Anda di halaman 1dari 24

KECERDASAN TIRUAN

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal

Oleh :
Yehezkiel Rivaldo Putra 1705551031
Dinda Riani 1705551033
Lady Hasiani Siahaan 1705551038

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan akan informasi yang tepat, akurat dan cepat semakin dibutuhkan oleh
semua orang dengan intensitas yang semakin meningkat. Sebagai pemenuhan kebutuhan
akan informasi yang cepat tersebut, maka dikembangkan teknologi komputerisasi untuk
mengolah dan menyajikan suatu informasi. Perkembangan teknologi komputerisasi tersebut
telah memasuki berbagai bidang kehidupan seperti bidang medis, ekonomi, militer,
peternakan, dan pertanian. Seiring perkembangan teknologi tersebut, dikembangkan pula
suatu teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara berpikir manusia yaitu teknologi
kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Sistem pakar adalah salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang mengandung
pengetahuan dan pengalaman dari satu atau banyak pakar kedalam satu area permasalahan
tertentu, dalam hal ini adalah permasalahan penyakit ginjal. Penyakit ginjal termasuk jenis
penyakit yang cukup sulit ditangani karena jika sudah mencapai tahap kritis, belum
ditemukan obat yang dapat menyembuhkan secara total, hanya ada pengobatan untuk
pencegahannya saja. Keengganan sebagian besar orang untuk pergi ke dokter menyebabkan
para penderita penyakit ini biasanya tidak menyadari telah menderita penyakit ini sampai
pada kondisi yang kritis.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis bermaksud untuk membuat sebuah
sistem yang dapat mendiagnosa penyakit ginjal yang dialami berdasarkan hasil gejala-gejala
pada tubuh yang dialami. Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan diagnosa awal,
sehingga jika seseorang terkena penyakit ginjal dapat segera terdeteksi sebelum mencapai
tahap yang kritis. Bahasa yang digunakan dalam pembuatan sistem yaitu menggunakan
bahasa pemrograman PHP Html.
BAB II
TUJUAN DAN MASALAH

2.1 Rumusan Masalah


Permasalahan yang diambil penulis adalah bagaimana membangun suatu aplikasi
sistem pakar yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit ginjal. Perumusan masalah
tersebut adalah sebagai berikut :
a) Bagaimana mengimplementasikan metode Forward Chaining pada sebuah
program sistem pakar yang dapat memberikan solusi berupa hasil diagnosa penyakit ginjal?
b) Bagaimana membangun sistem pakar yang efisien dengan menerapkan
representasi pengetahuan Production Rules, agar sistem tersebut dapat memberikan diagnosa
awal kepada orang-orang awam?

2.2 Batasan Masalah


Adapun dalam perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Anjing memiliki
beberapa batasan masalah, yaitu sebagai berikut
1. Memahami dan mengenali gejala-gejala penyakit Ginjal
2. Mengetahui cara menanggulangi atau solusi-solusi untuk penyakit ginjal yang diidap
3. Metode yang digunakan yaitu Forward Chaining

2.3 Tujuan dan Manfaat


Tujuan penelitian dalam pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
a) Membangun sistem pakar yang efisien, sehingga dapat memberikan diagnosa awal
kepada orang-orang awam berupa penyakit ginjal yang diderita
b) Menilai dan mengevaluasi bentuk representasi pengetahuan yang paling tepat
digunakan untuk kasus diagnosa penyakit ginjal.
BAB III
MERANGCANG SISTEM

3.1 Representasi Pengetahuan


Representasi pengetahuan (knowledge representation) adalah cara untuk menyajikan
pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui
relasi antara suatu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain dan dapat dipakai untuk
menguji kebenaran penalarannya. Representasi pengetahuan dibutuhkan untuk menangkap
sifatsifat penting masalah dan mempermudah prosedur pemecahan masalah dalam
mengakses informasi.
Format representasi harus mudah dipahami sehingga seorang programmer mampu
mengekspresikan pengetahuan (fakta), namun semua cara tersebut harus mengacu pada dua
entitas berikut.
1. Fakta, yaitu kejadian sebenarnya. Fakta inilah yang akan kita representasikan.
2. Representasi dari fakta. Berdasarkan representasi inilah kita dapat mengolah fakta.
Untuk membuat suatu representasi pengetahuan, maka kita harus tahu gambaran
komponen yang terdapat dalam sistem nantinya. Adapun jenis-jenis penyakit ginjal dapat
dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. 1 Tabel Jenis Penyakit Ginjal

