Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BATANG CUISENAIRE

Dosen:

Trysa Gustya Manda, S.Pd, M.Pd

Oleh

Kelompok 4:

1. Monalisa Pratiwi (17029036)

2. Fadila El Husna (17029061)

3. Fadli Ilham (17029148)

4. M. Ikbal Khalid (17029157)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan
karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan media pembelajaran matematika
mengenai Batang Cuisenaire yang dibimbing oleh dosen Trysa Gustya Manda, S.Pd, M.P.

Laporan ini membahas tentang media alat peraga untuk materi bilangan bulat dengan
prinsip proton elektron. Laporan ditulis dengan mengambil sumber dari beberapa buku serta
internet. Hal ini bertujuan agar pembahasan yang ada dalam laporan ini lebih luas sehingga bisa
menambah wawasan pembaca tentang media pembelajaran matematika.

Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini belum mencapai kesempurnaan,


sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari berbagai pihak
demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.

Padang, 29 Oktober 2019

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Matematika sebagai ilmu yang universal merupakan bidang ilmu yang sangat berperan
aktif seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi. Pembelajaran matematika di
sekolah juga perlu diperhatikan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan
media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran sangat
berperan dalam proses pemahaman konsep bagi peserta didik. Media pembelajaran
mempunyai peran yang penting saat pendidik memberikan konsep dan dasar sebuah materi
pembelajaran yang abstrak bagi peserta didik. Ketika peserta didik yang memiliki intelegensi
yang lemah sedangkan visualnya bagus, media adalah salah satu cara yang tepat.
Peserta didik biasanya di sekolah hanya diberikan konsep/teorema yang sangat abstrak
oleh pendidik. Karena itu, pemahaman peserta didik terhadap suatu materi cenderung rendah.
Sehingga matematika cenderung tidak bermakna bagi peserta didik yang berimbas kepada
sikap peserta didik yang sekedar menghafal materi tanpa mengetahui makna yang
sesungguhnya pada materi tersebut.
Oleh sebab itu, kami dari kelompok Phi, membuat suatu media pembelajaran yang
dapat digunakan pada saat guru menerangkan materi mengenai “operasi hitung pada
pecahan”.

B. TUJUAN
1. Peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan mengenai penjumlahan pada pecahan
2. Peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan mengenai pengurangan pada pecahan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian

Kompetensi Dasar Indikator


3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi 3.2.1 Menyelesaikan permasalahan tentang
hitung bilangan bulat dengan memanfaatkan penjumlahan pada pecahan
berbagai sifat 3.2.2 Menyelesaikan permasalahan tentang
pengurangan pada pecahan

B. Kajian Materi
a. Penjumlahan pecahan Biasa

Dalam operasi penjumlahan bilangan pecahan biasa dengan penyebut yang sama,
bisa dilakukan dengan cara menjumlahkan pembilangnya saja sementara untuk
penyebutnya tetap.

Contoh Soal Untuk Operasi Penjumlahan Pada Pecahan Biasa

Jumlahkan pecahan-pecahan biasa berikut ini:

Ataupun perhatikan beberapa gambar dibawah ini:


Sedangkan cara menujumlahkan pecahan dengan penyebut yang tidak sama bisa dilakukan
dengan cara disamakan penyebutnya terlebih dahulu. Caranya ialah mencari KPK
penyebut penyebut yang akan dijumlahkan.

Jika KPK sudah ditemukan, kamu bisa langsung menjumlahkan pembilangnya. Jika kamu
kurang memahaminya, bisa lihat contoh berikut ini.
Ternyata sifat-sifat penjumlahan pada bilangan pecahan sama terhadap sifat-sifat
penjumlahan dalam bilangan bulat yakni:

b. Pengurangan Pecahan Biasa

Pada pengurangan bilangan pecahan dengan penyebut yang sama, bisa dilakukan dengan
metode yang sama dalam penjumlahan bilangan pecahan. Yakni mengurangkan
pembilang-pembilangnya, namun penyebutnya tetap.

Maka secara umum bisa dituliskan dengan rumus.


Berikut Ini Contoh Soal Operasi Pengurangan Pada Pecahan Biasa:

Sementara untuk pecahan-pecahan biasa yang memiliki penyebut tidak sama, bisa
dilakukan dengan cara menyamakan terlebih dahulu penyebutnya. Untuk menyamakan
penyebutnya, kamu harus mencari KPK penyebutnya terlebih dahulu. Setelah KPK kamu
temukan, kemudian lakukan pengurangan pada pembilang-pembilang pecahan biasa
tersebut.

Perhatikanlah Contoh Soal berikut ini!

c. Penjumlahan dan Pengurangan Pada Bilangan Pecahan Campuran

Perhatikanlah Contoh operasi penjumlahan dan penguarangan berikut!


Jika melihat dari contoh soal dan penyelesaian diatas, bisa disimpulkan jika untuk
menjumlah bilangan pecahan campuran langkah pertama yang harus kamu lakukan ialah
dengan menjumlahkan bagian dari bilangan bulat kemudian bagian bilangan pecahan
dengan terpisah.

