Anda di halaman 1dari 35

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanaman cabai (Capsicum annun L. ) merupakan komoditas hortikiltura


yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Cabai merupakan tanaman
perdu dan famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabai
berasal dari benua Amerika bagian selatan. Tanaman cabai banyak memiliki
ragam, tipe pertumbuhan, dan bentuk buahnya.

Secara umum cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Selain
digunkan untuk keperluan rumah tangga, cabai juga dapat digunakan untuk
keperluan industri diantaranya, industri bumbu makanan, industri makanan, dan
industri obat-obatan dan jamu.

Varietas cabai unggul di Indonesia sangat banyak, diantaranya


merupakan cabai unngul local dan sisanya merupakan cabai unngul hibrida hasil
pemuliaan. Salah satu jenis cabai varietas local yang sudah diakui keunggulannya
adalah Cabai Kopay.

Cabai kopay merupakan komoditi unggul baru yang ditemuakan seorang


petani yang bernama Syahrul Yondri di Koto Panjang Dalam, Kecamatan Lampasi
Tigo Nagari, Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Cabai ini memiliki panjang yang
melebihi panjang cabai biasa yang panjangnya 33-40 cm. Cabai ini merupakan
hasil persilangan dari cabai yang meningkatkan kromosom meningkat.
Keunggulan yang dimiliki cabai ini adalah ukuran buahnya lebih besar, rasanya
lebih pedas, dan tahan terhadap virus kuning.

Berdasarkan data diatas, semakin meningkatnya kebutuhan cabai kopay


baik untuk rumah tangga maupun industri dan sejalan dengan pertumbuhan
penduduk maka penulis tertarik dalam pengembangan usaha budidaya tanaman
cabai kopay ini karena memiliki peluang ekspor, dan membuka kesempatan kerja.

1
1.2 Tujuan
Tujuan dari pelaksaan Praktik Kerja Lapangan ini adalah :
a. Melatih siswa agar berjiwa agribisnis khususnya untuk tanaman cabai
kopay
b. Melatih keterampilan siswa dalam berwirausaha dan menerapkan
keterampilan siswa dalam usaha budidaya tanaman cabai kopay
c. Menerapkan kemampuan siswa dibudidaya agribisnis dan teknologi
pertanian yang telah dipelajari disekolah
d. Melatih siswa agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat
e. Untuk menambah pengalaman dilapangan
f. Belajar disisplin dan bertanggung jawab dalam berusaha tanaman cabai
kopay

1.3 Manfaat
Manfaat dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah :
a. Menambah illmu pengetahuan dan pengolahan kerja di bidang pertanian
b. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat serta dapat
memproktekkannya kepada diri sendiri dan masyarakat
c. Membutuhkan rasa tanggung jawab dalam melaksanaan suatu usaha
d. Menambah pengalaman dilapangan dan dapat menyelesaikan masalah
dilapangan dengan berfikir realita

1.4 Ruang lingkup


Ruang lingkup dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah :
a. Penentuan hamparan/pembersihan lahan
b. Pengolahan lahan
c. Pembuatan kompos
d. Persiapan bibit
e. Persemaian
f. Pemberian pupuk dasar
g. Pemasangan mulsa dan pengecatan mulsa

2
h. Pembuaran lubang tanam
i. Penanaman
j. Penyulaman
k. Pengairan/penyiraman
l. Perempelan
m. Pemasangan ajir
n. Penyiangan
o. Pemupukan susulan
p. Pengendalian hama dan penyakit
q. Panen
r. Integrasi dan Partisipasi Masyarakat (IPM)

3
II. GAMBARAN UMUM UNIT USAHA

II.1 Proses Perkembangan Usaha


II.1.1Skala Usaha
Usaha ini dilakukan pada lahan seluas 10.000 m2/1 ha.
II.1.2Komoditi
Komoditi yang diusahakan adalah cabai kopay.
II.1.3Permodalan
Modal yang digunakan untuk melaksanakan budidaya cabai kopay ini
merupakan swakarya dari pembimbing ekstern dan dilengkapai dengan
STA (Sub Terminal Agribisnis).
II.1.4Sarana dan Prasarana
Beberapa sarana dan prasarana yang digunakan /dimanfaatkan dalam
kegiatan ini adalah :
a. Alat
 Handspayer
 Cangkul
 Gerobak
 Sabit
 Sungkup
 Ember
 Gembor
 Tali rafia
b. Bahan
 Benih cabai kopay
 Pupuk kompos dan pupuk buatan
 Pestisida
 Sekam dan dedak

4
III. PELAKSANAAN

III.1 Waktu dan Lokasi


III.1.1 Waktu
Praktik kerja lapangan (PKL) ini dilakukan pada kelas XI Semester IV
Tahun Pelajaran 2016/2017 yang dilaksanakan dari tanggal 16 Februari
sampai 21 April 2017.
III.1.2 Lokasi
Lokasi pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) di laksanakan di
kelompok tani P4S Tunas Baru milik bapak Syahrul Yondri di
Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kecamatan Lampasi Tigo Nagari,
Kota Payakumbuh.

