Anda di halaman 1dari 56

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN


APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Upaya peningkatan program UKGS di Puskesmas


Karangawen 1

Disusun oleh:
Nama : drg. Layyin Halimah
NIP : 19921217 201903 2 006
Golongan/Angkatan : III/I
No. Presensi : 10
Jabatan : Dokter Gigi Ahli Pertama
Unit Kerja : Puskesmas Karangawen 1
Coach : Sriyatun, S Kep., MM
Mentor : dr. Irene Wahyuni S.

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN I


PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK BEKERJASAMA DENGAN BADAN
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019
HALAMAN PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Upaya peningkatan program UKGS di Puskesmas


Karangawen 1
Disusun oleh :
Nama : drg. Layyin Halimah
NIP :19921217 201903 2 006

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari, tanggal : Senin, 29 April 2019
Tempat : BKPP Kab Demak

Demak, 26 April 2019


Menyetujui,

Coach, Mentor,

Sriyatun, S Kep., MM. Dr. Irene Wahyuni S.


NIP.19690112 198903 2 005 NIP. 19750701 200904 2 001

ii
HALAMAN PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Upaya peningkatan program UKGS di


Puskesmas Karangawen 1

Nama : drg. Layyin halimah


NIP : 19921217 201903 2 006
Unit Kerja : Puskesmas Karangawen 1
Telah diseminarkan :
Di BKPP Kabupaten Demak, pada :
Hari, tanggal : Senin 29 April 2019
Peserta Pelatihan Dasar CPNS

drg. Layyin Halimah


NIP.19921217 201903 2 006
Menyetujui,
Coach, Mentor,

Sriyatun, S.Kep., MM. Dr. Irene Wahyuni S.


NIP. 19690112 198903 2 005 NIP. 19750701 200904 2 001

Penguji,

Santi Oktaviani, S.Pd., M.Pd


NIP. 19861016 200901 2 001

PRAKATA

iii
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat dan karuniaNya, maka penulisan Rancangan Aktualisasi ini
dapat diselesaikan tepat pada waktunya, sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan Latihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan I Tahun 2019
yang diselenggarakan di Badan Kepegawaian Pendidkan dan Pelatihan
(BKPP) Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam penyusunan rancangan ini, banyak pihak yang telah
memberikan dukungan, masukan, kritik, dan saran sehingga dalam
kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan
kepada :
1. Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya.
2. BKPP Kabupaten Demak beserta jajarannya yang telah memfasilitasi
penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
3. Pemerintah Kabupaten Demak
4. Santi Oktaviani, S.Pd., M.Pd, selaku penguji atas saran masukan yang
diberikan untuk perbaikan rancangan aktualisasi ini.
5. Sriyatun, S.Kep, M.M., selaku coach atas semua inspirasi, dorongan,
masukan dan bimbingannya dalam membuat rancangan aktualisasi ini.
6. dr. Irene Wahyuni S. selaku mentor atas semua arahan, motivasi,
dukungan, masukan dan bimbingan selama perancangan program
aktualisasi.
7. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
8. Seluruh Panitia, dan Binsuh yang telah membantu dan menfasilitasi
kegiatan latsar.
9. Segenap dewan guru dan karyawan di SD N 1 Karangawen
10. Suami dan putra tercinta serta keluarga besar yang telah mendukung
dan mendoakan selalu sejak awal mendaftar CPNS sampai sekarang,
11. Orang tua yang tiada henti memberikan doa dan semangat sejak awal
mendaftar CPNS, dan

iv
12. Teman-teman peserta Latsar Golongan III Angkatan I tahun 2019
Penulis sadar bahwa rancangan laporan aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan dari berbagai
pihak guna membuat rancangan laporan menjadi lebih baik. Sehingga
rancangan aktualisasi ini dapat dijadikan dasar dalam pelaksanan dan
pelaporan aktualisasi nilai dasar ASN, serta memberikan manfaat bagi
semua pihak yang membutuhkan.

Demak, 29 April 2019

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................... i

v
HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................. iii
PRAKATA ........................................................................................ iv
DAFTAR ISI ..................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .............................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Identifikasi Isu..................................................................... ... 2
C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan.................................. ... 6
D. Rumusan Masalah ................................................................ 6
E. Tujuan ................................................................................... 7
F. Manfaat ................................................................................. 7
BAB II LANDASAN TEORI
A. Sikap Perilaku Bela Negara .................................................. 8
B. Nilai-Nilai Dasar ASN ............................................................ 9
C. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI .............................. 14
BAB III PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi .................................................................... 18
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi ........................... 18
2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi .............................. 19
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi .............................. 24
4. Deskripsi SDM, Sarpras dan Sumber Daya Lain .............. 28
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat ............................................... 29
C. Role Model ............................................................................ 30
BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan
Nilai ANEKA ........................................................................ 36
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi.............................................. 48
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ........................ 50
BAB V PENUTUP
Simpulan ................................................................................ 51

vi
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………… 52
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................... 53

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Identifikasi Isu ................................................................... 3

vii
Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis ......................................................... 5
Tabel 1.3. Dampak Isu Tidak Terselesaikan ...................................... 6
Tabel 3.1 Tenaga Pendidik................................................................. 28
Tabel 3.2 Peserta Didik............................................................... ....... 28
Tabel 3.3 Sarana Prasarana....................................................... ....... 29
Tabel 4.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ....................................... 37
Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi ..................... 48
Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ………… ..... 50

DAFTAR GAMBAR

viii
Gambar 3.1. Struktur Organisasi SD N 05 Pamotan.......................... 24

ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 pasal 1 ayat 1, Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk
Republik. Di mana dalam menjalankan pemerintahannya terdapat tujuan nasional
yang hendak dicapai, sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alenia ke-4, yaitu untuk
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial.
Dengan melihat tujuan nasional yang kompleks tersebut, maka dibutuhkan
kerjasama dan kontribusi dari berbagai elemen negara, salah satunya adalah
Aparatur Sipil Negara (ASN), yang terdiri dari PNS dan PPPK. Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) diberikan pendidikan dan pelatihan dasar yang merupakan
hasil kerja sama antara Badan Kepegawaian Negara dan Lembaga Adminisitrasi
Negara. Penyelenggaraan Diklat Latsar CPNS Golongan III berpedoman pada UU
No.5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Lembaga
Administrasi Negara Nomor 25 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III.
Dari pelaksanaan latsar ini, diharapkan menghasilkan CPNS yang memiliki
nilai-nilai dasar yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA), serta mampu menjalankan fungsi sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Di era revolusi industri digital 4.0 masyarakat semakin cerdas dan kritis.
Sejalan dengan meningkatnya intelektualitas masyarakat, maka akan semakin
meningkat pula tuntutan terhadap kualitas pelayanan yang ingin didapatkan,
termasuk dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, tidak terkecuali
kesehatan gigi dan mulut, baik yang bersifat preventif, promotif, kuratif, maupun
rehabilitatif.
Sesuai dengan pengertian puskesmas menurut Azrul Azwar (1996) adalah
suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan
kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan,
1
serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan
kegiatan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada suatu
masyarakat yang bertempat tinggal pada suatu wilayah tertentu; upaya
peningkatan kualitas kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan di tingkat
Puskesmas yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat.
Adapun isu yang saya angkat adalah upaya penurunan angka karies pada
gigi campuran anak di SD Karangawen 1. Selama ini kesehatan gigi dan mulut
dianggap tidak penting dan tidak memberikan efek apapun pada kesehatan
secara menyeluruh, padahal pada kenyataannya mulut adalah port entry
makanan yang apabila tidak di jaga akan menyebabkan penyakit yang serius.
Saya mengambil sample anak-anak karena mereka merupakan generasi muda
penerus bangsa yang harus di edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan
gigi dan mulut mereka sedini mungkin, dengan harapan anak-anak di SD
Karangawen 1 menjadi lebih peduli terhadap kesehatannya, sehingga lebih
berwawasan sehat dan mandiri dalam menjaga kesehatannya, sesuai dengan visi
Puskesmas Karangawen 1 yaitu “Terwujudnya masyarakat Karangawen yang
berwawasan sehat dan mandiri”.
B. Identifikasi Isu
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu
atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai dokter
gigi di instansi tempat bekerja, yaitu di Puskesmas Karangawen 1. Sumber isu
yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun organisasi. Isu-isu
yang menjadi dasar rancangan aktualisasi ini bersumber dari aspek:
1. Whole Of Government (Wog),
2. Pelayanan Publik, dan
3. Manajemen ASN

Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:


1. Lamanya waktu yang diperlukan oleh pasien untuk mengantri memasuki
poli gigi di Puskesmas Karangawen 1;
2. Belum optimalnya penggunaan dental unit untuk memeriksa pasien gigi
dan mulut di Puskesmas Karangawen 1;

2
3. Rendahnya kesadaran masyarakat Karangawen untuk memeriksakan
kesehatan gigi dan mulut setiap 6 bulan sekali;
4. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang cara menyikat gigi yang
baik dan benar;
5. Kurang optimalnya program UKGS di Puskesmas Karangawen 1
Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil
dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat di identifikasi isu-isu
sebagai berikut:
Tabel 1.1 Identifikasi Isu
Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini
Diharapkan

1. Lamanya waktu Manajemen Manajemen waktu Dengan


yang diperlukan oleh ASN yang diperlukan untuk meningkatkan
pasien untuk memasuki poli gigi manajemen waktu
mengantri memasuki belum optimal dan ASN, diharapkan
poli gigi di masih memerlukan pasien dapat dilayani
Puskesmas waktu yang relative dengan sebaik-
Karangawen 1
lama (antara 20-30 baiknya tanpa
menit) menunggu waktu
yang relatif lama
untuk memasuki poli
gigi.

2. Belum optimalnya Pelayanan Penggunaan dental Ada penambahan


penggunaan dental Publik unit saat ini belum dental unit sehingga
unit untuk optimal (sekitar 50%) pelayanan bisa
memeriksa pasien karena 1 dental unit dilakukan lebih
gigi dan mulut di mengalami kerusakan, cepat.
Puskesmas sedangkan pasien poli
Karangawen 1;
gigi di Puskesmas
Karangawen dalam
sehari mencapai 10-
20 pasien.

3. Rendahnya Whole of Kurangnya Meningkatnya


kesadaran government pengetahuan pasien pengetahuan
masyarakat tentang pentingnya masyarakat tentang
Karangawen untuk melakukan kontrol pentingnya
memeriksakan kesehatan gigi dan melakukan kontrol
kesehatan gigi dan mulutnya sebagai kesehatan gigi dan
mulut setiap 6 bulan
upaya preventif mulutnya, ditandai
sekali
pencegahan masalah dengan
gigi dan mulut meningkatnya
kunjungan di Poli
Gigi Puskesmas
Karangawen 1

4. Rendahnya Whole of Pengetahuan Masyarakat dapat


pengetahuan government masyarakat yang menyikat gigi yang
masyarakat tentang masih rendah tentang benar sebagai upaya

3
cara menyikat gigi cara menyikat gigi preventif yang paling
yang baik dan yang benar, selama ini sederhana untuk
benar; menyikat gigi dengan mencegah penyakit
teknik yang seadanya, gigi dan mulut
ditandai dengan masih
banyaknya kelainan
dan masalah pada gigi
pasien.

5. Kurang optimalnya Pelayanan Kurang optimalnya Terjadi penurunan


publik program UKGS angka karies gigi,
program UKGS di
ditandai dengan masih sehingga
Puskesmas tingginya angka karies pertumbuhan gigi
Karangawen 1 di SD wilayah kerja permanen tidak
Puskesmas terganggu.
Karangawen 1

(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)


Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu
dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang merupakan
prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses tersebut
menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni berupa:
a. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik, Kekhalayakan,
dan Kelayakan.
1) Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di
kalangan masyarakat.
2) Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks,
sehingga perlu dicarikan solusinya.
3) Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Sedangkan
4) Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta relevan
untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

b. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)


Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan perkembangan
setiap variabel dengan rentang skor 1-5.
1) Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau
tidak masalah tersebut diselesaikan.

4
2) Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut
terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan,
membahayakan sistem atau tidak, dan sebagainya.
3) Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.

Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis

Prinsip Kriteria A Kriteria B Perin


Identifikasi Isu
ASN A P K L Ket U S G ∑ gkat

Manajemen Lamanya waktu yang + + - + Tidak


ASN diperlukan oleh pasien untuk Memenuhi
mengantri memasuki poli gigi di
Puskesmas Karangawen 1 syarat

Pelayanan Belum optimalnya penggunaan + + + - Tidak


Publik dental unit untuk memeriksa Memenuhi
pasien gigi dan mulut di
Puskesmas Karangawen 1; syarat

Whole of Rendahnya kesadaran + + + + Memenuhi 3 4 3 10 3


government masyarakat Karangawen untuk syarat
memeriksakan kesehatan gigi
dan mulut setiap 6 bulan sekali

Whole of Rendahnya pengetahuan + + + + Memenuhi 3 4 4 11 2


Governmen masyarakat tentang cara syarat
menyikat gigi yang baik dan
t
benar;

Pelayanan Kurang optimalnya program + + + + Memenuhi 5 5 5 15 1


Publik UKGS di Puskesmas syarat
Karangawen 1

(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada tabel 1.2. Analisis


Isu Strategis, ditemukan tiga isu utama yang memenuhi syarat, yaitu sebagai
berikut:
1. Rendahnya kesadaran masyarakat Karangawen untuk
memeriksakan kesehatan gigi dan mulut setiap 6 bulan sekali
2. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang cara menyikat gigi
yang baik dan benar;

5
3. Kurang optimalnya program UKGS di Puskesmas Karangawen 1
C. Dampak Jika Isu Tidak Terselesaikan
Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan metode USG jika
tidak diselesaikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 1.3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan


No Sumber Identifikasi Isu Dampak
Isu
Kurang
1 Pelayanan Kurang optimalnya program UKGS
optimalnya
publik menyebabkan banyak gigi anak-anak
program UKGS di
yang mengalami karies, sehingga
Puskesmas
mengganggu pertumbuhan gigi
Karangawen 1
permanen yang berakibat pada tidak
optimalnya fungsi pengunyahan,
berbicara dan pertumbuhan rahang.
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

Dari Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis, menunjukkan validasi isu dengan
menggunakan analisa USG. Dari analisa didapatkan core issue yakni Tingginya
angka karies pada gigi campuran anak di SDN Karangawen 1.

D. Rumusan Masalah
Dari isu tersebut maka rumusan masalah kegiatan aktualisasi melalui habituasi
adalah:
1. Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan program UKGS
di Puskesmas Karangawen 1?
2. Bagaimana keterkaitan Nilai Dasar ASN (ANEKA) dengan kegiatan yang
dilakukan selama aktualisasi dan habituasi?
3. Bagaimana keterkaitan antara visi misi dan nilai organisasi terhadap hasil
kegiatan dari isu yang diangkat?
B. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan masalah yang telah ditemukan, tujuan
yang akan dicapai dari dilaksanakannya aktualisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menurunkan angka karies pada gigi campuran anak di SDN
Karangawen 1.