Hal ini sama halnya terhadap penjumlahan pada bilangan pecahan campuran, dan
pengurangan juga bisa dilakukan dengan metode mengurangkan bilangan bulat terlebih
dahulu kemudian bagian bilangan pecahannya dengan terpisah lebih dahulu.

Jenis jenis pecahan

Ada beberapa jenis pecahan yang harus kamu ketahui diantaranya:


1) Pecahan Biasa

Yakni pecahan dengan pembilang & penyebut adalah bilangan bulat.

Contohnya saja:

1/4 , 2/5 , 9/10.

2) Pecahan Murni

Pecahan yang kedua ialah pecahan murni yang merupakan pecahan yang pembilang &
penyebutnya adalah bilangan bulat. Hal ini berlaku pembilang harus kurang/ lebih kecil
dibandingkan penyebutnya. Pecahan murnai bisa juga disebut dengan pecahan biasa
namun pecahan biasa belum pasti bisa dikatakan sebagai sebuah pecahan murni. Kamu
bisa melihat contohnya dibawah ini.

Contoh:

1/6 , 3/5, 7/15

3) Pecahan campuran

Selanjutnya ialah pecahan campura. Jenis pecahan ini terdiri dari bagian bilangan bulat &
bagian dari pecahan murni yang sudah dijelaskan diatas.

Contohnya:

3 ½, 4 ½, 5 ¾.

C. BAHAN DAN ALAT


a. Bahan
1. Kertas jerami
2. Kertas mar-mar 10 warna berbeda
3. Lem
4. Spidol

b. Alat
1. Gunting
2. Pisau carter
3. Mistar
4. Pensil

D. CARA MEMBUAT
Berikut langkah-langkah dalam proses pembuatan batang cuisionare:
a. Ukur karton jerami dengan ukuran 5cm x 5cm, dengan pola 1-10
b. Potong karton jerami sesuai pola yang telah ditentukan
c. Tempel karton manila yang berbeda warna sesuai pola
d. Maka didapatkan 10 batang kusioner

E. GAMBAR MEDIA MOLAT

F. CARA PENGGUNAAN BATANG CUISIONARE


1. Penjumlahan
a. Siapkan batang kusioner
b. Media ini hanya bisa digunakan untuk penjumlahan dan pengurangann pecahan dengan
penyebut yang sama
c. Satu kotak pada batang kusioner bernilai satu satuan
1 2
d. Contoh: 4 + 4

e. Karena penyebutnya sama, kita ambil satu batang kusioner saja untuk penyebut yaitu 4
satuan
f. Kita ambil batang kusioner untuk pembilang pada soal yaitu 1 satuan dan 2 satuan
g. Karena penyebutnya sama, maka kita letakan pembilang pertama dan kedua diatas
penyebut yang sudah disediakan
h. Selanjutya, kita cari batang kusioner yang sama panjang dengan jumlah kedua pembilang
3
i. Maka didapatkan hasil dari pemjumlahan tersebut, yaitu 4
2. Pengurangan
a. Siapkan batang kusioner
b. Media ini hanya bisa digunakan untuk penjumlahan dan pengurangann pecahan dengan
penyebut yang sama
c. Satu kotak pada batang kusioner bernilai satu satuan
3 2
d. Contoh: 4 − 4

e. Karena penyebutnya sama, kita ambil satu batang kusioner saja untuk penyebut yaitu 4
satuan
f. Kita ambil batang kusioner untuk pembilang pada soal yaitu 3 satuan dan 2 satuan
g. Karena penyebutnya sama, maka kita letakan pembilang pertama dan kedua diatas
penyebut yang sudah disediakan
h. Selanjutya, kita cari batang kusioner yang sama panjang dengan jumlah kedua pembilang
1
i. Maka didapatkan hasil dari pemjumlahan tersebut, yaitu
4

G. KELEBIHAN MEDIA
a. Tidak membutuhkan banyak biaya
b. Dalam proses pembuatan media tidak rumit
c. Dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada pembelajaran karena terdapat bentuk yang
nyata, warna yang menarik
d. Medianya sederhana, tidak ribet dan memudahkan pemahaman

H. KEKURANGAN MEDIA
a. Media ini tidak dapat digunakan untuk operasi perkalian pecahan
b. Media ini tidak dapat digunakan untuk operasi pembagian pecahan
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penggunaan media sangat berguna untuk melengkapi pemahaman siswa terhadap
materi yang dipelajari dan prinsipnya untuk meningkatkan efektivitas dan kelancaran
proses belajar mengajar. Fungsi media pembelajaran adalah :
1. Menyeragamkan pengamatan dan wawasan siswa terhadap kompetensi dasar.
2. Menumbuhkan pemikiran yang teratur.
3. Memotivasi siswa untuk memperoleh hasil belajar.

.
B. Saran
Demikian Laporan Media Pembelajaran Matematika yang dapat kami paparkan. Dan
tentunya makalah ini tidak terlepas dari kesalahan, kekurangan, dan kekeliruan. Oleh
karena itu penulis memohon kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan
makalah selanjutnya.