya unit mata uang
bunga untuk mengontrol jumlah uang yang dapat dibeli atau ditukar dengan satuan
beredar. Ini berarti, pemerintah dapat mata uang lain atau harga suatu mata uang
mengatur sirkulasi uang dalam suatu yang dinyatakan dalam mata uang lainnya”.
perekonomian. Selama kurs adalah angka yang meng-
Tingkat suku bunga SBI merupakan indikasi nilai tukar mata uang domestik
salah satu faktor yang penting dalam makro terhadap mata uang asing, maka kurs pada
ekonomi. Fluktuasi nilai tukar yang ber- waktu tertentu bisa berubah ke arah menurun
implikasi pada perubahan tingkat inflasi pada (berkurang) atau meningkat (bertambah)
akhirnya mengakibatkan pula kenaikan dan relatif terhadap kurs itu pada waktu sebelum-
Melinda Puspita Ayu Kirana, Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Nilai Tukar | 73

nya. Apabila nilai tukar mata uang domestik tetap nilai tukar dibuat konstan
terhadap mata uang asing menurun ataupun hanya diperbolehkan
(berkurang), mata uang domestik dikatakan berfluktuasi dalam kisaran yang
terdepresiasi. Sebaliknya, jika nilai tukar sempit. Bila pada suatu saat nilai tukar
mata uang domestik terhadap mata uang mulai berfluktuasi terlsalu besar, maka
asing meningkat (betambah) mata uang pemerintah akan melakukan intervensi
domestik dikatakan terapresiasi (Jose Rizal untuk menjaga agar fluktuasi tetap
Joesoef, 2008: 13). berada dalam kisaran yang diinginkan.
“Cara penulisan harga mata uang 2) Sistem nilai tukar mengambang bebas
dengan menyatakan sekian unit mata uang (freelly floating exchange rate
lokal yang diperlukan untuk mendapatkan system), sistem nilai tukar ditentukan
satu unit mata uang asing dinamakan direct sepenuh-nya oleh pasar tanpa adanya
quotation” (Jose Rizal Joesoef, 2008: 25). intervensi dari pemerintah. Pada
Secara umum, formula penilaian kurs secara sistem nilai tukar mengambang bebas
direct adalah: diperbolehkan adanya fleksibilitas
nilai tukar secara penuh. Nilai tukar
Direct Quotation = akan disesuaikan secara terus menerus
sesuai dengan kondisi penawaran dan
jumlah unit mata uang lokal
permintaan di mata uang tersebut.
satu unit mata uang asing
Dalam sistem-sistem ini perusahaan-
Sumber : Jose Rizal Joesoef (2008: 25) perusahaan multinasional perlu
mencurahkan sumber daya yang
Sebaliknya, ada suatu negara yang substansial untuk mengukur dan
menulis kurs dengan mengunci satu unit mengelola risiko valuta asing.
mata uang lokalnya yang dapat ditukar 3) Sistem nilai tukar mengambang
terhadap sekian unit mata uang asing terkendali (managed floating exchange
dinamakan indirect quatation (Jose Rizal rate system) sistem nilai tukar yang ada
Joesoef, 2008: 25). Secara umum, formula saat ini pada bagian besar mata uang
penilaian kurs secara indirect adalah : berada dia antara sistem nilai tukar tetap
dan sistem nilai tukar bebas. Sistem
Indirect Quotation = nilai tukar ini menyerupai sistem nilai
tukar mengamang bebas karena nilai
jumlah unit mata uang asing
tukar dibiarkan berfluktuasi setiap hari
satu unit mata uang lokal
dan tidak ada batasan-batasan resmi.
Sumber : Joesoef (2008: 25) Tetapi, sewaktu-waktu melakukan
intervensi untuk menghindari fluktuasi
J e ff M a d u r a ( 2 0 0 6 : 2 2 0 - 2 2 yang terlalu jauh dari mata uang
4 ) mengemukakan “bahwa sistem nilai tukar tersebut.
dikategorikan dalam beberapa jenis berdasar- 4) Sistem nilai tukar terikat (peeged
kan pada seberapa kuat tingkat pengawasan exchange rate), dimana mata uang lokal
pemerintah terhadap nilai tukar”. Secara dari negara-negara yang menggunakan
umum nilai tukar diklasifikasikan dalam sistem nilai tukar ini dikaitkan nilainya
kategori-kategori berikut: pada sebuah valuta asing atau pada
1) Sistem nilai tukar tetap (fixed exchange sebuah mata uang tertentu. Sehingga
rate system), dalam sistem nilai tukar nilai mata uang lokal akan mengikuti
74 | EQUILIBRIUM, VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017

