Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ZOOLOGI INVERTEBRATA
(ABKC6214)

”FILUM ASCHELMINTHES BESERTA PERANANNYA”

Dosen Pembimbing :
Dr. Dharmono, M. Si.
Mahrudin, S. Pd., M. Pd.
Maulana Khalid Riefani, S. Si., M. Sc.

Disusun Oleh Kelompok VII:


Ghina Hafizah (1710119320005)
Jannah (1710119220012)
Maulana Reza Irfandi (1710119210014)
Nida Hayati (1710119120017)
NurAuliaRahma (1710119220021)
Riska Amelia (1710119120023)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

SEPTEMBER

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya kepada kita semua khususnya kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Filum Aschelminthes Beserta
Peranannya”.

Tak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih, terutama kepada
pembimbing yang telah memberikan dukungan, arahan serta sarannya dalam
pembuatan makalah ini. Kami mengakui masih banyak kekurangan dari
pembuatan makalah ini, maka kami memohon maaf dan meminta kritik dan saran
yang membangun dalam penyempurnaan makalah-makalah selanjutnya. Akhir
kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang berguna terutama
menambah pengetahuan dan wawasan khususnya bagi penulis dan pembaca pada
umumnya.

Banjarmasin, 7 September 2018

Penulis
DAFTAR ISI
PETA KONSEP
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang
Keberadaan hewan-hewan di muka bumi sangat beragam. Keberagaman
inilah yang hendaknya dipelajari sebagai objek yang diharapkan dapat
diambil fungsi dan manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia. semua
hewan yang ada di muka bumi ini berasal dari hewan-hewan pada zaman
Archeozoikum yang hidup di dalam air. Contohnya dapat dilihat dari fosil-
fosil yang dijumpai yang sebagian hewan tersebut dalam perkembangannya
pindah ke darat, tetapi sebagian tetap dalam air. Jika dibandingkan antara
hewan yang berhabitat air dan habitat darat, maka habitat air akan lebih
seragam. Dengan perbedaan itu terbentuklah habitat yang berbeda, maka
hewan yang ada dilingkungan itu berbeda-beda pula.

Menurut Kastawi (2005), pada saat ini para ahli zoology telah berhasil
mendeskripsikan kurang lebih satu juta spesies hewan yang terdapat di muka
bumi, kurang lebih 5% mempunyai tulang belakang (Vertebrata) dan 95%
merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Dalam firman Allah yakni,
QS: An Nur ayat 45 telah dijelaskan, yang artinya:“Dan Allah telah
menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada
yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang
sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang
dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.Ayat
tersebut menyebutkan adanya kesesuaian bahwa semua hewan awalnya
berasal dari hewan air. Yang kemudian juga menjelaskan bahwa terdapat
hewan yang berjalan di atas perutnya, maksudnya adalah hewan yang berasal
dari filum Vermes yang kemudian berkembang menjadi 3 filum yakni
Platyhelminthes, Nemathelminthes, dan Annelida. Dan dalam makalah ini
akan dibahas lebih detil tentang salah satu filum diatas yakni “Filum
Nemathelminthes”.
1.2 RumusanMasalah
1. Apa pengertian filumaschelminthes ?
2. Bagaimana ciri-ciri filumaschelminthes ?
3. Bagaimana klasifikasi filumaschelminthes ?
4. Apa contoh spesies filum aschelminthes ?
5. Bagaimana peran filum aschelminthes dalam kehidupan ?

1.3 TujuanMasalah
1. Untuk mengetahui pengertian filumaschelminthes
2. Untuk mengetahui ciri-ciri filum aschelminthes
3. Untuk mengetahui klasifikasi filum aschelminthes
4. Untuk mengetahui contoh spesies filum aschelminthes
5. Untuk mengetahui peran filum aschelminthes dalam kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PengertianFilumAschelminthes
Aschelminthesataunemathelminthesadalahfilum yang
pernahdipakaipadakerajaanhewan (Animalia).
Pengelompokkaninisekarangtidakdigunakanlagikarenapolifiletik.
Meskipundemikian, pengelompokkannyakadang-
kadangmasihdipakaiuntukkemudahan.
Nemathelminthesdikenaljugasebagaicacinggilik. Nema = benang,
helminthes = cacing. Cacinginitidakmemilikiruastubuh, bentuknyabulatpanjang,
memilikikutikuladanalatpencernaannyasempurna.
Cacinginidapatditemukandimana-mana, ada yang hidupbebas di tanahatau air
tetapiada pula yang
hidupparasitpadaorganismelainnyabaikpadatumbuhanmaupunpadahewan.
Padatumbuhanbiasanyahidupparasitpadabagianakar, bijiataubatang.
Cacinginiumumnyaberukurankeciltapibeberapa di antaranyaada yang
berukuranbesar.

