Anda di halaman 1dari 25

SEJARAH ARSITEKTUR BARAT

“ARSITEKTUR MODERN, BAUHAUS, BRUTALIS,


CHICAGO SCHOOL, DE STIJL”

DISUSUN OLEH :
NAMA : DIKI ARIANSYAH
NRP : 142018005
Dosen : Reny Kartika,.ST,.MT

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
LATAR BELAKANG

Arsitektur modern itu timbul karena adanya kemajuan dalam bidang teknologi yang
membuat manusia cenderung untuk sesuatu yang ekonomis, mudah dan bagus. Hal itu dapat
dilihat dari adanya penemuan – penemuan seperti dinamit yang memudahkan manusia untuk
menggali lubang atau penggunaan mesin yang dapat mempercepat produksi dan menghemat
tenaga manusia. Tapi itu semua tidak membuat manusia senang karena penggunaanya yang
disalahgunakan, karena dinamit yang mestinya membantu manusia malah mencelakakan
manusia, yang memudahkan manusia malah menyulitkan manusia itu sendiri. Berarti apa
yang dibuat didalam jaman modern itu belum tentu bagus/masih ada kekurangannya.
Dikatakan masih ada kekurangannya karena yang diciptakan manusia itu pada dasarnya tidak
ada yang sempurna selain itu penggunaan yang disalah gunakan bisa membuat karya manusia
itu berbalik menjatuhkan manusia itu sendiri.

Arsitektur Modern sebelum Perang Dunia I dimulai dengan adanya pengaruh Art
Nouveau yang banyak menampilkan keindahan plastisitas alam, dilanjutkan dengan pengaruh
Art Deco yang lebih mengekspresikan kekaguman manusia terhadap kemajuan teknologi.
Konsep tersebut kemudian dimanifestasikan ke dalam media arsitektur dan seni, serta gaya
hidup

Arsitektur modern tidak bermula dengan revolusi yang tidak dengan tiba – tiba
membuang yang pra modern dan menggantinya dengan geometris sebagai satu – satunya rupa
arsitektur, tetapi secara setahap demi setahap menghapuskan ornamen – ornamen dan
dekorasi yang digantikan oleh geometri. Arsitektur modern diketahui telah berkembang lebih
kurang setengah abad, berawal kira – kira tahun 1920 hingga 1960 .
Sejarah Arsitektur Modern

Arsitektur modern tidak bermula dengan


revolusi yang tidak dengan tiba – tiba membuang yang
pra modern dan menggantinya dengan geometris
sebagai satu – satunya rupa arsitektur, tetapi secara
setahap demi setahap menghapuskan ornamen –
ornamen dan dekorasi yang digantikan oleh geometri.
Arsitektur modern diketahui telah berkembang lebih
kurang setengah abad, berawal kira – kira tahun 1920
hingga 1960 .

Pendorong Pertumbuhan Arsitektur Modern yaitu antara lain:

 Pendidikan formal mengajarkan & mendorong pemikiran modern


 Adanya fungsi-fungsi kebutuhan baru yang mendesak (istana/puri keagamaan ,pabrik,
kantor, stasiun, dsb).
 Penggunaan bahan dan penanganannya sangat mudah, karena segala sesuatunya
dibuat, direncanakan di dalam Pabrik.
 Adanya promosi tentang keberadaan arsitektur modern melalui pameran-pameran,
publikasi dan perdebatan.
 Perencanaan suatu bangunan dimulai dari kebutuhan dan kegiatan, tidak dari bentuk
luar. Sehigga manusia dapat menuntut apa yang dibutuhkan secara mutlak.

Arsitektur modern mulai berkembang sebagai akibat


adanya perubahan dalam teknologi ,sosial, dan
kebudayaan yang dihubungkan dengan Revolusi
Industri ( 1760 – 1863 ) . Pada umumnya perubahan-
perubahan di dalam bidang arsitektur selalu didahului
dengan perubahan dalam masyarakat karena itulah
Revolusi Industri juga berakibat pada perubahan
dalam masyarakat yang mempengaruhi timbulnya
arsitektur modern yaitu:

 Perubahan dalam bidang teknologi bangunan terutama dalam bidang konstruksi /


struktur bangunan (1775 – 1939).
 Perubahan pada perkotaan atau perkembangan kota-kota (1800 – 1909).
 Perubahan dalam kebudayaan yang menyangkut gaya neoklasik (1750 – 1900)
Perkembangan Arsitektur Modern

 PERIODE I (1900 – 1929)

Mulai tahun 1890-an sampai dengan 1930-an, terjadi sejumlah pertentangan dalam dunia
Arsitektur yang ditunjukkan melalui munculnya berbagai eksperimen yang dilakukan oleh
perorangan maupun kelompok, Eksperimen tersebut, diungkapkan sebagai sebuah
pertentangan yang mana dibutuhkan 40 tahun untuk mengubah Arsitektur menjadi sekarang
apa yang dikenal sebagai Arsitektur Modern.

Arsitektur modern Mulai menonjol setelah PD I (1917) bersamaan dangan hancurnya


sarana, prasarana dan ekonomi. Konsep ruang arsitektur sebelumnya dititik beratkan hanya
pada kegiatan, emosi & kemulyaan, maka pada masa ini faktor terbentuknya ruang juga
ditunjang faktor komposisi, rasio, dimensi manusia. Mulai berkembang konsep “free plan”,
atau “universal plan”, yaitu ruang yang ada dapat dipergunakan unt berbagai macam aktifitas,
ruang dapat diatur fleksibel dan dapat digunakan fungsi apa saja. “Typical Concept” mulai
berkembang yaitu ruang- ruang dibuat standar dan berlaku universal.

