Anda di halaman 1dari 4

PENGAMBILAN SPESIMEN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN

LABORATORIUM

No. SOP/
Dokumen LAB/X/2019/001
RUMAH SEHAT No. Revisi 00 Ditetapkan Direktur,
BASUKI
SOP Tanggal
19 Oktober 2019
Jl. Rambutan No 16, Terbit
Kwarasan, Grogol, Halaman
Sukoharjo
Telp. 085600946086
dr. Christine Notoningtiyas S.

Pengambilan dan pendistribusian specimen darah dalam


1. Pengertian keadaan fresh dan aman sebagai bahan pemeriksaan
laboratorium

Sebagai acuan dalam pengambilan dan penyediaan


2. Tujuan spesimen darah untuk dikirim ke laboratorium bagi
pasien

3. Kebijakan
1. Adanya analis yang diberi tanggung jawab untuk kegiatan
laboratorium pada jam kerja laboratorium
2. Menyediakan spesimen (urine dan sampel darah)

4. Referensi

5. Prosedur A. Persiapan peralatan

1. Spuit , lanset
2. Kapas alcohol(alcohol swab)
3. Plester
4. Tourniquet Lancet, spuit steril
5. Needle
6. Tube holder
7. Sarung tangan
8. Perlak dan pengalas
9. Bengkok
10. Wadah menggunakan berbagai macam tabung
vacutainer
a. Darah kultur
b. Koagulasi (Tutup biru)
c. Tanpa zat additive (Tutup merah)
d. Hemarpin (Tutup hijau)
e. EDTA (Tututp ungu)
B. Lokasi pengambilan
a. Darah vena: vena mediana cubiti atau vena chepalica
b. Darah arteri: arteri radialis di pergelangan tangan atau
arteri femoralis di daerah lipat paha
c. Daerah kapiler: ujung jari tengah atau jari manis bagian
tepi (dewasa dan anak), tumit bagian tepid an telapak
kaki atau cuping telinga (bayi)
C. Volume
Volume darah yang diambil harus mencukupi kebutuhan
pemeriksaan laboratorium yang diminta
D. Tenik pengambilan darah
a. Pungsi Vena
1.) Posisi lengan pasien harus lurus jangan
membengkokkan siku. Pilih lengan yang banyak
melakukan aktivitas.

2.) Pasien diminta untuk mengepalkan tangan


3.) Pasang tourniquet kira-kira 10 cm di atas lipat siku
4.) Tusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum
menghadap ke atas dengan sudut kemiringan antara
jarum dan kulit 15 derajat, bila menggunakan tabung
vakum, tekan tabung vakum sehingga vakumnya
bekerja dan darah masuk ke dalam tabung. Bila
jarum berhasil masuk vena akan terlihat darah
masuk ke dalam spuit. Bila darah tidak keluar. Ganti
posisi penusukan, tusukan terlalu dalam tarik sedikit
atau sebaliknya. Usahakan darah dapat keluar
dengan satu kali tusuk.
5.) Setelah volume darah dianggap cukup, lepaskan
tourniquet dan pasien diminta membuka kepalan
tangannya. Volume darah yang diambil sesuai
dengan jumlah yang diperlukan untuk pemeriksaan
6.) Lepaskan/ tarik jarum dengan segera letakkan kapas
kering di atas bekas suntikan untuk menekan bagian
tersebut selama 2 menit. Setelah darah berhenti,
plester bagian bekas tusukan. Jangan menarik jarum
sebelum tourniquet dibuka.
b. Pungsi Kapiler
1.) Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil
darahnya dengan alcohol 70% dan biarkan kering
untuk mencegah terjadinya hemolisis dan rasa
terbakar.
2.) Peganglah bagian tersebut supaya tidak bergerak
tekan sedikit supaya rasa nyeri bekas tusukan
berkurang
3.) Tusuklah dengan cepat memakai lancet, pada jari
tusuklah pada bagian ujung / pinggir jari. Pada daun
telinga tusuklah tepinya.
4.) Buanglah tetes darah pertama yang keluar dengan
memakai kapas kering dan selanutnya digunakan
untuk pemeriksaan
E. Prosedur
1. Mencatat nama pasien dan macam pemeriksaan di buku
pemeriksaan laboratorium
2. Menyediakan tempat penampungan (tabung vacutainer)
sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan dan masing-
masing diberi etiket yang lengkap, meliputi :
a. Nama pasien
b. Umur
c. Tanggal pengambilan
d. Tanggal lahir pasien
3. Menyiapkan pasien dan alat tindakan
4. Mengambil sampel darah sesuai permintaan
5. Mengetik hasil laboratorium secara manual
6. Petugas laborat menulis biayanya (ditulis dengan secarik
kertas nota)
6. Unit 1. Laboratorium
Terkait 2. Rawat Jalan