fluktuasi dari nilai mata uang yang 2. Perubahan harga barang impor dan
dijadikan ikatan tersebut. ekspor
3. Terjadinya inflasi
Terdapat banyak faktor yang mem- 4. Perubahan suku bunga dan
pengaruhi perubahan nilai tukar mata uang. 5. Tingkat pengembalian investasi
Menurut Madura (2006: 128), faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi nilai tukar di TINGKAT SUKU BUNGA DAN NILAI
antaranya: TUKAR
1. Tingkat inflasi relatif Menurut Frederic S. Mishkin (2008:
Perubahan pada tingkat inflasi 105) perubahan dalam suku bunga domestik
relatif dapat mempengaruhi aktivitas seringkali menjadi faktor umum yang mem-
perdagangan internasional yang akan pengaruhi nilai tukar. Ketika suku bunga riil
mempengaruhi permintaan dan domestik mengalami kenaikan, maka mata
penawaran mata uang dan karenanya uang domestik mengalami apresiasi. Sebalik-
mempengaruhi kurs nilai tukar. nya ketika suku bunga domestik mengalami
2. Suku bunga relatif kenaikan menuju perkembangan inflasi yang
Perubahan pada suku bunga diharapkan maka mata uang domestik akan
relatif mempengaruhi investasi pada terdepresiasi.
sekuritas asing, yang akan mempe-
ngaruhi permintaan dan penawaran METODE PENELITIAN
mata uang dan karenanya akan mem- Penelitian ini merupakan sebuah
pengaruhi kurs nilai tukar. penelitian yang diperoleh dari data website
3. Tingkat pendapatan relatif Pendapatan Bank Indonesia (www.bi.go.id). Alasan
mempengaruhi dilakukan pada Bank Indonesia karena Bank
jumlah permintaan barang impor, Indonesia menyediakan data-data yang
maka pendapatan dapat dibutuhkan dalam penelitian.
mempengaruhi kurs mata uang. Dalam menyelesaikan penelitian ini
4. Pengendalian pemerintah perlu digunakan cara atau metode yang tepat
Pemerintah mempengaruhi kurs dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
keseimbangan dengan cara termasuk, Penelitian ini menggunakan penelitian
(1) mengenakan batasan pada kuantitatif, dengan demikian “metode
penukaran mata uang asing, (2) kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
mengenakan batasan atas perdagangan penelitian yang berlandaskan pada filsafat
asing, (3) mencampuri pasar mata positivisme, digunakan untuk meneliti pada
uang asing, dan (4) mempengaruhi populasi atau sampel tertentu, pengumpulan
variabel makro. data menggunakan instrumen penelitian,
5. Prediksi Pasar analisis data bersifat kuantitatif/statistik,
Seperti pasar keuangan lain, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
pasar mata uang asing juga bereaksi telah ditetapkan” (Sugiyono, 2014: 11).
terhadap berita yang memiliki dampak Penelitian ini dilakukan pada website
masa depan. Bank Indonesia (www.bi.go.id). Menurut
Sedangkan Afsia Murni (2006: 246) Jose Rizal Joesoef (2008: 7) bahwa Bank
menyebutkan kurs valuta asing dapat Indonesia selaku Bank sentral adalah
berubah bila terjadi: lembaga negara yang bertujuan mengelola
1. Perubahan selera jumlah uang yang beredar, mengatur level
Melinda Puspita Ayu Kirana, Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Nilai Tukar | 75

