Anda di halaman 1dari 36

RANCANGAN AKTUALISASI

PENINGKATAN PEMAHAMAN PASIEN DAN KELUARGA PASIEN


TENTANG PENYAKIT DYSPEPSIA MENGGUNAKAN
“TELENURSING” (TELEKOMUNIKASI PERAWAT TENTANG
SARANA PENDIDIKAN KESEHATAN PASIEN) DI RSUD KH.
MUHAMMAD THOHIR PESISIR BARAT

Disusun Oleh :

Hengky Erdiansyah A.Md,Kep


NIP. 199310192019031009

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL


PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XXXIV
PEMERINTAH KABUPATEN PESISIR BARAT

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II PROVINSI LAMPUNG
TAHUN 2019

JUDUL : Peningkatan Pemahaman Pasien Dan Keluarga Tentang


Penyakit Gastritis Menggunakan “TELENURSING”
(Telekomunikasi Perawat Tentang Sarana Pendidikan
Kesehatan Pasien) Di RSUD KH. Muhammad Thohir Pesisir
Barat
NAMA : Hengky Erdiansyah A.Md,Kep
NIP : 19931019 201903 1 009
UNITKERJA : RSUD KH. Muhammad Thohir Pesisir Barat
INSTANSI : Pemerintah Provinsi Lampung

Pada hari ini, Oktober Dua Ribu Sembilan Belas Rancangan Aktualisasi ini
disetujui untuk diseminarkan

Disetujui Oleh:

Mentor, Peserta,

dr. EVA HADANIAH A Sp.,Rad HENGKY ERDIANSYAH A.Md,Kep


NIP. 197901122006042003 NIP. 19931019 201903 1 009

Coach,

DEWI INDIRA, S.Si.,MT


NIP. 19720205 199803 032 006
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II PROVINSI LAMPUNG
TAHUN 2019

JUDUL : Peningkatan Pemahaman Pasien Dan Keluarga Tentang


Penyakit Dyspepsia Menggunakan “TELENURSING”
(Telekomunikasi Perawat Tentang Sarana Pendidikan
Kesehatan Pasien) Di RSUD KH. Muhammad Thohir Pesisir
Barat
NAMA : Hengky Erdiansyah A.Md.Kep
NIP : 19931019 201903 1 009
UNITKERJA : RSUD KH. Muhammad Thohir Pesisir Barat
INSTANSI : Pemerintah Provinsi Lampung

Pada hari ini Oktober tahun dua ribu Sembilan belas Rancangan Aktualisasi ini
telah diseminarkan dan disahkan

Disetujui Oleh:

Coach, Mentor,

DEWI INDIRA, S.Si.,MT dr. EVA HADANIAH A Sp.,RAD


NIP. 197901122006042003 NIP. 197901122006042003

Mengetahui :
Penguji,

_____________________________
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan
Rancangan Aktualisasi ini yang berjudul “Peningkatan Pemahaman Pasien Dan
Keluarga Tentang Penyakit Dyspepsia Menggunakan “TELENURSING”
(Telekomunikasi perawat Tentang Sarana Pendidikan Kesehatan Pasien) Di
RSUD KH. Muhammad Thohir Pesisir Barat.” Rancangan ini diharapkan dapat
mengaktualisasikan nilai – nilai dasar ANEKA, Whole of Government, Pelayanan
Publik dan Manajemen ASN.

Pada kesempatan kali ini dengan ketulusan hati penulis ingin menyampaikan
penghargaan dan ucapan terima kasih kepada :
1. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Lampung.
2. Dewi Indira S.Si.,MT selaku Pembimbing penyusunan rancangan aktualisasi.
3. dr. Eva Hadaniah A Sp.,Rad selaku mentor dalam pembuatan rancangan
aktualisasi.
4. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun. Penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat
bagi penulis dan pembaca.

Bandar Lampung, Oktober 2019


Penulis

Hengky Erdiansyah A.Md.Kep


NIP. 19931019 201903 1 009

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rumah sakit merupakan unit pelayanan kesehatan terkait dengan
tanggung jawab memberikan pelayanan gawat darurat sebagaimana
disebutkan dalam Undang undang RI no 44 tahun 2009 pasal 1, rumah
sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara menyeluruh, menyiapkan rawat
inap, rawat jalan dan gawat darurat. Selanjutnya dalam Permenkes RI
No.147/Menkes/ 2010 juga disebutkan bahwa rumah sakit merupakan
institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan
rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
RSUD KH. Muhammad Thohir merupakan salah satu Unit
Pelaksana Teknis Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang
menyelenggarakan pelayanan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan
gawat darurat. Masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat
penting yang dihadapi masyarakat kita saat ini. Semakin maju teknologi
dibidang kedokteran,semakin banyak pula macam penyakit yang menderita
masyarakat. Hal ini tentu saja karena dipengaruhi tingkah laku masyarakat
tersebut. Penekanan konsep penyuluhan kesehatan lebih pada upaya
mengubah perilaku sasaran agar berperilaku sehat terutama pada aspek
pengetahuan, sehingga pengetahuan sasaran penyuluhan telah sesuai
dengan program yang telah direncanakan.
1.2 Tujuan
Tujuan dari rancangan aktualisasi ini adalah sebagai langkah dalam
Tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan
Rumah Sakit yang bermutu. Hal ini sesuai dengan misi RSUD KH.
Muhammad Thohir yang berkesinambungan dengan misi Bupati Pesisir
Barat dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Pesisir
Barat.

