Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN FARMAKOGNOSI

PENGAMATAN MORFOLOGI DAN ANATOMI


PADA DAUN, BATANG DAN AKAR

OLEH

KELOMPOK I (SATU)
ANGGOTA : 1. MOHAMAD RIZALDY HIOLA
2. GHAITSA ZAHIRA SOPHA YUSUF
3. LARAS PUJIANTI ASTUTI HASAN
4. SILVIA ANDRIANI IBRAHIM
5. SRI WAHYUNI ABDUL
PEMBIMBING : FIHRINA MOHAMAD, S.Si, M.Si

PRODI D-III FARMASI


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES GORONTALO
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik
dan struktur tubuh dari tumbuhan, morfologi berasal dari bahasa latin
morphus yang berarti wujud atau bentuk. Untuk memudahkan para peneliti
dalam mengklasifikasikan jenis tumbuhan, bentuk morfologi salah satu
indikator yang sangat besar perannya untuk mengidentifikasi tumbuhan
secara visual, sehingga keragaman tumbuhan yang sangat beranekaragam
dapat identifikasi dan diklasifikasikan untuk memudahkan dalam pemberian
nama spesies, famili hingga kingdom (Gembong, 2005).
Untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan, salah satu faktor yang
dapat dijadikan sebagai rujukan yaitu kesamaan bentuk morfologi yang
dimiliki antara satu spesies dengan spesies lainnya. Pada tumbuhan yang
sama jenisnya perbedaan bentuk dan ukuran daun antara tumbuhan muda dan
tumbuhan dewasa juga penting, sebab morfologi tumbuhan yang masih muda
memiliki bentuk morfologi yang berbeda dengan tumbuhan dewasa. Hal ini
dikarenakan tumbuhan muda pertumbuhan dan perkembangan baik struktur
morfologi maupun anatomi belum berkembang secara lengkap (Sarjani,
2017).
Untuk mengamati struktur anatomi tumbuhan, dibutuhkan alat bantu
berupa mikroskop yang berfungsi untuk memperbesar ukuran objek yang
diamati dari ukuran yang sebenarnya. Setiap spesies tumbuhan memiliki
struktur anatomi yang sangat bervariasi baik jaringan pengankut, jaringan
pembuluh maupun tipe stomata yang dimiliki oleh setiap spesies tumbuhan
(Sarjani, 2017).
Akar, batang, daun serta bagian-bagian tumbuhan lainnya merupakan
bagian-bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan
kehidupan tumbuhan itu sendiri selama masa pertumbuhannya. Oleh sebab
itu, dalam kehidupan kita harus mengetahui dan mempelajari morfologi dan
anatomi dari tumbuhan itu sendiri.
Untuk kali ini kita akan melakukan praktikum menggunakan
tumbuhan padi (Oryza sativa) untuk mengetahui morfologi dan anatomi
tumbuhan tersebut.
B. Tujuan Percobaan
1. Mengetahui morfologi daun, batang dan akar tanaman padi (Oryza
sativa)
2. Mengetahui anatomi daun, batang dan akar tanaman padi (Oryza sativa)
C. Prinsip Percobaan
1. Pengamatan morfologi daun tanaman padi (Oryza sativa folium) mulai
dari jenis daun, bentuk daun, ujung daun, pangkal daun, tepi daun,
permukaan daun, daging daun dan warna serta anatomi daun tanaman
padi (Oryza sativa folium) mulai dari epidermis, korteks, endodermis,
xylem, floem dan stomata
2. Pengamatan morfologi batang tanaman padi (Oryza sativa caulix) mulai
dari jenis batang, bentuk, permukaan, arah tumbuh dan warna batang
serta anatomi batang tanaman padi (Oryza sativa caulix) mulai dari
epidermis, korteks, endodermis, xylem, floem dan stomata
3. Pengamatan morfologi akar tanaman padi (Oryza sativa radix) mulai dari
jenis akar serta anatomi akar tanaman padi (Oryza sativa radix) mulai
dari epidermis, korteks, endodermis, xylem, floem dan stomata.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
1. Pengertian Morfologi dan Anatomi
Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk
fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan. Morfologi tumbuhan adalah ilmu
yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan (Tjitrosoepomo,
2005; Sarjani, 2017).
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh makhluk
