Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL BOOK REPORT

“KEPEMIMPINAN”
Dosen Pengampu : Dra. Sri Mutmainah, M.Si

DISUSUN OLEH :
Nama : Putri Natalia Manurung
NIM : 7181142015
Kelas : B

JURUSAN PENIDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur saya panjatkan ke khadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah
melimpahkan rahmat,hidayah,dan inayah-Nya kepada saya,sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
Critical Book Report ini dengan baik untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
Kepemimpinan.Terimakasih juga saya ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu saya
menyelesaikan tulisan ini,terutama kepada Dosen Pengampu Ibu Dra. Sri Mutmainah, M.Si
Tulisan ini berisi ulasan-ulasan dari buku yang berjudul “Pendekatan dan Model
Kepemimpinan” , mulai dari identitas buku,keunggulan dan kelemahan buku,serta kesimpulan dan
saran dari buku tersebut.
Terlepas dari itu semua,saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dan
kesalahan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena itu,dengan tangan
terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki tulisan ini
menjadi lebih baik lagi ke waktu yang akan datang.
Akhir kata saya berharap Critical Book Report ini dapat memberikan manfaat kepada semua
pembaca.Terimakasih

Medan,26 September 2018

Putri Natalia Manurung

7181142015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................

A.LATAR BELAKANG .......................................................................................................

B.TUJUAN............................................................................................................................

C.MANFAAT .......................................................................................................................

BAB II IDENTIFIKASI BUKU ........................................................................................

II.1.IDENTITAS BUKU .......................................................................................................

II.2.RINGKASAN ISI BUKU .............................................................................................

BAB III PEMBAHASAN....................................................................................................

III.1.KELEMAHAN .............................................................................................................

III.2.KEUNGGULAN ...........................................................................................................

BAB IV PENUTUP .............................................................................................................

IV.1.KESIMPULAN .............................................................................................................

IV.2.SARAN ........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Critical Book Report

Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami. Terkadang kita
memilih satu buku,namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya dari segi analisis bahasa,
pembahasan tentang kepemimpinan. Oleh karena itu, penulis membuat Critical Book Report ini untuk
mempermudah pembaca dalam memilih buku referensi, terkhusus pada pokok bahasa tentang
kepemimpinan.

1.2 Tujuan penulisan CBR

Mengkritik/membandingkan satu topik materi kuliah kepemimpinan dalam buku yang berbeda.

1.3 Manfaat CBR

- Untuk menambah wawasan tentang Kepemimpinan

- Untuk mengetahui metode dan sifat-sifat Kepemimpinan


BAB II
IDENTIFIKASI BUKU

Biodata Buku Buku Utama Buku Pembanding

Judul Pendekatan dan Model Kepemimpinan Kepemimpinan


Penulis Prof.Dr.H.Syaiful Sagala, S.Sos.,M.Pd Tim Penyusun
Penerbit PRENADAMEDIA GROUP Unimed Press
Tahun Terbit 2018 2017
Kota Terbit Jakarta Medan
Jumlah Halaman Xviii+438 187
ISBN 978-602-422-322-9 -

∎RINGKASAN ISI BUKU

BAB 1. Kepemimpinan Sebagai Inti Manajemen


Ilmu sebagai objek kajian manajemen mengikuti alur pemikiran manusia yang
pendekatannya menyeluruh, rasional dan objekktif dimana terdapat ruang untuk berspekulasi
dalam pengembangan ilmu manajemen itu sendiri. Ilmu manajemen merupakan hasil karya
perseorangan melalui pengalamannya sebagai praktisi dan research yang dilakukan para ahli
dikomunikasikan dan dikaji secara terbuka oleh masyarakat khususnya masyarakat bisnis
maupun yang mendedikasikan dirinya dalam organisasi.Pengalaman sebagai praktisi adalah
memecahkan berbagai masalah organisasi yang dialaminya sebagai pemimpinan yang
bertanggungjawab mencapai tujuan secara efektif dengan penggunaan sumber daya secara
efisien. Pegalaman sebagai expert adalah hasil studi atau penelitian yang mendalam dan
cermat dalam waktu yang relative lama untuk mengungkap secara ilmiah peristiwa-peristiwa
manajemen yang kemudia dianalisis dan ditemukan formulasi maupun teori manajemen dan
kepemimpinan sebagai inti dari manajemen.