Penggunaan konsep ekonomis mulai ditrapkan. Efisiensi dalam penggunaan bahan mulai
Nampak yaitu terlihat dengan munculnya bentuk bentuk kubus, terutama pada bangunan
bertingkat tinggi antara (arsitektur “kotak korek” dengan menggunakan struktur beton dan
baja). Konsep “Open Space” Nampak dengan menggunakan jendela kaca yang lebar dan
menerus.

Pemakaian bahan terutama “baja, beton dan kaca” dengan bentuk polos. Ornamen dianggap
sebagai suatu kejahatan. Arsitektur modern berarti putusnya hubungan dengan sejarah dan
daerah. Selalu ingin universal (karena industri, ilmu pengetahuan dan teknologi yang juga
bersifat universal) dan juga manusianya. (gaya universal sebagai international style). Pada
bulan September 1930 telah diadakan suatu konggres oleh CIAM (Congres Internationaux
d’Architecture Moderne) yang hasilnya adalah : Arsitektur modern adalah pernyataan jiwa
dari suatu masa, dapat menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi yg
ditimbulkan zaman mesin. Yaitu dg dengan menjari keharmonisan dari elemen-elemen
modern serta mengembalikan arsitektur pada bidangnya (ekonomi, sosiologi, dan
kemasyarakatan) yg secara keseluruhan siap melayani umat manusia. Konsep baru dan sangat
mendasar dari arsitektur modern antara lain adalah FORM FOLLOWS FUNCTION yang
dikembangkan oleh Louis Sullivan (Chicago), dengan beberapa ciri sebagai berikut:

 Ruang yang dirancang harus sesuai dengan fungsinya.


 struktur hadir secara jujur dan tidak perlu dibungkus dengan bentukan masa lampau
(tanpa ornamen).
 Bangunan tidak harus terdiri dari bagian kepala, badan dan kaki.
 Fungsi sejalan/menyertai dengan wujud.
Tokoh pada periode I ini antara lain adalah:

 Louis Sullivan.

 Frank Lloyd Wright

 Le Corbusier

 Walter Gropius

 Ludwig Mies van de


Rohe
 PERIODE II (1930-1939).

Pada periode II perkembangan arsitektur modern


sudah sampai di seluruh Eropa, Amerika dan Jepang, yg
mana masing-masing daerah mempunyai perbedaan
iklim, keadaan tanah, corak tradisi, yang bisa
mempengaruhi apresiasi bentuknya. Perkembangan
metode hubungan ruang, bentuk, bahan dan struktur
tidak lagi bersifat universal, akan tetapi mempunyai
hubungan yang sangat erat dengan tempat dimana
bangunan itu didirikan, mempunyai hubungan erat dengan spesivikasi kedaerahan dan
keregionalan.Karakteristik bentuk dan tampilan dengan gaya International Style atau
Universal Style dari arsitektur modern pada peride ini diwarnai oleh tipe-tipe tampilan baru,
yaitu tampilan dengan – memperhatikan penggunaan bahan-bahan local / setempat.

Pada prinsipnya arsitektur merupakan perpaduan


antara keahlian, perkembangan teknologi, industri
serta seni dengan faham kedaerahan (manusia dan
lingkungan) dengan tidak mengurangi rasa kesatuan
yang disebut kemanusian, akal dan seni dari
arsitektur modern.
Hal ini adalah merupakan keberanian untuk
menyalahi zamannya. Hanya dengan perencanaan
yang obyektif dan ketelitian dalam penampilan bahan-bahan asli, maka bahaya gagalnya
perancangan dapat dihindari, namun demikian karya seperti ini masih banyak dikritik dan
disalah artikan.

Tokoh arsitektur yang menonjol pada Periode II ini adalah:

 Alvar Aalto
 Arne Jacobsen
 Oscar Niemeyer.
Tokoh-tokoh pada Periode I juga berkarya dengan tetap atau terpengaruh oleh pemikiran
Periode II, demikian juga pada periode selanjutnya.
 PERIODE III (1945 – 1958)

Perang Dunia II (1941 – 1945) menimbulkan


kerusakan pada gedung-gedung dan rumah
tinggal, menyebabkan faktor-faktor kebutuhan
manusia akan rumah tinggal dan gedung-gedung
menjadi latar belakang pada periode ini. karena
kerusakan akibat perang tersebut perlu dibangun
kembali , maka usaha untuk mempercepat
pembangunan antara lain dengan fabrikasi
komponen bangunan yang lebih ekonomis dan
rasional sesuai dengan tujuan Revolusi Industri .
Konsekuensi dari pandangan tersebut antara lain ornamen dianggap sebagai suatu kejahatan
dan klassisme baru yang pernah diapakai oleh kaum fasis dan nazi menjadi simbol negatif
dan perlu ditolak.

Dalam sejarah Arsitektur, berakhirnya Perang Dunia II membawa perjalanan Arsitektur dapat
dibaca dari dua sisi yang saling berlawanan yakni:

a) Bagi mereka yang berpihak pada Teknologi


dan Industrialisasi, tahun 1950-an dikatakan
sebagai titik puncak kejayaan Arsitektur Modern.
Dimana tahun 50-an di sebut mass production
(produksi bahan bangunan oleh pabrik). Dalam
hal ini mereka menerapkan kecepatan dalam
membangun (pabrikasi komponen bangunan),
efisien, ekonomis, dan rasional. Penekanannya
pada rasionalitas. Bangunan yang demikian ini
dianggap mencerminkan fungsinya dan gejala ini
melintasi batas Negara dan budaya.

