Anda di halaman 1dari 20

Ilmu Negara

Makalah
“Teori Kedaulatan”

Disusun Oleh :

Alfin Al Fahri 201910115298


M. Daffa Ardiansyah 201910115185
Evira Zahara 201910115385
Regina Jeana Salim 201910115309

Dosen : Indra Lorenly Nainggolan, SH, MH.


Mata kuliah : Ilmu Negara

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkat-
Nyakami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini guna melengkapi tugas yang
ditugaskan oleh dosen kami, yaitu Dosen Pembimbing Ilmu Negara di Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya .

Di samping itu, kami juga mengucapkan terimakasihkepada semua pihak yang telah
membantu penyelesaian makalah ini.Makalah ini berisi materi tentang “Kedaulatan ”. Di mana
disini akan dijabarkan tentang teori-teori yang merujuk pada terbentukinya suatu negara,
berikutcontoh-contoh tentang uraian yang berkaitan.Tujuan pembuatan makalah ini seperti sudah
kami sebutkan di atas adalah untukmenyelesaika tugas Ilmu Negara. Di samping itu juga dapat
bermanfaat untuk para pembacaguna mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang asal mula
terbentuknya negara.Dari hati yang terdalam kami mengutarakan permintaan maaf atas
kekuranganmakalah ini, karena kami tahu makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata
sempurna.Oleh karena itu, kami berharap kritikan, saran, dan masukan yang membangun
daripembaca guna penyempurnaannya ke depan.

Akhir kata kami mengucapkan terimakasih dan semoga makalah ini bermanfaat sesuai
dengan fungsinya.

19
DAFTAR ISI

BAB I..........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................................2
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan...................................................................................................................................2
BAB II.........................................................................................................................................................3
PEMBAHASAN.........................................................................................................................................3
2.1 Pengertian dan Istilah Kedaulatan.........................................................................................................3
2.2 Metode Pendekatan Teori Kedaulatan...................................................................................................4
2.3 Metode Pendekatan Teori Kedaulatan...................................................................................................6
2.4 Aspek-aspek Kedaulatan........................................................................................................................7
2.5 Hubungan Kedaulatan Hukum Dan Kedaulatan Politik.........................................................................8
2.6 Macam – macam Doktrin atau Ajaran Teori Kedaulatan.......................................................................9
2.7 Teori kedaulatan rakyat........................................................................................................................11
2.8 Arti Dan Makna Kedaulatan Rakyat....................................................................................................13
2.9 Kedaulatan Yang Dianut Bangsa Indonesia.........................................................................................14
2.10 Kedaulatan Negara.............................................................................................................................15
BAB III......................................................................................................................................................17
PENUTUP.................................................................................................................................................17
Kesimpulan................................................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................18

20
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi saat ini pengetahuan sangat dibutuhkan guna untuk menjadipedoman
bagi kehidupan. Dengan pengetahuan, seseorang bisa menata konsep masa depan.Arus
globalisasi dan berkembangnya IPTEK yang semakin pesat mendorong manusia untukmencari
pengetahuan demi keberlangsungan hidupnya.

Fenomena Alam mempunyai rahasia besar untuk diungkapkan, begitu juga


fenomenasosial mempunyai latarbelankang yang harus diungkapkan dan fenomena sosial
jugamenyajikan berbagai jenis gejala – gejala dan proses sosial , mulai dari hal-hal yang
kecilhingga permasalahan yang kompleks. Sering kali manusia lupa untuk mempelajari hal-
halyang kecil yang jikalau diungkap mengandung manfaat yang sangat besar bagi
peradabanmanusia.

Dalam makalah ini akan dibahas permasalahan yang mungkin terdengar sudah tidaklasim
lagi, namun dibalik itu semua ada sebuah rahasia dan makna yang sangat besar. Danbalik hal
tersebut proses ini juga berfungsi melengkapi tugas mata kuliah Ilmu Negara. Olehkarena itu,
dalam menyusun makalah ini kami akan melakukan Observasi agar kami dapatmenggungkapkan
kepada manyarakat bahwa sebuah kata yang mereka sering menyebutnyadalam bahasa sehari –
hari ini mempunyai proses yang sangat panjang, unik dan juga tidakdiketahui oleh semua
masyarakat secara Obyektivitas.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasih masalah di atas maka penulis memberikan rumusanmasalah sebagai


berikut :

a. Apa itu Kedaulatan ?


b. Apa saja bentuk dari Kedaulatan ?

