Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas segala rahmatdankarunia-Nya saya dapat
menyelesaikan “Critical Book Report” dalam bentuk maupun isi yang sangat sederhana.
Semoga “Critical Book Report” ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca. “Critical Book Report” ini disusun dalam rangka untuk
melaksanakan tugas dari dosen kami selaku dosen mata kuliah MANAJEMEN STRATEGI .
Harapan saya semoga “Critical Book Report” ini membantu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
agar kedepannya dapat lebih baik.

“Critical Book Report” ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak
kekurangannya. Saya selaku penulis mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di
hati para pembaca. Semoga “Critical Book Report” ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan,September 2019

KELOMPOK 12,
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................

DAFTAR ISI .........................................

BAB I PENDAHULUAN .........................................

1.1.LATAR BELAKANG ....................................


1.2.RUMUSAN MASALAH ................................
1.3.MANFAAT ....................................................

BAB II PEMBAHASAN ....................................

A. IDENTITAS BUKU (SATU).................................


B. IDENTITAS BUKU (DUA ) .....................................

BAB III PENUTUP ..................................................

A. KESIMPULAN ..........................................
B. SARAN ...........................................................

DAFTAR PUSTAKAN ..................................................


BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Manajemen strategik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu manajemen.Hadir
sebagai suatu solusi untuk memberdayakan keseluruhan organisasi visi dan misi organisasi
tersebut. Selama bertahun- tahun beragam konsep dan teori yang menjelaskan strategi
dikembangkan.Mulai dari yang menekankan perhatian pada menjawab peluang dan tantangan
serta berbagai ketidak pastian yang berasal dari luar organisasi,sampai pada kajian yang
menekankan pada kemampuan sumber – sumber internal organisasi untuk mendorong
terjadinya keunggulan kompetitif.

Manajemen strategi juga sering dipandang sebagai skenario atau “game plan”untuk
mengembangkan usaha, mempertahankan atau memperbaiki posisi pasar,menarik dan
memuaskan konsumen,sukses berkompetisi dengan pesaing,menjalankan operasi bisnis dan
mencapai sasaran – sasaran strategi.Para manajer menjalankan manajemen strategi sebagai
proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi dalam upaya menyediakan nilai bagi
konsumen untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

2. Tujuan
 Untuk memenuhi tugas “critical book report” pada mata kuliah
“manajemen strategi”
 Untuk memberi tahu kelemahan dan kelebihan dari buku yang dikritik
tersebut.
 Untuk memberikan suatu pengetahuan yang terdapat dalam buku tersebut.
3. Manfaat
 Menjadi banyak tahu tentang pembelajaran manajemen strategi
 Menjadi tahu tentang kelemahan dan kelebihan dari buku yang di kritik
tersebut
 Menjadi tahu dalam membaca buku serta menambah pengetahuan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Identitas Buku

 Judul Buku : Manajemen Strategi


 Penulis : Hilma Harmen.,SE.,MBA.dkk
 Penerbit : Madenatera
 Ketebalan : 217 Halaman
 ISBN : 978-602-61152-6-3

B. Identitas Buku
 Judul Buku : Manajemen Strategi
 Penulis : Muhibbuddin Abdulmuid
 Penerbit : Aini Lutfiyah
 Ketebalan :257 Halaman
 Tahun Terbit : 2013
 ISBN : 978-602-1543-02-3
RINGKASAN ISI BUKU UTAMA

BAB I
KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGIK

1.1.Pengertian Manajemen Strategik

Secara Etimologis,manajemen adalah kosa kata yang berasal dari bahasa perancis kuno,yaitu
menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur.Secara umum manajemen juga
dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh
tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang karakteristik, diantaranya
adalah :

1. Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan.
2. Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi.
3. Mendapatkan hasil- hasil ini dengan berkerja sama dengan sejumlah orang dan
memanfaatkan sumber- sumber yang dimiliki organisasi.

