Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kasus perusahaan bisnis, tujuannya adalah


memeksimumkan laba atau nilai perusahaan atau meminimumkan biaya
dengan kendala tertentu. Oleh karena itu diperlukan berbagai teknik
optimasi, atau metode untuk memaksimumkan atau meminimumkan
fungsi tujuan perusahaan atau organisasi lain. Teknik ini sangat penting
dan sering dipergunakan. Selain itu, perlu dipelajari pula mengenai
perangkat manajemen baru yang telah diperkenalkan selama dua puluh
tahun terakhir dan mempelajari bagaimana mereka mengubah dengan
cepat cara mengelola perusahaan. Tahap pertama penyajian teknik
optimasi adalah mempelajari cara untuk menunjukan hubungan ekonomi.
Hal dan ukuran ini mempelajari hubungan antara konsep dan ukuran total,
rata-rata, dan marginal,seperti penerimaan, produk, biaya, atau laba.
Selanjutnya akan mempelajari proses optimasi perusahaan secara grafik.
Kalkulus deferensiasi sangat penting dan berguna untuk
menemukansolusi optimum bagi masalah optimasi terendala dan tanpa
kendala. Yang terakhir mendiskusikan tentang banyaknya peralatan
menajemen baru yang mengubah secara cepat cara pengolahan persahaan
dan mempelajari hubungannya dengan area fungsional tradisional dan
ekonomi manajerial.
Disisi lain hubungan-hubungan biaya dalam proses produksi suatu
produk dari suatu perusahaan juga kompleks. Analisi biaya memerlukan
:Penelaahan sistem-sistem produksi alternatif, Pilihan-pilihan teknologi,
Kemungkinan input yang digunakan. Harga faktor-faktor produksi
berperan penting dalam penentuan biaya, oleh karena itu masalah
penawaran faktor-faktor produksi juga penting untuk
dipertimbangkan.Untuk menentukan tindakan yang optimal, maka

1
keputusan berkenaan dengan pemasaran, produksi, dan keuangan harus
sama dengan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan SDM.
Pengambilan keputusan parsial adalah mengendali penerapannya
dalam pembuatan keputusan-keputusan perencanaan yang utama.Optimasi
parsial adalah mencari kompleksitas dari proses pengambilan keputusan
yang terpadu itu dan hanya memusatkan kepada tujuan-tujuan yang lebih
terbatas di dalam berbagai departemen dari perusahaan tersebut.
Pengambilan keputusan yang rumit baik dalam optimasi terpadu ataupun
parsial terjadi dalam dua tahap.Pertama menyajikan hubungan ekonomi
tersebut dalam suatu bentuk yang bisa dianalisis, keduamenerapkan
berbagai teknik untuk menentukan penyelesaian yang optimal.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka rumusan masalahnya adalah:
1. Bagaimana metode dalam menggambarkan hubungan ekonomi?
2. Bagaimana hubungan biaya total, rata-rata, dan marginal?
3. Bagaimana konsep analisis optimisasi?
4. Apa sajakah macam optimisasi?
5. Apa sajakah macam peralatan manajemen baru untuk optimisasi?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:


1. Untuk mengetahui metode dalam menggambarkan hubungan
ekonomi.
2. Untuk mengetatui hubungan biaya total, rata-rata dan marginal.
3. Untuk mengetahui konsep analisis optimisasi.
4. Untuk mengetahui macam optimisasi.
5. Untuk mengetahui macam peralatan manajemen baru untuk optimisasi

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Metode Dalam Menggambarkan Hubungan Ekonomi


Pengambilan keputusan manajerial merupakan proses penentuan solusi
terbaik dari berbagai alternative solusi terhadap suatu masalah tertentu.
Manajer menggunakan alat ekonomi manajerial untuk membantu dalam
proses menemukan keputusan tindakan yang terbaik.
Keputusan optimal (optimal decision) adalah tindakan yang memberikan
hasil yang paling konsisten dengan tujuan pengambil keputusan.
Hubungan ekonomi dapat digambarkan dalam bentuk persamaan, tabel,
atau grafik. Apabila hubungannya sederhana, menggunakan tabel atau grafik
sudah dapat mencukupi. Namun bila hubungannya rumit menggambarkan
hubungan dalam bentuk persamaan mungkin diperlukan. Menggambarkan
hubungan ekonomi dalam bentuk persamaan juga berguna karena kita dapat
mempergunakan teknik yang kuat dari kalkulus diferensial dalam menentukan
solusi optimum dari satu masalah (cara paling efektif untuk perusahaan atau
organisasi lain untuk mencapai tujuan atau sasarannya).
1. Model persamaan
Perhatikan hubungan antara jumlah produk yang terjual (Q) dengan
penerimaan total (TR). Dengan menggunakan notasi fungsional kita bisa
menunjukan hubungan tersebut sebagai berikut :
TR = f(Q)
Persamaan diatas dibaca “ penerimaan total (TR) merupakan fungsi
dari jumlah produk yang terjual “Suatu hubungan fungsional yang lebih
khusus diberikan oleh persamaan :
TR = P X Q
Diatas P menunjukan harga tiap unit yang terjual dan hubungan
antara variable dependen dengan variable independen ditetapkan secara
tepat.
TR = Rp 150 X Q