suku bunga, memelihara ketersediaan kredit terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai
dan menjaga nilai tukar mata uang negara kualitas dan karakteristik tertentu yang
terhadap mata uang lainnya. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
Penelitian ini menggunakan data kemudian ditarik kesimpulannya". Populasi
sekunder. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh data
berupa time series. Data time series adalah time series per bulan tingkat suku bunga
“sebuah kumpulan observasi terhadap nilai- SBI dan nilai tukar Rupiah selama periode
nilai sebuah variabel dari beberapa periode 2009-2015 yaitu sebanyak 84 data.
waktu yang berbeda” (Damodar N. Gujarati,
2010: 28). Sampel
Desain penelitian yang digunakan Menurut Syofian Siregar, (2012: 145)
dalam penelitian ini menggunakan "Sampel adalah suatu prosedur di mana hanya
hubungan kausal. Menurut (Sugiyono, 2014: sebagian populasi saja yang diambil dan
62) “hubungan kausal adalah hubungan dipergunakan untuk menentukan sifat serta
yang bersifat sebab akibat”. Dalam ciri yang dikehendaki dari suatu populasi".
penelitian ini menjelaskan pengaruh kausal Sampel yang digunakan adalah nilai tukar
antara variabel melalui pengajuan hipotesis (kurs) dan suku bunga SBI di Indonesia
dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya dengan periode pengamatan selama 7 tahun
pengaruh tingkat bunga terhadap nilai tukar
yaitu pada tahun 2009-2015 sehingga diper-
rupiah terhadap dollar.
oleh sampel sebanyak 84 data.
Agar lebih jelas desain penelitiannya
digambarkan sebagai berikut : Teknik Pengambilan Sampel
"Sampel adalah bagian dari jumlah
Tingkat Suku Nilai Tukar
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
Bunga SBI Rupiah (Y)
tersebut" (Sugiyono, 2013: 149). Peng-
(X)
ambilan sampel dilakukan dengan meng-
Gambar 1.2 Desain Penelitian gunakan metode sampling jenuh. "Metode
sampling jenuh atau istilah lainnya sensus
Dari gambar di atas dapat diketahui merupakan teknik penentuan sampel bila
bahwa penelitian ini bertujuan untuk menguji semua anggota populasi digunakan sebagai
pengaruh tingkat suku bunga SBI terhadap sampel" (Sugiyono, 2013:156).
nilai tukar Rupiah. Variabel bebas (X) adalah
variabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel Teknik Pengumpulan Data
lainnya, dalam penelitian ini yaitu tingkat Data-data yang diperlukan untuk
suku bunga SBI (X), yang secara parsial atau penelitian dikumpulkan dengan teknik
sendiri-sendiri berpengaruh terhadap variabel pengumpulan data. Dalam penelitian ini
terikat (Y) nilai tukar rupiah. teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah:
Populasi, Sampel, dan Teknik Peng- a. Studi Kepustakaan
ambilan Sampel "Setiap penelitian memerlukan
bahan yang bersumber dari perpustakaan.
Populasi Bahan ini meliputi buku-buku, majalah-
Menurut Sugiyono (2014: 119), majalah, pamflet, dan bahan dokumenter
populasi adalah "wilayah generalisasi yang lainnya" (Nasution, 2011: 145).
76 | EQUILIBRIUM, VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017