BAB 2. Arti dan Makna Kepemimpinan


Kepemimpinan dapat dimaknai sekumpulan dari rangkaian kemampuan dan sifat-
sifat kepribadian yang ada dalam diri pemimpin itu sendiri.Pemimpin membutuhkan data dan
informasi mengenai perilaku orang dan kualitas keterampilan SDM dalam organisasi dengan
membangun komunikasi yang baik dn harmonis. Pemimpin berfungsi menggerakkan orang
lain dengan merancang suatu strategi dalam menciptakan perubahan secara efektif.
Pemimpin memperoleh kewibawaan dengan kesepakatan anggota di dukung oleh
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan organisasi yang dipimpinnya.
Tidak ada satu model kepemimpinan yang paling efektif, tetapi seorang pemimpin yang
cerdas, memiliki kapasitas yang cukup dan bekerja secara professional dapat membaca situasi
dan mengatasi situasi itu menggunakan teknik, seni, dan strategi yang efektif mengatasi dn
menyelesaikan masalah organisasi.
BAB 3. Studi Kepemimpinan
Sistem kepemimpinan tergambar pada penetapan target atau sasaran organisasi yang
cenderung bersifat konsultatif dan memungkinkan diberikannya wewenang pada bawahannya
di tingkt tertentu. Pada system partisipatif, pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang lebih
menekankan pada kerja kelompok sampai tingkat bawah. Untuk mewujudkan hal tersebut,
pemimpin biasanya menunjukkan keterbukaan, memberdayakan dan memberikan kepercayaan
yang tinggi pada bawahan.Sehingga dalam proses pengambilan keputusan dan penentuan
target pemimpin selalu melibatkan bawahan. Dalam system inipun, pola komunikasi yang
terjadi adalah pola dua arah dengan memberikan kebebasan kepada bawahan untuk
mengungkapkan selutuh ide ataupun permasalahan yang terkait dengan pelaksaan pekerjaan.

BAB 4. Studi Model Kepemimpinan


Sejumlah studi telah dilakukan para ahli mengupas, mengkaji gaya dan model
kepemimpinan efektif agi pimpinan organisasi baik berorientasi tugs maupun berorientasi
hubungan mausia menggunakan pendekatan directive, supportive,participative, maupun
achievemen oriented. Studi kepemimpinan merupakan tahap perkembangan teoretis
kepemimpinan untuk menemukan kinerja kepemimpinan yang efektif. Para ahli dn peneliti
telah banyak memfokuskan pada isu kepemimpinan dan pengikut menjadi objek studi mereka
yang tidak pernah kering. Karena studi kepemimpinan akan selalu mengangkat model bisnis,
jenis organisasi, dan kebutuhan setiap organisasi terhadap kepemimpinan yang lebih
komprehensif dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan berkualitas.

BAB 5. Kepemimpinan Berbasis Teori X, Y,Z


Tidak ada lembaga atau organisasi yang dapat bertahan hidup tanpa kepercayaan,
baik internal maupun eksternal dimana mereka mampu hidup bersama yang serasi dalam
jangka panjang, kelembutan dalam pergaulan yang baik dalam hubungan antarribadi maupun
kelompok, dan keakraban anjuan telah banyak tarsesama dalam organissi. Upaya
meningkatkan kualitas kefektifan organisasi dalam mengambil keputusan dan mencapai tujuan
telah banyak dibantu menggunakan analisis teori X,Y,Z untuk meningkatkan produktivitas
lembaga, perusahaan, atau organisasi. Dalam organisasi laba dan nirlaba, hal ini angat
memberikan suatu kontribusi, dimaana kita tau bahwa organisasi bisnis dan nonbisnis adalah
suatu yang mempengaruhi orang-orang dan membentuk karakter seseorang untuk
berkepribadian. Diharapkan seorang pemimpin yang menerapkan teori Z dapat memfasilitasi
untuk memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan organisasi, sehingga ia akan dapat
memecahkan persoalan dengan memperhatiksn seluruh komponen yang ada dalm organisasi.
Pada akhirnya, pemimpin dan anggota dapat memiliki suatu kepribadian yang menjawab
tantangan organisasinya di masa akan datang, dan mampu melakukan perubahan kea rah lebih
baik, berkualitas, dan membawa kesejahteraan.