3
2. Model Tabel dan Grafik
Model table dan grafik sering digunakan untuk menyajikan
hubungan-hubungan ekonomi. Hubungan antara TR dengan jumlah unit
yang terjual Q.
TR = 150 X Q

Jumlah unit yang terjual (Q) Total Revenue (TR)

1 150

2 300

3 450

4 600

5 750

6 900

Tabel 2.1 Hubungan Total Revenue (TR) dengan Jumlah Unit Yang
Terjual (Q)

B. Hubungan Biaya Total, Biaya Rata – Rata, dan Biaya Marjinal


Hubungan antara konsep dan ukukran total, rata-rata, dan marginal penting
didalam analisis optimisasi. Hubungan ini pada dasarnya sama meskipun kita
berbicara tentang penerimaan, produksi, biaya dan laba.

Hubungan antara biaya total, rata-rata dan marginal merupakan konsep


serta ukuran yang sangat penting dalam optimasi. Pada dasarnya hubungan antara
biaya total, rata-rata dan marginal adalah sama, baik untuk biaya, penerimaan,
produksi maupun laba.

Q TC AC=TC/Q MC=dTC/dQ
0 20 - -
1 140 140 120
2 160 80 20

4
3 180 60 20
4 240 60 60

Tabel 2.2 Hubungan Biaya Total, Rata-Rata Dan Biaya Marginal


Perusahaan

1. Biaya Total (Total Cost)


Biaya total merupakan keseluruhan jumlah biaya produksi yang
dikeluarkan. Konsep biaya total dibedakan menjadi 3 pengertian, yaitu:
Biaya Total (Total Cost), Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost), Biaya
Berubah Total (Total Variable Cost).
 Biaya Total (TC) = TFC + TVC.
 Biaya Tetap Total (TFC), yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan
untuk memperoleh faktor produksi (input) yang tidak dapat diubah
jumlahnya. Contoh: membeli mesin.
 Biaya Variabel Total (TVC), yaitu keseluruhan biaya yang
dikeluarkan untuk memproleh factor produksi yang dapat diubah
jumlahnya.

2. Biaya Rata-Rata (Average Cost)


Apabila produksi jangka pendek menghasilkan output sebesar Q
unit, maka dapat dihitung biaya rata-rata (Average Fix Cost) dan biaya
variabel rata-rata (Average Variable Cost). Sama halnya dengan Biaya
total, Konsep mengenai biaya rata-rata juga dibedakan menjadi 3 yakni :
 Biaya Tetap Rata-rata (AFC).
 Biaya Berubah Rata-rata (AVC).
 Biaya Total Rata-rata (AC) .
3. Biaya Marginal (Marginal Cost)
Biaya marginal adalah peningkatan biaya total yang berasal dari
produksi satu unit output produksi. Biaya marjinal mengukur biaya input
tambahan yang diperlukan untuk memproduksi tiap unit output
berikutnya. Karena biaya tetap tidak berubah ketika ada biaya output,

5
biaya marjinal mencerminkan perubahan biaya variabel. Jika fungsi biaya
terdiferensiasi, biaya marjinal dapat dinyatakan sebagai berikut:
MC = MC = TC’ = dTC / dQ
C. Analisis Optimisi
Analisis optimisasi dapat dengan baik dijelaskan dengan mempelajari
proses maksimisasi laba oleh perusahan. Perusahaan memaksimumkan laba
total pada tingkat pada tingkat output dimana perbedaan positif antara
penerimaan total dan pengeluaran total terbesar, dan pendapatan marginal
sama dengan biaya biaya marginalnya. Lebih umum, menurut analisis
marginal, optimisasi terjadi dimana keuntungan marginal suatu aktivitas sama
dengan biaya marginal.
a. Maksimisasi Laba dengan Pendekatan Penerimaan Total dan Biaya
Total
Laba Total (π) adalah selisih antara penerimaan total dan biaya
total
( π = TR – TC)