1.3 Manfaat
Manfaat dar ipembuatan rancangan aktualisasi ini antara lain sebagai berikut.
1. Bagi Stakeholder
Manfaat bagi stakeholder atau masyarakat secara umum adalah
sebagai upaya Tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan
memberikan pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang bermutu.
2. Bagi Organisasi
Manfaat bagi RSUD KH. Muhammad Thohir adalah sebagai salah satu
cara inovasi dalam Tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan
memberikan pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang bermutu.
3. Bagi Penulis
Manfaat bagi penulis adalah sebagai salah satu syarat untuk lulus
dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan II di Lingkungan Pemerintah
Provinsi Lampung.
1.4 Deskripsi Organisasi

1.4.1 Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah KH. Muhammad Thohir

RSUD KH. Muhammad Thohir terletak di Kabupaten Pesisir


Barat, yang merupakan kabupaten termuda di Provinsi Lampung,
yang merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Lampung
Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 yang
disahkan pada sidang paripurna DPR tanggal 25 Oktober 2012,
dilanjutkan dengan peresmian pada tanggal 25 April 2013.
Pada awalnya RSUD KH. Muhammad Thohir memiliki nama
Rumah Sakit Komunitas Krui. Pembangunan RSUD dimulai pada
tahun 2015 – 2016. Pada bulan April 2017 Direktur dan Staf
Struktural mulai melakukan tugas di RSUD, dilanjutkan pada bulan
Mei 2017 Staf Fungsional mulai bertugas. Seluruh staf fungsional
medis dan paramedis berasal dari staf Puskesmas.

Pada tanggal 03 Oktober 2018 Bupati Pesisir Barat


mengeluarkan izin Operasional Rumah Sakit Umum Daerah KH.
Muhammad Thohir. Rumah Sakit Umum Daerah KH. Muhammad
Thohir mempunyai alamat Jl. Atar Sedangkek Pekon Way Suluh
Kec. Krui Selatan Kab. Pesisir Barat Provinsi Lampung.
Gambar 1.1. Peta Wilayah Kabupaten Pesisir Barat

1.4.2 Kondisi Kependudukan

Daerah Kabupaten Pesisir Barat meliputi luas daerah


2.907,23 Km² atau 8,39 % dari luas Propinsi Lampung,
memiliki garis pantai 221,5 Km,dengan jumlah penduduk
156.306 jiwa (berdasarkan data Disdukcapil
KabupatenPesisir Barat) yang rata-rata mata pencarian
penduduknya adalah petani dan nelayan.

Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari 11 ( Sebelas )


Kecamatan yang meliputi Kecamatan-kecamatan sebagai
berikut :

1. Kecamatan Lemong
2. Kecamatan Pesisir Utara
3. Kecamatan Pulau Pisang
4. Kecamatan Karya Penggawa
5. Kecamatan Way Krui
6. Kecamatan Pesisir Tengah
7. Kecamatan Krui Selatan
8. Kecamatan Pesisir Selatan
9. Kecamatan Ngambur
10. Kecamatan Bengkunat
11. Kecamatan Bengkunat Belimbing.
RSUD KH. Muhammad Thohir terletak di lokasi yang
cukup strategis, berlokasi di Kecamatan Krui Selatan, dengan
akses jalan yang mudah ditempuh, sejauh 4 km dari jalan
raya lintas barat berbatasan dengan kecamatan Pesisir
Tengah dan Kecamatan Pesisir Selatan.
RSUD KH. Muhammad Thohir menjadi Rumah Sakit
pertama dan satu – satunya yang ada di wilayah Kabupaten
Pesisir Barat. Jumlah desa /pekon dan kelurahan, luas wilyah,
jumlah penduduk perkecamatan serta kepadatan penduduk
yang menjadi target pelayanan bagi RSUD KH. Muhammad
Thohir di Kabupaten Pesisir Barat dapat dilihat pada tabel
dibawah ini .
Tabel. 1.1. Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Perkecamatan
Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2018

Luas Jumlah
Jumlah
Wilay Pendud Kepadatan
No Kecamatan Desa /
ah uk (Jiwa/Km2)
Kel
(Km2) (Jiwa)