BAB 6. Pendekatan Kepemimpinan


Kepemimpinan merupakan motor penggerak dari semua sumber-sumber dan alat-
alat yang tersedia bagi organisasi. Kepemimpinan merupakan tugas manajerial yang penting di
dalam setiap organisasi khususnya dalam pengambilan keputusan sebagai inti dari
kepemimpinan. Keberhasilan seorang pemimpin juga dipengaruhi pendekatan yang
digunakannya dan bagaimana menggunakan kekuasaan yang melekat pada dirinya. Pemimpin
yang efektif akan menggunakan kekuasaan dengan cara yang halus, hati-hati, sehingga dapat
meminimalkan perbedaan status dan menghindari ancaman terhadap harga diri pengikut.
Pendekatan kekuasaan dan perilaku memengaruhi dapat diperlakukan secara terpisah,
meskipun keduanya saling berhubungan secara kompleks. Pendekatan dalam kepemimpinan
untuk memastikan kesesuaian perilaku para pengikut dengan nilai-nilai, prinsip, visi, dan misi
organisasi memiliki dua dimensi primer yang sama pentingnya yaitu kesesuaian dan
kemampuan adaptasi. Keemimpinan organisasi yang memiliki kesesuaian antara visi dengan
perilaku semua individu dalam organisasi, akan berhasil mencapai tujuan organisasi, karena
semua usaha individu dalam organisasi oleh piminannya dipusatkan pada tujuan yang sama
dan membawa kemajuan bagi organisasi.
BAB 7. Kepemimpinan Karismatik, Transformasional, dan
Transaksional
Tolok ukur ilmuwan organisasi mengetahui seberapa jauh organisasi berjalan baik
dn efektif mencapai tujuannya. Apa saja hambatan membuat tujuan organisasi tidak tercapai,
memastikan peran kepemimpinan mengarahkan keadaan masa datang berdasarkan kinerja
masa kini dan prestasi masa lalu. Kepemimpinan transaksional, karismatik, dan
transformasional meliputi inspirasi, kekaguman, pemberdayaan, menunjukkan empati,
mendramatisasikan misi, proyek-proyek, peningkatan image, meyakinkan bawahan akan
kompetensi, dan memberikan kesempatan mengalami keberhasilan luar biasa. Peimpin-
pemimpin transfomasionaldan karisamatik mengakui kebutuhan afektif, emosional dan
respons-respons dari para bawahan. Pemimpin transformasional dan karismatik secara empiris
mendokumentasikan pengaruh terhadap para bawahan, kelompok-kelompok kerja, dan
organisasi. Bahkan ada hubungan-hubungan positif antara kepemimpinan tersebut dan sikap
bawahan., seperti kepercayaan, kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan perilaku seperti
performa kerja pada level individu, kelompok dan organisasi untuk mencapai tujuan ssecara
efektif, makanya diburtuhkan kepemimpinan yang efektif.

