Anda di halaman 1dari 12

TEORI ARSITEKTUR 1

RUANG, GEOMETRI DAN KONTEKSTUAL

RAHMADANTI ADMAJA | 142018009


RUANG

DEFINISI

Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan, dan ruang udara sebagai satu
kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta
memelihara kelangsungan hidupnya.
Unsur-unsur ruang dapat dikategorikan menjadi ruang fisik dan ruang sosial. Ruang fisik adalah
ruang yang dibatasi oleh unsur-unsur fisik yang nyata dan mempunyai karakter yang serupa dan biasanya
ditandai dengan batas-batas administrasi. Sedangkan ruang sosial adalah ruang yang terbentuk oleh adanya
kegiatan manusia dan ditandai dengan seberapa luas jangkauan layanan dalam ruang tersebut.

Ruang secara fisik dapat dibedakaan menjadi:

• Ruang terbuka
Ciri-ciri ruang terbuka adalah natural atau alami, berupa daratan, perairan (sungai, laut, danau, dll),
daerah hijau, dan belum terbangun.

• Ruang Terbangun
Ciri-ciri ruang terbangun adalah ada batas-batas yang jelas, dikategorikan berdasarkan fungsi ruang,
berbentuk 3 dimensi serta dapat dibedakan menjadi bangunan-bangunan kompak atau menyebar.

FUNGSI RUANG
Berdasarkan Undang-Undang Panataan Ruang No.24 Tahun 1992 dan Undang-Undang Penataan
Ruang No.26 Tahun 2007, fungsi ruang wilayah dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:
1. Sebagai fungsi lindung
Kawasan ini memiliki karakteristik ruang dan sifat pemanfaatannya, yang dapat didelineasi sebagai
kawasan lindung yaitu fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup, biasa dijumpai sebagai kawasan
campuran budidaya terbatas (kawasan suaka alam, kawasan pantai hutan bakau, kawasan cagar budaya dan
ilmu pengetahuan, taman hutan raya dan taman wisata alam)
2. Sebagai fungsi budidaya
Kawasan budidaya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar
kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan. Kawasan ini memiliki
karakteristik ruang dan sifat pemanfaatannya, yang dapat didelineasi sebagai kawasan budidaya yaitu fungsi
utama untuk budidaya, batas kawasan bisa kabur, tumpang tindih atau “bergerak” atau berpindah (kawasan
permukiman, kawasan pariwisata, kawasan / peruntukan industri, kawasan pertambangan, perikanan,
peternakan, dll)
PENENTUAN LUAS RUANG
Penentuan luas ruang merupakan proses menganalisa suatu ruang yang bertujuan untuk menentukan
luasan ataupun besaran yang nantinya akan dibutuhkan.

UKURAN RUANG

Ukuran ruang merupakan bilangan yang menunjukan suatu besaran pada ruang, meliputi Panjang,
lebar, maupun tinggi bangunan itu sendiri.

Berikut merupakan beberapa ukuran untuk setiap ruangan ;