1
1 Lemong 13 455,0 33,25
5.129

2 Pesisir Utara 12 84,5 96,51


8.155

Pulau
3 6 43,6 54,45
Pisang 2.374

Karya
4 12 211,1 45,31
Penggawa 9.565

1
5 Way Krui 10 40,9 375,57
5.361

Pesisir 1
6 8 120,6 110,75
Tengah 3.356

1
7 Krui Selatan 10 36,3 346,53
2.579
Pesisir 2
8 15 409,2 54,97
Selatan 2.494

1
9 Ngambur 9 327,2 57,25
8.732

10 Bengkunat 9 215,0 39,93


8.586

Bengkunat 2
11 14 943,7 26,45
Belimbing 4.957

Sumber :Pusat data dan informasi Provinsi Lampung tahun 2018

1.4.3 Ketersediaan Sumber daya Manusia

1. Jumlah Seluruh Karyawan Rumah Sakit Menurut StatusPNS/NON


PNS

Status Karyawan di RSUD KH. Muhammad Thohir dibedakan dalam tiga


Jenis status kepegawaian, Pegawai Negeri Sipil, Tenaga Kontrak Daerah,
dan Tenaga Kontrak Sukarela,sebagaimana tercantum dalam tabel
dibawah ini :

Tabel 1.2.Jumlah Ketenagaan

April Tahun 2019


Uraian PNS/ TKD TKS Total

CPNS
Jumlah
Karyawan 52 70 5 127

Jadi Prosentase dari jumlah Pegawaidengan status PNS/CPNS adalah


sebanyak 37%, TKD sebanyak 55,5 %, dan TKS sebanyak 7,5 %.

2. Jumlah Seluruh Pegawai Rumah Sakit diperinci menurut Status


Pendidikan dan Profesi
Jenis Pendidikan Pegawaian di RSUD KH. Muhammad Thohir sampai
Bulan April Tahun 2019 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 1.3 Jenis Pendidikan Pegawai

No Kualifikasi Pendidikan
I Tenaga Medis PNS/ Honorer TKS
1 Dokter Umum 2 1 0
2 DokterSpesialis 2 0 0
3 DokterGigi 1 0 0
SubTotal 5 1 0
II Tenaga Keperawatan

1 Sarjana Keperawatan (Ners) 4 3 1


2 Sarjana Keperawatan 3 1 0
3 Akper/D3 Keperawatan 10 7 0
4 Perawat Kesehatan(SPK/SPR) 0 0 0
SubTotal 17 11 1
III TenagaKebidanan
1 D4 Kebidanan 3 4 1
2 D3 Kebidanan 3 25 0
SubTotal 6 29 1
IV Tenaga Kesehatan Masyarakat
1 S1 Kesehatan Masyarakat 5 0 0
Subtotal 5 0 0
V Tenaga Kefarmasian
1 Apoteker 1 0 0
2 Sarjana Farmasi 2 0 0
SubTotal 3 0 0

VI TenagaGizi
1 Akademi/D3Gizi 4 0 0
SubTotal 4 0 0
VII TenagaKeteknisanMedis
1 Radiografer 0 1 0
2 D III Perawat Gigi 2 1 0
3 D IV Analis Kesehatan 2 0 1
4 D III Refraksionis Optisien 0 0 0
SubTotal 4 2 1
VIII TenaganonKesehatan
1 S1Sosial Islam 0 1 0
2 S1 Pendidikan 0 1 0
3 S1 Ekonomi 0 1 0
3 D3Komputer 0 2 0
4 D3 Administrasi 0 1 0
5 D2 Manajemen 0 1 0
6 D2 Manajemen 0 0 0
SubTotal 0 7 0
X Lain – lain
1 SMA/ SMK/ SMEA 0 16 0
SubTotal 0 16 0
JUMLAHTOTAL 52 87 5
PEMERINTAH KABUPATEN PESISIR BARAT
RSUD KH. MUHAMMAD THOHIR
Pekon Atar Sedangke kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir BaratKode Pos 34874
Email :rskomunitaskrui@gmail.com
Telp : 082186415842 (Kantor), 082186415831

gambar 1.2 BAGAN STRUKTUR ORGANISASI RSUD KH MUHAMMAD THOHIR


1.4.5. Visi, Misi, Tujuan dan Tata Nilai Organisasi

DISKRIPSI ORGANISASI

A Nama Satuan Kerja Rumah Sakit Umum Daerah KH.Muhammad Thohir


Tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan
B Visi Satuan Kerja
memberikan pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang
bermutu.

a. Menyiapkan tenaga kesehatan yang profesional .


C Misi Satuan Kerja
b. Menyelenggarakan pelayanan yang menyeluruh
dan terpadu.
c. Terciptanya kemandirian masyarakat dalam hal
kesehatan.

D Struktur Organisasi pada (terlampir)


Satuan Kerja

E Tugas Satuan Kerja Tujuan Strategi RSUD KH.Muhammad Thohir :


Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang
berkualitas kepada pasien dan meningkatkan
kesejahteraan seluruh pegawai RSUD KH.
Muhammad Thohir
Moto RSUD KH.Muhammad Thohir :
Bekerja Dengan Hati
Tata Nilai RSUD KH.Muhammad Thohir :
“SIKOP”
S :Sehat Tujuanku
I:Ikhlas Niatku
K : Komprehensif Tindakanku
O :Objektif Dataku
P :Profesional Pelayananku
Bagian ketiga kedudukan,Tugas Pokok,dan Fungsi
Rumah Sakit,.
pasal 7
a. RSUD KH. Muhammad Thohir berkedudukan
sebagai rumah sakit milik Pemerintah
Kabupaten Pesisir Barat yang merupakan unsur
pendukung tugas Bupati di bidang pelayanan
kesehatan yang di pimpin oleh seorangDirektur.
b. RSUD KH. Muhammad Thohir bersifat otonom
dalam peleyenggaraan tata kelola rumah sakit
dan tata kelola klinis serta menerapakanpola
pengelolaan keuangan badan layanan umum
daerah.
c. RSUD KH. Muhammad Thohir sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dalam peleyengaraan
tatakelola rumah sakit dan tata kelola klinis
dibina dan bertanggung jawab kepada dinas
yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan
di bidangkesehatan.
d. Pembina tata kelola rumah sakit dan tata kelola
klinis serta pertanggung
jawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat-
ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang
kesehatan.
e. Rumah sakit sebagai unit organisasi sebagai
mana di maksud pada ayat (1) bersifat
fungsionaldanunitlayananyangbekrjasecara
profesional
f. Rumah sakit mempunyai tugas pokok
menyelengarakan pelayanan kesehatan dengan
upaya penyembuhan, pemulihan, peningkatan,
pencegahan pelayanan rujukan,dan
menyelenggarakan pendidikan dan
laithan,penelitian dan pengembangan serta
pengabdianmasyarakat.
g. Untuk meleyenggarakan tugas pokok sebagai
mana yang di maksud pada ayat (3) rumah sakit
memunyi fungsi:
1) Perumusan kebijakan teknis di bidang
pelayanan kesahatan;
2) Pelayanan penunjang
dalam menyelenggarakan pemerintahan
daerah di bidang pelayanan kesehatan.
3) Penyusunan rencana dan program,
monitoring,evaluasi serta pelaporan di
bidang pelayanan kesehatan.
4) Pelayananmedis.
5) Pelayanan penunjang medis dan non
medis.
6) Pelayanan keperawatan.
7) Pelayanan perujukan.
8)

F Tugas Untuk melaksanakan rincian tugas Sub Bagian


Unit/AtasanLangsung/Ment Kepegawaian mempunyai fungsi :
or
a. Pengelolaan Administrasi Kepegawaian
b. Pengelolaan Ketatausahaan Kepegawaian
c. Pembinaan dan PengembanganSDM
d. Pelaksanaan Monitoring, evaluasi dan
pelaporan kegiatan di lingkup Sub Bagian
Kepegawaian RSUD KH. Muhammad Thohir.
G Rincian Tugas dan Fungsi Tugas Pokok dan Fungsi Sebagai Perawat Terampil
dan atauTugasTambahan, :
dan atau Kegiatan Inisiatif
Sendiri dengan 1. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada
Persetujuan Atasan individu
2. Memfasilitasikan suasana lingkungan yang
tenang dan aman
3. Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
pada individu dalam rangka melakukan upaya
promotif
4. Memantau perkembangan pasien sesuai dengan
kondisinya (melakukan pemeriksaan
fisik,mengamati keadaan pasien) pada individu
dalam rangka upaya preventif.
5. Melakukan fasilitas pasien dan memenuhi
kebutuhan eliminasi
6. Memantau keseimbangan cairan dan elektrolit
pasien
7. Melakukan mobilisasi posisi pasein.
8. Mempertahankan posisi anatomis pasien
9. Memfasilitasi lingkungan yang mendukung
istirahat
10. Memfasilitasi kebiasaan tidur pasien
11. Memfasilitasi penggunaan pakaian yang
mendukung kenyamanan pada pasien
12. Melakukan pemeliharaan diri pasien
13. Memandikan pasien
14. Membersihkan mulut pasien
15. Melakukan kegiatan kompres hangat/dingin
16. Melakukan komunikasi teraupetik dalam
pemberian asuhan keperawatan
17. Melaksanakan tugas lapangan dibidang
kesehatan
18. Melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan
keperawatan
Tugas Tambahan
1. Memberikan tugas lain selain tupoksi atas
perintah atasan
BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI

2.1 Alasan Menetapkan Core isu

2.1.1 Deskripsi Isu

Menurut PERMENKES no 69 tahun 2014 Tentang kewajiban rumah sakit dan


kewajiban pasien sudak tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masyarakat dan rumah
sakit. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan
rawat inap,rawat jalan dan gawat darurat.

Perawat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas,tanggung jawab,


wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan
kegiatan pelayanan keperawatan pada fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya. Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk
pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
individu,keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang
mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Fasilitas pelayanan kesehatan
adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya
kesehatan, baik promotif, preventif,kuratif maupun rehabilitative yang dilakukan
pemerintah daerah dan/atau masyarakat selain Rumah Sakit dan Puskesmas Plus.

