Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENANGANAN NYERI PADA DISPEPSIA

Disusun Oleh :
MOH. BAHRUL MUSTOFA
A0017075

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BHAKTI MANDALA HUSADA SLAWI
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Penanganan nyeri pada Dispepsia


Sub Pokok Bahasan : Definisi dispepsia, tanda dan gejala, penanganan nyeri
Sasaran : Pasien dan Keluarga
Hari/Tanggal : Sabtu, 19 Januari 2019
Waktu : 25 Menit
Tempat : RSUD Suradadi Ruang Dewaruci
Pemberi Materi : Moh. Bahrul Mustofa

A. Latar Belakang
Dispepsia adalah kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari nyeri atau
rasa tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa
perut penuh, sendawa, regurgitasi, dan rasa panas yang menjalar di dada.
Berdasarkan pendapat para ahli bahwa 15-30% orang dewasa pernah mengalami
dispepsia (Djojoningrat, 2009).

B. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan selama 25 menit, klien mengetahui tentang
penanganan nyeri Dispepsia.

C. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan selama 25 menit,klien dapat:
a. Menjelaskandefinisi dispepsia
b. Menyebutkan tanda dan gejala nyeri dispepsia
c. Menyebutkan penanganan nyeri pada dispepsia:
1. Farmakologi
2. Non farmakologi

D. Materi
(Terlampir)
E. Metode
1. Penyuluhan
2. Tanya jawab

F. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik.

G. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan Penyuluhan Kegiatan sasaran/Audient
Pembukaan 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab Salam
(5 menit) 2. Apersepsi tentang materi yang 2. Merespon persepsi penyuluhan
akan dibahas
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 3. Memperhatikanpenjelasan tentang
yang hendak dicapai tujuan penyuluhan yang dicapai
Kegiatan Inti 1. Menjelaskan pengertian tentang 1. Memperhatikan penjelasan yang
(15 menit) penyakit dispepsia diberikan
2. Menjelaskan tanda dan gejala 2. Memperhatikan penjelasan yang
penyakit dispepsia diberikan
3. Menjelaskan penanganan nyeri 3. Memperhatikan penjelasan yang
dispepsia: diberikan
a. Farmakologi
b. Non farmakologi
Penutup 1. Memberikan kesempatan pada 1. Mengajukan pertanyaan dari materi
(5 menit) orang tua yang ingin bertanya yang disampaikan
2. Melakukan evaluasi dengan 2. Menjawab pertanyaan
bertanya tentang materi yang
telah disampaikan
3. Memberi salam penutup 3. Menjawab salam
H. Evaluasi
1. Prosedur :Akhir kegiatan
2. Waktu :5 menit
3. Bentuk soal :Essay
4. Jumlah soal :3 soal
1. Menjelaskan pengertian dispepsia?
2. Sebutkan tanda dan gejala dispepsia?
3. Sebutkan penanganan nyeri dispepsia?

Jawab :
1. Pengertian dispepsia
Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada,
yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau
rasa terbakar di perut.
2. Tanda Dan Gejala Dispepsia
Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada disertai dengan sendawa
dan suara usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa penderita, makan dapat
memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyerinya.
Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan
flatulensi (perut kembung).
3. Penanganan Nyeri Dispepsia
a. Melakukan terapi mediasi.
b. Pengalihan rasa nyeri dengan nafas dalam.
c. Relaksasi dikstrasi, misalkan dengan mendengarkan musik yang disukai.
d. Imajinasi terbimbing, misalkan klien berimajinasi membayangkan, agar klien
bisa fokus menghilangkan rasa nyeri.
I. Referensi
Brunner & Suddart, 2002, Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8 Vol. 2 Jakarta,
EGC
Manjoer, A, et al, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jakarta, Medika
Aeusculapeus
Potter & Perry,Buku Fundamental Keperawatan,Jakarta : EGC , 2005

Inayah Iin, 2004, Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem
Pencernaan, edisi pertama, Jakarta, Salemba Medika.
Suryono Slamet,et al,2001,Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam ,Jilid 2,edisi, Jakarta,
FKUI
MATERI

A. Pengertian
Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada,
yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa
terbakar di perut.

B. Tanda dan Gejala


Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai dengan
sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa penderita, makan
dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi
nyerinya. Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare
dan flatulensi (perut kembung).

C. Penanganan nyeri Dispepsia:


1. Non Farmakologi
a. Melakukan relaksai dan teknik imajinasi, klien dapat mengubah persepsi
kognitif dan motivasi, efektif dengan melakukan relaksasi dan teknik
imajinasi, relaksasi dapat digunakan oleh klien untuk mengontrol ketika
terjadi rasa tidak nyaman/nyeri (Potter&Perry.2005)
b. Stimulus kutaneus, stimulus kulit yang dilakukan untuk menghilangkan
nyeri, seperti menggunakan mandi air panas, kompres air hangat dan
stimulus saraf elektrik (Potter&Perry.2005)
c. Pengalihan rasa nyeri dengan nafas dalam.
d. Relaksasi distraksi, misalkan dengan mendengarkan musik yang disukai.
e. Imajinasi terbimbing, misalkan klien berimajinasi membayangkan, agar
klien bisa fokus menghilangkan rasa nyeri (Brunner & Suddart, 2002)
2. Farmakologi
a) Antasid 20-150 ml/hari
Golongan obat ini mudah didapat dan murah. Antasid akan menetralisir
sekresi asam lambung. Antasid biasanya mengandung Na bikarbonat,
Al(OH)3, Mg(OH)2, dan Mg triksilat. Pemberian antasid jangan terus-
menerus, sifatnya hanya simtomatis, unutk mengurangi rasa nyeri. Mg
triksilat dapat dipakai dalam waktu lebih lama, juga berkhasiat sebagai
adsorben sehingga bersifat nontoksik, namun dalam dosis besar akan
menyebabkan diare karena terbentuk senyawa MgCl2.
b) Antikolinergik
Perlu diperhatikan, karena kerja obat ini tidak spesifik. Obat yang agak
selektif yaitu pirenzepin bekerja sebagai anti reseptor muskarinik yang
dapat menekan seksresi asama lambung sekitar 28-43%. Pirenzepin juga
memiliki efek sitoprotektif.
c) Penghambat pompa asam (proton pump inhibitor = PPI)
Golongan obat ini mengatur sekresi asam lambung pada stadium akhir dari
proses sekresi asam lambung. Obat-obat yang termasuk golongan PPI
adalah omeperazol, lansoprazol, dan pantoprazol.