19
c. Siapa yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam negara berdasarkan bentuk
Kedaulatannya ?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui berbagai ajaran kedaulatan yang pernah ada


b. Lebih memahami tentang siapakah yang pantas memegang kedaulatan tertinggi

20
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Istilah Kedaulatan

Istilah kedaulatan adalah salah satu topik bahasan penting dalam berbagai cabang ilmu
lengetahuan seperti filsafat politik, ilmu pengetahuan, ilmu politik, hukum internasional, maupun
ilmu negara. Cabang-cabang ilmu pengetahuan tersebut memberikan pembahasan yang cukup
memadai dalam membicarakan topik kedaulatan,dan ini membuktikan bahwa topik kedaulatan
merupakan pokok bahasan yanh penting, hal ini terdapat didalam karya Jean Bodin, Thomas
Hobbes, dan lain-lain.

Istilah kedaulatan merupakan istilah yang kontroversial. C.F. Strong mengemukakan


kedaulatan sebagai “a highly controversial term” –istilah yang sangat kontroversial— Banyak
pendapat mengenai pengertian kedaulatan bertitik tolak dari berbagai sudut pandang atau
perspektif yang berbeda sesuai dengan karakteristik masing-masing cabang ilmu pengetahuan.

Contohnya Moctar Kusumaatmadja dan Etty Agus mengemukakan bahwa kedaulatan


merupakan kata yang sulit karena orang memberikan arti yang berlainan kepadanya, sebab istilah
kedaulatan ini dipandang sulit dipahami karena kedaulatan sesungguhnya merupakan istilah yang
muktiaspek atau istilah yang memiliki berbagai macam segi sehingga tidak mudah untuk
dijelaskan dan dipahami maknanya.

2.2 Metode Pendekatan Teori Kedaulatan

Adapun macam-macam metode pendekatan yang dipakai sesuai ilmu pengetahuan untuk
membahas teori kedaulatan, seperti:

a. Etimologi

Dalam metode ini istilah (kata) kedaulatan yang dalam bahasa inggris disebut
“sovereignty” adalah kata lain “superanus” istilah ini mengandung arti yang teratas. Dalam
hubungan dengan pengertian kedaulatan yanh bertitik tolak dari perspektif etimologi , C.F.

19
Strong juga berpendapat yang maknanya hampir sama yakni “etimologically, the word
sovereignty means merely superiority”, secara etimologis kata kedaulatan semata-mata
mengandung arti superioritas.

Namun metode ini tidak dapat menghasilkan suatu pengertian atau pemahaman yang
utuh mengenai segala macam aspek kedaulatan. Jadi, metode ini belum dapat menambah
pengetahuan dalam memahami pengertian kedaulatan secara utuh dalam berbagai aspeknya.

Dalam hal ini metode etimologi dibantu dengan metode pendekatan lain, yaitu metode
doktriner.

b. Doktriner

Metode pendekatan ini dapat memberikan suatu pengertian yang lebih luas mengenau
kedaulatan daripada metode etimologi karena dalam doktrin kata sifat yang teratas atau
sulerioritas selalu dipahami dalam kaitan dengan substansi dan konteks tertentu.

Doktrin ini dapat menjadi titik tolak dalam memahami pengertian, sifat hakikat, dan
substansi kedaulatan secara utuk dalam konteks tertentu. Jika ditinjau dari perspektif doktrin atau
pendapat para pakar dalam berbagai literatur, istilah yang teratas atau superioritas sebagai
padanan makna kata kedaulatan secara lazim selalu dikaitkan dengan substansi kekuasaan dan
konteks negara atau kehidupan bernegara, dalam kedua konteks tersebut kedaualatan akan lebih
mudah dijelaskan dan dipahami dalam segala aspeknya.

Jika bertitik tolak dari uraian diatas dan ubtuk memahami lebih lanjut pengertian
kedaulatan dalam segala aspeknya secara lebih utuh, kita perlu mengetahui apa itu kekuasaan?
Secara hakiki, kekuasaan mengandung arti sebagai kemampuan untuk memaksakan kehendak
kepada orang lain.

Definisi ini mengemukakan bahwa sifat memaksa merupakan sifat hakikat kedaulatan
sebagai suatu jenis kekuasaan, karena semua jenis kekuasaan memiliki sifat memaksa.
Kekuasaan yang tidak memiliki sifat memaksa bukan kekuasaan dalam arti yang sesungguhnya.

Mengapa sifat kedaulatan sebagai suatu jenis kekuasaan? Sebab kedaulatan termasuk
dalam pengertian kekuasaan atau merupakan salah satu jenis kekuasaan. Kekuasaan juga
memiliki jenis lain seperti kekuasaan politik dan bentuk kekuasaan yang lebih lembut disebut

20
pengaruh (influence). Dalam hal ini kedaulatan berarti dimensi hukum dari kekuasaan atau
kedaulatan adalah kekuasaan yang ditinjau dari sudut pandang hukum.