hidup dengan cara menguraikan tubuh menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil dengan cara memotong atau mengiris tubuh kemudian diangkut,
dipelajari dan diperiksa dengan menggunakan mikroskop (Judibjo, 2011).
2. Daun (Folium)
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada
umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Fungsi daun
sebagai alat untuk : (Tjitrosoepomo, 2005)
a. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat
gas (CO2).
b. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
c. Penguapan air (transpirasi)
d. Pernafasan (respirasi).
Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berikut :
a. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
Upih daun merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk
batang. Upih daun berfungsi yaitu :
1) Sebagai pelindung kuncup yang masih muda
2) Memberi kekuatan pada batang tanaman.
b. Tangkai Daun (petiolus)
Tangkai daun merupakan bagian daun yang mendukung helaiannya
dan bertugas untuk menenpatkan helaian daun pada posisi
sedemikian rupa, hingga dapat memperoleh cahaya matahari yang
sebanyak-banyaknya.
c. Helaian Daun (lamina)
Setiap tanaman memiliki helaian daun yang berbeda-beda.
Daun yang tidak lengkap mempunyai :
a. Tangkai dan helaian saja
b. Daun berupih dan daun berpelepah
c. Daun duduk dan daun memeluk batang
d. Daun yang terdiri atas tangkai saja.
Morfologi daun yaitu : (Tjitrosoepomo, 2005)
a. Bentuk Daun (circum scriptio)
1) Bangun bulat telur (ovatus)
2) Bangun segitiga (triangularis)
3) Bangun delta (deltaideus)
4) Bangun belah ketupat (rhomboideus)
5) Bangun jantung (cordatus)
b. Ujung daun (apex folil)
1) Runcing (acutus)
2) Meruncing (acuminatus)
3) Tumpul (obtusus)
4) Membulat (rotundatus)
5) Rompang (truncatus)
c. Tulang daun (nervatio)
1) Bertulang menyirip (penninervis)
2) Bertulang menjari (palminervis)
3) Bertulang melengkung (cervinervis)
4) Bertulang sejajar/lurus (rectiuervis)
d. Tepi daun (margo folii)
1) Bergerigi (serratus)
2) Bergerigi ganda/ rangkap (biserrotus)
3) Bergigi (dentatus)
4) Beringgit (crenatus)
5) Berombak (repandus)
e. Permukaan daun
1) Licin (laevis)
2) Gundul (glaber)
3) Kasap (scaber)
4) Berkerut (rugosus)
5) Berbingkul-bingkul (bullatus)
f. Warna daun
1) Merah
2) Hijau bercampur atau tertutup warna merah
3) Hijau tua
4) Hijau kekuningan
Anatomi daun yaitu :
a. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan sel-sel yang paling luar dan menutupi
permukaan dain, bunga, buah, biji, batang dan akar. Jaringan
epidermis berfungsi melindungi jaringan dari lingkungan luar,
berperan dalam pengaturan pertukaran gas pada daun dan bagian
permukaan luarnya dilapisi oleh kutikula (Anu, 2017).
b. Korteks
Korteks adalah bagian dalam daun yang tersusun oleh berbagai sel
yang membentuk beberapa lapisan (Syukriah, 2016).
c. Endodermis
Tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah abtara korteks
dengan stele (Suradinata, 1998)
d. Jaringan pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang (Suradinata, 1998)
e. Plastida
Organel sel yang bermembran ganda yang ditemukan pada sel
tumbuhan dan beberaoa alga yang utamanya bertanggung jawab
terhadap aktivitas seperti pembutan makanan serta penyimpanan
makanan (Fahn, 1982)
f. Stomata
Stomata merupakan modifikasi dari sel epidermis daun berupa
sepasang sel penjaga yang bisa menimbulkan celah sehingga uap air
dan gas dapat dipertukarkan antara bagian dalam dari stomata
dengan lingkungan. Stomata biasanya ditemukan pada bagian
tumbuhan yang berhubungan dengan udara terutama di daun, batang
dan rizoma (Fahn, 1982).
Bentuk atau tipe stomata dibedakan atas empat yaitu anomositik,
anisositik, parasitic, diasitik, actinositik dan siklositic (Lakitan,
1993).

