Anda di halaman 1dari 5

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Mahasiswa : Yuliana Wahyu Puspitasari

Tanggal : 21 September 2016

Waktu : 10.00 – 12.00 WIB

Tempat : Rumah Tn. Y Desa Srigonco

Inisial klien : Tn. Y

Interaksi ke : Pertemuan ke-1

Lingkungan : Ruang tamu klien

Deskripsi pasien : klien bangun tidur namun langsung kooperatif

Tujuan komunikasi : Bina Hubungan Saling Percaya, pengkajian dan analisa masalah keperawatan

KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PASIEN PADA KLIEN
P : “Selamat siang Mas” P : Tersenyum sambil Perawat dalam keadaan Klien tampak tenang dan Klien menerima kehadiran
mengulurkan tangan tenang dalam melulai ramah menyapa perawat perawat
K : Membalas jabat tangan percakapan dengan
pasien pasien

K : “Iya” K : Ekspresi datar


P : Tetap fokus pada
pembicaraan
P : “ Perkenalkan nama P : Tersenyum dengan Perawat memperkenalkan Klien membalas sapaan Perawat berusaha
saya Yuli Mas, saya ramah dan memandang diri dan menyampaikan perawat dengan ramah membuka percakapan
mahasiswanya Pak klien tujuan dengan ramah dengan klien
Bagyo. Kesini mau K : Klien tampak tenang,
memeriksa kesehatan memandang perawat
Mas Yatmoko dan sebentar lalu menunduk
mengecek obat Mas
Yatmoko”

K : “Iya Mbak” P : Perawat menatap klien


K : klien kurang
mempertahankan kontak
mata
P : “Mas bagaimana P : antusias menanyakan Perawat menanyakan Klien membalas sapaan Perawat berusaha
kabarnya?” kabar kabar dengan ramah dan dengan ramah menunjukkan empati dan
K : menoleh tersenyum kepada pasien membuka hubungan yang
hangat dan terbuka
K : “Baik, Mbak” P : perawat
mendengarkan jawaban
klien
K : klien menjawab
pertanyaan perawat
P : “Kalau boleh tahu Mas P : Duduk didepan klien Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
Yatmoko kegiatannya apa dan mengajak berbicara menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menunjukkan empati dan
aja?” K : menunduk dan sedikit hangat membuka hubungan yang
malu hangat dan terbuka

K : “Dirumah saja Mbak.” P : Mempertahankan


kontak mata dengan klien
K : menjawab dengan
malu
P : “Mas tidak keluar P : Menjaga kontak mata Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
rumah?” dan sesekali tersenyum menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menunjukkan empati dan
kepada klien hangat membuka hubungan yang
K : Menjawab hangat dan terbuka

K : “ Tidak Mbak” P : Tersenyum


K : Menjawab pertanyaan
P : “Kenapa Mas kok tidak P : Menjaga kontak mata Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
mau keluar rumah?” dan sesekali tersenyum menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menggali penyebab isolasi
kepada klien hangat sosial
K : memandang perawat
sesekali

K : “Hehe” K : Menjawab pertanyaan


dengan malu
P : Mendengarkan
jawaban klien
P : “Kenapa Mas? Malu Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
atau gimana?” menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menggali penyebab isolasi
hangat sosial
K : “Iya Mbak”
P : “Kenapa malu mas?” Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menggali penyebab isolasi
K : “Ya gak kenapa- hangat sosial
kenapa Mbak?”
P : “ Mas ikut acara warga Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
atau tidak?” menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menggali penyebab isolasi
hangat sosial
K : “Tidak Mbak?”
P : “Mas juga tidak suka Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
bermain ke rumah menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menggali penyebab isolasi
tetangga?” hangat sosial

K : “Tidak Mbak?”
P : “Main aja mas ke Perawat berusaha Klien menjawab tapi Perawat berusaha
tetangga” menjaga hubungan yang kontak mata masih kurang menggali penyebab isolasi
K : “Hehe enggak Mbak” hangat sosial
P : “Ya sudah kalau Perawat melakukan fase Klien menjawab tapi Perawat berusaha
begitu, saya pamit dulu ya terminasi dan kontak mata masih kurang menggali penyebab isolasi
Mas.” menindaklanjuti sosial
pertemuan berikutnya
K : “Iya Mbak”
P : “Selamat siang Mas” Perawat melakukan fase Klien menjawab tapi
terminasi dan kontak mata masih kurang
K : “Iya Mbak.” menindaklanjuti
pertemuan berikutnya