Trubus Rahadiansyah mengemukakan bahwa dimensi kekuasaan dalam aspek hukum


dapat dipahami sebagai kedaulatan, wewenang, dan hak. Dengan demikian, sebagai suatu jenis
kekuasaan, sifat memaksa otomatis melekat pada kedaulatan. Namun, kedaulatan dapat
dibedakan dari jenis kekuasaan yang lain karena memiliki karakteristik, ciri-ciri, atau sifat
tertentu.

Salim H.S mengemukakan bahwa kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi suatu negara.
Dengan redaksi kata – kata yang berbeda tetapi kandungan atau pengertian yang ada ada
dasarnya sama.

Mochtar Kusumaatmadja dan Etty berpendapat bila dikatakan “bahwa negara itu berdaulat,
dimaksudkan bahwa negara itu mempunyai kekuasaan tertinggi”. Dalam kamus Besar Bahasa
Indonesia juga mengemukakan “makna kedaulatan sebagai kekuasaan tertinggi atas
pemerintahan negara, daerah, dan sebagainya”.

Dalam perspektid hukum internasional, kedaulatan sering disebut sebagai kedaulatan


teritorial, yaitu dengan arti kedaulatan yang dimiliki oleh suatu negara dalam melaksanakan
yuridiksi esklusif diwilayahnya.

Doktrin kedaulatan yang dikemukakan dari para pakar diatas berfokus pada kekuasaan
tertinggi sebagai sifaymt hakikat kedaulatan, menunjukkan bahwa kedaulatan menempati
kedudukan yang sangat penting dalam konteks negara atau kehidupan bernegara.

2.3 Metode Pendekatan Teori Kedaulatan

Dua fungsi kedaulatan dalam konteks negara atau kehidupan bernegara, yaitu:

a. Sebagai Atribut Negara.

Mengandung arti sebagai ciri-ciri yang melekat yang membedakan negara dengan
bentuk-bentuk kehidupan bersama manusia atau asosiasi yang lain seperti desa, kampung, atau
organisasi sosial. Atribut disebut sebagai tanda yang membedakan negara dengan asosiasi lain
karena atribut tidak dimiliki oleh asosiasi lain, karena atribut melekat hanya pada negara.

19
a. Sebagai Landasan Kewenangan Negara

Fungsi dalam kedaulatan ini berkaitan dengan pengertian kedaulatan dari sudut pandang
yuridis yakni sebagai kekuasaan yang tertinggi. Dalam mengenai perspektif yuridis dengan
kedaulatan “kekuasaan diartikan secara yuridis, maka kekuasaan disebut kedaulatan”.

Kedaulatan mengandung arti yang tidak lain dari atau sama dengan wewenang atau hak.
Bahwa memikiki kedaulatan mengandung arti yang sama dengan memikiki hak atau wewenang
atas sesuatu objek atau sesuatu hal tertentu.

Dalam kaitannya dengan lingkup kedaulatan sebagai “kekuasaan tertinggi”, terkait


dengan fungsi kedaulatan yakni aktivitas meliputi proses pengambilan keputusan atau kebijakan.
Konteks negara dan kehidupan bernegara, kedaulatan sebagai kekuasaan tertinggi adalah
landasan yuridis yang memberikan hak atau wewenang kepada negara untuk melakukan berbagai
macam perbuatan atau tindakan yang berkenaan dengan orang ataupun peristiwa dalam wilayah
kekuasaan negara.

Kekuasaan tertinggi berfungsi sebagai landasan hak atau wewenang yang memberikan
hak esklusif bagi negara untuk melakukan perbuatan untuk mengatur semua orang atau semua
perbuatan atau segala peristiwa dalam wilayah keberlakuan kedaulatan.

Ramdlon Naning merumuskan pengertian kekuasaan tertinggi sam dengan kedaulatan


yakni kedaulatan adalah suatu kekuasaan tertinggi pada suatu negara yang berlaku terhadap
seluruh wilayah dan segenap rakyat dalam negara tersebut.