III.2 Kegiatan Utama


Kegiatan utama pada pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ini
adalah budidaya tanaman cabai kopay.

III.3 Persiapan
Sebelum melaksanakan praktik kerja lapangan semua peserta melakukan:
a. Coaching persiapan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
b. Pengarahan dari panitia dan pembagian buku panduan PKL
c. Pengarahan dari Kepala Sekolah
d. Pengarahan dari pembimbing intern
e. Pengarahan dari pembimbing ekstren
f. Pengenalan lokasi praktek oleh pembimbing ekstern
g. Pengambilan data-data wilayah dari kantor BPP kecamatan Lampasi Tigo
Nagari

5
III.4 Pelaksanaan Kegiatan
III.4.1 Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan areal penanaman cabai terutama dilakukan
terhadap rumput-rumput liar atau gulma yang dapat meningkatkan
kelembapan areal kebun. Pembersihan juga dilakukan terhadap tanaman
keras lainnya yang dapat menganggu tanaman cabai, terutama yang bisa
menghemat sinar matahari. Rumput dan tanaman gulma lainnya bisa
dibiarkan menumpuk dilahan atau dibakar.
Bekas tanaman keras atau batu-batu harus disingkirkan agar tidak
mengganggu perakaran tanaman cabai.
a. Pengolahan lahan
Lahan yang sudah selesai dibersihkan bisa dicangkul
dengan kedalaman 30-40cm. sewaktu pencangkulan ini,
rumput dan sisa tanaman lunak yang dibiarkan menumpuk
sewaktu dilakukan pembersihan lahan bisa dicampur sekaligus
dengan tanah sehingga membusuk dan dapat menjadi pupuk.
Tujuan pencangkulan ini adalah untuk membalik tanah dan
mengubah struktur tanah yang tadinya padat atau keras
menjadi gembur atau remah sehingga akar cabai dapat dengan
mudah menembus tanah dan mengambil zat makanan.

Gambar 3.1 Pengolahan lahan

6
b. Lahan basah
 Untuk lahan basah (sawah) kita harus membuat
bedengan dengan ketinggian ± 60 cm dari permukaan
air
 Jarak antar bedengan ± 100 cm
 Bedengan di cangkul rata dan dihaluskan
c. Lahan kering
 Lebar bedengan sama dengan lahan basah (jarak antar
bedengan 1 m)
 Tinggi bedengan berkisar antara 25-30 cm
 Bedengan di cangkul rata dan dihaluskan
d. Untuk lahan bekas, cukup mengolah bedengan yang sudah
ada

III.4.2 Pembuatan Kompos

Gambar 3.2 Pembuatan kompos


Kompos adalah sisa sampah organik yang difermentasikan
ditambah dengan kotoran hewan (kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran
kambing, dan sebagainya). Untuk mempercepat penguraian dipakai
mikroba pengurai atau jamur (tricoderma) dengan proses sebagai
berikut :

7
 Tumpuk pupuk kandang dan sampah organik yang ada disekitar
lokasi seperti jerami, titonia, dan lain-lain.
 Buat berlapis-lapis antar pupuk kandang dan jerami dengan
ketebalan 5-10 m. Setiap lapisan ditutup dengan plastik hitam tidak
tembus cahaya.
 Seminggu sekali diaduk 2-3 kali pengadukan agar mikro dan jamur
tricoderma tidak mati.
 Kompos dapat digunakan setelah 21 hari.
 Kompos digunakan sebelum tanam.

III.4.3 Persiapan bibit

Gambar 3.3 Persiapan bibit


Keberhasilan budidaya cabai ditentukan oleh bibit/benih yang
digunakan. Tanaman induk harus berasal dari tanaman yang sehat, buah
yang baik, dan memiliki kemurnian jenis/varietas tinggi. Sehingga
menghasilkan benih yang unggul, bagus, dan diseleksi dengan
sempurna yang dilakukan dengan cara :
 Pilih benih yang bagus dan dengan panjang ± 30 cm.
 Kemudian biji dikeluarkan dari kulit buah, yang diambil
hanya 1/3 buah bagian dari pangkal batang.

8
 Setelah itu dicuci dengan air yang dicampur garam, gunanya
untuk memisahkan biji yang baik dengan yang tidak, setelah
itu dicuci dengan air bersih.
 Kemudian jemur dibawah terik matahari selama 3 jam setelah
itu dikeringanginkan agar benih tidak menjadi lebih ringan.
 lama dikeringkananginkan ± 45 hari.