Strategi berasal dari bahasa yunani strategi yang diartikan sebagai “the art of the general”
atau seni seseorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan, pengertian strategi
adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan.
Dalam abad modern ini, penggunaan istilah strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni
seorang panglima dalam peperangan,tetapi sudah digunakan secara luas hampir dalam semua
bidang ilmu.Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapat kemenangan atau
pencapaian tujuan.

1.2. Karakteristik Manajemen Strategik


 Manajemen Strategik Meningkatkan Efektivitas Organisasional
Manajemen Strategik Terutama difokuskan pada penciptaan Efektivitas
perusahaan, sebab efektivitas berhubungan dengan kesesuaian antara organisasi
dan lingkungannya yang relevan.
 Manajemen Strategik Berorientasikan Ke Arah Jangka Panjang
Secara Umum strategi berbicara mengenai isu- isu yang menjangkau lebih dari
satu periode anggaran.Manajemen strategik membahas persoalan organisasi yang
berdimensi masa depan,bukan masa kini atau masa lalu.
 Manajemen Strategik Terdapat Pada Setiap Level Organisasi
1. Strategi tingkat korporasi yang membahas mengenai tipe dan pilihan bidang
usaha serta alokasi diantara bidang usaha yang dipilih.
2. Strategi tingkat bisnis atau strategi kompetitif yang membahas tentang
bagaimana organisasi bisnis unit akan bersaing atau beroperasi dalam industri
atau pasar.
3. Strategi tingkat fungsional atau tingkat operasional yang membahas tentang
bagaimana suatu organisasi bisnis mengimplementasikan keputusan-keputusan
strategiknya.
1.3.Perkembangan Analisis Strategi Bisnis

Ketertarikan orang amerika terhadap strategi bisnis muncul sekitar akhir dekade 1950-an dan
awal dekade 1960-an.Minat ini timbul karena semakin diperlu-Nya cara yang baik untuk
mengelola organisasi yang besar dan kompleks.Masalah utama dalam organisasi-organisasi
besar adalah dalam mengkoordinasikan keputusan-keputusan yang di ambil secara
individu,dan mempertahankan pengawasan yang menyeluruh dari manajemen
puncak.Perkembangan prosedur pembuatan anggaran keuangan tahunan memberikan suatu
alat yang penting,yang dapat digunakan sebagai mekanisme koordinasidan pengawasan.

BAB II
VISI DAN MISI PERUSAHAAN

2.1. Apakah Visi Perusahaan

1.1. pengertian visi


Setiap organisasi atau perusahaan pastilah mempunyai sebuah visi untuk mencapai
kesuksesannya. Visi adalah sebuah kata yang berasal dari kata inggris yang berarti pandangan
dan hal ini sangat berkaitan dengan suatu rencana yang akan disusun untuk melaksanakan
suatu pekerjaan yang bersifat umum.Visi dapat juga diartikan sebagai tujuan jangka panjang
yang ingin dicapai seseorang ataupun lembaga organisasi.Visi dilakukan untuk mencapai
sebuah tujuan tersebut pada masa yang akan datang tidak pada masa sekarang.Visi dibuat
sedemikian rupa karena visi menyesuaikan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi
dalam kurun waktu yang lama.
2.2. Menyusun Visi

Visi yang baik dapat didefinisikan sebagai “deskripsi tentang apa yang ingin di capai oleh
organisasi setelah organisasi tersebut mengimplementasikan strateginya dan mencapai
potensi sepenuhnya”.Kemudian visi harus dikatikan dengan waktu.Organisasi atau
perusahaan harus dengan jelas menyebutkan batas waktu pencapaian.

2.2. Apakah Misi Perusahaan


Apakah suatu perusahaan sedang mengembangkan bisnis baru atau sedang merumuskan
kembali arah bagi bisnisnya yang sudah berjalan, perusahaan ini harus menetapkan tujuan
dan filosofi dasar yang akan menentukan bentuk sosok strategiknya (Strategic
posture).Tujuan mendasar (fundamental purpose) yang membedakan suatu perusahaan dari
perusahaan- perusahaan lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam
bentuk produk dan pasar didefenisikan sebagai misi perusahaan(company mission).