b) Bagi mereka yang menempatkan Arsitektur sebagai karya yang estetik dan artistik, tahun
1950-an dilihat sebagai titik awal kemerosotan Arsitektur Moderen dengan alasan antara lain:

 Karena Arsitektur telah kehilangan identitas/ ciri individual perancangnya. Tahun-


tahun itu, nama yang dikenal orang adalah nama biro-biro Arsitektur, bukan
arsiteknya.
 Walaupun Arsitektur menjadi sangat demokratis, dalam masyarakat tidak bisa
dihilangkan adanya hirarki atau kelas-kelas. Maka kata-kata demokratis itu sama saja
bohong/ omong kosong.
 Dengan maraknya produksi massal, pabrik-pabrik dapat menghasilkan bahan-bahan
bangunan yang sejenis atau mirip, tapi dengan kualitas berbeda.
 Karena penekanan perancangan pada space, maka desain menjadi polos, simpel,
bidang-bidang kaca lebar. Ciri ini juga disebut nihilism yang berarti tidak ada apa-
apanya kecuali geometri dan bahan. (Dengan demikian, siapa pun bisa menjadi
arsitek. Tidak ada bedanya arsitek atau bukan. Kalau sudah begini, apa gunanya
sekolah arsitek?)
 Keseragaman bentuk yang geometris menyebabkan pemandangan yang disharmoni,
tidak menyatu dengan lingkungan. Terutama di Eropa, di mana bentukan yang
geometrik dianggap merusak dan memperburuk wajah lingkungan yang masih kental
dengan wajah-wajah neoklasik/pramodern.
 Dengan hilangnya batas dunia, mengakibatkan hilangnya privacy. Contoh:
diterapkannya open plan, yang berarti anti privacy.
Pada masa ini timbul aliran yang disebut Eklektisisme, aliran yang berpedoman mengambil
yang paling baik diantara yang sudah ada, untuk digunakan sebagai bagian dari sesuatu yang
baru. Prinsip-prinsip perancangannya didasari pada kebutuhan, fungsi yang dipadu dengan
hasil penemuan teknik serta keindahan mesin, menginginkan satu kesatuan antara manusia
dengan lingkungannya. Ekspresi bentuk massa bangunan serta materi yang dominan pada
periode ini dapat dibagi atas:

 Bentuk curvelinier geometris yang plastis dengan penggunaan bahan dan struktur
utama pada umumnya beton serta struktur atap baja.
 Bentuk geometri (kubus, prisma), umumnya menggunakan baja sebagai struktur
utama dengan dinding kaca sebagai penutup.
 Arsitektur Landscape mulai dikembangkan, dengan menggunakan bahan, fungsi,
sistem pencahayaan, bentuk masa, dipengaruhi oleh keadaan iklim, topografi dan sifat
kenasionalan.

 PERIODE III fase I (1949 – 1958)

Pada periode ini penyatuan antara karakter bangunan


dengan fungsi, perancangan tidak hanya
mempertimbangkan bagian dalamnya saja, tetapi juga
hubungannya dengan keadaan lingkungan di mana
bangunan tersebut akan berdiri (misalnya : iklim).

Bangunan yang ercipta mencerminkan suatu dialogi


dengan teknologi, hal ini terlihat dari penggunaan produk
baru, seperti; baja, alumunium, metal, beton pracetak.
Yang penggunaannya dapat dibagi menjadi dua prinsip
dasar yang berbeda yaitu:

 Dilihat dari segi keindahan eksterior dan interior (estetika).


 Dilihat dari metode produksi (efisiensi).
Ciri-ciri lain pada bangunan masa ini adalah:

 Penggunaan bidang kaca yang lebar.


 Penggunaan dinding penyekat yang diproduksi secara industrial.
 Permukaan bangunan mulai agak kasar. (menjurus ke brutalisme).
 Sistem “cantilever” dengan tujuan untuk mendapatkan lantai lebih luas.
Ada 5 aliran yang berkembang pada masa ini (1950an):
 Aliran “penyederhanaan bentuk” (minimalism),
di dalam kesederhanaan berusaha mencapai efek
yang kaya. Bentuknya lurus-lurus hampir sama
untuk berbagai jenis bangunan. ( tokohnya :
Mies-van de Rohe).
 Aliran “bentuk sesuai dengan fungsi dan bahan”,
bila ada bagian yang perlu ditonjolkan akan
dibuat menonjol, sehingga ada variasi pada
bentuk masanya. Aliran ini bentuknya lebih
plastis dibandingkan aliran di atas. (tokohnya:
Alvar Aalto).
 Aliran “pernyataan bentuk melalui struktur”
(experimental structure), bentuk terlahir dari
permainan gaya-gaya struktural, sehingga tercipta
bangunan yang istimewa bentuknya dan berskala
besar.(tokohnya: Eero Saarinen).
 Aliran “organik” (organic architecture), berusaha
menghubungkan alam dan lingkungan ke dalam
pemecahan masalah arsitektural (tokohnya: Frank
Lloyd Wright).
 Aliran “perubahan sikap terhadap zaman yang lampau”, menggunakan kembali
langgam- langgam dari masa lalu yang sudah dipermodern dan disederhanakan.
(tokohnya : Minoru Yamasaki).

 PERIODE III fase II (1958 – 1966).

Setelah mengalami beberapa variasi sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan pandangan-
pandangan pada fase I dan periode sebelumnya. Pada fase ini timbul dua aliran yang
menonjol di Eropa dan Amerika yaitu:

 . Aliran “Brutalisme”,

Berasal dari beton brut (beton telanjang), yang dipakai


oleh Le Corbusier pada bangunan Unite d’Habitation di
Marseilles. Bangunan yang dibuat dengan gaya seperti ini,
yaitu menggunakan bahan bangunan yang kasar, seperti
beton expose, batu bata kasar dan bahan lain yang sejenis
termasuk di dalam aliran ini. Brutalisme mengalami dua
fase, yaitu: Brutalisme dalam artian sempit dalam
lingkungan Smitthsons (Inggris), lebih mementingkan etika
dari pada estetika.

