Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH BAHASA INDONESIA

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 1

EVELINA GURNING

SUSI PANJAITAN

DOSEN PENGAMPU:

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa karena atas berkat dan
cinta kasihnya maka makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.Terima kasih
kami ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah bahsa indonesia yang telah bersedia
membimbing kami dalam penulisan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis
pada khususnya, kami menyadari bahwa di dalam makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan sarannya.

Atas perhatian yang besar kami mengucapkan terimakasih banyak.

Medan, 19 februari 2019

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa negara dan tentunya sebagai bahasa resmi
negara yang mempunyai fungsi dan berkedudukan sebagai bahasa negara, sesuai Undang-
Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36. Serta berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai
dengan dengan Sumpah Pemuda 1928.
Ironis memang seiring dengan perkembangan zaman. Pada zaman sekarang ini orang-
orang lebih banyak mempelajari dan memahami bahasa asing dari pada bahasa Indonesia.
Padahal, bahasa Indonesia itu merupakan sebagai bahasa identitas Negara Indonesia dan sangat
berguna dalam berkomunikasi, bermasyarakat, bersosial, berbudaya dan bernegara.
Oleh karena itu bahasa Indonesia sangat penting sekali untuk dipelajari. Dan digunakan
dengan sebaik-baiknya dalam bersosial dan bernegara. Bahasa Indonesia mempunyai begitu
banyak kegunaan, fungsi dan kedudukannya sebagai bahasa resmi negara.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas ditemukan beberapa permasalahan, diantarannya
Sebagai berikut:
1. bagaimana kedudukan bahasa indonesia
2. bagaimana fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional
3. bagaimana fungsi bhasa indonesia sebagai bahasa negara
4. bagaimana fungsi bahasa daerah
5. bagaimana fungsi bahasa asing

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas rutin mata kuliah bahasa
indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

1. KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA


Bahasa menurut paham Harun Rasyid, Mansyur dan Suratno (2009: 126) bahasa
merupakan struktur yang artinya bebas penggunaannya sebagai tanda dari tujuan menyimpulkan
sesuatu.
Bahasa menurut kamus terbesar dari Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) Epitome bahasa
berarti sistem suara arbitary (relawan), yang digunakan di seluruh masyarakat atau anggota dunia
untuk bergabung, menghubungkan, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk bicara yang baik,
baik Perilaku sopan santun yang baik.

Berdasarkan beberapa pengertian bahasa , kita dapat menyimpulkan bahwa pemahaman


bahasa merupakan nilai sosial budaya luhur sebagai simbol suara yang digunakan untuk
mengekspresikan perasaan dan pikiran dari sistem bahasa.

Ini menyoroti aspek-aspek berikut:

Bahasa adalah sistem Yaitu, bahasa tunduk pada aturan fonetik, fonemik dan tata bahasa
tertentu. Dengan kata lain, bahasa tidak gratis tetapi tunduk pada aturan tertentu.

Sistem bahasa bersifat sukarela (arbitary). Sistem ini umumnya diterapkan, dan bahasa
adalah aturan dasar. Misalnya: ada beberapa bahasa yang memulai kalimat dengan kata-kata
seperti bahasa Inggris, dan ada bahasa yang memulai kalimat dengan kata kerja. Dan seseorang
tidak bisa menolak aturan-aturan ini baik pertama maupun kedua. Oleh karena itu, tidak tunduk
pada dialek tertentu.

Bahasa pada dasarnya adalah suara, dan manusia telah menggunakan bahasa lisan
sebelum bahasa lisan ketika anak-anak belajar berdialog sebelum belajar menulis. Di dunia,
banyak orang dapat berbicara secara lisan, tetapi tidak dapat menulisnya. Jadi, bahasa itu pada
dasarnya adalah bahasa lisan (dialog), itu juga menulis bahasa kedua. Dengan kata lain, bahasa
adalah kata dan tulisan adalah simbol bahasa.

Bahasa adalah simbol. Bahasa itu adalah simbol tertentu. sebagai kata rumah
menggambarkan sifat sebuah rumah. Maka bahasa adalah simbol-simbol tertentu. Para
pendengar atau pembaca mengumpulkan simbol atau simbol.
Definisi bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa kesatuan
masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia diformalkan setelah Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia, tepatnya keesokan harinya, bersama dengan berlakunya konstitusi. Di Timor Leste,
bahasa Indonesia adalah bahasa kerja.

Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak jenis
bahasa Melayu. Basis yang digunakan adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau
sekarang) pada abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan karena
penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses
standardisasi sejak awal abad kedua puluh. Mengangkat anak-anak muda Indonesia yang mereka
janjikan dimulai sejak peluncurannya, pada tanggal 28 Oktober 1928, untuk menghindari
pencetakan bahasa Melayu jika imperialisme tetap menjadi nama. Proses ini hari ini
menyebabkan bahasa Indonesia yang berbeda dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau
atau di Semenanjung Malaya. Sejauh ini, bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup, yang terus
menciptakan kata-kata baru, baik melalui penciptaan dan penyerapan bahasa daerah dan bahasa
asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% penduduk Indonesia, bahasa
Indonesia bukan bahasa ibu dari sebagian besar penuturnya. Sebagian besar orang Indonesia
menggunakan salah satu dari 748 bahasa di Indonesia sebagai bahasa ibu mereka. Penutur bahasa
Indonesia sering menggunakan tipe setiap hari (bahasa sehari-hari) dan / atau bercampur dengan
dialek Malaysia lainnya atau dengan bahasa ibu mereka. Namun, Indonesia sangat luas
digunakan di universitas-universitas, media, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan
berbagai forum publik lainnya, sejauh bahwa hal itu dapat dikatakan bahwa Indonesia digunakan
oleh semua warga negara Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa di Indonesia dianggap relatif mudah. Prinsip-prinsip dasar yang penting
untuk komunikasi dasar dapat dipelajari dalam beberapa minggu.
Indonesia adalah varian dari Melayu, bahasa Austronesia dari cabang bahasa Sunda-Sulawesi,
yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara hanya dapat sejak abad-abad awal kencan
modern.

Script pertama dalam bahasa Melayu atau Jawi terletak di pantai tenggara pulau
Sumatera, menunjukkan bahwa bahasa ini menyebar ke berbagai lokasi di kepulauan daerah,
berkat penggunaannya oleh Kerajaan Sriwi

Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi. Diantaranya, Fungsi-Fungsi tersebut terdiri


dari :

1. Sebagai alat untuk mengungkapkan Ekspresi diri

Bahasa, dalam hal ini yaitu Bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai alat untuk
mengungkapkan Ekspresi diri dalam kehidupan sehari hari. Dengan bahasa, kita dapat
mengungkapkan perasaan/ekspresi yang sedang kita rasakan atau hendak kita tunjukan kepada
orang lain sehingga orang lain dapat mengerti apa yang kita maksudkan.

2. Sebagai alat Komunikasi

Dalam berkomunikasi alat yang paling sering/lazim digunakan adalah Bahasa. Dengan adanya
bahasa, setiap orang dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi
adalah kelanjutan dari ekspresi diri yang kita sampaikan kepada orang lain dan mendapatkan
respon balik dari ekspresi yang kita sampaikan tersebut.

3. Sebagai Adaptasi & Integrasi

Dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, selain berkomunikasi kita dituntut untuk dapat
berbaur & menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan lingkungan disekitar kita. Dengan adanya
bahasa, kita akan dapat dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan lingkungan
disekitar kita atau lingkungan yang sedang kita datangi. Pada saat kita beradaptasi dengan
lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan
situasi dan kondisi yang sedang kita hadapi.

4. Sebagai Kontrol Sosial

Bahasa sebagai Kontrol Sosial ataupun sosial budaya luhur bangsa, dengan adanya bahasa dapat
memberikan kontrol terhadap perilaku/tingkah laku/sikap yang dilakukan.

Misalnya:

Yang tidak patuh akan dihukum!!

Pemberitahuan tersebut dimaksudkan untuk dapat berhati-hati dalam melewati jalan tersebut
karena kondisi jalan yang licin.

Kedudukan Bahasa Indonesia terdiri dari :

1. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

2. bahasa indonesia sebagai bahasa negara

b. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional:

1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Lambang kebanggaan kebangsaan

Bahasa Indonesia mencerminkan nilai nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita.
Atas dasar kebanggaan ini , Bahasa Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan. Serta
harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia.

2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional


Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya apabila masyarakat pemakainya/yang
menggunakannya membina dan mengembangkannya sehingga bersih dari unsur unsur bahasa
lain.

3). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar
budaya

Dengan adanya Bahasa Indonesia kita dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam
berinteraksi/berkomunikasi dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa
penghubung antar warga, daerah, dan buadaya).

4). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai bagai suku
bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing masing kedalam kesatuan
kebangsaan Indonesia.

c. Fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara


Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai
berikut:
a) Bahasa resmi kenegaraan
Salah satu fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia di dalam kedudukannya sebagai
bahasa Negara adalah pemakaiannya sebagai bahasa resmi kenegaraan di dalam hubungan
dengan fungsi ini, bahasa Indonesia di pakai di dalam segala upacara, dan kegiatan kenegaraan
baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan.
Dokumen-dokumen dan keputusan-keputusan serta surat-menyurat yang dikeluarkan
oleh pemerintah dan badan-badan kenegaraaan lainya. Demikian pula halnya dengan pemakaian
bahasa oleh warga masyarakat kita dalam hubungan upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan
serta komunikasi dengan pemerintah.

b) Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan


Di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi pula
sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai
dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia kecuali di daerah-daerah bahasa seperti Aceh,
Batak, Sunda, Jawa, Madura, Bali, dan Makasar. Di daerah-daerah bahasa ini bahasa daerah
yang bersangkutan di pakai sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga pendidikan
dasar.
Masalah pemakaian bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa pengantar di segala
jenis dan tingkat pendidikan di seluruh Indonesia tampaknya masih merupakan masalah yang
meminta perhatian.
Pemakaian bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa pengantar di lembaga-
lembaga pendidikan dapat di pertimbangkan atas dasar sebagai berikut:
Luasnya pemakaian bahasa Indonesia baik sebagai akibat pemakaiannya sebagai alat
penghubung antardaerah dan antarbudaya maupun sebagai akibat meningkatnya pemanfaatan
sarana komunikasi massa seperti radio, internet, televisi, surat kabar dan majalah menempatkan
bahasa Indonesia itu pada posisi yang tidak benar-benar asing bagi anak didik.
Anak didik pada usia sampai dengan 9 atau 10 tahun memiliki kapasitas dasar bagi
penguasaan bahasa Indonesia yang dapat diandalkan.
Rencana departemen pendidikan dan kebudayaan untuk mengadakan program pendidikan
bagi guru dan murid melalui radio, internet dan televisi dengan mempergunakan bahasa
Indonesia sebagai bahasa pengantar akan menempatkan anak didik yang tidak mengenal bahasa
Indonesia sebagai bahasa pengantar pada posisi yang tidak menguntungkan
Pemindahan penduduk dan kepentingan tempat bekerja orang tua dari satu daerah ke daerah
yang lain menyulitkan anak didik di dalam penyesuaian mereka dengan pemakaian bahasa
pengantar yang baru.
Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
berhubungan erat dengan fungsinya sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk kepentingan
pelaksanaan pemerintahan. (Amran, 1979:52-55).
c) Alat Penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi pula
sebagai alat Penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksanaan pemerintah. Di dalam hubungan
dengan fungsi ini, bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal balik
antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antardaerah
dan antarsuku melainkan juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar
belakang sosial budaya dan bahasanya.
d) Alat pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern
Akhirnya, di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi
sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Di dalam
hubungan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta
mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki cirri-ciri dan
identitasnya sendiri, yang membedakannya dari kebudayaan daerah. Pada waktu yang sama,
bahasa Indonesia kita pergunakan sebagai alat untuk menyatakan nilai-nilai sosial budaya
nasional kita. (Halim, 1979:4-56; Moeliono, 1980: 15-31).
Di samping itu, sekarang ini fungsi bahasa Indonesia telah Pula bertambah besar.
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa media massa. Media massa cetak dan elektronik, baik
visual, audio, maupun audio visual harus memakai bahasa Indonesia. Media Massa menjadi
tumpuan kita dalam menyebarluaskanbahasa Indonesia secara baik dan benar.
Di dalam kedudukannya sebagai sumber pemerkaya bahasa daerah, bahasa Indonesia
berperanan sangat penting beberapa kosakata bahasa Indonesia ternyata dapat memperkaya
khasanah bahasa daerah, dalam hal bahasa daerah tidak memiliki kata untuk sebuah konsep.
Bahasa Indonesia sebagai alat menyebarluaskan sastra Indonesia dapat dipakai. Sastra
Indonesia merupakan wahana pemakaian bahasa Indonesia dari segi estetis bahasa sehingga
bahasa Indonesia menjadi bahasa yang penting dalam dunia internasional. (Zainal, 2009:15).