III.4.4 Persemaian
Langkah langkah kegiatan persemaian cabai adalah sebagai berikut:
 Media semai, dibuat sedikit gundukan tanah (humus) media
semai harus halus dan rapi di bedengan dengan ukuran 1 x 2 m
(untuk 10 g benih).
 Media persemaian disiram terlebih dahulu.
 Ambil benih, kemudian benih di aduk dengan kapur ajaib (anti
semut), agar benih tidak dimakan semut, lalu ditabur di
persemaian, jangan terlalu rapat agar pada saat pengambilan
bibit perakarannya tidak terganggu.
 Benih ditimbun dengan kompos dengan ketinggian 0,5-1 cm,
kemudian ditutup dengan karung bekas agar tidak terkena
cahaya matahari langsung. Persemaian disiram setiap sore.
 Setelah 5-6 hari semai, karung penutup dibuka dan diganti
dengan naungan setinggi 15-20 cm dari permukaan
persemaian. Agar kecambah tidak layu terkena cahaya
matahari langsung.
 35 hari setelah semai plastik naungan dibuka.
 40-45 hari setelah semai cabai dipindahkan kelahan.

9
III.4.5 Pemberian pupuk dasar

Gambar 3.4 Pemberian pupuk dasar


Pemberian kompos, kompos ditabur dibedengan dengan jumlah 32-
42 ton/ha.
Ciri-ciri kompos :
 Bau pupuk kandang sudah hilang
 Tidak lengket
 Pelapukan merata
Pupuk buatan yang digunakan adalah ZA 400 kg/ha, KCL 200
kg/ha, SP-36 200 kg/ha, Borate 48. Pupuk ditaburkan merata
dipermukaan bedengan dan diaduk atau dicampur merata dengan tanah

III.4.6 Pemasangan mulsa


Pada budidaya cabai kopay, pemasangan mulsa sangat penting
untuk mengatasi gulma, mengurangi pengikisan, penguapan, dan utuk
memantulkan cahaya matahari. Jika pemantulan cahaya bagus, maka
hama akan berkurang, pertumbuhan cepat, dan tanah bedengan tidak
terlalu panas pada siang hari.
Cara pemasangan mulsa :
 Bentangkan mulsa diatas bedengan
 Tarik kedua ujung mulsa sampai regang
 Pasang kedua ujung mulsa dengan bilah bambu

10
 Tarik kiri dan kanan mulsa sampai regang dan kemudian
dipasak menggunakan bambu hingga berbentuk huruf U
 Pemasangan mulsa dilakukan pada saat siang hari panas,
supaya mulsa regang

Gambar 3.5 Pemasangan mulsa

III.4.7 Pembuatan lubang tanam


 Bakar batok kelapa hingga menjadi bara
 Masukkan bara tersebut kedalam alat pelubang yang telah
disediakan
 Tempelkan alat tersebut diatas mulsa sehingga mulsa tersebut
bolong dengan jarak 40x50 cm/40x60 cm
 Biarkan beberapa hari supaya hawa panas dalam mulsa keluar

III.4.8 Penanaman

Gambar 3.6 Penanaman

11
 Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
 Bibit memiliki 5-6 helai daun
 Bibit siap ditanam saat berumur 40-45 hari
 Bibit dicabut dari persemaian setelah itu seleksi bibit yang tidak
sehat
 Bibit ditanam sebanyak 3 batang/lubang tanam agar populasi
tanaman tetap terjaga. Caranya congkel tanah menggunakan jari
kemudian dimasukkan bibit kedalam tanah
 Penanaman dilakukan sebaiknya pagi hari atau sore hari (bibit yang
ditanam adalah bibit yang diyakini sehat dan bagus atau tidak
terserang hama dan penyakit)

III.4.9 Pemeliharaan
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang cabai yang
mati atau terserang hama dan penyakit. Penyulaman dillakukan
pada saat tanaman berumur 3-15 hari setelah tanam agar
pertumbuhan tanaman merata. Bibit-bibit yang mati dilapangan
harus segera disulam dengan bibit baru yang siap tanam. Supaya
populasi tanaman tetap terjaga dan produksinya maksimal.
2. Penyiraman/Penggairan
Pengairan dilakukan dengan cara menggenai lahan mulai dari awal
tanam sampai berumur 3-4 minggu setelah tanam. Tinggi airnya 5
cm, supaya kelembaban tetap terjaga dan tanaman tumbuh dengan
normal. Pada musim kemarau sebaiknya penyiraman dilakukan
pada pagi dan sore hari dan frekuensi penyiraman ditingkatkan
untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman.

12
3. Perempelan

Gambar 3.7 Perempelan


Perempelan dilakukan setelah 15 hari setelah tanam.
Perempelan dilakukan dengan membuang semua tunas air yang
tumbuh diketiak daun dan dibawah bunga pertama menggunakan
tangan yang bersih. Tunas ini tidak produktif dan akan
menghambat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman kurang
optimal dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Perempelan
dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi resiko serangan
penyakit, memperkokoh tanaman, mengoptimalkan sinar matahari,
merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan diatasnya
yang lebih banyak dan lebih produktif sehingga menghasilkan buah
yang lebat.
4. Pemasangan ajir
Pemasangan Ajir Pertumbuhan maksimal cabai kopay dapat
mencapai 2 m dengan berat buah keseluruhan ±1,5 kg/batang,
ukuran batang cabai lebih kecil dibandingkan dengan cabai keriting
biasa. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dipasang ajir
bambu dengan ukuran 2 cm×110 cm. Pemasangan ajir dilakukan
pada saat tanaman berumur ± 20 hari setelah tanam.