3. Batang (caulis)
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting
dari mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan.
Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai fungsi untuk :
(Tjitrosoepomo, 2005)
1. Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada di atas tanah yaitu
daun bunga dan buah.
2. Dengan percabangannya memeperluas bidang asimilasi dan
menempatkan bagian-bagian tumbuhan di dalam ruang sedimikian
rupa.
3. Jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan
jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas kebawah.
4. Menjadi tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan .
Morfologi batang yaitu : (Tjitrosoepomo,2005)
1. Bentuk batang
1) Bulat (teres)
2) Bersegi (angularis)
i. Segitiga (triangularis)
ii. Segiempat (quadrangularis)
3) Pipih
2. Permukaan batang
1) Licin (leavis)
2) Berusuk (costatus)
3) Beralur (sulcatus)
4) Bersayap (alatus)
3. Arah tumbu batang
1) Tegak lurus (erectus)
2) Menggantung (dependens)
3) Berbaring (humifusus)
4) Menjalar/merayap (repens)
5) Serong ke atas atau condong (ascendens)
Anatomi batang yaitu: (Suradinata, 1998)
1. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat,tidak mempunyai sel.
Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan dibawahnya.
2. Korteks
Terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis
atau jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan
parenkim.
3. Endodermis
Tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah abtara korteks
dengan stele.
4. Silinder pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang.
4. Akar (radix)
Akar merupakan organ tanaman yang paling penting untuk
mempertahankan agar tanaman tetap berdiri dan merupakan organ
vegetative utama untuk pertumbuhan dan perkembangan (Amir, 2016).
Akar bagi tumbuhan mempunyai tugas untuk : (Tjitrosoepomo,
2005)
1. Memperkuat berdirirnya tumbuhan
2. Untuk meneyarap air dan zar-zat makanan yang terlarut di dalam air
tadi dari dalam tanah.
3. Mengangkut air dari zat-zat makanan tadi ke tempat-tempat pada
tubuh tumbuhan.
4. Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan.
Morfologi pada akar : (Tjitrosoepomo, 2005)
1. Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar
pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil.
Akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar tunggang
(radix primaria). melihat percabangan dan bentuknya, akar tunggang
dapat dibedakan menjadi:
1) Akar tunggang tidak bercabang atau sedikit bercabang, dan jika
ada cabang-cabangnya,biasanya cabang-cabang ini terdiri dari
berbentuk sebagai tombak, berbentuk garis dan berbentuk
benang.
2) Akar tunggang yang bercabang (ramosus). Akar tunggang ini
berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah, bercabang-
cabang banyak dan cabangnya bercabang lagi, sehingga dapat
member kekuatan yang lebih besar kepada batang dan juga
daerah perakaran menjadi amat luas, hingga dapat diserap air
dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
2. Sistem akar serabut, yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan
selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang
kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang.
Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang asli
dinamkan akar liar, bentuknya seperti serabut oleh karena itu
dinamakan akar serabut (radix adventicia).
Anatomi pada akar : (Tim penyusun, 2019)
1. Epidermis, susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel,
dinding selnya mudah dilewati air.
2. Korteks, terletak dibawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat
sehingga banayak memiliki ruang antar sel.
3. Endodermis, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan
silinder pusat.
4. Silinder pusat/stele. Merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri
dari berbagai macam jaringan yaitu perisikel/perkambium/lapisan
terluar dari stele), berkas pembulu angkut (terdiri xylem,floem),
empulur (letaknya paling dalam).
5. Perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil (Nugroho, 2016)
No. Bagian Tumbuhan Dikotil Tumbuhan Monokotil
1. Akar a. Akar tersusun dalam a. Akar tersusun
akar tunggang yang dalam serabut yang
kokoh kurang kokoh
b. Ujung akar tidak b. Ujung akar lembaga
diliputi oleh selaput dan pucuk lembaga
pelindung dilindungi oleh
suatu sarung yang
masing-masing
disebut koleorhiza
dan koleoptil
No. Bagian Tumbuhan Dikotil Tumbuhan Monokotil
2. Kambium Akar dan batang Akar dan batang tidak
berkambium sehingga berkambium sehingga
dapat mengadakan tidak dapat
pertumbuhan mengadakan
membesar dan pertumbuhan melebar
melebar serta dan membesar yang
meninggi ada hanyalah
pertumbuhan
3. Batang Batang bercabang- Batang tidak
cabang bercabang-cabang
4. Daun Pertulangan daun Pertulangan daun
menyirip atau menjari sejajar atau
melengkung
5. Biji Biji yang Biji yang
berkecambah berbelah berkecambah tetap
dua dan utuh dan tidak
memperlihatkan dua membelah (biji
daun lembaga (biji berkeping satu)
berkeping dua)
6. Pembuluh Berkas pembuluh Berkas pembuluh
angkut angkut teratur dalam angkut tidak teratur
lingkaran/cincin
7. Bunga Jumlah bagian-bagian Jumlah bagian-bagian
bunga 4,5 atau bunga biasanya 3 atau
kelipatannya kelipatannya.
B. Uraian Tumbuhan
Taksonomi tanaman Padi (Oryza sativa) : (Grist, 1960)
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Poales
Famili : Graminae
Genusa : Oryza linn
Spesies : Oryza sativa L
BAB III
METODE PERCOBAAN
A. Alat dan Bahan
1. Alat:
a) Kaca penutup
b) Kaca preparat
c) Mikroskop
d) Silet
2. Bahan:
a) Air
b) Tanaman padi (Oryza sativa)
c) Tissu
B. Cara Kerja
1) Pengamatan morfologi tanaman padi (Oryza sativa)
Daun, batang dan akar tanaman padi (Oryza sativa)
- Dibersihkan dengan air mengalir
- Diamati morfologi daun, batang dan akar tanaman padi
- Dicatat hasil pengamatan yang telah diamati
Hasil morfologi tanaman padi (Oryza sativa)