No Nama Penyakit Keterangan


1 Infeksi Saluran Kemih Deskripsi : Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi
ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu
ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami
infeksi. Umumnya, ISK terjadi pada kandung kemih dan
uretra.

Solusi : Infeksi saluran kemih perlu segera diobati, agar


tidak terjadi kerusakan ginjal permanen. Pengobatan
utamanya adalah dengan pemberian obat -obatan, yang
jenis dan dosisnya disesuaikan dengan kondisi pasie n.
2 Cystisis Deskripsi : Cystitis adalah peradangan (inflamasi) pada
kandung kemih.
Solusi : Setelah diagnosis cystitis dinyatakan positif,
dokter akan menentukan langkah penanganan yang
dibutuhkan pasien. Penanganan tersebut tergantung pada
tingkat keparahan yang dialami pasien. Kasus cystitis
ringan biasanya dapat pulih tanpa pengobatan dalam waktu
beberapa hari.

Beberapa langkah penanganan mandiri guna mengurangi


gejala cystitis, antara lain adalah dengan banyak minum
untuk membantu membersihkan i nfeksi dari saluran
kemih, mengompres perut dengan air hangat atau di antara
kedua paha guna mengurangi rasa tidak nyaman, serta
mengonsumsi obat pereda nyeri jika dibutuhkan
(paracetamol atau ibuprofen). Selain itu, dianjurkan untuk
tidak berhubungan seks ual dulu sementara waktu agar
kondisi infeksi tidak semakin parah.

Jika cystitis tidak kunjung mereda, penanganan yang dapat


dilakukan adalah melalui pemberian obat antibiotik untuk
mengatasi infeksi bakteri. Dokter dapat menetapkan dosis
antibiotik sesua i bakteri yang terdapat dalam urine dan
tingkat keparahan cystitis. Antibiotik biasanya diresepkan
untuk waktu 3-7 hari dan pasien dianjurkan untuk
menghabiskan seluruh obat antibiotik yang diresepkan
agar infeksi dapat hilang seluruhnya. Untuk kasus cysti tis
yang berulang, dokter dapat menganjurkan untuk
mengonsumsi antibiotik lebih lama. Namun yang
terpenting adalah evaluasi lebih dalam dengan dokter
spesialis ginjal atau urologi, untuk mengetahui penyebab
dari cystitis berulang.
3 Nefritis Interstisial Deskripsi : Nefritis interstisial adalah infeksi yang
menyebabkan peradangan dan pembengkakan di ruang
sekitar nefron.
Solusi : Pengobatan bertujuan untuk memperbaiki gagal
ginjal dan mengatasi masalah metabolisme yang
berhubungan dengan gagal ginjal (kalium yang tinggi,
kalsium rendah, tingkat fosfor tinggi; jumlah darah
rendah).Seorang nephrologist (spesialis penyakit ginjal)
dapat membantu Anda. Pengobatan juga ditujukan untuk
memperbaiki penyebab utama.

Jika penyebabnya adalah obat -obatan, maka


penggunaannya akan dihentikan. Infeksi bakteri diobati
dengan antibiotik. Jika penderita tidak menanggapi
pengobatan awal, kortikosteroid seperti prednison dapat
diberikan. Jika kortikosteroid tidak bekerja, obat yang
lebih kuat seperti siklofosfamid dapat d icoba.
4 Ginjal Polkista Deskripsi : Ginjal polikistik adalah penyakit keturunan
dimana sekelompok kista muncul di dalam ginjal.