6
2. Untuk mengetahui keterkaitan nilai dasar ASN (ANEKA) dengan kegiatan
yang dilakukan selama aktualisasi dan habituasi.
3. Untuk mengetahui keterkaitan antara visi misi dan nilai organisasi erhadap
hasil kegiatan dari isu yang diangkat.
C. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar PNS adalah sebagai
berikut:
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk mengimplementasikan nilai-
nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi) sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
a) Meningkatkan pelayanan poli gigi berupa pencegahan terhadap
karies gigi dan penyakit gigi dan mulut lainnya.
b) Menjalankan upaya preventif untuk menurunkan angka karies gigi
masyarakat Karangawen.
3. Bagi Masyarakat
Dengan adanya upaya optimalisasi program UKGS di Puskesmas
Karangawen 1 diharapkan dapat menurunkan angka karies pada gigi anak-
anak, serta tumbuhnya kesadaran pada anak-anak tentang pentingnya
menjaga kesehatan gigi dan mulut, sehingga pertumbuhan gigi
permanennya tidak terganggu, sekaligus menjadi agen dalam lingkungan
keluarganya untuk lebih sadar akan kesehatan gigi dan mulutnya, sehingga
terwujud masyarakat Karangawen yang berwawasan sehat.

BAB II
LANDASAN TEORI

7
A. Sikap Perilaku Bela Negara
Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur, pada
hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran berbangsa dan
bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai dengan
kepribadian bangsa dan selalu mengaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan
hidup bangsa Indonesia.
Kesadaran bela negara merupakan upaya untuk mempertahankan
negara dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup
bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air. Selain itu
menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri PNS. Upaya
bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi
setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh
tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan
bangsa.
Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945 mengamanatkan kepada
semua komponen bangsa berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelan negara. Dalam hal ini
setiap PNS sebagai bagian dari warga masyarakat tertentu memiliki hak dan
kewajiban yang sama untuk melakukan bela negara sebagaimana
diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 tersebut.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela
negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai
peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan
wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga negara yang
secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang prima
serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan intelektual, dan spiritual
yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan raganya, memiliki sifat-sifat
disiplin, ulet, kerja keras, dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku
warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan
Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup
berbangsa dan bernegara. Oleh sebab tiu dalam pelaksanaan latihan dasar
bagi CPNS dibekali dengan latihan-latihan seperti :
8
1. Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik;
2. Kesiapsiagaan dan kecerdasan mental;
3. Kegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upacara;
4. Keprotokolan;
5. Fungsi-fungsi Intelijen dan Badan Pengumpul Keterangan;
6. Kegiatan ketangkasan dan permainan.

B. Nilai Dasar CPNS


Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar
sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan
profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai dasar yang dimaksud
adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA).
Berdasarkan dari kelima nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik komitmen mutu dan Anti korupsi yang harus di
tanamkan kepada setiap ASN maka perlu di ketahui indikator-indikator dari
kelima kata tersebut, yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang seudah tidak asing lagi kita dengar,
namun seringkali kita susah untuk membedakannya dengan
responsibilitas. Namun dua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda.
Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan
akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Lebih lanjut akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,
kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya.
Adapun indikator dari nilai akuntabilitas adalah:
a Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana
pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan hal
tersebut.
b Transparansi

9
Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua
tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok / institusi.
c Integritas
Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan yang tak
tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
d Tanggungjawab
Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggungjawab juga dapat berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban.
e Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda maupun orang.
f Kepercayaan
Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan
ini akan melahirkan akuntabilitas.

g Keseimbangan
Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta
harapan dan kapasitas. Selain itu, adanya harapan dalam
mewujudkan kinerja yang baik juga harus disertai dengan
keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian (skill) yang
dimiliki.
h Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan,
peran dan tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan
organisasi, dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupun
organisasi.
i Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan
sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir.
2. Nasionalisme
10
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain
sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa
yang satu dengan bangsa yang lain. Sedang dalam arti luas, nasionalisme
merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa
dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;
menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara;
bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak
merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan
sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang
rasa.

3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah
yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar,
sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik
atau apa yang seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan
publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-
Undang ASN, yakni sebagai berikut:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila;
b. Setia dalam mempertahankan UUD 1945;
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak memihak;
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
e. Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
11
g. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja publik;
h. Memiliki kemampuan menjalankan kebijakan pemerintah;
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara
lain:
a. Efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil sesuai dengan
target;
b. Efisien, yaitu berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai
hasil tanpa menimbulkan pemborosan;
c. Inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau mengandung
kebaruan;
d. Berorientasi mutu, yaitu ukuran baik buruk yang di persepsi individu
terhadap produk atau jasa.
5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–
norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara
atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindak
pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan negara, suap-menyuap,
pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, benturan
kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.
Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi meliputi:
a. Mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri
seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada
orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan

12
dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai
keuntungan sesaat;
b. Kerja keras merupakan hal yang penting dalam rangka tercapainya
target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat tercapai, peluang
untuk korupsi secara materiil maupun non materiil (waktu) menjadi
lebih kecil;
c. Berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau pihak
yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang melakukan
kesalahan;
d. Disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan undang-
undung yang mengatur;
e. Peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa yang
dirasakan orang lain;
f. Jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran
(dharma);
g. Tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas apa
yang kita kerjakan dalam bentuk apapun;
h. Sederhana yang dapat diartikan menerima dengan tulus dan iklas
terhadap apa yang telah ada dan diberikan oleh tuhan kepada kita;
i. Adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam
perkataan maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa yang
terjadi.
C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
Untuk mewujudkan birokrasi yang professional dalam menghadapi
tantangan-tantangan global, pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad untuk mengelola aparatur sipil
negara menjadi semakin professional. Undang-undang ini merupakan dasar
dalam manajemen aparatur sipil negara yang bertujuan untuk membangun
aparat sipil negara yang memiliki integritas, profesional dan netral serta bebas
dari intervensi politik, juga bebas dari praktek KKN, serta mampu
menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
13
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil
Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
Adapun asas-asas manajemen ASN, antara lain:
a. Kepastian hukum;
b. Profesionalitas;
c. Proporsionalitas;
d. Keterpaduan;
e. Delegasi;
f. Netralitas;
g. Akuntabilitas;
h. Efektif dan efisien;
i. Keterbukaan;
j. Non diskriminatif;
k. Persatuan;
l. Kesetaraan;
m. Keadilan;
n. Kesejahteraan.
2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik menurut Lembaga Administrasi Negara adalah
segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi
Pemerintah di pusat dan daerah dan dilingkungan BUMN/BUMD dalam
bentuk barang atau jasa baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan
masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai
penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi

14
warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan
pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.
c. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib
mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya
terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka
butuhkan, mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan,
prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan.
d. Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh
dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain
atas dasar perbedaan identitas warga negara.
e. Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus
memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk
memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip
mudah dan murah. Hal ini perlu ditekankan karena pelayanan publik
yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan untuk
mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat konstitusi.
f. Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-
tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan tersebut
dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang
sedikit, dan biaya yang murah.
g. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat
dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik dan
dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan
persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk
mendapatkan layanan tersebut.
h. Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada atasan
15
akan tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan secara
terbuka kepada masyarakat luas melalui media publik.
i. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai
alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa
keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok
yang kuat.
3. Whole Of Government
Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan
kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan
perbedaan kategori hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai
berikut:
a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
 Penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan
mempertimbangkan dampak;
 Dialog atau pertukaran informasi;
 Joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama
sementara.
b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
 Joint working, atau kolaborasi sementara;
 Joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama
pada pekerjaan besar yang menjadi urusan utama salah satu
peserta kerjasama;
 Satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk
sebagai mekanisme integratif.
c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi
menjadi:

16
 Aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama
pada isu besar yang menjadi urusan utama salah satu peserta
kerjasama;
 Union, berupa unifikasi resmi, identitas masing-masing masih
nampak; merger, yaitu penggabungan ke dalam struktur baru.

