Anda di halaman 1dari 39

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara agraris dimana pertanian memang peranan

paling penting dalam sistem perekonomian nasiaonal, hal ini dapat dibuktikan dari

banyak nya penduduk yang bermata pencaharian dibidang pertanian atau

banyaknya produksi dibidang pertanian (Mubyanto, 1986).

Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan

pembangunan nasianal. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan

pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain : potensi Sumber

Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang

cukup berasar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk

Indonesia yang menggantungkan hidup pada sektor ini, peranannya dalam

penyediakan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan dipedesaan.

(Kondisi Pertanian Indonesia 2003)

Pembangunan masyarakat pedesaan bertujuan untuk meningkatkan taraf

hidup dan kehidupan masyarakat serta meletakan dasar-dasar hubungan

pertumbuhan ekonomi nasional pada masa mendatang dengan cara meningkatkan

kemampuan dan mengintensifkan partisipasi masyarakat dengan pembangunan

dengan bantuan serta bimbingan dari pemerintah. (Herdawati dan Sri Susanti,

1992).

Persiapan optimalisasi lahan meliputi kegiatan pembuatan petunjuk

pelaksanaan oleh dinas propensi sebagai penjabaran dari pedoman teknis yang

dibuat oleh pusat sesuai dengan kondisi daerah. Pembuatan petunjuk teknis oleh
2

dinas Kab/Kota sebagai penjabaran dari petunjuk pelaksanaan yang dibuat oleh

proprnsi sesuai dengan kondisi riil dilapangan. (Mimber Penyuluhan BPS,2012).

Petani sebagai pelaku utama bisnis dalam bidang pertanian sejauh ini pada

umumnya belum memiliki kualitas yang memadai untuk dapat merencanakan dan

melaksanakan kegiatan pertanian secara sehat. Sebagian besar petani kita

memiliki memiliki tingkat pendidikan yang rendah , yang dikombinasi dengan

kepemilikan lahan yang sempit. Kondisi tersebut selanjutnya mendudukan petani

pada posisi yang lemah dalam askes tahap pengembangan ilmu pengetahuan yang

diperlukan untuk memajukan kegiatannya. Kebanyakan petani hanya

melaksanakan kegiatan secara tradisional, tanpa disertai inovasi baru untuk

meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya akan meningkatkan

kesejatraan.(Kasryno,F.2000).

Peningkatan pendapatan petani sebagai sasaran awal dalam pembangunan

pertanian hanya mungkin dapat dicapai apabila diperoleh keuntungan yang

maksimal dari kegiatan usahatani yang diselenggarakan. Dalam berusaha yang

baik setiap petani harus mampu mengkobinasikan unit produksi kedalam suatu

usahatani secara keseluruhan dengan demikian petani dapat menghitung biaya

usahataninya (Mubyanto,1989).

Jagung manis berkembang dari tipe jagung biasa jenis dent dan flint. Pada

jagung manis terjadi mutasi gen resesif yang menghambat perubahan gula

menjadi pati. Kadar gula pada jagung manis meningkat mulai hari ke-5 hingga

hari ke-15. (Kita Sukses Budaya Jagung Manis Organik,2012).


3

Jagung manis adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat

yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika

Tengah dan

Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok , sebagaimana bagi sebagian penduduk

Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Di masa kini, jagung menjadi komponen

penting pakan ternak. Penggunaan sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung

maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai

produk industri, seperti bionergi, industri kimia, kosmetik dan farmasi.

(Kandungan Jagung Manis,2010).

Desa Cidai Alus kecamatan Martapura Kota merupakan salah satu desa

yang berada di kabupaten Martapura yang sebagian masyarakat bekerja dibidang

pertnian. Kegiatan pada sektor peranian yang mengutamakan tanaman pangan dan

hortikultura, disamping sektor perkebunan, perikanan dan perternakan. Pada

kegiatan budidaya tanaman jagung manis usaha tersebut masih bersifat sederhan

dan usaha tersebut merupakan usaha keluarga, dimana dalam pelaksanaannya

tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga kerja keluarga.

Jagung (Zea mays saccharata L.) merupakan merupakan tanaman kedua

setelah sayuran dan ini sudah lama dibudidayakan sebaian penduduk di Desa

Cinday Alus kecamatan Martapura Kota kabupaten Martapura Provensi

Kalimatan Selatan. Pengolahan usaha jagung di desa Cinday Alus masih

sederhana yaitu pada proses pengolahan tanah masih menggunakan alat secara

manual, hal ini bisa mennyebabkan produksi yang dihasilakan masih belum

optimal dan belum memperhitungkan input sehingga akan berakibat pada

pendapatan dan keuntungan yang juga masih rendah.


4

Masalah diatas inilah peratiakan ingin melihat dan mengamati keberadaan

serta kegiatan usaha ini, baik dari segi teknis dan dari segi teknis. Dalam

pelaksanaan nanti akan terlihat sejauh mana kegiatan usaha jagung manis akan

memberi gambaran berapa besrnya biaya, penerimaan, dan pendapatan petani.

Bertitik tolak dari masalah di atas serta kaitannya dengan perananmahasiswa

sebagai civitas akademik sekaligus unsur solit anggota masyarakat dianggap

mempunyai kewajiban yang cukup dalam memberikan arahan dan pembimbingan

pada masyarakat petani di pedesaan, dengan demikian diharapkan terjadi interaksi

sosial yang positif antara mahasiswa dan masyarakat melalui praktek pengabdian

pada masyarakat. Karena itu civitas akademis mempunyai peranan yang cukep

besar dalam upaya ikut serta mewujutkan cita-cita bangsa diantaranya adalah

pembangunan petani petanian.