Internasional Brutalisme, disini lebih bertujuan pada


estetika. Brutalisme memulai suatu perancangnan dari
kumpulan ruang yang kecil dan terpisah serta dihubungkan
dengan elemen-2 fungsional yang bebas dan dengan indah
dikembangkan ketika bergabung bersama. Bentuk keseluruhan dari bangunan merupakan
faktor yang menentukan, tetapi bagian-bagian individual dinyatakan dengan tegas dan teliti.
(tokohnya: Le Corbusier, Paul Rudolph, Michael Kallmenn, Eero Sarine, Kenzo Tange,
Stubbin).

 Aliran “Formalisme” ,
perancangan bangunan berdasarkan segi estetika, lebih
menonjolkan bentuk bangunan. Penampilan dipengaruhi
oleh faktor emosi dan perasaan dari arsitek, fungsi
dinomer duakan, bentuk luar tidak sesuai dengan
fungsinya. Slogan “Form follows function” dirubah
menjadi “Form evokes function” (bentuk menciptakan
fungsi), bentuk adalah merupakan titik tolak perancangan.
Formalisme dipengaruhi aliran lainnya:

Formalisme vs Brutalisme; bertitik tolak pemikiran yang


sama yaitu technical excellence, kekuatan teknik sebagai suatu cara untuk mencapai
keindahan ideal. (Paul Rudolph).

Formalisme vs Neo-Historisme; ditrapkan bentuk-bentuk masa lampau yang tujuannya untuk


mencapai estetika, perletakan masa simetris, ada plaza di tengah dan penyusunan ruangnya
sama dengan masa abad XIX.

Faham dan aliran yang berkembang pada arsitektur modern memang banyak, namun
perbedaannya sangat tipis. Dan sering perbedaan ini lebih banyak disebabkan oleh penekanan
permasalahan yang berbeda, sedangkan inti permasalahannya sama, yaitu ingin menciptakan
arsitektur yang efisien.

Setelah berjalan beberapa lama, maka arsitektur modern dapat disimpulkan mempunyai ciri
sebagai berikut:

 Terlihat mempunyai keseragaman dalam penggunaan skala manusia.


 Bangunan bersifat fungsional, artinya sebuah bangunan dapat mencapai tujuan
semaksimal mungkin, bila sesuai dengan fungsinya.
 Bentuk bangunan sederhana dan bersih yang berasal dari seni kubisme dan abstrak
yang terdiri dari bentuk-bentuk aneh, tetapi intinya adalah bentuk segi empat.
 Konstruksi diperlihatkan.
 Pemakaian bahan pabrik yang diperlihatkan secara jujur, tidak diberi ornamen atau
ditempel - tempel.
 Interior dan eksterior bangunan terdiri dari garis-garis vertikal dan horisontal.
 Konsep open plan, yaitu membagi dalam elemen-elemen struktur primer dan
sekunder, dengan tujuan untuk mendapatkan fleksibelitas dan variasi di dalam
bangunan.
 Karakter arsitektur modern, menurut Bruno Taut:

 Bangunan mencapai kegunaan semaksimal mungkin, menjadi syarat utama dari


bangunan.
Sejarah Perkembangan Arsitektur Bauhaus

Bauhaus didirikan pada tahun 1919 di kota Weimar – Jerman oleh seorang arsitek
Jerman, Walter Gropius (1883 – 1969). Tujuan inti The Bauhaus adalah sebuah konsep yang
radikal: membayangkan kembali dunia material untuk merefleksikan penyatuan seluruh unsur
kesenian. Visi atas penyatuan seni dan desain ini dijelaskan oleh Gropius pada saat
memproklamirkan Bauhaus pada tahun 1919 sebagai sebuah komunitas seniman ahli yang
terampil dengan menggabungkan seni kerajinan, arsitektur, senipahat dan seni lukis sebagai
luapan ekspresi kreatif tunggal.

Gropius mengembangkan sebuah kurikulum-berbasis keahlian dan keterampilan yang dapat


mengubah para seniman dan perancang menjadi orang-orang yang mampu menciptakan
objek yang berguna, indah dan sekaligus sesuai dengan sistem kehidupan yang baru. Jika kit
ambil kesimpulanya maka, Gropius menggabungkan semua unsur kesenian yang disebut
menjadi satu dan dapat menciptakan objek yang berguna dalam sistem kehidupan yang baru
tanpa harus menghilangkan keindahannya.

Bauhaus menggabungkan elemen dari pendidikan senirupa dan desain. Kurikulum ini dimulai
dengan pelajaran pendahuluan yang memfokuskan para siswanya yang berasal dari berbagai
latar belakang social dan pendidikan pada pembelajaran tentang bahan, teori warna dan
hubungan,

Sebagai persiapan mengambil kajian-kajian yang lebih spesifik. Pelajaran pendahuluan ini
seringkali diajarkan oleh seniman-seniman visual, termasuk diantaranya Paul Klee, Vasily
Kandinsky (1866 – 1944) dan Josef Albers. ecara intensif fokus mempelajari teori Bauhaus,
barulah para siswa mulai memasuki bengkel studi yang lebih spesifik, yang meliputi
kerajinan logam, pembuatan perabot rumah tangga, kerajinan tenun, kerajinan tembikar,
tipografi, dan seni pengecatan dinding. Walaupun tujuan awal dari Gropius adalah penyatuan
kesenian melalui kerajinan, pendekatan ini terbukti tidak praktis secara finansial. Sementara
tetap memberi penekanan pada kerajinan, pada tahun 1923 Gropius mereposisi tujuan
Bauhaus dengan menekankan pentingnya perencanaan untuk produksi masal. Pada saat itulah
sekolah ini mengadopsi slogan “Kesenian untuk industri”.