13
Ajir yang digunakan adalah dari batang bambu yang dibelah
empat, kemudian dibersihkan dan dihaluskan agar tidak melukai
tanaman cabai, dengan bagian yang dimasukkan kedalam tanah
adalah 25 cm. Ajir dipasang tegak disetiap tanaman dengan jarak
sekitar 10 cm dari batang tanaman. Untuk memperkuat
pemasangannya, semua ajir yang digunakan didalam bedengan
tersebut bisa dihubungkan dengan menggunakan bambu panjang
yang diikat dengan tali.

Gambar 3.8 Pemasangan ajir

5. Penyiangan
Penyiangan dilakukan apabila disekitar tanaman terdapat gulma
yang menggangu pertumbuhan tanaman. Penyiangan dilakukan
dengan cara mencabut gulma yang berada di sela sela tanaman.
Tujuan penyiangan umtuk membersihkan tanaman yang sakit,
mengurangi persaingan penyerapan hara, mengurangi hambatan
produksi anakan dan mengurangi persaingan penetrasi sinar
matahari. Tanaman yang ditumbuhkan harus mendapatkan semua
nutrisi dan air yang diberikan oleh petani agar mampu
menghasilkan secara optimal.
6. Pupuk Susulan
Pemberian pupuk susulan dilakukan 15 hari setelah tanam, dengan
menggunakan urin kambing/sapi yang sudah di fermentasi, jika
sudah mendapatkan urin sapi/kambing dapat diganti dengan
menggunakan pupuk NPK 1-1,5 kg/100 L air, kemudian larutkan,
setelah itu corkan kepangkal batang (100 L air untuk 100 batang
tanaman )atau dengan dosis 0,1 L/tanaman. Pemupukan susulan ini

14
dilakukan setiap 10 hari sekali sampai panen puncak. Selain pupuk
cor juga perlu melakukan penyemprotan pupuk daun sesuai dosis
anjuran produk.
7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Gambar 3.9 Penyemprotan


1. Hama
 Thrips (Thrips pervispinus)
Gejala serangan :

Gambar 3.10 Gejala serangan hama trips


 Kuncup tidak segar
 Daun berkerut keatas
 Mahkota bunga banyak yang tidak jatuh
sehingga buah membulat
 Terdapat bercak-bercak putih coklat pada
daun

15
Pengendalian :
 Mencabut dan membakar tanaman yang
terserang
 Disemprot dengan menggunakan insektisida,
seperti konvidor dengan dosis rendah.
 Tungau
Gejala serangan :
 Terdapat bintik merah
 Kuncup tidak segar bahkan banyak yang
rontok
 Daun berkerut kebawah
Pengendaliannya :
 Disemprot dengan menggunakan insektisida
seperti konvidor dengan dosis rendah dan
agromek dengan dosis tinggi yang sesuai
anjuran produk.
2. Penyakit
Penyakit yang sering menyerang pada tanaman cabai
sering disebabkan oleh virus dan jamur :
 Virus Kuning
Gejala serangan :

Gambar 3.11 Gejala serangan virus kuning

16
 Pertumbuhan Kerdil
 Warna daun kuning
 Daun mengeriting
 Ruas merapat
Pengendaliannya :
 Lakukan pemutusan siklus hidup dengan cara
penanaman serentak
 Lakukan tumpang sari dengan tanaman lain
 Antraknosa
Gejalan serangan :
 Buah busuk dan kuning
 Terdapat coklat kehitaman pada buah
 Buah keriput
Pengendaliannya :
 Membakar tanaman yang terserang
 Disemprot dengan fungisida
 Serangan Jamur
Gejala serangan :
 Akar membusuk
 Kulit batang membusuk
 Bagian tengah buah membusuk
Pengendaliannya :
 Memberikan tricoderma saat pengolahan
kompos
 Untuk jamur menyerang buah dapat
dikendalikan dengan pemutusan siklus udara.