Adapun ciri-ciri kedaulatan sebagai kekuasaan tertinggi, yaitu :

 Asli, artinya tidak diturunkan dari suatu kekuasaan lain


 Tertinggi, tidak ada kekuasaan lain yang lebih tinggi yang dapat membatasi
kekuasaanya
 Bersifat abadi dan kekal
 Tidak dapat dibagi-bagi karena hanya ada satu kekuasaan tertinggi

2.4 Aspek-aspek Kedaulatan

20
Pengertian tentang kedaulatan dan teori-teori kedaulatan dalam kaitan dengan konteks
moral dapat dikatakan sebagai salah satu pokok bahasan filsafat politik. James Bryce
mengemukakan beberapa aspek kedaulatan, seperti:

 Kedaulatan kedalam dan kedaulatan keluar (the internal and external sovereignty)
 Kedaulatan hukum dan kedaluatan politik (the legal and the political soveregntu)

Berikut pengertian dari aspek diatas :

Aspek Internal Kedaulatan merupakan pokok pembahsan ilmu negara dalam kaitan
dengan hak esklusif negara untuk mengatur orang – orang, perbuatan, dan peristiwa yang terjadi
dalam wilayah kekuasaan negara.

I. Pertama : Dalam kedaulatan ini terdapat supremasi seseorang atau himpunan


orang-orang atau atau lembaga/badan dalam suatu negara atas orang-orang atau
himpunan orang-orang.
II. Kedua : supremasi sebagaimana dikatakan diatas berlaku dalam rung lingkup
wilayah yang terbatas yakni dalam ruang lingkup wilayah atau yurisdiksi kedaulatan
teritorial.

Aspek Eksternal Kedaulatan merupakan pokok bahasan hukum internasional dalam


kaitan dengan yuridiksi terotorial yang terkait dengan hubungan diantara negara-negara
berdaulat.

II.5 Hubungan Kedaulatan Hukum Dan Kedaulatan Politik

Kedaulatan hukum yaitu pokok bahasan (ilmu) hukum tata negara dalam kaitan dengan
kewenangan organ-organ untuk membentuk hukum (undang-undang). Kedaulatan ini pada
hakikat nya mengandung dua macam substansi, yaitu :

1. Law issuing power (kekuasaan berbentuk UU)


2. Supremacy : right to demand obedience (hak untuk menuntut kepatuhan)

kedaulatan politik merupakan pokok bahasan ilmu politik dalam hubungan dengan
pelaksanaan kekuasaan politik oleh rakyat dalam membuat keputusan-keputusan politik penting
dalam konteks kehidupan bernegara dan penyelenggaraan negara. Kedaulatan ini berkaitan erat
dengan kedaulatan hukum karena suatu substansi dengan dua sisi yang berbeda.

19
F. isjwara berpendapat “tetapi dibelakang kedaulatan hukum ini, terdaat kedaulatan
rakyat seluruhnya yang pada instansi terakhir merupakan hakim-hakim yang menentukan isi dan
batas-batas kedaulatan itu. Kekuasaan rakyat ini lah yang dimaksud dalam konsep kedaulatan
politik yang berarti supremasi dalam bidang politik.

Kedaulatan politik sekalipun dikatakan dipegang oleh rakyat seluruhnya, namun yang
daat mewujudkannya adalah korps pemilih dalam suatu negara, yaitu bagian dari rakyat yang
sudah dapat menjalankan hak pilih aktif. Yang disebut sebagai korps adalah penguasa politik
(political souvereign).

2.6 Macam – macam Doktrin atau Ajaran Teori Kedaulatan

Dalam literatur istilah teori kedaukatan lebih lazim dipakai dariada doktrin atau ajaran
kedaulatan, tetapi dsri sudut padang atau alasan tertentu cenderung mengajurkan untuk memakai
istilah doktrin atau ajaran kedaulatan dariada teori kedaulatan. Istilah ajaran kedaulatan yang
artinya hampir sama dengan doktrin daripasa teori kedaulatan.

Faktor yang menyebabkan lahirnya teori atau doktrin (ajaran kedaulatan), yaitu Disatu
pihak merupakan perkembangan yang dihasilkan oleh praktik penyelenggaraan negara dari
berbagai zaman yang berbeda. Menggambarkan perkembangan pemikiran atau upaya manusia
untuk menjawab sesuatu masalah atau gejala yang menarik perhatiaannya dalam kehidupan
nyata yang berkaitan dengan fenomena kekuasaan.

Doktrin kedaulatan dikembangkan berdasarkan teori penghalalan adanya negara atau


teori pembenaran adanya negara, teori ini dikembangkan oleh para akar kenegaraan untuk
menjawab pertanyaaan apa sebab negara ada dan dimiliki kekuasaan yang sangat besar? Dapat
dikatakan teori dasar penghalalan adanya negara, para sarjana kemudian mengembangkan
doktrin atau ajaran tentang macam-macam doktrin .