Solusi : Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk


menyembuhkan penyakit ginjal polikistik. Dokter hanya
akan mencoba meringankan gejala, serta mengatasi
komplikasi yang muncul.

Berikut ini adalah beberapa penanganan berdasarkan


gejala atau komplikasi yang muncul:
-Infeksi kandung kemih atau ginjal. Antibiotik dapat
digunakan untuk mengatasi infeksi dan mencegah
kerusakan ginjal lebih lanjut.
-Kegagalan fungsi ginjal. Penderita akan disarankan untuk
menjalani cuci darah atau transplantasi ginjal.
-Nyeri kronis. Obat pereda nyeri, seperti paracetamol,
dapat digunakan untuk mengontrol rasa nyeri kronis pada
punggung.
-Aneurisma. Dokter akan menganjurkan penderita untuk
menjalani pemeriksaan aneurisma intrakranial secara
rutin. Jika ditemukan, dapat dilakukan tindakan
pembedahan untuk mengurangi risiko perdarahan.
-Darah pada urine. Disarankan untuk mengonsumsi banyak
cairan ketika muncul darah pada urine, serta melakukan
bed rest untuk mengurangi perdarahan.
-Komplikasi kista. Jika kista menghalangi organ lain atau
pembuluh darah, menyebabkan nyeri yang hebat, atau
menyebabkan infeksi, maka dapat dilakukan pembedahan
untuk mengeluarkan cairan kista.
-Kista pada organ hati. Pada keadaan ini dapat dilakukan
pembedahan untuk mengangkat sebagian organ hati atau
transplantasi hati.
-Tekanan darah tinggi. Dianjurkan untuk makan makanan
rendah garam dan lemak. Penderita juga diminta untuk
tidak merokok, lebih sering olahraga dan menghindari
stres. Obat jenis ACE -inhibitors dapat digunakan untuk
mengontrol tekanan darah tinggi penderita.
5 Kanker Kandung Kemih Deskripsi : Kanker kandung kemih adalah kondisi ketika sel
di dalam kandung kemih tumbuh tidak normal dan tidak
terkendali, sehingga membentuk sel kanker.

Solusi : Pengobatan pada pasien kanker kandung kemih


tergantung pada jenis kanker, stadium, usia, dan kondisi
kesehatan pasien secara umum.

Transurethral resection of bladder tumor (TURBT)


TURBT adalah prosedur operasi yang umum dilakukan
untuk menangani kanker kandung kemih stadium awal.
Prosedur ini memasukkan alat yang disebut resectoscope
ke dalam kandung kemih melalui saluran pembuangan
urine (uretra). Resectoscope terseb ut dilengkapi kawat
khusus untuk mengangkat sel tumor. Jika jaringan kanker
masih ada di kandung kemih pasien setelah tumor
diangkat, dokter akan menggunakan laser untuk
menghancurkan kanker tersebut.

Sistektomi
Sistektomi adalah operasi untuk mengangkat sebagian atau
seluruh kandung kemih. Pada Sistektomi parsial, dokter
hanya mengangkat sebagian kandung kemih yang terdapat
sel kanker. Sistektomi parsial dilakukan jika kanker hanya
terdapat pada sebagian kandung kemih yang bisa dibuang
tanpa membahayakan fungsi kandung kemih.

a. Terapi Intravesikal
Terapi ini umum diterapkan pada kanker stadium awal.
Dokter akan memasukkan obat langsung ke kandung
kemih. Obat yang dimasukkan antara lain:
-Immunotherapy. Dokter akan memancing sel tubuh
melawan kanker di ka ndung kemih dengan memasukkan
bakteri Bacillus Calmette -Guerin (BCG) ke kandung
kemih melalui kateter. Terapi ini bisa dimulai beberapa
minggu setelah pasien menjalani TURBT.
-Kemoterapi intravesikal. Prosedur ini dijalankan dengan
memasukkan obat -obat untuk melawan sel kanker di
kandung kemih melalui kateter. Kemoterapi juga dapat
dilakukan melalui suntikan pembuluh darah untuk stadium
lebih lanjut, ketika sel kanker sudah menyebar keluar dari
kandung kemih.