17
III.4.10 Panen dan pasca panen
1. Panen
Dalam periode penanaman, lama pemanenan yaitu 8 bulan
dengan produksi ±27 kali panen dan berproduksi 1-1,5
kg/batang. Puncak pemanenan terjadi pada saat panen ke 8
sampai panen ke 14, pada panen puncak terjadi peningkatan
cabai yang drastis yaitu 2 kali lipat dari panen sebelumnya.
Pemanenan dilakukan saat tanaman berumur 110 hari setelah
tanam dengan kriteria :
 Warna buah merata
 Cabai sudah cukup umur
 Pemanenan dilakukan secara manual dengan menggunakan
tangan
2. Pasca panen
Penanaman pasca panen yang baik akan mengurangi persentase
kerusakan atau kehilangan setelah panen. Penanganan pasca
panen memiliki beberapa tahap antara lain :
 Pemilihan buah (sortasi dan grading)
Ditempat penampungan buah cabai dipilih berdasarkan
warna buah. Selan itu, buah cabai yang sehat dipisahkan
darubuah sakit dan rusak (busuk)
 Pengemasan
Pengemasan biasanya dilakukan dengan memasukan buah
cabai yang telah dilakukan tahap sortasi dan grading ke
dalam karung sesuai dengan kualitasnya.
 Pemasaran
Pemasaran cabai kopay dilakukan kepasar-pasar yang ada
di kota payakumbuh, riau, serta melalui pesan konsumen.
Untuk pemasaran benih cabai kopay juga melalui pesanan
konsumen dan kios-kios.

18
3.5 Kegiatan Tambahan
Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan tambahan ini berupa pengalaman
kerja adalah sebagai berikut :
 Menanam mentimun
 Menanam tomat
 Pengemasan benih cabai kopay
 Pembuatan tricoderma

Gambar 3.12 Pembuatan tricoderma

19
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Aspek Teknis


a. Penyemaian benih
Persemaian dapat dilakukan di bedengan dan juga dapat dilakukan
menggunakan polibag. Persemaian yang sangat bagus yaitu dengan
menggunakan polibag, karena memudahkan dalam pemindahan
bibit kelapangan, pertumbuhan akar tidak terganggu, dan produksi
tanaman lebih banyak dan bibit cabai harus dipindahkan saat
burumur 25 hari setelah semai.
Pada saat pelaksanaan PKL, penyemaian benih dilakukan diatas
bedengan, kelebihan menyemai diatas bedengan yaitu tidak perlu
tergesa-gesa dipindahkan ke lahan karena bisa dipindahhkan saat
bibit berumur 45 hari setelah semai.
b. Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara mencangkul tanah bekas
bedengan yang lama tanpa merubah posisi bedengan, cara ini
ternyata lebih efektif dibandingkan dengan membuat bedengan
baru karena menghemat biaya pengeluaran dan tenaga kerja yang
dibutuhkan juga sedikit.
Pemberian kompos pada saat pengolahan juga sangat berpengaruh
besar terhadap pertumbuhan tanaman. Sebaiknya kompos yang
digunakan adalah kompos yang dibuat dengan menggunakan
tricoderma banyak keuntungan yang dapat diperoleh diantaranya :
 Dapat mencegah serangan jamur, karena tricoderma bisa
menguraikan jamur lain
 Tumbuh berkembang lebih cepat
c. Pemasangan mulsa plastik hitam perak
Pemasangan mulsa pada bedengan banyak memberikan manfaat
pada tanaman diatarannya adalah :

20
 Pemantulan cahaya bagus sehingga hama dan penyakit akan
kurang
 Pertumbuhan lebih cepat karena mempercepat proses
fotosintesis
 Menjaga suhu dan kelembaban tanah
 Mengurangi pertumbuhan gulma
 Mengurangi pengikisan tanah oleh air
d. Penanaman
 Bibit yang dipilih bibit yang kuat dan tumbuh mulus.
 Bibit siap tanam saat berumur 40-45 hari dan daun
berjumlah ± 5 helai
 Bibit dicabut dari persemaian setelah seleksi bibit yang
terkena jamur
 Bibit ditanam sebanyak 3 batang/lubang tanam, caranya
congkel tnah menggunkan jari kemudian masukkan biit
kedalam tanah
 Penanaman dilakukan sebaiknya padi atau sore hari (bibit
yang ditanam adalah bibit yang telah diyakini sehat dan
bagus atau bibit yang terserang hama da penyakit).
e. Panen
Pemanenan dilakukan saat tanaman berumur 110 hari setelah
tanam. Ciri-ciri panen :
 Warna buah merah merata
 Cabai sudah cukup umur
 Pemanenan dilakukan secara manual dengan
menggunakan tangan.
f. Pengendalian hama dan penyakit
1. Hama
Pada lokasi PKL hama yang sering menyerang tanaman
cabai adalah trips dan tungau, kedua hama ini sangat

21
berpengaruh besar terhadap tanamn cabai karena hama
tersebut menyerang tanaman cabai sejak dari persemaian
sampai akhir panen. Jika hama tersebut tidak dapat
dikendalikan, maka kemungkinan besar tanaman cabai
tidak akan berproduksi sama sekali.
Untuk melakukan pemberantasan hama tersebut dapat
dilakukan dengan penyemprotan menggunakan pestisida
buatan seperti Rotraz dan convidor sesuai dosis anjuran.
2. Penyakit
Penyakit yang banyak ditemukan pada pelaksanaan PKL
adalah virus kuning. Virus ini menyebabkan daun tanaman
akan menguning dan menjadi keriting. Untuk
mengendalikannya harus dilakukan pemutusan siklus
hidup penyakit dan melakukan tumpang sari dengan
tanaman lain.
Selain penyakit virus kuning, penyakit lain yang
menyerang tanaman cabai adalah Antraknosa. Penyakit ini
disebabkan oleh jamur sehingga buahnya menjadi busuk
kering. Penyakit ini bisa dikendalikan dengan cara
memperlancar sirkulasi udara. Dengan ini otomatis
pengeringan buah menjadi lebih cepat.