Dengan menggunakan metode APKL, diperoleh hasil analisis isu seperti

KRITERIA ISU
NO ISU KETERANGAN
A P K L

1 Kurangnya pemahaman pasien


dan keluarga terhadap penyakit + + + Memenuhi Syarat
Dyspepsia

2 Kurangnya pemahaman bahasa Tidak Memenuhi


+ + + -
daerah antara petugas dan pasien Syarat

3 Kurangnya kesadaran petugas


+ + + - Memenuhi Syarat
untuk melaksanakan PHBS
4 Kurangnya kesadaran
menggunakan APD (Alat + + + + Memenuhi Syarat
Pelindung Diri)

Keterangan :
A : Aktual
P : Problematik
K : Kekhalayakan
L : Layak/Kelayakan

2.1.2 Prioritas Isu

Urgency, Seriousness, Growth (USG) adalah salah satu alat untuk menyusun
urutan prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat
urgensi, keseriusan, dan perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1 – 5
atau 1 – 10. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Proses
untuk metode USG dilaksanakan dengan memperhatikan urgensi dari masalah,
keseriusan masalah yang dihadapi, serta kemungkinan bekembangnya masalah
tersebut semakin besar. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Urgency atau urgensi, yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau
tidak masalah tersebut diselesaikan.
b. Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah, yakni dengan melihat
dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan sIstem atau tidak.
c. Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit untuk dicegah.
PENILAIAN
NO ISU TOTAL RANK
U S G

1 Kurangnya pemahaman pasien


dan Keluarga terhadap penyakit 5 5 4 14 I
Dyspepsia
2 Kurangnya kesadaran
menggunakan APD (Alat 4 5 3 12 II
Pelindung Diri)

3 Kurangnya kesadaran petugas


4 4 3 11 III
untuk melaksanakan PHBS
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis isu, didapatkan prioritas isu dengan penilaian
AKPL paling tinggi yaitu “Kurangnya pemahaman pasien terhadap penyakit Dyspepsia
yang menyebabkan kunjungan pasien Dyspepsia tinggi”.

Keterangan:

Urgency Seriousness Growht

5: sangat mendesak 5: sangat berpengaruh 5: sangat berdampak

4: mendesak 4: berpengaruh 4: berdampak

3: cukup mendesak 3: cukup berpengaruh 3: cukup berdampak

2: tidak mendesak 2: tidak berpengaruh 2: tidak berdampak

1: sangat tidak mendesak 1: sangat tidak berpengaruh 1: sangat tidak berdampak

2.1.3 Penetapan Inisiatif Pemecahan Core Issue


Berdasarkan identifikasi isu diatas, maka isu yang ditetapkan adalah
Kurangnya pemahaman pasien dan keluarga terhadap penyakit Dyspepsia.
Hal ini didasarkan pada analisis kriteria isu sebagai berikut :
a. Urgency atau urgensi
Dengan mengetahui kondisi warga melalui pendataan yang dilakukan
oleh RSUD KH. Muhammad Thohir,maka perencanan penyuluhan harus
sesuai dengan kondisi keadaan kesehatan masyarakat yang sedang
berkembang dengan tepat.
b. Seriousness
Kurangnya pemahaman pasien dan keluarga terhadap penyakit
Dyspepsia memilki pengaruh yang cukup penting dalam penetapan
alternative pemecahan masalah. Kegiatan penyuluhan yang tidak tepat
sasaran akan terkesan rutinitas yang tidak memiliki pengaruh besar dalam
penyelesaian masalah kesehatan dimasyarkat.
c. Growth
Kurangnya pemahaman pasien terhadap penyakit Dyspepsia
berdampak pada kegiatan program penyuluhan yang tidak tepat sasaran.

2.2 Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara ASN


Dalam melakukan proses internalisasi dan aktualisasi dari tugas dan
fungsi jabatan serta organisasi, terdapat nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) yang harus
diterapkan dalam setiap pelaksanaan kegiatan, sebagai berikut :
1. Akuntabilitas
a. Kepemimpinan adalah lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke
bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam

menciptakan lingkungannya.

b. Transparansi adalah keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang

dilakukan oleh individu maupun kelompok/ instansi.

c. Integritas : adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak

tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

d. Tanggung Jawab : adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau

perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung

jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan

kewajiban.

e. Keadilan : adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesut


u
hal, baik menyangkut benda atau orang.
f. Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja,
maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenanga
n ,serta harapan dan kapasitas.
h. Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus memiliki
gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang
diharapkan.
i. Konsistensi : adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan
sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir (Lembaga Administrasi
Negara, 2015).

2. Nasionalisme
Berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik
serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Nasionalisme merupakan
pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan
negara dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme pancasila bangsa dan tanah air adalah pandangan atau
paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya
yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Untuk menciptakan nilai
nasionalisme dalam melakukan pekerjaan dapat dilandasi oleh nilai cinta
tanah air, tidak diskriminatif,cermat dan disiplin, taqwa, gotong royong,
demokratis dan rela berkorban.
Fungsi nasionalisme bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah :
a. ASN yang berorientasi pada kepentingan publik dengan nilai yang
terkandungnya; ketepetan waktu, pelayanan yang akurat, ramah dan
santun dalam memberikn pelayanan, tanggung jawab, kelengkapan,
kemudahan mendapatkan pelayanan, variasi model pelayanan,
kenyamanan, bersikap adil dan tidak deskriminatif.
b. ASN yang berintegritas tinggi, dengan melaksanakan tugasnya dengan
jujur,bertanggung jawab dan berintegritas tinggi, melaksanakan
tugasnya dengan cermat dan disiplin, melayani dengan sikap hormat,
sopan dan tanpa tekanan, melaksanakan tugasnya sesuai dengan
perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan, menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan
negara, menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif dan efisien, menjaga agar tidak terjadi konflik
kepentingan dalam menjalankan tugas, memberikan informasi secara
benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan
informasi, tidak menyalahgunakan informasi, dan melaksanakan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
c. ASN sebagai pemersatu bangsa bersikap netral dan adil, mengawoni
kepentingan kelompok minoritas, menjadi teladan dilingkungan
masyarakat(Lembaga Administrasi Negara, 2019).