1. Doktrin atau Ajaran Kedaulatan Tuhan.

Doktrin kedaulatan ini dibangun dari perspektif teologis. Prinsip dasar teori kedaulatan
tuhan (god-souvereniteit) adalah bahwa kekuasaan dalam Negara berasal dari tuhan, oleh karna
itu seorang penguasa Negara yang menjalan kan kekuasaan dalam Negara hanya lah sebagai
wakil tuhan saja dan bukan menjalan kan kekuasaan nya sendiri atau kekuasaan milik Negara.
20
Timbul nya teori kedaulatan tuhan di sebab kan oleh kepercayaan orang yang beragama
bahawa tuhan lah yang menjadi maha pencipta langit dan bumi dengan segenap isi nya, sehingga
tuhan lah yang memiliki kekuasaan tertinggi di alam semesta ini.

Dalam catatan sejarah ,ajaran kedaulatan yang paling tua adalah kedaulatan tuhan ,yakni
yang mengatakan bahwakekuasaan tertinggi berada pada tuhan. Teori ini sangat pesat
berkembang pada abad pertengahan ,ketika agama Kristen yang terorganisir dari gereja berada
pada masa keemasan di bawah pimpinan seorang paus. Pada waktu itu dia organisasi
kekuasaan . yaitu kekuasaan Negara yang di perintanh seorang raja dan organisasi kekuasaan
gereja yang di kepalai oleh seorang paus , karena pada saat itu organisasi gereja tersebut
memiliki alat-alat perlengkapan yang hampir sama dengan organisasi Negara .

Organisasi gereja pada saat itu mempunyai kekuasaan mempunyai kekuasaan yang nyata
dapat mengatur kehidupan Negara ,tidak saja bersifat keagamaan ,tetapi bersifat keduniawian
maka tidak jarang kadang timbul dua peraturan untuk satu hal yaitu petaturan Negara dan
peraturan gereja , selama kedua peraturan tidak bertentangan ,maka selama itu juga tidak ada
kesulitan-kesulitan dari para warga Negara untuk menaatinya . akan tetapi apabila peraturan
saling bertentangan satu sama lain maka akan timbul persoalan , peraturan yang besal dari mana
kah yang berlaku? Arti nya antara kedua peraturan itu yang mana yang lebih tinggi tinggkatan
nya, maka peraturan itu lah yang di taati.

Penganut-penganut teori kedaulatan tuhan , pada umumnya dari pemikir-pemikir Negara


dan HUKUM yang menganut teori teokrasi antara lain Agustinus,Thomas Aquinas dan marsilius
.persoalan mereka sebetul nya bukan pada siapa yang memiliki kekuasaan tertinggi atau
kedaulatan , mereka tetap sepakat bahwa kekuasaan tertinggi atau kedaulatan tuhan .

2. Doktrin atau Ajaran Kedaulatan Raja (the kings of souveregnty)

Doktrin ini dilatarbelakangi sosiologi. Kedaulatan raja berarti dalam negara itu yang
berdaulat adalah raja, raja dianggap sebagai orang yang suci, bijaksana, sehingga tidak sama
dengan rakyat (warga negara) meskipun terbilang sama-sama manusia.

Jimly Asshidiqqie berpendapat bahwa ajaran kedaulatan raja beranggapan bahwa rajalah
yang memegan kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Secara garis besar, alasan mengapa raja
dianggap sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atau yang berdaulat, yaitu karena raja dianggap

19
sebagai wakil Tuhan. Secara facta kenyataan, seorang raja memiliki kelebihan dari orang biasa
atau memiki kemampuan untuk menguasai orang lain.

Konteks kedua alasan pembenar yang mendukung doktrin kedaulatan raja juga di
kemukakan oleh Abdul Hamid S. Attamimi “ajaran ini (kedaulatan raja) menandai kurun waktu
absolutisme, yang menempatkan raja secara turun-menurin pada kekuasaannya yang mutlak,
baik yang diperolehnya sebagai limpahan dari Tuhan ataupun tidak”.

Alasan ini memberikan dampak besar terhadap kedudukan raja. Raja tidak tanduk kepada
pemerintah negara, undang-undang, ataupun pengadilan, demikian kekuasaan raja bersifat
mutlak karena negara, hukum, atau pengadilan tidak dapat membatasi kekuasaan raja.

Abu Daud Busroh “kekuasaan tertinggi ada pada raja karena raja wakil daripada Tuhan
untuk melaksanakan kedaulatan didunia”. Oleh sebab itu raja berkuasa mutlak karena raja
merasa dalam tindak-tanduknya menurut kehendak Tuhan.

Doktrin ini dapat dikaitkan dengan doktrin penghalalan adnya negara yang dikemukakan
Thomas Hobbes yang dipandang sebagai pelopor doktrin kedaulatan raja. “Bahwa teori
kedaulatan raja adalah kekuasaan tertinggi ada pada raja, hal ini dapat dihubungkan dengan teori
pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan Mutlak pada raja. Misalnya teori-teori
kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari pasa Thomas Hobbes. Ajaran ini sampai pada
puncaknya ada ajaran yang berlogokan -I’etat c’ est moi (bahwa negara adalah saya)-“. (Louis IV
di perancis).