b.Radioterapi
Pasien mungkin akan menjalani rad ioterapi 5 hari dalam
sepekan untuk beberapa minggu. Terapi ini biasanya
direkomendasikan pada beberapa kondisi, seperti:
-Kanker kandung kemih stadium awal.
-Pasien dengan kanker kandung kemih stadium awal yang
tidak bisa menjalani prosedur bedah.
-Terapi lanjutan setelah TURBT atau sistektomi parsial.
-Sebagai pencegahan atau pengobatan gejala kanker
kandung kemih stadium lanjutan.
6 Hidronefrosis Deskripsi : Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal
akibat penumpukan urine, di mana urine tidak bisa
mengalir dari ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini
umumnya terjadi pada salah satu ginjal, namun tidak
menutup kemungkinan untuk terjadi pada kedua ginjal
sekaligus.

Solusi : Penanganan hidronefrosis bertujuan untuk


menghilangkan penyumbatan aliran urine, yang
disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan
penderita.

Hidronefrosis yang terjadi pada wanita hamil, janin, atau


bayi biasanya tidak memerlukan penangan an. Pada wanita
hamil, umumnya kondisi akan membaik beberapa minggu
setelah persalinan. Sedangkan pada bayi, beberapa bulan
pasca kelahirannya. Kendati demikian, pemindaian tetap
perlu dilakukan untuk mencegah masalah yang
berkelanjutan.

Jika pembengkakan ginjal terjadi karena penyumbatan


ureter, maka dokter dapat memasang selang untuk
melebarkan ureter (stent) dan mengalirkan urine ke
kandung kemih, atau saluran nefrostomi yang mengalirkan
urine dari ginjal langsung ke luar tubuh. Sedangkan
pemberian obat antibiotik dan pereda nyeri juga dapat
diberikan untuk mengatasi infeksi saluran kemih.

Selain pemasangan selang atau pemberian obat, prosedur


operasi juga bisa dilakukan dokter dalam mengatasi
hidronefrosis. Operasi dilaksanakan untuk mengatasi
pembengkakan ginjal karena batu ginjal atau pembesaran
prostat. Prosedur ini juga dilakukan jika terjadi jaringan
parut atau bekuan darah, yang menyebabkan saluran urine
terhambat. Sementara untuk hidronefrosis karena kanker,
maka dapat dilakukan gabungan prosedur operasi dengan
kemoterapi atau radioterapi .
7 Sindroma Nefrotik Deskripsi : Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang
menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak
protein yang dibuang melalui urine.

Solusi : Penanganan sindrom nefrotik berbeda-beda untuk


tiap penderita. Penentuan jenis pengobatan tergantung
pada penyakit yang menyebabkan kondisi tersebut.

Dokter umumnya menganjurkan obat -obatan untuk


mengurangi gejala atau mengatasi komplikasi yang Anda
alami. Contoh obat-obatan tersebut adalah:
-Diuretik yang berfungsi untuk membuang cairan yang
berlebihan dari dalam tubuh melalui urine.
-Obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah
tinggi.
-Obat antikoagulan yang digunakan untuk menurunkan
risiko penggumpalan darah.
-Steroid untuk menangani peradangan atau
glomerulonefritis perubahan minimal.
-Imunosupresan yang digunakan untuk mengurangi
inflamasi dan menekan respons abnormal dari sistem
kekebalan tubuh.
-Penisilin untuk menekan risiko infeksi dalam tubuh.