5

Tujuan dan kegunaan

Tujuan dan kegunaan praktek lapang ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui cara penyelenggaraan budidaya jagung manis.

2. Untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani di Desa

Cindai Alus.

3. Untuk mengetahui dan memecah permasalahan sesuai dengan kemampuan

yang diperaktekan.

Kegunaan dari praktek ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi mahasiswa, untuk dapat membagikan ilmu pengetahuan yang

diterima dibangku kuliah dengan mengaplikasikan kedalam kehidupan

masyarakat.

2. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi petani dalam

meningkatkan pendapatan pada usaha jagung manis.

3. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah atau instansi terkait dalam

menetapkan kebijakan.
6

TINJAUAN PUSTAKA

Usahatani

Usahatani pada sekala usaha yang luas pada umumnya bermodal besar,

berteknologi tinggi, manajemennya modern, lebih bersifat komersil dan sebaiknya

skala usaha kecil umumnya bermodal pas-pasan. Teknologi tradisional lebih

bersifat usaha tani sederhana dan sifat usahanya sub sisten, serta lebih bersifat

untuk memenuhi konsumsi sendiri dalam kehidupan sehari-sehari. Usahatani pada

hakikatnya adalah perusahaan, maka seseorang petani atau produsen sebelum

mengelola usahataninya akan mempertimbangkan antara biaya dan pendapatan

dengan cara mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisen, bila

pemanfaatan sumberdaya tersebut menghasilkan keluaran (output) dan melebihi

masukan (input). (Soekartawati, 2002).

Usahatani dapat berjalan lancar apabila memenuhi syarat-syarat pokok

pembangunan pertanian, yaitu (Fadholi Hernanto, 1994)

1. Adanya perangsang produksi bagi petani

2. Adanya pasar untuk usaha tani

3. Teknologi yang selalu berubah

4. Tersedianya sarana produksi secara lokal

5. Tersedianya sarana transportasi

Pengembangan pertanian selama orde baru dilaksanakan dengan

pendekatan komunitas. Pendekatan ini dicirikan oleh pelaksanaan pembangunan

komunitas partisial (sendiri-sendiri) dan lebih berorientasi pada peningkatan

produksi dibandingkan peningkaan pendapatan dan kesejatraan petani.


7

Pendekatan pertanian, harus diubah dari pendekatan komunitas menjadi

pendekatan sistem agribisnis. Maka orientasi pembangunan pertanian juga akan

mengalami perubahan dari orientasi peningkatan menjadi orientasi peningkatan

pendapatan dan kesehjatraan petani.

Botani, Sistematika, dan Morfologi Tanaman Jagung Manis

Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian

dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika dan tersebar ke Asia dan

Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abat ke-16

orang Portugal menyebar luaskan ke Asia termasuk Indonesia (Warisno,1998)

Klarifikasi tanaman Jagung Manis

Sistemmatika tanaman jagung manis menurut Warisno (1998) adalah

sebagai bebagai berikut:

Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup)

Classis : Monocotyledone (berkeping satu)

Ordo : Graminae (rumput-rumputan)

Famili : Graminaceae

Genus : Zea

Species : Zea mays saccharata L


8

Aspek Budidaya Tanaman Jagung Manis

Sebagai bahan makanan, jagung dan beberapa bahan makanan pokok

lainnya seperti padi, kentang, ketela pohon dan gandum adalah merupakan sumber

untuk mendapatkan karbohidrat bersama-sama dengan lemak. Seperti kita ketahui

bahwa setip hari kita harus makan. Makanan yang kita makan bukanlah makanan

yang hannya berfungsi untuk mengenyangkan perut saja, tetapi makan itu harus

mengandung gizi yang cukup. Ada 6 macam zat makanan yang setiap hari

diperoleh oleh tubuh, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.

(Sugeng Hr,1992).

Syarat Tumbuh Jagung Manis

Tanaman jagung berakar serabut menyebar ke samping dan kebawah

sepanjang 5 cm, akar ini tumbuh diatas buku disekeliling batang yang ada dalam

tanah maupun diatas tanah. Akar yang keluar diatas permukaan disebut akar

serabut. Fungsinya selain untuk menghisap zat makanan juga untuk mengokohkan

tumbuhnya batang (warisno,1998).

Batang berwarna hijau sampai keungguan berbentuk bulat dengan

penampungan melintang 2-2,5 cm. Tinggi tanaman bervariasi 125-150 cm. Batang

jagung beruas-ruas (internode) dan dibatasi oleh dua buku (node)

(Soeprapto,1990).

Dan terdiri atas pelepah dan helai daun. Helai daun memanjang dan ujung

daun meruncing, jumlah daun berkisar antara 10-12 helai tiap tanaman dan berada

pada setiap ruas batang dengan kedudukan berlawan antara daun satu dengan daun

lainnya (Soeprapto,1990).
9

Bunga jagung berumah satu dimana bunga jagung terletak terpisah dengan

bunga betina. Bunga jagung berada pada ujung tanaman sedangkan bunga betina

berada diketiak daun. Bunga betina berbentuk putih panjang dan biasanya disebut

rambut jagung (Soeprapto,1990).

