Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL BOOK REPORT

STRUKTUR HEWAN

Disusun oleh :

Ahmad Rasyid Ridho Agus

Dianita Pakpahan

PENDIDIKAN BIOLOGI B 2017


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat-Nya kepada kita.Oleh karena berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan
Critical Book Report ini.

Selanjutnya terima kasih Penulis sampaikan kepada Bapak Dosen. Selaku dosen
pengampu mata kuliah Struktur hewan yang telah memberikan kesempatan kepada saya
untuk menyelesaikan Critical Book Report ini..

Critical Book Report ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah struktur
hewan.“Sistem rangka pada aves” sebagaimana CBR ini yang masih belum sempurna.
Namun demikian Penulis hanya bisa berusaha untuk memberikan yang terbaik.Semoga dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca.

23, September 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i


DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1
1.3. Tujuan.......................................................................................................................... 1
BAB II........................................................................................................................................ 2
REVIEW .................................................................................................................................... 2
2.1 Deskripsi Buku ................................................................................................................. 2
2.2 Ringkasan Buku I ............................................................................................................. 2
2.3 Ringkasan Buku II............................................................................................................ 3
BAB III ...................................................................................................................................... 5
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN.................................................................................... 5
Kelebihan Buku I ................................................................................................................... 5
Kekurangan Buku I ................................................................................................................ 5
Kelebihan Buku II .................................................................................................................. 5
Kekurangan Buku II ............................................................................................................... 5
BAB IV ...................................................................................................................................... 6
KESIMPULAN .......................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 7

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Critical book adalah hasil kritik/bandingan tentang suatu topik materi yang pada
umumnya di perkuliahan terhadap buku yang berbeda. Penulisan critical book ini pada
dasarnya adalah untuk mengulas kembali isi bab pada buku struktur hewan. Setiap bab yang
dibuat oleh penulis tertentu pastilah mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Dimana Kelayakan suatu buku dapat kita ketahui jika kita melakukan resensi terhadap buku
itu dengan mencoba melihat kembali apa-apa saja kekurangan pada bab itu dan kelebihannya.
Suatu buku dengan kelebihan yang lebih dominan dibandingkan dengan kekurangan nya
artinya buku ini sudah layak untuk dipakai dan dijadikan sumber referensi bagi khalayak
ramai.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa kekurangan dari buku struktur hewan pada bab sitem rangka ? (Buku I)?
2. Apa kelebihan dari buku struktur hewan pada bab sitem rangka ? (Buku I) ?
3. Apa kekurangan dari buku struktur hewan pada bab sitem rangka (Buku II)?
4. Apa kelebihan dari buku struktur hewan pada bab sitem rangka (Buku II)?

1.3. Tujuan
Mengetahui kekurangan dan kelebihan buku.

1
BAB II

REVIEW

2.1 Deskripsi Buku


Identitas Buku

1. buku utama
 judul : Biologi Vertebrata
 penulis : Sukiya
 penerbit : Jica
 kota terbit : Yokyakarta
 tahun terbit : 2003
 isbn :-

2. buku pembanding
 judul :Biologi Sistem
 penulis :Tim Dosen Biologi Sistem
 penerbit :UNIMEDPress
 kota terbit :Medan
 tahun terbit :2017
 isbn :-

2
2.2 Ringkasan Buku I

SISTEM RANGKA PADA AVES

Sistem rangka tubuh burung memiliki bentuk unik. Secara umum tulangnya ringan,
terutama pada spesies yang dapat terbang. Tulang besar yang mengandung lubang berisi
udara berkaitan dengan sistem pernapasan. Tulang tengkorak. sebagian besar saling menyatu.
Bagian tulang tengkorak bersendi dengan tulang leher pertama disebut kondilus oksipitalis.
Rahang bagian bawah dan atas memanjang sebagai penopang paruh, Gigi seluruhnya lenyap
pada burung modern. Rahang bawah terdiri atas 5 tulang dan bersambung dengan tulang
tengkorak dengan alat quadrat yang dapat bergerak. Orbita sangat besar dan terpisah satu
sama lain oleh septum interorbital tipis sehingga otak terdorong ke belakang. Struktur
palatum burung merupakan salah satu karakter yang digunakan dalam diagnosis kategori
taksonomi.