BAB III
PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Puskesmas
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) adalah fasilitas
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan
lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Kegiatan utama puskesmas yaitu Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). UKM adalah setiap
kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah
dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran
keluarga, kelompok, dan masyarakat. Sedangkan UKP adalah suatu
kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang
ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit,
pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan
perseorangan.
Upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas merupakan salah satu
program pokok di puskesmas, Program pelayanan kesehatan gigi dan
mulut di puskesmas ada 2 yaitu ;
a. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di dalam gedung puskesmas

17
Kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di dalam gedung
puskesmas (Bp gigi) meliputi : pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut,
promotif, preventif, kuratif dan lain-lain.
b. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di luar gedung puskesmas
Kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di luar gedung meliputi
:
1) Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)
2) Posyandu / Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD)
3) Integritas : puskesmas keliling, puskesmas pembantu, bakti sosial

2. Gambaran Umum
Puskesmas Karangawen I termasuk puskesmas perkotaan yang
berdiri pada tahun 1970. Yang terletak di desa Brambang di jalan raya
Semarang-Purwodadi KM. 21 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak
dengan luas tanah 3333 m2. Sampai sekarang luas bangunan Puskesmas
Karangawen I sudah mencapai 1554,2 m 2. Puskesmas Karangawen I
memiliki Puskesmas Pembantu yang berada di Desa Pundenarum dengan
luas bangunan 90 m2. Puskesmas Karangawen I pernah mengalami
musibah berupa kebakaran pada tahun 1977.
Puskesmas Karawangawen I merupakan puskesmas pelayanan
rawat inap, dengan kapasitas tempat tidur 28. Pada tanggal 30 Oktober
2016 Puskesmas Karangawen I telah menerima sertifikat Akreditasi
dengan status Akreditasi Madya dari Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama dengan Nomor DM.01.01/KAFKTP/732/2016.
Berbagai prestasi telah diraih Puskesmas Karangawen I dari tahun
2017 dan 2018.
Tabel 2.1

No Jenis prestasi Penyelenggara Keterangan

1 Puskesmas Berprestasi Kategori Dinas Kabupaten Bulan


Puskesmas Kawasan Perkotaan Demak pada HKN ke November
Tingkat Kabupaten. 53. Tahun 2017.

18
2 Juara 3 Lomba Evaluasi Kinerja Pemerintah Bulan maret
penyelenggara Pelayanan Publik. Kabupaten Demak. Tahun 2018.

3 Juara 3 Lomba Instansi Dengan Pemerintah Bulan Oktober


Budaya Kerja Terbaik. Kabupaten Demak. 2018.

Daftar Prestasi Puskesmas Karangawen I

3. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi


a. Visi :

“Terwujudnya Masyarakat Karangawen Yang Berwawasan


Kesehatan Dan Mandiri”

b. Misi:

1. Memberikan pelayanan Kesehaatan secara professional.


2. Memberikan pelayanan secara terpadu dan menyeluruh.
3. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.
4. Memberdayakan potensi masyarakat untuk mandiri dan berwawasan
kesehatan.
5. Meningkatkan kerjasama dengan mitra kerja lain yang berwawasan
lingkungan.

c. Motto :

SIAP
Senyum Iklasku Adalah Pengobat Sakitmu
d. Tata Nilai:

SIAP
Santun, Ikhlas, Amanah, Profesional
e. Budaya Kerja:

5R

Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin

19
1. Ringkas : Memilah dan memisahkan barang yang tidak terpakai /
diperlukan.
2. Rapi : Melakukan penataan di tempat kerja masing masing.
3. Resik : Selalu Menjaga kebersihan ditempat kerja.
4. Rawat : Senantiasa memelihara kondisi ringkas, rapi, dan resik di
tempat kerja.
5. Rajin : Membiasakan keadaan ringkas, rapi dan rajin setiap saat.
f. Komitmen:
“Kami seluruh karyawan dan karyawati Puskesmas Karangawen I sanggup
untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab yang berorientasi pada
pelayanan excellent sesuai dengan standar operasional prosedur”.
g. Maklumat:
“Dengan ini kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan
sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati
janji kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yng
berlaku”.
h. Budaya kerja : T E R B A I K.

 Tepat waktu  perilaku petugas untuk selalu datang tepat waktu, tidak
meninggalkan meja tugas sebelum waktunya dan melaksanakan tugas
sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

 Empati  perasaan ingin menolong sesame rekan kerja, mengetahui


apa yang dirasakan dan dipikirkanoleh rekan kerja.

 Rapi  menggunakan baju/pakaian yang sopan, bersih, sesuai denag


ketentuan seragam yang telah ditetapkan dan menggunakan atribut
yang lengkap.

 Berbudaya  selalu berusaha menciptakan kebaikandan kebenaran


untuk mencipatakan kebahagiaan bersama.

 Akuntabel  bahwa setiap petugas wajib mempertanggung jawabkan


pelaksanaan tugas yang sudah dibebankan.

20
 Inovative  berusaha mendayagunakan kemampuan dan keahlianya
untuk menghasilkan solusi dan gagasan yang bermanfaat.

 Kompak  bersatupadu dalam menanggapi atau menghadapi setiap


tugas yang diberikan dan setiap masalah yang dihadapi.

21
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS KARANGAWEN 1


KABUPATEN DEMAK
KEPALA PUSKESMAS
dr. Irene wahyuni S.

KETUA TIM KETUA TIM KETUA TIM KETUA TIM KETUA TIM KEPALA SUBAG TU
KESELAMATAN PASIEN K3 MUTU PPI AUDIT INTERNAL DAN KEPEGAWAIAN
Yuliana Naomi K.S. Tr.Keb Saryati, S.Kep Ninin A.,S.KM ,M.Kes Sulasih, S.Si.T S. Sulistyowati, STr.Keb Alip Yuwani, S.KM

SIMPUS RUMAH TANGGA & KEUANGAN


RR.Ini Hindratini, KEPEGAWAIAN Tesnia Dyah
AM.PK Agus Habib C.,S.Kep.Ners

PENANGGUNG JAWAB UKP, FARMASI, PENANGGUNG JAWAB UKM & PERKESMAS PENANGGUNG JAWAB JARING DAN JEJARING
LABORATORIUM Kasminah, S.ST.S.KM Sri Sulistyowati STr.Keb
dr. Suparni Anik I.