Awalnya doktrin ini masih dipercayai oleh rakyat.. Namun, perlahan kepercayaan rakyat
terhadap doktrin ini merosot dan memudar karena raja sering bertindak sewenang-wenang.
Akibatnya, rakyat kehilangan kepercayaan terhadap doktrin kedaulatan raja dan beralih kepada
doktrin lain yang lebih memberikan jaminan perlindungan kepada rakyat yaitu doktrin
kedaulatan rakyat

2.7 Teori kedaulatan rakyat

Jean Bodin: penganut teori kedaulatan rakyat

20
Teori kedaulatan rakyat menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi dalam suatu negara
berada di tangan rakyat. Teori ini berusaha mengimbangi kekuasaan tunggal raja atau pemimpin
agama. Dengan demikian, teori kedaulatan rakyat menyatakan bahwa Teori ini menjadi dasar
dari negara-negara demokrasi. Penganut teori ini adalah John Locke, Montesquieu dan J.J
Rousseau.

John Locke menyatakan bahwa terbentuknya negara didasarkan pada asas pactum
unionis dan pactum subjectionis. Pactum unionis adalah perjanjian antarindividu untuk
membentuk negara, sedangkan pactum subjectionis adalah perjanjian antara individu dan negara
yang dibentuk. Perjanjian tersebut menentukan bahwa individu memberikan mandat
kepada negara atau pemerintah. Mandat rakyat diberikan agar pemerintah mendapat kekuasaan
dalam mengelola negara berdasarkan konstitusi yang ditetapkan dalam pactum subjectionis.

Teori Kedaulatan Rakyat berusaha mengimbangi kekuasaan tunggal raja atau pemimpin
agama. Teori ini menjadi dasar dari negara-negara demokrasi. Pelopor-pelopor Teori Kedaulatan
Rakyat antara lain :

1) J. J. Rousseau berpendapat bahwa Negara dibentuk oleh kemauan rakyat secara


sukarela. Kemauan rakyat untuk membentuk negara itu disebut kontrak sosial. Rousseau
juga berpendapat bahwa negara yang terbentuk melalui perjanjian masyarakat harus
menjamin kebebasan dan persamaan.
2) Menurut Montesquieu kehidupan negara dapat teratur dengan baik, sebaiknya
kekuasaan dibagi tiga, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Ajarannya
dikenal dengan Trias Politika.
3) John Locke berasumsi bahwa manusia memiliki hak pokok, yaitu hak hidup, hak
kemerdekaan, dan hak milik.John Locke menyatakan bahwa terbentuknya Negara
didasarkan pada pactum unionis dan pactum subjectionis. Pactum unionis adalah
perjanjian individu untuk membentuk negara. Pactum subjectionis adalah perjanjian
antara individu dengan negara (individu memberikan mandat kepada negara atau
pemerintah selama pemerintah berdasarkan konstitusi atau undang-undang negara.
Mandat rakyat diberikan agar pemerintah mendapat kekuasaan dalam mengelola negara
berdasarkan konstitusi yang ditetapkan dalam pactum subjectionis.

Pembagian kekuasaan

19
John Locke membagai kekuasaan menjadi tiga, yaitu

1. Kekuasaan legislatif : kekuasaan untuk membuat dan menetapkan undang-


undang.
2. Kekuasaan eksekutif : kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang.
3. Kekuasaan federatif : kekuasaan untuk menetapkan perang dan damai, membuat
perjanjian dengan negara lain dan membuat perjanjian dengan badan di luar negeri.

Ciri-ciri negara yang menganut Teori Kedaulatan Rakyat:

1. Adanya lembaga perwakilan rakyat atau dewan perwakilan rakyat sebagai


majelis yang mewakili dan mencerminkan kehendak rakyat.
2. Untuk mengangkat dan menetapkan anggota majelis tersebut, pemilihan
dilaksanakan untuk jangka waktu tertentu. Rakyat yang telah dewasa dengan bebas dan
rahasia memilih wakil atau partai yang disenangi atau dipercayai.
3. Kekuasaan atau kedaulatan rakyat dilaksanakan oleh badan perwakilan rakyat
yang bertugas mengawasi pemerintahan.
4. Susunan kekuasaan badan atau majelis itu ditetapkan dalam undang-undang
negara.