1. Definisi Misi
Misi merupakan sesuatu yang harus dilakukan agar visi-visi yang dibuat dapat
terwujud.Misi perusahaan merupakan tujuan dan latar belakang sebuah perusahaan tersebut
dibuat.Misi diciptakan untuk memberikan arah dan batasan dalam proses pencapaian sebuah
tujuan.Misi haruslah singkron dengan visi yang dibuat.Maka sebelum membuat misi terlebih
dahulu membuat visi.

2. Alasan Diperlukannya Misi Dalam Organisasi


Pentingnya pernyataan misi bagi manajemen strategis yang efektif dari organisasi
bisnis di dokumentasikan dengan baik dan literatur.Pernyataan misi adalah ekspresi umum
tujuan utama dari sebuah organisasi yang idealnya sejalan dengan nilai- nilai dan harapan
pemangku kepentingan utama.
Pernyataan misi dianggap memiliki banyak keuntungan bagi perusahaan.Ada empat
keuntungan dari pernyataan misi,yaitu:

1. Untuk Berkomunikasi Arah Dan Tujuan Perusahaan


sebagian merasa bahwa hanya dengan memiliki pernyataan misi perusahaan misi dapat
mengembangkan koheren tujuan jangka pendek dan jangka panjang,tujuan dan
rencana.Dengan membaca pernyataan misi perusahaan,karyawan,pemegang saham dan
pelanggang akan tahu mana perusahaan is headed.
2. Untuk melayani sebagai mekanisme kontrol untuk menjaga perusahaan “agar tetap
dijalur”.

3. Untuk membantu dalam membuat berbagai keputusan sehari- hari.

2.3. Merumuskan Misi


Proses menetapkan misi perusahaan untuk suatu bisnis tertentu barangkali dapat lebih mudah
dipahami dengan membayangkan bisnis ini pada saat kelahirannya.Biasanya suatu bisnis atau
usaha dimulai dengan keyakinan ,keinginan , dan aspirasi satu orang wirausaha.Misi dari
seorang manajer pemilik seperti itu biasanya didasarkan pada keyakinan dasar berikut:

1. produk atau jasa yang disediakan usaha ini dapat memberikan manfaat yang setidak-
tidaknya sama dengan harganya.

2. Produk atau jasa ini dapat memuaskan kebutuhan pelanggan di segmen pasar tertentu yang
pada saat ini belum dipenuhi secara memadai.

3. Teknologi yang digunakan dalam produksi akan menghasilkan produk atau jasa yang biaya
dan kualitasnya bersaing.

4. Dengan kerja keras dan dukungan pihak- pihak lain, bisnis tidak saja dapat bertahan
melaikan juga tumbuh dan memberikan keuntungan.

5. filosofi manajemen dari bisnis ini akan menghasilkan citra yang baik di mata publik dan
akan memberikkan imbalan keuntungan dan psikologis bagi mereka yang bersedia
menginvestasikan tenaga dan dana dalam membantu bisnis untuk berhasil.

6. konsep diri wirausaha dari bisnis ini dapat dikomunikasikan kepada,dan diterapkan oleh
para karyawan dan pemegang saham.

2.4 Perbedaan Misi Dan Visi


Misi dan Visi memiliki perbedaan.perbedaan misi dan visi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Visi adalah gambaran mental
2. Visi juga adalah sesuatu yang ada di masa depan
Karena kedua aspek itu,maka visi seringkali bersifat abstrak,arah umum dan
cenderung abstrak, Misi adalah perwujudan dari visi tadi.Bila visi adalah impian,maka misi
adalah wujud atau bentuk dari impian tadi.
2.5 Peran Visi Dan Misi
dalam sebuah organisasi atau perusahaan visi dan misi sangatlah penting,karena visi dan misi
dapat menentukan bagaimana arah dari suatu perusahaan itu untuk ke depannya.Visi dan misi
membuat pemiliknya terdorong untuk memfokuskan hidup mereka visi dan misi yang tajam
bahkan dapat ditawarkan untuk menjadi visi dan misi bersama (shared-vision).