BAB 8. Etika dan Moral Kepemimpinan


Etika kepemimpinan tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan
organisasi bisnis, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi lainnya. Kode etik,
orma-norma, peraturan atau yang sejenis merupakan wujud etika yang tumbuh dari misi, visi,
strategi, dan nilai-nilai organisasi sesuai karakteristik organisasi. Etika kepemimpinan
umumnya dirumuskan berdasarkan pada nilai-nilai yang dipikirkan dengan saksama dan
efektif berfungsi sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan organiasi yang etis dengan
menyeimbangkan semua kepentingan yang beragam. Etika pemimpin bermoral mampu
mencapai tujuan melalui sejumlah program dan kegiatan dilaksanakan bersama dengan penuh
antusiasme. Perbedaan antara etika dan moralitas sebagai suatu system nilai dalam diri
pemipin tidaklah terlalu menonjol, karena moralitas dapat melatarbelakangi etika seseorang
atau suatu organisasi. Moralitas cenerung lebih merujuk pada nilai-nilai yang diyakini dan
menjadi semangat dalam diri seseorang atau sesuatu organisasi untuk melakukan atau tidak
melakukan sesuatu. Adapun etika lebih merupakan nilai-nilai perilaku yang ditunjukan dalam
interaksinya dengan lingkungan. Dengan demikian moralitas dapat melatar belakangi etika
seseorang alam bertindak atau suatu organisasi.

BAB 9. Pemimpin Berorientasi Pelayanan Publik


Pemimpin perusahaan atau organisasi yang mampu menghargai, memanfaatkan
kemampuan, dan potensi SDM-nya secara konseptual organisasi akan mampu memecahkan
masalhnya sendiri dan mampu memenangan persaingan yang berat. Organisasi atau institusi
yang mengelola SDM-nya secara efektif memiliki strategi, tingkat kualitas yang tinggi, mutu
produk yang tinggi, nilai penghargaan masyarakat yang tinggi, dan kemampuan bersaing yang
tinggi. Maka perusahaan atau organisasi dapat memenuhi kebutuhannya, kebutuhan pemegang
saham, masyarakat, dan investor. Kesejahteraan akan semakin baik, jika pelanggaan lancar
memenuhi kewajibannya, untuk itu seluruh anggota organisasi memberikan yang terbaik
kepada pelanggan. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh persepsi pelanggan atas performance
produk atau jasa dalam memenuhi harapan pelanggan terlampaui. Pembentukan attitude atau
sikap dan perilaku seiring dengan keinginan organisasi memberikan layanan yang bermutu,
maka perusahaan atau organisasi terus-menerus meningkatkan kualitas keterampilan dan
pengetahuan anggotanya sebagai pihak pemberi layanan sebagai modal memenuhi kualitas
layanan public.

BAB 10. Pemimpin dan Manajer dalam Organisasi


Manajemen merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber dari alat-alat,
manusia, sumberdaya lainnya dalam suatu organisasi. Manajemen juga menjadi bagian
terpenting dari penerapan ilmu pengetahuan secara interdisipiner untuk kerja sama
menguntungkan yag sifatnya dinamis dam memberi tantangan. Hierarki dalam manajemen
sesuai asas efektivitas dan efisiensi organisasi dimana pengambilan keputusan berdasar visi
dan manfaat jangka panjang. Dalam manajemen ada organisasi, dan dalam organisasi
kepemimpinan yang merupakan inti dari manajemen. Posisi dan kedudukan pemimpin dan
manajer dalam diri seseorang pemipin puncak sulit dibedakan. Pemimpin puncak yang
bertindak bertindak sebagai pemimpin dalam pengambilan keputusan strateis. Sebelum
mengambil keputusan seorang pemimpin lebih dulu mnerima masukan dan pandangan dari
para manajer bawahanya yang menjadi dasar pertimbangan mengambil keputusan. Adapun
para manajer dalam menyusun program dan kegiatannya memimpin bawahannya serta
menggerakkan bawahannya dlam melaksanakan program maupun kegiatan yang dibebankan
kepadanya. Pada posisi tertentu, pemimpin memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari
manajer. Namun pada posisi tertentu lainnya, pemimpin itu juga sekaligus berperan sebagai
manajer dalam menggerakan organisasi bisnis maupun organisasi nonbisnis akan terus
menjadi studi yang menarik bagi para ahli dan praktisi manajemen maupun kepemimpinan.