Pada tahun 1925, Bauhaus pindah dari Weimar ke Dessau, dimana Gropius merancang
bangunan baru untuk dipakai sebagai gedung sekolah. Bangunan ini berisi banyak fitur yang
nantinya menjadi penanda berdirinya era arsitektur modern, termasuk juga konstruksi rangka
baja, dinding tirai kaca, sebuah rancangan asimetris,dan rancangan berdasarkan baling-
baling, melalui inilah Gropius membuat studio, ruang kelas dan ruangan administrasi untuk
mendapatkan efisiensi dan logika ruang yang maksimal.
Pengaruh arsitektur Bauhaus

Perkembangan dan prihatin Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi


tampak dari moto sekolah Bauhaus “ A unity of art and handicraft’ menjadi
‘art and technology, a new unity’. Romantisme abad pertengahan dan
ekspresionisme diganti oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat
diproduksi secara missal menggunakan mesin.

Setelah ditutup tahun 1932 selama tahun terakhir, Bauhaus dipindahkan ke


kota Berlin oleh Miss Van der Rohe. Bauhaus ditutup oleh para
pendukungnya pada bulan April 1933 akibat tekanan yang semakn kuat.
Mereka dituduh penganut komunis Bolshvik- dari pemerintahan Jerman.

Lazlo Moholy-Nagy merupakan seorang tokoh yang terkenal dengan desain


yang memanfaatkan tipografi dengan cermat: “tipografi adalah alat
komunikasi, harus berkomunikasi dalam bentuknya yang paling kuat”. “
kejelasan sangat penting.”. tingkat keterbacaan juga merupakan perhatian
baginya selain juga menciptakan bahasa tipografi ayng lentur.

Secara singkat dapat disebutkan bahwa jasa Bauhaus terbesar adalah:

– menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu

– memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang kemudian
dikenal dengan nama “international style”)

Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-


masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara
massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren
Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di
Rotterdam, Belanda, pada periode yang sama.
Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-
prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada
hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama
yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan
masyarakat. Tidak terbatas pada kaum aristokrat. Sehingga
dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus
terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni
lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.
seni–dan hal inilah yang memberi pengaruh sangat besar
terhadap perkembangan desain dan industri di dunia
sampai saat ini.
Ciri – ciri bangunan Bauhaus

 Arsitekturnya adalah gedung-gedung modern sekarang, bentuknya


kotak2

 Bauhaus sekarang menjadi gaya desain grafis, kayak pop art, swissstyle
atau surealis

 Penggunaan Bauhaus adalah pada desain motif /pattern

 penggunaan bentuk-bentuk geometris, layout yang seimbang, warna


cemerlang, harmoni, dan huruf tebal

 Mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-


Deco lebih kepada hasil penerapannya.

Material Bangunan
Dimulainya produksi kaca dan beton secara industrial
memungkinkan mendapakan berbagai macam ukuran-ukuran
kaca -kaca lebar dan Beton sesuai permintaan pasar.
Penggunaan kaca sebagai bahan bangunan sangat mendorong
usaha-usaha industri memproduksi berbagai jenis, motif, corak,
dimensi mengikuti perkembangan pembangunan. Peran para
perancang/arsitek melalui karya-karya desainnya menempatkan
kaca sebagai salah satu bahan bangunan utama untuk
berbagai jenis bangunan gedung lebih-lebih bangunan
bertingkat banyak. Hubungan dua bahan kaca dan logam
(besi/aluminium) dapat dikonstruksi sedemikian baik,
memberikan kesan/gaya tersendiri dalam penampilan gedung.
Kesan ringan, tembus pandang, bidang-bidang tipis
memotong dapat dikatakan sebagai kelebihan yang dimiliki
kaca dan tentunya bisa pecah, mudah mengalirkan panas
/dingin ke interior /ke exterior sebagai sifat/karakter kaca
menjadi faktor kelemahan bahan ini.
Pengaruh Bauhaus

Perkembangan dan prihatin Gropius terhadap modernisme dan


industrialisasi tampak dari moto sekolah Bauhaus “ A unity of art and
handicraft’ menjadi ‘art and technology, a new unity’. Romantisme
abad pertengahan dan ekspresionisme diganti oleh desain terapan yang
sangat rasional dan dapat diproduksi secara missal menggunakan
mesin.

Setelah ditutup tahun 1932 selama tahun terakhir, Bauhaus


dipindahkan ke kota Berlin oleh Miss Van der Rohe. Bauhaus ditutup
oleh para pendukungnya pada bulan April 1933 akibat tekanan yang
semakn kuat. Mereka dituduh penganut komunis Bolshvik- dari
pemerintahan Jerman.

Lazlo Moholy-Nagy merupakan seorang tokoh yang terkenal dengan desain yang
memanfaatkan tipografi dengan cermat: “tipografi adalah alat komunikasi, harus
berkomunikasi dalam bentuknya yang paling kuat”. “ kejelasan sangat penting.”. tingkat
keterbacaan juga merupakan perhatian baginya selain juga menciptakan bahasa tipografi ayng
lentur.

Secara singkat dapat disebutkan bahwa jasa Bauhaus terbesar adalah:

 menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu
 memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang
kemudian dikenal dengan nama “international style”)

Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa
diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco
di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda,
pada periode yang sama.

Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-


prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada
hasil penerapannya. Tidak terbatas pada kaum aristokrat.
Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh
Bauhaus terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang
seni lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.
Revolusi desain oleh Bauhaus berintikan penolakan secara formal
terhadap sejarah seni yang disebut anti-historism pada masyarakat
yang sangat konservatif–antitesis dari lembaga yang sama di Paris, Prancis, Ecole des Beaux
Arts yang mengutamakan pendidikan sejarah seni–dan hal inilah yang memberi pengaruh
sangat besar terhadap perkembangan desain dan industri di dunia sampai saat ini.
Prinsip dalam ajaran Bauhaus

 dipengaruhi seni ekspresionisme


 menggunakan garis Bauhutte
 menggabungkan seniman dan kriyawan
 pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Bauhaus memiliki cita-cita utopia membangun masyarakat spiritual baru. Bengkel kaca patri,
kayu dan metal diajarkan oleh para seniman dan kriyawan, menggunakan metode kerja dari
Bauhutte: master (guru) – journeyman (pengembara) – apprentice (murid magang)

Contoh Bangunan Bauhaus


Arsitektur Brutalis

Brutalisme adalah gaya arsitektural yang berkembang


dari pergerakan arsitektural dan berkembang mulai dari tahun
1950an sampai 1970an. Brutalisme merupakan kata saduran dari
bahasa perancis yaitu beton brut yang artinya beton kasar,
merupakan gaya yang dikarakterisasi dengan semen kasar yang
ditonjolkan dan sering kali menampakkan tekstur bentukan kayu
tempatnya dituangkan, dan desain-desain balok besar.

Arsitektur Modern awal dapat dikategorikan sebagai


Arsitektur Brutalisme. Batas antara brutalisme dan modernisme
tidak terlalu jelas terlihat karena bangunan beton sudah begitu memasyarakat dan selalu
mengalami perubahan mulai dari aspek spektrum gaya modern. Brutalisme secara umum
dianggap sebagai warisan karya arsitek Le Corbusier, yang berpengalaman dalam berbagai
karya desain beton dan yang mempelopori pembangunan highrise block housing yang
memiliki pengaruh luar biasa dan dipengaruhi oleh gaya awal bangunan Unite d’ Habitation .
tersebut.

Brutalisme memperoleh momentum besar di


Inggris sepanjang pertengahan abad 20,ketika komunitas
yang tertekan secara ekonomi melihat konstruksi yang
tidak mahal dan metode-metode desain berbiaya murah
untuk perumahan, pusat-pusat perbelanjaan dan
bangunan-bangunan pemerintah. Dikombinasikan dengan
keinginan-keinginan sosial dibalik perumahan brutalis ‘
jalan raya di angkasa’seperti Unite karya
Corbusier,brutalisme diangkat sebagai pilihan positif
untuk perumahan modern perkotaan yang maju..

Desain-desain brutalist juga sering dikritik karena


tidak nyaman dilihat. Panduan ke London terbitan fodor
yang terbaru menyebutkan struktur rumah kantor sebagai’
berat dan membosankan’. Karena gayanya,khususnya
yang dari semen dituang itu cenderung murah untuk
dibangun dan dipertahankan (tetapi sangat sulit untuk
dimodifikasi). Akan tetapi,pada kasus Trelick
tower,desainnya telah terbukti baik untuk penyewa
maupun pemilik yang menetap.Seiring waktu banyak struktur – struktur brutalis yang
kemudian dianggap sebagai landmark oleh komunitas mereka karena keunikan dan tampilan
yang menyolokMeskipun lahir pergerakan modernis, dan kesuksesan beberapa dari gaya ini,
lebih banyak telah dihancurkan.
Ciri Banguan Brutalis

 Memiliki bentuk yang aneh, dan menyimpang dari kaidah-kaidah atau bentuk-bentuk
pada masa sebelumnya.
 Menggunakan sistem konstruksi beton exposed dengan permukaan bidang kasar
yang dihasilkan oleh perancah kasar atau sengaja dikasarkan setelah perancahnya di
buka.
 Struktur brutalis biasanya berat dan tidak ada proses pelapisan dengan lapisan pasir
halus sebagai bahan penutup akhir.
 Bentuk arsitektur cenderung pada sifat-sifat kasar dan kaku serta pertentangan antara
satu sama lain.
 Menggunakan desain yang memadukan antara kehalusan beton dan tekstur-tekstur
keras dalam bentuk aslinya.
 Dapat tersusun dari material lain, seperti batu bata dan kaca yang dapat memberikan
kontribusi dalam pembentukan block-like effect seperti halnya semen pada aliran
brutalisme awal.

Tokoh dalam Arsitektur Brutalis

 Le Corbusier dengan karyanya Kapel Notre Dame


Ronchamp Perancis dan Unite d’ Habitation

 Michael Kopsa dengan karyanya Brantford City Hall

 Ludwig Mies van der Rohe

 Paul Rudolph dengan karyanya berupa bangunan Yale School


of Art and Architecture
Ciri Khas Arsitektur Brutalisme

 Ditinjau dari segi bentuk

 Diterapkannya bentuk aneh, menyimpang dari kaidah-kaidah ataupun bentuk-bentuk


biasa yang ada di masa sebelumnya. Misalnya-kapel Notre-Dame di Ronchamp
Perancis Le-Corbusier
 Yale School of Art & Architecture Paul Rudolph
 -Museum Everson I.M Pei
 Karya-karya Tange