2.2 Ciri-CiriFilumAschelminthes
Secarasingkatciri-ciridarifilumAschelminthesadalahsebagaiberikut:
a) Tubuhberbentukgilig (bulatpanjang)
b) Tertutuplapisanlilin (kutikula)
c) Tidakbersegmen, simetris bilateral. Triploblastikpseudoselomata
d) Mempunyaimulut, anus, tidakberkaki,dansilium
e) Kosmopolitatauterdapat dilaut, air tawar, darat, kutub, hinggatropis
f) Hidupbebasdansebagianparasit
g) Tidakmemilikijantungdanperedarandarah, tetapimemilikicairanmiripdarah
h) Kelaminterpisah (jantandanbetina).
NematodaberbedadenganPlatyhelminthes di
dalambentukdantidakadanyasilia, sertaalatpencernaannya yang sempurna.
SelainitutubuhNemathelminthestelahmemilikironggatubuhdanalatreproduksin
yaterpisah.

2.3 Klasifikasi Filum Aschelminthes


a) KelasNematoda
Kelas Nematoda mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
(1) Berwarna putih berukuran kecil.
(2) Tubuh dilindungi kutikula, licin, bergaris-garis sirkuler.
(3) Lubang pengeluaran dibagian ventral, di posterior dari mulut.
(4) Bibir tiga buah dengan gigi dari khitin.
(5) Anus di ujung posterior.
(6) Dioseus: jantan lebih kecil dari betina.
(7) Organ sesoris sederhana, meliputi rambut-rambut papila yang khas.
Cacing benang (nematoda) terdapat dimana-mana, bahkan dalam
air ledeng kita kadang-kadang terdapat jenis kecil yang tidak berbahaya,
ada hidup sebagai parasit di manusia, tanaman, hewan, hidup di laut dan
lain sebagainya, salah satu contoh dari kelas ini adalah Ascaris
lumbricoides (cacing perut), Ancylostoma duodenale dan Necator
americanus, yang hidup sebagai parasit pada saluran pencernaan manusia.

b) Kelas Nematomorpha
Cacing yang tergolong Nematomorpha memiliki tubuh yang
panjang, dan ramping. Cacing muda hidup sebagai parasit pada insekta,
sedang yang dewasa hidup bebas. Hewan betina lebih panjang dari hewan
jantan, bagian luar tubuh berwarna kuning, abu-abu, coklat atau hitam
yang tidak tembus cahaya. Cacing dewasa sering meliuk-liuk di dalam air
kolam, parit, dan pipa air minum.
Saluran pencernaan makanannya mengalami degenerasi, karena
cacing muda mengabsrobsi makanan dari inang,sedangkan yang dewasa
tidak makan. Organ sirkulasi, respirasi, dan ekskresi tidak ada.
Sistem sarafnya terdiri atas cincin saraf yang mengelilingi
esofagus. Cincin saraf itu berhubungan dengan tali saraf
midventral.Gonadnya berjumlah satu atau dua, saluranreproduksinya
berpasangan, dan bermuara pada kloaka, tidak memiliki spikula kopulasi.
Hewan yang tergolong Nematomorpha meliputi Gordius robustus,
Nectonema, danPalaemonetes.