BAB III
PENILAIAN LINGKUNGAN EKSTERNAL

3.1.Defenisi Lingkungan Eksternal

Lingkungan merupakan sumber yang sangat penting dan bermakna bagi perubahan
lingkungan dan strategi.Lingkungan adalah suatu kekuata,suatu kondis,suatu keadaan suatu
paristiwa yang saling berhubungan dimana organisasi mempunyai atau tidak mempunyai
kemampuan untuk mengendalikannya.

3.2.Analisis Lingkungan Eksternal

Kebanyakan perusahaan menghadapi lingkungan eksternal yang berkembang secara


cepat,kompleks dan global yang membuat semangkin sulit diinterpretasikan.Untuk
menghandapi lingkungan yang sering kali tidak jelas dan tidak lengkap, perusahaan dapat
menempuh cara yang disebut analisis lingkungan eksternal proses ini meliputi empat kegiatan
yaitu :scanning, monitoring,forecasting dan assesing.

3.3.Faktor –Faktor Lingkungan Eksternal


1. Faktor Ekonomi

Faktor Ekonomi berkaitan dengan sifat dan arah perekonomian dimana suatu perusahaan
beroperasi.Karena pola konsumsi dipengaruhi oleh kemakmuran relatif dari berbagai segmen
pasar, maka setiap perusahaan harus mempertimbangkan tren ekonomi pada segmen yang
mempengaruhi industrinya

.
2. Faktor sosial

Faktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan meliputi


kepercayaan,nilai,sikap,opini,dan gaya hidup masyarakat dalam lingkungan hidup eksternal
perusahaan,yang berkembang dari kondisi budaya,ekologi, demografi,agama, pendidikan dan
etnis.

3. Faktor Politik

Arah dan stabilitas faktor politik merupakan pertimbangan utama dari manajer dalam
merumuskan strategi perusahaan.Faktor politik menentukan parameter –parameter hukum
dan aturan dimana perusahaan harus beroperasi.

BAB IV
PENILAIAN LINGKUNGAN INTERNAL
Ringkasan buku ke dua

BAB I

KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGIK

AWAL PERUBAHAN STRATEGIK

Kata “Strategi” berasal dari Bahasa yunani yaitu “ strategos”yang terdiri dari dua suku kata
yaitu “stratos” yang berarti militer dan “Ag” yang berarti memimpin.Pada konteks
permulaanya ,strategi banyak diasumsikan sebagai sesuatu yang dilakukan oleh para jendral
dala membuat rencana menaklukan atau mengalahkan musuh guna meraih kemenangan
dalam perang. Oleh karena itu , sangatlah masuk akal apabila istilah ini sangat dekat dengan
dunia militer dan politik.Pada masa sekarang pun, penerapan strategi sangat dengan asumsi
pada awal kemunculanya,sekalipun hal tersebut diterapkan bukan pada dunia militer.

TIGA TINGKATAN STRATEGIK

1. STRATEGI KORPORAT
Strategi pada level puncak berupaya untuk menentukan arah dan keterpaduan dari
perusahaan.Arah dan strategi korporasi membangkitkan minat terhadap tujuan dan
misi yang diemban.Sementara itu, keterpaduan amat penting bagi penyatuan langkah
dan kerja sama antara unit dalam organisasi. Perusahaan yang telah memiliki banyak
unit bisnis terkadang merasa kurang perlu untuk melakukan perumusan strategi di
awal level korporat.

2. STRATEGI BISNIS
Strategi pada level unit bisnis yang dikenal dengan istilah SBU (strategic business
unit ) merupakan strategi yang ditetapkan pada peringkat divisi
perusahaan.Divisionalisasi organisasi perusahaan ini diperlukan dengan adanya
pertumbuhan usaha. Divisi yang dibentuk bisa berdasarkan ragam produk yang
dihasilkan,ragam usaha yang dijalankan, atau ragam wilayah yang dijangkau
perusahaan.