b. Metode Dokumenter dalam uji normalitas adalah jika data


"Metode dokumenter adalah metode menyebar di sekitar garis diagonal dan
yang digunakan untuk menelusuri data mengikuti arah garis diagonal atau
historis. Sebagian besar data yang tersedia grafik histogramnya menunjukkan
adalah berbentuk, surat-surat, catatan pola distribusi normal, maka model
harian, kenang-kenangan, laporan, dan regresi memenuhi asumsi normalitas.
sebagainya" (Burhan Bungin, 2005: 144). b. Uji Autokorelasi
Pengumpulan data dengan meng- "Uji autokorelasi bertujuan untuk
gunakan studi kepustakaan serta menguji apakah dalam model regresi
dokumenter dilakukan dengan linier ada korelasi antara kesalahan
mengambil data dari situs www.bi.go.id. pengganggu (residual) pada periode t
dengan kesalahan pengganggu pada
Instrumen Penelitian periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi
Instrumen penelitian yang digunakan korelasi, maka dinamakan ada problem
dalam penelitian ini yaitu dengan autokorelasi" (Imam Ghozali, 2011:
mengguna-kan data time series dari website 110). Menurut Damodar N. Gujarati
Bank Indonesia (www.bi.go.id). (2007: 119) "uji yang paling terkenal
Data time series adalah "sebuah untuk pendeteksian autokorelasi adalah
kumpulan observasi terhadap nilai-nilai uji statistik d Durbin-Watson (DW
sebuah variabel dari beberapa periode waktu test)". "Uji Durbin Watson (DW test)
yang berbeda. Data seperti ini bisa dikum- hanya digunakan untuk autokorelasi
pulkan pada sebuah interval periode yang tingkat satu (first order autocorrelation)
reguler seperti harian, mingguan, bulanan, dan mensyaratkan adanya intercept
kuartalan, tahunan, lima tahunan atau (konstanta) dalam model regresi dan
sepuluh tahunan" (Damodar N. Gujarati, tidak ada variabel lag diantara variabel
2010: 28). Data time series yang digunakan independen" (Imam Ghozali, 2011:
dalam penelitian ini menggunakan periode 111).
waktu bulanan. c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan
Teknik Analisis Data menguji apakah dalam sebuah model
1. Pengujian Asumsi Klasik regresi, terjadi ketidaksamaan varian
Dalam menganalisis data meng- dari residual satu pengamatan ke
gunakan regresi linear sederhana. Syarat pengamatan lainnya. Jika varian dari
pendugaan model regresi linear residual satu pengamatan ke peng-
sederhana yang baik adalah terpenuhinya amatan lain tetap, maka disebut
tiga asumsi klasik. Uji asumsi klasik homoskedastisitas dan jika berbeda
dalam penelitian ini menggunakan Uji disebut heteroskedastisitas. Model
Normalitas, Uji Autokorelasi, dan Uji regresi yang baik adalah yang
Heteroskedastisitas. a. Uji normalitas homoskesdatisitas atau tidak terjadi
"Uji Normalitas bertujuan untuk heteroskesdatisitas (Imam Ghozali,
menguji apakah dalam model regresi 2011: 139).
variabel pengganggu atau residual
memiliki distribusi normal" (Gozali, Pengujian asumsi klasik dimaksud-
2011:160). Menurut Ghozali (2011: kan untuk memastikan bahwa model yang
163) dasar pengambilan keputusan diperoleh benar-benar memenuhi asumsi
Melinda Puspita Ayu Kirana, Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Nilai Tukar | 77