4.2 Aspek ekonomi


Ada beberapa aspek ekonomi yang terdapat dalam agribisnis cabai
adalah:
1. Dilihat dari prospek pasar, menguntungkan karena hargai cabai cukup
mahal.
2. Pemasaran cabai yang terbuka luas.
3. Banyaknya industri pengolahan cabai sehingga permintaan pasar
meningkat.
4. memberikan keuntungan bagi petani yang berhasil.

22
4.3 Aspek sosial
Aspek sosial yang dapar diperoleh dari pemdidayaan tanaman cabai
adalah
1. Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
2. Meningkatkan daya guna tanah.
3. Memberi motivasi bagi masyarakat untuk melakukan sebuah usaha.
4. Meningkatkan kesejahteraan petani dan pekerja.

4.4 Permasalahan dan pemecahan


a) Masalah
Adapun masalah yang dihadapi di lokasi PKL adalah :
 Bibit yang disemai tidak tumbuh subur atau normal karena
kurang pemberian kompos dan tanah yang digunakan tidak
tanah humus
 Banyaknya tanaman yang mati pada umur 12 hari karena
terserang jamur, hama dan penyakit
 Karena keterbatasan waktu, siswa tidak dapat mempelajari
tentang panen dan pasca panen cabai tersebut
b) Pemecahan masalah
Ada beberapa pemecahan masalah yang dialakukan adalah :
 Melakukan pemberian kompos yang cukup untuk tanaman dan
gunkan tanah yang subur dan tanah humus
 Dilakukan pemberian racun sekitar tanaman, supaya hama
yang menyerang dapat berkurang
 Lebih banyak bertanya kepada pembimbing ekstern tentang
pemeliharaan cabai kopay yang baik dan benar

23
4.5 Kegiatan IPM ( Integrasi Partisipasi Masyrakat )
a. Melaksanakan kegiatan penyuluhan di SD N 64 Payakumbuh

Gambar 3.13. Penyuluhan

b. Ikut dalam wirid pengajian di Mushalla Kubang Koto Panjang Dalam

24
5 ANALISIS USAHA

5.1 Input
1. Sewa tanah
Lahan yang digunakan untuk budidaya cabai kopay ini adalah
10.000m2, sedangkan sewa tanah untuk 10.000m2 dalam 1 tahun Rp.
15.000.000.-, dalam usaha 8 bulan dengan suku bunga bank 12%.

=Rp 10.000.000
1. Biaya alat
Tabel 1 : biaya alat
Biaya alat Vol NB NS JUE NP BM Jumlah
Rp.
cangkul 30 Rp. 2.400.000 0 3 Rp. 533.333 9s6.000 Rp. 629.333
Rp.1.444.44 Rp.
Handsprayer 10 Rp. 6.500.000 0 3 4 260.000 Rp. 1.704.444
Gembor 40 Rp. 1.000.000 0 3 Rp. 222.222 Rp. 40.000 Rp. 262.222
Batu asahan 5 Rp. 75.000 0 1 Rp. 50.000 Rp. 3.000 Rp. 53.000
Ember 25 Rp. 625.000 0 2 Rp. 208.333 Rp. 25.000 Rp. 233.333
Sabit 10 Rp. 350.000 0 3 Rp. 77.777 Rp. 14.000 Rp. 91.777
Total Rp. 2.344.109

2. Biaya saprodi
Biaya saprodi adalah biaya yang habis digunakan dalam 1 kali
periode usaha, biaya saprodi diasebur juga sarana produksi. Uraian
biaya saprodi pada pembudidayaan tanaman cabai kopay ini adalah :
Tabel 2 : biaya saprodi
Jenis Volume Harga@ Jumlah
Benih 150 gram Rp. 10.000 Rp. 1.500.000
Kompos 40.000 kg Rp. 800 Rp. 32.000.000
Kapur dolomite 35.000 kg Rp. 600 Rp. 21.000.000
ZA 400 kg Rp. 8.000 Rp. 3.200.000
SP-36 400 kg Rp. 8.000 Rp. 3.200.000
KCL 100 kg Rp. 6.000 Rp. 600.000
NPK 250 kg Rp. 8.000 Rp. 2.000.000
Mulsa plastik hitam perak 10 bal Rp. 550.000 Rp. 5.500.000