b. Optimisasi dengan Analisis Marginal


Analisis marginal merupakan salah satu konsep terpenting pada ekonomi
manajerial secara umum dalam analisis optimisasi khususnya. Menurut
analisi marginal, perusahaan memaksimumkan laba bila pendapatan marginal
sama dengan biaya marginal.
Biaya marginal (Marginal Cost-MC) didefinisi sebagai perubahan biaya
total per unit perubahan output dan ditunjukan oleh kemiringan kurva TC.
Sedangkan Pendapatan Marginal (Marginal Revenue-MR) yaitu perubahan
penerimaam total per unit perubahan output atau penjualan dan merupalan
kemiringan kurva TR. Menurut analisis marginal, selama kemiringan kurva
TR atau MR melebihi kemiringan kurva TC atau MC, akan bermanfaat bagi
perusahaan untuk memperluas output dan penjualan. Perusahaan akan
memperoleh penerimaan total lebih banyak daripada biaya totalnya, sehingga
laba total akan meningkat.

6
D. Kalkulus Diferensial : Turunan dan Aturan Diferensiasi
Analisis optimisasi dapat dilakukan lebih efisien dan tepat, dengan
kalkulus diferensiasi yang didasarkan pada konsep turunan.
1. Konsep Turunan
Sangat berhubungan erat dengan konsep marjinal. Sebagai contoh,
bila keluaran naik dari 2 menjadi 3 unit, penerimaan total meningkat dari $
160 menjadi $ 210.
Δ𝑇𝑅 $210−$ $50
Rumus: MR = = = = $50
Δ𝑄 3−2 1

Nilai ini merupakan kemiringan dari busur BC pada kurva penerimaan


total. Namun demikian, bila jumlahnya sangat kecil (bila ΔQ diasumsikan
memiliki nilai yang lebih kecil dan bahkan mendekati nol dalam limitnya).
2. Aturan-Aturan Diferensiasi
Diferensiasi adalah proses menentukan turunan suatu fungsi, yang
menentukan perubahan Y untuk perubahan X, pada saat perubahan X
mendekati nol.
 Aturan Untuk Fungsi Konstan: Turunan atas sebuah fungsi konstan, Y
= f (x) = a, adalah nol untuk semua nilai a konstan. Fungsinya adalah
sebagai berikut: Y = F(X) = a

 Aturan Untuk Fungsi Pangkat: Turunan dari fungsi pangkat,


di mana a dan b konstan, sama dengan eksponen b di kali dengan koefisien a
di kali variabel X pangkat b-1. Fungsinya adalah sebagai berikut:

 Aturan Untuk Penjumlahan Dan Pengurangan: Turunan dari


penjumlahan (pengurangan) adalah sama dengan penjumlahan

7
(pengurangan) dari setiap turunan individu. Fungsinya adalah sebagai
berikut:
U = g(X) dan V = h(X)
Dimana U adalah fungsi yang tidak spesifik, g dari X, sedangkan V
adalah fungsi lain yang tidak spesifik, h dari X, maka untuk fungsi:

 Aturan Untuk Perkalian: Turunan dari perkalian dua fungsi adalah


sama dengan fungsi pertama dikalikan dengan turunan fungsi ke dua, di
tambah fungsi kedua di kali dengan turunan yang pertama. Jadi untuk
fungsi adalah sebagai berikut:
Y= U.V
Di mana U = g (X) dan V = h(X) adalah:

 Aturan Untuk Pembagian: Turunan dari pembagian dua fungsi adalah


sama dengan penyebut di kali dengan turunan dari pembilang, dikurangi
pembilang di kali dengan turunan penyebut, semua kemudian di bagi
dengan penyebut kuadrat. Jadi untuk fungsi adalah sebagai berikut:
𝑈
Y=
𝑉
Di mana di mana U = g(X) dan V = h(X) adalah:

 Aturan Untuk Fungsi Dari Fungsi Rantai: Jika Y = f(U) dan U = g(X),
maka turunan dari Y terhadap X adalah sama dengan turunan dari Y
terhadap U di kali dengan turunan U terhadap X. Jadi bila:
Y = f(U) dan U = g(X)