3. STRATEGI FUNGSIONAL
Strategi ini memfokuskan perhatiannya pada pemanfaatan atau maksimalisasi sumber
daya secara produktif.Strategi ini lebih bersifat operasional karena disusun dan
dikembangkan oleh para manajer di masing – masing departemen, misalnya
berdasarkan analisis , departemen pemasaran perlu melakukan promosi sebagai kiat
untuk memasukki pasar produk di daerah tertentu.

PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGIK

SECARAETIMOLOGIS
Manajemen adalah kosa kata yang berasal dari Bahasa perancis kuno, yaitu
management yang berarti seni melaksanakan dan mengatur.Secara umum manajemen juga
dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh
tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi
dalam hal ini manajemen dibedakan mejadi 3 (tiga) bentuk karakteristik,diantaranya adalah :

1. Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan
2. Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi
3. Mendapatkan hasil – hasil ini dengan cara bekerja sama dengan sejumlah orang dan
memanfaatkan sumber – sumber dimiliki organisasi.

Strategi berasal dari Bahasa yunani strategi yang diartikan sebagai “the art of the general”
atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan daalam suatu peperangan pengertian
strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan suatu pertempuran untuk memenangkan
peperangan.

SECARA BAHASA

Manajemen Strategik didefinisikan sebagai suatu seni dan pengetahuan dalam


merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan – keputusan lintas
fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuan.sebagaimana disyaratkan
dalam definisi ini , manajemen strategic berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan
manajemen, pemasaran, keuangan / akuntansi , produk /operasi, penelitian dan
pengembangan ,serta sistem informasi computer untuk mencapai keberhasilan organisasional.
MANFAAT MANAJEMEN STRATEGIK

Secara historis, manfaaat manajemen strategik telah membantu organisasi memformulasikan


strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang lebih sistematik, logis dan
rasional untuk pilihan strategi. Tetapi penelitian mengindikasikan bahwa proses, bukan
keputusan atau dokumen adalah suatu kontribusi manajemen strategic yang lebih penting [
David , 2006 :21 ] . tujuan utama dari proses adalah untuk mencapai pemahaman dan
komitmen dari seluruh manajer dan staff.

MANFAATFINANSIAL
penelitian mengindikasikan bahwa organisasi yang menggunakan konsep mana-jemen
strategik lebih menguntungkan dan berhasil dibandingkan organisasi lain yang
menggunakannya.Bisnis yang menggunakan konsep manajemen strategic menunjukkan
perbaikan yang signifikan dalam penjualan, profitabilitas, dan produktivitas dibandingkan
dengan perusahaan tanpa memiliki aktivitas perencanaan yang sistematis.

MANFAAT NONFINANSIAL

Selain membantu perusahaan menghindari kegagalan finansial, manajemen strategik


menawarkan sejumlah manfaat yang nyata lainnya, seperti meningkatkanya kesadaran atau
ancaman eksternal,pemahaman yang lebih baik atas strategi pesaing meningkatnya
produktivitas karyawan, mengurangi keengganan untuk berubah dan pengertian yang lebih
baik atas hubungan antara kinerja dan penghargaan.
BAB II

VISI DAN MISI PERUSAHAAN

APAKAH VISI PERUSAHAAN

PENGERTIAN VISI

Setiap organisasi atau perusahaan pastilah mempunyai sebuah visi untuk mencapai
kesuksesannya.Visi adalah sebuah kata yang berasal dari kata inggris yang berarti pandangan
dan hal ini sangat berkaitan dengan suatu rencana yang akan disusun untuk melaksanakan
suatu pekerjaan yang sifatnya umum.Visi dapat juga diartikan sebagai tujuan jangka panjang
yang akan di capai seseorang ataupun lembaga organisasi.Visi dilakukan untuk mencapai
sebuah tujuan tersebut pada masa yang akan datang tidak pada masa sekarang.

