Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa, yang memberi Segala
kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah penulis yang berjudul
“alat ukur curah hujan”. Isi dalam makalah ini bersumber dari berbagai situs,dan literatur,
serta jurnal yang penulis jumpai. Selain dari kalimat terdapat juga gambar-gambar yang
penulis masukkan kedalam makalah ini. Oleh sebab itu penulis berterima kasih kepada para
sumber yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih sangat jauh dari sempurna,
untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk semua pihak yang membaca.

Samarinda, 1 April 2018

Penulis

RIZKY SUNARYA ADAM


AVIANNUR
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................

DAFTAR ISI............................................................................................................. 1

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 2

1.1 Latar Belakang............................................................................................ 2

1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2

1.3 Tujuan Makalah .......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 3

2.1 OBS ............................................................................................................ 3

2.2 NETA ......................................................................................................... 6

BAB III PENUTUP .................................................................................................. 13

3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 13

3.2 Saran .......................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 14

Page 1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Alat Ukur Curah Hujan merupakan alat yang digunakan untuk mencatat intensitas
curah hujan dalam kurun waktu tertentu. Hasil pencatatan curah hujan pada umumnya
dihubungkan dengan hasil pencatatan pergerakan tanah pada extensometer. Hasil pencatatan
alat pengukur curah hujan dapat digunakan sebagai pembanding dengan hasil pencatatan
pergerakan tanah pada extensometer yang dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas
curah hujan, maka tanah cenderung mudah bergerak, Rain Gauge atau Alat Pengukur Curah
Hujan terdiri dalam beberapa type yaitu Manual dan juga otomatis.

Alat penakar curah hujan ( Jenis Obs/Observatorium) Hujan merupakan salah satu
parameter cuaca yang dibutuhkan untuk kepentinganBMKG dalam menentukan kondisi
lingkungan dan masyarakat yang memerlukan data curahhujan.Curah hujan adalah jatuhan
butir-butir atau tetes hujan yang mencapai permukaan bumi. Jumlah curah hujan adalah curah
hujan yang mencapai permukaan bumi selama jangka waktu yang ditentukan dan dinyatakan
dalam ukuran kedalamannya, denganketentuan bahwa tidak ada air yang hilang karena
penguapan air atau mengalir Waktu Pengamatan Pengamatan untuk curah hujan harus
dilakukan tiap hari pada jam-jam tertentuwalaupun cuaca baik. Namun ketentuannya hujan
ditakar setiap 3 jam sekali yang dimulaidari jam 00.00, 03.00, 06.00, 09.00, 12.00, 15.00
UTC, dan seterusnya Alat pengukur curah hujan Penakar hujan merupakan peralatan
meteorologi yang dipergunakan untuk mengukur curah hujan yang terdiri atas dua macam
penakar hujan yaitu penakar hujan recording dannon recording.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Ada pun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:

1. Apa itu OBS dan NETA?


2. Bagaimana cara memakainya?
1.3 Tujuan MAKALAH

Dengan dibuatnya makalah ini diharap pembaca dapat mengetahui bagaimana


penggunaan alat ukur curah hujan OBS dan NETA

Page 2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 OBS

Panakar hujan Onservatorium


merupakan penakar hujan non-recording atau
tidak dapatmencatat sendiri. Penakar hujan OBS
berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan
yang jatuh pada permukaan tanah dalam periode
waktu 24 jam. Jumlah curah hujan yang terukur
dinyatakandalam satuan mm.Panakar hujan
OBS, pada pengamatan Agroklimat diamati tiap
jam 07.00 waktusetempat, sedangkan untuk
pengamatan sinoptik diamati tiap
jam.Pancatatan data curah hujan hasil
pengukuran dinyatakan dalam bilangan bulat.
apabilatidak ada hujan ditulis strip (-). Bila
curah hujan yang terukur kurang dari 0.5 mm
maka ditulis 0, jika lebih dari 0.5 ditulis 1.

Bagian-bagian Alat

Panakar hujan OBS terdiri dari lima bagian utama yaitu.

1.Corong penakar yang berbentuk lingkaran yang dapat dilepas dengan luas100 cm persegi.

2.Tabung panampung air hujan.