Biji jagung tersebut rapi pada tongkol, seedangkan pada setiap tanaman

jagung kadang-kadang ada dua tongkol , terdapat 10-14 deret dan kurang lebih

200-400 butir pada tiap tongkol (Soeprapto,1990).

Jagung hibrida pertamakali ditemukan oleh Shull, yaitu dengan

menghasilkan biji jagung hibrida. Cara ini ditempuh melalui perkawinan sendiri

agar diperoleh galir-galur murni, kemudian galur-galur tersebut dikawinkan, maka

akan diperoleh hibrida-hibrida yang berdaya hasil tinggi dan seragam oleh karena

itu jagung hibrid merupakan keturunan generasi pertama (F1) (Effendi,1989).

Pada daerah pengkajian tanaman jagung diusahakan pada saat musim

penghujan dan pada awal musim kering. Dengan adanya pemuliaan tanaman,

tanaman jagung suah banyak dipesan atau dirilis berbagai macam varietas unggul

terutama jagung hibrida. Jagung jenis hibrida ini selain hasilnya cukup tinggi,

juga tahan terhadap hama dan penyakit (bulai). Usaha para petani dengan

menanam varietas ini, diharapkan meningkatkan hasil produksi tanaman jagung

dan dapat meningkatkan pendapan para petani (Untung,1992).

Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri

dengan lingkungan diluar daerah tersebut. Jagung tidak menuntut persyaratan

lingkungan yang terlalu kuat, dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan

pada kondisi tanah yang agak kering. Tanpi untuk pertumbuhan optimalnya ,

jagung menghendaki beberapa persyaratan (Citawidiya Swara,2008)


10

Iklim yang dikehendaki oleh tanaman jagung adalah daerah-daerah

beriklim sedang sehingga dengan beriklim sub-tropis yang basah dengan

kelembaban 80%. Jagung dapat tumbuh didaerah yang terletak antar 0-50oLU

hingga 0-40o LS (Falah,2009)

Pada lahan yang tidak beririgasi, pertumbuhan tanaman ini memerlukan

curah hujan yang ideal adalah sekitar 200-250 mm/tahun dan harus merata. Pada

fase pembangunan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup

air. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan dan menjelang musim

kemarau (Febrinugroho, 2009).

Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar

matahari.Tanaman jagung yang ternaungi, pertumuhannya akan terhambat dan

memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah.

Jagung akan tumbuh dengan baik didaerah yang ketinggiannya lebih dari 500mdpl

(Falah, 2009).

Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21o-32o C, akan tetapi bagi

pertumbuhan tanaman yang ideal bagi tanaman jagung memerlukan suhu optimal

antara 23o-27o C. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu

yang cocok sekitar 30o C, karena akan mengakibatkan perkecambahan biji jagung

lebih cepat dan suhu lebih dari 30o C akan mengakibatkan kerusakan embrio

sehingga tanaman tidak jadi berkecambah (Febrynugroho, 2009).

Jenis tanaman yang dapat ditanami tanaman jagung antara lain:Andosol

(berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, tanah berpasir. Pada tanah-tanah

dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang

baik dengan pengolahan tanah secara baik. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur
11

lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhanny.

Keasaman tanah yang baik bagi bagi pertumbuhan jagung adalah pH antara 5,5-

7,0 (Falah, 2009).

Jarak tanaman yang baik untuk jagung manis adalah 80 cm x 40

cm (Falah, 2009). Apabila jarak tanaman terlalu rapat kemungkinan pertumbuhan

dan perkembangan tanaman jagung kurang baik, karena terjadi persaingan

pengambilan unsur hara, air, dan cahaya matahari. Sebaiknya jarak tanam terlalu

jarang kemungkinan kurang efektif dan efisen dalam pemupukan dan memberi

ruang pertumbuhan gulma.

1. Pengolahan tanah

Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah, dan

memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar. Melalui

pengolahan tanah, drainase dan aerase yang kurang baik akan diperbaiki.

Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. Tanaman

yang sudah gembur hanya diolah secara umum.

- Persiapan

Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkahan tanah

agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerase, Tanah

yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam

15-12 cm, kemudian diratakan. Tanah yang keras memerlukan

pengolahan yang lebih banyak. Pertama-tama tanaman

dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan.


12

- Pembukaan lahan

Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa

tanaman sebelumnya. Bila perlu sisa tanaman yang cukup

banyakdibakar, abunya dikembalikan kedalam tanah, kemudian

dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak.

- Pembutan Bedengan

Setelah tanaman diolah, setiap meter dibuat saluran drainase sepanjang

barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm.

Selain ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.

- Pengapuran

Di daerah dengan pH kurang dari 5, Tanah harus dikapur. Jumlah kapur

yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun.

Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau

pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam. Dapat pula

digunakan dosis 300 kg/ha permusim tanam dengan cara disebar ada

barisan tanaman. (Teknik Budaya, blogspot.com)

2. Benih dan Pemilihan Varietas

Para produsen benih pun juga gencar mempromosikan produk-produk

untuk menarik minat para petani dan juga pedagang jagung manis. Salah satu

varietas yang cukup terkenal hingga sekarang adalah Sweet Boy, adalah salah satu

produk dari Cap Kapal Terbang. Jagung manis hibrida ini sudah cukup lama

menjadi andalan para petani dan pedagang di sentra-sentra tanaman jagung

penanaman jagung manis seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra

Utara. Sesuai dengan namanya, jagung manis ini memiliki kadar kemanisan cukup
13

tinggi, 13,3%, sehingga memberi rasa manis yang cukup legit. Kemanisan itu

bahkan bisa bertahan selama penyimpanan. (Zainuri, 1999)

Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologis (benih

hibryda). Daya tumbuh benih lebih 99%. Kebutuhan benih kurang lebih 20-30

kh/ha.Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndal dalam POC NASA (DOSIS 2-4

cc/lt) air semalam) (Warisno, 1998)

3. Teknik Penanaman

Lubang tanam ditugal,kesalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya satu butir

benih. Jarak tanam jagung disesuikan dengan unsur panennya. Jagung berumur

panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanam 40x100 cm (2 tanam/lubang).

Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x72 cm (1 tanam/lubang)

(Warisno, 1998)

4. Pemeliharaan

- Penjarangan dan Penyulaman

Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipoting dengan pisau atu gunting

tajam tepat diatas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak

boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan

tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak

tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hts). Jumlah dan jenis benih

serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

- Penyiangan

Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang

masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan
14

jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih

belum cukup kuat mencakar tanaman berumur 15 hari.

- Pemupukan

Pemberian pupuk kadang diberikan sebelum pemasangan mulsa dan diratakan

diatas tanah bedengan. Pemberian pupuk Organik SP 36, Urea, KCL dengan

perbandingan 1:1:1/2

- Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh

posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang

bermunculan diatas permukaan tanah karena adanya aerase. Dilakukan pada

saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan.

Tanaman disebelah kanan dan kiri barisan tanaman diukur dengan cangkul.

Kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk

gulundan yang memanjang.

- Pengairan dan Penyiangan

Setelah benih ditanama, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah

telah lembab, tujuannya menjaga tanaman agar tidak layu. Namun menjelang

tanaman berbungga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan

air pada parit-parit diantara bumbunan tanaman jagung. (Warisno, 1998).

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

- Hama

Hama yang sering menyerang adalah lalat bibit (Atherigona Exigua

Setin) dengan gejala daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian

yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi


15

layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab lalat

bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning

kehijawan bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur

mutiara,dan panjang lalat 3-3,5 mm. Pengendaliannya dengan cara

penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman. Tanaman

yang terserang dicabut dan dimusnahkan. Sanitasi kebun dan

semprotan dengan PESTONA.

Ulat pompong dengan gejala tanaman terpotong beberapa cm diatas

permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya,

akibatnya tanaman yang masih muda roboh. Penyebabnya beberapa

jenis ulat pompong Agrotis ipsilon, Spodoptera litura, pengerek

batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung

(Heliciverpa armigera). Pengendalian dengan cara tanam serentak

atau pergiliran tanaman, caridan bunuh ulat tersebut (biasanya

terdapat didalam tanah) dan disemprot dengan ESTONA, VITURA

atau VIREXSI.

- Penyakit

Penyakit bulai (Downy mildew), penyebab dari penyakit tersebut

adalah cendawan Peronosclerospora maydis dan P. Javanica serta P.

Philippinesis, merajalela pada suhu udara 270 C keatas serta keadaan

udara lembab. Gejala yang ditimbulkan adalah umur 2-3 minggu dan

runcing, kecil, kaku, dan pertumbuhan batang terhambat, warna daun

terdapat lapisan spora cendawan warna putih, umur 2-5 minggu

mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dari bagian


16

pangkal daun, tongkol berubh bentuk dan isi, pada tanaman dewasa

terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Pengendaliannya

dengan cara penanaman menjelang atau awal musim penghujan, pola

tanam dan pola pergiliran tanaman, cabut tanaman terserang dan

musnahkan dan preventif di awal tanaman dengan GLIOP enyakit

Bercak daun (Leaf bligh), penyebab dari penyakit ini adalah cendawan

Helminthosporium turcium. Dengan gejala pada daun tanpak bercak

memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat,

bercak berkengembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal

daun, semula bercak tanpak basah, kemudian berubah warna menjadi

coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah warna menjadi coklat

tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian

penyakit ini dengan cara pergiliran tanam, mengatur kondisi lahan

tidak lembab, prenventif diawal dengan GLIO.

Penyakit busuk tongkol dan busuk biji disebabkan oleh cendawan

Fuasarium atau Gubberella antara lain Gibberella zeae (Schw),

Gibberella Fujikuroi(Schw),gibberella moniliforme. Gejala dari

penyakit ini adalah dapat diketahui setelah membuka pembungkus

tonkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan

kemudian berubah warna menjadi warna coklat sawo matang.

Pengendalian dengan cara menanam jagung varetas tahan, penyakit

tanah, mengatur jarak tanam, perlakuan benih (Warisno, 1998).


17

6. Panen

Ciri-ciri tanaman jagung yang siap dipanen adalah jika tongkol besar dan

rambut jagung berwarna kecoklatan. Umur panen ±86-96 hari setelah tanam.

Jagung untuk sayur (jagung muda, baby cron) dipanen sebelum bijinya terisi

penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu

dan juga untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll di panen jika sudah

matang fisiologis. Cara memanen jagung adalah dengan memutar tongkol berikut

kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung (Warisno, 1998).