MAKNAVISI
Dalam pembuatan visi suatu organisasi / perusahaan pasti ada makna yang terkandung di
dalamnya. Visi bagi organisasi mempunyai makna sebagai berikut :

1. Memberi nilai tambah bagi kehidupan organisasi baik secara individu , kelompok
maupun keseluruhan organisasi

2. Membangun komitmenn diantara angkatan kerja organisasi untuk bergerak maju


menuju masa depan yang lebih baik.

3. Mengatasi ketakutan akan kegagalan usaha yang mengarah pada kemajuan dan
perbaikan masa depan.

4. Menantang setiap kemapanan dan status quo yang merugikan kelangsungan hidup
organisASI

MENYUSUNVISI
Visi yang baik dapat didefinisikan sebagai “deskripsi tentang apa yang ingin dicapai oleh
organisasi setelah organisasi tersebut mengimplementasikan strateginya dan mencapai
potensi sepenuhnya”.Kemudian visi harus dikaitkan dengan waktu. Organisasi atau
perusahaan harus dengan jelas menyebutkan batas waktu pencapaiannya.Dengan demikian
visi itu dapat mengarahkan pengelola organisasi atau perusahaan tentang apa yang harus
dicapai, dan kapan harus dicapai.
Ideologi inti

Ideologi inti menunjukan karakter abadi sebuah organisasi dan merupakan sebuah identitas
yang begitu penting, yang bahkan melebihi model manajemen , siklus hidup barang atau
pasar , dan terobosan teknologi dalam sebuah perusahaan. Ideologi inti memberikan
sumbangan yang paling signifikan secara terus menerus kepada siapa saja yang akan
merumuskan sebuah visi.

1. Nilai inti

Nilai inti merupakan prinsip atau ajaran- ajaran pokok sebuah organisasi.Nilai inti tidak
memerlukan penilaian dari luar organisasi karena sudah memiliki nilai dan kepentinga
intrinsiknya sendiri. Sebuah organisasi harus menentukan sendiri nilai intinya yang
bersumber dari dalam dirinya sendiri terlepas pengaruh lingkungan.

2. Tujuan Inti

Tujuan inti adalah unsur kedua dari ideologi inti yang merupakan alasan paling fundamental
mengenai keberadaan sebuah organisasi.tujuannya mencerminkan motivasi ideal seseorang
atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan organisasi yang tidak saja menggambarkan
target dan output yang hendak dihasilkan

Komponen Dalam Penyusunan Visi

Dalam penyusunan sebuah visi ada empat komponen utama yang diperlu dipertimbangkan
yaitu :

1. Visi dibangun berdasarkan nilai inti

Nilai inti menjawab apa yang penting bagi suatu organisasi,apakah menjalankan bisnis secara
etis dan bertanggung jawab.memuaskan konsumen , menekankan pada kualitas atau menjadi
“pemimpin pasar”

2. Visi perlu mengelaborasi tujuan organisasi

Setiap organisasi baik beorientasi laba atau tidak , besar atau kecil, local atau global, harus
memiliki tujuan akan keberadaannya.

3. Visi perlu memasukkan gambaran singkat tentang apa yang dilakukan oleh organisasi
tersebut untuk mencapai tujuannya.
Misalnya beberapa organisasi mungkin memiliki tujuan yang sama tentang pelestarian
terhadap lingkungan, namun bagaimana mereka mencapai tujuan itu dapat saja berlainan.

4. Visi perlu merumuskan sasaran umum.

sasaran adalah target dimana semua anggota organisasi bekerja sama untuk mewujudkannya
sasaran juga menyatukan semua anggota organisasi dan unit sub bisnisnya mencapai tujuan
akhir.

Apakah Misi Perusahaan?