3.Kran untuk mengeluarkan air

4.Penyangga

5.Gelas ukur dengan skala 0 – 25 mm. (lihat gambar Penakar hujan Observatorium (OBS)

Page 3
Spesifikasi teknis :
− Jenis : Observatorium (OBS)
− Bahan :Ring corong, pipa corong, pipa badan dan kran terbuat dari kuningan Badan
terbuat dari seng kualitas baik dengan ketebalan minimal 0,8 mm atau stainlessteel
(DOP) ketebalan
− 0,5 mm, dicat anti karat warna broncemetalic
− Luas corong : 100 cm²
− Diameter badan terlebar : 21,5 cm
− Tinggi badan : 60 cm
− Kran dapat kunci dengan gembok kuningan kualitas baik dan tahan karat.
− Gelas ukur standar 100 cm² sebanyak 2 (dua) buah

Cara Kerja Alat


Saat terjadi hujan, air hujan yang
tercurah masuk dalam corong penakar.
Air yang masuk dalam penakar dialirkan
dan terkumpul di dalam tabung
penampung. Pada jam-jam pengamatanair
hujan yang tertampung diukur dengan
menggunakan gelas ukur. Apabila jumlah
curah hujan yang tertampung jumlahnya
melebihi kapasitas ukur gelas ukur, maka
pengukuran dilakukan beberapa kali
hingga air hujan yang tertampung dapat
terukur semua.

Buka gembok yang terkunci dan


letakkan tabung gelas pengukur yang ada
di dalam tabung penakar di bawah
corong/kran dan kemudian kran dibuka;

Jika curah hujan diperkirakan


melebihi ukuran tabung gelas pengukur, maka kran harus ditutup dulu dan lakukan
pembacaan pada tabung gelas pengukur yang sudah berisi air hujan dan dicatat pada kertas
tersendiri. Air yang sudah ditakar tidak boleh dibuang, tetapi ditampung sementara di tempat
lain. Hal ini dilakukan jika terjadi kesalahan atau kekurang yakinan dalam pembacaan awal
masih bisa diulangi.

Selanjutnya lakukan pembacaan berikutnya dari air yang tersisa melalui tabung gelas
pengukur sampai air yang ada di dalam penakar hujan habis. Hasil dari catatan yang pertama
dan hasil pengukuran-pengukura berikutnya dijumlahkan sebagai hasil pengukuran curah
hujan yang terjadi pada hari pengamatan tersebut.

Page 4
Dalam pengoperasian penakar hujan tipe Obs perlu diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
− Letak penakar hujan harus di tempat terbuka, tidak tertutup oleh bangunan, atap
rumah, pepohonan, dan benda-benda lain;
− Posisi penampang atas penakar hujan harus tepat mendatar/horisontal;
− Alat harus tetap bersih dan kayu penyangga harus dicat putih;
− Corong harus bersih dari kotoran yang bisa menutup lubang penakar;
− Tabung gelas pengukur harus segera dikeringkan setelah digunakan dan disimpan di
tempat yang aman dan jangan sampai pecah

Cara Mengamati Hujan Dengan Penakar Hujan Observation


· Menggunakan gelas ukur yang tersedia dengan ukuran standart-

· Buka mulut gelas, letakkan di bawah kran penampung curah hujan-

· Upayakan air jatuh tepat di gelas ukur, sehingga tidak air yang tumpah, kemudiantakar
secara keseluruhan hingga air pada penakar habis, tutp kran lagi-

· Angkat gelas ukur sejajar mata, hindarkan pembacaan dari keslahan paralaks-

· Catat hasil pengukuran di ME 48 dan ME 45-

· Lakuakn penyandian, dan masukkan pada grup 6-

· Setelah pembacaan dan pencatatn, buang air

Hal - hal yang harus diperhatikan mengenai penakar Jenis Obs.


· Penampang penakar harus selalu horizontal

· Alat harus tetap bersih

· Kayu harus dicat putih

· Corong harus bersih dari kotoran yang bisa mentup lobang

· Kran harus sering dibersihkan, jika terjadi kebocoran harus segera diganti /diperbaiki

· Bak penampung air hujan harus dibersihakn daria endapan dan debu dengan
jalanmenuangkan air kedalamnya dan kran dibuka

· Gelas penakar harus dijaga tetap bersih dan disimpan ditempat aman dan jangansampai
pecah

· Gelas harus dikeringkan dengan air bersih.

Page 5
2.2 NETA
Mudah dan akurat memantau jumlah curah hujan
dengan Rain Gauge Netta Stratus manual, cuaca instrumen
presisi diproduksi untuk Cuaca Amerika Serikat spesifikasi
Biro. Pengamat cuaca resmi di seluruh negeri bergantung
pada standar-standar untuk pelaporan cuaca yang akurat.
Dibangun dari tugas berat, tahan polikarbonat UV, ini
pengukur hujan akan berdiri untuk tahun cuaca buruk dan
matahari penuh tanpa memudar atau korosi.

Sebuah saluran atas pada pengukur hujan


menangkap hujan dan memberikan ke tabung ukur satu-
inci, sedangkan ekstra besar menangkap silinder volume
hujan luar lebih dari satu inci hingga 11 inci, dan dapat
dilepaskan untuk mengukur salju, hujan es, atau hujan es . Instalasi pengukur hujan pada
posting (jauh dari bangunan dan pohon) dengan mudah dengan braket eksklusif "Quick
Connect", yang memungkinkan Anda dengan cepat menghapus silinder untuk pengukuran
mudah atau pembersihan (dan ada bagian logam tidak untuk karat!)