D.KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA DAERAH

Bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di suatu wilayah dalam sebuah negara
kebangsaan; apakah itu pada suatu daerah kecil, negara bagian federal atau provinsi, atau daerah
yang lebih luas. Sedangkan defenisi Bahasa Daerah dalam hukum Internasional yang termuat
dalam rumusan Piagam Eropa untuk Bahasa-Bahasa Regional atau Minoritas diartkan bahwa
"bahasa-bahasa daerah atau minoritas" adalah bahasa-bahasa yang secara tradisional digunakan
dalam wilayah suatu negara, oleh warga negara dari negara tersebut, yang secara numerik
membentuk kelompok yang lebih kecil dari populasi lainnya di negara tersebu; dan berbeda dari
bahasa resmi (atau bahasa-bahasa resmi) dari negara tersebut.

Bangsa Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku atau kelompok etnis di tanah air. Tiap
kelompok etnis mempunyai bahasa masing-masing yang dipergunakan dalam komunikasi
antaretnis atau sesama suku. Perencanaan bahasa nasional tidak bisa dipisahkan dari pengolahan
bahasa daerah, demikian pula sebaliknya. Itulah sebabnya di samping mengolah bahasa nasional,
Politik Bahasa Nasional pun berfungsi sebagai sumber dasar dan pengarah bagi pengolahan
bahasa daerah yang jumlahnya ratusan dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Hal itu sejalan
dengan UUD 1945, Bab XV, Pasal 36 di dalam penjelasannya, dikatakan: “Bahasa daerah itu
adalah merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup; bahasa daerah itu adalah salah
satu unsur kebudayaan nasional yang dilindungi oleh negara”, yang fungsinya sebagaimana
disimpulkan oleh peserta Seminar Politik Bahasa Nasional tahun 1975 di Jakarta, yakni:

“Di dalam kedudukannya sebagai bahasa daerah, bahasa-bahasa seperti Sunda, Jawa, Bali,
Madura, Bugis, Makassar, dan Batak berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan daerah, (2)
lambang identitas daerah, dan (3) alat perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah.

“Di dalam hubungannya dengan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah berfungsi sebagai (1)
pendukung bahasa nasional, (2) bahasa pengantar di sekolah dasar di daerah tertentu pada tingkat
permulaan untuk memperlancar pengajaran bahasa Indonesia dan mata pelajaran lain, dan (3)
alat pengembangan serta pendukung kebudayaan daerah” (Halim (Ed.), 1976:145—46).

Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Daerah sendiri, maka Bahasa Daerah sendiri berfungsi
sebagai:

1. Sebagai lambang kebanggan daerah

2. Lambang identitas daerah


3. Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat daerah

Adapun fungsi bahasa daerah dalam hubungannya dengan Bahasa Indonesia adalah:

1. Bahasa Daerah sebagai pendukung Bahasa Nasional

Bahasa daerah merupakan bahasa pendukung bahasa Indonesia yang keberadaannya diakui oleh
Negara. UUD 1945 pada pasal 32 ayat (2) menegaskan bahwa “Negara menghormati dan
memilihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.” dan juga sesuai dengan
perumusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, bahwa bahasa daerah sebagai
pendukung bahasa nasional merupakan sumber pembinaan bahasa Indonesia. Sumbangan bahasa
daerah kepada bahasa Indonesia, antara lain, bidang fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan
kosa kata. Demikian juga sebaliknya, bahasa Indonesia mempengaruhi perkembangan bahasa
daerah. Hubungan timbal balik antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah saling melengkapi
dalam perkembangannya.

2. Bahasa Daerah sebagai bahasa pengantar pada tingkat permulaan sekolah dasar

Di daerah tertentu , bahasa daerah boleh dipakai sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan
tingkat sekolah dasar sampai dengan tahun ketiga (kelas tiga). Setelah itu, harus menggunakan
bahasa Indonesia , kecuali daerah-daerah yang mayoritas masih menggunakan bahasa daerah
sebagai bahasa ibu.