25
Cat aluminium 40 kaleng Rp. 45.000 Rp. 1.800.000
Minyak tanah 30 liter Rp. 12.000 Rp. 360.000
Racun siput ( ciputok ) 35 kg Rp. 40.000 Rp. 1.400.000
Confidor 40 bungkus Rp. 35.000 Rp. 1.400.000
Antrakol 50 kg Rp. 80.000 Rp. 4.000.000
Alena 40 tabung Rp. 50.000 Rp. 2.000.000
Dekamon 45 tabung Rp. 35.000 Rp. 1.575.000

Rotraz 20 tabung Rp. 80.000 Rp. 1.600.000


Grandasil 50 kg Rp. 87.000 Rp. 4.350.000
Borate 20 bungkus Rp. 50.000 Rp. 1.000.000
Agus 10 tabung Rp. 65.000 Rp. 650.000
Agridek 13 bungkus Rp. 90.000 Rp. 1.170.000
Kalinetra 35 tabung Rp. 50.000 Rp. 1.175.000
Movento 20 tabung Rp. 75.000 Rp. 1.500.000
Delimetrin 40 tabung Rp. 45.000 Rp. 1.800.000
Ajir 20.000 batang Rp. 500 Rp. 10.000.000
Tricoderma 120 kg Rp. 25.000 Rp. 3.000.000
Tali rafia 30 rol Rp. 10.000 Rp. 300.000
Karung 500 lembar Rp. 500 Rp. 250.000
Plastik bening 25 m Rp. 15.000 Rp. 375.000
Jumlah Rp. 108.705.000

3. Biaya tenaga kerja


Biaya tenaga kerja pada budidaya tanaman cabai kopay
berdasarkan hari Hari Orang Kerja (HOK) atau setara dengan 8 jam
kerja. Uraiannya sebagai berikut :
Tabel 3 : biaya tenaga kerja
Jenis kegiatan HOK UPAH@ Jumlah
Pengolahan tanah I 50 L Rp. 80.000 Rp. 4.000 000
Pengolahan tanah II 50 L Rp. 80.000 Rp. 4.000 000
Pengolahan tanah III 40 L Rp. 80.000 Rp. 3.200.000
Pembuatan kompos 35 L Rp. 80.000 Rp. 2.800.000
Pembalika kompos 20 L Rp. 80.000 Rp. 1.600.000
Pembuatan media semai 10 L Rp. 80.000 Rp. 800.000
Pemupukan dasar ( kompos ) 40 L Rp. 80.000 Rp. 3.200.000
Pembibitan 20 L Rp. 80.000 Rp. 1.600.000
Pemupukan dasar ( kimia ) 40 L Rp. 80.000 Rp. 3.200.000

26
Pemberian kapur dolomite 40 L Rp. 80.000 Rp. 3.200.000
Pemasangan mulsa (mphp) 30 L Rp. 80.000 Rp. 2.400.000
Pengecatan mulsa 25 L Rp. 80.000 Rp. 2.000.000
Melubangi mulsa 15 L Rp. 80.000 Rp. 1.200.000
Penanaman 50 L Rp. 80.000 Rp. 4.000.000
Pemasangan ajir 25 L Rp. 80.000 Rp. 2.000.000
Penyiraman 20 L Rp. 80.000 Rp. 1.600.000
Penyiangan 30 L Rp. 80.000 Rp. 2.400.000
Penyulaman 35 L Rp. 80.000 Rp. 2.800.000
Perempelan 35 L Rp. 80.000 Rp. 2.800.000
Pengendalian hama dan penyakit 30 L Rp. 80.000 Rp. 2.400.000
Pemberian pupuk susulan 35 L Rp. 80.000 Rp. 2.800.000
Panen 60 P Rp. 80.000 Rp. 4.800.000
Pascapanen 40 P Rp. 80.000 Rp. 4.000.000
Jumlah Rp. 62.800.000

4. Bunga modal
Suku bunga bank budidaya tanaman cabai kopay ini adalah 12%
dengan uraiannya :
M1 = Penemaian benih Rp. 1.600.000
Pupuk kandang Rp. 32.000.000
Pengolahan tanah I RP. 4.000.000
Pengolahan tanah II RP. 4.000.000
Pengolahan tanah III Rp. 3.200.000
Benih Rp. 1.500.000 +
Jumlah Rp. 46.300.000

M2= pembuatan kompos Rp. 2.800.000


Pembalikan kompos Rp. 1.600.000
Pembuatan media semai Rp. 800.000
Pemupukan dasar(kompos) Rp. 3.200.000
Pemupukan dasar(kimia) Rp. 3.200.000
Pemberian kapur dolomite Rp. 3.200.000
Pemasangan mulsa Rp. 2.400.000
Pengecetan RP. 2.000.000
Melubangi mulsa Rp. 1.200.000
Penanaman Rp. 4.000.000
Pemasangan ajir Rp. 2.000.000
Penyiraman Rp. 1.600.000
Penyiangan Rp. 2.400.000
Penyulaman Rp. 2.800.000
Perempelan Rp. 2.400.000
Pengendalian hama dan penyakit Rp. 2.400.000