Untuk penderita glomer ulonefritis perubahan minimal, 90


persen penderitanya dapat diobati secara efektif dengan
steroid dalam waktu 6 -8 minggu.
Bagi anak yang mengidap sindrom nefrotik bawaan atau
kongenital, dokter akan memberikan albumin melalui
infus. Dokter juga mungkin aka n menyarankan dialisis
atau cuci darah, operasi pengangkatan atau transplantasi
ginjal sebagai pengobatan.
Tingkat kesembuhan dari kondisi ini sangat bergantung
pada penyebab, tingkat keparahan, dan respon tubuh
terhadap pengobatan. Umumnya anak -anak dapat sembuh
dari kondisi ini walau sekitar 70 persen kembali
mengalaminya lagi di masa depan.
8 Pielonefritis Deskripsi : Pielonefritis atau infeksi ginjal terjadi karena
berpindahnya bakteri dari kandung kemih ke ginjal, yang
dapat menimbulkan rasa tidak nya man atau nyeri.

Solusi : Jenis-jenis obat yang biasanya akan diresepkan


oleh dokter untuk mengatasi gejala infeksi ginjal adalah:

Antibiotik oral. Antibiotik yang umumnya


direkomendasikan adalah ciprofloxacin atau amoxicillin.
Sedangkan khusus untuk wani ta hamil, antibiotik yang
umumnya diberikan adalah cephalexin dengan jangka
penggunaan selama 14 hari. Gejala infeksi ginjal biasanya
mulai membaik setelah beberapa hari pengobatan. Namun
untuk memastikan infeksi bersih sepenuhnya, pengobatan
ini perlu dilanjutkan hingga obat yang diberikan habis.

Obat Pereda Nyeri. Untuk meredakan rasa sakit dan


demam yang muncul akibat infeksi ginjal, dokter biasanya
akan merekomendasikan paracetamol. Obat pereda rasa
sakit golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), sep erti
ibuprofen, aspirin, atau naproxen, tidak disarankan untuk
digunakan pada kondisi ini karena dapat memperparah
gangguan ginjal.
Untuk membantu mempercepat pemulihan, lakukanlah
beberapa cara berikut ini di rumah:
-Konsumsilah banyak cairan untuk membu ang bakteri dari
ginjal, serta untuk menghindari dehidrasi.
-Gunakan bantal hangat pada perut, punggung, atau tubuh
bagian samping.
-Pada wanita, tidak buang air kecil dalam posisi jongkok,
melainkan dalam posisi duduk di atas toilet, sehingga
pengosongan kandung kemih lebih baik.
-Istirahat yang cukup.
9 Kanker Ginjal Deskripsi : Kanker ginjal adalah jenis kanker yang awalnya
muncul di ginjal.

Solusi : Pengobatan kanker ginjal dilakukan berdasarkan


ukuran atau diameter kanker dan penyebarannya di dalam
tubuh. Beberapa jenis pengobatan terhadap kanker ginjal
meliputi:

1.Operasi. Operasi adalah metode pengobatan yang paling


banyak dilakukan terhadap penderita kanker ginjal. Ada 2
macam operasi kanker ginjal, yaitu:
-Nefrektomi parsial, yaitu prosedur opera si dengan
mengangkat sebagian ginjal yang berubah menjadi sel
kanker. Prosedur ini biasanya dilakukan jika diameter
tumor kurang dari 4 cm.
-Nefrektomi radikal, yaitu prosedur operasi dengan
mengangkat seluruh organ ginjal yang terdapat sel kanker.
Prosedur ini menyebabkan pasien harus menjalani hidup
dengan satu ginjal.
Prosedur operasi kanker ginjal dapat dilakukan dengan 2
cara, yaitu:
-Operasi 'terbuka'. Dilakukan dengan membuat sayatan
besar pada perut atau punggung.
-Laparoskopi. Dilakukan dengan meng gunakan peralatan
khusus melalui sayatan yang lebih kecil, sebesar lubang
kunci.
2.Terapi ablasi. Terapi ini dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu:
-Krioterapi. Terapi menghancurkan sel -sel kanker dengan
cara membekukan sel -sel tersebut.
-Ablasi radiofrekuensi. Terapi menghancurkan sel -sel
kanker dengan memanaskan sel -sel tersebut.
Terapi ablasi memiliki efek samping, antara lain
pendarahan di sekitar ginjal dan kerusakan pada ureter,
yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung
kemih.
3.Embolisasi. Prosedur ini dilakukan dengan cara
menyuntikkan zat khusus ke dalam pembuluh vena ginjal
melalui kateter guna menghambat aliran darah. Dengan
terputusnya pasokan nutrisi atau oksigen ke dalam ginjal,
maka tumor akan menyusut secara perlahan.
4.Radioterapi. Metode pengobatan menggunakan radiasi
dari energi radioaktif untuk menghancurkan sel -sel
kanker. Radioterapi tidak dapat mengobati kanker ginjal
sepenuhnya, namun bisa mengurangi gejala yang
dirasakan pasien dan memperlambat perkembangan
kanker. Metode ini dilakukan jika kanker telah menyebar
ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang atau otak.
Pengobatan dengan radioterapi memiliki efek samping,
antara lain:
-Lelah.
-Diare.
-Kulit kemerahan di area yang terkena radiasi.
5.Terapi obat. Terapi ini dilaku kan untuk menghentikan
pertumbuhan dan penyebaran sel -sel kanker dengan
pemberian obat -obatan, antara lain:
-Sutinib. Obat ini bekerja dengan cara menghambat
protein kinase, yaitu enzim yang membantu pertumbuhan
sel kanker, sehingga perkembangan kanker dap at
dihentikan. Sunitinib tersedia dalam bentuk kapsul.
-Pazopanib. Obat ini bekerja dengan cara menghambat
tirosin kinase, enzim yang menstimulasi sel kanker,
sehingga menghentikan pertumbuhan sel -sel kanker.
Pazopanib tersedia dalam bentuk tablet.
-Sorafenib. Obat ini berfungsi untuk menghentikan
pertumbuhan sel kanker dengan mencegah sel kanker
untuk membentuk pembuluh darah, yang dibutuhkan untuk
tumbuh.
-Everolimus. Kedua obat ini bekerja dengan cara
menghambat atau mengganggu fungsi protein MTOR yang
terdapat di dalam sel -sel kanker, sehingga jumlah sel
kanker tidak makin banyak.
10 Gagal Ginjal Akut Deskripsi : Gagal ginjal akut merupakan istilah yang
merujuk pada kondisi ketika ginjal seseorang rusak secara
mendadak, sehingga tidak bisa berfungsi.

Solusi : Gagal ginjal akut yang masih tergolong ringan


bisa disembuhkan melalui rawat jalan. Sebaliknya, pasien
gagal ginjal akut yang tergolong berat harus menjalani
rawat inap. Durasi pengobatan tiap pasien tergantung dari
penyebab gagal ginjal akut dan rentang waktu pemulihan
ginjal itu sendiri.

Jika dapat menjalani rawat jalan, maka dokter akan


menyarankan pasien gagal ginjal akut untuk:
1.Memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah
terjadinya dehidrasi.
2.Menghentikan obat -obatan yang dapat memicu atau
memperparah gagal ginjal akut.
3.Mengobati infeksi yang mendasari terjadinya gagal
ginjal akut apabila ada.
4.Monitor kadar kreatinin dan elektrolit untuk melihat
kesembuhan.
5.Berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau
spesialis ginjal apabila penyebab gagal ginjal akut tidak
jelas, atau apabila terdeteksi adanya penyebab lain yang
lebih serius.

Pasien gagal ginjal akut akan diminta untuk menjalani


rawat inap jika mengalami kondisi sebagai berikut:
1.Penyakit yang menyebabkan gagal ginjal aku t
membutuhkan pengobatan segera.
2.Adanya risiko penyumbatan saluran urine.
3.Kondisi pasien memburuk.
4.Terdapat komplikasi.