 Penerapan system konstruksi beton exposed dengan permukaan Bidang kasar


dihasilkan oleh perancah kasar atau sengaja dikasarkan setelah perancahnya dibuka
Kata Brutal berkaitan dengan beton Brut/ beton kasar (menurut Le-Corbusier)
penekanannya lebih ke bentuk Tokoh James Stirling (Inggris) gedung Leicester
University Engineering, James Gowan (1959-1963) Gedung Fakultas Sejarah,
Cambrigde University (1965-1967)

Material Bangunan

Penerapan system konstruksi beton exposed dengan permukaan Bidang kasar dihasilkan oleh
perancah kasar atau sengaja dikasarkan setelah perancahnya dibuka Kata Brutal berkaitan
dengan beton Brut/ beton kasar (menurut Le-Corbusier) penekanannya lebih ke bentuk
Tokoh James Stirling (Inggris) gedung Leicester University Engineering, James Gowan
(1959-1963) Gedung Fakultas Sejarah, Cambrigde University (1965-1967)
Contoh Bangunan Brutalis
Arsitektur Chicago School

Gaya arsitektur Chicago merupakan salah satu cabang mazhab pemikiran atau aliran dalam
gaya arsitektur bangunan khususnya gedung pencakar langit, yang sesuai namanya berasal
dari kota Chicago. Dimulai dari periode pertama mazhab Chicago yang populer pada akhir
abad ke-19 hingga paruh pertama abad ke-20, yang awalnya disebut sebagai gaya
komersial (commercial style). Gaya arsitektur ini memulai teknologi baru konstruksi rangka
baja pada gedung perkantoran, dan kemudian juga salah satu aliran yang memengaruhi
perkembangan gaya arsitektur modern.

Contoh bangunan terkenal dari gaya periode pertama ini ialah Home Insurance Building,
yang dianggap sebagai gedung pencakar langit modern pertama di dunia, karena mengadopsi
teknologi kerangka baja yang tahan api di luar dan di dalam bangunan. Arsitek terkenal yang
turut mengembangkan periode pertama gaya Chicago ialah Louis Sullivan dan Frank Lloyd
Wright. Periode kedua mazhab Chicago muncul pada tahun 1940-an hingga 1980-an, yang
memelopori teknologi baru dalam sistem rangka bangunan seperti konstruksi tubular. Contoh
bangunan terkenal dari gaya periode kedua ini yaitu Menara Sears dan John Hancock
Center yang dirancang oleh Fazlur Rahman Khan, arsitek pelopor teknologi struktur kerangka
tabung
Ciri-Ciri Karakteristik Arsitektur Chicago School

Chicago school (amerika), tokohnya yang ternama ialah Luis Sullivan dan Frank Lyod
wright. Pada gerakan ini terutama Luis sullivan dengan slogannya ‘Form follow Function’,
disini Ia membahas mengenai tampilan wajah bangunan mempengaruhi kegunaan bangunan
tersebut. Sedangkan Frank mengemukakan akan bangunan adalah suatu ‘Organic
architecture’, karena sesuai dengan keadaan Amerika pada saat itu. Carsons, Pirie, Scott &
Co. Building in Chicago, 1899-1904, Chicago School by Louis Sullivan. Chicago school
merupakan gaya arsitektur yang menonjolkan teknologi struktur frame baja dalam desainnya,
umumnya merupakan gedung-gedung pncakar langit dan gedung-gedung kantor.

 Struktur rangka baja


 Finshing dinding batako, terra cotta, dan frame-frame kusen logam yang menonjol
 Bagian jendela utama, umumnya ditengah merupakan jendela utama yang diapit
jendela kecil disampingnya
 Sedikit Penggunaan ornament

Chicago school merupakan gaya arsitektur yang menonjolkan teknologi struktur frame baja
dalam desainnya, umumnya merupakan gedung-gedung pncakar langit dan gedung-gedung
kantor.

Bangunan Konsep Chicago School

 Willis Tower
Untuk pencari superlatif, Willis Tower adalah: pencakar
langit tertinggi di Chicago, naik ke ketinggian 1454 kaki ke
langit. Dibangun pada 1974 sebagai Menara Sears, raksasa
berkaki hitam itu memerintah sebagai gedung tertinggi di
dunia selama hampir seperempat abad. Masih
memenangkan hadiah untuk pemandangan paling liar. Naik
lift naik telinga ke Skydeck lantai 103, lalu melangkah ke
salah satu tepian berlantai kaca yang menonjol di udara.
Lihatlah ke bawah untuk perspektif tekuk lutut ke tanah.
Carilah vista yang menyapu empat negara bagian.

 Aqua Tower
Aqua membuat gelombang ketika muncul pada tahun
2009. Gal lokal Jeanne Gang mendesain menara setinggi
82 lantai, yang merupakan bangunan tertinggi di dunia
yang diciptakan oleh seorang wanita. Balkon
bergelombang dramatis melengkung keluar dari inti,
diselingi dengan kaca yang bersama-sama,
 Robie House
Rumah 1909 adalah karya master Prairie
Style karya Frank Lloyd Wright. Tampilan
Robie House mencerminkan lanskap
Midwest - rendah tersampir, dengan garis
horizontal panjang dan banyak warna bumi.
Frederick C Robie, seorang pengusaha yang
berpikiran maju yang berurusan dengan
bagian-bagian sepeda dan mesin mobil awal,
baru berusia 28 tahun ketika dia
menugaskan Wright untuk membangun rumah mod seharga $ 60.000 (perabotan, lampu dan
174 kaca patri termasuk). Keluarga empat orang tinggal di sana hanya selama 14 bulan,
ketika masalah keuangan dan perkawinan memaksa mereka untuk menjual. Para penulis
menceritakan kisah selama satu jam tur.