• Kamar tidur
Kamar tidur ialah ruangan utama sebuah rumah, karna sebuah rumah
tentunya harus memiliki kamar untuk penghuninya beristirahat, ukuran
nyaman sebuah kamar tidur untuk orang dewasa 2 x 3 m dan 3 x 3 meter
adalah sebuah ukuran normal sebuah kamar. dan untuk kamar yang berukuran
extra 4 x 5 sudah termasuk sangat luas, karna kamar adalah tempat beristirahat
alangkah baiknya di sesuaikan dengan ukuran kasur dan lemari tidak perlu
terlalu luas, estimasinya ketika Anda akan mengisi kamar tersebut dengan kasur
maka Anda harus mengetahui ukuran - ukuran standar kasur yang ada.
• Kamar mandi
Kamar mandi juga termasuk ruangan core dalam sebuah rumah,
akan tetapi ada perubahan ukuran kamar mandi dari jaman dulu
hingga sekarang jaman dulu luas sebuah kamar mandi bisa sampai 2
x 2 meter, 2 x 3 meter atau lebih dikarenakan jaman dulu orang -
orang membuat kamar mandi dengan bak yang sangat luas dan ada
pula yang diperuntukan memeliha ikan juga, selanjutnya jaman dahulu
banyak yang memisahkan antara kamar mandi dan wc, semakin
majunya jaman maka kini sebuah kamar mandi bisa hanya seluas 1 x
1.5 meter termasuk closet akan tetapi tidak me miliki bak biasanya hanya menggunakan shower dan ember
kecil saja.
• Ruang tamu
Ruang tamu biasanya untuk rumah tipe sederhana menyatu
dengan ruang keluarga dan ruang makan dikarenakan lahan yang
terbatas, standar nyamannya untuk sebuah ruang tamu dengan
berkursi/ sofa 2 x 3 meter ataupun 3 x 3 meter sedangkan untuk
lesehan 2 x 2 sudah cukup menampung 4-5 orang .
• Dapur
Dapur bukan termasuk ruangan yang penting bahkan banyak rumah
tipe sederhana tidak memiliki dapur, akan tetapi untuk ukuran
dapur simple 2 x 2 meter itu sudah cukup, yang terpenti ng untuk
sebuah dapur harus memiliki sirkulasi udara yang baik.
• Garasi
Garasi juga bukan termasuk ruangan wajib sebuah rumah
karna tidak semua orang memiliki kendaraan pribadi, untuk
ukurannya sendiri kita harus memprediksikan luas m obil dan
ruang untuk parkir jangan sampai terlalu sempit karna akan
menyulitkan pengendara memparkirkan rumah.
Setelah melihat ukuran-ukuran mobil yang banyak beredar
di Indonesia bisa dilihat panjang mobil rata-rata kurang dari 5
meter dan lebar kurang dari 2 meter maka untuk membuat sebuah garasi minimal dibutuhkan luas 5 x 3
meter agar lebih memarkirkan kendaraan
Semua ukuran-ukuran tersebut tentunya tetap harus disesuaikan dengan luas tanah yang Anda punya agar
lahan berfungsi sebagaimana mestinya.
PENENTUAN TUGAS RUANG
Dalam penentuan tugas pada ruang dapat ditentukan berdasarkan Fungsi. Terbagi menjadi :
1. Kamar Tidur
Kamar tidur berfungsi tempat istirahat para penghuninya. Terkadang juga difungsikan untuk belajar
atau melakukan berbagai aktivitas pribadi lainnya.
2. Kamar Mandi / WC
Kamar mandi ini berfungsi sebagai tempat untuk membersihkan tubuh. Selain itu, kamar mandi digunakan
juga untuk relaksasi.
3. Ruang Tamu
Ruangan ini biasanya digunakan khusus untuk menerima tamu. Ruang tamu termasuk kedalam ruang
bersifat publik.
4. Ruang Keluarga / Ruang Santai
Ruangan Keluarga digunakan para penghuni rumah untuk berkumpul atau sekedar bersantai, ruangan ini
bersifat semi private.

RUANG GERAK (SIRKULASI)


Sirkulasi merupakan peredaran udara yang terjadi pada suatu ruang. Dalam arsitektur, sirkulasi
merupakan hubungan antara ruang satu dengan ruang lain yang bias dihubungkan, baik secara horizontal
maupun vertical.
Sirkulasi pergerakan dalam ruang merupakan alur gerak yang berguna sebagai benang yang
menghubungkan ruang ruang pada suatu bangunan atau suatu rangkaian ruang ruang interior maupun
eksterior secara Bersama sama. Sehingga dengan cara tersebut terbentuklah suatu keaadaan dimana dapat
dirasakannya tatanan, hubungan ruang ruang yang dilewati, eksterior dan ninterior sebelum sampai ke tempat
tujuan yang mempengaruhi persepsi setiap orang tentang bentuk dan ruang suatu bangunan.
Unsur sirkulasi meliputi ;
• Pencapaian bangunan
• Jalan masuk kedalam bangunan
• Konfigurasi jalan
• Hubungan jalan ruang
• Bentuk ruang sirkulasi
BENTUK RUANG
Bentuk merupakan titik temu antara massa dan ruang. Bentuk juga dapat dihubungkan pada
penampilan luar yang dapat dikenali seperti sebuah kursi atau seseorang yang mendudukinya.
Bentuk juga memiliki sifat-sifat tertentu yang menentukan pola dan komposisi unsur-unsurnya :
− Posisi
Letak dari sebuah bentuk adalah relative terhadap lingkungannya atau lingkungan visual di mana
bentuk tersebut terlihat.
− Orientasi
Arah dari sebuah bentuk relative terhadap bidang dasar, arah mata angin, bentuk-bentuk benda lain,
atau terhadap seseorang yang melihatnya.
− Inersia Visual
Merupakan tingkat konsetrasi dan stabilitas suatu bentuk. Inersia visual suatu bentuk tergantung
pada geometri dan orentasinya relative terhadap bidang dasar, gaya tarik bumi, dan garis pandang
manusia
• Bentuk Beraturan
Bentuk beraturan adalah bentuk-bentuk yang berbubungan satu sama lain dan tersusun secara rapi dan
konsisten. Pada umumnya bentuk-bentuk tersebut bersifat stabil dan simetris terhadap satu sumbu atau lebih.
Bola, silinder, kerucut, kubus, dan piramida merupakan contoh utama bentuk-bentuk beraturan. Bentuk-
bentuk dapat mempertahankan keteraturannya meskipun dimensi-dimensinya diubah, ataupun unsure-
unsurnya ditambah atau dikurangi. Berdasarkan pengalaman dalam membangun bentuk-bentuk serupa, kita
dapat membangun suatu bentuk teratur yang baru berdasarkan bentuk dasar meskipun dengan menghilangkan
atau menambahkan beberapa bagiannya.