Pada kondisi gagal ginjal akut yang berat, pasien akan


membutuhkan cuci darah. Cuci darah yang dilakukan pada
gagal ginjal akut hanya sementara sampai fungsi ginjal
kembali pulih, kecuali bila kerusakan yang terjadi pada
ginjal bersifat permanen. Beberapa keadaan pada gagal
ginjal akut yang membutuhkan penanganan dengan cuci
darah di antaranya adalah hiperkalemia, penurunan
kesadaran, dan perikarditis

3.2 Tabel Keputusan


Pengetahuan relasi dapat direpresentasikan dalam tabel keputusan. Dalam tabel
keputusan, pengetahuan disusun dalam format spreadsheet menggunakan kolom dan baris.
Tabel dibagi menjadi dua bagian. Pertama, dikembangkan suatu daftar atribut, dan untuk tiap
aribut dirinci semua kemugkinan nilai. Kemudian daftar kesimpulan dikembangkan.
Akhirnya, kombinasi atribut yang berbeda disesuaikan terhadap kesimpulan.
Pengetahuan untuk tabel dikumpulkan dalam sesi akuisisi pengetahuan. Setelah
terbentuk, pengetahuan dalam tabel dapat digunakan sebagai input untuk metode representasi
pengetahuan yang lain. Tidak mungkin melakukan inferensi dengan hanya tabel domain
kecuali pada saat digunakan induksi aturan. Berikut merupakan tabel keputusan dari Sistem
Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal.
3.3 Pohon Keputusan
Pohon keputusan merupakan struktur penggambaran pohon secara hirarkis. Struktur
pohon terdiri dari node-node yang menunjukkan obyek, dan arc (busur) yang menunjukkan
hubungan antar obyek. Manfaat utama pohon keputusan adalah dapat menyederhanakan
proses akuisisi pengetahuan. Pohon keputusan dapat dengan mudah diubah ke aturan.
Pembuatan decision tree digunakan untuk membantu menyederhanakan dalam
proses akuisisi pengetahuan agar lebih mudah diubah dalam bentuk kaidah. Diasumsikan
bahwa untuk gejala-gejala penyakit padi adalah G1, G2, .., G17 dan penyebab penyakit pada
padi diasumsikan S1, S2, …, S10. Misal kode gejala G1 memang dialami, pilihan jawaban
adalah (YA), maka kode gejala G2 akan dijadikan sebagai pertanyaan selanjutnya. Dan
apabila jawabannya adalah (TIDAK), maka pertanyaan akan berakhir. Apabila gejala G2
memang dialami, dijawab (YA), maka penelusuran akan berakhir dan didapatkan suatu
kesimpulan bahwa tanaman padi tersebut terserang penyakit S1, tetapi jika dijawab
(TIDAK), maka akan langsung diberikan kesimpulan.
Berikut merupakan pohon keputusan dari sistem pakar Diagnosa Penyakit Ginjal.
3.4 Daftar Kaidah
Dalam perancangan basis pengetahuan ini digunakan kaidah produksi sebagai sarana
untuk representai pengetahuan. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan IF
[premis] THEN [konklusi]. Pada perancangan basis pengetahuan sistem pakar ini premis
adalah gejala dan konklusi adalah jenis unsur hara, sehingga bentuk pernyataannya adalah IF
[gejala] THEN [jenis unsur hara].
Pada sistem pakar ini jika dapat memiliki lebih dari satu gejala, gejala-gejala tersebut
dihubungkan dengan operator AND. Bentuk pernyataannya adalah :
IF [gejala 1]
AND [gejala 2]
AND[gejala 3]
THEN [penyakit]
Untuk kaidah sistem pakar pada Diagnosa Penyakit Ginjal pada Manusia dapat dilihat
di bawah ini.
No Penyakit
1. IF Berkurangnya rasa, terutama di tangan
AND Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Demam
AND Kejang
AND Kencing di malam hari (Nokturia)
AND Mual
AND Mudah Lelah
AND Muntah
AND Pembengkakan yang menyeluruh
AND Perubahan mental / suasana hati
AND Ruam kulit / kulit kemerahan
AND Syok atau kaget
AND Tiemor tangan
AND Volume air kencing berkurang
THEN Gagal Ginjal Akut (S1)
2. IF Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Demam
AND Mudah Lelah
AND Nyeri di daerah kandung kemih
AND Penurunan berat badan
AND Sering kencing
AND Tekanan darah tinggi / hipertensi
THEN Kanker Ginjal (S2)
3. IF Demam
AND Menggigil
AND Mual
AND Muntah
AND Nyeri di daerah ginjal
AND Nyeri ketika kencing (disuria)
AND Nyeri perut
AND Nyeri punggung bagian bawah
AND Sering kencing
THEN Fielonefritis (S3)
4. IF Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Nafsu makan menurun
AND Nyeri ketika kencing (dysuria)
AND Nyeri perut
AND Nyeri punggung bagian bawah
AND Pembengkakan organ tubuh tertentu
AND Rambut dan kuku menjadi rapuh
AND Tekanan darah tinggi / hipertensi
AND Volume air kencing berkurang
THEN Sindroma Nefrotik (S4)
5. IF Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Demam
AND Mual
AND Muntah
AND Nanah di air kencing
AND Nyeri di tulang pinggul
AND Nyeri di daerah kandung kemih
AND Nyeri perut
AND Nyeri yang hilang timbul
THEN Hidronefrosis (S5)
6. IF Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Demam
AND Desakan untuk kencing
AND Nyeri ketika kencing (disuria)
THEN Kanker Kandung Kemih (S6)
7. IF Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Mual
AND Mudah Lelah
AND Nyeri di daerah ginjal
AND Nyeri punggung bagian bawah
AND Tekanan darah tinggi / hipertensi
AND Volume air kencing berkurang
THEN Ginjal Polkista (S7)
8. IF Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Demam
AND Desakan untuk kencing
AND Menggigil
AND Mual
AND Muntah
AND Nyeri ketika kencing (disuria)
AND Nyeri punggung bagian bawah
AND Sering kencing
THEN Nefritis Tububinterstisialis (S8)
9. IF Darah di dalam air kencing (hematuria)
AND Demam
AND Desakan untuk kencing
AND Nyeri ketika kencing (disuria)
AND Nyeri punggung bagian bawah
THEN Sistisis (S9)
10. IF Nanah di air kencing
AND Nyeri di tulang pinggul
AND Nyeri ketika kencing (disuria)
AND Ruam kulit / kulit kemerahan
AND Volume air kencing berkurang
THEN Infeksi Saluran Kemih (S10)