2.8 Arti Dan Makna Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan berasal dari kata dasar daulat, artinya negara atau kekuasaan, berarti juga
pergantian, rotasi, dan perubahan. Suatu negara atau kekuasaan selalu mengalami pergantian,
rotasi, dan perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan berjalannya roda kehidupan, tidak
abadi. Berdaulat berarti mempunyai kekuasaan penuh ( kekuasaan tertinggi) untuk mengatur
pemerintahan.

Rakyat merupakan kata dasar serapan dari bahasa Arab "ra 'iyyah" ke dalam bahasa
Indonesia. Rakyat adalah orang-orang yang tunduk pada pemerintah negara. Dalam negara ada
yang memerintah da nada yang diperintah, yang memerintah negara disebut pemerintah, yang
diperintah negara disebut rakyat. Keberadaan suatu negara sangat ditentukan dukungan rakyat.

Istilah rakyat berbeda dengan istilah warga negara, penduduk, bangsa, dan masyarakat.
Warga negara adalah orang-orang yang memiliki hak dan kewajiban terhadap negara. Penduduk
adalah orang yang bertempat tinggal di wilayah suatu negara. Penduduk dibedakan antara warga

20
negara dan warga negara asing. Bangsa adalah sekelompok orang yang memiliki perasaan
senasib akan keberadaan negaranya. Masayarakat adalah sekelompok orang yang tinggal
bersama di daerah tertentu dan terikat pada nilai-nilai tertentu yang disepakati bersama.

Kedaulatan Rakyat berhubungan erat dengan pengertian perjanjian masyarakat dalam


pembentukan asal mula negara (kontrak sosial). Kedaulatan rakyat berarti bahwa yang terbaik
dalam masyarakat adalah yang dianggap baik oleh semua orang yang merupakan rakyat.

Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk membuat undang-undang dan


melaksanakannya dengan semua cara yang tersedia. Sehingga kedaulatan rakyat membawa
konsekuensi bahwa rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.

Kedaulatan rakyat juga berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Pemerintahan dari rakyat berarti mereka yang duduk sebagai pemyelenggara pemerintahan
terdiri dari rakyat itu sendiri dan mendapat dukungan rakyat. Pemerintahan oleh rakyat berarti
pemerintahan dilakukan dan diselenggarakan oleh rakyat baik melalui demokrasi langsung
maupun demokrasi perwakilan. Keterlibatan rakyat membentuk pemerintahan sebagai wujud
pelaksanaan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum. Pemerintahan untuk rakyat artinya
pemerintahan yang dilaksanakan sesuai dengan kehendak rakyat.

Arti Kedaulatan Rakyat dalam Undang-Undang Dasar 1945, " Kedaulatan rakyat
merupaka ajaran demokrasi di mana kekuasaan tertinggi dalam negara di tangan rakyat.
Rakyatlah yang memegang kekuasaan negara sehingga pemerintahan negara berasal dari rakyat,
oleh rakyat, untuk rakyat.

2.9 Kedaulatan Yang Dianut Bangsa Indonesia

1. Indonesia menganut teori kedaulatan rakyat seperti tertuang dalam pembukaan


Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat, "... maka disusunlah Kemerdekaan
Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang
terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
2. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat 1,2,3 tentang Bentuk dan Kedaulatan,
menjelaskan bahwa Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk Republik

19
di mana kedaulatannya berada di tangan rakyat, serta semua aspek diatur oleh hukum
yang berlaku.
3. Teori Kedaulatan Hukum, hukum yang memegang kekuasaan tertinggi di
Indonesia. Semua warga negara sama kedudukannya di dalam hukum, sesuai dengan
pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, "Segala warga negara bersamaan
kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan
pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya."

Prinsip-prinsip kedaulatan rakyat dapat dilakukan dalam demokrasi langsung maupun


demokrasi perwakilan. Demokrasi langsung cirinya rakyat menjadi bagian secara pribadi dalam
tindakan-tindakan pemberian suara untuk membahas dan mengesahkan undang-undang.
Sedangkan demokrasi perwakilan, rakyat memilih warga negara sebagai wakil yang duduk di
lembaga perwakilan rakyat untuk membahas dan mengesahkan undang-undang.

Di negara-negara demokrasi dewasa ini, kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Rakyat
berkuasa menentukan bagaimana negara dikelola , mengatur dan menentukan berlangsungnya
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam perwujudannya rakyat memberikan mandate kepada
orang-orang yang dipilihnya melalui pemilihan umum.

2.10 Kedaulatan Negara

Bahwa kekuasaan berasal dari negara, sebab adanya negara adalah kodrat alam. Pada
pelaksanaannya penguasalah yang memegang kekuasaan Negara sehingga dapat menimbulkan
pemerintahan yang otoriter misalnya pada zaman Mussolini di Italia, Hitler di Jerman dan
sebagainya. Tokoh teori ini adalah Paul Laband dan Jellineck.