2) Pengamatan anatomi tanaman padi (Oryza sativa)

Daun, batang dan akar tanaman padi (Oryza sativa)


- Dibersihkan dengan air mengalir
- Diiris daun dan akar dengan cara melintang, batang
dengan cara membujur setipis-tipisnya
- Diletakkan sayatan/irisan masing-masing kromus diatas
kaca preparat kemudian ditetesi dengan air dan ditutup
dengan kaca penutup
- Diamati dibawah mikroskop
Hasil anatomi daun, batang dan akar tanaman padi
(Oryza sativa)
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
a. Tabel 1. Morfologi tanaman Padi (Oryza sativa)
Kormus Jenis Hasil pengamatan
DAUN Ujung Runcing
Tepi Rata
Tulang daun Bertulang sejajar
Bentuk Bangun pita
Permukaan Kasar
Warnanya Hijau
Lengkap/tidak lengkap Daun lengkap
Majemuk/tunggal Tunggal
BATANG Bentuk Bulat
Warna Hijau
Permukaanya Licin
Arah tubuh Tegak lurus
AKAR Akar tunggang/akar serabut Akar serabut kecil-
kecil terbentuk
benang.

Tanaman padi (Oryza sativa) Morfologi tanaman padi (Oryza sativa)


b. Tabel 2. Anatomi tanaman Padi (Oryza sativa)
Daun Batang Akar
Epidermis 
Korteks   
Endodermis 
Xylem 
Floem 
Stomata 

a) Gambar anatomi daun tanaman Padi (Oryza sativa)

Epidermis Korteks Stomata


b) Gambar anatomi batang tanaman Padi (Oryza sativa)

Endodermis Korteks Xylem Floem


c) Gambar anatomi akar tanaman Padi (Oryza sativa)

Korteks
B. Pembahasan
Tujuan dari praktikum ini yaitu menggetahui morfologi dan anatomi
daun, batang dan akar dari tanaman padi Oryza sativa. Morfologi merupakan
ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh hidup dari tumbuhan
(Sarjani, 2007). Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh
makhluk hidup dengan cara menguraikan tubuh menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil sampai bagian yang paling kecil dengan cara memotong tubuh
kemudian diangkat dan dipelajari dan diperiksa dengan menggunakan
mikroskop (Judibjo, 2011).
Pada percobaan kali ini kami mengamati morfologi dari daun, batang
dan akar dari tanaman (Oryza sativa). Tanaman padi memiliki jenis tanaman
tunggal dan daun lengkap. Menurut latifa (2015), daun tunggal adalah daun
yang helaiannya hanya terdiri dari satu helaian tanpa adanya persendiaan
diantara bagian dasar helaian tersebut. Menurut Rosanti (2012). Daun lengkap
adalah daun yang memiliki pelepah daun, upih daun, tangkai daun dan
helaian daun. Daun padi berbentuk bangun pita (liqulatus), ujung daun
runcing (acutus), tepi daun rata (integer), tulang daun bertulang sejajar
(rectinerius), permukaan kasar (hispiolus) dan berwarna hijau. Selanjutnya,
batang padi berbentuk bulat (teres), permukaan licin (leavis), arah tubuh
tegak lurus (eracus) dan memiliki warna batang hijau. Kemudian akar padi
termasuk akar serabut kecil-kecil berbentuk benang.
Pada percobaan ini kami mengamati anatomi dari batang, daun dan
akar dari tanaman padi (Oryza sativa). Pada daun tanaman padi setelah
diamati dibawa mikroskop terlihat memiliki epidermis, korteks dan stomata.
Epidermis adalah sel yang tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang
antara sel (Tim penyusun, 2019). Stomata ialah bagian dari daun yang