3. Bahasa Daerah sebagai sumber kebahasaan untuk memperkaya Bahasa Indonesia

Seringkali istilah yang ada di dalam bahasa daerah belum muncul di bahasa indonesia sehingga
bahasa indonesia memasukkannya istilah tersebut , contohnya “ gethuk “ { penganan dibuat dari
ubi dan sejenisnya yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) }
karena di bahasa indonesia istilah tersebut belum ada , maka istilah “ gethuk “ juga di resmikan
di bahasa indonesia sebagai istilah dari “ penganan dibuat dari ubi dan sejenisnya yang direbus,
kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) “.
4. Bahasa Daerah sebagai pelengkap bahasa Indonesia di dalam penyelenggaraan pemerintah
pada tingkat daerah

Dalam tatanan pemerintah pada tingkat daerah , bahasa daerah menjadi penting dalam
komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat yang kebanyakan masih menggunakan bahasa
ibu sehingga dari pemerintah harus menguasai bahasa daerah tersebut yang kemudian bisa di
jadikan pelengkap di dalam penyelenggaraan pemerintah pada tingkat daerah tersebut.

Bahasa daerah dan Bahasa Indonesia yang digunakan secara bergantian menjadikan masyarakat
Indonesia menjadi dwibahasawan. Menurut Mackey dan Fishman (Chaer, 2004: 84)
kedwibahasaan diartikan sebagai “...penggunaan dua bahasa oleh penutur dalam pergaulannya
dengan orang lain secara bergantian”.

Bahasa daerah sebagai pendukung bahasa nasional sesuai dengan perumusan Kongres Bahasa
Indonesia II tahun 1954 di Medan, merupakan sumber pembinaan bahasa Indonesia. Sumbangan
bahasa daerah kepada bahasa Indonesia, antara lain, bidang fonologi, morfologi, sintaksis,
semantik, dan kosa kata. Demikian juga sebaliknya, bahasa Indonesia mempengaruhi
perkembangan bahasa daerah. Hubungan timbal balik antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah
saling melengkapi dalam perkembangannya.

Namun dewasa ini, Bahasa daerah terancam punah. Prof Dr Arief Rahman dalam pidato
pengukuhan sebagai guru besar dalam bidang pendidikan bahasa di Universitas Negeri Jakarta,
Selasa (22/5) mengungkapkan bahwa “Kondisi ini menjadi keprihatinan saya. Dalam penelitian
yang saya lakukan di beberapa SMA di Jakarta, bahasa daerah tidak lagi digunakan dalam
komunikasi di rumah. Orang tua tidak menganggap penting untuk menggunakan di rumah. Para
pelajar lebih suka pakai bahasa gaul meski bertemu teman yang berbahasa daerah semua”

Kepunahan bahasa daerah di Indonesia dipetakan sebagai berikut : di Kalimanatan 50 bahasa


daerah terancam punah dan satu sudah punah. Dari 13 bahasa di Sumatra, dua terancam punah
dan satu sudah punah.Sulawesi yang memiliki 110 bahasa, 36 terancam punah dan satu sudah
punah. Dari 80 bahasa daerah di Maluku, 22 terancam punah dan 11 sudah punah. Di daerah
Timor, Flores, Bima, dan Sumba dari 50 bahasa yang ada sebanyak delapan terancam punah. Di
daerah Papua dan Halmahera dari 271 bahasa sebanyak 56 bahasa terancam punah. Di Jawa
tidak ada bahasa daerah terancam punah.

Berdasarkan berbagai kondisi di atas, perlu adanya suatu sistem yang mampu mensinergikan
antara bahasa daearah sebagai bahasa ibu, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, serta
bahasa Inggris sebagai bahasa internasonal.

E. Kedudukan dan fungsi bahasa asing

Bahasa asing merupakan bahasa negara lain yang tidak digunakan secara umum dalam interaksi
social.bahasa asing ini tidak digunakan oleh orang yang tinggal di sebuah tempat yang tertentu:
misalnya bahasa Indonesia dianggap sebagai sebuah bahasa yang asing diAustralia. Bahasa asing
juga merupakan sebuah bahasa yang tidak digunakan di tanah air atau negara asal seseorang,
misalnya; seorang penutur bahasa Indonesia yang tinggal di Australia boleh mengatakan bahwa
bahasa Inggris adalah bahasa yang asing untuk dirinya sendiri.