Apakah suatu perusahaan sedang mengembangkan bisnis baru atau sedang merumuskan
kembali arah bagi bisnisnya yang sudah berjalan, perusahaan ini harus menetapkan tujuan
dan filosofi dasar yang akan menentukan bentuk sosok strategiknya (strategic
posture).Tujuan mendasar (fundamental purpose ) yang membedakan suatu perusahaan dari
perusahaan – perusahaan lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam
bentuk produk dan pasar didefenisikan sebagai misi perusahaan [company mission]. Misi
perusahaan merupakan pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama
[enduring]

Definisi Misi

Misi merupakan sesuatu yang harus dilakukan agar visi – visi yang dibuat dapat terwujud.
Misi perusahaan merupakan tujuan dan latar belakang sebuah perusahaan tersebut dibuat.
Misi diciptakan untuk memberikan arah dan batasan dalam proses pencapaian sebuah tujuan.
Misi haruslah singkron dengan visi dan batasan dalam proses pencapaian misi terlebih dahulu
membuat visi.

Alasan diperlunya misi dalam organisasi

Misi menawarkan kesempatan bagi setiap organisasi untuk menentukan usaha dengan jelas,
meyatakan tujuan keseluruhan dan menunjukan keunikannya atau kompentensi.Banyak
penulis telah mencatat pentingnya penyataan misi untuk mengarahkan dan membimbing
strategi organisasi.Nilai penyataan misi sebagai alat pemasaran internal yang juga diakui.

Kebutuhan Akan Misi Yang Rinci

Menurut king dan Cleland , sasaran dan misi perusahaan adalah :


1. Memastikan kesamaan tujuan ( purpose) dalam organisasi
2. Menjadikan landasan untuk memotivasi pemanfaatan sumber daya organisasi
3. Mengembangkan landasan , atau standar , untuk pengalokasian sumber daya
organisasi
4. Menetapkan warna umum iklan organisasi misalnya ; mengisyaratkan operasi yang
bersifat bisnis (businesslike operation )
5. Berfungsi sebagai titik focus bagi mereka yang sepakat dengan tujuan umum (
purpose) dan arah , organisasi dan menghalangi mereka yang tidak sepakat dengan itu
agar tidak lagi melibatkan diri dengan kegiatan – kegiatan organisasi
6. Memudahkan penerjemahan sasaran dan tujuan ke dalam suatu struktur kerja yang
mencakup penetapan tugas kepada elemen – elemen yang bertanggung jawab dalam
organisasi.
7. Menegaskan tujuan umum (purpose) organisasi dan perwujudan tujuan- tujuan umu
ini menjadi tujuan yang lebih spesifik sedemikian sehingga perameter biaya , waktu ,
dan kinerja dapat ditetapka dna dikendalikan.

BAB III
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA BISNIS PERUSAHAAN

Definisi tanggung jawab sosial

The word business council for sustainable development (WBCSD) , sebuah lembaga
internasional yang berdiri sejak tahun 1995 dan beranggotakan lebih dari 120 perusahaan
multinasional yang berasal lebih dari 30 negara , dalam publikasinya making good business
sense mendifinisikan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Adalah komitmen dari bisnis /
perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi
berkelanjutan, seraya meningkatan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas
local dan masyarakat luas (Amin ,2008 ) .
Ruang Lingkup TanggungJawab Sosial

Ruang lingkup CSR menurut jhon alkingston’s dapat dikelompok dalam 3( tiga ) aspek yang
lebih dikenal dengan istilah “triple bottom line” yang meliputi kesejahteraan atau
kemakmuran ekonomi (economic prosperity). Peningkatan kualitas lingkungan ( environ
mental quality )

Pengambilan keputusan berdasarkan etika manajemen


berikut merupakan salah satu contoh dari penerapan kode etik bisnis dalam suatu perusahaan:
- tidak membuat pernyataan palsu dan klaim palsu terutama terkait pemasaran dan negosiasi
termasuk akun untuk biaya dan pengeluaran atas setiap proyek yang dilakukan sehubungan
dengan kegiatan usaha perusahaan serta penulisan laporan perusahaan.
- dalam menjalankan tugas dan kewajibannya , setiap individu perusahaan wajib senantiasa
mengutamakan kepentingan ekonomis perusahaan di atas kepentingan ekonomis pribadinya,
keluarganya maupun pihak lain.
BAB IV
LINGKUNGAN EKSTERNAL

Analisis lingkungan eksternal mencakup empat langkah yang pertama scanning ,


forecasting , dan assessing . Analisis lingkungan ini akan menghasilkan identifikasi
peluang dan ancaman. Adapun faktor – faktor yang membentuk lingkungan eksternal
ialah lingkungan jauh , lingkungan internasional , dan lingkungan industri.