bentuknya layaknya lubang pori-pori yang kecil dan bentuk lonjong dan
fungsi sebagai lalu lintas utama dari pertukaran gas pada tumbuhan
(Campbell). Stomata yang didapatkan termasuk jenis stomata diasitic.
Kemudian pada batang tanaman padi setelah diamati dibawah mikroskop
terlihat memiliki endodermis, korteks xylem dan floem. Endodermis
merupakan jaringan pemisah antara korteks dengan stele (Suradinata, 1998).
Xylem dan floem pada batang tanaman padi memperlihatkan bahwa xylem
dan floem letakannya tidak teratur sehingga termasuk dalam jenis batang
monokotil (Campbell, 2013). Xylem berfungsi untuk untuk membawa hasil
fotosintesisdari daunkeseluruh tubuh tumbuhan (Fahn, 1982). Kemudian pada
akar tanaman padi setelah diamati dibawa mikroskop terlihat memiliki
korteks yang letaknya dibawa epidermis dan sel-selnya tidak tersusun rapat
sehingga banyak memiliki ruang antara sel (Tim penyusun, 2019).
Dari hasil pengamatan anatomi daun, batang dan akar tanaman padi
(Oryza sativa) didapatkan untuk anatomi daun yaitu epidermis korteks dan
stomata. Tetapi menurut Fahn (1982), anatomi daun terdiri dari epidermis,
korteks, endodermis, jaringan pusat, plastida dan stomata. Untuk anatomi
batang didapatkan yaitu korteks, endodermis, xylem dan floem. Tetapi
menurut Suradinata (1998), anatomi batang terdiri dari epidermis, korteks,
endodermis dan silinder pusat. Untuk anatomi akar didapatkan terdiri dari
epidermis, korteks, endodermis dan silinder pusat.
Berdasarkan hasil pengamatan dan dibandingkan dengan literatur
Nugroho (2016), hasil yang didapatkan sesuai bahwa tumbuhan monokotil
memiliki akar yang tersusun dalam akar serabut, batang tidak bercabang-
cabang, pertulangan daun sejajar atau melengkung dan pembuluh angkut
tidak teratur sehingga tumbuhan padi termasuk dalam termasuk dalam
tumbuhan monokotil.
Adapun faktor kesalahan yang terjadi yaitu dari hasil anatomi daun,
batang dan akar tanaman padi (Oryza sativa) yang didapatkan tidak sesuai
dengan literatur karena pada saat pengamatan kami memiliki keterbatasan
waktu untuk mengamati anatomi daun, batang dan akar tanaman padi
sehingga hasil yang didapatkan tidak sesuai.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Morfologi tanaman padi dari hasil pengamatan merupakan tumbuhan
monokotil, dengan cirri-ciri sebagai berikut:
a. Daun : Pertulangan daun sejajar atau melengkung
b. Batang : Batang tidak bercabang-cabang
c. Akar : Akar tersusun dalam serabut yang kurang kokoh
2. Anatomi daun, batang dan akar dari tanaman dari tanaman padi yaitu
pada daun memiliki epidermis, korteks dan stomata. Pada batang
memiliki endodermis, korteks dan xylem floem. Sedangkan pada akar
memiliki korteks.
B. Saran
Sebaiknya dilaboratorium disediakan mikroskop yang masih bisa
berfungsi dengan baik, hanya ada beberapa mikroskop yang masih bisa
berfungsi dengan baik sehingga praktikan harus menunggu praktikan lain jika
akan menggunakan mikroskop.
DAFTAR PUSTAKA
Amir, B. 2016. Pengaruh Perakaran Terhadap Penyerapan Nutrisi dan Sifat
Fisiologis Pada Tanaman Tomat. Jurnal Perbal Univ Cokroaminoto Vol.4
No.1. Palopo.