Kedaulatan negara yaitu kedaulatan yang asalnya dari negara itu sendiri yakni dalam
wilayah suatu negara hanya negara itu yang berdaulat penuh. Negara mempunyai kekuasaan
yang tidak terbatas. Artinya negara berhak mengatur semua warga negara dan harus taat, patuh
terhadap kehendak dan keinginan negara. Tidak ada seorang yang berhak menentang kehendak
negara. Sehingga kekuasaan negara tidak ada yang membatasinya.

Teori kedaulatan Negara (Staats souvereiniteit)menganggap sebagai suatu axioma yang


tidak dapat dibantah, artinya dalam suatu wilayah negara, negaralah yang berdaulat. Inilah inti

20
pokok dari semua kekuasaan yang ada dalam wilayah suatu negara. Otto Mayer (dalam buku
Deutsches Verwaltungsrecht) menyatakan “kemauan negara adalah memiliki kekuasaan
keksrasan menurut kehendak alam”.

Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa negara mempunyai kekuasaan yang
tertinggi yang berasal dari negara itu sendiri. Tidak ada yang lebih tinggi dari negara, termasuk
hukum, karena hukum merupakan buatan negara. Penerapan kedaulatan ini dilakukan oleh para
pejabat Negara, yang menjadi simbol kekuasaan negara. Contoh pelaksanaan kedaulatan negara
adalah Rusia di bawah Stalin.

Negara sebagai badan hukum memiliki kekuasaan tertinggi didalam kehidupan manusia
sebagai anggota masyarakat. Dalam kenyataanya negara dijalankan oleh orang–orang yang
memegang kekuasaan, sehingga kehendak negara adalah tidak lain dari pada kehandak orang-
orang penguasa itu. Yang menjadi hukum didalam negara adalah hanya yang dinyatakan atau
ditentukan sebagai hukum oleh negara atau didalam prakteknya oleh penguasa negara. Dengan
demikian, hukum adalah kehendak negara. Hukum yang dibuat diluar dari kehehndak negara
bukan sebagai hukum sebab negaralah yang menjadi pusat dan pokok dari segala kekuasaan
dalam negara. Oleh Nawisky dijelaskan negara sebagai suatu gejala masyarakat dengan
demikian berada disamping, didepan, dan diluar sistem hukum. hukumlah yang bergantung
kepada negara. Dalam hubungan tertentu hukum dibuat atau diakui oleh negara, hukum adalah
hasil ciptaan negara. Dengan demikian initinya adalah semua hukum itu dikembalikan kepada
kekuasaan negara. Hukum adalah penjelmaan dari kemauan negara yang dinyatakan serta
dirumuskan oleh penguasa negara dalam bentuk peraturan hhukum.

Dalam pandangan Brierly, kedaulatan suatu Negara atas suatu wilayah memiliki
persamaan dengan hak hak keperdataan seperti misalnya hak milik atas tanah meskipun .dalam
makna yang berbeda. Hal itu dapat dengan mudah dipahami karena kedaulatan memberikan halk
ekslusif bagi Negara untuk melakukan berbagai macam tidakan hukum dalam wilayah
kekuasaanya seperti membentuk hukumatau perbuatan hukum lain dan meminta kepatuhan dari
semua orang yang berada dalam wilayah Negara. Prinsip yang sama juga berlaku untuk hak
milik meskipun dalam arti yang sangat terbatas memberikan. Hak milik memberikan hak ekslusif
bagi pemilik tanah untuk melakukan berbagai macam tindakan atas perbuatabn hukum atas tanah
miliknya asal saja tidak melanggar hukum atau peraturan perundang-undangan.

19
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

20
Kedaulatan merupakan suatu kekuasaan tertinggi didalam negara, dimana
kekuasaantersebut dipegang oleh satu orang atau lebih dengan bertujuan untuk menjalankan
kegiatannegara, tujuan negara dan berjalannya pemerintahan dalam negara.

Teori– teori tentang kedaualatan berdasarkan kategorisasi atas siapapemegang kekuasaan


tertinggi atau kedaualatan suatu negara. Teori teori itu menghasilkan teori :

a. Kedaulatan Tuhan
b. Kedaulatan Raja
c. Kedaulatan Negara
d. Kedaulatan Rakyat
e. Kedaulatan Hukum

DAFTAR PUSTAKA

Bo, Eduardus Marius. 2019. Teori Negara Hukum & Kedaulatan Rakyat. Malang :
Setara Press

Sibuea, Hotma P. 2014. Ilmu Negara. Jakarta : Erlangga

19