27
Pemberian pupuk susulan Rp. 2.800.000
Panen Rp. 4.800.000
Pasca panen Rp. 4.000.000
Kapur dolomite Rp. 21.000.000
Za Rp. 3.200.000
Sp-36 Rp. 3.200.000
KCL Rp. 600.000
NPK RP. 2.000.000
Mulsa plastic hitm perak Rp. 5.500.000
Cat Aluminium Rp. 1.800.000
Minyak Tanah Rp. 360.000
Racun siput Rp. 1.400.000
Convidor Rp. 1.400.000
Antrakol Rp. 4.000.000
Alena Rp. 2.000.000
Dekamon Rp. 1.575.000
Rotraz Rp. 1.600.000
Grandasil Rp. 4.350.000
Borate Rp. 1.000.000
Agridek Rp. 1.170.000
Kalinetra Rp. 1.750.000
Agus Rp. 650.000
Movento Rp. 1.500.000
Delimetrin Rp. 1.800.000
Ajir Rp. 10.000.000
Tricoderma Rp. 3.000.000
Tali raffia Rp. 300.000
Karung Rp. 250.000

Plastik bening Rp. 375.000 +

Total Rp. 125.380.000

28
5.2 Output
Usaha budidaya cabai kopay dengan luas lahan 10.000m2 dapat
menghasilkan buah cabai 1kg/batang, sedangkan dalam 10.000m2 ada 19.000
batang tanaman cabai, maka produksi cabai sekitar 19 ton.
Tingakat keberhasilan cabai kopay ini adalah 80%, hara cabai kopay saat
ini denagan harga normal Rp. 25.000,- Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan
luas lahan 10.000m2 dapat memproduksi buah sebanyak :

29
5.3 Pendapatan pengelola

5.4 Pendapatan somatani

5.5 kelayakan usaha

B / C ratio

Artinya, setiap penambahan modal sebesar Rp. 1,- akan


mendapakan hasil Rp. 1,9,- Karena B/C rasio levih dari 1 (>1) Jadi
usaha ini layak diusahakan.

5.6 Break Event Point ( BEP )

a)

Artinya : saat harga jual cabai mencapai Rp. 10.037 usaha tersebut
tidak akan mendapat keuntungan maupun mengalami
mengalami kerugian (impas).

30
b)

Artinya : usaha ini bisa dapat untung, maka produksi yang


kita raih harus melebihi titik impas yakni lebih
besar dari 7.628 kg.

31
VI. PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Hal-hal yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :
1. Pada saat budidaya tanaman cabai, dengan produksi 27 kali panen
selama 8 bulan, panen puncak yaitu pada panen ke 8 sampai panen ke
14. Panen puncak mengalami kenaikan drastis yaitu 2 kali lipat dari
panen sebelumnya.
2. Apabila budidaya cabai kopay dilakukan sesuai dengan teknik dan
anjuran yang benar, maka budidaya cabai ini akan memberikan hasil
yang sangat menguntungkan.
3. Jika iklim mendukung dan diusahakan lebih intesif maka usaha
pembudidayaan cabai kopay lebih menguntungkan.
4. Dari hasil analisis budidaya tanaman cabai kopay mendapat rasio lebih
dari 1 dengan kelayakan usaha Rp. 1,9 (artinya dengan penanaman
modal usaha Rp. 1 akan menghasilkan Rp. 1,9) jadi budidaya tanaman
cabai kopay ini layak diusahakan.
6.2 Saran
Pada saat praktik kerja lapangan kali ini saran yang dapat disampaikan
sebagai berikut :
1. Budidaya cabai kopay dinilai cukup bagus untuk dibudidayakan, maka
diharapkan kedepannya bisa dilaksanakan kembali kegiatan Praktek
Kerja Lapangan dengan komoditi Cabai Kopay.
2. Waktu Praktek Kerja Lapangan lebih efektif dan lebih efisien karena
cuaca dan iklim pada semester sekarang sangat mendukung.
3. Akibat keterbatasan waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan,
sehingga materi yang didapat belum sempurna, jadi diperlukan waktu
lebih banyak untuk menguasai budidaya cabai kopay.

32
DAFTAR PUSTAKA
Dermawan, R dan Asep Harpenas. 2014. Budidaya Cabai Unggul. Jakarta pusat:
Penebar Swadaya
S, Alex. 2014. Usaha Tani Cabai Kiat Jitu Bertanam Cabai di Segala Musim.
Yogjakarta: Pustaka Baru Press
Setiadi. 2001. Bertanam Cabai. Bogor: Penebar Swadaya
Suriani, Neti. 2013. Budidaya Cabai Di Lahan Sempit. Riau: Infra Pustaka
Yondri, Syahrul. 2005. Budidaya Cabai Kopay. Payakumbuh

33
LAMPIRAN

Pupuk KCL Pupuk SP-36

Pupuk Borate Tricoderma

34
35