1. Pelayanan Pemeriksaan Umum PELAKSANA UKM PELAKSANA UKM JARINGAN JEJARING


2. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut ESENSIAL PENGEMBANGAN PUSKESMAS PUSKESMAS
3. Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
4. Pelayanan Gawat Darurat 1. Promosi Kesehatan 1. UKS 1. Puskesmas Pembantu 1. FKTP SWASTA
2. Kesehatan Lingkungan 2. Kesehatan Olahraga 2. Puskesmas Keliling 2. Dokter Praktek
5. Pelayanan Gizi yang bersifat UKP
3. Kesehatan Ibu dan Anak 3. UKGM 3. Bidan Desa 3. Bidan Praktek
6. Pelayanan PONED 4. Apotek
4. Gizi Masyarakat 4. Kesehatan Jiwa
7. Pelayanan Rawat Inap 5. Pencegahan, 5. Kesehatan Indera 5. Lab. Swasta
8. Pelayanan Kefarmasian Pemberantasan Penyakit 6. Kesehatan Lansia
9. Pelayanan Laboratorium Menular 7. Kesehatan Tradisional
10. Pelayanan radiologi dan USG 6. PERKESMAS
1
Job Deskripsi Dokter Gigi
Tugas Pokok dan Fungsi
Mengusahakan agar pelayanan kesehatan gigi berjalan dengan baik, mengawasi dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas dan membantu kepala puskesmas
dalam melaksanakan kegiatan puskesmas
Kegiatan pokok :
 Melaksanakan dan memberikan uapaya pelayanan kesehatan gigi dengan
tanggung jawab sesuai dengan keahlian dan kewenangannya
 Melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut sesuai standart prosedur
operasional, tata kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan
puskesmas
 Membuat rekam medik gigi yang baik dan lengkap serta dapat
dipertanggungjawabkan
 Melaksanakan upaya pelayanan kesehatan gigi sesuai standart profesi dan
mematuhi peraturan perundangan yang berlaku
 Melaksanakan dan meningkatan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut
Kegiatan lain :
 Penyuluhan kesehatan gigi
 Aktif dalam kegiatan posyandu dan pembinaan PSM
A. SARANA DAN PRASARANA PELAYANAN KESEHATAN
Dalam rangka upaya peningkatan derajat kesehatan dan pemerataan pelayanan
kesehatan, penyediaan sarana kesehatan merupakan kebutuhan yang penting. Dengan
sarana dan prasaranan yang lengkap pelayanan dapat ditingkatkan.

Puskesmas karangawen I pertama kali berdiri sebagai Puskesmas rawat jalan pada
tahun 1972, kemudian pada 1980 dengan luas tanah 69x47m2 dikembangkan menjadi
Puskesmas dengan rawat inap.

Pada tahun 2018 sarana layanan yang dimiliki Puskesmas Karangawen I meliputi:

1. Rawat Jalan
a. Pelayanan Kesehatan
b. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

1
c. Pelayanan KIA & KB
d. Pelayanan Imunisasi Bayi dan Balita
e. Pelayanan Calon Pengantin
f. Pelayanan Laboratorium
g. Pelayanan Farmasi
h. Pelayanan Sanitasi
i. Pelayanan Gizi
j. Pelayanan Radiologi
k. Pelayanan Klinik IMS
2. Rawat Inap
a. Pelayanan Unit Gawat Darurat 24jam.
b. Pelayanan Rawat Inap 24jam, dengan jumlah tempat tidur 28.
c. Pertolongan persalinan 24jam.
d. Pelayanan Laboratorium.
e. Pelayanan Farmasi.
f. Mobil Ambulance 24jam.
3. Program Pokok
a. Upaya Promosi Kesehatan.
b. Upaya Kesehatan Lingkungan.
c. Upaya KIA dan KB.
d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat.
e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular.
4. Program Pengembangan
a. UKS.
b. Kesehatan Kerja dan Olah Raga.
c. Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat.
d. Pelayanan Kesehatan Jiwa.
e. Pelayanan Kesehatan Indera.
f. Pelayanan Kesehatan Lansia.
g. Pengobatan Tradisional, komplementer dan alternatif.

2
B. TENAGA KESEHATAN
Tabel 5.1
Jumlah Ketenagaan
No Jenis tenaga Jumlah

1 Dokter umum 3

2 Tata Usaha 1

3 Dokter Gigi 1

4 Apoteker 1

5 Tenaga teknis kefarmasian 3

6 Bidan 19

7 Perawat 17

8 Gizi 1

8 Rekam Medik 1

9 Analis 2

10 Staf penunjang administrasi 11

11 Juru 3

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN
Sumber dana untuk kegiatan Puskesmas Karangawen I adalah:

1. APBD (Kabupaten/Kota) : Rp. 5.943.601.000,-


2. APBN (BOK) : Rp. 500.500.000,-

D. SUMBER DAYA KESEHATAN LAINYA


Dalam melaksanakan program-programnya Puskesmas Karangawen I dibantu
oleh kader-kader pada tiap desa binaan. Jumlah kader kesehatan di Puskesmas
Karangawen I pada tahun 2018 sebanyak 165 dengan 8 POSKESDES.

Tabel 5.2

Daftar Jaring dan Jejaring

3
No Jaring dan Jejaring Jumlah

1 Poskesdes 8

2 BP swasta 5

3 RB swasta 8

4 Apotik swasta 3

5 Dokter umum praktek swasta 5

B. Role Model
1. Profil
Chairul Tanjung adalah
pengusaha sukses di Indonesia. Ia
merupakan pengusaha suskes
sekaligus CEO utama di CT
Corp. Namanya berada di urutan ke-
937 dari 1000 orang terkaya di dunia
versi majalah Forbes dengan total
kekayaan senilai USD 1 miliar. Tahun
2014, ia memiliki kekayaan sebesar
USD 4 miliar dan termasuk orang
terkaya nomor 375 dunia.
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 juni 1962. Ayahnya
bernama Abdul Ghafar Tanjung, berasal dari Sibolga, Sumatera Utara,
merupakan seorang wartawan pada orde lama yang menerbitkan surat kabar
beroplah kecil. Ibunya bernama Halimah, seorang wanita keturunan Cibadak,
Jawa Barat.
Chairul Tanjung berada dalam keluarga yang sederhana dan tinggal
bersama dengan enam saudara lainnya. Ketika pada masa orde baru,

4
ayahnya dipaksa tutup karena bersebrangan secara politik dengan penguasa
saat itu. Keadaan ini yang membuat mereka tinggal di kamar losmen yang
sempit.
Pendidikan
Chaerul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta pada tahun 1975.
Kemudian melanjutkan sekolahnya di SMP Van Lith, Jakarta tahun 1978,
kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMA Negeri 1 Boedi
oetomo, Jakarta tahun 1981, lalu melanjutkan study-nya di Fakultas
Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun 1987, kemudian di
Executive IPPM tahun 1993.
Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, Chairul Tanjung berjualan buku
kuliah stensilan, kaos, dan jasa foto kopi di kampus. Ia juga pernah mendirikan
toko yang menjual peralatan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan
Senen, Jakarta Pusat, namun tokonya tersebut bangkrut.
Chairul Tanjung merupakan anak yang teladan dengan bukti ia berhasil
mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional
pada tahun 1984-1985.
Memulai Membangun Bisnis
Setelah lulus kuliah, Chaerul Tanjung bersama tiga rekannya mendirikan
sebuah perusahaan yang diberi nama PT Pariarti Shindutama pada tahun
1987. Bermodal awal sekitar Rp 150.000.000,00 yang dipinjam dari Bank
Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.
Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut
langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi
karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairu Tanjungl memilih
keluar dan mendirikan usaha sendiri.
Chaerul Tanjung menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group.
Perusahaan konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan
memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain) ini mempunyai Para
Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan
beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para
Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti).
Kehebatannya dalam membangun jaringan dan sebagai pengusaha,
membuat bisnis yang ia kelola semakin berkembang. Chairul Tanjung
5
mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti, yaitu; keuangan, properti, dan
multimedia.
Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial,
antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi
Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega
Finance. Perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para
Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Para
Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan
dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai
Central Business District pada tahun 1999.
Di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak
perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour
Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of
understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal
12 Maret 2010 di Perancis. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group
memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans
Lifestyle, dan Trans Studio.
Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp
pada tanggal 1 Desember 2011. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub
holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi
layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.
Tips Berbisnis dari Chairul Tanjung
Chairul Tanjung merupakan seorang pengusaha sukses dalam berbisnis
ia memiliki beberapa cara agar bisnis yang ia kelola menjadi lebih baik dan
tentunya sukses.
Chairul Tanjung menyatakan bahwa dalam membangun bisnis,
mengembangkan jaringan adalah hal yang penting. Selain itu memiliki
rekanan yang baik sangat diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya
kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum
terkenal sekalipun. Baginya, pertemanan yang baik akan membantu proses
berkembangnya bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak
bagus maka jejaring bisa diandalkan.
Dalam hal investasi, Chairul Tanjung memiliki idealisme bahwa
perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan
6
perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja
sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri.
Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan
mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal
paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. Baginya
mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Dimana
membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah
seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu.
Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak
tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan
sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha
kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar.
Menjadi Menko Perekonomian
Pada tanggal 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
menunjuk Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung sebagai
Menko Perekonomian. Ia menggantikan Hatta Rajasa yang telah resmi
mengundurkan diri karena maju menjadi calon wapres Prabowo Subianto
dalam pilpres 2014 dengan dukungan dari Partai Gerindra, PAN, PKS, Golkar
dan PPP.
Pelantikan Chairul Tanjung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono di Istana Negara, Senin, 19 Mei 2014 berdasarkan Keputusan
Presiden Nomor 41 Tahun 2014. Pada tanggal 27 Oktober 2014 Chairul
Tanjung digantikan oleh Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian.
Penghargaan
Pada tanggal 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru
besar bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Pengukuhan tersebut dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat,
kampus C Unair.