BAB 11. Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Wirausaha


Untuk menghadapi persaingan yang semakin kuat dan semakin menyempitnya
lapangan pekerjaan, maka sector yang paling mungkin dapat meningkatkan kesejahteraan
hidup adalah menanamkan sikap kewirausahaan dengan keberanian mengambil risiko. Proses
penanaman sikap berani mengambil resiko ini tentu dapat dilakukan dan dilatih melalui jalur
pendidikan baik pada tingkat pendidakan dasar dan menengah maupun perguruan tinggi.
Proses penanaman sikap ini bukan hanya pada pebisnis, tetapi juga kepada para manajer,
pemimpin puncak perusahaan, termasuk kepala sekolah untuk memajukan usaha sekolah dari
segi mutu pendidikan. Penanaman jiwa wirausaha ini dapat dilakukan melalui jalur pendidikan
kepada peserta didik pada tigkat pendidikan dasar dan menengah aupun perguruan tinggi.
Terjun Dengan modal keterampilan secara akademik sejak awal mereka dilatih untuk terjun
dilapangan dengan keberanian mengambil resiko, mendorong peningkatan kualitas produk dan
layanan. Sikap wirausaha dalam diri pemimpin tumbuh dari kemauan dan kemampuan dirinya
melakukan perubahan (inovasi), perbaikan terus-menerus,mampu memproduksi barang dan
jasa yang memiliki nilai ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dala
perkembangannya mampu melakukan aktualisasi diri.

BAB 12. Kepemimpinan Visioner


Pemimpin visioner tidak hanya visinya baik, tetapi terampil mengatur organisasi
mengikuti irama visi pemimpin. Pemimpin visioner, hebat, bereputasi dan berhasil mengetahui
dengan jelas arah dan tujuannya, prmikir jangka panjang dapat melihat jauh ke depan,
melebihi hari hari krisis yang sedang dihadapi. Penelitian dan studi para pakar dan praktisi
menunjukkan hokum kepemimpinan sejati menegskan bahwa untuk menjadi seorang
pemimpin sejati, tanggguh, hebat, dan dicintai pengikutnya membutuhkan waktu dan tidak
ada yang instan. Terus-menerus memperbaiki cara kerja kepemimpinannya, mencari cara-cara
bertumbuh dan belajar, melakukan intropeksi, bertanya apa yang terbaaik saya lakukan, dan
menelaah perkembangan kepemimpinan sendiri sampai ada keberhasilan mengagumkan.
Pemimpin sukses berani bermimpi, mempunyai kemampuan mengatur, dan mempunyai
kekuatan melakukan suatu tindakan yang diperlukan. Pemimpin dan motivasi dengan
melaksanakan tugas penuh tanggung jawab dan terampil memecahkan masalah yang dihadapi
organisasi dimana ia mendedikasikan dirinya.

BAB III
PEMBAHASAN

KELEBIHAN KELEMAHAN

 Dalam buku ini hal-hal yang diperhatikan  Tidak ada dibuat perbedaan konsep
dalam kepemimpinan cukup detail manajemen dan kepemimpinan,
 Dalam buku ini terdapat arti kepemimpinan sedangkan di buku UNIMED PRESS,
dan manajemen ada
 Dalam buku ini terdapat studi model  Tidak ada dibahas tentang konsep dan
kepemimpinan sedangkan di buku pembanding penerapan pengambilan keputusan,
kurang jelas sedangkan di UNIMED PRESS ada.
 Dalam buku ini dijelaskan etika dan moral  Tidak ada dibahas tentang masalah
kepemimpinan secara jelas. Sedangkan di buku kepemimpinan, sedangkan di buku
pembanding, penjelasannya masih kurang. UNIMED PRESS ada.
 Dalam buku ini dijelaskan pemimpin dan
manajer dalam oganisasi. Sedangkan di buku
pembanding 1, kurang lengkap

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan memiliki keterikatan yang
tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama
lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang
tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya,
keterampilan, bakat, sifat-sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat
berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukandari
kekuasannya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu
bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.

SARAN
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu
perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. H. Sagala Syaiful.2018.Pendekatan danModel Kepemimpinan.Jakarta;PRENADAMEDIA


GROUP
Tim penusun.2017.Kepemimpinan.Medan;Unimed Press.