Kolumna verebralis burung mengalami banyak adaptasi. Vertebra servikalis lebil


banyak daripada kelompok vertebrata lain, dan jumlahnya sangat bervariasi, fleksibel
terutama karena artikulasi permukaan persendian yang memungkinkan gerakan bebas.
Persendian yang demikian ini disebut herocoelous. Vertebra torakis anterior mampu
bergerak. Bagian lumbar, sakrum, dan anterior kaudal, bersatu dengan pelvis membentuk
sinsakrum. Beberapa vertebra caudal bebas dan bagian distal bersatu membentuk struktur
tunggal yang disebut pigostile sebagai ekor pendek.

Tulang iga burung bentuknya rata, dan semuanya (selain iga pertama dan terakhir)
membentuk processus uncinatus yang saling terhubung dengan tulang iga berikutnya.
Processus uncinatus berfungsi untuk memperkuat torax dan perlekatan otot Sternun atau
tulang dada sangat rata dan lebar sehingga memberi permukaan cukup utuk perlekatan otot-
otot yang digunakan untuk terbang. Semua jenis burung, kecuali ratite memounva (burung
yang tidak dapat terbang), adalah carinate artinya burung yang mempunyai carina sterni
tempat letaknya otot-otot untuk terbang (pectoralis mayor dan pectoralis minor).

Modifikasi rangka yang paling menyolok terjadi pada anggota badan depan. Hanya
dua unsur karpal yang ditemukan yaitu radiale dan ulnare yang masing-masing bersambung
dengan radius dan ulna.

Meskipun anggota badan belakang tidak berubah seperti anggota badan depan
vertebrata lain, namun menunjukkan beberapa kekhususan menarik. Tulang betis (fibula)
secara proporsional kecil dan sebagian bersatu dengan tulang kering (tibia). Beberapa tulang
pergelangan kaki (tarsal) seperti bersatu dengan ujung distal tibia, disebut tibiotarsus. Sisa
pergelangan kaki bersatu dengan metatarsal kedua, ketiga dan keempat yang membentuk
tulang yang disebut tarsometatarsus. Bekas metatarsal pertama dihubungkan dengan tulang
ini oleh ligamentum. Tidak lebih dari 4 jari kaki yang ditemukan pada burung dan jumlah ini
kadang berkurang hanya tiga dan pada burung unta (Ostrich) hanya dua.

2
2.3 Ringkasan Buku II
SISTEM RANGKA

Fungsi umum dari sistem rangka (sistem skelet) adalah sebagai beri.. melindungi
organ-organ vital, seperti otak dan paru-paru, (ii) membantu ventilasi paru-paru, terutama
pada amniota, (iii) sebagai sumber atau depot dari berbagai jenis mineral, (iv) memberi
rigiditas terhadap bagian tubuh yang lembut, dan (v) membina alat gerak (lokomosi) dengan
cara bekerja sama dengan sistem otof.

Untuk keperluan matakuliah ini, sistem kerangka yang akan dibahas dalam Bab 5 ini
adalah sistem kerangka dalam (endoskelet). Endoskelet dapat dibagi ke dalam tiga bagian
utama, yaitu rangka sumbu (rangka aksial), rangka anggota dan tulang heterotropik.

5.1. Rangka Sumbu (Rangka Aksial)

5.1.1. Tengkorak (Cranium)

Komponen struktural dan fungsional dari tengkorak terdiri atas neurokranium,


dermatokranium dan splanknokranium.

Neurokranium, kadang-kadang disebut juga endokranium atau kanfung ota primer,


merupakan bagian dari kerangka yang berfungsi untuk melindungi ota dan organ-organ
sensoris tertentu.

Dermatokranium: Secara umum terdiri atas tulang-tulang penutup yang terdapat di


sebelah dorsal dan lateral dari otak serta neurokranium, tulang derma dari rahang atas dan
tulang langit-langit primer (primary palate).

Splanknokranium: Splanknokranium merupakan rangka yang berasal dari lengkung


farinks. Oleh karena itu pada pisces merupakan rangka rahang dan farinks.

5.1.2. Tulang Belakang (Columna Vertebralis)

Tulang belakang dibangun oleh seurutan vertebra (ruas tulang belakang) yang
terentang dari tengkorak hingga ujung ekor dan berfungsi untuk melindungi sumsum tulang
belakang (spinal cord). Umumnya suatu vertebra dibangun oleh tiga buah struktur dasar
anatomis, yaitu badan vertebra atau sentrum (corpus vertebra), lengkung (arcus) dan taju
(processus) yang terpancar dari lengkung atau badan vertebra.

Badan vertebra, ini mempunyai dua buah permukaan persendian dengan badan
vertebra yang berdekatan, dan masing-masing disebut fasies terminalis nterior dan fasies
terminalis posterior. Berdasarkan bentuk fasies terminalis tersebut dikenal adanya macam-
macam jenis badan vertebra, seperti: Amfisel, prosel, opistosel, amfiplati, heterosel.

Lengkung ada dua macam yaitu lengkung neural (arcus neuratis) dan lengkung hemal
(arcus hemalis). Lengkung neural dibentuk oleh dua buah keping tulang yang bertemu di
daerah mediodorsal. Berfungsi untuk melindungi sumsum tulang belakang (medula spinalis).

3
Taju, taju neural (processus neuralis) merupakan taju yang letaknya median dan tumbuh dari
lengkung neural dengan arah dorso-kaudad. Taju hemal (prosessus hemalis), merupakan taju
yang letaknya median dan tumbuh dari lengkung hemal dengan arah ventro-kaudad.

Tulang belakang ikan terdiri vetebra badan (abdominalis) dan vetebra ekor (kaudalis).
Vetebra kaudalis memperlihatkan adanya lengkung hemal. Badan vetebra pada kebanyakan
ikan adalah amfisel. Pada teleostei, di antara badan vetebra, selaput notokord membuat
ligamen-ligamen intervetebra yang kuat. Taju neural sering sangat panjang, dan dari badan
vetebra maupun lengkung vetebra mencuat bermacam-macam taju.

5.1.3. Rusuk (Costae)

Rusuk toraks: Pada burung bagian sternum biasanya menulang. Tidak semua rusuk
bagian sternum berhubungan langsung dengan sternum. Beberapa rusuk toraks yang posterior
ada yang berhubungan dengan rusuk sebelumnya, disebut costae spurium. Bahkan ada pula
yang sama sekali bebas atau melayang, disebut costae fluctutans. Rusuk toraks burung
mempunyai taju pipih, disebut uncinate prosess tempat melekatnya otot skapula.

5.1.4. Tulang Dada (Sternum)

Sternum burung yang dapat terbang, pada daerah medio-ventralnya tumbuh suatu
pematang yang disebut karina, tempat melekatnya otot-otot terbang.

5.2 Rangka Anggota (Rangka Apendikular)

5.2.1. Gelang Bahu (Gelang Pektoral)

Gelang bahu yang terdapat pada dari suatu póla dasar yang dimiliki oleh teleostei dini,
yang terdiri atas tiga pasang tulang endokondral, yaitu tulang korakoid, skapula dan
supraskapula; dan tulang derma yang terdiri atas klavikula, suprakleitrum dan posttemporal.

4
BAB III

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan Buku I
 Buku ini menjelaskan secara terperinci
 Bahasa yang digunakan mudah dipahami karena bahasa inggrisa merika
 Dilengkapi dengan gambar sehingga mudah dimengerti
 Dilengkapi dengan table
 Ada penjelasan dari kata-kata yang sulit

Kekurangan Buku I
 Belum ada terjemahan ke bahasa Indonesia
 Tidak ada penyampaian poin per poin dalam buku

Kelebihan Buku II
 Buku membahas secara rinci
 Materi pada buku dibuat secara berurut
 Pada pembahasan materi dicantumkan contoh
 Bahasa nya mudah untuk dimengerti

Kekurangan Buku II
 Tidak ada disertakan nya gambarpada contoh
 Warna sampul buku kurang menarik

5
BAB IV

KESIMPULAN

Berdasarkan riview yang kami buat diatas dapat kami simpulkan bahwa buku yang
mudah untuk digunakan untuk pembelajaran adalah buku Utama atau buku pertama , karna
buku utama merupakan lebih menjelaskan secara terperinci dan dilengkapi dengan gambar-
gambar yang jelas sehingga mudah dipahami

6
DAFTAR PUSTAKA

Sukiya . 2003 . Biologi Vertebrata . Yokyakarta : Jica

Tim Dosen Unimed . 2017 . Biologi Sistem . Medan : UnimedPress