3.5 Metode Inferensi


Metode inferensi merupakan komponen yang mengandung mekanisme pola pikir dan
penalaran yang digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah. Proses
penelusuran yang akan digunakan dalam sistem ini adalah dengan menggunakan metode
forward chaining atau penalaran maju.
Pada forward chaning ini pengguna telah mengetahui gejala-gejala penyakit yang
terjadi sebagai bahan untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang telah diberikan sistem,
kemudian dapat diberikan kesimpulan diagnosa penyakit ginjal yang dialami. Adapun proses
forward chaining dapat dilihat pada Gambar berikut ini.

Gambar 3.1 Inferensi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal


Gambar 3.1 merupakan inferensi dari sistem pakar diagnosa penyakit ginjal, dimana
diagnosa dimulai dengan menjawab pertanyaan yang akan ditampilkan pada sistem pakar.
Apabila pertanyaan yang ditampilkan dijawab Ya maka jawaban akan disimpan dan
kemudian akan berlanjut ke pertanyaan berikutnya dan jika pertanyaan tersebut dijawab
Tidak maka akan otomatis langsung ke pertanyaan selanjutnya tanpa menyimpan hasil
jawaban tersebut. Jika saat memproses pertanyaaan dapat mengidentifikasikan jenis diagnosa
penyakit ginjal maka tidak perlu mengulang mendiagnosa dan akan ditampilkan output
berupa hasil diagnosa serta program akan selesai mendiagnosa. Tetapi jika sistem tidak bisa
menyimpulkan diagnosa dari hasil pertanyaan yang telah dijawab maka pengguna dapat
melakukan proses diagnosa kembali.

START
Pertanyaan 1

Jawaban

SImpan Pertanyaan dari


Jawaban jawaban Tidak

Pertanyaan 1

Jenis
Penyakit

Hasil

END