Hewan yang paling


umumdipelajaripadaNemathelminthesadalahAscarisLumbricoidesataucacin
gperut. Hewaninimerupakanparasit yang hiduppadaususmanusiadanbabi.
1. Strukturtubuh
UkurantubuhcacingAscarisLumbricoidesbetinapanjangnyakira-kira
20-30 cm dengan diameter 2-3 mm.
Hewanjantanukurannyalebihkecildenganbagianekor yang
melengkung. Tubuhnyabulatmemanjangdanditutupiolehkutikula yang
halusdanelastik.
Padabagiantubuhnyaterdapatempatbuahgarismemanjang, duabuah di
bagian dorsal dan ventral sedangkanduabuahlagiterdapat di bagian
lateral. Mulutnyaterletakdibagianujung anterior.
Mulutinidikelilingiolehtigabuahbibir yang terdiriatassebuahbibir
dorsal danduabuahbibirventrolateral. Anus terletak di bagian posterior,
letaknyatidakpersis di bagianujung, akantetapisedikitagakkedepan di
bagian ventral.
Ujung ekorcacingjantanmelengkungdenganduabuahpenialspikula yang
menonjoldarilubangkelamintepat di dalam anus.
Sedangkantubuhhewanbetinanyalurusdengan vulva (lubangkelamin)
yang terletak di bagianmidventralkira-kirasepertiga di
bawahujunganteriornya. DindingtubuhAscarisLumbricoidesterdiriatas:
a) Kutikula, suatulapisannonseluler yang dihasilkanolehbagian
epidermis
b) Epidermis, merupakanlapisanprotoplasma yang
memilikiintitetapitidakmemilikidindingsel
c) Lapisanotot, yang terdiriatasserabut longitudinal.
Lapisanototinidibagimenjadiempatbagianmemanjangolehtonjolanse
belahdalamdariempatbuahgaris lateral. Garis-garisinidengansel-
selototmerupakanbatasluar yang takteraturdarironggatubuh yang
disebutpseudocoelom. Padapseudocoelominilahterletak organ-organ
dalamdaricacingAscarisLumbricoides.
2. Nutrisi
Makanan dari nemathelminthes adalah zat-zat organik atau sari-sari
makanan yang terdapat di dalam usus hospes atau inangnya. Adapun
alat pencernaan makanan yang dimiliki cacing ini terdiri atas :
a) Mulut, yaitu menyerupai lubang kecil yang dkelilingi oleh tiga
buah bibir;
b) Buccal capity yang kecil;
c) Faring penghisap yang berotot atau esofagus;
d) Intestine, yang merupakan saluran keci dengan satu lapisan sel-sel
endodermis yang berfungsi untuk menyerap makan yang telah
dicerna;
e) Rectum atau pangkal anus;
f) Anus.
Makanan yang berada di dalam anus akan diambil menggunakan
mulutnya, kemudian makanan tersebut akan diteruskan ke alat-alat
pencernaan seperti yang telah dikemukakan diatas. Makanan yang
telah dicerna tersebut akan diserap oleh dinding usus dan sisa-sisa
pencernaan akan dikeluarkan melalui anus.
Cara makan nematoda parasit:
a) Menghisap darah hospes, contohnya Ancylostoma duodenate
(cacing tambang);
b) Merusak jaringan hospes, contohnya Trichuris trichiura (cacing
cambuk);
c) Memakan atau menghisap sari-sari makanan dalam usus hospes,
contohnya Ascaris lumbricoides (cacing perut manusia/cacing
gelang);
d) Mengabsorbsi (menyerap) sari-sari makanan dari cairan tubuh
hospes, contohnya Filaria volvulus (cacing filaria/cacing jaringan).
3. Respirasi dan eksresi
Nemathelminthes belum memiliki organ pernapasan khusus. Oleh
karena itu respirasinya masih menggunakan seluruh permukaan
tubunya. Ekskresi yang dilakukan oleh sel-sel ekskresi akan bermuara
ke saluran ekskresi yang terletak di sebelah dalam dari masing-masing
garis lateral. Saluran ekskresi ini akan berakhir pada lubang ekskresi
yang terletak di bagian midventral tepat di bawah mulut.
4. Sistem syaraf
Sistem syaraf Nemathelminthes terdiri atas cincin syaraf yang
mengelilingi esofagus. Cincin syaraf ini dihubungkan oleh enam buah
tali syaraf longitudinal yang pendek kebagian auterior dan enam buah
tali syaraf longitudinal ke bagian posterior. Tali-tali syaraf longitudinal
ini di hubungka oleh tali-tali syaraf transversal ke bagian samping.
Pada permukaan tubuhnya terdapat papila (tonjolan) yang diduga
berfungsi sebagai organ sensoris.
5. Reproduksi
Reproduksi pada nemathelminthes hanya dilakukan secara
generatif. Alat reproduksi terpisah, tubuh cacing jantang lebih kecil
daripada tubuh cacing betina.
Alat reproduksi jantan terdiri atas:
a) Testis, sebagai penghasil sperma;
b) Vas deferens atau saluran sperma;
c) Vesikula seminalis, berfungsi untuk menampung sperma yang telah
masak;
d) Saluran ejakulasi, berfungsi untuk menolak/mendorong sperma;
e) Penial spicula, yang akan menghubungkan cacing jantan dan betina
ketika terjadi kopulasi.
Alat reproduksi betina terdiri atas:
a) Ovarium,berbentuk seperti benang halus yang berbelit;
b) Oviduk atau saluran telur;
c) Uterus atau rahim yang bercabang dua;
d) Cabang uterus ini akan bergabung membentuk saluran pendek yang
disebut vagina;
e) Vulva.
Pembuahan yang terjadi pada nemathelminthes umumnya secara
internal. Sel telur akan dibuahi pada bagian uterus, telur yang telah
dibuahi akan dikeluarkan bersama-sama dengan kotoran hospes ke
perairan.
6. Skema Daur Hidup Aschelminthes
7. Nematoda Lainnya
a. Oxyuris vermicularis
Cacing ini dikenal sebagai cacing keremi, ukuran tubuhnya kecil
kira-kira 1 cm panjangnya dengan besar tubuh kira-kira sama dengan
rambut. Daur hidup cacing ini hampir sama dengan daur hidup cacing
Ascaris.
Sel telur akan dibuahi pada bagian uterus, telur yang telah dibuahi
akan dikeluarkan bersama-sama dengan kotoran hospes ke perairan.
Bila telur tersebut termakan (melalui makanan atau minuman), maka
telur itu akan menetes di dalam usus menjadi “larva”. Larva ini akan
meninggalkan usus dengan jalan menembus dinding usus untuk masuk
ke dalam peredaran darah. Dengan mengikuti aliran darah larva ini
akan masuk ke dalam jantung dan terus ke paru-paru. Dari paru-paru
cacing ini akan masuk ke dalam trachea, laring, faring dan selanjutnya
tertelan kembali untuk yang kedua kalinya. Akhirnya cacing ini
dewasa di dalam usus.
Perbedaan utama daur hidup anatara kedua cacing ini adalah
tingkah laku bertelur dan cara masuknya telur tersebut ke dalam tubuh
hospes.
Cacing keremi bertelur pada malam hari, bila cacing keremi ini
akan bertelur, ia akan menuju anus dan meletakkan telurnya di bagian
anus. Peristiwa ini akan menimbulkan rasa gatal bagi si hospes. Karena
rasa gatal tersebut maka si hospes akan menggaruk bagian duburnya
dan menempellah telur tersebut pada bagian tangan atau kukunya.
Telur tersebut dapat masuk kembali ke dalam tubuh hospes bila ia
memasukkan tangannya ke dalam mulut dan terjadilah daur hidup
seperti yang telah diuraikan di bagian atas.
b. Ancylostoma duodenale dan Necator americanus