Lingkungan industri merupakan sekelompok faktor ancaman masuknya pendatang


baru , pemasok, pembeli , produk pengganti , dan intensitas persaingan antar pesaing
yang mempengaruhi suatu perusahaan dan langkah serta tanggapan bersaingnya . secara
keseluruhan , interaksi antara lima faktor ini menentukan besar laba yang
dicapai.tantangannya adalah untuk menentukan posisi dalam industry dimana perusahaan
dapat mempengaruhi faktor – faktor diatas. Semakin besar kapasitas perusahaan untuk
mempengaruhi lingkungan industrinya, akan semakin besar pula kecendurungan
perolehan laba.

Audit eksternal menjadi hal yang penting dari proses manajemen strategic karena
pergolakan dalam pasar dan industry seluruh dunia.audit ini kan menunjukkan informasi
dan kerangka kerja untuk mengumpulkan dan mengavaluasi informasi ekonomi ,sosial
,budaya, demografis,lingkungan ,politik ,pemerintah ,hukum , teknologi dan kompetitif.

Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi peluang dan ancaman yang muncul dan
mengantisipasi akibat yang muncul akibat strategi yang tidak efektif.degan adanya audit
lingkungan eksternal, perusahaan dapat memberdayakan manajer secara efektif.
BAB V
LINGKUNGAN GLOBAL

Globalisasi tidak mengenal adanya batas – batas wilayah ,bahkan tidak mengenal aturan
local, regional, kebijakan negara yang dapat mengurangi ruang gerak masuk nilai ,ide ,
pikiran atau gagasan yang dianggap sudah merupakan kemauan masyarakat dunia harus
dihilangkan.globalisasi berlaku di semua bidang kehidupan , seperti politik, ekonomi ,
sosial , budaya dan sebagainya.

Gejala globalisasi terjadi pada kegiatan finansial, produksi , investasi perdagangan


yang kelak berpengaruh pada hubungan antara bangsa dan hubungan antara individu
dalam segala aspek kehidupan.Hubungan antar bangsa menjadi lebih saling tergantung
yang bahkan menjadi ekonomi dunia menjadi satu sehingga seolah –olah batas antar
negara dalam kegiatan perdagangan ,bisnis tidak ada lagi.

Dampak dari globalisasi ekonomi terhadap perekonomian suatu negara bisa positif
atau negative, tergantung pada kesiapan negara tersebut dalam menghadapi peluang –
peluang maupun tantangan – tantangan yang muncul dari proses tersebut.

Investasi dan tenaga kerja . salah satu lembaga yang sangat berpengaruh terhadap
penciptaan sistem ekonomi pasar bebas dunia sesuai agenda neoliberalisme, yaitu IMF .
BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Kepemimpinan adalah suatu proses kegiatan seseorang dalam memimpin ,
membimbing ,mempengaruhi atau mengendalikan pikiran, perasaan atau tingkah laku
orang lain. Tujuan kepemimpinan adlah membantu orang untuk menegakkan kembali
, mempertahankan dan meningkatkan motivasi mereka. Jad pemimpin adalah orang
yang membantu orang lain untuk memperoleh hasil – hasil yang diinginkan .
munculnya seorang pemimpin sangat diperlukan dalam keadaan – keadaann dimana
tujuan dari pada kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok
tadi mengalami ancaman – ancaman dari luar.
DAFTAR PUSTAKA
amin A. Riawan.2010. menggagas manajemen syariah. Jakarta : selemba empat
hlm.12. ashkenas ,ron dave Ulrich todd jick, and steve kerr (1995) the boundaryles
organization: breaking the chains of organizational structure ,( chapter one ) . San
fransisco : jossey – bass