8
E. Optimisasi Dengan Kalkulus
Dalam hal ini menentukan titik dimana suatu fungsi mencapai
maksimum atau minimum lalu membedakan antara maksimum dan
minimum.
1. Menentukan Maksimum atau Minimum dengan Kalkulus
Optimasasi sering kali diperlukan untuk menemukan nilai maksimum
atau minimum suatu fungsi, misalnya suatu perusahaan memaksimumkan
penerimaan tetapi miminimumkan biaya produksi. Untuk suatu fungsi agar
mencapai maksimum atau minimum, turunan dari fungsi tersebut harus nol.
Secara geometris hal ini berhubungan dengan titik dimana kurvanya
mempunyai kemiringan nol. Contoh untuk fungsi penerimaan total:
TR = 100Q – 10Q2
𝑑(𝑇𝑅)
= 100 – 20Q
𝑑𝑄
𝑑(𝑇𝑅)
Dengan menetapkan = 0, kita mendapatkan:
𝑑𝑄

100 - 20Q = 0
Oleh karena itu, Q=5
𝑑(𝑇𝑅)
Jadi, untuk fungsi penerimaan total, = 0 (kemiringannya adalah nol)
𝑑𝑄

dan penerimaan total mencapai maksimum pada tingkat output 5 unit.


Dengan cara serupa, turunan atau kemiringan dari fungsi biaya marginal dan
biaya rata-rata secara berturut-turut adalah nol pada Q=2 dan Q=3,5 dimana
fungsi-fungsi ini adalah minimum.

2. Membedakan Antara Maksimum Dan Minimum: Turunan Kedua


Turunan kedua adalah turunan dan diperoleh dari penerapan kembali
aturan turunan (pertama) dari diferensial, contoh:
Y = x3
𝑑𝑦
= 3x²
𝑑𝑥
𝑑2𝑦
dan = 6x
𝑑𝑥2

9
Dengan cara yang sama, untuk TR = 100Q - 10 Q²
𝑑(𝑇𝑅)
= 100 - 20Q
𝑑𝑄
𝑑2 (𝑇𝑅)
= – 20Q
𝑑𝑄2

Secara geometris, turunan mengacu kepada kemiringan dari suatu


fungsi, sedang turunan kedua mengacu kepada perubahan dari kemiringan
fungsi tersebut. Sehingga nilai dari turunan kedua dapat dipergunakan untuk
menentukan apakah kita mempunyai maksimum atau minimum pada titik
dimana turunan pertamanya (kemiringan) adalah nol. Aturannya adalah bila
turunan kedua positif, kita mempunyai minimum, dan juga turunan kedua
negatif kita mempunyai maksimum.

F. Optimisasi Multivariat
Optimisasi multivarat adalah proses menentukan titik maksimum dan
minimum suatu fungsi yang mempunyai lebih dari dua variabel.
1. Turunan Parsial
Menentukan dampak marginal pada variabel terkait, misalkan laba
total yang diakibatkan karena perubahan kuantitas setiap variabel secara
individu, seperti jumlah komoditas X dan Y yang dijual dan dianalisis secara
terpisah. Dampak marginal tersebut diukur dengan turunan parsial (partial
derivative), yang ditunjukkan dengan simbol (bandingkan dengan d untuk
turunan).

2. Memaksimumkan Fungsi Dengan Banyak Variabel


Untuk memaksimumkan atau meminimumkan suatu fungsi dengan
banyak variabel, kita harus membuat setiap turunan parsial sama dengan nol
dan memecahkan beberapa persamaan tersebut secara bersamaan untuk
memperoleh nilai optimum dari variabel bebas atau variabel di sisi sebalah
kanan.

