Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Hari / Tanggal : Senin, 14 Oktober 2019
Waktu :-
Tempat :-
Sasaran : Masyarakat RW 02 Desa Dukuh Mencek, Sukorambi

A. Latar Belakang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku
yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang
menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya
sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan
kesehatan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penyuluhan ini diharapkan masyarakat mamburungan
mengetahui dan dapat melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
didesa mereka tersebut.
2. Tujuan Khusus
Pada Akhir Penyuluhan diharapkan masyarakat mampu :
a. Menjelaskan pengertian PHBS
b. Menjelaskan tujuan dilaksanakannya PHBS
c. Menyebutkan manfaat PHBS (minimal 3)
d. Menyebutkan 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (minimal 5).
C. Materi
1. Pengertian PHBS
2. Tujuan PHBS
3. Manfaat PHBS
4. 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab / Diskusi
E. Media
1. Leaflet
2. Lembar Balik
3. Setting tempat
F. Organisasi

Keterangan :

= Fasilitator = moderator

= pemateri = notulen

= peserta = dokumentasi
G. Kegiatan Penyuluhan

No. Fase Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Alokasi


Waktu
1 Pra 1. Salam Terapeutik 1. Menjawab salam
Interaksi 2. Perkenalan 2. Memperhatikan 3
3. Menjelaskan topik & tujuan 3. Memperhatikan Menit
penyuluhan 4. Menyepakati
4. Membuat kontrak waktu waktu
2 Kerja 5. Menanyakan kepada peserta apa 5. Menjawab
saja yang diketahui tentang PHBS pertanyaan 20
6. Menjelaskan pengertian PHBS 6. Memperhatikan Menit
7. Menjelaskan tujuan PHBS 7. Memperhatikan
8. Menjelaskan manfaat dari PHBS 8. Memperhatikan
9. Menjelaskan 10 perilaku hidup 9. Memperhatikan
bersih dan sehat
10. Menyediakan waktu untuk 10. Bertanya dan
melakukan diskusi atas materi memperhatikan
penyuluhan.
3 Terminasi 11. Mengevaluasi pemahaman 11. Menjawab
masyarakat dengan memberi pertanyaan
pertanyaan secara lisan 10
12. Menyampaikan anjuran dan 12. Memperhatikan Menit
harapan
13. Mengucapkan terima kasih dan 13. Menjawab salam
salam penutup.
F. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kesesuaian pelaksanaan peran dan tugas
b. Ketepatan setting lokasi dengan situasi dan kondisi tempat
c. Jumlah peserta terhadap target sasaran
d. Kesesuaian peserta terhadap target
e. Kelangkapan dan ketepatan media dan alat bantu lainnya
f. Efektifitas dan efisiensi penggunaan dana
2. Evaluasi Proses
a. Ketepatan waktu ( mulai, lamanya dan berakhirnya )
b. Kelancaran acara
c. Sikap tubuh dan penggunaan bahasa oleh petugas / panitia
d. Respon peserta ( adakah feedback? )
e. Ketepatan penggunaan metode dan media.
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta mampu menjelaskan pengertian PHBS
b. Peserta dapat menjelaskan tujuan dilaksanakannya PHBS
c. Peserta mampu menyebutkan manfaat PHBS (minimal 3 dari 8)
d. Peserta mampu menyebutkan 10 perilaku hidup bersih dan sehat
(minimal 5 dari 10).
Materi Penyuluhan

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

A. Definisi
Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)?

o PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran


sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya
sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-
kegiatan kesehatan dimasyarakat.
o PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bias ratusan. Misalnya tentang
gizi: makan beraneka ragam makanan, minum tablet darah,
mengkonsumsi Garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul
Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang
sampah pada tempatnya , membersihkan lingkungan.
o Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanaka semua perilaku
kesehatan.

B. Tujuan
Upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu
kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan
membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi,
untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan
pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan
masyarakat (Empowerment).
Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya
sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat dapat
menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan
meningkatkan kesehatannya.
C. Manfaat
Apa manfaat Rumah Tangga Ber-PHBS?
Bagi Masyarakat:

 Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.


 Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah–masalah
kesehatan.
 Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
 Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber
Masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan
jamban, ambulans desa dan lain-lain.

Bagi Rumah Tangga :

 Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.


 Anak tumbuh sehat dan cerdas.
 Anggota keluarga giat bekerja.
 Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi
keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan
keluarga.