7
BAB IV
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan Nilai


ANEKA

Unit Kerja : Puskesmas Karangawen 1

Isu yang diangkat : Kurang optimalnya program UKGS di


Puskesmas Karangawen 1
Judul : Upaya peningkatan program UKGS di
Puskesmas Karangawen 1

Gagasan penyelesaian Isu : 1. Screening kesehatan gigi dan mulut


2. Penyuluhan di SDN Karangawen 1 sambil
menonton video bahaya gigi berlubang
3. Joget sikat gigi ceria dan melakukan sikat
gigi massal
4. Pembagian buku UKGS
5. Membuat jadwal sikat gigi senyum ceria
6. Membuat poster kesehatan gigi dan mulut

8
Tabel 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Screening 1. Konsultasi 1. Mendapat arahan 1. Etika public, komitmen Melakukan Kegiatan ini
kesehatan gigi dengan mentor dari mentor mutu screening mencerminkan
2. Akuntabilitas, komitmen
dan mulut 2. Menyiapkan alat 2. Persiapan mutu
terhadap kondisi nilai organisasi
dan bahan matang, 3. Akuntabilitas, kesehatan gigi dan santun, ikhlas,
Sumber kegiatan screening screening nasionalisme, komitmen mulut sesuai amanah, dan
: 3. Melakukan berjalan lancar mutu dengan visi dan professional
screening 3. Didapatkan 4. Akuntabilitas, komitmen misi
mutu
kesehatan gigi dan d,m,f,t pasien Memberdayakan
mulut di SD N 4. Bisa ditarik potensi masyarakat
Karangawen 1 kesimpulan untuk mandiri dan
4. Mencatat hasil kesehatan gigi berwawasan
screening dan mulut pasien kesehatan dan
Memberikan
pelayanan
kesehatan yang
bermutu dan
terjangkau

9
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Penyuluhan di 1. Konsultasi dengan 1. mendapat arahan 1. Etika publik, komitmen Kontribusi kegiatan Aktualisasi nilai-
SDN Karangawen mentor dari mentor mutu, nasionalisme ini adalah sebagai nilai dasar PNS
2. Penyuluhan 2. Akuntabilitas, perwujudan visi SD berupa Etika Publik
1 sambil 2. Membuat media komitmen mutu
menonton video menjadi jelas dan N 05 Pamotan yaitu (sopan santun,
penyuluhan (power 3. Akuntabilitas,
bahaya gigi menyenangkan “Berakhlakul komunikasi,
point) komitmen mutu
3. Media penyuluhan 4. Akuntabilitas, dan karimah, unggul konsultasi dan
berlubang 3. Mencari video lebih menarik komitmen mutu dalam prestasi, kerja sama) ,
tentang bahaya gigi 4. Meningkatnya 5. Akuntabilitas teladan, dan Komitmen Mutu
Sumber kegiatan berlubang di pemahaman anak terampil” dan misi (perbaikan
: SKP dan inovasi youtube tentang gigi yang pertama dan berkelanjutan);
4. Memberikan berlubang dan cara kedua yaitu : Akuntablitias
pencegahannya (kejelasan dan
penyuluhan 1. Meningkatkan
5. Mengetahui tanggung jawab);
5. Evaluasi pemahaman anak penghayatan dan Nasionalisme
penyuluhan tentang materi pengamalan (menghormati
penyuluhan ajaran agama keputusan); Anti
serta nilai-nilai korupsi (mandiri,
luhur budaya kerja keras) dalam
bangsa menjadi kegiatan ini
sumber kearifan memperkuat nilai
dalam bertindak organisasi SD N 05
Pamotan, yaitu:
2. Meningkatkan
Memiliki
semangat
Integritas,
keunggulan dan
Inisiatif,
keteladanan
Menjunjung
secara intensif
Meritokrasi,

10
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
kepada semua Terlibat Aktif, dan
warga sekolah Tanpa Pamrih

3. Joget sikat gigi 1. Konsultasi dengan Adanya persamaan 1. Etika Publik Kontribusi kegiatan Aktualisasi nilai-
mentor persepsi dengan Diwujudkan dengan ini adalah sebagai nilai dasar PNS
ceria dan Kepala Sekolah sikap sopan dan perwujudan visi SD berupa Etika Publik
2. Menyiapkan alat
melakukan sikat tentang bahan santun ketika N 05 Pamotan yaitu (sopan santun);
dan bahan (
sosialisasi menyampaikan “Berakhlakul (Akuntablilitas
gigi massal phantom, sikat gigi) kepada Kepala karimah, unggul (transparansi dan
3. Mencari video Sekolah dalam prestasi, kejelasan); Anti
gosok gigi teladan, dan korupsi (mandiri,
4. Mempraktekkan terampil” dan misi berani, kerja keras
Sumber kegiatan : joget gosok gigi Akuntabilitas yang pertama dan dan tanggung
Penugasan dari 5. Melakukan sikat Diwujudkan dengan kedua yaitu : jawab);
Pimpinan adanya transparasi Nasionalisme
gigi massal
dan kejelasan bahan 1. Meningkatkan (upacara bendera
6. Evaluasi sosialisasi sila ke 3); dalam
penghayatan dan
kebersihan gigi dan pengamalan kegiatan ini
mulut ajaran agama memperkuat nilai
serta nilai-nilai organisasi SD N 05
luhur budaya Pamotan, yaitu:
bangsa menjadi Memiliki
sumber kearifan Integritas,
dalam bertindak Inisiatif,
7. Menyiapkan bahan Tersusunnya bahan 2. Anti Korupsi 2. Meningkatkan Pembelajar,
Diwujudkan dengan semangat Terlibat Aktif, dan
sosialisasi sosialisasi
usaha menyiapkan keunggulan dan Tanpa Pamrih
bahan sosialisasi keteladanan

11
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
secara mandiri, secara intensif
kerja keras dan kepada semua
penuh tanggung warga sekolah
jawab
8. Penyampaian Adanya pemahaman 3. Anti Korupsi
bahan sosialisasi dari warga sekolah Diwujudkan dengan
kepada warga tentang kegiatan memberikan
keagamaan di sekolah pemahaman kepada
sekolah pada saat
warga sekolah
upacara bendera dengan sikap berani