10
G. Optimisasi Terkendala
Optimisasi terkendala (constrained optimization) adalah
maksimisasi atau minimisasi fungsi tujuan dengan berbagai kendala.
Sebagian besar manajer menghadapi kendala dalam keputusan optimasi yaitu
perusahaan menghadapi keterbatasan kapasitas produksi dan perusahaan
menghadapi keterbatasan ketersedian tenaga ahli dan bahan mentah.
1. Optimisasi Terkendala dengan Substitusi
Masalah optimisasi terkendala dapat dipecahkan mula-mula dengan
memecahkan persamaan kendala untuk satu dari variabel keputusan, dan
kemudian mensubstitusikan nilai variabel ini ke dalam fungsi tujuan yng
dicari perusahaan untuk dimaksimumkan atau diminimumkan.
2. Optimisasi Terkendala dengan Metode Pengali Langrange
Metode yang dipergunakan apabila kita menemukan persamaan
terkendala yang rumit atau tidak dapat dipecahkan dengan satu variabel
keputusan sebagai fungsi eksplisit variabel lain, teknik substitusi untuk
memecahkan masalah optimisasi terkendala dapat menyulitkan atau tidak
mungkin. Tahap pertama dalam metode ini adalah membentuk fungsi
Langrange. Fungsi ini ditunjukkan oleh fungsi tujuan awal yang berusaha
dimaksimumkan atau diminimumkan oleh perusahaan ditambah λ dikali
fungsi tujuan yang dibuat sama dengan nol. Karena hal ini mengandung
fungsi kendala yang dibuat sama dengan nol, fungsi Langrange dapat pula
diperlakukan sebagai masalah optimisasi tanpa kendala, dan
pemecahannya akan selalu sama dengan masalah optimisasi terkendala
mula-mula.
H. Peralatan Manajemen Baru Untuk Optimisasi
Berikut adalah perlatan manajemen baru untuk optimisasi :
1. Perbandingan
Perbandingan (benchmarking) berarti menemukan dengan cara
terbuka dan jujur, bagaimana perusahaan lain dapat mengerjakan sesuatu
dengan lebih baik (lebih murah) sehingga perusahaan yang kita bangun
dapat meniru dan memungkinkan memperbaiki cara tersebut.

11
Perbandingan biasanya dilakukan dengan mengadakan studi lapangan ke
perusahaan lain.
Perbandingan membutuhkan:
a. Memilih suatu proses yang spesifik yang akan diperbaiki
b. Mengidentifikasi beberapa perusahaan yang dapat mengerjakan dengan
lebih baik
c. Mengirim utusan pembanding yang terdiri atas orang yang benar-benar
akan membuat perubahan

2. Manajemen Kualitas Total


Manajemen kualitas total (Total Quality Management-TQM)
berarti secara konstan memperbaiki kualitas produk dan proses perusahaan
sedemikian rupa sehingga secara konsisten memberikan nila kepuasan
yang semakin meningkat kepada pelanggan. Lima aturan untuk
menentukan suksesnya suatu program TQM :
 Pejabat eksekutif perusahaan (CEO) harus secara tegas dan nyata
mendukung program tersebut dengan perkataan dan perbuatan.
 Program TQM harus secara jelas menunjukkan bagaimana program
tersebut menguntungkan .
 Pelanggan dan menciptakan nilai penghargaan untuk perusahaan.
 Program TQM harus mepunyai beberapa tujuan strategi yang jelas,
yaitu harus ditanyakan “Apa yang ingin dicapai perusahaan?”.
 Program TQM harus memberikan hasil keuangan dan kompensasi
dalam waktu singkat. Orang-orang perlu melihat hasil awal yang jelas
dan nyata untuk terus mendukung program tersebut.
 Program TQM seharusnya dibuat khusus untuk perusahaan tertentu,
jadi suatu perusahaan tidak dapat hanya meniru program TQM
perusahaan lain.

3. Rekayasa Ulang

12
Rekayasa ulang (reengineering) berarti berusaha mengorganisasi
perusahaan yang sama sekali baru, selanjutnya merestrukturisasi
perusahaan untuk menyesuaikan dengan rencena tersebut. Proses tersebut
melibatkan desain ulang yang radikal dari semua proses perusahaan
untuk mencapai peningkatan yang tinggi dalam hal kecepatan, pelayanan
dan profitabilitas. Ada dua alasan utama untuk melakukan rekayasa
ulang:

 Takut pesaing muncul dengan produk, pelayanan, atau cara baru


dalam melakukan bisnis yang akan menghancurkan perusahaan yang
kita bangun.
 Ketamakan, bila kita percaya bahwa proses rekayasa ulang,
perusahaan kita dapat melenyapkan persaingan.

4. Organisasi Pembelajaran

Organisasi pembelajaran (learning organization) menghargai


pembelajaran yang berkelanjutan bahwa keuntungan, baik secara
individu maupun secara bersama-sama, dan percaya bahwa keuntungan
kompetitif diperoleh dari dan membutuhkan pembelajaran yang
berkelanjutan pada era informasi kita. Menurut Peter Senge, organisasi
pembelajar didasarkan pada lima komponen dasar:
 Model mental baru
Orang harus mengembangkan model mental baru dengan
mengesampingan cara berpikir lama dan bersedia untuk berubah.
 Kemahiran personal
Para karyawan harus belajar membuka diri kepada orang lain
dan mendengar merekaketimbang mengatakan apa yang harus mereka
perbuat.
 Pemikiran sistem
Setiap orang harus memahami bagaimana perubahaan bena
benar beroperasi.

13
 Visi bersama
Strategi yang diakukan bersama oleh semua pegawai
perusahaan.
 Pembelajaran tim
Organisasi harus melihat bagaimana semua pegawai
perusahaan dapat dibuat bekerja dan belajar bersama agar menyadari
visi dan misi bersama dan menjalankan strategi perusahaan.

Peralatan Manajemen Yang Lain


Alat atau ide-ide manajemen baru yang lain adalah:
1. Perluasan Pembatasan (Broadbanding)
Menghapus berbagai tingkatan gaji yang terlalu banyak untuk
mendorong perpindahan antarpekerja di dalam perusahaan, untuk
meningkatan fleksibilitias tenaga kerja dan menurunkan biaya.
2. Model Bisnis Langsung (Direct Business Model)
Situasi dimana perusahaan berhubungan secara langsung dengan
konsumen, menghilangkan waktu dan biaya distribusi dari pihak ketiga
(yaitu, menghilangkan distributor, seperti pada penjualan PC Dell).
3. Membuat Jaringan Kerja (Networking)
Pemebntukan aliansi strategis tempoer agar setiap perusahaan dapat
menyumbangkan kemampuan terbaiknya seperti dalam kasus perusahaan
maya.
4. Kekuatan Menentukan harga (Pricing Power)
Kemampuan perusahaan untuk meningkatan harga lebih cepat daripada
peningkatan biayanya atau menurunkan biaya lebih cepat daripada
penurunan harga barang sehingga meningkatkan labanya.
5. Manajemen Proses (Process Management)
Koordinasi atau integrasi dalam satu payung untuk keseluruhan kinerja
manajemen- inisiatif peningkatan, seperti: benchmarking, reengineering,
TQM, dan Six Sigma.
6. Model Dunia Kecil (Small World Model)

14
Ide atau teori bahwa setiap perusahaan rekayasa dapat dibuat beroperasi
seperti suatu perusahaan kecil dengan menghubungkan satu sama lain
individu-individu yang mempunyai hubungan baik dari setiap tingkat
organisasi, sehingga memperbaiki aliran informasi dan efisiensi
operasional perusahaan.
7. Integrasi Maya (Virtual Integration)
Kaburnya batas-batas dan peranan tradisional antara produsen dan
pemasok, pada satu sisi, dan antara produse dan pelanggan, pada sisi
yang lain, dalam rantai nilai dengan memperlakukan pemasok dan
pelanggan seolah-olah mereka bagian dari perusahaan.
8. Manajemen Maya (Virtual Management)
Kemmapuan manager untuk meniru perilaku konsumen dengan
mempergunakan model komputer yang didasarkan pada ilmu
pengetahuan yang muncul atau teori kompleksitas.

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Optimisasi merupakan suatu proses penentuan kemungkinan
penyelesaian yang terbaik dari suatu masalah. Pada makalah ini dikenalkan
metode-metode yang digunakan untuk menyajikan hubungan-hubungan
ekonomis dan kemudian mencoba beberapa alat analisis yang sering
digunakan dalam proses optimisasi. Analisis optimalitas seringkali
merupakan penentuan nilai maksimum atau minimum. Nilai-nilai dari suatu
fungsi bisa dihitung dan disajikan dalam sebuat table atau grafik. Alat-alat
analisis yang dibahas dalam makalah ini digunakan dalam segala bidang
ekonomi, terutama sekali dalam ekonomi manajerial.
Hubungan ekonomi dapat digambarkan dalam bentuk persamaan,
tabel, atau grafik. Apabila hubungannya sederhana, menggunakan tabel atau
grafik sudah dapat mencukupi. Namun bila hubungannya rumit
menggambarkan hubungan dalam bentuk persamaan mungkin diperlukan.
Menggambarkan hubungan ekonomi dalam bentuk persamaan juga berguna
karena kita dapat mempergunakan teknik yang kuat dari kalkulus diferensial
dalam menentukan solusi optimum dari satu masalah (cara paling efektif
untuk perusahaan atau organisasi lain untuk mencapai tujuan atau
sasarannya).

B. Saran
Dengan adanya makalah ini kami berharap dapat membantu pembaca
untuk memperoleh informasi mengenai teknik optimisasi dan peralatan
manajemen baru. Namun kami sadar bahwa dalam makalah ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan bantuan
pembaca untuk membantu kami dalam pembuatan makalah selanjutnya
dengan memberikan saran. Terima kasih atas perhatiannya.

16