• Bentuk Tak Beraturan


Bentuk tak teratur adalah bentuk yang bagian-bagiannya tidak serupa dan hubungan antar bagiannya
tidak konsisten. Pada umumnya bentuk ini tidak simetris dan lebih dinamis dibandingkan bentuk beraturan.
Bentuk tak beraturan bisa berasal dari bentuk beraturan yang dikurangi oleh suatu bentuk tak beraturan
ataupun hasil dari komposisi tak beraturan dari bentuk-bentuk beraturan.
Selama kita berkecimpung baik dengan massa padat maupun ruang kosong di dalam arsitektur, bentuk-
bentuk beraturan bisa berada dalam bentuk-bentuk tak beraturan. Demikian juga bentuk-bentuk tak
beraturan bisa berada dalam bentuk-bentuk beraturan

GEOMETRI

DEFINISI

Geometri (Yunani Kuno: γεωμετρία, geo-"bumi",-metron


"pengukuran") adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan
pertanyaan bentuk, ukuran, posisi relatif gambar, dan sifat ruang.
(Wikipedia).
Michael Leyton dalam bukunya yang berjudul ‘’Shape as Memory
– A Geometric Theory of Architecture’’ mengemukakan suatu teori baru
tentang geometri yang merupakan seluruh restrukturisasi ilmu pengetahuan.
Ini adalah suatu pemahaman yang radikal tentang desain, dan merupakan
pondasi baru geometri sebagai pondasi baru dalam arsitektur,dimana
bentuk adalah cara merekonstruksi sejarah. Obyek dari yang satu dapat
menemukan informasinya mengenai masa lalu, yang disebut penyimpanan memori.
• Peran Memori dari Simetri dan Asimetri.
Menurut dasar baru dari geometri setiap fitur dunia adalah penyimpanan memori. Memori disimpan
dalam asimetris, memori terhapus oleh simetris.
• Golden Mean
Banyak dari para arsitek dan seniman menerapkan golden ratio pada karya-karya mereka, khususnya
pada golden rectangle, golden spiral karena dipercaya bahwa golden mean ini secara estetis menyenangkan
dan mengagumkan perbandingan 1 :1.168
• Fibonacci dan Alam
Tanaman tidak tahu tentang barisan ini,mereka hanya tumbuh dengan cara yang paling efisien.
Banyak tanaman menunjukkan bilangan fibonacci dalam susunan daun sekitar batang. Beberapa kerucut pinus
dan kerucut cemara juga menunjukkan bilangan fibonacci, seperti halnya bunga aster dan bunga matahari.
bunga matahari dapat berisi bilangan 89, 144
• Golden Rectangle
Golden rectangle adalah persegi panjang yang perbandingan sisi-sisinya membentuk perbandingan 1
berbanding golden ratio, 1: phi, atau 1 : 1.618.
• Golden Spiral
Golden spiral adalah spiral logaritmik yang faktor pertumbuhannya adalah phi atau golden ratio.
Secara khusus, sebuah golden spiral semakin melebar atau menjauh dari titik awalnya dengan faktor phi untuk
tiap seperempat lingkaran yang dibuat. Sebuah persegi panjang yang panjang dan lebarnya masing-masing
berukuran 1,618 dan 1 satuan panjang adalah persegi panjang emas.
UNSUR GEOMETRI
Dalam struktur geometri modern khususnya dan matematika pada umumnya terdapat istilah-istilah
yang telah disepakati dan menjadi pedoman bagi semua orang yang mempelajari geometri, matematika, atau
cabang matematika yang lain.
Istilah-istilah tersebut adalah:

1. Unsur-unsur yang tidak didefinisikan,


2. Unsur-unsur yang didefinisikan,

Unsur yang tidak didefinisikan atau pengertian pangkal adalah konsep primitif yang mudah dipahami
dan sulit dibuatkan definisinya, seperti titik, garis, dan bidang. Apabila kita paksakan untuk membuat definisi
untuk unsur primitif tersebut maka akan terjadi blunder. Misalnya kita akan membuat definisi untuk titik,
seperti titik adalah sesuatu yang menempati tempat. Kemudian kita harus mendefiniskan lagi sesuatu yang
menempati tempat itu apa, misalnya noktah yang ada pada bidang. Kemudian kita harus mendefinisikan
tentang noktah itu apa, dan seterusnya. Sehingga dalam definisi terdapat definisi dan begitu seterusnya. Oleh
karena itu semua konsep yang memiliki sifat demikian dimasukan ke dalam katagori unsur primitif atau unsur
yang tidak terdefinisi.
Unsur-unsur yang didefinisikan adalah konsep yang mempunyai definisi atau batasan. Sehingga dengan
definisi konsep-konsep tersebut menjadi jelas, tidak ambigius atau tidak bermakna ganda. Syarat sebuah
definisi adalah harus singkat, padat, jelas, dan tidak mengandung pengertian ganda. Unsur yang didefinisikan
adalah konsep-konsep yang dikembangkan dari unsur yang tidak didefinisikan. Misalnya, sinar garis, ruas
garis, segitiga, segiempat dikembangkan dari konsep garis sebagai unsur yang tidak didefinisikan.

KUALITAS GEOMETRI
Kualitas geometris adalah kualitas pada suatu produk yang meliputi tentang ukuran, bentuk dan
kehalusan permukaan.

RUANG DIPERTALIKAN DENGAN TATANAN


Hubungan ruang dengan tatanan dapat dilihat dengan menggunakan prinsip-prinsip penataan ruang,
sebagai berikut :

Sebuah garis yang dihasikan oleh dua buah titik


didalam ruang, dimana terdapat bentuk dan ruang
Sumbu
yang disusun simetris atau seimbang.

Disrtribusi dan tatanan seimbang antara bentuk


dan ruang yang setara pada sisi-sisi berlawanan di
suatu garis atau bidang pembagi, atau terhadap
Simetri sebuah sumbu atau titik pusat.
Aktualisasi kepentingan suatu bentuk atau ruang
melalui ukuran, bentuk dasar, atau penempatan
Hirarki
relatif terhadap bentuk dan ruang lain dari
organisasi tersebut.

Suatu gerakan penyatuan yang diceritakan dengan


adanya suatu pengulangan berpola atau perubahan
elemen-elemen, bentuk atau motif didalam suatu
Irama bentuk yang berubah ataupun tetap.

Sebuah garis, bidang atau volume yang oleh


kemenerusan dan keteraturannya, berfungsi
mengumpulkan, mengukur, dan mengatur suatu
Datum pola dan bentuk ruang.
Prinsip yag menjelaskan bahwa suatu konsep,
struktur, atau organisasi arsitektur dapat diubah
melalui serangkaian manipulasi dan
Transformasi permetasiterpisah dalam upaya menanggapi
sebuah lingkungan khusus atau serangkaian
kondisi, tanpa kehilangan identitas atau
konsepnya.
Ruang Dipertalikan Dengan Ruang
Yang dimaksud dengan ruang dipertalikan dengan ruang adalah hubungan yang terjadi antar ruang
dengan fungsi yang saling berkaitan. Hubungan antar ruang terbagi menjadi :
1. Ruang Di Dalam Ruang
Ruang di dalam ruang adalah ruang yang lebih besar, dimana ruang
tersebut dapat digunakan suatu ruang kecil di dalamnya. Jika ruang yang didalam
berkembang ukurannya, ruang yang lebih besar akan mulai kehilangan artinya
sebagai bentuk ruang penutup.

