Anda di halaman 1dari 8

Seorang pasien bernama Tn.

M berumur 50 tahun

yang bekerja sebagai supir di diagnosis hepatitis B, saat

diperiksa pasien mengeluhkan mual dan pusing.

Pemeriksaan fisik diketahui TD130/84, nadi 80x/menit,

afebris namun terlihat sedikit lemas dan mata agak

kuning. Pemeriksaan laboratorium SGOT 59 U/L, SGPT

77 U/L, Albumin 3.5 mg/dL, HbsAg (+).

Analisis SOAP

1. Subjektif

 Tn.M berusia 50 tahun

 Pekerjaan : supir

 Pasien mual dan pusing

2. Objektif

Pemeriksaan Fisik Hasil Normal Keterangan

TD 130/84 mmHg 120/80 mmHg Pre Hipertensi

Nadi 80x/menit 60-100 x/menit Normal

Suhu Tubuh Afebris, sedikit 36-37,5 oC Normal

lemas

Mata Agak kuning Tidak berwarna Normal

(jaundice)
Pemeriksaan
Hasil Normal Keterangan
Laboratorium

SGOT 59 µ/L 10-34µ/L Tinggi

SGPT 77 µ/L 5-43 µ/L Tinggi

Albumin 3.5 mg/dL, 3.5-5 mg/dL Tinggi

HbsAg + - Tidak normal

2. Assesment

 Dari hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan labor

diketahui pasien mengalami hepatitis B

 Pasien mengalami hepatitis B dengan HbsAg +

3. Plan

a. Terapi non farmakologi

 Diet seimbang : diet rendah protein

 Mengkonsumsi buah dan sayur

 Istirahat yang cukup

 Bedrest untuk meningkatkan stamina karena pasien merasa

lemas ”Selain itu, bedrest dapat meningkatkan pengeluaran

natrium dalam tubuh sebab posisi tegak dapat meningkatkan

kadar aldosteron yang berhubungan dengan proses retensi

natrium”
b. Terapi farmakologi

 Lamivudin

Indikasi : Hepatitis B kronik.

Dosis : 100 mg 1 x sehari.

Efek samping: diare, nyeri perut, ruam, malaise, lelah, demam, anemia,

neutropenia, trombositopenia, neuropati, jarang pankreatitis.

Interaksi obat: Trimetroprim menyebabkan peningkatan kadar Lamivudine dalam

plasma.

Perhatian: pankreatitis, kerusakan ginjal berat, penderita sirosis berat, hamil dan

laktasi.
Kurkumin (Tulak)

Dosis : 3 x 1 kapsul 20 mg

Indikasi : hepatoprotektor untuk menurunkan SGOT dan

SGPT

Kontra idikasi : pasien hipersensitivitas

ESO : mual ringan , iritasi lambung .

 Domperidon

Dosis : 2 x 10 mg

Indikasi : antiemetik

Kontra indikasi : pasien hipersensitivitas

ESO : kadar prolactin naik, penurunan libido, ruam dan

reaksi alergi lain.

 Asam mefenamat

Dosis : 1,5 mg/kg – 5 mg/kg sprn

Indikasi : anti nyeri

Kontraindikasi : tukak peptic, kerusakan ginjal, sensitive

terhadap AINS.

ESO : mual, gugup, mulut kering, berkeringat,

pandangan kabur, dengung di telinga.


Monitoring :

- Tes untuk HBeAg dan anti HBe di akhir pengobatan selama 1

tahun dan kemudian setiap 3 -6 bulan.

- Durasi pengobatan optimal untuk hepatitis B belum diketahui,

tetapi pengobatan dapat dihentikan setelah 1 tahun jika ditemukan adanya

serokonversi HBeAg.

- Pengobatan lebih lanjut 3 – 6 bulan setelah ada serokonversi

HBeAg untuk mengurangi kemungkinan kambuh.

- Monitoring fungsi hati selama paling sedikit 4 bulan setelah

penghentian terapi dengan Lamivudine.

KIE untuk tenaga kesehatan lain:

- Pengecekan ALT untuk memastikan bahwa fungsi

hati mengalami pemulihan.

- Menginformasikan untuk menjaga kalori pasien agar

kalori yang dikonsumsi tidak berlebih karena akan

dapat menyebabkan penimbunan lemak pada hati.

KIE untuk pasien :

- Menjaga kebugaran pasien agar tidak lemas

- Cara minum obat dan frekuensinya

- Motivasi untuk melakukan diet kalori.


ANALISIS KERASIONALAN OBAT YANG TERPILIH

1 . Tepat indikasi

Nama obat indikasi Mekanisme kerja Ket

Lamivudin Hepatitis Hambatan DNA polymerase TI

B kronik dan reverse trancriptase virus.

Kurkumin Hepatoprotektor untuk Menghambat ekspresi gen dan TI

menurunkan SGOT replikasi virus Hepatitis B

dan SGPT melalui down – regulation dari

PGC - 1α

Domperidon antiemetik Menimbulkan efek antagonis TI

dopamine pada reseptor

dopamine sentral di

chemoreseptor trigger zone

sehingga menimbulkan efek

gastrokinetik.

Asam Anti nyeri Menghambat kerja enzim TI

mefenamat siklooksigenase (COX)


3. Tepat Dosis

Nama obat Dosis tersedia Dosis yang diberikan ket


2. Tepat Obat
Lamivudin 100 mg 100 mg 1x sehari TD
Nama obat Alasan pemilihan obat Ket

Kurkumin 20 mg 2 x 10 mg TD
Lamivudin Karena Lamivudin efektif untuk obat hepatitis B. TO

Domperidon 10 mg, 30didistribusikan


Lamivudin mg 2x 10 mg luas dengan Vd TD
secara

setara dengan volume cairan tubuh. Waktu paruh


Asam mefenamat 1,5 mg/kg – 1-5 mg/kg – 5 mg/kg TD
plasmanya sekitar 9 jam dan sekitar 70% dosis
5mg/kg, 250 mg, Sprn.
diekskresikan dalam bentuk utuh di urine.
500 mg.
Kurkumin Karena obat ini efektif untuk Hepatitis B yang TO
4. Tepat Pasien
mampu menangkap ion superoksida sehingga
Nama obat Kontra indikasi ket
mencegah kerusakan sel pada hepar.

Domperidon
Lamivudin Karena obat
Kontraindikasi ini mampu
terhadap untuk mengatasi mual TP
lamivudin TO

yang diderita pasien serta mengatasi efek samping


Kurkumin pasien hipersensitivitas TP
yang diakibatkan obat yang digunakan.
Domperidon pasien hipersensitivitas TP
Asam Karena obat ini efektif untuk mengatasi ESO obat TO

mefenamattukak peptic,
Asam lain yang digunakan
kerusakan . dansensitive
ginjal, tidak menyebabkan efek TP
terhadap AINS.

mefenamat samping pada penggunaan dosis tunggal.


5. Waspada Efek Samping

Nama obat Efek samping Ket

Lamivudin diare, nyeri perut, ruam, malaise, lelah, demam, WESO

anemia, neutropenia, trombositopenia, neuropati,

jarang pankreatitis.

Kurkumin mual ringan , iritasi lambung. WESO

Domperidon kadar prolactin naik, penurunan libido, ruam dan WESO

reaksi alergi lain.

Asam mual, gugup, mulut kering, berkeringat, pandangan WESO

mefenamat kabur, dengung di telinga.