 Kampus Illinois Institute of Technology (IIT)


Ludwig Mies van der Rohe merancang
banyak gedung IIT di tahun-tahun setelah
Perang Dunia II. Dengan alat-alat dari logam
hitam dan kaca yang terbuka, bersama
dengan keyakinan yang lebih sedikit, ia
memelopori gaya arsitektur Chicago School
Kedua. Kotak tembus sederhana yang
menyimpan Crown Hall menunjukkannya
dalam aksi.'Starchitect' Rem Koolhaas menyediakan abad ke-21: stasiun kereta api IIT yang
dingin, yang terletak di dalam tabung berselubung baja tahan karat di atas pusat kampus.

Arsitektur De Stijl

Arsitektur De Stijlmerupakan salah satu dari tren atau gaya arsitektur modern yang
berkembang pada masa arsitektur modern yaitu antara tahun 1920an sampai dengan tahun
1930an sebelum perang dunia ke dua. Nama destijl sendiri diambil dari nama sebuah majalah
seni rupa di Belanda yang sangat terkenal masa itu, karena mengusung konsep-konsep desain
pembaharu dari model dan gaya karya seni rupa masa-masa sebelumnya.

Theo Van desburg merupakan seorang designer senirupa


dan interior kala itu yang mempopulerkan majalah de stijl,
yang selanjutnya nama destijl itu sendiri diambil untuk
menyebutkan segala macam bentuk gaya seni rupa yang
berkembang saat ini baik seni rupa murni berupa lukisan
atau yang sudah berkembang pada interior bangunan dan
design bangunannya sendiri secara keseluruhan.De Stijl

Neo Plasticisme dikembangkan oleh seorang seniman yang


bernama Piet Mondrian yang kemudian mengarah pada
gaya Cubisme dalam bentuk abstrak total. Warna dasar yang menjadi ciri utama
dari Mondrian adalah warna merah, kuning, dan biru. Sehingga dalam suatu karya baik itu
merupakan karya arsitektur maupun karyalainnya akan memiliki ciri khas warna Mondrian
dalam penggunaan warnanya

De stijl merupakan aliran arsitektur yang diilhami dari seni lukis. Dalam karya seninyalebih
mengutamakan bentuk-bentuk abstract yang lebih sederhana.De Stijl

tumbuh bersamaandengan terjadinya perang dunia. Dimana aliran ini merupakan suatu
gabungan kelompok seniman antara pelukis, pematung dan arsitek.Tujuan utama dari aliran
ini adalah menyatukan wujud-wujud seni menjadi suatu lahanruang. Pertama kali di
wujudkan dalam lukisan-lukisan abstrak seorang pelukis bernamaPiet Mondrian Sumbangan
besar di berikan aliranDe Stijl

Aliran De Stijl

 Adanya permainan bidang-bidang yang


menonjol
 Permainan datar
 Hubungan antar ruang yang harmonis dan
selaras
 Fungsionis, dan continous
Konsep dasar dari De stijl sendiri menuju kepada
bentuk abstrack dan batas-batas yang jelas langsung
dari elemen-elemen bahasa visual yang menjadi konsekwensi dalam mewujudkankonsep ke
dalam bentuk seni termasuk arsitektur. Ekspresi visual hanya di batasi oleh garis-garislurus
dan sudut-sudut. Konsep-konsep tentang seni dan keindahanDe Stijldiungkapkan
dalam bentuk-bentuk murni, sehingga muncul aliran Purisme yang berarti teguh
pada peraturan
Ciri -ciri arsitektur de stijl

 Penggunaan warna primer merah, biru, kuning, putih, hitam


 Garis garis pembatas warna yang kontras
 Komposisinya adalah harmoni – kontras
 De stijl = memunculkan bentuk yang dinamis, arsitektur tidak dipandang sebagai
selubung bangunan yang mati,tapi mencerminkan ruang dan waktu. Diwujudkan
dengan bentuk bentuk yang ringan, permainan bidang bidang, pencahayaan.
 permainan (P,L,T +cahaya) + penggunaan warna primer.

Dalam penerapanya de stijl dibagi menjadi 4

 Sebagai desain arsitektur : schroeder house


 Sebagai produk interior : red blue chair, perabot interior pada schroeder house
 Sebagai dekorasi : café de unie, l ‘aubete café, de vonk house
 Sebagai seni lukisan : lukisan mondrian,

Schroder House de vonk house


(Architect Gerrit
Rietvield)
Schroder House
(Architect Gerrit
SenimanRietvield)
yang Terlibat Dalam Gerakan de stijl

 Piet Mondrian (1872 – 1944)


 Theo van Doesburg (1883 – 1931)
 Ilya Bolotowsky (1907 – 1981)
 Marlow Moss (1890 – 1958)
 Amédée Ozenfant (1886 – 1966)
 Max Bill (1908 – 1994)
 Jean Gorin (1899 – 1981)
 Burgoyne Diller (1906 – 1965)
 Georges Vantongerloo (1886 – 1965)
 Gerrit Rietveld (1888 – 1964)
 Bart van der Leck (1876 – 1958
DAFTAR PUSTAKA

 https://chirpstory.com/li/161264
 http://miasiibungsu.blogspot.com/2013/05/periode-perkembangan-sejarah-
arsitektur.html
 http://miasiibungsu.blogspot.com/2013/05/periode-perkembangan-sejarah-
arsitektur.html
 http://leoniassetica.blogspot.com/2010/01/arsitektur-brutalisme.html
 http://perkembanganarsitekturdunia.blogspot.com/2013/01/sejarah-dan-
perkembangan-arsitektur.html
 https://www.bitebrands.co/2011/10/bauhaus-menyatukan-seni.html
 http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20351964-MK-Witantri%20Nurfadilah.pdf