Aspek Finansial Usahatani

Biaya

Dalam penyelenggaraan usaha tani biaya produksi dapat dibagi menjadi

dua jenis biaya, yaitu biaya implisit dan biaya eksplisit. Biaya implisit yaitu biaya

yang tidak nyata dikeluarkan tetapi tetap diperhitungkan, misalnya tenaga kerja

dalam keluarga, sewa lahan serta perhitungan bunga modal. Sedangkan biaya

eksplisit yaitu biaya yang benar-benar dikeluarkan dalam usahatani, misalnya

biaya tenaga kerja luar keluarga, biaya benih, pajak lahan dan penyusutan alat

atau perlengkapan (Mubyarto, 1989;46).

Penerimaan

Penerimaan adalah perkalian dari total fisik dengan nilai harga persatuan

produksi. Besar kecilnya penerimaan yang akan diperoleh di samping biaya-biaya

yang dikeluarkan akan mempengaruhi terhadap peneriman suatu usahatani. Selain

itu juga dipertimbangkan keuntungan yang diperoleh terhadap pengunaan faktor-


18

faktor produksi yang dilibatkan dalam proses produksi, apakah menguntungkan

atau tidak. (Boediono, 1982;95)

Pendapatan

Pendapatan adalah selisih antara penerimaan dan biaya eksplisit total

(biaya nyata yang dikeluarkan). Pendapan yang diperoleh seorang petani

adalahimbalan yang diperoleh keluarga petani dari pengguna faktor produksi,

tenaga kerja dan modal yang diinvestasikan kedalam bidang usaha. (Bishop,

1978;187)
19

METODOLOGI

Tempat dan waktu

Praktek lapang ini terbagi menjadi 2 (dua), yaitu pengamatan dan (P2M).

Pengamatan di laksanakan di desa Cindai Alus kecamatan Martapura Kota

Kabupaten Banjar Provensi Kalimantan Selatan Bulan Maret 2017. Sedangkan

untuk kegiatan pengabdian pada Masyarakat dilaksanakan di desa Lokbaintan

Dalam,kecamatan Sungai Tabuk, Martapura Provinsi Kalimantan Selatan.

Metode Praktek

Praktek lapang ini dilaksanakan dengan metode surve dengan teknik

observasi langsung kelokasi petani. Untuk memperkancar pelaksanaan kegiatan

ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :

1. Pengamatan

Pengamatan meliputi pengumpulan data primer dan data sekunder. Data

primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan petani responden yang

dibantu dengan daftar pertanyaan (questioner) yang telah disediakan. Data

sekunder dikumpulkan dari instansi-instansi terkait dalam pengamatan ini.

Pengamatan ini menggunakan metode survei dimana pengambilan responden

(petani yang menanam jagung manis) di Desa Cindai Alus kecamatan Martapura

Kota dilakukan secara sensus terhadap petani yang menanam jagung manis secara

terus menerus sebanyak 20 orang petani.


20

2. Pengabdian Pada Masyarakat

Pengabdian Pada Masyarakat ini dilakukan dengan teknik observasi

partisipasi, karena praktikan terlibat langsung dalam kegiatan pelaksanaan

Program Pengabdian Pada Masyarakat yang berpungsi sebagai katalisator,

motivator dan dinamisator.

Analisis Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini di peroleh secara tabulasi

untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha tani jagung. Sedangkan mengetahui

besarnya penerimaan dari kegiatan usahatani dapat dirumuskan secara berikut :

(Syarifuddin A.Kasim, 1995)

TEC = ∑𝒏𝑰=𝟏 𝑷𝒊. 𝑿𝒊 ( 𝑰 = 𝟏, 𝟐, 𝟑, … 𝒏)

TEC = Total Ekplisit Cost (Rp)

Pi = Harga per unit input ke-1 (Rp)

Xi = Jumlah input atau faktor produksi ke-1 (Rp)

i = Input yang digunakan = 1, 2, 3, .......

Besarnya dalam penerimaan yang diperoleh petani dipengaruhi oleh

besarnya jumlah produksi dan harga jual yang dihasilkan. Sehingga untuk

mengatur besarnya penerimaan dapat digunakan rumus sebagai berikut :

(Syarifuddin A.Kasim, 1997)


21

TR = P. Q

Dimana:

TR = Total Revenue/Penerimaan Total Usaha jagung (Rp)

Q = Quantity/jumlah produksi jagung (Rp)

P = Price/harga jagung persatuan (Rp)

Sedangkan untuk menghitung besarnya pendapatan dari usahatani

digunakan umus : (Syarifuddin A.Kasim, 1997)

FI = TR – TEC

Dimana :

FI = Pendapatan Usahatani/Farm Income (Rp)

TR = Penerimaan Total Usaha (Rp)

TEC = Total Ekplisit cos (Rp)


22

Definisi Oprasional

Untuk mempermudah pengertian dan pembahasan permasalahan dalam

penelitian ini maka perlu adanya pembantuan definisi oprasional antara lain

sebagai berikut :

1. Biaya Eksplisit adalah jumlah biaya yang secara nyata dikeluarkan

dalam usahatani dan ada pemindahan aliran kas (Rp).

2. Biaya Implisit adalah jumlah biaya yang tidak nyata dikeluarkan oleh

petani karena karena ia mampu menyediakan sumberdaya sendiri dalam

melaksanakan kegiatan usahatani jagung, tapi turut diperhitungkan tidak

ada pemindahan aliran kas (Rp).

3. Jumlah curah curahan tenaga kerja diukur berdasarkan jumlah tenaga

kerja yang tercurah pada usahatani dalam satuan hari kerja orang (HKO).