3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang baik/buruk, benar/salah prilaku, tindakan
dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Nilai-nilai dasar etika publik
antara lain adalah :
a. Memegang teguh nilai-nilai ideologi pancasila.
b. Setia dan mempertahankan UUD NKRI 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi prinsip standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
i. Memberikan pelayanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil & mendorong kinerja kesetaraan
pekerjaan
m. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir (Lembaga Administrasi Negara, 2019).

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu bertujuan untuk memberikan kepuasan masyarakat dalam
pelayanan publik. Penilaian mutu berdasarkan pada subyektifitas seseorang.
Untuk mengukur penilaian tersebut perlu adanya standar pelayanan sehingga
sebuah mutu pelayanan dapat terkontrol dengan baik. Berikut adalah nilai-
nilai yang perlu diperhatikan dalam komitmen mutu antara lain:
a. Bekerja dengan berorientasi pada mutu.
b. Inovatif.
c. Selalu melakukan perbaikan mutu.
d. Membangun komitmen pegawai untuk jangka panjang.
e. Membangun kerjasama antar pegawai yang dilandasi kepercayaan dan
kejujuran.
f. Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan, baik internal maupun
eksternal.
g. Menampilkan kinerja tanpa cacat (zerodefect) dan tanpa pemborosan
(zerowaste), sejak memulai setiap pekerjaan.
h. Menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan efisien dalam bekerja
(Lembaga Administrasi Negara, 2019).

5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa Latin yaitu corruptio yang artinya kerusakan,
kebobrokan dan kebusukan.Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar
biasa karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik
dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih
luas yang tidak hanya berdampak buruk dalam kurun waktu yang pendek,
namun juga secara jangka panjang.Korupsi adalah tindakan melanggar
hukum dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri maupun golongan. KPK
bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti
korupsi, ada 9 nilai dasar yang telah disepakati yaitu
a. Kejujuran
b. Kepedulian
c. Kemandirian
d. Kedisiplinan
e. Keadilan
f. Tanggung jawab
g. Kerja keras
h. Sederhana
i. Berani
Agar perilaku anti korupsi dapat diwujudkan, maka terdapat beberapa
indikator keberhasilan, yaitu :
a. Mampu mengidentifikasi sikap dan perilaku yang mengarah dan atau
termasuk perilaku korupsi.
b. Mampu menjelaskan cara – cara menghindari perilaku korupsi.
c. Mampu menjelaskan resiko dari tindakan korupsi bagi dirinya, keluarga
dan masyarakat secara keseluruhan (Lembaga Administrasi Negara,
2019).
6. Whole of Government
Whole of Government adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintah yang menyatukan upaya – upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sektor dalam ruang lingkup yang lebih luas guna mencapai
tujuan – tujuan pembangunan kebijakan,manajemen program dan pelayanan
publik. WoG dapat juga disebut sebagai pendekatan integrasi,yakni
pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaanterkait dengan urusan-
urusan yang relevan(Lembaga Administrasi Negara, 2019).

7. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah bentuk kegiatan pelayanan umum yang
dilaksanakan olehInstansi Pemerintah di pusat dan daerah dan dilingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang/jasa dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat. sementara menurut UU NO.25 Tahun 2009 tentang pelayanan
publik dijelaskan bahwa pelayanan public adalahrangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanansesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang
dan jasa yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Berbagai
literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan publik yang
baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
b. Transparan
c. Responsif
d. Tidak Diskriminatif
e. Mudah dan Murah
f. Efektif dan Efisien
g. Aksesibel
h. Akuntabel
i. Berkeadilan (Lembaga Administrasi Negara, 2019).

8. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengeloalaan ASN untuk menghasilkan pegawai
ASN yang professional,memiliki nilai dasar,etika profesi,bebas dari intervensi
politik,bersih dari korupsi,kolusi dan nepotisme.Berdasarkan UU NO.5 Tahun
2014 tentang ASN menjelaaskan bahwa pegawai ASN dibagi menjadi dua
yaitu Pegawai Negeri Sipil(ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja(PPPK).Selanjutnya ASN memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksana kebijakan publik;
b. Pelayanan publik; dan
c. Perekat dan pemersatu bangsa.
Sementara itu, ASN juga bertugas untuk:
a. Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas
c. Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Pengelolaan atau manajemen ASN sebagai SDM dilakukan untuk
mendapatkanprofil pegawai yang produktif,efektif dan efisien.Pengelolaan
tersebut dikenal dengan system MERIT,yakni berdasarkan pada obyektifitas
berdasarkan kualifikasi,kemampuan,pengetahuan dan juga keterampilan
(Lembaga Administrasi Negara, 2019).
9. Teori Penyuluhan Memakai Inovasi
Telenursing didefinisikan sebagai praktek keperawatan jarak jauh
menggunakan teknologi jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi
(National Council Of State Boards of Nursing,2011).
Teknologi informasi dibidang keperawatan adalah teknolgi informasi yang
mengintegrasikan ilmu keperawatan,computer, ilmu pengetahuan, dan ilmu
informasi untuk mengelola dan mengkomunikasikan data,informasi, dan
pengethuan dalam praktek keperawatn. Informatika keperawatan
memfasilitasi integritas data, informasi, dan pengetahuan untuk dukungan
klien,perawat, dan penyedia lainya dalam pengambilan keputusan mereka
dalam semua perandan pengaturan (Terhuyung & Bagley-Thompson,2002
dalam salim,2010).
2.3 List Kegiatan
Unit kerja : Rumah Sakit Umum Daerah KH. Muhammad Thohir

Identifikasi Isu :
1. Kurangnya pemahaman pasien dan Keluarga terhadap penyakit Dyspepsia
2. Kurangnya kesadaran menggunakan APD (Alat Pelindung Diri)
3. Kurangnya kesadaran petugas untuk melaksanakan PHBS

Isu Yang diangkat : Kurangnya pemahaman pasien dan Keluarga terhadap penyakit Dyspepsia
Gagasan Pemecahan Isu : Peningkatan Pemahaman Pasien Dan Keluarga Tentang Penyakit Dyspepsia
Menggunakan “TELENURSING” (Telekomunikasi perawat Tentang Sarana Pendidikan
Kesehatan Pasien) Di RSUD KH. Muhammad Thohir Pesisir Barat

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai-Nilai Dasar Kontribusi Penguatan Nilai


Terhadap Visi- Organisasi
Misi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1 Melakukan 1. membuat lembar 1. Lembar observasi AKUNTABILITAS:


Pendataan observasi
terhadap 10 2. melakukan 2. Hasil Rekapitulasi Saya akan melakukan
besar koordinasi dan jumlah data 10 Besar kegiatan koordinasi dan
penyakit kunjungan ke Penyakit sudah kunjungan dengan
terbesar di Direktur Rumah divalidasi Direktur sikap keterbukaan,
sakit Rumah sakit
rumah sakit yaitu mendorong
3. melakukan 3. Hasil Rekapitulasi
koordinasi dengan jumlah data 10 Besar komunikasi lebih baik
tim pengumpul penyakit sudah
NASIONALISME:
data dikumpulkan
4. melakukan 4. Hasil Rekapitulasi Saya akan
koordinasi dengan jumlah data 10 Besar
berkoordinasi dengan
team pengentry sudah dientry keSIRS
data penuh nilai-nilai
5. koordinasi dengan 5. hasil rekapitulasi 10 permusyawaratan. Hal
penanggung besar penyakit sudah ini dilakukan demi
jawab terhadap dikoordinasikan terciptanya kerjasama
10 besar penyakit dengan penanggung dan kesepahaman
di RSUD KH. jawab
Muhammad ETIKA PUBLIK:
Thohir
Saya akan
berkoordinasi dengan
sikap menghargai
sarandan pendapat
demi terciptanya
kerjasama yang baik
KOMITMEN MUTU:

Saya akan
berkoordinasi dengan
komitmen yang
berorientasi pada mutu.
Hal ini dilakukan agar
mendapatkan
perencanaan yang baik
demi hasil analisis 10
penyakit terbesar
dirumah sakit yang
tepat

ANTI KORUPSI

Saya akan melakukan


koordinasi dengan nilai-
nilai anti korupsi yanitu
tanggung jawab. Hal ini
bertujuan agar
tercipptanya rasa
tanggung jawab dengan
meniadakan konflik
kepentingan demi
perencanaan yang baik.
2 Membuat 1.melakukan AKUNTABILITAS:
Perencanaa koordinasi dengan
n program mentor Saya akan melakukan
tentang kegiatan koordinasi dan
2.membuat spo mempersiapkan isu
pemahaman tentang program
pasien dan terkait dengan jelas
pemahaman
keluarga agar mudah dipahami.
pasien dan
tentang keluarga tentang NASIONALISME:
dyspepsia dyspepsia
Saya akan menerima
3.berkoordinasi masukan yang
dengan mentor
diberikan mentor
terkait pendidkan
keshetan tentang sebagai bahan
pemahaman pertimbangan dalam
pasien dan menyelesaikan isu
keluarga tentang
dyspepsia ETIKA PUBLIK:
menggunakan
metode tellnursing Saya akan
berkoordinasi dengan
sikap menghargai saran
dan pendapat demi
terciptanya kerjasama
yang baik

KOMITMEN MUTU:

Saya akan
berkoordinasi dengan
komitmen yang
berorientasi pada mutu.
Hal ini dilakukan agar
mendapatkan
perencanaan yang baik
demi hasil yang tepat

ANTI KORUPSI

Saya akan melakukan


koordinasi dengan nilai-
nilai anti korupsi yaitu
tanggung jawab. Hal ini
bertujuan agar
tercipptanya rasa
tanggung jawab dengan
meniadakan konflik
kepentingan demi
perencanaan yang baik

3. Menyiapkan 1. berkoordinasi 1. SPO penkes Akuntabilitas:


seluruh alat dengan kepala tentang
serta bahan ruangan dyspepsia Saya akan melakukan
2. menetukan spo 2. Alat dan bahan persiapan terkait isu
untuk
tentang penkes untuk penkes yang saya angkat
perisiapan tentang pemahaman tentang
pendidikan dengan jelas sehingga
pasien dan keluarga dyspepsia
kesehatan mudah dipahami
tentang dyspepsia
tentang 3. menyiapkan
pemahaman bahan untuk materi
pasien dan pendidkan Nasionalisme:
kesehatan
keluarga 4. menyiapkan saya akan membuat
tentang alat untuk materi bahan persiapan
dyspepsia dan media penkes dengan
pendidkan
menghargai perbedaan
kesehatan
sehingga media yang
saya gunakan tidak
menyinggung SARA
(Suku, Adat, Ras, dan
Agama)

Etika publik:

Saya akan membuat


bahan penkes dengan
tutur kata yang baik dan
sopan. Hal ini
mencerminkan nilai
hormat dan sopan

Komitmen Mutu:

Saya akan membuat


bahan persiapan
penkes secara efisien
dengan menggunakan
sumber daya yang
minimal namun hasil
yang maksimal

Anti Korupsi:

Saya akan membuat


bahan persiapan
penkes dengan tidak
meminta dana

4 Melakukan 1.melakukan 1.hasil pretest dan Akuntabilitas:


Pretest dan pendataan post test
Post-Test terhadap pasien 2. dokumentasi foto saya akan memberikan
yang dating kegiatan edukasi dengan penuh
tentang
dengan dyspepsia rasa tanggung jawab
pemahaman untuk diberikan
pasien dan edukasi Nasionalisme:
keluarga 2. melakukan
tentang pretest sebelum Saya akan menerima
dyspepsia penyuluhan masukan yang
3. memberikan diberikan mentor
edukasi tentang sebagai bahan
pemahaman
pertimbangan dalam
terhadap pasien
dan keluarga memberikan edukasi
tentang dyspepsia dan menghargai
4. melakukan post pendapat
test setelah
penkes Etika publik:
5.
mendokumentasik Saya akan menghargai
an hasil penkes komunikasi dan
konsultasi dalam
memberikan pendidkan
kesehatan

Komitmen Mutu:

Saya akan memberikan


inovasi
TELLNURSUNG dalam
memberikan penkes

Anti Korupsi:

Saya akan
memberikan

Edukasi dengan penuh


rasa peduli dan
bertanggung jawab atas
kebenaran dari edukasi
yang telah saya berikan

5. Memonitorin 1.melakukan 1. Hasil evaluasi Akuntabilitas:


g dan pencatatan hasil dan monitoring
mengevalua monitoring pemeriksaan IVA Saya akan
2. melakukan 2. Dokumentasi mengevaluasi dan
si hasil
pencatatan hasil foto kegiatan monitoring hasil
penyuluhan
tentang evaluasi adukasi dengan kerja
pemahaman 3.berkoordinasi keras tinggi sehingga
pasien dan dengan dokter akan selesai dalam
atau gizi jika
keluarga waktu yang ditargetkan
diperlukan
tentang
dyspepsia Nasionalisme:

Saya akan adil dalam


evaluasi dan monitoring
hasil edukasi , dengan
tidak diskriminatif pada
pasien dan keluarga
tertentu

Etika publik:

Saya akan menghargai


komunikasi dan
konsultasi dalam
memberikan pendidkan
kesehatan

Komitmen Mutu:

saya akan
mengevaluasi dan
monitoring hasil
edukasi dan akan
mengkonsultasikan ke
dokter atau ahli gizi jika
diperlukan

Anti Korupsi:

saya akan jujur dalam


melakukan evaluasi
dan monitoring hasil
edukasi.
Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Aktualisasi

No Kegiatan OKtober November

21 22 23 28 29 30 31

1 Melakukan
Pendataan terhadap
10 besar penyakit
terbesar di rumah
sakit
2 Membuat
Perencanaan
program tentang
pemahaman pasien
dan keluarga
tentang dyspepsia
3 Menyiapkan seluruh
alat serta bahan
untuk perisiapan
pendidikan
kesehatan tentang
pemahaman pasien
dan keluarga
tentang dyspepsia
4 Melakukan Pretest
dan Post-Test
tentang pemahaman
pasien dan keluarga
tentang dyspepsia
5 Memonitoring dan
mengevaluasi hasil
penyuluhan tentang
pemahaman pasien
dan keluarga
tentang dyspepsia

Anda mungkin juga menyukai