dasar dalam analisis regresi linear seder- Ditinjau dari data pada website Bank
hana yang meliputi asumsi normalitas, Indonesia (www.bi.go.id) maka dapat
tidak terjadi autokorelasi, tidak terjadi diketahui bahwa tingkat suku bunga di
heteroskedastisitas dan tidak terjadi Indonesia pada bulan Januari 2009 hingga
heteroskedastisitas. bulan Desember 2015 cenderung mengalami
2. Pengujian Hipotesis kenaikan. Meski pada Januari 2009 memang
a. Analisis Regresi Sederhana mencapai titik tertinggi yaitu 8,75%, tetapi
Dalam penelitian pengaruh seiring dengan adanya kebijakan pemerintah,
Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Nilai tingkat suku bunga mengalami penurunan.
Tukar Rupiah, analisis yang digunakan Pada tahun 2010 suku bunga bertahan pada
adalah dengan menggunakan regresi tingkat 6,50 dan terus menurun. Setelah
linier sederhana. Dimana hanya ada satu bertahan di posisi 5,75% sejak Februari 2012,
variabel X yang mempengaruhi satu suku bunga dinaikkan mulai Juni 2013. Pada
variabel Y. Model regresi dalam bulan keenam Bank Indonesia menaikkan
penelitian ini sebagai berikut: suku bunga menjadi 6,00%.
Y = a + bX Suku bunga acuan kembali dinaikkan
Sumber: Sofyan Siregar (2014: 379) menjadi 6,50%. Kenaikan tersebut disebab-
kan imbas dari adanya tekanan inflasi serta
Mengingat besaran variabel pengaruh perekonomian global yang ber-
berbeda-beda (nilai tukar USD/IDR- ujung pada tingginya tekanan mata uang
rupiah dan tingkat suku bunga SBI- domestik. Sedangkan nilai rata-rata (mean)
persen) dan mempunyai range yang variabel tingkat suku bunga selama tujuh
lebar, maka dilakukan penyesuaian tahun sebesar 6,79%. Nilai standart deviasi
atau penyederhanaan terhadap data pada tingkat suku bunga sebesar 0,73%, hal
variabel-variabel tersebut. Dalam ini menunjukkan bahwa standart deviasi
penelitian ini, penyesuaian dilakukan masih dalam taraf normal karena tidak
dengan mentransformasikan data melebihi rata-rata tingkat suku bunga.
dalam bentuk log natural (ln). Deskripsi dari Nilai Tukar Rupiah,
b. Uji r2 dengan jumlah data (N) sebanyak 84 mem-
Analisis koefisien determinasi punyai deskripsi data sebagai berikut:
(r²) digunakan untuk mengetahui Ditinjau dari data pada website Bank
seberapa besar prosentase sumbangan Indonesia (www.bi.go.id) maka dapat
pengaruh variabel independen secara diketahui bahwa nilai tukar rupiah di
serentak terhadap variabel dependen Indonesia pada bulan Januari 2009 hingga
(Duwi Priyatno 2010: 66). bulan Desember 2015 fluktuasi. Pada tahun
c. Uji t 2009 Indonesia mengalami depresiasi karena
Uji-t ini digunakan untuk Indonesia lebih banyak mengeluarkan mata
mengetahui kebenaran pernyataan atau uang untuk membeli satu unit mata uang
dugaan yang dihipotesiskan oleh si negara asing dan pada tahun 2015 mengalami
peneliti (Sofyan Siregar, 2012: 257). fluktuasi meski pada tahun tersebut mata uang
Indonesia mengalami peningkatan. Rata-rata
HASIL DAN PEMBAHASAN nilai tukar selama tujuh tahun mengalami
Deskripsi dari Tingkat Suku Bunga depresiasi nilai tukar mata uang Januari-Juni
SBI, dengan jumlah data (N) sebanyak 84 2009 dan 2011-2014, dan pada tahun 2015
mempunyai deskripsi data sebagai berikut: mengalami apresiasi meski hanya
78 | EQUILIBRIUM, VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017