4. Produksi adalah jumlah hasil fisik dalam bentuk jagung permusim tanam

perluasan lahan (Belik)

5. Harga adalah nilai produksi persatu unit yang berlaku ditingkat petani

per luar lahan (Rp/belik).

6. Penerimaan adalah jumlah nilai yang diperoleh dari hasil perkalian

antara harga dengan jumlah unit-unit produksi (Rp).

7. Pendapatan adalah total penerimaan yang diperoleh dikurangi dengan

total biaya eksplisit (Rp)


23

Tahap kegiatan

Dalam praktek lapang ini dilaksanakan kegiatan menjadi beberapa

tahapan yaitu :

1. Persiapan Praktek

Dalam persiapan praktek ini dilaksanakan oservasi pendahuluan

ketepatan praktek untuk mengetahui permasalahan guna penyusunan

program kerja, serta penentuan pemecahan masalah yang dihadapi.

2. Plaksanaan Kegiatan Praktek

Praktek ini dilaksanakan berdasarkan program kerja yang telah

disusun, namun apabila dalam pelaksanaannya nanti dalam hal-hal

perlu dilakukan di luar program, maka akan dilaksanakan sebagai

kegiatan non program.

- Pengolahan data, konsultasi dan penyusnan laporan praktek lapang

- Uji praktek lapang

- Pengadaan laporan praktek lapang


24

PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF PEMECAHAN

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan aparat desa dan tokoh-

tokoh masyarakat serta lembaga/organisasi kemasyarakatan diketahui adanya

beberapa permasalah yang muncul dalam masyarakat di Desa Lok Baintan

kecamatan Martapura Kota, Kalimantan Selatan. Dengan demikian perlunya

alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam Program Pengabdian pada

Masyarakat. Berbagai sektor seperti yang diuraikan dibawah ini.

Sektor pertanian

Pertanian di desa lok baintan pada umumnya bertani sayur. Di desa ini

banyak ditemui sayur-sayur seperti sawi, kacang buncis, tomat, pare, dll. Petani di

desa mempunyai prospek yang cukup baik karena telah dibekali pengetahuan

yang luas dan kemampuan untuk mengolah berbagai macam pupuk sendiri.

Keahlian petani untuk menanam sayur tidak perlu diragukan lagi. Ketua

kelompok tani juga sangat berperan memberikan ilmu-ilmu kepada angota untuk

memperoleh hasil yang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan hasil produksi para

petani yang tidak mengecewakan. Walaupun lahan pertanian mereka tidak begitu

luas, tetapi mereka dapat menambah penghasilan dengan cara menanam berbagai

macam tanaman dalam satu lahan. Sehingga bila salahsatu tanaman harganya

turun di pasar, masih ada tanaman yang lain yang bisa membantu. Selain itu,

mereka juga dapat mengolah hasil produksi sebelum dijual di pasr, sehingga

harganya mengalami peningkatan dari harga semula.


25

Dengan kemampuan petani ini, mereka sering mendapatkan bantuan dari

pemerintah. Baik berupa alat-alat pertanian, maupun bantuan dana untuk

memaksimalkan pendapatan petani.

Sektor Perikanan

Selain bidang pertanian, perikanan juga salah satu bidang yang banyak

digeluti di desa ini. Budidaya perikanan di desa ini adalah budidaya ikan lele.

Tempat budidaya perikanan di desa ini sangat beragam. Ada yang mengunakan

kolam terpal, ada pula kolam permanen yang terbuat dari semen.

Ikan lele menjadi pilihan petani untuk dibudidayakan karena harga

bibitnya yang murah, panen nya tidak terlalu lama, dan perawatannya tidak terlalu

rumit. Terutama air yang menjadi tempat tinggal ikan.

Untuk ikan lele, air ikan tidak harus diganti setiap minggu atau setiap

bulan. Salahsatu inovasi petani di desa ini adalah menciptakan semacam pupuk

cair untuk menghilangkan bau tidak sedap dari air kolam ikan yang tidak diganti

berbulan-bulan.

Untuk pemasarannya juga tidak terlalu susah. Ada para tengkulak yang

siap mengambil ikan lele yang sudah dipanen. Ada salahsatu perkumpulan ibu-ibu

yang bisa mengolah produksi ikan lele menjadi berbagai macam olahan. Salah

satu contohnya adalah pembuatan abon lele. Olahan ini terbukti dapat

menigkatkan harga jual.


26

Sektor Keagamaan

Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan P2M ini diwajibkan mengikuti

shalat berjamaah kecuali bagi mahasiswa yang sedang berhalangan. Kegiatan ini

merupakan salah satu program yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Selain

mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan ini mampu menjalani keakraban

dan keharmonisan antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar.

Sektor Kemasyarakatan

Kegiatan pertama mahasiswa setelah sampai di lokasi P2M adalah

melakukan pembersihan mushola Desa Lokbaintan Dalam kecamatan sungai

tabuk, Banjar, Kalimantan Selatan. Setelah melakukan pembersihan dilingkungan

mushola, dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan ligkungan sekitar mushola

juga.

Untuk mempersingkat waktu dan supaya kegiatan ini cepat selesai, di

tempat lain sebagian mahasiswa sedang melakukan pemasangan plang mushola

dan plang Rt atau gang.

Di hari kedua yakni hari minggu, mahasiswa ikut berpatisipasi membantu

membongkar tiang penyangga di salahsatu pos ronda yang sedang dibangun

warga. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pekerjaan warga dan

menghormati warga sekitar pada saat kita melakukan kegiatan P2M di tengah

desa mereka.