Fitur:
− Saluran hujan atas tangkapan dan memberikan kepada satu inci tabung ukur
(memungkinkan Anda langsung mengukur jumlah umumnya terjadi hujan)
− Ekstra besar luar silinder menangkap volume hujan lebih dari 1 inci hingga 11 inci
(menggunakan tanpa tabung ukur untuk salju, hujan es atau hujan es)
− Tidak ada bagian logam berkarat
− Mudah untuk menginstal "Quick Connect" braket memungkinkan Anda dengan cepat
menghapus silinder untuk pengukuran atau pembersihan
− Dibangun tugas berat, tahan UV polikarbonat yang won 't memudar bahkan setelah
bertahun-tahun di bawah sinar matahari
− Mudah dibaca penambahan pengukuran 1/100 inci.

Page 6
Rain Gauge Neta memiliki ukuran corong atas dan internal untuk pertama 250 mm
hujan. Setiap overflows curah hujan tambahan ke dalam tubuh utama untuk pengukuran
nanti. Desain dipikirkan dengan baik untuk meminimalkan kerugian akibat angin atau
penguapan. Kapasitas yang besar berarti sangat cocok untuk operasi tanpa pengawasan lagi.

Saluran atas menangkap hujan dan memberikan ke tabung ukur satu inci (
memungkinkan Anda langsung mengukur jumlah umumnya terjadi hujan)
Luar silinder menangkap volume hujan ekstra besar lebih dari 1 inci hingga 11 inci ( gunakan
tanpa mengukur tabung untuk salju, hujan es atau hujan es)
Tidak ada bagian logam karat Mudah untuk menginstal " Quick Connect" braket
memungkinkan Anda dengan cepat menghapus silinder untuk pengukuran atau
membersihkan Terbuat dari tugas berat, UV resistant polycarbonate yang memenangkan ' t
memudar bahkan setelah bertahun-tahun di bawah sinar matahari Mudah dibaca penambahan
pengukuran 1/ 100 inci.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jadi, alat ukur curah hujan adalah alat yang digunakan untuk berbagai analasis dan
perhitungan dalam aspek rekayasa hidrologi. Curah hujan dihitung harian, mingguan, hingga
tahunan, sesuai kebutuhan. Pembangunan Saluran Drainase, selokan, irigasi, serta
pengendalian banjir selalu menggunakan data curah hujan ini, untuk mengetahui berapa
jumlah hujan yang pernah terjadi di suatu tempat, sebagai perkiraan pembuatan besarnya
saluran atau sarana pendukung lainnya saat hujan sebesar itu akan datang lagi dimasa
mendatang.

3.2 Saran

Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan baik
dalam segi penulisan maupun data yang disajikan. untuk itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan demi terwujudnya makalah yang lebih efektif dalam
segi penyajian data maupun sistematika penulisan. Sekian dalam pembuatan makalah ini,
terima kasih.

Page 7
DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Ilmiah Bidang Keilmuan Rekayasa Teknik. 2016. Volume 3 Nomor 2 Halaman 46-97,
(Online e-book),
(http://ejournal.undip.ac.id/index.php/teknik)

http://bocah.info/index.php?option=com_content&task=view&id=635&Itemid=1

http://www.alatuji.com/article/detail/683/pengertian-curah-hujan-dan-alat-
pengukurnya#.Wst2N9CWZdg

https://www.tokopedia.com/botolkacabekas/rain-gauge-alat-ukur-curah-hujan-obrometer-
stainless?gclid=EAIaIQobChMI-
ZWM1aGt2gIVSx0rCh1sIQEKEAYYASABEgJpO_D_BwE&gclsrc=aw.ds&dclid=COzfr-
GhrdoCFdRKKwodTEgBeg

https://www.indonetwork.co.id/product/alat-ukur-curah-hujan-neta-4608392

https://peralatansurvey.indonetwork.co.id/products/rain-gauge-alat-ukur-curah-hujan--
406549

https://www.slideshare.net/Hendryferdinans/cara-instalisasi-alat-penakar-curah-hujan-
observatorium

https://www.slideshare.net/Hendryferdinans/cara-instalisasi-alat-penakar-curah-hujan-
observatorium

http://www.alatuji.com/article/detail/741/cara-kerja-rain-gauge#.Wsth-tCWZdg

https://teknologisurvey.wordpress.com/2012/04/28/cara-menggunakan-alat-pengukur-curah-
hujan-neta/

http://totalstation.co.id/Alat-Ukur-Curah-Hujan

http://hendryferdinans.blogspot.co.id/2015/09/cara-pengukuran-curah-hujan-obs.html

Page 8