640,72/USD. Nilai tukar tertinggi sebesar dengan jumlah responden 84 dan probabilitas
14396,10 pada bulan September 2015, nilai 0,05 sebesar sebesar 1,989. Hal ini berarti thitung
tukar terendah sebesar 8532,00 pada bulan > ttabel (9,745 > 1,989). Sehingga dari hasil
Agustus 2011, nilai rata-rata hitung (mean) uji t di atas dapat disimpulkan bahwa Ha
sebesar 10481,73, sedangkan nilai standart diterima, Ho ditolak, artinya bahwa ada
deviasi pada nilai tukar rupiah sebesar pengaruh antara Tingkat Suku Bunga SBI
1627,92. Terhadap Nilai Tukar Rupiah Studi Pada
Bank Indonesia.
Hasil Uji Regresi
Hasil perhitungan teknik analisis data PENUTUP
dan uji hipotesis dengan menggunakan Simpulan
SPSS for Windows 22.0. Berdasarkan hasil analisis data pada
Hasil dari perhitungan Regresi Linier pembahasan bab sebelumnya, maka dapat
Sederhana di atas dapat dibuat persamaan diambil kesimpulan sebagai berikut:
garis regresi sebagai berikut : Y = 3,169 + 1. Variabel tingkat suku bunga SBI
1,021X. Artinya koefisien ini menunjukkan memiliki pengaruh sebesar 53,7%
bahwa tingkat suku bunga memiliki terhadap nilai tukar Rupiah. Hal ini
hubungan yang positif terhadap nilai tukar ditunjukkan oleh pengujian koefisien
Rupiah. Hal ini berarti, apabila tingkat suku determinasi (r2) yang memiliki hasil
bunga mengalami peningkatan 1%, maka sebesar 0,537. Sedangkan sisanya sebesar
nilai tukar Rupiah akan meningkat sebesar 0,463 atau 46,3% perubahan nilai tukar
1,021, apabila faktor lain dianggap tetap. dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
Begitu pun sebaliknya, apabila tingkat suku dimasukkan pada penelitian ini.
bunga mengalami penurunan 1%. Maka 2. Tingkat suku bunga SBI secara parsial
akan menyebabkan nilai tukar Rupiah juga berpengaruh signifikan terhadap nilai
menurun sebesar 1,021.
tukar Rupiah pada studi Bank Indonesia
a. Uji Regresi, yaitu Y = 3,169 + 1,021X.
Hasil Uji r2
Artinya koefisien ini menunjukkan
Nilai koefisien determinasi (r2) pada
bahwa tingkat suku bunga memiliki
Tabel di atas diperoleh hasil sebesar 0,537.
hubungan yang positif terhadap nilai
Artinya bahwa 53,7% variabel nilai tukar
tukar Rupiah. Hal ini berarti, apabila
Rupiah dipengaruhi oleh variabel bebasnya,
tingkat suku bunga mengalami pening-
yaitu tingkat suku bunga (X). Sedangkan
katan 1%, maka nilai tukar Rupiah akan
sisanya 46,3% variabel nilai tukar Rupiah
meningkat sebesar 1,021. Begitu pun
dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain
sebaliknya, apabila tingkat suku bunga
yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
mengalami penurunan 1%. Maka akan
Nilai korelasi ini menunjukkan bahwa
menyebabkan nilai tukar Rupiah juga
hubungan antara variabel bebas dengan
menurun sebesar 1,021.
variabel terikat termasuk dalam kategori
b. Uji t, yaitu Thitung sebesar 9,745,
lemah karena berada pada cukup 0,50 - 0,69
berdasarkan ketentuan Pearson. sedangkan Ttabel sebesar 1,989. Hal ini
berarti Thitung > Ttabel (9,745 > 1,989).
Hasil Uji t Artinya ada pengaruh antara Tingkat
Dari hasil perhitungan uji t diperoleh Suku Bunga SBI terhadap Nilai Tukar
nilai thitung sebesar 9,745 sedangkan nilai ttabel Rupiah Pada Studi Bank Indonesia.
Melinda Puspita Ayu Kirana, Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Nilai Tukar | 79

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, DAFTAR PUSTAKA


dapat diinterprestasikan bahwa apabila
pemerintah lebih bijak ketika dalam mengatur Boediono. 2013. Ekonomi Internasional.
tingkat suku bunga maka akan dapat mening- Yogyakarta: BPFEE.
katkan nilai tukar Rupiah (apresiasi).
Bungin, Burhan. 2005. Metode Penelitian
Saran Kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka
dapat dikemukakan beberapa saran yang Darmadi, Hamid. 2013. Metode Penelitian
diharapkan dapat bagi Bagi Indonesia Pendidikan dan Sosial. Bandung:
ataupun bagi pihak-pihak lain. Adapun Alfabeta.
saran-saran yang diberikan antara lain:
1. Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia Darmawi, Herman. 2006. Pasar Finansial
diharapkan dapat lebih bijaksana dan Lembaga-Lembaga Finansial.
dalam m e n g a m b i l d a n m e n g e Jakarta: Bumi Aksara.
l u a r k a n kebijakan di bidang
moneter sehingga tujuan utama dari Faisal, M. 2001. Manajemen Keuangan
Bank Indonesia yaitu mencapai dan Internasional. Jakarta: Salemba Empat.
memelihara kestabilan nilai Rupiah
dapat tercapai demi meningkatnya Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis
pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Multivariate dengan Program IBM
2. Pemerintah diharapkan tetap memper- SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit
hatikan kebijakan yang terkait dalam Universitas Diponegoro.
pengendalian suku bunga SBI untuk
dapat mendorong stabilitas pada nilai Gujarati, N. Damodar. 2007. Dasar-dasar
tukar Rupiah dan lebih Ekonometrika. Jakarta: Erlangga.
memperhatikan lagi perhatiannya atas
kondisi pereko-nomian sehingga krisis Gujarati, N. Damodar. 2010. Dasar-dasar
ekonomi tidak terjadi kembali. Ekonometrika. Jakarta: Salemba.
3. Bagi peneliti yang tertarik ingin
melakukan penelitian selanjutnya Joesoef, Jose Rizal. 2008. Pasar Uang dan
khususnya tentang pengaruh tingkat Pasar Valuta Asing. Jakarta : Salemba
bunga SBI terhadap nilai tukar rupiah Empat.
terhadap dollar, peneliti dapat
menambah variabel di luar variabel Kasmir. 2011. Bank dan Lembaga Keuangan
tingkat suku bunga SBI yang Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers.
merupakan variabel pendukung.
Misalnya adalah variabel pertumbuhan Khajjah, Minkhatul. 2015. Pengaruh Inflasi
ekonomi, pendapatan nasional, inflasi. dan Suku Nunga SBI Terhadap Nilai
Agar memperoleh hasil yang lebih Tukar (US$/Rp) Periode 2011-2013.
bervariatif yang dapat menggambarkan
hal-hal apa saja yang dapat berpengaruh Madura, Jeff. 2006. International Corporate
terhadap nilai tukar rupiah. Finance. Jakarta: Salemba Empat.
80 | EQUILIBRIUM, VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017