Sebagai tanda terima kasih karena kita telah diterima dengan tangan

terbuka dan diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan P2M ini, dari pihak

mahasiswa dan dosen memberikan sebuah bingkisan kepada Desa Lokbaintan

Dalam yang diwakili Bapak Eddy Triatmoko sebagai saahsatu dosen pendaping.
27

Sektor Kewanitaan

Pada sektor ini yang bertugas adalah mahasiswa dengan dibantu ibu-ibu

dan sebagai mahasiswa serta dilaksanakan di rumah Kepala Desa. Para mahasiswa

yang dibantu ibu-ibu melakukan demonstrasi membuat berkedel ikan haruan dan

puding jeruk. Kegiatan ini berlangsung lancar dan dengan suasana kekeluargaan.

Semua sektor berjalan lancar dan dapat terealisasi 100%.


28

PROGRAM KERJA PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Program kerja sebagian kegiatan yang dilaksanakan di Desa Lokbaintan

Dalam, ota Banjarmasin Kalimantan Selatan selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 22-

23 Agustus 2015 / Program kerja yang dilaksanakan dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Program Kerja Pengabdian Pada Masyarakat di Desa Lokbaintan Dalam.

No Program Kerja Target Keterangan

1. Sub sektor pertanian (tanaman

pangan dan hortikultura)

 Penyuluhan tentang

perlunya manajemen usaha 1 x 51 org Mhs/masy

tani yang baik, serta

mengoptimalisasi lahan

pertanian

2. Sektor Perikanan

 Penyuluhan budidaya ikan 1 x 51 org Mhs/masy

nila dan patin di keramba

3. Sektor agama

 Shalat Berjamaah

 Penyerahan Al-Quran dan

yasin 1 x 51 org Mhs/masy

 Pemasangan plang Majelis

taklim
29

No Program Kerja Target Keterangan

4. Sektor Kemasyarakatan

 Pembersihan musola

 Pembersihan masjid

 Pembersihan Kantor Desa 1 x 51 org Mhs/masy

 Pembersihan TK Al-Quran

 Penyerahan Struktur Desa

 Pemasangan Plang arah

jalan, batas RT

5. Sektor Kewanitaan

 Pembuatan Bunga Hias 1 x 51 org Mhs/masy

 Pembuatan Puding jeruk

sederhana

 Pembutan Berkedel Haruan


30

PENUTUP

Praktek lapang merupakan salahsatu usaha mahasiswa untuk ikut aktif

dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diterima diperguruan tinggi. Untuk

menetukan keberhasilan yang dicapai dalam praktek lapang tersebut diukur

dengan realitas pelaksanaan proposl praktek lapang ini.

Diharapkan dengan adanya kegiatan praktek lapang ini akan memberikan

danpak positif yang pada gilirnnya diharapkan akan membawa perkembangan

pembaharuan dan kemajuan khususnya dibidang pertanian baik bagi masyarakat

setempat maupun bagi mahasiswa sendiri.

Akhirnya semoga praktek lapang ini dapat berlangsung dengan lancar dan

dapat membantu masyarakat desa pada umumnya, dapat meningkatkan

pengetahuan bagi peneliti, dan bagi kita semua, Amin.


31

DAFTAR PUSTAKA

Effendi. 1984. Bercocok Tanam Jagung. CV. Yayasan Guna. Jakarta.

Fadholi Hernanto,1994; 15. Ilmu Usahatani. Catatan IV. Penembar Suadaya.


Jakarta

Falah, R. N. 2009. Budidaya Tanaman Jagung Manis. Http://www.bbpp-


lembang.com. di iaksespada tanggal 23 Januari 2012.

Febrynugroho. 2009. Klarifikasi Tanaman Jagung Manis Hibrida.


Http://febrynugroho.wordpress.com. Diakses padatanggal 6 Februari 2012.

Kandungan Jagung Manis,2010. http://www.dian-ayuning-


rakhmawati.blogspot.com. Diaskes pada tanggal 28 Mei 2014

Kasryno, F. 2000. Sumber Daya Manusia dan Pengolahan Lahan Pertanian di


Pedesaan Indonesia, FAE 18 (1) : 25-51

Kiat sukses budaya jagung manis organik,2012. Http://www.dian-ayuning-


rakhmawati.blogspot.com. Diaskes pada tanggal 28 Mei 2014

Kondisi Pertanian Indonesia, 2013.


http://www.facebook.com/topik.php/uid=138074680647&topic=13465 Di
askes pada tanggal 09 Januari 2014

Mimber Penyuluhan BPS,2012.Pengembangan Optimalisasi Lahan


Pertanian.KALSEL.

Mubyanto, 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. Lembang Penelitan Pendidikan


dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Jakarta

Soekatawai,2002. Ekonomi Mikro. BPEE. Jakarta.Universitas Achmad Yani


Banjarmasin. Banjarbaru.

Untung, O. 1992. Sampai Tahun 2000 Prospek Jagung Manis Baik. Trubus
Nomor 247. Th XXII.

Warisno, H. S. 1990. Bertanam Jagung. Bina Cipta. Jakarta.Sugeng HR, 1992,


Bercocok Tanam Jagung Manis, Penerbit Aneka Ilmu,Jakarta

Soeprapto, H.S. 1990. Bertanam Jagun. Bina Cipta. Jakarta.