Akuntabilitas
Diwujudkan dengan
adanya transparansi
dan kejelasan
kegiatan
Nasionalisme
Diwujudkan dengan
adanya upacara
bendera di sekolah
(sila ke 3)

12
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4. Pembagian buku 1. Konsultasi dengan Adanya desain banner 1. Komitmen Mutu Kontribusi kegiatan Aktualisasi nilai-
mentor yang berisi slogan Diwujudkan dengan ini adalah sebagai nilai dasar PNS
UKGS 2. Membuat desain yang mengandung melakukan inovasi perwujudan visi SD berupa Anti
dan konten isi buku nilai-nilai keagamaan baru N 05 Pamotan yaitu Korupsi (mandiri,
Sumber kegiatan : 3. Membuat stempel “Berakhlakul kerja keras dan
Inovasi senyum ceria Anti Korupsi karimah, unggul tanggung jawab),
4. Melakukan Diwujudkan dengan dalam prestasi, dan Komitmen
pengisian data buku usaha mendesain teladan, dan Mutu (inovasi);
UKGS banner secara terampil” dan misi Etika Publik (kerja
mandiri, kerja keras yang pertama dan sama) dalam
dan penuh kedua yaitu : kegiatan ini
tanggung jawab memperkuat nilai
1. Meningkatkan organisasi SD N 05
5. Mencetak banner Adanya banner yang 2. Anti Korupsi penghayatan Pamotan yaitu:
tercetak Diwujudkan dengan dan Memiliki
pencetakan banner pengamalan Integritas, Kreatif,
secara mandiri dan ajaran agama Inovatif, Inisiatif,
penuh tanggung serta nilai-nilai Pembelajar,
jawab luhur budaya Terlibat Aktif, dan
6. Memasang banner Terpasangnya banner 3. Komitmen Mutu bangsa menjadi Tanpa Pamrih
di tempat-tempat di tempat-tempat yang Diwujudkan dengan sumber kearifan
yang strategis strategis inovasi baru dalam dalam bertindak
bentuk pemasangan
banner 2. Meningkatkan
semangat
Anti Korupsi keunggulan dan
Diwujudkan dengan keteladanan
sikap mandiri, kerja secara intensif

13
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
keras dan tanggung kepada semua
jawab warga sekolah

Etika Publik
Diwujudkan dengan
adanya kerja sama
dengan rekaan kerja
dalam pemasangan
banner
5. Membuat jadwal 1. Konsultasi dengan Adanya pemahaman 1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Aktualisasi nilai-
mentor dari guru kelas Diwujudkan dengan ini adalah sebagai nilai dasar PNS
sikat gigi senyum tentang kegiatan adanya kejelasan perwujudan visi SD berupa Etika Publik
2. Mendesain jadwal
ceria membaca Asmaul kegiatan. N 05 Pamotan yaitu (kejelasan dan
sikat gigi senyum
Husna sebelum KBM Adanya tanggung “Berakhlakul kebersamaan );
ceria dimulai jawab dari guru karimah, unggul Anti Korupsi
Sumber kegiatan : 3. Evaluasi pengisian
dalam prestasi, (kepedulian dan
SKP jadwal sikat gigi teladan, dan tanggung jawab),
terampil” dan misi Nasionalisme
yang pertama yaitu : (cinta pada Tuhan
sila ke 1);
4. Mencetak teks Adanya teks Asmaul 2. Etika Publik 1. Meningkatkan Komitmen Mutu
Asmaul Husna Husna Diwujudkan dengan penghayatan (layanan sepenuh
adanya kejelasan dan pengamalan hati); dalam
teks sehingga siswa ajaran agama kegiatan ini
mudah membaca serta nilai-nilai memperkuat nilai

14
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5. Membagikan teks Siswa menerima teks 3. Anti Korupsi luhur budaya organisasi SD N 05
Asmaul Husna Asmaul Husna Diwujudkan dalam bangsa menjadi Pamotan yaitu:
kepada siswa sikap kepedulian sumber kearifan Memiliki
dan rasa tanggung dalam bertindak Integritas, Kreatif,
jawab Inovatif, Inisiatif,
2. Meningkatkan Pembelajar,
Komitmen Mutu semangat Terlibat Aktif, dan
Diwujudkan dengan keunggulan dan Tanpa Pamrih
layanan sepenuh keteladanan
hati kepada siswa secara intensif
6. Pelaksanaan Terlaksananya 3. Nasionalisme kepada semua
Gerakan membaca Gerakan Teks Asmaul Diwujudkan dalam warga sekolah
Teks Asmaul Husna Husna setiap hari bentuk kecintaan
sebelum KBM dimulai kepada Allah SWT
(sila ke 1)

Etika Publik
Diwujudkan dengan
sikap kebersamaan
dari siswa dan guru

15
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
6. Membuat poster 1. Konsultasi dengan Adanya persamaan 1. Etika Publik Kontribusi kegiatan Aktualisasi nilai-
kesehatan gigi mentor persepsi dengan Diwujudkan dengan ini adalah sebagai nilai dasar PNS
dan mulut 2. Membuat desain Kepala Sekolah sikap sopan dan perwujudan visi SD berupa Etika Publik
santun ketika N 05 Pamotan yaitu (sopan santun,
poster
Sumber kegiatan : 3. Memasang poster menyampaikan “Berakhlakul komunikasi,
SKP kepada Kepala karimah, unggul konsultasi);
di SDN Sekolah dalam prestasi, Akuntabilitas
Karangawen 1 teladan, dan (kepemimpinan,
terampil” dan misi kepercayaan);
4. Rapat dengan Adanya jadwal imam 1. Etika Publik yang pertama yaitu : Nasionalisme (taat
dewan guru untuk sholat dzuhur Diwujudkan dengan pada perintah Allah
berjamaah sikap sopan santun 1. Meningkatkan sila ke 1, persatuan
menentukan jadwal
ketika menyampaikan penghayatan sila ke 3);
imam sholat dan pengamalan Komitmen Mutu
aspirasi. Adanya
komunikasi dan ajaran agama (inovasi); dalam
konsultasi dengan serta nilai-nilai kegiatan ini
dewan guru luhur budaya memperkuat nilai
bangsa menjadi organisasi SD N 05
Akuntabilitas sumber kearifan Pamotan yaitu:
Diwujudkan dengan dalam bertindak Memiliki
sikap kepemimpinan Integritas, Kreatif,
dari pemimpin rapat 2. Meningkatkan Inovatif, Inisiatif,
(Kepala Sekolah); semangat Pembelajar,
adanya kepercayaan keunggulan dan Terlibat Aktif, dan
kepada guru yang keteladanan Tanpa Pamrih
terpilih menjadi imam secara intensif
sholat.