Kedudukan bahasa asing berbeda dengan bahasa kedua. Mustafa dalam hal ini menyatakan
bahwa bahasa kedua adalah bahasa yang dipelajari anak setelah bahasa ibunya dengan ciri
bahasa tersebut digunakan dalam lingkungan masyarakat sekitar. Sedangkan bahasa asing adalah
bahasa negara lain yang tidak digunakan secara umum dalam interaksi sosial. Kedudukan Bahasa
Inggris di Indonesia tersebut mengakibatkan jarang digunakannya Bahasa Inggris dalam interaksi
sosial di lingkungan anak. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD) yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris karena
pemerolehan bahasa asing bagi anak berbanding lurus dengan volume, frekuensi dan
penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun pada sebagian besar orang tua
mendukung bahkan mengharuskan anaknya untuk mahir atau menguasai bahasa asing yang
terkhusus bahasa inggris.

Dalam kedudukanya sebagai bahasa asing, bahasa-bahasa seperti bahasa Inggris, perancis,
mandarin, belanda, jerman tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dengan bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional maupun bahasa Negara atau dengan kata lain bahasa asing tidak akan
pernah menjadi bahasa nasional ataupun bahasa Negara Indonesia. Walaupun pada kenyataanya
sebagian bahasa asing tersebut diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan tingkat tertentu.

Penggunaan bahasa Inggris di ruang umum telah menjadi kebiasaan yang sudah tidak terelakkan
lagi. Hal tersebut mengkibatkan lunturnya bahasa dan budaya Indonesia yang secara perlahan
tetapi pasti telah menjadi bahasa primadona. Misalnya, masyarakat lebih cenderung memilih
“pull” untuk “dorong” dan “push” untuk “tarik”, serta “welcome” untuk “selamat datang”. Sikap
terhadap bahasa Indonesia yang kurang baik terhadap kemampuan berbahasa Indonesia di
berbagai kalangan, baik lapisan bawah, menengah, dan atas; bahkan kalangan intelektual. Akan
tetapi, kurangnya kemampuan berbahasa Indonesia pada golongan atas dan kelompok intelektual
terletak pada sikap meremehkan dan kurang menghargai serta tidak mempunyai rasa bangga
terhadap bahasa Indonesia. Ini semua merupakan dampak dari multilingual yang terjadi
dimasyarakat.

Seperti bahasa-bahasa lainnya di dunia, bahasa Arab yang merupakan salah satu bahasa asing
mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi dan juga berfungsi sebagai sarana untuk
memperkenalkan kebudayaan dan peradabannya. Adapun fungsi bahasa asing yang lainnya
ialah:

1. Alat penghubung antar bangsa

2. Alat pembantu pengembangan bahasa Indonesia menjadi bahasa modern

3. Alat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk pembangunan nasional

Walaupun keberadaan bahasa asing memiliki manfaat untuk bangsa kita tetapi itu tidak dapat
membuat bahasa asing menggantikan posisi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional bangsa
Indonesia
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan makalah tentang bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, dapat di
tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara merupakan bahasa resmi negara dan penting sekali di
negara kita ini dan sangat bermanfaat dalam berkomunikasi, bersosial, bermasyarakat, berbudaya
dan bernegara baik itu di lingkungan formal maupun non formal.
2. Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan Udang-Undang
Dasar 1945 dan berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928.
3. Di dalam kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berfungsi sebagai (1) bahasa
resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, (3) alat perhubungan pada
tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, dan (4) alat
pengembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sedangkan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai (1) lambang
kebanggaan kebangsaan, (2) lambang identitas nasional, (3) alat perhubungan antarwarga,
antardaerah, dan antarbudaya, dan (4) alat yang memunkinkan penyatuan berbagai-bagai suku
bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan
kebangsaan Indonesia.

B. Saran
Saran dari penulis kepada pembaca sekalian adalah mari kita bersama-sama
meningkatkan ketekunan kita dalam belajar dan memahami bahasa Indonesia. Karena, bahasa
Indonesia itu merupakan bahasa negara dan nasional sehingga bermanfaat sekali dalam
berkomunikasi masrakat dengan masyarakat serta masyarakat dengan pemerintah baik itu
dilinkungan formal dan non formal. Kemudian marilah kita sama-sama berbahasa Indonesia
dengan baik dan benar.