Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM

BEDAH KATAK

DISUSUN OLEH :
1. NOVA ANGGRAINI
2. MAULIA MAHARANI
3. NATASYA RAMADHANI
4. M.DIARTA PRADANA

SMPN 1 OKU

PEMBIMBING : MASNAH, S.Pd.


LAPORAN HASIL BEDAH KATAK

BAHAN :
1. Katak
2. Alcohol 70%
ALAT :
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Jarum
4. Papan gabus
5. Carter
6. Penjepit
7. Kamera handphone

PROSEDUR KERJA :
1. Mula-mula bius katak dengan cara menyuntikkan alcohol pada badan katak
2. Meletakkan katak pada papan gabus, merentangkan tangan dan kakinya, lalu
menusuknya dengan jarum pentul agar posisi katak tidak berubah dan lebih mudah untuk
dibedah.
3. Menyayat bagian perut katak dengan carter dari bagian bawah hingga atas hingga seluruh
kulit ventral itu dilepaskan.
4. Selama membuka kulit tersebut perhatikan bahwa kulit tidak seluruhnya menmpel pada
otot daging di bagian bawahnya, melainkan pada beberapa tempat saja, sehingga
membentuk ruang-ruang (kantung-kantung) diantara kulit dan otot daging
5. Gunakan pentul untuk menusuk Kulit yang telah di sayat,agar memudahkan untuk
melihat organ-organ penyusun sistem pernapasan dan sistem pencernaan pada katak
GAMBAR

1. Bentuk luar tubuh katak

2. Bentuk dalam katak setelah dibelah


3. Foto kelompok

LANDASAN TEORI
Amphibi merupakan kelompok hewan dengan fase daur hidup yang berlangsung di air dan
di darat. Amphibi merupakan kelompok vertebrata yang pertama keluar dari kehidupan dalam
air. Amphibi mempunyai kulit yang selalu basah dan berkelenjar, berjari 4-5 atau lebih sadikit,
tidak bersirip. Mata mempunyai kelopak yang dapat digerakkan, mata juga mempunyai selaput
yang menutupi mata pada saat berada dalam air (disebut membran miktans).
Pada mulut terdapat gigi dan lidah yang dapat dijulurkan. Pada saat masih kecil (berudu)
bernapas dengan insang. Setelah dewasa bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
Suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan keadaan lingkungan (poikioterm).
Warna katak bermacam-macam dengan pola yang berlainan. Hal ini disebabkan karena
adanya pigmen dalam dermis, yaitu :
1. Melanopora, berupa warna pigmen yang dapat menyebabkan warna hitam atau coklat.
2. Lipopora berupa warna pigmen yang menyebabkan warna merah kuning.
3. Gaunopora berupa warna pigmen yang menyebabkan warna biru hijau
Reproduksi amphibi berlangsung dengan perkawinan eksternal.
Tubuhnya mempunyai sistem urogenital, artinya saluran kelamin dan saluran ekskresi
bergabung menjadi satu dalam kloaka.
Amphibi dibagi menjadi 3 ordo :
1. Stegoephalia
Memiliki tulang tengkorak dan tulang pipi. Kebanyakan sudah punah dan menjadi fosil.
Stegoephalia yang masih hidup sampai sekarang yaitu Ichtyopsis (bentuk seperti cacing tanpa
kaki)
2. Caudata
Tubuhnya dapat dibedakan antara kepala, leher dan ekor. Contohnya Cytobranchiadae
(salamander yang masih hidup di sungai); Hynobidae (salamander yang hidup di daratan Asia);
Megalobratrachus maximus (salamander yang biasa dimakan di Jepang)
3. Tubuh terdiri atas kepala dan leher yang menyatu. Sering tidak berleher, tidak berekor.
Anggota gerak belakang (kaki belakang) lebih besar dibandingkan dengan kaki depan. Contoh
Rana (katak), katak pohon (Polypedatidae), kintel (Microhylidae), katak besar (Bufomarmus).
Bangkong kolong memiliki nama ilmiah Bufo melanostictusSchneider, 1799. Bangkong ini
juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti kodok buduk, kodok berut, kodok brama yang
berwarna kemerahan, dan Asian black-spined toad.
Kodok ini menyebar luas mulai dari India, Republik Rakyat Cina selatan, Indochina
sampai ke Indonesia bagian barat. Di Indonesia, dengan menumpang pergerakan manusia, hewan
amfibi ini dengan cepat menyebar (menginvasi) dari pulau ke pulau. Kini bangkong kolong juga
telah ditemui di Bali, Lombok, Sulawesi dan Papua barat.
Kerajaan : Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Amphibia
Ordo :Anura
Famili :Bufonidae
Genus : Bufo
Spesies : Bufo melanostictus
Kodok berukuran sedang, yang dewasa berperut gendut, berbintil-bintil kasar. Bangkong
jantan panjangnya (dari moncong ke anus) 55-80 mm, betina 65-85 mm. Di atas kepala terdapat
gigir keras menonjol yang bersambungan, mulai dari atas moncong; melewati atas, depan dan
belakang mata; hingga di atas timpanum (gendang telinga). Gigir ini biasanya berwarna
kehitaman. Sepasang kelenjar parotoid (kelenjarracun) yang besar panjang terdapat di atas
tengkuk.
Bagian punggung bervariasi warnanya antara coklat abu-abu gelap, kekuningan,
kemerahan, sampai kehitaman. Ada pula yang dengan warna dasar kuning kecoklatan atau hitam
keabu-abuan. Terdapat bintil-bintil kasar di punggung dengan ujung kehitaman.
Sisi bawah tubuh putih keabu-abuan, berbintil-bintil agak kasar. Telapak tangan dan kaki
dengan warna hitam atau kehitaman; tanpa selaput renang, atau kaki dengan selaput renang yang
sangat pendek. Hewan jantan umumnya dengan dagu kusam kemerahan.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada anatomi hewan, khususnya katak dapat disimpulkan
bahwa organ-organ yang menyusun tubuh katak secara lengkap yaitu jantung, paru-paru, hati,
pankreas, kantung empedu, lambung, usus, kloaka. Katak mempunyai sepasang alat gerak yang
digunakan untuk berenang, berjalan dan melompat. Extremitas anterior lebih pendek . terdiri atas
empat jari. Sedangkan pada extremitas psterior lebih panjang dan besar. Terdiri atas lima buah
jari. Juga terdapat membran renang yang berfungsi untuk membantu berenang di dalam air.
Sistem pernapasan pada katak yaitu pada saat katak masih berbentuk larva sampai berudu
menggunakan insang dan setelah dewasa bernafas dengan menggunakan kulit yang terletek di
permukaan tubuhnya, kemudian dengan paru-paru. Pernapasan katak dibedakan menjadi dua fase
yaitu fase inspirasi da fase ekspirasi. Sistem pencernaan pada katak sudah lengkap yaitu mulut,
kerongkongan, lambung, usus 12 jari, usus halus, usus besar, dan kloaka. Sedangkan kelenjar
pencernaan terdiri dari hati, kantung empedu, da pankreas yang membantu prses pencernakan
makanan