Cacing ini dikenal sebagai tambang, ukuran tubuhnya hampir sama


dengan cacing Oxyuris. Makanan cacing dewasa adalah sel-sel darah
merah atau jaringan-jaringan usus. Daur hidup cacing ini hampir sama
dengan cacing Ascaris atau Oxyuris hanya cacing tambang laranya
menetes di tanah yang lemab atau becek.

Telur yang telah dibuahi akan dikeluarkan bersama-sama dengan


kotoran hospes. Bila telur tersebut jatuh pada tempat yang lembab
atau becek, maka telur ini akan menetes di sana menjadi larva. Larva
ini akan masuk ke dalam tubuh hospes dengan cara meembus kulit
hospes yang berkontaminasi dengan tempat tersebut. Larva in
selanjutnya akan masuk ke dalam peredaran darah. Dengan mengikuti
aliran darah, larva ini akan masuk ke dalam jantung dan terus ke paru-
paru. Dari paru-paru cacing ini akan masuk ke dalam trachea, laring,
faring dan selanjutnya tertelan kembali untuk yang kedua kalinya.
Akhirnya cacing dewasa di dalam usus. Bila jumlah cacing tambang
di dalam tubuh hospes cukup banyak dapat menimbulkan kematian
bagi si hospes.

c. Nuchereria bancrofti
Cacing ini dapat menyebabkan penyakit cacing filaria yang
disebut filariasis atau elephantiasis. Infeksi cacing filaria kepada tubuh
manusia terjadi bila nyamuk culex yang mengandung mikrofilaria
menusuk manusi. Mikrofilaria ini dapat masuk melalui bekas tusukan
nyamuk. Cacing dewasa dalam tubuh manusia dapat menyumbat
saluran limfa yang menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian
tubuh.
d. Trichinella spiralis
Penyakit yang disebabkan oleh cacing ini dikenal sebagai
trihinosis. Hal ini dapat terjadi apabila seseorang memakan daging
babi yang kurang masak yang mengandung kista dari cacing
Trichinella. Cacing dewasa berkembang biak di dalam usus. Ribuan
cacing muda akan dihasilkan oleh cacing betina yang kemudian akan
menembus dinding usus bermigrasi ke seluruh bagian tubuh dan
mengkista dalam otot terutama otot serat lintang.
e. Nematoda yang hidup bebas di alam
Beberapa contoh Nematoda yang hidup bebas di perairan adalah:
Xipinema, Bunonema, Desmoscolex, dan Predaceous nematode.

Xiphinema Bunonema
Desmoscolex Predaceous nematode
2.5