D. Terdapat 10 indikator PHBS di dalam rumah tangga, yakni :


1. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Yang dimaksud tenaga kesehatan disini seperti dokter, bidan dan tenaga
paramedis lainnya. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa masyarakat yang
masih mengandalkan tenaga non medis untuk membantu persalinan, seperti
dukun bayi. Selain tidak aman dan penanganannya pun tidak steril, penanganan
oleh dukun bayi inipun dikhawatirkan berisiko besar dapat menyebabkan
kematian ibu dan bayi.
2. Balita diberikan ASI
Seorang ibu dapat memberikan buah hatinya ASI Eksklusif yakni
pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi mulai
usia nol hingga enam bulan.
3. Menimbang Balita Setiap Bulan
Penimbangan bayi dan Balita setiap bulan dimaksudkan untuk memantau
pertumbuhan Balita tersebut setiap bulan. Penimbangan ini dilaksanakan di
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) mulai usia 1 bulan hingga 5 tahun. Setelah
dilakukan penimbangan, catat hasilnya di buku KMS (Kartu Menuju Sehat).
Dari sinilah akan diketahui perkembangan dari Balita tersebut.
4. Gunakan Air Bersih
Dalam kehidupan sehari-hari seperti memasak, mandi, hingga untuk
kebutuhan air minum. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan
bakteri yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
5. Mencuci Tangan Memakai Sabun
Mencuci tangan di air mengalir dan memakai sabun dapat menghilangkan
berbagai macam kuman dan kotoran yang menempel di tangan sehingga tangan
bersih dan bebas kuman. Cucilah tangan setiap kali sebelum makan dan
melakukan aktifitas yang menggunakan tangan, seperti memegang uang dan
hewan, setelah buang air besar, sebelum memegang makanan maupun sebelum
menyusui bayi.
6. Tersedia Jamban
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan
kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan
leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit
penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. Ada beberapa syarat
untuk jamban sehat, yakni tidak mencemari sumber air minum, tidak berbau,
tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus, tidak mencemari tanah sekitarnya,
mudah dibersihkan dan aman digunakan, dilengkapi dinding dan atap
pelindung, penerangan dan ventilasi udara yang cukup, lantai kedap air,
tersedia air, sabun, dan alat pembersih.
7. Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu
Lakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) di lingkungan rumah tangga.
PJB adalah pemeriksaan tempat perkembangbiakan nyamuk yang ada di dalam
rumah, seperti bak mandi, WC, vas bunga, tatakan kulkas, dan di luar rumah
seperti talang air, dll yang dilakukan secara teratur setiap minggu. Selain itu,
juga lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M
(Menguras, Mengubur, Menutup).
8. Konsumsi sayur dan buah
Sangat dianjurkan karena banyak mengandung berbagai macam vitamin,
serat dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
9. Aktifitas Fisik
Baik berupa olahraga maupun kegiatan lain yang mengeluarkan tenaga
yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan
mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.Jenis
aktifitas fisik yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yakni berjalan
kaki, berkebun, mencuci pakaian, dan lain-lainnya.
10. Tidak Merokok
Di dalam satu puntung rokok yang diisap, akan dikeluarkan lebih dari
4.000 bahan kimia berbahaya, diantaranya adalah nikotin, tar, dan karbon
monoksida (CO). Jika ada anggota keluarga yang merokok (perokok aktif),
terlebih di dalam rumah, maka asap yang dihasilkan dari rokok tersebut tidak
hanya berbahaya bagi perokok itu sendiri, melainkan juga orang-orang
disekitarnya (perokok pasif) yang tentu saja berefek buruk bagi kesehatan.
Rumah sebagai tempat berlindung bagi keluarga, termasuk dari asap rokok.
Oleh karena itu, perokok pasif harus berani menyuarakan haknya untuk bebas
dari kepulan asap rokok.

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah


tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif
dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

Memang PHBS, khususnya di skala rumah tangga, memang terasa mudah


dalam teori, namun dalam pelaksanaannya memang butuh banyak dukungan,
mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar hingga pemerintah.

Banyak tantangan yang dihadapi dalam menerapkan PHBS di lingkungan


keluarga. Masih banyaknya iklan rokok yang ada di media cetak maupun
elektronik, makanan dan minuman cepat saji yang kurang sesuai dengan prinsip
gizi seimbang, belum adanya monitoring evaluasi terpadu tentang kegiatan PHBS
ini. Selain itu, kawasan padat penduduk di kota-kota besar seperti Surabaya dan
juga banyaknya penduduk musiman yang menimbulkan permasalahan pada
kehidupan sosial dan ekonomi juga merupakan tantangan tersendiri dalam
penerapan PHBS.

Oleh karena itu, bagaimana upaya penerapan sepuluh PHBS di lingkungan


keluarga, tentu sangat tergantung dari kesadaran dan peran aktif masyarakat di
lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Sebab, upaya mewujudkan
lingkungan yang sehat akan mendukung pola perilaku kehidupan masyarakat yang
sehat secara kerkesinambungan.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/106-terapkan-
10-indikator-phbs-dalam-lingkungan-keluarga
http://csrpdamkotabogor.wordpress.com/edukasi/perilaku-hidup-bersih-dan-
sehat-phbs/
http://rindasaribatubara.wordpress.com/phbs-prilaku-hidup-bersih-dan-sehat/
http://www.dinkesjatengprov.go.id/dokumen/2013/PUBLIK/jAMBORE_kad
er_Kesehatan_2013/PHBS_sudut_pandang_Islam%20.pdf