Sugeng HR, 1992, Bercocok Tanam Jagung Manis, Penerbit Aneka Ilmu, Jakarta.
32

LAMPIRAN-LAMPIRAN
33

Lampiran 1. Daftar pertanyaan yang diajukan petani petani responden

1. IDENTITAS PETANI RESPONDEN

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Tingkat Pendidikan :

5. Pekerjan :

- Utama :

- Sampingan :

6. Agama :

7. jumlah keluarga yang ditanggung :

NO Nama L/P Umur (TH) Pendidikan Pekerjaan

1.

2.

3.

4.

5.

11. KEADAAN USAHA TANI

1. Luas lahan yang dimiliki . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Ha/borong

2. Luas lahan yang ditanami jagung manis . . . . . . . . Ha/borong

3. Status kepemilikan tanah :

a. Penyewa

b. Pemilik

4. Sejak kapan menanam jagung manis ?


34

5. Jenis jagung manis yang ditanam :

a. . . . . . . . . . . . . . . .

b. . . . . . . . . . . . . . . .

6. Berapa banyak produksi yang di peroleh tiap kali panen :

7. Apakah menanam jagung manis sebagai tanaman utama atau sebagai

tanaman sampingan ? (Ya/Tidak)

8. Pola usaha yang diterapkan :

a. Tuggal (monokultur)

b. Campuran (polykultur)

9. Jika campuran jenis tanaman apa saja yang diusahakan pada lahan

pertanian

tersebut :

No Jenis Produksi/ Luas tanah Tahunan/Ha /Borong

musim

1. ............ ........... ............. .................

2. ............ ........... ............. .................

3. ............ ........... ............. .................

4. ............ ........... ............. . . . . . . . . . . . . . .. . .

5. ........... ........... ............. .................

10 Jarak tanam yang digunakan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

11. Bibit yang ditanam apakah membeli / dihasilkan sendiri ?

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12. Faktor apa yang menghambat dalam usaha tani jagung manis ?

............................................
35

111. PENGUNAAN SARANA PRODUKSI

1. Sarana produksi yang digunakan dalam usaha jagung manis :

No Jenis Banyaknya Harga / Kg

1. Benih/Bibit ................ ....................

2. Pupuk

a. ................ ....................

b. ................ ....................

c. ................ ....................

3. Obat-obatan

a. ................ ....................

b. ................ ....................

c. ................ ....................

2. Alat dan perlengkapan yang digunakan pada usahatani jagung manis :

No Jenis Jumlah (buah) Harga/Kg Umur (Th)

(Rp)

1. Alat-alat

a ........................... ...................... .............................

b ........................... ...................... .............................

c ........................... ...................... .............................

d ........................... ...................... .............................

e ........................... ...................... .............................


36

f ........................... ...................... .............................

2. Perlengkapan

a ........................... ...................... .............................

b ........................... ...................... .............................

c ........................... ...................... .............................

d ........................... ...................... .............................

e ......................... ...................... ...........................

IV. PENGUNAAN TENAGA KERJA

No Jenis kegiatan TKDK TKLK Upah (Rp) Hari Kerja

L/P L/P

1. Pengolahan tanah ........ ........ ............ ..........

2. Penanaman ........ ........ ............ ..........

3. Pemeliharaan ........ ........ ............ ...........

- Penyiangan ........ ........ ............ ..........

- Pemupukan ........ ........ ............ ...........

4. Pemungutan hasil ........ ........ ............ ..........

- Panen ........ ........ ............ ..........

- Pengangkutan ........ ........ ............ ...........

V. PERMODALAN

1. Modal yang digunakan dalam usahatani berasal dari :


a. Modal Sendiri

b. Kredit Bank
37

c. Pinjam Orang lain / Suasta

2. Bila modal pinjaman berapa besarnya bunga pada saat meminjam

. . . . . % bulan

VI. PENERIMAAN

1. Produksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . /Kg

2. Harga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . /Kg

3. Total hasil penjualan Rp . . . . . . . . . . .

4. Hasil penjualan Rp . . . . . . . . . . . . . . .

5. Penerimaan kotor Rp . . . . . . . . . . . . .

VII. PEMASARAN HASIL

1. Dimana bapak/ibu/saudara (i) menjual hasil panen :

a. KUD

b. Di rumah

c. Di pasar

d. Di pasar lokal/desa

e. Dipasar kecamatan

VIII. HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama

a. Apakah tanaman pernah diserang hama (Ya/Tidak)

b. Hama apasaja yang sering menyerang tanaman tersebut

.............................................

c. Obat yang digunakan adalah

.............................................

2. Penyakit
38

a. Apakah tanaman pernah diserang penyakit (Ya/Tidak)

b. Penyakit apa yang menyerang tanaman tersebut

..............................................

c. Obat yang digunakan adalah

..............................................

3. Bagaimana cara pemberantasan hama dan penyakit tanaman jagung manis

. . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
39

Lampiran 2. Rencana isi laporan

RINGKASAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan dan Kegunaan

TINJAUAN PUSTAKA
METODOLOGI
Tempat dan Waktu
Metode Praktek
Analisis Data
Definisi Oprator
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

KEADAAN UMUM DAERAH


Letak dan luas wilayah
Keadaan iklim
Penduduk
Mata Pencaharian
Pendidikan
Agama dan Adat Istiadat
Perhubungan dan Komunukasi
Administrasi dan Pemerintah Desa
Keadaan Umum Pertanian

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pengamanan
Pengabdian Pada Masyarakat

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN