Anda di halaman 1dari 12

PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 1 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI
BAB I DEFINISI ............................................................................ 2
BAB II RUANG LINGKUP .............................................................. 3
BAB III TATA LAKSANA ................................................................ 5
BAB IV DOKUMENTASI .............................................................. 12

1
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 2 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

BAB I
DEFINISI

A. LATAR BELAKANG
Identifikasi pasien adalah proses mencocokkan gelang
identifikasi pasien pada pergelangan tangan kiri / kanan yang
tercantum nama lengkap, tanggal lahir dan nomor Rekam Medis
dengan identitas orang yang akan diberikan, dilakukan
tindakan/prosedur, diambil darah/sample, pemberian obat dan
cairan serta diberikan darah atau produk darah.

Gelang identifikasi pasien adalah suatu alat berupa gelang


identifikasi yang dipasangkan kepada pasien secara individual yang
digunakan sebagai identitas pasien selama dirawat di RS.

B. TUJUAN
1. Mendeskipsikan prosedur untuk memastikan tidak terjadinya
kesalahan dalam identifikasi pasien selama perawatan di
rumah sakit.
2. Mengurangi kejadian / kesalahan yang berhubungan dengan
salah identifikasi. Kesalahan ini dapat berupa; salah pasien,
kesalahan prosedur, kesalahan medikasi, kesalahan transfusi,
dan kesalahan pemeriksaan diagnostik.

2
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 3 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

BAB II
RUANG LINGKUP

A. RUANG LINGKUP
Panduan ini ditetapkan kepada semua pasien rawat inap
dan one day care. Pelaksana panduan ini adalah para tenaga
kesehatan (perawat, bidan, laboratorium, farmasi, dan RM).

B. PRINSIP
1. Semua pasien rawat inap yang akan menjalani suatu tindakan
atau prosedur, harus memberikan identitas dengan benar
pada saat masuk rumah sakit agar petugas rumah sakit bisa
mengidentifikasi pasien dengan benar.
2. Kapanpun dimungkinkan pasien rawat inap harus
menggunakan gelang pengenal dengan minimal 2 data (nama
lengkap sesuai e-ktp dan tanggal lahir) dari 3 kategori (nama
lengkap sesuai e-ktp, tanggal lahir dan nomor RM).
3. Tujuan utama tanda pengenal ini adalah untuk
mengidentifikasi pasien ketika pemberian obat, darah, atau
produk darah; pengambilan darah dan specimen lain untuk
pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan
lain.

C. KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB


a. Bagian Pendaftaran Rawat Inap
1. Memahami dan menerapkan prosedur identifikasi pasien
2. Menanyakan kebenaran identitas pasien kepada
keluarga pasien
3. Melaporkan kejadian salah identifikasi pasien

3
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 4 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

b. Perawat yang bertugas ( perawat penanggung jawab pasien)


1. Bertanggung jawab memakaikan gelang pengenal pasien
dan memastikan kebenaran data yang tercatat di gelang
pengenal.
2. Memastikan gelang pengenal terpasang dengan baik.
Jika terdapat kesalahan data, gelang pengenal harus
diganti, dan bebas coretan.
3. Memastikan identifikasi pasien yang benar ketika
pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan
darah dan specimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau
pemberian pengobatan atau tindakan lain .

4
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 5 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

BAB III
TATA LAKSANA

1. PEMAKAIAN GELANG PENGENAL


a. Identitas pasien dalam bentuk gelang.
b. Identifikasi dilakukan dengan cara :
 Verbal : menanyakan atau mengkonfirmasi nama pasien
dan tanggal lahir
 Visual : melihat 2 (dua) dari 3 (tiga) identitas ke gelang
pasien dan mencocokan gelang pasien
 Pertemuan berikutnya, melihat secara visual 2 (dua) dari 3
(tiga) identitas ke gelang pasien.
 Bila dijumpai pasien dengan nama sama maka diberi tanda
“HATI-HATI PASIEN DENGAN NAMA SAMA”
c. Semua pasien harus diidentifikasi dengan benar sebelum
pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan
darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis atau
pemberian pengobatan atau tindakan lain.
d. Pakaikan gelang pengenal di pergelangan tangan pasien yang
dominan, jelaskan dan pastikan gelang terpasang dengan baik
dan nyaman untuk pasien
e. Jika tidak dapat dipakaikan dipergelangan tangan, pakaikan
dipergelangan kaki. Pada situasi dimana tidak dapat dipasang
dipergelangan kaki, gelang pengenal dapat diganti dengan
tanda pengenal berupa kalung identitas. Hal ini harus dicatat
di rekam medis pasien. Kalung pengenal harus dipastikan
terpasang dan terlihat jika pasien mengganti pakaian.
f. Gelang pengenal hanya boleh dilepas saat pasien
keluar/pulang dari rumah sakit.

5
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 6 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

g. Gelang pengenal pasien sebaiknya mencakup 3 detail wajib,


yaitu :
a) Nama lengkap pasien (e-KTP)
b) Nomor rekam medis
c) Tanggal lahir pasien
h. Warna gelang pengenal sesuai jenis kelamin pasien
i. Nama tidak boleh disingkat. Nama harus sesuai dengan yang
tertulis di rekam medis dan kartu pengenal pasien.
j. Jika gelang pengenal terlepas, segera berikan gelang pengenal
yang baru.
k. Gelang pengenal harus dipakai oleh semua pasien selama
perawatan di rumah sakit.
l. Jelaskan prosedur identifikasi dan tujuannya kepada pasien
m. Periksa ulang detail data digelang pengenal sebelum
dipakaikan ke pasien
n. Saat menanyakan identitas pasien, selalu gunakan pertanyaan
terbuka, misalnya; siapa nama anda? (jangan menggunakan
pertanyaan tertutup seperti “ apakah nama anda ibu susi?”
o. Berikut adalah beberapa prosedur yang membutuhkan
identifikasi pasien, yaitu :
a) Pemberian obat dan cairan
b) Pemberian darah/ prodak darah dan spesimen lain
c) Pemberian pengobatan tindakan/prosedur
p. Pada pasien dengan kondisi tertentu, identifikasi dilakukan
dengan cara :
a) Bila kedua pergelangan akan mendapatkan tindakan
medis gelang dapat digunting dan dipakai kembali segera
setelah tindakan selesai.
b) Bila bayi kembar dapat menggunakan nama ibu dan di
urut berdasarkan waktu kelahiran.

6
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 7 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

c) Pasien dengan jenis kelamin tidak jelas, sementara


diberikan kalung pengenal sebagai pengganti gelang
identitas sampai dilakukan pemeriksaan anatomi untuk
memastikan jenis kelamin.

2. WARNA PADA GELANG PENGENAL


a. Ada 2 warna gelang pengenal yang digunakan oleh pasien,
yaitu :
a) Warna biru untuk laki-laki
b) Warna merah muda untuk perempuan
b. Ada gelang penanda yang dipasang setelah gelang pengenal
terpasang dengan warna sebagai berikut :
a) Gelang warna merah untuk pasien alergi
b) Gelang warna ungu untuk pasien do not resuscitation
(DNR)
c) Gelang kuning untuk pasien resiko jatuh

3. PROSEDUR IDENTIFIKASI PEMBERIAN OBAT

a. Petugas UGD harus mengkonfirmasi identifikasi pasien dengan


benar dengan menanyakan nama dan tanggal lahir pasien,
kemudian membandingkannya dengan tercantum direkam
medis dan gelang pengenal. Jangan menyebutkan nama,
tanggal lahir, dan alamat pasien dan meminta pasien untuk
mengkonfirmasi dengan jawaban ya/ tidak.

b. Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak


memakai gelang pengenal. Gelang pengenal harus dipakaikan
ulang oleh perawat yang harus bertugas menangani pasien
secara personal sebelum pasien mengalami suatu prosedur.

7
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 8 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

c. Pastikan petugas melakukan 7 benar dalam pemberian obat,


yaitu
1. Benar pasien
2. Benar obat
3. Benar cara pemberian
4. Benar dosis
5. Benar waktu
6. Benar dokumentasi
7. Benar informasi

4. PROSEDUR IDENTIFIKASI PASIEN YANG MENJALANI


TINDAKAN OPERASI
a. Petugas dikamar operasi harus mengkonfirmasi identitas
pasien
b. Bila diperlukan untuk melepas gelang identitas selama
dilakukan operasi, tugaskanlah seorang perawat di kamar
operasi bertanggung jawab melepas dan memasang
kembali gelang identifikasi pasien.
c. Gelang identifikasi yang dilepaskan harus ditempel di
depan rekam medis pasien.

5. PROSEDUR IDENTIFIKASI PENGAMBILAN DAN PEMBERIAN


PRODUK /KOMPONEN DARAH
a. Identifikasi, pengambilan, penerimaan, dan penyerahan
kompenen darah (tranfusi) merupakan tanggung jawab
petugas yang mengambil darah
b. Dua petugas bagian perawatan yang kompeten harus
memastikan kebenaran : data demografik pada kantong
darah, jenis darah, golongan darah pada pasien dan yang
tertera pada kantong darah, waktu kadaluarsanya, dan
identitas pasien pada gelang pengenal.

8
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 9 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

c. Petugas perawat harus meminta pasien untuk


menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya.
d. Jika perawat tidak yakin / ragu akan kebenaran identitas
pasien, jangan lakukan transfusi darah sampai diperoleh
kepastian identitas pasien dengan benar.

6. PROSEDUR IDENTIFIKASI PADA BAYI BARU LAHIR ATAU


NEONATUS
a. Gunakan gelang pengenal berwarna merah muda (pink)
untuk bayi perempuan dan gelang warna biru muda untuk
bayi laki – laki.
b. Pada kondisi dimana jenis kelamin sulit ditentukan,
identifikasi dapat menggunakan nama dada sementara
sampai dilakukannya pemeriksaan anatomi.

7. PROSEDUR IDENTIFIKASI PADA PASIEN TIDAK SADAR


a. Petugas melakukan identifikasi pada pasien yang tidak
sadar dengan cara bertanya pada keluarga dekat apabila
pasien tidak ditemani oleh keluarga maka petugas dapat
melihat bukti diri yang ada pada pasien yang disaksikan
oleh petugas keamanan RS atau petugas ruangan tersebut.
b. Petugas pendaftaran menanyakan nama pasien sesuai KTP,
dan tanggal lahir pasien
c. Jika pasien tidak mampu memberitahukan (tidak sadar),
verifikasi identititas pasien kepada keluarga /
pengantarnya. Jika kemungkinan, gelang pengenal jangan
dijadikan satu-satunya bentuk identifikasi sebelum
dilakukan suatu intervensi. Tanya ulang nama dan tanggal
lahir pasien, kemudian bandingkan jawaban pasien dengan
data yang tertulis di gelang pengenalnya.

9
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 10 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

8. PROSEDUR IDENTIFIKASI PASIEN RAWAT JALAN


a. Tidak perlu menggunakan gelang pengenal
b. Sebelum melakukan suatu prosedur terapi, tenaga
medis/perawat harus menanyakan identitas pasien berupa
nama dan tanggal lahir. Data ini harus dikonfirmasi dengan
yang tercantum pada rekam medis.
c. Jika pasien rawat jalan tidak dapat mengidentifikasi dirinya
sendiri, verifikasi data dengan menanyakan keluarga
/pengantar pasien.

9. PROSEDUR IDENTIFIKASI DI RUANGAN RAWAT INAP


a. Identifikasi dilakukan dengan cara :
 Verbal : menanyakan atau mengkonfirmasi nama pasien
dan tanggal lahir
 Visual : melihat 2 (dua) dari 3 (tiga) identitas ke gelang
pasien dan mencocokan gelang pasien
 Pertemuan berikutnya, melihat secara visual 2 (dua) dari
3 (tiga) identitas ke gelang pasien.
 Bila dijumpai pasien dengan nama sama maka diberi
tanda “HATI-HATI PASIEN DENGAN NAMA SAMA”

10. PROSEDUR PELEPASAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN


a. Pasien yang akan dipulangkan baik itu sembuh, PAPS
(Pulang Atas Permintaan Sendiri) dan meninggal dunia akan
dilepaskan gelang identifikasi nya.
b. Petugas yang melepaskan gelang identifikasi adalah perawat
dimana pasien tersebut di rawat.
c. Sebelumnya lakukan serah terima berkas-berkas dan obat-
obatan (jika ada) kepada pasien atau keluarga
d. Pastikan rekening pembayaran telah selesai dengan
menunjukkan bukti pembayaran.

10
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 11 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

e. Perawat memastikan identitas pasien pada gelang identitas


dengan berkas rekam medis.

11
PANDUAN

RSIA RESTU BUNDA NOMOR : 009/RSIARB/SPO.Kep.dir.WAT.008/2017


BANDAR LAMPUNG HALAMAN : 12 dari 12

IDENTIFIKASI PASIEN

BAB IV
DOKUMENTASI

Dokumentasi identifikasi pasien di RSIA Restu Bunda adalah


berupa gelang yang digunakan sebagai tanda pengenal/identitas
pasien rawat inap. Dengan tambahan gelang penanda berwarna
merah untuk pasien alergi , ungu untuk pasien DNR dan kuning
untuk pasien risiko jatuh.

12