16
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5. Pelaksanaan sholat Seluruh warga 3. Nasionalisme kepada semua
dzuhur berjamaah melaksanakan sholat Diwujudkan dengan warga sekolah
dzuhur berjamaah adanya ketaatan
kepada perintah Allah
SWT (sila ke 1);
adanya rasa
persatuan dari
seluruh warga
sekolah (sila ke 3)

Akuntabilitas
Diwujudkan dengan
sikap kepemimpinan
dari seorang imam
sholat
6. Pemberian kultum Kultum setiap selesai 4. Komitmen Mutu
setelah sholat sholat dzuhur Diwujudkan dengan
dzuhur berjamaah berjamaah adanya inovasi
selesai

17
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
7. Gerakan One 1. Membuat list surat- Adanya list nama- 1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Aktualisasi nilai-
Week One Surah surat yang akan nama surat Al Qur’an Diwujudkan dengan ini adalah sebagai nilai dasar PNS
(Hafalan Satu dihafal yang akan dihafal adanya kejelasan perwujudan visi SD berupa
Minggu Satu Surat) siswa surat-surat yang akan N 05 Pamotan yaitu Akuntabilitas
dihafal siswa “Berakhlakul (transparansi,
Sumber kegiatan : karimah, unggul kejelasan);
Inovasi Komitmen Mutu dalam prestasi, Komitmen Mutu
Diwujudkan dengan teladan, dan (inovasi, orientasi
memberikan inovasi terampil” dan misi mutu); Anti Korupsi
dengan metode one yang pertama yaitu : (kejujuran,
week one surah keadilan, kerja
1. Meningkatkan keras) dalam
2. Membuat kartu Adanya kartu hafalan 2. Akuntabilitas penghayatan kegiatan ini
hafalan siswa siswa Diwujudkan dengan dan pengamalan memperkuat nilai
adanya sikap ajaran agama organisasi SD N 05
mandiri dan kerja serta nilai-nilai Pamotan, yaitu:
keras dalam luhur budaya Memiliki
pembuatan kartu bangsa menjadi Integritas, Kreatif,
hafalan; adanya sumber kearifan Inovatif, Inisiatif,
tanggung jawab; dalam bertindak Pembelajar,
2. Meningkatkan Menjunjung
semangat Meritokrasi,
Komitmen Mutu keunggulan dan Terlibat Aktif, dan
Diwujudkan dengan keteladanan Tanpa Pamrih
adanya kegiatan secara intensif
yang berorientasi
pada mutu, inovasi

18
Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
dan perbaikan kepada semua
berkelanjutan warga sekolah
3. Pelaksanaan Siswa melakukan 3. Anti Korupsi
hafalan hafalan 1 surat dalam Diwujudkan dengan
waktu seminggu sikap kerja keras dari
siswa dalam
menghafal surat
4. Evaluasi Mengetahui 4. Anti Korupsi
kemampuan siswa Diwujudkan dengan
dalam hafalan sikap kejujuran dan
keadilan saat menilai
siswa
Akuntabilitas
Diwujudkan dengan
adanya sikap
Transparansi dan
kejelasan hasil
evaluasi
Komitmen mutu
Diwujudkan dengan
adanya kegiatan
yang berorientasi
pada mutu
B. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

19
Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di SD N 05 Pamotan pada tanggal 13 April 2019 sampai dengan tanggal 21
Mei 2019. Kegiatan-kegiatan aktualisasi akan di jabarkan dalam timeline kegiatan pada tabel 4.2. Jadwal Pelaksanaan
Aktualisasi
Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

Bulan/Mingggu ke-
Portofolio/Bukti
No Kegiatan April Mei
Kegiatan
3 4 1 2 3
Pendataan kegiatan keagamaan di sekolah Notulen, Data List
1
(Penugasan dari Pimpinan) Kegiatan, dan Foto
Daftar Hadir, Notulen,
Pembuatan jadwal kegiatan keagamaan List Rancangan
2
(Penugasan dari Pimpinan) Kegiatan dan Jadwal
Kegiatan
Sosialisasi dengan warga sekolah (Penugasan Notulen, Materi
3 dari Pimpinan) Sosialisasi, Foto/Video

Pembuatan banner yang mendukung kegiatan Hasil Desain Banner,


4 keagamaan di sekolah (Inovasi) Hasil Cetakan Banner
dan Foto
Gerakan membaca Asmaul Husna (SKP) Notulen, Teks Asmaul
5
Husna, Foto/Video
Daftar Hadir, Notulen,
6 Gerakan sholat dzuhur berjamaah (SKP) Jadwal Imam Sholat,
Foto/Video
7 Gerakan One Week One Surah (Inovasi) Data surat pilihan yang

20
dihafal, Kartu Hafalan
Siswa (KHS),
Foto/Video

Keterangan : (Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

Keterangan : Pelaksanaan Kegiatan

21
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Dalam pelaksanaan 7 kegiatan aktualisasi dan habituasi ANEKA, terdapat
kemungkinan kegiatan-kegiatan tersebut mengalami kendala sehingga
rancangan kegiatan ini tidak dapat direalisasikan secara optimal atau tidak
tercapai aktualisasinya. Oleh karena itu perlu disampaikan kendala-kendala yang
mungkin terjadi, langkah-langkah antisipasi menghadapi kendala tersebut, dan
perlu dicari secara cermat strategi untuk menghadapi kendala tersebut. Kendala,
resiko dan solusi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.3. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala

Antisipasi
Strategi menghadapi
No Kendala menghadapi
kendala
kendala
1. Kegiatan tidak selesai Manajemen Displin waktu sesuai
tepat waktu waktu dengan dengan jadwal yg telah
baik dibuat
2. Kurangnya kompetensi - Membaca - Inventarisasi literatur
dalam kegiatan yang literatur tentang - Menemui seseorang
akan dilakukan kegiatan yang yang ahli di bidangnya
akan dilakukan
- Konsultasi
kepada ahlinya

3. Sarana dan prasarana Koordinasi Melakukan koordinasi


untuk melakukan dengan bagian dengan bagian TU untuk
kegiatan perlengkapan membantu pengadaan
Tata Usaha peralatan
(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

50
BAB V
PENUTUP

Simpulan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara
(ASN) yang memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia saat ini. Dalam
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, terdapat 3 fungsi ASN yaitu
sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu
bangsa. Terdapat beberapa nilai-nilai dasar yang harus dikuasai ASN. Nilai-nilai
dasar tersebut diantaranya akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu dan anti korupsi. Kelima nilai-nilai dasar tersebut harus dimiliki oleh ASN
yang profesional.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah pendidikan. Dalam
upaya peningkatan manajemen ASN di sekolah khususnya peningkatan
implementasi nilai-nilai keagamaan di lingkungan SD N 5 Pamotan Kabupaten
Rembang, guru menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang terdiir dari Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) yang
diimplementasikan pada 7 rancangan kegiatan aktualisasi, yang dalam
penerapannya diharapkan dapat meningkatkan implementasi nilai-nilai
keagamaan di lingkungan SD N 5 Pamotan Kabupaten Rembang.
Rancangan aktualisasi ini dibuat sebagai salah satu perwujudan nyata nilai-
nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas yang diperoleh oleh penulis selama
mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan VIII. Begitu juga
dalam menjalankan aktualisasi dan habituasi, selain mendasari pelaksanaan
tugas pokok, nilai-nilai dasar ini juga senatiasa diaktualisasikan oleh penulis
dalam rangka mewujudkan viis misi SD N 5 Pamotan Kabupaten Rembang.

51
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga AdministrasI Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II :
Akuntabilitas.Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II :
Nasionalisme. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Msodul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II :
Etika Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II :
Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I II dan III :
Anti Korupsi. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pelayanan Publik.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Manajemen
Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole of
Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pendidikan dan Pelatihan
Dasar Calon PNS Habituasi Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Permen PAN RB No 16 Tahun 2009. Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
: MenPAN RB

Depkes RI. Pedoman Pelaksanaan Kesehatan Gigi Sekolah. Dirjen Medik, Jakarta,
1999.

52
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : drg. Layyin Halimah


Tempat, Tanggal Lahir : Grobogan, 17 Desember 1992
Status : Menikah
NIP : 19921217 201903 2 006
Jabatan : Dokter gigi ahli pertama
Unit Kerja : Puskesmas Karangawen 1
Alamat Unit Kerja : Jl. Purwodadi-Semarang Km.21 Karangawen,
Demak
Alamat Rumah : Tegowanu Kulon,. RT.005/RW.003 Tegowanu,
Grobogan
No HP : 085727104857
Email : Layyin.halimah@gmail.com

53