Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KMB-II

SPRAIN DAN STRAIN

DISUSUN OLEH :

NAMA : NYIMAS RATNA SARI DEWI

NIM : 30.01.06.0027

TINGKAT : III

SEMESTER : 5 (LIMA)

PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN


STIKES PERDHAKI CHARITAS
PALEMBANG
2009
STRAIN & SPRAIN

Pengertian

Strain
1. Strain adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada otot dan tendon
(http://arif-sugiri.com/2008/01/sprain-vs-strain.html).
2. Strain adalah cidera pada otot atau tendon (Cluett Jonathan, MD, About.com).
3. Strain adalah robekan otot tidak lengkap disertai pendarahan kedalam jaringan.

Sprain
1. Sprain adalah kondisi terjadinya penguluran dan kerobekan pada ligamentum
(http://physio.indonusa.ac.id/index.php?option=com).
2. Sprain adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada ligament (jaringan yang
menghubungkan tulang dengan tulang), yang memberikan stabilitas sendi (http://avif-
sugiri.blogspot.com/2008/01/sprain-vs-strain.html).
3. Sprain adalah injuri ligament disekitar sendi yang disebabkan oleh gerakan memutar atau
terpelintir.

Strain dibagi menjadi 2 bagian yaitu :


1. Strain akut pada struktur muskolo-tendinous terjadi pada persambungan antara otot dan tenson.
Strain terjadi ketika otot terlulur dan berkontraksi secara mendadak, seperti pada pelari atau
pelompat.
2. Strain kronis adalah cidera yang terjadi secara berkala oleh kerena penggunaan berlebihan atau
tekanan berulang-ulang, menghasilkan tendonitis (peradangan pada tendon). Sebagai contoh
pemain tennis bisa mendapatkab tendonitis pada bahunya sebagai hasil tekanan yang terus-menerus
dari servis yang berulang-ulang.
Penyebab
Strain :
- Penggunaan otot yang berlebihan.
- Perenggangan yang berlebihan.
- Tekanan pada otot yang berlebihan.
- Pasien mengalami nyeri mendadak & tenderness pada otot tersebut dan kontraksi
isometik.

Sprain
Karena adanya gaya inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak mampu sempurna pada
lantai/tanah, dimana umumnya terjadi pada permukaan lantai/tanah yang tidak rata.

Berat Ringannya Strain dan Sprain


Therapi mengkategorikan sprain dan strain berdasarkan berat ringannya cidera yaitu :
Derajat I (ringan) : Berupa beberapa stretching atau robekan ringan pada otot atau ligamen.
Derajat II (ringan) : Berupa robekan penuh tetapi masih menyambung.
Derajat III (ringan) : Berupa robekan penuh pada otot dan ligamen yang menghasilkan
ketidakstabilan sendi.

Tanda dan Gejala


• Ruptur pembuluh darah dan edema.
• Persendiaan tender, lembut, nyeri saat bergerak, nyeri berlangsung 2-3 jam karena bengkak dan
pendarahan.
• X-ray : avulsion fractur, fragmen tulang tertarik keluar oleh ligamen/tendon.
• Gejala pada strain otot yang akut berupa nyeri, spasme otot, kehilangan kekuatan, dan
keterbatasan lingkup gerak sendi. Sedangkan strain kronis adalah cidera yang terjadi secara berkala
oleh karena penggunaan yang berlebihan atau berulang-ulang sehingga menghasilkan tendiniris
(pradangan pada tendon).
• Gejala sprain dapat berupa nyeri, inflamasi/peradangan dan pada beberapa harus terjadi ketidak
mamapuan menggerakkan tungkai.
Penatalaksanaan
• Cidera derajat I biasanya sembuh cepat dengan (RICE) yaitu :
- Rest : Istirahat
- Ice : Kompres es intermitten 20°-30° dalam 24-48 jam pertama
- Compression Bandage : Balut tekan
- Elevation : Tinggikan eksremitas dari sendiri yang terkena untuk mengatasi
edema. Terapi latihan dapat membantu mengendalikan kekuatan dan
fleksibilitas.
• Cidera derajat II terapi sama hanya saja ditambah dengan immobilisasi pada daerah yang cidera.
• Cidera derajar III biasanya dilakukan immobilisasi dan kemungkinan pembedahan untuk
mengendalikan fungsinya.
• Bila terjadi robekan otot hebat maka dilakukan operasi dan psang GIPS.
• Setelah fase inflamsi akut (24-28 jam pertama) ;
- Kompres hangat 15-30 menit dalam 4x sehari untuk menghilangkan spasme otot dan
meningkatkan vasodilatasi, absorvasi dan pemulihan.
- Latihan aktif dan pasif dimulai dalam 2-5 hari.
- Sprain berat mobilisasi 1-3 minggu, latihan dini yang berlebihan menghambat
penyembuhan.

Meskipun tidak semua strain dan sprain dapat dicegah, beberapa tips berguna yang dapat membantu
menhindari gangguan ini :
• Memakai alas kaki yang tepat untuk kegiatan.
• Berlatih dengan baik sebelum kegiatan.
• Jangan berjalan dipermukaan licin atau tidak rata.

Sumber :
1. http://arif-sugiri.com/2008/01/sprain-vs-strain.html
2. http://physio.indonusa.ac.id/index.php?option=com
3. Cluett Jonathan, MD, About.com