Mankiw, Gregory N. 2006. Pengantar Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen


Ekonomi Makro. Jakarta: Lembaga Keuangan: Kebijakan Moneter
Salemba dan Perbankan. Edisi Kelima. Jakarta:
Empat. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Univesitas Indonesia.
Martono dan Harjito. 2007. Manajemen
Keuangan. Yogyakarta: EKONISIA. Siregar, Syofian. 2012. Statistika Deskriptif
untuk Penelitian: Dilengkapi Per-
Mishkin, Frederic S. 2008. Ekonomi, Uang, hitungan Manual dan Aplikasi
Perbankan dan Pasar Keuangan. Edisi SPSS
8. Buku 2. Jakarta: Salemba Empat. Versi 17. Jakarta: Rajawali Pers.

Murni, Asfia. 2006. Ekonomika Makro. Siregar, Syofian. 2014. Statistik Parametrik
Bandung: Refika Aditama. untukPenelitianKuantita
t i f : Dilengkapi Perhitungan Manual
Nasution. 2011. Metode Research (Penelitian dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta:
Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara. Bumi Aksara.

Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian. Bogor: Sugiyono, DR. 2013. Metode Penelitian
Ghalia Indonesia. Manajemen. Bandung: Alfabeta.

Noor, Juliansyah. 2011. Metode Penelitian. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian


Jakarta: Kencana. Manajemen. Bandung: Alfabeta.

Priyatno, D. 2010. Paham Analisa Statistik Sugiyono. 2014. Metode Penelitian


Data dengan SPSS. Yogyakarta: Kombinasi (Mixed Methods). Bandung:
Mediakom. Alfabeta.

Puspitaningrum, Roshinta. Suhadak. dan Sukirno, Sadono. 2014. Makro Ekonomi Teori
Zahroh Z.A. 2014. Pengaruh Tingkat Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, dan
Pertumbuhan Ekonomi terhadap Nilai Suliyanto. 2011. Ekonometrika Terapan:
Tukar Rupiah Studi Pada Bank Teori dan Aplikasi dengan SPSS.
Indonesia Periode Tahun 2003-2012. Yogyakarta: Andi Offset.
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol.
8, No. 1. Sunariyah. 2004. Pengantar Pengetahuan
Pasar Modal . Edisi Keempat .
Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan: Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.
Taswan. 2010. Manajemen Perbankan:
Siamat, Dahlan. 2004. Manajemen Konsep, Teknik & Aplikasi. Yogyakarta:
Lembaga Keuangan. Jakarta: UPP STIM YKPN.
Lembaga Penerbit F a k u l t a s E k o
n o m i U n i v e s i t a s Indonesia.