2. Ruang Saling Berkaitan


Ruang yang saling berkaitan adalah ruang – ruang yang mempunyai
kegiatan atau fungsi – fungsi yang mempunyai hubungan dekat dan saling
berkaitan.Hubungan ini dihasilkan melalui penumpukkan dua buah area spasial
serta munculnya zona rua ng yang dibagi

3. Ruang Bersebelahan
Dapat didefinisikan hubungan ini adalah ruang yang saling berkaitan,
bersentuhan dan berderet-deret seingga membentuk semacam deretan. Tingka t
kemenerusan visual dan spasial yang terdapat di antara dua rung yang
berdekatan tergantung pada karakter bidang yang memisahkan dan menyatukan
mereka.

4. Ruang Dihubungkan Oleh Ruang Lain


Maksudnya adalah ruang-ruang yang saling berkaitan dengan adanya
ruang bersama yang menghubungkan ruang-ruang tersebut. Hubungan i ni
mengandalkan ruang perantara. Ruang perantara dapat berbeda bentuk atau
orientasi untuk menjalankan fungsi berhubungan.
KONTEKSTUAL

DEFINISI
Istilah ”kontekstual” bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang berkaitan
dengan kondisi keterkaitan. Dengan kata lain konstektual bisa diartikan adanya keterkaitan antara sesuatu
dengan sesuatu yang lain. Di bidang arsitektur, dalam sebuah proses perencanaan dan perancangan, perlu
diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan karya baru yang direncanakan. Hal-hal yang mempunyai
keterkaitan tersebut antara lain adalah lingkungan, budaya, gaya regional, karakter masyarakat, sejarah,
dll.
Menurut Bill Raun Kontekstual menekankan bahwa sebuah bangunan harus mempunyai kaitan
dengan lingkungan (bangunan yang berada di sekitarnya). Keterkaitan tersebut dapat dibentuk melalui
proses menghidupkan kembali nafas spesifik yang ada dalam lingkungan (bangunan lama) ke dalam
bangunan yang baru sesudahnya.
Kontekstual adalah sebuah metode perancangan yang mengkaitkan dan menyelaraskan bangunan
baru dengan karakteristik lingkungan sekitar.

UNSUR BANGUNAN MEMPENGARUHI UNSUR KONTESKTUAL :


Arsitektur kontekstual dan proses pencarian bentuk, berisi analisis dan eksplorasi ragam konsep
desain yang menunjukkan keterkaitan antara bentuk arsitektur dan konteks lingkungan perkotaan.
Kontekstualisme dalam terminologi arsitektur diterapkan dalam perancangan sebuah bangunan
atau ruang di dalam kota, sehingga kota tersebut akan memiliki karakteristik tersendiri yang pada akhirnya
akan menghasilkan sebuah city branding yang unik dan tidak dapat dimiliki kota lain.
Secara umum ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kontekstualisme :
• Pertama, kondisi bangunan lama yang bisa dilihat dari bentuk, material, dan skala bangunan.
• Kedua, karakter dan jiwa tempat bangunan tersebut berada yang bisa dilihat dari motif atau pola
desain setempat.
Dari beberapa hal tersebut dapat dijabarkan beberapa pendekatan desain arsitektur kontekstual yang
bervariasi atau tidak sekadar meniru.
UNSUR KONTEKTUAL MEMPENGARUHI UNSUR BANGUNAN:

• Kelompok Tapak
Tapak dalam peerspektif Ilmu Arsitetur adalah alahan atau tempat dimana bangunan yang
direncanakan akan didirikan. Perencanaan tapak dimaksudkan untuk meletakkan bangunan atau
kelompok bangunan pada tapak yang ditentukan dengan tepat, maka perlu dilakukan analisis terhadap
kondisi rona awal tapak dalam kelebihan dan kekurangannya. Perencanaan tapak dalam ilmu Arsitektur
lebih diprioritaskan kedalam keindahan, keserasian dan keestetikaan objek bangunan yang akan
menempati jarak.

• Kelompok Iklim
Menurut buku “Arsitektur Tropis Lembab”, iklim adalah kondisi fisik lingkungan atmosferik
yang merupakan karakteristik lokasi, geografi yang dipengaruhi oleh unsur-unsur suhu udara,
kelembaban, angin, curah hujan, dan radiasi matahari yang saling ketergantungan satu sama lainnya.
Dalam buku “Climate and Architecture” disebutkan bahwa iklim adalah keadaan rata-rata cuaca
pada suatu daerah dipermukaan bumi yang berlangsung dalam waktu yang relative Panjang.