Anu, Oktarin, dkk. 2017. Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa
Tumbuhan Suku Euphorbiaceae. Jurnal MIPA UNSRAT online 6(1) 69-
73.

Campbell, dkk. 2013. Biologi Jilid II. Erlangga. Jakarta.

Fahn, A. 1982. Anatomi Tumbuhan. Penejemah: Soediarto, A dkk. Gadjah Mada


University. Yogyakarta.

Grist, D.H,. 1960. Rice Formerly Agricultural Economist, Colonial Agricultural


Service, Malaya. Longmans Green and Co Ltd. London.

Lakitan, B. 1993. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada,


Jakarta

Nugroho, A.G. dkk. 2016. Biologi Umum: Tumbuhan Dikotil dan Monokotil.
Universitas Satya Negara Indonesia. Jakarta.

Nurul, H. 2015. Fisiologi, Anatomi dan Sistem Perakaran Pada Budidaya Padi
dengan Metode System of Rice Intensification (SRI) dan Pengaruhnya
Terhadap Produksi. IPB. Bogor.

Rosanti, D. 2013. Morfologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.

Sarjani, M., dkk. 2017. Identifikasi Morfologi dan Anatomi Tipe Stomata Famili
Piperaceae Di Kota Langsa. ISSN 2614-0500.

Sudibjo, 1998. Anatomi Manusia. FIK Universitas Negeri Yogyakata.


Yogyakarta.

Suradinata, 1998. Struktur Tumbuhan. Angkasa. Bandung.

Syukriah, Fivi, dkk. 2016. Implementasi Teknologi Augmented Reality 3D


Pada Pembuatan Organologi Tumbuhan. JURNAL ILMIAH FIFO P-
ISSN 2085-4315.

Tim Penyusun. 2019. Modul Praktikum Farmakognosi. Poltekkes Kemenkes


Gorontalo. Gorontalo.

Tjitrosoepomo, G. Morfologi Tumbuhan. UGM Press. Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai